Heartless

Heartless
Episode 69



🌻Tubuhku memang masih ada disini tapi jiwaku seakan sudah tak berada di raganya🌻


.


.


.


.


Jam berganti jam dengan cepat dan tak terasa sudah kembali pagi. Chloe yang dari kemarin hanya menangis seakan tidak mempunyai tenaga lagi.


Chloe memaksakan diri untuk bangun dan melakukan pekerjaannya jika tidak mau dihukum. Saat keluar dari kamar Chloe merasa kepalanya sangat pusing tapi ia tahan.


Suasana pagi ini di mansion tidak seperti biasa. Chloe melihat para pelayan sangat sibuk dan membawa berbagai macam makanan dan bahan makanan yang sangat banyak.


"Kenapa semuanya pada sibuk seperti ini?" tanya Chloe pada salah satu pelayan.


"Ini non sebentar sore ada acara kumpul keluarga nona jadi semuanya sedang sibuk beberes dan memasak makanan untuk para tamu sebentar nona muda" ucap pelayan itu menjelaskan.


"Dalam rangka apa sih?" tanya Chloe.


"Maaf nona tapi saya kurang tahu"


"Oh iya ngak apa-apa dan terima kasih ya" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Iya sama-sama nona muda"


Chloe menerka-nerka dalam rangka apa makanya diadakan kumpul keluarga di mansion. Tidak mau memikirkannya lagi Chloe pun bergegas melakukan tugasnya.


Chloe mulai dengan membersihkan kolam renang sampai tiba siang hari ia telah selesai mencuci semua pakaian.


"Phew! Akhirnya selesai juga" ucap Chloe sambil mengelap keringatnya.


"Chloeee" teriak Queen dengan kencang.


Mendengar namanya di panggil Chloe langsung berlari menuju ke sumber suara. Saat tiba di dapur Chloe melihat Queen yang sedang berdiri menunggunya dengan tatapan mata melotot.


"Ada apa Queen" ucap Chloe dengan napas ngos-ngosan.


"Bisa kerja ngak sih loe nih lihat!" bentak Queen dengan emosi sambil melemparkan sebuah baju ke muka Chloe.


Chloe menangkap baju tersebut dan bingung sebenarnya apa yang terjadi. Chloe melihat baju itu dengan saksama dan ia kaget mendapati baju itu terdapat noda merah di belakangnya.


"Maaf Queen" ucap Chloe dengan gugup.


"Maaf loe bilang ini itu baju favorit gue bego" ucap Queen dengan emosi.


Chloe menunduk tidak berani mengangkat kepala melihat kemarahan Queen. Entah kenapa ia merasa takut jika dibentak dan melihat mata yang melotot.


"Pantesan aja loe itu dibuang sama ka Sean"


Mendengar nama Sean dibawa-bawa Chloe bingung dengan ucapan Queen barusan. Ia mengangkat mukanya dan menanyakan apa maksud Queen dari tatapan matanya.


"Maksud loe?" tanya Chloe.


"Asal loe tahu ya selama ini ka Sean jalan sama gue dan dia lebih nyaman sama gue dari pada sama babu kayak loe"


"Oh" ucap Chloe dengan santai.


Melihat reaksi Chloe barusan semakin membuat Queen tambal kesal.


"Dan loe tahu ka Seanlah orang yang ngambil ciuman pertama gue" ucap Queen dengan sinis.


"Berarti loe sama dong kayak selingkuhannya Sean"


"Apa maksud loe?" tanya Queen dengan penasaran.


"Asal loe tahu gue udah ngak ada hubungan apa-apa sama Sean, karena dia itu selingkuh sama sahabat karib gue yang sekarang udah jadi mantan sahabat gue" jawab Chloe dengan senyum manis.


Mendengar hal itu Queen merasa sangat emosi dan berlalu pergi. Melihat Queen telah pergi Chloe pun menuju ke dapur dan menanyakan apa ada makanan untuk dirinya.


Sang koki yang berada di dapur menyodorkan sepiring nasi lengkap dengan lauknya ke Chloe, tanpa menunggu lama Chloe langsung memakan makanan itu dengan lahap.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Mansion Tua Rahardian ~


Di teras mansion samping kolam renang, Bima sedang bermain catur dengan tangan kanannya. Karena sudah lama mengabdi kepadanya, Bima sudah menganggap asistennya sekaligus tangan kanannya seperti keluarga sendiri.


"Bagaimana perkembangan Sean disana?" tanya Bima dengan santai.


"Tuan muda sedang sibuk dengan awal tahun ajaran baru di kampusnya tuan"


"Heeemmmm! Lalu bagaimana dengan pacarnya"


"Mereka sudah putus tuan"


"Apa maksud kamu" ucap Bima dengan kaget.


"Nona Chloe sudah mengetahui tuan muda Sean selingkuh dengan sahabatnya dan ia memberikan kado buat tuan muda saat pergi ke London tuan"


"Jangan bilang isi kado itu bukti perselingkuhan Sean"


"Benar tuan. Bahkan tuan muda sempat ingin pulang tapi dihentikan oleh tuan Riko tuan"


"Sepertinya masa lalu anakku akan juga dirasakan oleh cucuku" ucap Bima sambil menarik napasnya dalam.


Bima masih mengingat bagaimana hancurnya Riko saat Maya pergi meninggalkan dirinya karena orang ketiga.


Semoga kamu jangan seperti papa kamu Sean, batin Bima.


~ Mansion Rosemary ~


Karena kepikiran akan ucapan Chloe tadi Queen semakin frustasi memikirkan semuanya. Dirinya tidak terima jika Sean hanya mencari kesenangan lewat dirinya.


"Sial kenapa gue ngak selidiki semuanya sih" ucap Queen dengan emosi.


Queen kemudian mengambil hpnya dan menelpon Sean, tidak perduli disana jam berapa ia harus mendapat jawabannya hari ini. Panggilan terhubung dan tak lama Sean pun mengangkat teleponnya.


"Halo" ucap Sean dengan suara serak dari seberang.


Karena perbedaan waktu Indonesia dan London yaitu waktu Indonesia lebih cepat 8 jam. Saat ini di Indonesia sudah jam 14:00 berarti di London jam 21:00.


^^^"Halo ka Sean" ucap Queen dengan suara lembut.^^^


Sean sempat berpikir kalau yang menelpon dirinya adalah Chloe tapi ia kembali menelan kekecewaan karena Queen yang menelpon.


"Ya Queen ada apa" ucap Sean dengan suara datar.


^^^"Ka gue mau nanya apa betul ka Sean udah putus dari Chloe"^^^


"Siapa yang bilang ke loe?" tanya Sean dengan cepat.


^^^"Itu Chloe sendiri yang bilang ka. Katanya dia udah putus sama ka Sean dan ngak butuh pengkhianat seperti ka Sean"^^^


"Apa dia baik-baik saja?" tanya Sean dengan suara lembut dan merdu.


Queen yang mendengar hal itu kaget karena baru pertama kali mendengar sura Sean yang begitu lembut.


Apa ka Sean sangat mencintai anak pembawa sial itu, batin Queen.


^^^"Ya Chloe baik-baik saja ka" ucap Queen sambil menahan amarah.^^^


"Gue sayang banget sama dia. Tolong bilang ke dia gue bakal pulang secepatnya untuk memperbaiki hubungan kita" ucap Sean.


^^^"Baik ka tapi kayaknya Chloe udah punya pacar baru deh ka" ucap Queen berbohong.^^^


"Apa" teriak Sean dengan kencang.


^^^"Iya ka soalnya setiap hari Chloe selalu keluar ngak tahu kemana dan pulang senyum-senyum sendiri kayak orang lagi kasmaran gitu ka" ucap Queen sengaja memanasi Sean.^^^


"Berengsek"


Sean pun mematikan panggilannya dengan cepat. Entah kenapa dia sangat marah mendengar Chloe sudah menemukan pengganti dirinya secepat itu.


"Dasar perempuan ja***g" teriak Sean di dalam apartemennya.


Sean kemudian mengambil kunci mobil dan mengganti pakaiannya menuju club untuk melepaskan semua amarahnya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Berbeda dengan Sean saat ini Queen merasa senang sudah berhasil memprovokasi Sean. Dirinya sangat yakin kalau Sean sudah sangat membenci Chloe saat ini.


"Kayaknya gue harus provokasi Chloe juga deh" ucap Queen dengan ide cemerlang di otaknya.


Queen kemudian keluar dari kamar dan berdiri di tangga lantai dua. Queen kemudian memanggil Chloe dengan berteriak kencang, Chloe yang sedang memegang hpnya seketika kaget dan menjatuhkan hpnya di lantai.


Prang........


Bunyi hp Chloe yang terjatuh, Chloe melihat hpnya retak dan hancur bahkan layarnya hanya ada gambar putih saja. Tidak mau membuat Queen menunggu lama Chloe pun menyimpan kembali hpnya dan berlari menuju Queen.


Tanpa Chloe sadari ternyata Xavier saat itu sedang menelpon dirinya tapi tidak diangkat. Chloe sampai di lantai dua dan berdiri di anak tangga terakhir sambil berhadapan dengan Queen.


"Ada apa Queen?" tanya Chloe to the point.


"Cih! Dasar anak pembawa sial" ucap Queen yang masih bisa didengar Chloe.


Chloe hanya diam tidak menggubris pertanyaan Queen karena pasti dirinya yang akan bersalah disini. Melihat Chloe hanya diam Queen pun tersenyum sinis.


"Loe tahu ngak barusan ka Sean nelpon gue loh" ucap Queen dengan pamer.


"Terus hubungannya sama gue apa" ucap Chloe dengan santai.


"Di bilang kalau loe itu hanya perempuan yang ngak selevel dengannya dan dia hanya jadiin loe mainan dia saat lagi ngak mood"


Chloe kaget mendengar ucapan Queen yang mengatakan jika ia hanya dianggap mainan selama ini. Chloe kembali kecewa karena dulu pernah sempat berpacaran dengan orang munafik meski dirinya dipaksa.


"Kasian banget ya nasib loe udah ngak disayang di mansion, eeh.......malah di jadikan mainan sama mantan pacar loe" ucap Queen sambil tertawa mengecek.


"Bukannya loe yang rebut kebahagian gue ya" ucap Chloe tidak terima dengan ucapan Queen.


Mendengar hal itu Queen menjadi emosi dan langsung menampar Chloe dengan kuat.


Plak..............


"Apa loe bilang? Loe itu yang merebut kebahagian gue ja***g" ucap Queen dengan emosi.


Karena emosi Queen memukul Chloe dengan membabi buta. Chloe menahan serangan Queen dengan kedua tangannya menutup kepala, melihat hal itu Queen menjadi emosi.


Ia mendorong Chloe tapi Chloe memegang tangan Queen sehingga tidak terjatuh. Karena tidak berdiri dengan betul Queen kehilangan keseimbangannya dan jatuh terguling dari lantai dua.


Chloe yang melihat hal itu berdiri dengan kaku melihat da**h segar keluar dari kepala Queen yang sudah sampai di anak tangga terakhir.


Laura yang baru datang bersama Adam kaget melihat da**h Queen sudah bercecer dimana-mana.


"QUEEN" teriak Laura dan Adam dengan kencang.


Mereka berlari ke arah Queen dan memanggil dirinya tapi Queen tidak menjawab karena sudah pingsan. Adam kemudian mengendong Queen untuk dibawa ke rumah sakit.


Sebelum pergi Laura melihat ke atas tangga dan menemukan Chloe disana yang sedang berdiri dengan kaku. Laura seketika emosi dan hendak naik ke tangga tapi Adam sudah memanggil dirinya.


Laura berpikir ia akan membuat perhitungan dengan Chloe setelah mengurus Queen lebih dulu.


~ Rumah Sakit Kota ~


Sampai di rumah sakit Adam langsung memanggil suster untuk menangani putrinya.


Queen di muat di atas brankar dan langsung dibawa ke ruang UGD. sepasang suami istri itu menunggu Queen dengan cemas di depan pintu UGD.


Setelah beberapa menit dokter keluar dari UGD, Laura langsung berdiri dan menanyakan perihal anaknya pada sang dokter.


"Dok bagaimana keadaan putri saya"


"Tenang nyonya putri anda baik-baik saja hanya kekurangan da**h saja dan lukanya juga tidak terlalu dalam hanya bagian luar saja, dan sebentar lagi pasien akan dibawa ke ruang nginap" ucap dokter itu menjelaskan semuanya.


"Terima kasih ya Tuhan" ucap Laura dengan lega.


"Terima kasih dokter" ucap Adam.


"Sama-sama nyonya dan tuan kalau begitu saya permisi dulu"


"Iya dok" ucap Adam.


Tak lama brankar Queen di dorong oleh suster menuju kamar rawat Queen. Queen ditempatkan di kamar VIP rumah sakit karena Adam tidak ingin putrinya berada satu kamar bersama pasien lainnya.


Tak lama pintu terbuka dengan kuat dan Steven berlari masuk ke dalam dengan muka cemas. Steven melihat adiknya terbaring di atas brankar dengan muka pucat.


"Mommy apa yang terjadi"


"Sayang adikmu jatuh dari tangga" ucap Laura dengan berderai air mata.


"Gimana bisa sampai jatuh mom?" tanya Steven penasaran.


"Pasti anak sial itu yang mendorong Queen karena tadi mommy sempat lihat Chloe berdiri dengan kaku di tangga terakhir lantai dua" ucap Laura dengan emosi.


"Dasar anak pembunuh! Awas saja gue bakal ngasih pelajaran ke loe" ucap Steven dengan emosi.


"Biar mommy yang beri dia pelajaran" ucap Laura dengan muka merah padam karena emosi.


Laura sudah sangat marah dan akan memberikan pelajaran kepada anak pembunuh itu, sekalian dia akan membuat pertunjukan menarik bagi anak pembunuh tersebut.


...❄❄❄❄❄...


To be continue.....


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys❀😘