
π»Jangan pernah menyombongkan dirimu dengan hartamu karena harta itu adalah barang fana yang akan lenyap saat kamu sudah tidak bernapas lagiπ»
.
.
.
.
Pulang dari perusahaan Chloe menyuruh Xavier untuk membelikan nasi goreng di warung pinggir jalan. Xavier yang awalnya tidak mengijinkan terpaksa menuruti kemauan sang istri karena menurut Kevin istrinya sedang ngidam.
"Makasih ya sayang" ucap Chloe sambil mencium pipi Xavier.
Mendapat ciuman dari sang istri Xavier tersenyum kegirangan. Ia lalu menyuruh Albert untuk berhenti di warung pinggir jalan, sampai di warung Xavier menyuruh Albert untuk segera membeli pesanan sang istri.
"Albert dua bungkus ya" ucap Chloe.
"Loh satunya untuk siapa sayang?" tanya Xavier dengan bingung.
"Untuk aku semua sayang" ucap Chloe dengan santai.
"Hah"
"Kenapa! Tidak mau beliin buat istrimu" ucap Chloe dengan ketus.
"Apapun keinginan kamu akan aku penuhi sayang" ucap Xavier dengan senyum tulus.
"Heemmm"
Chloe lalu merubah wajahnya yang kesal tadi kembali menjadi cerah.
Xavier tenang ini semua demi sang buah hati kamu harus mengontrol emosi dan ucapanmu, batin Xavier.
Setelah menunggu 15 menit akhirnya pesanannya sudah jadi. Chloe menerima 2 bungkus nasi goreng dengan gembira, tak menunggu lama Chloe segera membuka bungkusan tersebut untuk segera makan.
Xavier yang sangat menjaga kebersihan mobilnya segera menghentikan tangan Chloe yang ingin membuka bungkusan nasi goreng.
"Kenapa sayang?" tanya Chloe dengan bingung.
"Makannya di mansion saja ya baby"
"Aku maunya makan disini sekarang sayang" ucap Chloe dengan suara tegas.
"Tapi sayang nanti dalam mobil penuh dengan bau makanan dan pasti rempah makanan bakal jatuh di dalam mobil" ucap Xavier dengan raut wajah tidak suka.
"Kan nanti bisa cuci mobilnya sayang" ucap Chloe dengan santai.
"Tapi" ucap Xavier yang langsung dipotong oleh Chloe.
"Suruh Albert nanti cuci mobil sampai di mansion sayang" potong Chloe tak mau di bantah.
Xavier hanya menganggukkan kepalanya tanda menyetujui perkataan sang istri. Meski ia sangat tidak rela tapi mau bagaimana lagi ia harus mengikuti kemauan sang istri.
Albert melihat Xavier meminta agar jangan menyuruhnya mencuci mobil tapi langsung dibantah oleh Xavier lewat tatapan mata tajamnya.
"Albert nanti kamu sampai mansion tolong cuci mobil suami aku ya biar bersih" ucap Chloe dengan santai.
"Baik nyonya" ucap Albert dengan pasrah.
"Nanti minta tolong Thomas juga biar cepat"
"Baik nyonya" ucap Albert dengan semangat.
Hehehehe..........
Bukan aku saja yang nanti nyuci mobil ini tapi kamu juga Thomas, batin Albert tertawa senang.
Sepanjang jalan Xavier mengelap mulut sang istri yang belepotan dengan makanan. Sampai di mansion Chloe keluar dengan perut kenyang karena sudah menikmati nasi goreng 2 bungkus.
"Albert segera kerjakan perintah istriku"
"Baik bos"
Chloe dan Xavier segera masuk ke dalam mansion yang di sambut pak Max meninggalkan Albert yang sudah menahan Thomas di depan. Albert tersenyum penuh arti sambil memandang Thomas dengan tatapan dingin.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Thomas sudah mulai curiga jika ada sesuatu yang akan terjadi melihat senyuman Albert yang penuh makna tersebut.
"Kenapa?" tanya Thomas dengan bingung.
"Kamu harus bantu aku mencuci mobil bos"
"Hah! Apa" ucap Thomas dengan kaget.
"Ini perintah nyonya"
"Ah! Kamu saja mau taruh dimana harga diri aku kalau cuci mobil" ucap Thomas menolak keras.
"Baiklah aku akan lapor ke nyonya" ucap Albert berlagak ingin masuk ke dalam mansion.
"Eit tunggu oke baiklah aku akan membantumu"
"Nah gitu dong. Ayo" ucap Albert tersenyum puas.
Albert dan Thomas mulai mencuci mobil kesayangan Xavier sampai bersih. Di dalam kamar Chloe segera membersihkan tubuhnya bersama dengan sang suami yang meminta untuk mandi bersama.
Xavier tersenyum penuh kemenangan karena bukan hanya mandi saja tapi ia sempat berolahraga selama 2 jam bersama sang istri dalam kamar mandi. Setelah membersihkan diri Chloe yang lemas segera digendong Xavier keluar.
Chloe lalu tertidur di pelukan Xavier karena sangat lelah melayani nafsu sang suami yang sangat besar itu.
"Good night my wife" ucap Xavier sambil mencium kening Chloe.
~ Mansion Sean ~
Sepulang kantor Sean segera pulang ke mansionnya karena sangat merindukan anaknya. Sampai disana ia melihat sudah ada papa dan kakek disana, Sean yang melihat baby Ares sedang digendong oleh ibunya segera menghampiri baby Ares.
"Son cuci tangan dulu sebelum mengendong anakmu" ucap Riko.
"Heeemmmm"
Sean segera naik ke lantai dua untuk membersihkan tubuhnya. Selesai membersihkan tubuhnya ia segera menuju sang anak karena sudah merindukannya.
"Mas minum dulu" ucap Queen menaruh kopi di atas meja.
"Heeemmmm"
Maya yang melihat perlakuan Sean kepada menantunya hanya diam saja, ia tahu jika Sean belum memaafkan perbuatan Queen yang sudah menjebaknya.
"Kenapa wajah cicitku sama persis dengan kamu Sean" ucap Bima.
"Ya karena aku papanya jadi wajar dong kek wajah kita sama" ucap Sean dengan sombong.
"Semoga sifatnya tidak seperti kamu" ucap Bima dengan kesal.
"Heeeemmmmm"
"Bagaimana dengan perusahaan kamu son" ucap Riko sambil memeluk bahu sang istri.
"Baik pa" ucap Sean dengan datar.
"Proyek kamu dengan perusahaan Shine bagaimana" ucap Riko.
"Minggu depan peresmian resort dan pasti papa sama kakek bakal diundang ke sana" ucap Sean datar.
"Kakek penasaran siapa sebenarnya pemilik resort itu" ucap Bima dengan penasaran.
"Aku ngak tahu kek yang aku tahu semua tanggung jawab resort dipimpin oleh Chloe" ucap Sean.
Saat menyebut nama Chloe raut muka Sean yang awalnya dingin seketika berubah menjadi sendu.
Semua yang ada disitu memandang Sean dengan tatapan tidak bisa diartikan, Queen yang sedari tadi diam menahan rasa emosi dalam dirinya karena tak mau mertuanya melihat sifat aslinya.
"Dasar perempuan j****g kenapa harus namanya selalu membuat mas Sean menjadi sedih seperti ini dan sangat sulit melupakannya" gumam Queen dengan suara pelan.
"Heeemmm! Apa dia pemilik asli perusahaan Shine" ucap Riko dengan penasaran.
"Sean ngak tahu pa" ucap Sean kembali ke wajah datar.
Sean melihat baby Ares sambil mencium sang anak dengan penuh kelembutan, ia tak mau menunjukan sisi lemahnya di depan orang tuanya yang masih ada penyesalan akan kehilangan gadis yang dicintainya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Setelah mengobrol panjang lebar dan menikmati makan malam di rumah sang anak, Riko, Maya dan Bima segera pamit pulang ke mansion masing-masing.
Hari berganti dengan cepat tak terasa sudah pagi, di mansion Sean pagi ini Sean bangun dan segera menuju kamar sang anak sebelum berangkat ke kantor.
"Selamat pagi tuan" ucap kedua baby sitter Ares.
"Heeemmm! Bagaimana tidur anakku" ucap Sean dengan datar.
"Tuan muda semalam tidur pulas dan tidak rewel tuan hanya sekali bangun karena popoknya penuh setelah itu kembali tertidur tuan" ucap pengasuh A.
"Heemmm! Perhatikan semua kebutuhan anak gue" ucap Sean dengan tegas.
"Baik tuan" ucap keduanya serentak.
Sean lalu mencium anaknya dan segera menuju ke meja makan untuk sarapan. Sampai disana bi Lastri segera menghidangkan sepiring roti bakar dengan segelas kopi hitam.
Tak lama Queen turun dengan penampilan acak-acakan karena baru bangun tidur, ia kaget melihat Sean yang sudah duduk dengan pakaian lengkap di meja makan.
"Selamat pagi mas" ucap Queen dengan gugup.
"Cih! Dasar menjijikan" gumam Sean dengan pelan tapi masih bisa di dengar oleh Queen.
Queen mengepalkan tangannya mendengar perkataan Sean barusan. Ia menahan emosi yang siap meledak karena ucapan Sean barusan, tak lama Sean membuka hpnya yang terdapat pesan dari Dimas.
"Apa loe udah lihat berita tentang kehancuran perusahaan keluarga loe" ucap Sean dengan suara dingin.
"Maksud mas?" ucap Queen dengan bingung.
"Lihat berita pagi ini biar tidak ketinggalan berita penting" ucap Sean dengan tatapan dingin.
Sean lalu berjalan keluar menuju ke depan mansion dimana Dimas sudah menunggunya. Queen segera berlari ke kamar mengambil hpnya karena penasaran dengan ucapan Sean barusan.
Queen seketika menutup mulutnya membaca artikel tentang saham perusahaan papanya yang anjlok karena kehilangan klien.
Tak lama hpnya berbunyi panggilan masuk dari sang mommy. Queen segera menjawab panggilan tersebut.
"Halo princess kamu ada dimana sekarang?"
^^^"Queen di mansion mommy"^^^
"Sayang apa kamu sudah baca berita pagi ini"
^^^"Barusan Queen sudah baca mommy sebenarnya apa yang terjadi"^^^
"Sedari kemarin ada yang membobol data perusahaan kita sayang dan menghilangkan semua data klien penting kita, bahkan pagi ini klien kita membatalkan kontrak mereka karena dianggap tidak kompeten dalam bekerja sama sayang"
^^^"Apa mommy" ucap Queen dengan kaget.^^^
"Kamu jangan keluar ya sayang takutnya wartawan memburu kamu sayang makanya mommy mengabari kamu"
^^^"Iya mommy Queen ngak akan kemana-mana nanti"^^^
"Iya princess kalau begitu mommy tutup dulu karena harus nemani daddy kamu urus masalah ini"
^^^"Iya mommy"^^^
Queen tidak menyangka jika perusahaan keluarganya akan mengalami hal seperti ini. Ia sangat memikirkan bagaimana dengan keadaan keluarganya saat ini.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Chloe yang membaca berita pagi ini seketika tersenyum sinis melihat kehancuran perusahaan Rosemary.
Ini adalah balasan buat orang yang sangat serakah, batin Chloe.
"Apa yang membuat istriku tersenyum pagi ini! Hemm" ucap Xavier sambil memeluk pinggang sang istri dari belakang.
"Apa kamu sudah membaca berita pagi ini sayang?" tanya Chloe sambil mengelus tangan suaminya.
"Apa kamu senang?" tanya balik Xavier.
"Jangan bilang ini perbuatan kamu sayang"
"Itu balasan karena sudah menampar istriku" ucap Xavier dengan tegas.
"Tapi sayang kamu harus memikirkan bagaimana nasib para karyawan yang tidak bersalah akibat kejadian ini"
"Kamu tenang saja sayang semuanya sudah diatur dan saat rapat pemegang saham aku mau istriku harus ambil bagian" ucap Xavier dengan tatapan tajam.
"Maksud kamu sayang?" tanya Chloe dengan bingung.
"Saat ini kamu sudah memiliki saham sebesar 25% di RM group atas nama kamu sendiri baby"
"Apa"
"Aku tahu sayang aku ini suami paling peka sedunia dan baik hati" ucap Xavier dengan sifat arogannya.
Chloe tersenyum melihat sifat sang suami yang sangat percaya diri dan arogan. Ia sangat senang karena memiliki suami yang seperti Xavier yang mencintai dirinya dengan tulus.
"Terima kasih suamiku tersayang"
"Sama-sama sayang tapi semua itu tidak gratis loh" ucap Xavier sambil tersenyum penuh arti.
Chloe yang tahu maksud sang suami hanya memutar malas matanya, tapi ia sangat senang karena sang suami sudah membantunya memberi pembalasan kepada orang yang sudah menyakitinya.
"I'm yours baby" ucap Chloe sambil tersenyum manis.
Xavier lalu mencium b***r Chloe dengan lembut dan sesekali me****t dan meng***t b***r Chloe dengan rakus tanpa henti. Xavier lalu melepaskan b***r Chloe sebelum ia kembali berhasrat pagi ini.
Chloe segera membantu suaminya untuk bersiap ke kantor dan dia memilih tidak ikut. Saat Xavier menyemprotkan parfum ke bajunya Chloe seketika berlari masuk ke kamar mandi karena tidak kuat dengan bau parfum sang suami.
Xavier lalu mengikuti Chloe ke kamar mandi dan melihat sang istri yang sudah memuntahkan cairan bening. Saat Xavier ingin mendekat Chloe kembali muntah karena aroma parfum Xavier.
"Sayang jangan dekat aku tidak suka bau parfum kamu"
"Tapi sayang"
"Sayang please rasanya perut aku diaduk terus saat mencium bau parfum kamu"
"Baiklah sayang aku akan mengganti bajuku baby"
"Heemmm"
Setelah mengganti bajunya dengan baju yang lain Xavier lalu mendekati Chloe yang masih muntah. Xavier memijit tengkuk Chloe dengan lembut hingga Chloe merasa enakan.
"Apa sudah lebih enak baby"
"Iya sayang"
Xavier mengendong Chloe dan menaruhnya di tempat tidur. Setelah itu menyuruh pak Max membawa sarapan mereka ke kamar dan segelas susu ibu hamil untuk Chloe rasa vanila.
"Minum dulu sayang" ucap Xavier menyodorkan segelas susu ibu hamil.
Chloe mengambilnya dan segera meminumnya hingga tandas. Lalu memakan sarapan toast agar tubuhnya ada energi meski tidak ada napsu makan.
"Sayang tolong vitamin aku" ucap Chloe.
"Heeemmm"
Chloe segera meminum vitamin yang diberikan oleh sang suami, Xavier lalu memakan sarapannya dan mencium kening sang istri sebelum berangkat ke kantor.
"Sayang aku pergi dulu jaga diri kamu baik-baik di rumah baby"
"Iya sayang hati-hati"
"Sebentar Mike akan memberikan hasil penyelidikan mengenai anak kakek Irwan sayang"
"Kirim saja ke hp aku sayang"
"Heeemmm"
Setelah itu Xavier lalu mencium kening Chloe lagi dan bibir Chloe lalu berangkat ke perusahaan. Ia sudah tidak sabar ingin menunjukan hasil resort selama beberapa bulan ini kepada sang istri sebagai hadiah.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ RM Group ~
Pagi ini sudah banyak sekali wartawan di depan perusahaan RM Group yang ingin mengkonfirmasi tentang berita anjloknya saham perusahaan RM Group. Adam dan Laura yang datang ke perusahaan harus lewat parkiran basement menghindar dari wartawan.
"Berapa banyak saham kita yang anjlok Dion" ucap Adam.
"Sampai detik ini sudah 35% anjlok tuan"
"Apa" ucap Adam dengan kaget.
"Mengapa bisa secepat itu dad" ucap Laura.
"Ini semua karena semua klien kita tiba-tiba menghentikan kerja sama sepihak dengan kita tuan" ucap Dion menjelaskan.
"Ada berapa klien yang menghentikan kerja sama mereka"
"Semuanya tuan"
"Apa" teriak Laura dan Adam dengan serentak.
Laura seketika pingsan mendengar semua klien mereka yang memutuskan kerja sama mereka sepihak. Beruntung Adam segera menangkap tubuh sang istri sebelum terjatuh sampai ke lantai.
"Segera panggilkan dokter" ucap Adam dengan suara tinggi.
"Baik tuan" ucap Dion.
Dion segera menghubungi dokter keluarga Rosemary yang juga adalah ipar dari Adam dan Laura. Dia adalah papa Kenan yang menjabat sebagai dokter bedah di rumah sakit Rosemary.
Papa Kenan segera berlari menuju ruang Adam dimana di dalam Laura sedang ditidurkan di atas sofa. Sampai di dalam papa Kenan segera memeriksa keadaan Laura.
"Bagaimana keadaan Laura?" tanya Adam dengan wajah khawatir.
"Tekanan darah mbak Laura menurun akibat terlalu stres dan usahakan mbak Laura jangan dulu kerja yang berat dan stres karena itu akan membuat kesehatannya drop" ucap papa Kenan.
"Heemmm! Baiklah"
"Aku tahu kalian saat ini pasti sedang pusing dengan masalah perusahaan tapi ingat untuk menjaga kondisi tubuh kamu dan istri kamu sendiri mas" ucap papa Kenan sambil menepuk pundak Adam.
"Terima kasih"
"Aku permisi dulu"
"Baiklah"
Adam lalu duduk di samping istrinya dan mengelus puncak kepala Laura dengan lembut. Tak lama Steven masuk dengan wajah khawatir karena mendengar sang mommy yang tiba-tiba pingsan.
"Daddy apa yang terjadi dengan mommy" ucap Steven dengan khawatir.
"Tekanan darah mommy kamu menurun sehingga mommy pingsan akibat terlalu stres"
"Apa karena masalah perusahaan saat ini?" tanya Steven.
"Heemmmm"
Steven menarik rambutnya dengan kasar karena pusing dengan masalah perusahaan saat ini. Dimana saham mereka terus-menerus anjlok dari semalam.
"Apa ini semua ulah Chloe daddy?" tanya Steven.
"Kita tunggu kabar dari orang-orang daddy dulu" ucap Adam dengan tatapan tajam.
"Baik daddy"
Tak lama Dion masuk ke dalam ruangan Adam dengan wajah pucat dan gugup. Steven dan Adam melihat Dion merasa ada sesuatu yang buruk saat ini yang akan terjadi.
"Tu...a...n" ucap Dion dengan gugup.
"Ada apa Dion" ucap Adam dengan tegas.
"Semua pemilik saham sepakat untuk melakukan rapat darurat besok untuk menarik semua saham mereka tuan"
"Apa" ucap Steven dan Adam dengan kaget.
...βββββ...
To be continue................
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€