Heartless

Heartless
Episode 188



🌻Mungkin kamu yang harus mengambil langkah pertama untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya🌻


.


.


.


.


Setelah kepergian sang anak di dalam ruang kerja milik Robert Nidas hanya ada keheningan. Johan yang tahu betul apa yang daddynya rasakan saat mengetahui kepergian sang adik hanya diam memandang sang daddy.


"Apa aku harus menyuruh anak buah kita untuk membawanya kesini daddy" ucap Johan.


"Jangan" ucap Robert dengan tegas.


Johan menatap sang daddy meminta penjelasan mengenai ucapan daddynya barusan. Robert melihat anak keduanya dengan tatapan sulit diartikan.


"Lindungi dia dari saudaramu Johan, daddy tahu Juan tidak akan tinggal diam saja" ucap Robert dengan napas tercekat.


"Aku tahu daddy"


"Daddy sangat menyesal karena ulah daddy kita kehilangan Sintia untuk selamanya" ucap Robert dengan suara bergetar.


"Ini sudah takdir daddy jangan pernah menyalahkan diri daddy untuk semuanya" ucap Johan dengan tatapan sedih.


"Jika bukan karena perintah daddy waktu itu, adikmu pasti masih berada di dunia saat ini" ucap Robert sambil memandang wajah anaknya di pigura.


Juan melihat sang daddy dengan sedih karena apa yang dibilang oleh daddynya semuanya itu benar.


Semoga keluarga kita bisa harmonis seperti dulu lagi, batin Juan penuh harap.


Juan akui setelah kepergian Sintia waktu itu keluarga mereka sudah tidak harmonis lagi. Mommynya karena sakit hati kepada sang daddy setiap hari hanya menangis dan meminta agar Sintia pulang.


Robert yang waktu itu dipenuhi dengan emosi dan ego tinggi tidak menggubris perkataan istrinya. Menurutnya Sintia adalah aib keluarga karena lebih memilih pacar miskinnya ketimbang jodoh pilihan sang daddy.


Semenjak itu Katy Nidas tidak pernah lagi berbicara dengan suaminya karena sakit hati. Terlebih saat mengetahui jika sang putri meninggal saat di buru oleh anak buah sang suami.


Juan masih ingat saat itu sang mommy berteriak histeris dan memukul daddynya karena kehilangan Sintia. Bahkan karena kejadian itu mommy mereka mengalami struk hingga sekarang karena stres berat.


Saat itu Robert menyesal karena perbuatannya ia kehilangan putri semata wayangnya. Hidupnya selama ini dipenuhi dengan perasaan bersalah akan kematian sang anak dan kelumpuhan sang istri.


Juan lalu pamit pergi meninggalkan Robert setelah berbicara tentang Chloe. Setelah kepergian Juan suasana di dalam ruang kerja Robert berubah seketika.


Robert menangis sambil memeluk foto sang anak yang sudah meninggal. Ia menangis sejadi-jadinya karena perbuatannya ia kehilangan putri semata wayangnya untuk selama-lamanya.


"Maafkan daddy nak" ucap Robert sambil berderai air mata.


Tanpa Robert sedari ternyata Juan belum pergi, ia melihat sang daddy dengan kasihan karena ia tahu daddynya akan meluapkan kesedihannya saat dirinya sendiri.


"Aku akan membawa anak Sintia untuk menemui daddy apapun yang terjadi" gumam Juan dengan pelan.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Jakarta, Indonesia ~


Albert tiba di Jakarta tepat pukul 17:00, ia lalu masuk ke dalam mobil yang sudah menunggunya di bandara. Perasaan Albert saat ini sangat hancur bercampur emosi.


Aura dari Albert yang sangat mencekam membuat sopir dan anak buahnya merinding ketakutan. Mereka tidak berani berkata apapun karena tahu saat ini tangan kanan bos mereka sedang emosi.


"Siapkan Jet kita pulang malam ini juga ke California" ucap Albert dengan suara dingin.


"Baik bos" ucap anak buahnya.


Aku tidak menyangka kamu seperti perempuan lainnya di luar sana, batin Albert dengan kecewa.


Tanpa Albert sadari ternyata pemikirannya tentang Mira salah besar, karena apa yang ia lihat tadi adalah kesalahpahaman semata.


Tiba di apartemennya Albert segera mengambil paspor dan barang penting lainnya. Ia lalu menuju lantai paling atas apartemen orchid untuk berangkat ke bandara menggunakan helikopter.


Sampainya di bandara ia segera masuk ke dalam jet pribadi milik Xavier. Ia memandang langit Jakarta yang sudah mulai gelap dengan perasaan hancur berkeping-keping.


"Bos semuanya sudah siap" ucap sang pengawal.


"Kita berangkat sekarang" ucap Albert dengan suara dingin.


"Baik bos" ucap sang pengawal.


Tak lama jet pribadi Xavier mulai meminta ijin di ruang kontrol untuk lepas landas. Albert melihat hpnya yang terdapat banyak panggilan dari Mira tapi diabaikannya dan setelah itu ia segera mematikan hpnya.


~ Bandung, Jawa Barat ~


Mira yang pulang ke rumahnya untuk mengambil barang-barangnya terus menelpon Albert berulang kali tapi tidak di jawab. Perasaannya bercampur aduk memikirkan Albert saat ini.


"Kenapa loe ngak angkat sih Albert" ucap Mira dengan pikiran kacau.


Saat tiba di depan rumahnya ia segera masuk ke dalam dengan cepat. Saat itu sang ibu dan ayah yang berada di ruang tamu bingung melihat anak mereka yang pulang dengan wajah panik.


"Bu kenapa dengan Mira" ucap ayah Rangga.


"Ibu ngak tahu yah coba ibu tanyakan dulu" ucap ibu Asmi dengan lembut.


"Yo wes sana bu"


Ibu Asmi segera beranjak menuju kamar sang putri. Tiba di kamar Mira ibunya kaget melihat pakaian Mira yang berhamburan di lantai sedangkan Mira sendiri dengan wajah panik dan frustasi mencari kopernya.


"Ndok ada apa ini" ucap ibu Asmi dengan wajah bingung.


Mira kaget saat mendengar suara ibunya, ia berbalik dan melihat sang ibu dengan tatapan mata berkaca-kaca. Seketika Mira memeluk tubuh ibunya dan menangis tersedu-sedu.


Ibu Asmi yang melihat anaknya menangis menampilkan wajah penuh tanda tanya. Ibu Asmi lalu mengelus punggung Mira dengan lembut membiarkan anaknya menumpahkan semua rasa sedihnya saat ini.


Setelah puas menangis Mira segera melepaskan pelukan ibunya. Ibunya lalu mengandeng Mira menuju kasur dan duduk disana untuk berbicara empat mata dengan sang anak.


"Ada apa, kenapa anak ibu yang cantik ini datang langsung menangis hem?" tanya ibu Asmi dengan lembut.


"Bu hati aku sakit" ucap Mira dengan sedih.


"Ada apa ndok cerita sama ibu"


Mira menatap sang ibu dengan wajah sedih, ia lalu menceritakan awal pertemuannya dengan Albert sampai hubungan mereka dan juga perasaannya kepada sang ibu.


Ibu Mira sendiri duduk dengan diam dan tenang mendengar cerita dari sang anak. Setelah itu ia mengelus puncak kepala sang anak dengan lembut.


"Jadi kamu mau nyusul dia ke Jakarta buat selesain semuanya" ucap ibu Asmi.


"Iya bu maafin Mira bu yang tidak pernah cerita tentang asmara Mira" ucap Mira sambil menunduk.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Bukannya marah atau apa tapi ibu Asmi malah tersenyum tulus sambil mengelus puncak kepala Mira dengan lembut.


"Ternyata anak ibu udah besar ya" ucap ibu Asmi sambil tersenyum.


Wajah Mira seketika merah padam karena merasa malu. Sang ibu yang melihat wajah anaknya merah padam seketika tertawa.


"Susul pacarmu itu jelaskan semuanya ke dia, tapi ingat jaga diri kamu disana dan ingat semua nasihat ibu sama ayah"


"Jadi ibu ngak marah" ucap Mira dengan kaget.


"Ibu ngak marah ndok malah ibu senang karena kamu teh udah nemu dambaan hatimu dan ibu akan bahagia jika melihat anak ibu bahagia"


"Terima kasih bu" ucap Mira sambil memeluk sang ibu.


"Sama-sama ndok, tapi sebelum pergi ceritakan semuanya kepada ayahmu dan minta ijin dari ayahmu sebelum pergi ndok" ucap ibu Asmi dengan suara lembut.


"Iya bu"


Mira segera berlalu keluar mencari sang ayah untuk membicarakan hal tersebut. Ia tidak mau sampai terlambat untuk menyusul Albert ke Jakarta dan memberinya penjelasan


Ayah Rangga yang mendengar cerita sang anak tersenyum bahagia. Ia malah senang jika anaknya sudah mendapatkan pujaan hatinya.


"Pergilah ndok ingat semua pesan dan nasihat ayah sama ibu ya ndok" ucap ayah Rangga dengan bijak.


"Mira akan mengingat semuanya ayah" ucap Mira.


Mira lalu menyiapkan koper pakaiannya bersama surat-surat penting miliknya. Ia segera pergi ke bandara untuk terbang ke Jakarta, tanpa Mira sadari ternyata ia telah kehilangan Albert karena Albert sudah berangkat sedari tadi.


Tiba di Jakarta Mira segera pergi ke apartemen Albert tapi naas ia terlambat. Mira diberi tahu oleh pelayan yang membersihkan kamar Albert jika pemiliknya sudah pergi sejam yang lalu.


Mira menangis tersedu-sedu di dalam apartemen milik Albert karena tidak tahu harus bagaimana.


Kenapa loe pergi tanpa dengar penjelasan gue Albert, batin Mira dengan sedih.


Malam itu Mira menangis histeris di dalam apartemen Albert hingga tertidur diatas sofa. Ia ingin menyusul Albert tapi ia tidak memiliki uang yang cukup, ia hanya pasrah akan nasib percintaannya saat ini.


Hari berlalu dengan cepat tanpa terasa sudah pagi. Chloe bangun dan segera membersihkan tubuhnya, saat di kamar mandi ia melihat pantulan tubuhnya di kaca dan melihat perutnya yang membuncit.


"Akhirnya kamu udah 7 bulan nak, baik-baik di perut mommy ya" ucap Chloe sambil mengelus perut buncitnya.


Tak lama Chloe meringis merasakan tendangan sang anak. Anaknya ini sangat aktif sekali di dalam perutnya, apa lagi saat Xavier yang mengajaknya berbicara ia akan menendang dengan kuat.


"Sepertinya anak gue bakal dekat banget sama daddynya" gumam Chloe dengan pelan.


Chloe lalu kembali memakai bathrobe dan keluar dari kamar mandi. Saat keluar ia melihat suaminya yang masih pulas di sana.


Chloe lalu mengeringkan rambutnya dan merias dirinya dengan make up tipis. Selesai ia keluar kamar karena ingin berjalan-jalan di luar sesuai anjuran dokter Susi waktu itu.


"Selamat pagi nyonya" ucap para pelayan yang bertemu Chloe.


Chloe membalas ucapan sang pelayan dengan ramah tak lupa senyum manis. Chloe yang merasa lelah jika turun lewat tangga memilih menggunakan lift saja.


"Selamat pagi nyonya apa ada yang nyonya butuhkan" ucap pak Max sambil menunduk.


"Oh tidak ada pak Max, aku hanya ingin berjalan-jalan di sekitar taman saja"


"Baik nyonya saya akan menyuruh pelayan untuk menemani nyonya"


"Heeemmm"


Chloe lalu keluar menuju taman belakang dan berjalan kaki dengan pelan. Ia sangat menikmati sausana pagi di mansion yang sudah beberapa bulan ditinggalkannya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Chloe yang ingat tanaman mawarnya segera berlalu menuju ke rumah kaca. Sampai disana Chloe kaget melihat tanaman kesayangannya yang mati seperti tidak terawat lagi.


Muka Chloe seketika berubah menjadi merah padam karena emosi. Karena kehamilannya hormon tubuh Chloe meningkat dengan cepat dan membuat ia seperti bukan dirinya sendiri.


"Siapa yang bertanggung jawab di rumah kaca" ucap Chloe dengan suara tinggi.


Seketika para pelayan gemetar ketakutan melihat tampang sang nyonya yang sangat mengerikan. Pak Max yang mendengar hal tersebut dari salah satu pelayan segera berlalu menuju rumah kaca.


Tiba disana ia kaget melihat wajah sang nyonya yang sudah merah padam karena emosi. Chloe lalu menyuruh pak Max untuk mencari tahu siapa yang bertanggung jawab dengan tanaman kesukaannya.


"Siapa yang bertugas merawat bunga di taman kaca?" tanya pak Max dengan suara tinggi.


"Saya tuan" ucap salah satu pelayan yang bernama Desi.


Chloe menatap Desi dengan tatapan tajam dan menusuk. Desi sendiri berdiri dengan gemetar karena takut melihat wajah tajam sang nyonya.


"Beri dia hukuman cambuk 50 kali" ucap Chloe dengan suara tinggi.


"Nyonya saya mohon ampuni saya nyonya......hiks........saya mohon nyonya........hiks hiks" ucap Desi sambil menangis.


Chloe tidak memperdulikan permohonan Desi dan segera berlalu menuju ke dalam mansion. Tiba disana ia langsung di sambut oleh sang suami yang baru saja bangun.


"Baby" ucap Xavier dengan suara serak.


Chloe segera memeluk Xavier dan menangis dalam pelukan suaminya. Xavier kaget melihat tingkah sang istri yang tiba-tiba datang dan menangis.


"Sayang ada apa hem? Kenapa kamu menangis" ucap Xavier dengan lembut.


"Aku mau kamu harus ganti sayang" ucap Chloe dengan sesegukan.


"Apa yang harus diganti sayang" ucap Xavier dengan bingung.


Bukannya memberi tahu Xavier ia kembali menangis mengingat tanaman kesukaannya tidak ada lagi. Xavier menoleh ke arah pak Max meminta jawaban.


Pak Max segera menulis di iPad tentang apa yang baru saja terjadi. Xavier kaget karena pelayannya tidak becus merawat tanaman kesukaan sang istri.


"Kamu tenang ya sayang nanti aku akan buat bunga kesukaanmu ada kembali baby" ucap Xavier dengan lembut.


"Yang benar sayang?" tanya Chloe dengan cepat.


"Tentu sayang"


Chloe seketika tersenyum manis setelah mendengar ucapan dari sang suami. Xavier lalu mengajak istrinya untuk sarapan di meja makan.


Selesai sarapan Chloe lalu pergi ke ruang tv untuk menonton drama kesukaannya. Xavier lalu menatap pak Max dengan tatapan membunuh.


"Bagaimana bisa tanaman istriku mati semuanya" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Maaf tuan ternyata Desi sebagai pelayan untuk tanaman nyonya tidak merawatnya dengan baik dan hanya duduk saja tidak bekerja apa-apa tuan" ucap pak Max.


"Kurang ajar pecat dia dari mansionku dan beri dia pelajaran" ucap Xavier dengan tatapan tajam.


"Baik tuan" ucap pak Max.


Pak Max segera menyuruh pengawal Xavier untuk membawa Desi ke paviliun belakang. Xavier sendiri segera beranjak menuju ke ruang tv untuk melihat sang istri.


~ Mansion tua Wesly ~


Saat ini nenek Esma sedang bercakap-cakap dengan cucu mantunya yaitu suami dari Cika. Nenek Esma sudah tidak sabar untuk menghabisi Xavier dan merebut hartanya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Jadi bagaimana rencana nenek selama ini" ucap Cika.


"Gagal semuanya bahkan orang suruhan nenek hanya bisa mencelakai dokter kepercayaan anak sialan itu" ucap nenek Esma dengan emosi.


"Sebenarnya kenapa dia susah sekali sih buat dihancurin nek jadi bikin kesal aja" ucap Cika dengan kesal.


Zen sendiri yang duduk di samping Cika hanya diam mendengar percakapan mereka. Ia tak tahu siapa yang mereka maksudkan.


Kenapa lama banget sih ja***g ini bicara dengan keluarganya aku sudah tidak tahan lagi, batin Zen sambil menahan emosi.


Zen meremas pinggang Cika dengan kuat memberitahunya untuk menyudahi percakapan mereka. Cika yang merasakan sakit di pinggangnya seketika bergetar takut.


"Kamu kenapa sayang" ucap Reynald melihat wajah anaknya pucat.


"Aku tidak apa-apa dad mungkin karena kelelahan aja di perjalanan tadi" ucap Cika sambil tersenyum.


"Kalian berdua istirahatlah pasti kalian capre karena perjalanan jauh" ucap nenek Esma dengan sopan.


"Iya nek" ucap Cika.


Cika dan Zen segera pergi ke kamarnya di lantai 2. Sampai di dalam Zen segera mengunci pintunya dan langsung menjambak rambut Cika dengan kuat.


"Puasin aku hari ini j****g" desis Zen di telinga Cika.


Cika seketika menangis karena tak tahan rasa sakit di kepalanya, Zen lalu merobek dress Cika dan membuang semua pakaian di tubuhnya.


Tanpa pemanasan Zen segera menyetubuhi Cika dengan kasar dan tidak ada kelembutan sedikit pun. Cika hanya diam menahan sakit di inti tubuhnya karena permainan suaminya yang sangat kasar.


Tanpa keluarganya tahu selama ini Cika hanya dianggap sebagai pemuas nafsu s**s Zen saja. Zen yang menderita kelainan s**s meluapkan semua permainannya kepada Cika.


Bahkan terkadang ia sampai hampir mati melayani napsu Zen. Zen tidak perduli dengan tangisan dan kesakitan Cika melainkan menurutnya itu sangat merdu mendengar kesakitan Cika.


"Mommy bagaimana orang suruhan mommy yang menyamar sebagai anggota polisi dari Italia" ucap Reynald.


"Dia hari ini akan pulang kesini karena anak sialan itu sudah kembali" ucap nenek Esma dengan emosi.


"Kita harus secepatnya melenyapkan Xavier mommy" ucap Rita dengan cepat.


"Ya tunggu orang suruhan mommy kembali barulah kita susun rencana bersama Zen" ucap nenek Esma sambil tersenyum sinis.


Tanpa ia tahu saat ini orang suruhannya yang baru saja turun dari pesawat sedang dalam bahaya. Tak lama orang itu seketika ambruk di tanah dan mengeluarkan d***h dari kepalanya.


^^^"Misi berhasil bos"^^^


"Good"


Mike tersenyum sinis melihat orang yang baru saja ia tembak meninggal di tempat.


Ini balasan sudah mencelakai bos Kevin dan menganggu ketenangan bos besar, batin Mike dengan sinis.


Ia segera memasukan snipernya ke dalam tas dan berlalu pergi ke mobilnya di bawah. Mike lalu melajukan mobilnya kembali ke mansion Xavier.


Nenek Esma yang berada di mansion seketika kaget bukan main. Ia tak menyangka jika orang suruhannya yang baru saja tiba di California langsung mati.


"Akan ku bunuh kamu anak sialan" teriak nenek Esma dengan emosi di dalam mansion.


...❄❄❄❄❄...


To be continue...............


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀