
Suasana pagi ini terasa sangat berbeda di mansion Rosemary. Pagi yang biasanya diisi dengan canda dan tawa berubah menjadi hening. Para pelayan yang berdiri di dapur hanya menunduk diam tidak berkomentar apapun.
"Mommy sebentar kita jalan-jalan ya" ucap Queen dengan manja.
"Memangnya princess mommy mau kemana sih" ucap Laura dengan lembut.
Seketika jantung Chloe serasa dipukul oleh hamar mendengar panggilan dirinya yang biasa diucapkan oleh Laura.
Kenapa rasanya sakit yah di dada gue, batin Chloe.
"Queen pengen ke mall sama mommy, daddy, dan ka Steven"
"Ya sudah setelah sarapan Queen siap-siap ya" ucap Laura.
"Oke mommy" ucap Queen dengan senyum manis.
Queen kembali memakan sarapannya tapi ia melihat kearah Chloe dengan tatapan mengejek. Chloe yang melihat tatapan itu hanya diam dan acuh.
"Mommy sebentar Chloe mau ke rumah ka Kenan"
"Kamu kok tiap hari keluyuran ya" ucap Laura dengan nada agak tinggi.
"Maaf mom kemarin Chloe udah janji sama ka Kenan untuk ke sana hari ini"
"Ka Kenan itu siapa sih mom" ucap Queen dengan penasaran.
"Itu sepupu kita princess, mommy Kenan adiknya daddy" ucap Adam.
"Oh"
"Nanti lusa kita adain pesta untuk perkenalan dirimu ya sayang biar semua keluarga kenal sama kamu" ucap Adam kepada Queen.
"Beneran dad" ucap Queen dengan antusias.
"Bener sayang" ucap Adam sambil tersenyum.
"Yeeyy! Makasih daddy"
"Daddy aja nih" ucap Laura sambil berlagak sedih.
"Mommy juga dong" ucap Queen sambil memeluk tangan Laura dengan manja.
Melihat hal itu Chloe merasa sedih karena dirinya sudah tidak pernah bermanja dengan sang mommy lagi. Chloe merasa keluarganya seakan berubah sejak kedatangan Queen, ia seperti diasingkan dan tidak dipedulikan lagi.
"Kamu ke rumahnya Kenan jangan sampai malam pulangnya" ucap Adam dengan tegas kepada Chloe.
"Baik daddy"
Setelah sarapan Chloe seperti biasa membantu pelayan membersihkan meja makan. Chloe bergegas menuju kamarnya untuk bersiap-siap pergi menemui om Arka.
Chloe memandang dirinya di depan cermin. Saat ini Chloe memakai celana levis hitam, baju kemeja hitam bergambar mawar yang dimasukkan sebelah kedalam celana, sepatu sneaker hitam dan tas chanel.
Ia mengikat rambutnya menjadi ekor kuda dengan poni dan meninggalkan beberapa helaian rambut di sekitar leher.
"Perfect" ucap Chloe memandang penampilannya di depan cermin.
Chloe hanya memakai bedak baby dan liptint untuk mempercantik dirinya. Karena dasarnya Chloe sudah cantik alami jadi hanya dengan bedak tabur dan pewarna bibir saja wajah Chloe sudah cantik.
Chloe keluar dan berniat pamit kepada orang tuanya. Chloe melihat Queen yang barusan turun dari lantai dua dengan memakai gaun selutut tanpa lengan dan rambutnya digerai, penampilannya sangat cantik.
Queen berjalan melewati Chloe dengan tatapan sombong dan angkuh. Melihat hal itu Chloe tidak memperdulikannya. Sampai di ruang tamu ternyata daddy, mommy, dan ka Steven berada disana.
"Princess kamu cantik banget" ucap mereka semua serentak pada saat Queen muncul.
"Terima kasih kesayangan Queen"
"Ya udah berangkat yuk" ucap Laura dengan senyum hangat.
"Mommy Chloe pamit juga ya" ucap Chloe.
"Heeem"
Mendengar jawaban sang mommy Chloe merasa sedih tapi ia tahan. Setelah kepergian mereka semua Chloe mengambil mobil sportnya di garasi dan melajukannya menuju alamat perguruan yang sudah di berikan oleh om Arka.
25 menit kemudian Chloe tiba di salah satu bangunan yang lumayan besar. Di bagian depannya terdapat pohon-pohon bambu hias dengan air mancur yang mengalir di sekitar area pohon bambu itu.
"Wah tempatnya besar dan sejuk banget" ucap Chloe kagum melihat tempat perguruan bela diri.
Chloe masuk ke dalam gedung dan disambut dengan nuansa ala Jepang dengan berbagai piagam serta foto-foto kemenangan di jajaran tembok. Chloe melihat semua foto itu dan tidak menyadari kehadiran seseorang dibelakangnya.
"Selamat datang di perguruan Smith nak Chloe" ucap Arka dibelakang Chloe.
Seketika Chloe terkejut karena tidak menyadari kehadiran Arka.
"Ya ampum om bikin Chloe jantungan aja" ucap Chloe sambil mengelus dadanya.
"Hahahaha......maaf jika om sudah mengagetkan nak Chloe"
"Iya tidak apa-apa om"
"Jadi gimana nak Chloe apa hari ini mau langsung berlatih"
"Iya om Chloe mau"
"Kalau begitu ayo masuk"
Chloe dan om Arka kemudian masuk ke dalam ruangan latihan. Chloe melihat isi ruangan bagian dalam dan menjadi takjub. Arka menjelaskan semua yang ada dalam perguruannya mulai dari tingkat pemula sampai tingkat pro.
"Jadi disini ada pembagian kelasnya ya om"
"Iya nak Chloe dan pembagian kelasnya itu menurut warna sabuk masing-masing"
"Oh gitu ya om"
"Kalau begitu ini loker untuk nak Chloe dan ini baju untuk nak Chloe pakai ketika sedang berlatih" ucap Arka sambil menunjuk loker dan memberikan baju latihan untuk Chloe.
Chloe menerimanya dengan senang hati dan dia memasukan barang bawaannya ke dalam loker. Kemudian dirinya bergegas ke kamar ganti untuk mengganti bajunya dengan pakaian latihannya.
Chloe melihat sabuk untuk dirinya berwarna putih yang artinya itu untuk pemula. Chloe lalu menuju tempat berlatih setelah menggunakan baju karate.
Sampai disana ternyata ada om Arka dan Irene. Melihat kedatangan Chloe, Irene kemudian memeluknya dengan erat karena ia sangat kangen kepada Chloe.
"Ka Chloe gue kangen sama kakak"
"Kakak juga kangen sama Irene" ucap Chloe dengan senyum manis.
Setelah acara pelukan itu Arka menyuruh Chloe untuk bersiap menerima pelajaran pertamanya.
Arka kemudian menjelaskan perihal dirinya memilih cabang bela diri karate untuk Chloe karena dirinya masih awam dan tidak terlalu berat latihannya. Setelah menjelaskan semuanya mereka kemudian memulai pelajarannya pertama.
Awalnya Chloe sangat kesusahan karena tidak pernah berlatih seperti ini, tapi karena tekadnya kuat Chloe memahami semua penjelasan om Arka dengan cepat.
Arka melihat meski Chloe baru awal mulai belajar karate tapi kuda-kudanya sangat bagus untuk seorang pemula dan ia juga bangga sudah bisa menjadikan Chloe sebagai muridnya.
4 jam kemudian
Chloe sudah selesai dengan pembelajarannya. Dirinya sangat lelah dan capek karena baru pertama kali berlatih bela diri. Chloe mengatur napasnya dan meminum air mineral sambil menyeka keringatnya dengan handuk kecil.
"Nak Chloe pelajaran hari ini cukup sampai disini"
"Iya coach" ucap Chloe dengan suara tegas.
Chloe memanggil Arka dengan sebutan coach karena mulai saat ini Chloe sudah menjadi murid dari Arka.
"Menurut nak Chloe untuk jadwalnya bagaimana"
"Chloe ikut coach aja jadi seminggu 3x aja"
"Baiklah kalau begitu. Ih kalau nak Chloe ingin membersihkan diri di perguruan ini sudah menyiapkan kamar mandi untuk para murid membersihkan diri setelah berlatih"
"Kalau begitu om pergi dulu ya nak Chloe nanti kalau selesai nak Chloe bisa langsung pulang"
"Baik coach"
Melihat om Arka sudah pergi Chloe berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Karena tidak ada sabun yang biasa di pakai Chloe ia memilih membasuh muka, leher, dan kaki tangannya saja.
Selesai mengganti pakaiannya Chloe mengambil hp yang disimpan dalam tasnya. Ia membuka hpnya dan ada panggilan tak terjawab dan pesan dari sahabatnya, sepupunya, dan pacarnya.
Chloe memilih menelpon Sean terlebih dahulu. Pada dering ketiga Sean langsung mengangkat panggilannya.
"Halo" jawab Sean dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.
^^^"Halo ka maaf tadi Chloe ngak tahu ka Sean tadi ada nelpon"^^^
"Iya sayang"
^^^"Ka Sean baru bangun tidur ya"^^^
"Hehehe! Iya sayang"
^^^"Ya ampun ka udah siang begini kok baru bangun sih, rejeki nanti dipatok ayamloh ka"^^^
Mendengar perkataan sang kekasih yang panjang lebar membuat dirinya tersenyum bahagia.
^^^"Halo ka, halo"^^^
"Iya sayangku yang cerewet"
^^^"Ihhhh! Kak Sean kok gitu sih ngomongnya"^^^
"Iya iya maaf sayang"
^^^"Ya udah ka bangun sono trus mandi dan jangan lupa makan ka" ucap Chloe sambil menekan kunci mobilnya dan masuk ke dalam. ^^^
Mendengar seperti suara kunci mobil Sean seketika sadar sepenuhnya.
"Sayang kamu lagi di mobil"
^^^"Loh kok ka Sean tahu?" tanya Chloe balik karena pacarnya bisa tahu dirinya sedang di dalam mobil.^^^
"Gue dengar suara bunyi kunci mobil"
^^^"Oh kirain ka Sean bisa lihat Chloe"^^^
"Ngak sayang emang mau kemana sih"
^^^"Ka Sean lupa ya kan kemarin gue ada janji mau main ke rumah ka Kenan"^^^
"Mau ke sana lagi sayang"
^^^"Udah janji ka"^^^
"Heemmm! Kalau gitu gue ikut"
^^^"Loh kenapa ka"^^^
"Jemput gue di apartemen gue sekarang nanti gue kirim alamatnya" ucap Sean langsung mematikan panggilannya sepihak.
Chloe yang melihat panggilannya diputuskan sepihak menjadi kesal. Ting bunyi pesan wa masuk dari pangeran tampan.
Pangeran Tampan
"Apertemen puri orchid jlxxxx no.xxx"
"Wah inikan apartemen mahal" ucap Chloe melihat alamat yang barusan dikirim oleh Sean.
Chloe kemudian melajukan mobilnya menuju apartemen Sean. Sampai di depan pintu gerbang masuk mobil Chloe ditahan karena untuk masuk ke sana harus ada pemberitahuan terlebih dahulu dan pemeriksaan identitas.
Setelah mendapat ijin masuk Chloe memarkirkan lamborghini huracane putihnya di area parkir. Chloe kemudian mengirim pesan ke Sean untuk turun.
Pangeran Tampan
^^^"Ka Chloe udah nyampe dibawah"^^^
"Naik aja sayang"
^^^"Chloe nunggu di mobil aja ka panas diluar" balas Chloe.^^^
Sebenarnya ia mencari alasan karena tidak ingin berdua saja di dalam apartemen karena dirinya takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Bentar lagi gue turun"
Chloe kemudian menyimpan hpnya kedalam tas. 10 menit kemudian Sean sudah turun kebawah, Chloe melihat penampilan Sean saat ini sangat mempesona.
Sean hanya memakai baju kaos putih dengan levis biru tidak lupa jaket denim biru, sepatu sneaker putih dan kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya.
Chloe melajukan mobilnya ke arah depan lobby sambil menekan klakson, Sean kemudian membuka pintu kemudi mobil Chloe.
"Biar gue yang nyetir"
"Ehhmm! Iya ka" ucap Chloe sambil berpindah ke tempat samping pengemudi.
Sean melajukan mobil Chloe membela jalanan Jakarta yang macet. Di dalam mobil Chloe ingat kalau dirinya belum membalas pesan sahabatnya.
Ternyata Sinta mengirim pesan untuk mengajak Chloe berbelanja, Chloe membalas pesan Sinta kalau dirinya tidak bisa menemani Sinta berbelanja hari ini.
Chloe kemudian membuka pesan dari kakak sepupunya.
Kak Kenan
"Princess jadi datang hari ini kan"
^^^"Jadi kak ini lagi otw sama ka Sean"^^^
"Oke kakak tunggu ya princess😙"
Sean yang melihat pacarnya senyum-senyum sambil memandang hpnya menjadi cemburu.
"Chating sama siapa" ucap Sean dengan datar dan dingin.
"Oh sama ka Kenan" ucap Chloe sambil menunjukkan isi chat mereka.
Sean pun tersenyum kikuk karena sudah menebak hal yang lain. Sean kemudian memegang sebelah tangan chloe dengan penuh cinta, Chloe melihat hal tersebut dan hanya tersenyum bahagia.
"Kak tadi Sinta ada ngirim pesan ke gue"
Seketika Sean menegang mendengar nama Sinta disebut. Ia tidak sadar sedang menggenggam tangan sang kekasih dan meremasnya dengan kuat.
Chloe meringis menahan sakit karena genggaman Sean sangat kuat. Tidak tahan lagi Chloe menarik tangannya dengan kuat sehingga terlepas.
Sean yang baru sadar apa yang diperbuatnya menepikan mobil dan meminta maaf kepada Chloe.
"Maaf sayang gue ngak sengaja"
"Ka Sean kenapa sih tangan gue jadi sakit nih"
"Iya sayang maaf ya tadi gue lagi ingat ucapan kakek aja"
"Lain kali lihat dulu dong jangan seenaknya kayak gitu"
"Iya sayang maaf" ucap Sean sambil memeluk Chloe dan membelai tangan Chloe yang sakit.
Gue harus secepatnya menyingkirkan perempuan ja***g itu, batin Sean.
...❄❄❄❄❄...
To be continue.......