Heartless

Heartless
Episode 59



🌻Kadang kita harus menjadi bodoh untuk bisa berjuang di dunia yang penuh dengan dusta🌻


.


.


.


.


Sejak pertemuan Chloe dan Xavier hari itu mereka belum bertemu satu sama lain.


Xavier yang sibuk dengan semua urusannya di Indonesia mengenai perusahaan baru yang sedang ia bangun sejenak lupa untuk menanyakan kabar Chloe pada anak buahnya.


Begitu juga dengan Chloe karena berhubung sedang libur Chloe menghabiskan waktunya di mansion. Selama ini Chloe selalu dijadikan pembantu oleh semua penghuni mansion.


Tapi ia jalani dengan penuh ikhlas meski ia majikan disana tapi ia diperlakukan hanya sebatas babu. Para pelayan kadang-kadang membantu pekerjaan Chloe sewaktu Queen, Steven atau Laura tidak ada.


Kadang Chloe disuruh bekerja sampai lewat jam makan baik itu siang atau malam. Beruntung dirinya selalu diberi makan oleh bi Rani secara sembunyi-sembunyi.


Tidak terasa hari ini sudah harus masuk kembali ke sekolah. Chloe sendiri bingung selama libur 3 hari Sean sang pacar yang biasanya akan menghubunginya hanya sekedar pesan singkat saja 1 pun tidak ada.


Tidak mau berburuk sangka karena sang kekasih mungkin lupa saking sibuk dengan ujian nasional Chloe pun memilih membiarkan saja, Chloe melihat pantulan dirinya di cermin dengan ekspresi biasa.


"Semangat Chloe loe pasti bisa hadapi semuanya" ucap Chloe menyemangati dirinya sendiri.


Chloe melihat sudah pukul 06:20 ia harus bergegas ke sekolah jika tidak ingin terlambat. Chloe seperti biasa sarapan di belakang dan langsung berangkat ke sekolah tanpa diantar lagi oleh pak Ujang.


Saat tiba di di jalan depan Queen yang akan berangkat ke sekolah menyuruh pak Ujang untuk berhenti di depan Chloe.


"Mau nebeng ngak sama gue?" tanya Queen.


Chloe mendengar hal itu dan menjadi senang. Ia pun segera berjalan menuju mobil sampai disana waktu mau buka pintu tiba-tiba mobil kembali melaju meninggalkan Chloe yang masih berdiri mematung disana.


Dari dalam mobil Queen tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi muka Chloe yang masih berdiri disana.


"Dasar anak pembawa sial bodoh emang enak ditipu" ucap Queen sambil tertawa puas.


Pak Ujang yang melihat hal itu merasa sangat kasian kepada Chloe.


Non maafin bapak ya karena ngak bisa berbuat apa-apa, batin pak Ujang merasa sedih.


Chloe yang masih berdiri mematung disana kaget dikejutkan bel angkot yang parkir di belakangnya. Chloe buru-buru masuk ke dalam angkot agar tidak terlambat.


"Seharusnya gue tahu kalau Queen ngak akan pernah mau semobil dengan gue" gumam Chloe.


20 menit kemudian Chloe pun sudah sampai di gerbang depan sekolah. Saat mau masuk tiba-tiba Ana teman sekelasnya memanggil dirinya dari belakang.


"Chloe tungguin gue" teriak Ana yang baru datang diantar sama pacarnya Dito.


"Cepetan beb"


"Tadi gue lihat loe turun dari angkot, mana sopir loe?" tanya Ana dengan napas ngos-ngosan karena berlari.


"Iya gue mulai sekarang pengen mandiri jadi gue naik angkot tadi" ucap Chloe dengan santai.


"Wow dalam rangka apa nih"


"Ngak dalam rangka apa-apa cuman mau belajar hemat sama mandiri aja"


"Masih ada ya orang kayak loe ini" ucap Ana dengan kaget.


"Ya iyalah masih ada buktinya ini" ucap Chloe sambil menunjuk dirinya.


"Gue salut ama loe" ucap Ana sambil merangkul bahu Chloe.


Mereka berdua berjalan sambil bercerita hingga sampai ke kelas. Sampai di dalam mereka pun menyapa semua teman sekelasnya dan tidak lama bel masuk pun berbunyi.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Mansion Rahardian ~


Sean yang sudah tidak perlu lagi ke sekolah menjadi bosan harus melakukan apa sekarang. Sean berjalan menuju ibunya yang sedang membaca majalah di teras samping.


"Ibu lagi ngapain?" tanya Sean dengan suara lembut.


"Lagi baca majalah aja sayang"


"Pasti mau beli barang keluaran baru"


"Ya iyalah ibu itu lagi ngincar tas ini" tunjuk Maya pada tas incarannya dengan antusias.


"Perempuan thu ngak bisa lepas ya dari shopping"


"Iya dong sayang selagi masih mampu kenapa ngak"


"Heeemmm! Sean kasian sama papa" ucap Sean sambil membuat wajah sedih.


"Kenapa?" tanya Maya dengan penasaran.


"Udah nyari duit setengah mati, eeh istrinya malah hamburin duit"


"Itu resikonya papa kamu kan udah tanggung jawab papa kamu buat bahagiain istrinya" ucap Maya dengan santai.


"Ribet ya jadi perempuan" ucap Sean menggelengkan kepala sambil beranjak pergi.


"Suatu saat kamu bakal rasain manjain istri sayang" teriak Maya.


Sean hanya mengangkat jarinya membentuk tanda oke. Maya melihat hal itu hanya tersenyum saja, tiba-tiba ia mendapat sebuah ide.


Maya pun mengambil hpnya dan menghubungi sang suami. Pada dering ketiga Riko pun mengangkat panggilannya.


"Halo sayang" ucap Riko dengan lembut dari seberang.


^^^"Halo mas aku ganggu ngak?" tanya Maya dengan suara lembut.^^^


"Ganggu juga ngak kenapa-napa kan nyonya Rahardian yang nelpon" goda sang suami dari seberang.


^^^"Mas apaan sih" ucap Maya dengan malu-malu.^^^


"Loh emang benar kan sayang"


^^^"Iya deh mas"^^^


"Jadi istriku sudah kangen sama suaminya nih" ucap Riko sambil terkekeh.


^^^"Idih siapa bilang baru juga pisah 3 jam mas"^^^


"Ya kan mas udah kangen sayang"


^^^"Iya nanti ntar deh baru lepas kangennya saat ini waktunya cari uang buat istri anak mas"^^^


"Uang ku udah banyak loh sampai tujuh turunan juga ngak akan habis sayang"


^^^"Mas jangan sombong kayak gitu deh"^^^


^^^"Ngak salah mas semuanya benar deh" ucap Maya mengiyakan saja perkataan suaminya.^^^


"Nah itu tahuπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…" ucap Riko sambil ketawa.


^^^"Mas udah dong ketawanya aku thu mau ngomong penting"^^^


"Mau ngomong apa sayang"


^^^"Mas malam ini aku mau ngundang Laura sama Adam sekeluarga buat makan malam disini, bisa ngak?"^^^


"Bisa dong sayang. Tapi kamu coba deh tanyain dulu ke mereka bisa ngak buat makan malam hari ini"


^^^"Nanti aku telpon Laura deh buat tanya dia bisa atau ngak"^^^


"Iya sayang habis itu jangan lupa ngabarin mas ya"


^^^"Iya mas"^^^


"Yaudah mas tenangkan kerja dulu sayang"


^^^"Semangat kerja mas! Uuummach"^^^


Riko hanya tersenyum senang mendapat ciuman dari sang istri meski hanya lewat telpon saja. Ia pun serasa mendapat energi baru untuk mulai bekerja.


Maya yang mematikan panggilannya dengan sang suami senyum-senyum sendiri. Sean yang melihat sang ibu senyum tidak jelas merasa heran.


"Ibu gue kayaknya udah gila sama majalah itu" ucap Sean sambil bergidik ngeri memikirkan efek terlalu lama membaca majalah fashion.


Sean pun berlalu pergi menuju markas sang papa untuk berlatih menembak dan hal-hal lainnya disana. 40 menit Sean sampai dan langsung disambut oleh para anak buah papanya.


Tak mau membuang waktu Sean pun mulai masuk ruang latihan menembak. Selesai dari sana Sean kembali masuk ke ruang mua thay, ia dilatih langsung oleh seorang profesional mua thay dari Thailand.


Karena sering berlatih kemampuan bertarung Sean sangat berkembang pesat. Saat sedang berlatih tiba-tiba Sean diberitahu sang anak buah kalau dirinya di minta ke ruang interogasi oleh sang tangan kanan papanya.


Sean mengambil handuk dan meminum air sebelum pergi ke ruang interogasi. Sampai disana Rio sang tangan kanan papanya langsung membungkuk hormat kepada Sean diikuti oleh para anak buah lainnya di dalam sana.


"Maaf menggangu latihan tuan muda" ucap Rio.


"Heemmm! Kenapa"


"Tuan menyuruh tuan muda untuk menginterogasi seseorang"


"Siapa?" tanya Sean dengan wajah datar.


"Dia adalah seorang pengedar yang bertugas di wilayah A tuan muda" ucap Rio sambil menunjuk seseorang yang sedang diikat di sudut ruang membentuk huruf X.


Sean mengedarkan pandangannya melihat orang tersebut. Seketika ia tersenyum sinis karena mendapat mangsa baru dimana saat ini dirinya sedang bosan.


"Apa yang dilakukannya?" tanya Sean sambil berjalan menuju orang itu.


"Dia menyembunyikan 500 kg kokain yang disuplai tuan muda"


"Wah wah sepertinya dia akan sangat kaya jika berhasil dijual"


"Benar tuan muda"


"Cih! Dasar sampah"


Setelah mengatakan hal tersebut Sean langsung memukul orang tersebut tanpa berbelas kasih. Sean tahu ia harus bisa membuat laki-laki dihadapannya untuk memberitahu dimana tempat kokain tersebut.


Teriakan kesakitan menggema di dalam ruangan tersebut. Sean meminta Rio untuk menunggu diluar biar dia yang mengurusi hal ini, saat Rio keluar ia hanya mendengar teriakan kesakitan dari orang tersebut.


Selang 15 menit Sean keluar dengan tubuh penuh d***h, entah itu d***h siapa Rio tak tahu hal itu. Sean mendekat dan menyampaikan lokasi tempat barang tersebut di sembunyikan.


Rio langsung menghubungi anak buahnya menuju lokasi yang diberitahukan oleh Sean. Tak lama anak buahnya menyampaikan kalau barang sudah ditemukan.


Rio masuk ke dalam ruang interogasi dan ia kaget karena sang pelaku sudah tidak bernyawa lagi. Rio menelan salivanya dengan susah memikirkan bagaimana kekejaman Sean saat menginterogasi seseorang.


Rio memberi perintah untuk membakar mayat orang itu beserta barang pribadinya. Rio pun menuju ruang cctv untuk melihat kebrutalan Sean. Sampai disana ia langsung mengambil video asli sang tuan muda dan membawa ke tuannya.


Tapi sebelumnya ia menonton video tersebut, Rio bergidik ngeri melihat kekejaman Sean dalam video tersebut.


Tuan muda seperti monster yang haus akan darah dan itu tidak beda jauh dengan tuan, batin Rio.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Maya yang sudah mendapat kabar dari Laura kalau dirinya sekeluarga akan datang malam ini, langsung menyuruh pelayan dan koki untuk mempersiapkan makan malam yang mewah.


Tidak lupa ia memberitahu suaminya dan anaknya untuk pulang tepat jam 17:00 sore. Sean yang masih di markas hanya membalas pesan ibunya dengan emoticon oke.


~ SMA Internasional Cempaka Putih ~


Berhubung guru tidak masuk di jam terakhir Chloe dan Sinta bersama teman sekelasnya duduk bercerita.


"Sin selama liburan kemana aja loe?" tanya Klara.


"Gue ke rumah saudara sepupu gue"


"Ganteng ngak?" tanya Ana dengan cepat.


"Woy ingat udah punya cowok loe" timpal Riski.


"Biarin orang cuma nanya aja! Wlek"


"Cantik orangnya kan dia perempuan" ucap Sinta sambil cekikan.


Semua teman sekelas Chloe langsung tertawa terbahak-bahak melihat muka Ana yang seketika cemberut.


"Ah! Rese loe pada" ucap Ana dengan kesal.


"Kalau loe Chloe?" tanya Sinta.


"Gue di rumah aja habisin dengan novel romance gue" ucap Chloe dengan cengiran.


"Yah itu mah ngak asyik" ucap Klara.


"Seru kok coba aja loe baca pasti ketagihan deh" ucap Chloe dengan antusias.


"Ngak ah mending gue shopping aja" balas Klara dengan cepat.


Sinta yang mendengar perkataan Chloe kalau dirinya selama libur hanya di rumah saja tertawa bahagia dalam hati.


Dirinya sangat senang karena selama libur ia selalu berduaan dengan sang kekasih di apartemennya. Bahkan dirinya diantar pulang jika sudah malam.


"Kasian banget ya diri loe Chloe punya pacar tapi ngak diperhatiin sama pacarnya" gumam Sinta dengan pelan.


Chloe yang melihat sahabatnya tersenyum sambil memandang dirinya membalas senyum sahabatnya dengan senyum manis. Ia tidak tahu kalau sang pacar dan sahabatnya ternyata sudah menusuknya dari belakang.


...❄❄❄❄❄...


To be continue.....


Jangan lupa like, komen, dan vote yang sebanyaknya-banyaknya ya guys😘❀