
π»Aku memiliki semuanya dalam hidupku tapi hanya satu yang tidak bisa kumiliki yaitu cinta yang tulus darimuπ»
.
.
.
.
Chloe menyambut ketiga sahabatnya dengan senyum manis. Puas melihat halaman mansion Chloe, ketiganya langsung diajak Chloe ke dalam mansion.
Saat masuk kedalam ketiganya langsung syok dibuat kaget oleh kemewahan dan interior dalam mansion tersebut. Mulut ketiganya terbuka lebar karena takjub melihat kemewahan mansion milik Xavier.
"Chloe kita tinggal disini boleh tidak" ucap Jeni.
"Aku pengen jadi ratu sehari" ucap Mira.
"Kalian ada-ada aja deh! Hehehehe" ucap Chloe sambil terkekeh pelan.
"Chloe jangan bilang ini guci antik dari kaisar Qing di Cina" tunjuk Julian pada salah satu guci di ruang tamu.
"Uhmm! Aku tidak tahu karena semua ini barang milik Xavier sih, aku cuma ikut mendesain aja isi mansion dengan kesukaan aku" ucap Chloe sambil mengangkat bahunya tidak tahu.
"Benar ini guci antik dan cuma ada satu di dunia" ucap Julian dengan kaget.
"Ya mungkin" ucap Chloe santai.
Chloe mengajak sahabatnya menuju ruang keluarga untuk bercengkrama disana. Mira dan Jeni tidak berhenti kagum dengan mansion Xavier yang seperti dalam kerajaan tapi lebih moderen dan mewah.
"Chloe foto pernikahan kamu bagus banget" ucap Jeni yang melihat foto pernikahan Chloe dan Xavier di tangga utama.
"Iya benar kata kamu Jeni mereka seperti raja dan ratu dalam dongeng" ucap Mira.
"Kalian bisa aja" ucap Chloe dengan malu-malu.
"Oh ya Chloe gimana ceritanya sih kamu bisa di culik kemarin" ucap Julian sambil memakan cemilan.
"Kata Xavier itu perbuatan kakak tirinya yang dendam sama dia jadi mereka menculik aku karena tahu aku adalah kelemahan Xavier" ucap Chloe.
"Mereka kayaknya bego plus bodoh memangnya mereka pikir bisa menculik milik seorang Xavier Wesly apa mereka bisa lolos begitu cepat" ucap Julian sambil menggelengkan kepalanya.
"Maksud kamu?" tanya Jeni dengan bingung.
"Ya kalian tahulah Mr. Wesly itu orang paling kaya di dunia sudah pasti penjagaannya ketat apalagi sama istrinya, dan aku heran apa penculik itu tidak tahu jika menculik Chloe otomatis secepatnya mereka bakal ditangkap secara kekuasaan Xavier bukan hal remeh" jawab Julian dengan menggebu-gebu.
"Kamu pasti salah satu fansnya Mr. Wesly" ucap Mira dengan polos.
"Loh emang kenapa?" tanya Julian.
"Soalnya kamu tahu lebih banyak mengenai Mr. Wesly" jawab Mira dengan santai.
"Lah kan semua orang juga tahu kalau orang sekaya Mr. Wesly itu bukan tandingan orang kecil kayak penculik itu" ucap Julian dengan tegas.
"Heeemmmmm" deham Jeni dan Mira.
"Udah tidak usah ngomong yang kemarin biar itu jadi masa lalu aja" ucap Chloe.
"Chloe boleh tidak kita keliling mansion kamu" ucap Mira dengan mata berbinar-binar.
"Boleh ayok" ucap Chloe dengan wajah ceria.
Mereka berempat lalu berkeliling mansion dan berselfi di spot yang bagus. Entah sudah berapa lama mereka berkeliling sampai lelah, ke empatnya langsung duduk di sofa ruang santai di luar yang viewnya ada taman bunga indah.
"Indahnya tempat ini" ucap Jeni dan Mira bersamaan.
Julian hanya mengangguk kepalanya tapi tatapannya sesekali melihat ke arah Jeni yang sedang tersenyum. Chloe dan Mira saling melirik dan berbicara lewat tatapan mata mereka mengenai Julian yang terus memandang Jeni.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Berbeda dengan Chloe yang saat ini sedang bahagia bersama dengan sahabatnya, Xavier malah tersenyum sinis melihat cctv di mansion neneknya.
Nenek Esma dan kedua orang tua Arnol panik bukan main saat mendapat kotak kado besar yang isinya ternyata adalah Arnol yang penuh dengan luka lebam dan d***h di sekujur tubuhnya.
"Cucuku apa yang terjadi sama kamu" ucap nenek Esma dengan histeris.
"Son apa yang terjadi kenapa kamu seperti ini" ucap Reynald.
Arnol membuka matanya dan berteriak kesakitan karena sekujur tubuhnya sangat sakit apalagi luka di tubuhnya sangat perih.
"Daddy sakit" ucap Arnol dengan lemah.
Reynald segera memanggil dokter untuk memeriksa anaknya, sedangkan istrinya menangis tersedu-sedu melihat kondisi putranya seperti ini.
"Daddy kenapa anak kita babak belur seperti ini siapa yang sudah membuatnya seperti ini" teriak Mita dengan kencang.
"Tenang mom daddy akan cari siapa pelakunya dan menghabisinya" ucap Reynald dengan emosi.
"Iya dad balas semua yang anakmu rasakan" ucap Mita dengan emosi.
"Pasti sayang"
Reynald keluar dan mencari mommynya untuk berbicara tentang anaknya. Reynald melihat nenek Esma yang sedang berbicara dengan tangan kanannya di ruang keluarga.
"Mommy sebenarnya siapa yang sudah melakukan hal ini kepada Arnol" ucap Reynald dengan emosi.
"Xavier" ucap nenek Esma dengan emosi.
"Anak sialan itu sepertinya harus mati seperti kedua orang tuanya" ucap Reynald dengan emosi.
"Tenangkan diri kamu son jangan gegabah, Arnol seperti itu karena menculik gadis Xavier tapi naas dia ketahuan saat menculik gadis itu"
"Anak kurang ajar apa dia tidak bisa menahan diri kalau sudah seperti ini pasti penjagaan gadis itu semakin ketat" ucap Reynald dengan penuh emosi.
"Kita lakukan dengan cara lain buat gadis itu menjauhi Xavier dengan sendiri tanpa kita campur tangan" ucap nenek Esma sambil tersenyum sinis.
"Maksud mommy?" tanya Reynald dengan bingung.
"Bayar seorang wanita untuk mendekati Xavier agar membuat gadisnya cemburu kalau perlu buat dia sampai meninggalkan Xavier dan saat itu pasti Xavier akan lengah dan kita bisa gunakan kesempatan itu" ucap nenek Esma dengan menggebu-gebu.
Reynald tersenyum dengan licik mendengar rencana mommynya. Tanpa keduanya sadari ternyata semua pembicaraan mereka di ketahui oleh Xavier, Albert, dan Thomas.
"Mau main-main denganku silahkan" ucap Xavier dengan senyum iblis.
"Bos apa yang harus kita lakukan" ucap Thomas.
"Ikuti permainan mereka aku akan melihat sampai mana mereka akan bermain-main dengan seorang Xavier"
"Tapi bos bagaimana dengan nyonya Chloe" ucap Albert.
"Aku akan memberitahu semua rencana mereka ke istriku karena aku tidak ingin istriku salah paham"
"Menurutku itu ide yang bagus bos" ucap Thomas.
"Heeemmmm"
Dirinya tidak mau Chloe kembali di culik seperti kemarin sehingga penjagaan sang istrinya diperketat dari kemarin. Para anak buah Xavier menjaga Chloe dari jauh dan mengawasi setiap pergerakan yang tidak beres dari mansion miliknya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ Jakarta, Indonesia ~
Sean terbangun pada pagi hari dengan kepala yang mau pecah. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar tidak mengenal dimana ia berada saat ini.
"Arrggghhh! Sial kepala gue sakit banget" teriak Sean sambil memegang kepalanya.
Sean melihat pakaiannya berserakan di lantai dengan pakaian wanita. Dirinya sadar saat merasakan tubuhnya yang dingin saat terkena dinginnya ac kamar.
Sean melihat tubuhnya yang polos tidak memakai apapun dan melihat kesamping melihat tubuh seorang perempuan yang juga polos tapi terdapat banyak kissmark disana.
Sean mengingat kejadian saat waktu di club sampai kejadian hotel. Ia kaget setelah mengingat kejadian semalam bahkan ia mengira kalau ia bersama dengan Chloe semalam.
"Sial" ucap Sean dengan emosi.
"Kak Sean" ucap Queen yang baru bangun dengan tubuh terasa sakit.
"Lupain semua tentang semalam" ucap Sean dengan wajah datar.
"Tega kamu ka.......hiks hiks.......kakak udah ngambil kesucian aku dengan paksa aku salah apa sama kamu ka.......hiks hiks" ucap Queen sambil terisak.
"Gue minta maaf karena gue dalam keadaan mabuk semalam" ucap Sean.
"Aku udah kotor kak bagaimana pendapat orang tua aku" ucap Queen dengan lirih.
"Ini akan jadi rahasia kita saja dan gue harap loe jangan beritahu ke siapapun"
"Aku mau kakak bertanggung jawab" ucap Queen dengan emosi.
"Itu ngak mungkin dan sampai kapanpun itu ngak akan pernah terjadi" ucap Sean dengan emosi juga.
"Aku benci sama kak Sean" teriak Queen dengan emosi.
"Jangan coba-coba pancing emosi gue!" bentak Sean.
Queen terdiam takut mendengar bentakan dari Sean. Selama ini dirinya tidak pernah di bentak oleh Sean hanya berkata-kata dingin dan cuek saja.
"Apa salah aku kak.......hiks hiks hiks" ucap Queen sambil menangis.
"Loe ngak salah dan itu semua udah terjadi jadi lupain aja" ucap Sean dengan tidak berperasaan.
Sean memakai bajunya dan keluar dari kamar hotel itu tanpa memperdulikan Queen sama sekali. Queen mengelap air matanya dan tersenyum sinis melihat kepergian Sean.
"Kita lihat aja apa yang akan terjadi ke depan karena gue yakin bakal ada janin yang tumbuh di perut gue" ucap Queen sambil tertawa bahagia.
Rencananya berhasil dan tinggal menunggu semuanya itu berhasil. Sean yang sudah berada di dalam mobilnya memukul stir dengan kuat mengingat kejadian semalam.
"Kenapa gue bisa lepas kontrol sih sial" teriak Sean dengan emosi.
Sean melajukan mobilnya menuju apartemen untuk membersihkan diri. Sean berpikir semalam ia merasa aneh dengan tubuhnya apa karena sudah mabuk berat sehingga menganggap Queen sebagai Chloe.
Sean memukul cermin kamar mandinya saat mengingat jika semalam dirinya tidak memakai pengaman saat melakukannya.
"Jika sampai hal itu terjadi gua bakal nyuruh dia buat gugurin karena gue ngak sudi punya anak dari rahim wanita lain selain Chloe" ucap Sean dengan tatapan bak iblis.
^^^γ γ γ π π π π γ γ γ^^^
Tanpa Riko dan Bima sadari ternyata semalam penjagaan mereka selama ini kecolongan karena Sean pergi keluar dari club lewat lift menuju basement sehingga para pengawal tidak tahu.
Kecemasan mereka akan masa depan Sean akan segera terbukti dan ini sudah merupakan takdirnya. Hari berlalu dengan cepat dan tak terasa Sean sudah wisuda bahkan mulai menjabat sebagai direktur di perusahan cabang milik papanya di bidang properti.
Selama sebulan lebih Queen tidak pernah menghubungi Sean dan bahkan Sean sudah melupakan kejadian bersama dengan Queen waktu itu. Saat ini Queen sedang berada di parkiran rumah sakit.
Dirinya memegang hasil pemeriksaannya dan ternyata ia dikabarkan hamil 4 minggu. Queen tersenyum senang melihat hasil itu ditangannya.
Ia segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit dan berlalu menuju mansion. Queen sudah mempersiapkan apa yang harus ia lakukan selanjutnya.
Di belahan dunia yang lain tepatnya di California Chloe menjalani hari-harinya dengan senang karena 2 bulan lagi dirinya akan wisuda.
Saat ini Chloe sedang menikmati liburannya bersama sang suami di Italia karena Xavier ada pekerjaan penting disana makanya Chloe diajak ikut.
"Sayang hari ini kita jadikan jalan-jalannya" ucap Chloe yang masih tiduran di ranjang bersama Xavier.
"Iya sayang hari ini full buat istriku" ucap Xavier dengan senyum manis.
Chloe tersenyum bahagia dan memeluk Xavier dengan erat. Xavier lalu mencium Chloe dengan lembut dan dibalas lembut pula oleh Chloe.
Xavier melepaskan ciumannya saat dirinya merasa terbakar gairah saat berciuman. Ia menahan gairahnya berada di dekat Chloe, Chloe yang tahu suaminya sedang menahan gairahnya tersenyum manis.
Xavier dan Chloe kemudian bangun dan bersiap-siap mengelilingi Italia hari ini tapi sebelum itu mereka sarapan di restoran hotel. Keduanya memakai pakaian hangat karena saat ini cuaca di Italia sedang musim dingin.
Sepanjang jalan Xavier terus memegang tangan Chloe dengan erat dan menatap setiap laki-laki yang memandang Chloe dengan tatapan tajam.
Chloe tersenyum geli melihat tatapan tajam sang suami saat ada yang meliriknya. Bahkan Chloe juga melakukan hal yang sama saat ada wanita yang terang-terangan melihat Xavier.
Chloe akui suaminya ini sangat mempesona dan menggoda hati setiap wanita. Chloe memeluk lengan Xavier dengan erat dan bermanja-manja guna membuat peringatan ke setiap wanita jika Xavier hanya miliknya.
Xavier sesekali mencium b**ir Chloe karena merasa gemas dengan kelakuan sang istri. Dia tahu jika sang istri sedang memanasi wanita yang melihat dirinya dari tadi.
"Baby aku tidak akan tergoda dengan mereka" bisik Xavier.
"Jadi dari tadi kamu tahu sayang" ucap Chloe dengan kaget.
"Heeeemmmm"
Chloe memajukan bibirnya kesal karena ternyata Xavier tahu jika sedari tadi ia dibuat kesal oleh wanita yang terang-terangan menggoda sang suami.
Xavier mencium bi**r Chloe dan me*****nya tidak perduli dengan keadaan sekitar. Chloe yang malu segera menarik tangan Xavier berlalu pergi dari sana.
Xavier kemudian mengajak Chloe ke Colosseum salah satu tempat wisata paling terkenal di Italia. Colosseum sendiri adalah bangunan reruntuhan pertunjukan terbuka dan menjadi bangunan karya terbaik dari warisan arsitektur Romawi kuno.
Chloe senang bukan main saat tiba disana, dirinya bahkan lupa sedang bersama dengan sang suami saat ini. Chloe takjub akan bangunan tersebut yang sangat tinggi dan memiliki corak arsitektur Romawi kuno.
Chloe menyuruh Xavier memotret dirinya di berbagi spot tak lupa ia mengajak Xavier untuk berfoto bersama mengabadikan momen liburan mereka disana.
Albert dan para pengawal berdiri tidak jauh dari sepasang suami istri itu tidak berani mengganggu waktu mereka karena tahu ini adalah liburan keduanya yang pertama kali.
"Semoga bos selalu bahagia seperti ini" ucap Albert dengan pelan dan senyum tulus.
Albert sangat senang karena selama ini Xavier sudah terlalu menderita dan akhirnya menemukan kebahagiaannya. Dirinya tahu sepak terjang hidup Xavier dari masih remaja sampai saat ini.
Albert tidak pernah lupa akan kebaikan Xavier yang sudah menyelamatkan hidupnya dan menganggap ia sebagai adiknya sendiri.
...βββββ...
To be continue................
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€