Heartless

Heartless
Episode 146



🌻Apa yang terjadi hari ini adalah cerita hari ini dan biarkanlah besok dengan ceritanya sendiri🌻


.


.


.


.


Calista masuk ke dalam perusahaan Shine dengan langkah tegap sambil berjalan meliuk-liuk badannya seperti di atas catwalk. Banyak pasang mata karyawan yang melihat tubuh Calista dengan tatapan memuja dan penuh nafsu.


Bagaimana tidak Calista datang ke perusahaan Xavier menggunakan dress merah ketat yang membentuk tubuhnya, dan potongan belahan dada yang seakan ingin tumpah karena tidak dapat menampung asetnya itu.


Lipstik merah menyela dan make up tebal menghiasi wajahnya. Saat sampai di depan resepsionis Calista memandang 3 orang resepsionis itu dengan tatapan angkuh dan sombong.


Ke-3 resepsionis hanya menampilkan senyum hangat menyambut kedatangan Calista. Calista berdeham dan berdiri di depan meja resepsionis dengan posisi angkuh.


"Selamat pagi nona ada yang bisa saya bantu" ucap resepsionis 1.


"Aku ingin bertemu dengan Xavier" ucap Calista dengan sombong.


"Apa nona sudah membuat janji" ucap resepsionis 1.


"Katakan saja Calista ingin bertemu" ucap Calista dengan emosi.


"Mohon di tunggu sebentar ya nona"


Resepsionis itu segera menghubungi Wanda untuk memberitahu kedatangan Calista. Wanda segera menghubungi Xavier lewat interkom jika ada tamu bernama Calista yang ingin bertemu.


"Heemmm! Albert" ucap Xavier.


Albert yang tahu maksud Xavier segera berjalan keluar menuju meja kerja Wanda. Sampai di depan meja Wanda ia menatap Wanda dengan tatapan tajam dan datar.


"Suruh wanita ular itu naik ke sini" ucap Albert dingin.


"Baik tuan" ucap Wanda sopan.


Wanda segera menghubungi bagian resepsionis dan menyuruh pengawal untuk mengantar Calista ke lantai 40. Setelah mendapat informasi dari Wanda, resepsionis itu segera memberitahukannya kepada Calista.


"Nona anda silahkan naik ke lantai 40 nanti diantar oleh salah satu petugas keamanan disini" ucap resepsionis 1.


"Heemmm"


Resepsionis itu segera memberi kode pada para pengawal Xavier untuk mengantar Calista menuju lantai 40. Saat sampai di lantai 40 Calista berdecak kagum melihat interior ruangan itu yang sangat mewah.


"Gila sekaya apa sih Xavier hingga lantai ruangannya saja bisa mewah begini padahal ini hanya kantor cabang" gumam Calista pelan.


Wanda menyambut kedatangan Calista dengan senyum manis. Di depan meja Wanda sudah ada Albert yang menunggu kedatangan Calista dengan tatapan datar dan dingin.


Calista yang tau siapa Albert tersenyum penuh arti karena ia yakin saat ini Xavier pasti ada di dalam. Sampai di depan Albert pengawal tersebut segera pergi kembali ke lantai satu karena tugasnya sudah selesai.


"Hay Albert" ucap Calista dengan sombong.


"Silahkan masuk nona, tuan sudah menunggu kedatangan anda" ucap Albert dengan wajah datar.


Calista tersenyum bahagia pikirnya rencana yang ia buat berjalan dengan mulus. Lain halnya dengan Albert yang tersenyum sinis karena sebentar lagi wanita ular ini akan jatuh dalam lubang buaya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Saat masuk ke dalam ruangan Xavier seketika tatapan tajam dan mengintimidasi langsung menyambut kedatangannya. Calista bergidik ngeri melihat tatapan Xavier yang seakan ingin membunuhnya.


"Hai Xav...ie..r" ucap Calista dengan gugup.


Xavier tidak menjawab sapaan Calista hanya menatap tajam Calista dengan wajah emosi. Ia sangat tidak suka melihat kehadiran wanita ular ini di ruang kerjanya.


Albert dan Thomas duduk di sofa melihat apa yang akan dilakukan oleh Calista. Calista sendiri menjadi kikuk karena 3 orang dalam ruangan ini menatapnya dengan tatapan tajam.


"Nona silahkan duduk apa kaki anda tidak pegal sedari tadi berdiri terus" ucap Thomas sambil tersenyum manis.


"Ah i..ya" ucap Calista dengan gugup.


Saat duduk di sofa tak lama pintu ruangan Xavier diketuk. Albert bangun dan membukakan pintu untuk melihat siapa yang sudah datang.


Ternyata itu adalah pak Max yang datang mengantar pesanan Chloe tadi. Albert tersenyum tipis saat ia mencium parfum pak Max yang sama seperti yang ia gunakan.


"Pesanan nyonya tuan Albert" ucap pak Max.


"Heemmm"


Albert lalu masuk dengan menenteng pesanan Chloe. Albert segera menaruhnya di atas meja kerja Xavier saat melihat gerakan tangan Xavier untuk mendekat.


"Ada apa anda mencari saya nona Calista Enguene" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Aku kangen sama kamu Xavier" ucap Calista dengan tampang polos.


Hahahaha.............


Tawa Xavier seketika pecah mendengar perkataan Calista yang sangat tidak tahu malu itu. Albert dan Thomas hanya menggelengkan kepala mereka melihat sikap Calista yang berani dengan si bos.


"Apa anda tidak punya urat malu nona" ucap Albert dengan mencemooh.


Calista menatap Albert dengan tajam dan kesal karena menginterupsi pembicaraannya dengan Xavier.


"Ada hubungan apa anda dengan saya sehingga harus merindukan saya nona" ucap Xavier dengan wajah emosi.


"Aku tahu kamu pasti lagi merindukan belaian wanita makanya aku datang menawarkan diri" ucap Calista dengan percaya diri.


"Bi**h" desis Xavier dengan tatapan tajam.


"Segitu tidak tahu malunya anda datang kesini untuk menawarkan tubuh anda kepada saya" ucap Xavier sinis.


"Aku yakin kamu pasti sangat merindukan tubuhku ini Xavier lagi pula kita pernah bersama kan"


Hahahahaha...........


"Apa yang anda banggakan dari tubuh murahan anda itu, asal anda tahu tubuh anda itu cocok untuk pengawal aku diluar sana" ucap Xavier dengan sinis.


Calista menatap Xavier dengan tajam tidak suka dengan perkataan Xavier barusan. Baru saja ia ingin berbicara pintu kamar khusus Xavier terbuka dan keluarlah Chloe dari sana.


Calista seketika kaget melihat Chloe yang berada tepat di depan sana. Ia tidak menyangka jika Chloe masih berada di sisi Xavier dan ia bingung apa yang sebenarnya terjadi, bukannya Chloe sudah pergi meninggalkan Xavier.


"Kamu" ucap Calista dengan kaget.


"Eeehh! Kakak ada disini juga ya" ucap Chloe dengan tampang polos.


Chloe tahu saat ini Calista pasti sangat kaget melihat ia disini karena setahunya Chloe sudah pergi dari kehidupan Xavier. Chloe berlalu menuju Xavier dan duduk di pangkuan Xavier sambil menyandarkan kepalanya di dada Xavier.


"Ngapain kamu duduk di pangkuan tunangan aku! Hah" ucap Calista dengan wajah merah padam karena emosi.


"Tutup mulutmu wanita ular jangan sampai aku robek saat ini juga!" bentak Xavier dengan suara tinggi.


Chloe tersenyum sinis melihat wajah kaget dan takut Calista mendapat bentakan dari suaminya. Chloe lalu mengambil sekotak stroberi dan memakannya dengan lahap.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Calista menatap tajam Chloe merasa emosi karena sudah dibohongi oleh Chloe. Dia sangat tidak terima melihat perlakuan Xavier yang sangat memuja wanita di pangkuannya itu.


"Kakak yakin Xavier tunangan kakak" ucap Chloe.


"Aku tidak pernah bertunangan dengan seorang pun apalagi menjalin hubungan serius dengan wanita satu pun selain kamu baby" ucap Xavier dengan senyum tulus.


"Aku tahu sayang tapi aku ingin dengar dari kakak yang di depan aku"


"Kalian" ucap Calista.


"Sudah cukup permainanmu dengan nenek tua itu ja***g" ucap Xavier dengan tatapan tajam.


"Sejak kapan kalian tahu" ucap Calista dengan wajah aslinya karena kedoknya sudah terbongkar.


"Saat kalian baru merencanakan" ucap Chloe dengan santai.


"Apa" ucap Calista dengan kaget.


Jadi selama ini semua usaha aku itu gagal total dan malahan aku yang masuk dalam perangkap mereka, batin Calista dengan syok.


"Asal kakak tahu aku ini istri sahnya Xavier loh" ucap Chloe sambil tersenyum lebar.


Wajah Calista seketika pucat mendengar berita tentang Xavier yang sudah menikah dengan Chloe. Xavier lalu memberi isyarat kepada Albert untuk memulai rencana mereka.


Selang 10 menit hp Calista berbunyi tanda panggilan masuk dari Karin sang asisten.


^^^"Halo"^^^


"Halo Calista kamu dimana saat ini" ucap Karin dengan panik.


^^^"Ada apa"^^^


"Karir kamu saat ini sudah hancur Calista"


^^^"Apa maksud kamu"^^^


"Lihat berita sekarang"


Calista segera mematikan panggilannya dan melihat berita terkini. Wajahnya pucat melihat foto-fotonya yang sedang bersetubuh bersama dengan para direktur eksekutif bahkan ada video asusilanya dengan banyak pria yang tersebar.


"Ini semua kerjaan kamu kan!" bentak Calista.


Plak...........


Bunyi tamparan kuat menggema di dalam ruangan Xavier. Albert menampar Calista karena sudah berlaku kasar kepada nyonya mereka yaitu Chloe.


"Itu akibat karena ingin bermain-main denganku" ucap Xavier dengan tatapan tajam.


Albert lalu menyuruh anak buahnya yang diluar untuk membawa Calista pergi dari sana. Terserah mau diapakan mereka intinya jangan pernah biarkan dia muncul lagi di depan bosnya.


Setelah kepergian Calista, Chloe tersenyum bahagia karena sudah berhasil membuang duri yang ingin menghancurkan rumah tangganya. Xavier lalu menyuruh Albert untuk memantau pergerakan nenek tua itu di sana.


Berita tentang skandal Calista sukses membuat manajemen perusahaan Henki rugi sangat besar. Mereka segera memutuskan kontrak dengan Calista dan meminta biaya ganti rugi pada pihak manajemen Calista.


"Meskipun loe udah buat perusahaan bokap gue rugi tapi intinya gue pernah nyicip tubuh loe" ucap Henki sambil tertawa puas.


~ California, Los Angeles ~


Nenek Esma membanting hpnya saat membaca berita skandal Calista yang muncul. Ia sudah menghubungi Calista berulang kali untuk menanyakan perihal Xavier tapi tidak bisa.


"Berengsek dasar gadis tidak berguna" teriak nenek Esma dengan emosi.


"Ada apa mommy kenapa teriak-teriak segala sih" ucap Reynald yang baru datang.


"Wanita itu sudah tidak ada kabar lagi bahkan saat ini skandalnya mencuat di media" ucap nenek Esma.


"Apa dia gagal"


"Pasti karena jika ia berhasil mungkin tidak ada satu pun skandal tentang dirinya yang akan tersebar"


"Berarti kita harus cari cara lain mommy"


"Satu-satunya jalan yaitu bunuh keduanya" ucap nenek Esma.


"Ya aku setuju mom"


"Kita harus membunuh Xavier baru bisa mendapat kekayaannya"


"Kalau begitu kita harus mencari tahu siapa musuh dari Xavier untuk bekerja sama mommy" ucap Reynald.


"Heemmm! Kamu suruh orang untuk menyelidikinya" ucap nenek Esma dengan tatapan tajam.


"Baik mommy"


Tunggu saja anak sialan akan aku pastikan kali ini kamu akan mati seperti kedua orang tuamu itu, batin nenek Esma dengan penuh dendam.


Selama ini ia sangat tidak suka dengan semua keturunan dari mendiang suaminya. Ia yang dulu di paksa menikah karena bisnis harus meninggalkan sang kekasih yang sangat dicintainya yaitu selingkuhannya.


Ia juga sangat dendam dengan ibu dari suaminya yang selalu merendahkannya dan orang tuanya karena tidak memiliki kepribadian yang baik. Mulai sejak itu nenek Esma selalu bertekad akan membinasakan semua keturunan Wesly.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Kabar berita mengenai kehancuran Calista sudah menyebar di seluruh penjuru dunia. Anak buah Xavier yang diperintahkan untuk membuang Calista tidak hanya membuangnya saja tapi masih menggilir Calista di markas mereka.


Setelah puas mereka lalu mengirimkan Calista ke apartemennya. Karin yang pertama kali membuka pintu kaget melihat tubuh Calista yang dipenuhi bekas ****** dan jejak tamparan.


Calista serasa pasrah karena dunianya saat ini sudah hancur tidak tersisa lagi. Karir yang dibangunnya dengan susah payah dari nol hancur begitu saja dalam sekejap.


"Calista kamu kenapa.........hiks hiks hiks" ucap Karin dengan terisak.


"Semuanya sudah hancur hahahaha hancur......hiks hiks hiks" ucap Calista seperti orang gila.


Karin kaget melihat Calista yang bertingkah seperti orang gila. Karin memutuskan membawa Calista kembali ke Amerika tempat tinggalnya karena saat ini bukan saat yang tepat untuk mengklarifikasi semua skandal dirinya.


~ Mansion Xavier ~


Xavier yang melihat sang istri sudah tertidur segera pergi ke ruang kerjanya. Sampai di sana ia melihat Albert dan Thomas yang masih stand by untuk membahas mengenai peresmian resort lusa nanti.


"Panggil Kevin" ucap Xavier dengan wajah datar.


"Baik bos" ucap Albert.


Albert lalu menelpon Kevin dan memberitahunya untuk segera datang ke mansion. Setelah itu ia kembali menunggu perintah dari Xavier.


"Lusa kita berangkat ke Lombok pagi-pagi" ucap Xavier.


"Baik bos"


"Albert kerahkan anak buah kita semuanya kalau perlu minta tambahan anak buah kita untuk mengawasi peresmian resort nanti"


"Kita pakai saja anak buah yang ada di sini bos karena kalau menunggu yang lain, takutnya tidak dapat beradaptasi dengan cepat disini bos" ucap Albert.


"Heeemmmm"


"Bos apa kita akan membuka jati diri kita disana" ucap Thomas.


"Ya tapi jangan sampai pernikahan aku tercium wartawan" ucap Xavier.


"Baik bos" ucap keduanya serentak.


"Apa kamu sudah menemukan orang yang cocok untuk posisi wakil direktur di RM Group?" tanya Xavier.


"Sudah bos dia adalah salah satu anak buah kita dari markas yang memiliki pendidikan tinggi dan kemampuannya tidak perlu diragukan lagi" ucap Albert.


"Kesetiaannya"


"Dia adalah salah satu anak yatim piatu yang di sekolahi oleh bos sendiri dan dia adik angkatku bos" ucap Albert.


"Heemmmm"


"Besok jemput teman istriku dan keluarganya" ucap Xavier dengan datar.


"Siapa bos?" tanya Albert dengan bingung.


"Gadis yang sudah kamu cium" ucap Xavier dengan sinis.


Wajah Albert seketika merah padam karena rahasianya terbongkar. Thomas sendiri kaget mendengar perkataan bosnya yang mengatakan Albert mencium seorang gadis.


"Wah bro apa kutubmu sudah cair" ucap Thomas sambil terkekeh.


"Diam berengsek" ucap Albert dengan tatapan dingin.


"Kalian berdua segera laksanakan perintah aku" ucap Xavier dengan aura mengintimidasi.


"Baik bos"


Xavier lalu pergi ke luar meninggalkan keduanya disana. Ia segera masuk ke dalam kamar setelah menitip pesan kepada Albert untuk menyuruh Kevin datang besok pagi saja.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Baru sampai di depan pintu mansion tiba-tiba mobil Kevin masuk ke dalam mansion Xavier. Ia keluar dengan piyama berwarna biru bergambar tweety dengan terburu-buru.


"Dimana bos" ucap Kevin dengan napas satu-satu.


"Sudah tidur" ucap Albert singkat.


"Apa" teriak Kevin dengan kencang.


"Hey bocah kuping aku sakit dengar suara cemprengmu itu!" bentak Thomas.


"Kenapa tidur? Bukannya tadi suruh aku kesini dengan cepat" ucap Kevin dengan kesal.


"Ya pulang saja kembali sana" ucap Albert dengan santai.


Arrgghhh...........


"Sial kenapa aku selalu saja sial" teriak Kevin dengan kesal.


"Oh kata bos besok kamu harus datang tepat pukul 06:00 pagi tidak boleh terlambat" ucap Albert dengan tatapan tajam.


"Apa kenapa tidak sekalian suruh aku nginap di dalam mobil saja" ucap Kevin sambil menghentak kakinya dengan kesal.


"Ide bagus" ucap Albert berlalu pergi sambil tersenyum sinis.


Kevin yang kesal kembali masuk ke dalam mobilnya dan pergi ke apartemen puri orchid untuk kembali tidur. Di waktu yang sama tapi berbeda tempat om Arka sedang membicarakan sesuatu yang sangat penting dan sangat rahasia bersama dengan Bima.


Keduanya bertemu untuk membahas tentang masa depan Sean dan apa yang harus mereka lakukan untuk membuat Sean tidak berubah menjadi seorang monster. Tanpa Bima sadari ternyata orang suruhan Alan mendengar semua pembicaraan mereka.


"Hahahaha! Sekarang aku tahu kunci kesuksesanmu Bima" ucap Alan sambil tertawa mendapat laporan anak buahnya.


Alan lalu menelpon Adam untuk berbicara mengenai taktiknya untuk merebut harta dari besan cucunya sendiri. Sedari dulu ia sangat rakus dan tamak untuk menjadi orang terkaya no. 1 seAsia.


Bima sendiri kaget mendengar ramalan Arka yang mengatakan jika ia akan berurusan dengan musuhnya yaitu Alan Rosemary.


Aku tidak akan membiarkan kamu mendapat hartaku sepeserpun, batin Bima penuh dengan emosi.


...❄❄❄❄❄...


To be continue.............


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀