
π»Jangan pernah mengeluh karena banyak masalah tapi ingatlah kamu tidak selamanya menjadi pemeran utamaπ»
.
.
.
.
Sampai di mansion ternyata Chloe kembali terlelap, Xavier keluar setelah Albert dan lainnya keluar. Xavier mengendong Chloe membawanya masuk ke dalam mansion.
"Selamat datang tuan dan nyonya" ucap semua pelayan serentak menyambut kedatangan majikan mereka.
Xavier tak memperdulikan mereka dan langsung membawa Chloe ke dalam kamar mereka yang dulunya itu adalah kamar Xavier. Albert menyuruh pengawal membawa semua koper milik Xavier dan Chloe ke dalam.
Sampai di depan kamar Xavier membuka pintu dengan sidik jarinya seperti di mansion California. Setelah pintu terbuka ia segera masuk dan membaringkan Chloe dengan pelan.
Albert kemudian menyusul membawa koper milik Xavier dan Chloe, Xavier yang tahu kedatangan Albert hanya membiarkannya saja.
"Pulang dan istirahatlah" ucap Xavier dengan tegas.
"Baik bos permisi" ucap Albert.
"Suruh pelayan untuk menyiapkan makanan Indonesia" ucap Xavier.
"Baik bos"
Albert kemudian berlalu pergi meninggalkan Xavier bersama dengan Chloe. Chloe yang merasa risih segera bangun untuk membersihkan diri.
"Hey baby apa yang mau kamu lakukan?" tanya Xavier saat melihat Chloe bangun.
"Aku risih jika tidak mandi sayang"
"Bagaimana jika kita mandi berdua sayang" goda Xavier.
"Aku mandi sendiri saja sayang" ucap Chloe buru-buru masuk ke dalam kamar mandi.
Xavier tertawa melihat tingkah Chloe yang seperti anak kecil saja. Ia kemudian membuka semua pakaiannya menyisakan boxer saja, karena lelah akhirnya Xavier tertidur lebih dulu.
Saat Chloe keluar dari kamar mandi ia melihat Xavier yang sudah terlelap. Chloe berlalu menuju walk in closet untuk mengambil kemeja Xavier karena ia malas membuka koper.
Selesai memakai baju dan mengerikan rambut Chloe langsung naik ke ranjang menyusul sang suami yang sudah nyenyak. Chloe memeluk Xavier dan tidur di atas dadanya dengan nyaman.
~ Bandung, Jawa Barat ~
Saat sampai di Bandung Mira sangat senang bertemu dengan kakak perempuannya yang tengah pulang ke rumah. Mira membagikan oleh-oleh untuk kedua adiknya dan kakaknya tak lupa juga untuk ayah dan ibunya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Banyak sekali oleh-oleh yang kamu bawa nak" ucap ibu Asmi dengan kaget.
"Kebanyakan ini semua pemberian Chloe bu waktu dia dan suaminya berlibur ke Italia bu" ucap Mira.
"Oh ya suami nak Chloe kayaknya menyeramkan ya" ucap ayah Rangga yang mengingat pertemuan mereka di bandara tadi.
"Bukan lagi pak suaminya Chloe itu orangnya dingin banget dan bicaranya dikit aja beda kalau sama istrinya dirinya berubah menjadi lembut 100 derajat bu" ucap Mira dengan menggebu-gebu.
"Emang suaminya kaya ya sampai kamu naik pesawatnya gratis?" tanya ibu Asmi penasaran.
"Orang suaminya orang no.1 terkaya di dunia bu" ucap Mira dengan cepat.
"Apa" ucap mereka semua serentak kaget.
"Teteh yang benar jangan bohong deh?" tanya Rudi penasaran.
"Coba kamu cari aja di google nanti muncul orangnya" ucap Mira sambil menyodorkan hpnya.
"Emang namanya siapa teh"
"Namanya Xavier Arthur Wesly"
Rudi segera mengetikan nama Xavier di kolom pencarian. Tak lama gambar Xavier muncul sangat banyak di halaman pencarian.
"Teh ini orangnya ya" ucap Rudi.
"Yup! Benar sekali"
"Astaga teh ini orang ganteng pisan atuh kayak dewa yunani" ucap Adi yang kaget melihat wajah keseluruhan Xavier.
Semuanya pada mendekat melihat wajah Xavier yang datar dan tatapan tajam tapi tidak mengurangi ketampanannya. Ayah dan ibu Mira kaget membaca berita mengenai Xavier yang memang adalah orang terkaya di dunia.
"Beruntung banget nak Chloe ya" ucap ibu Asmi.
"Iya bu beruntung banget Chloe bu" ucap Mira dengan senyum manis.
Mereka akhirnya kembali berbincang bersama menghabiskan waktu karena kangen dengan putri mereka yang sudah pulang. Mira lalu permisi untuk beristirahat karena masih capek setelah perjalanan jauh.
~ Mansion Rahardian ~
Sean segera pulang untuk memenuhi keinginan anaknya, sampai di mansion ia melihat mobil Queen yang terparkir di halaman depan mansion.
Sean keluar dari mobil setelah asistennya yang bernama Dimas membuka pintu untuknya. Sean melangkah masuk ke dalam dengan langkah pasti diikuti oleh Dimas dari belakang.
Sampai di ruang keluarga Sean melihat Queen yang sedang menikmati cemilan sambil membaca majalah. Merasa ada langkah kaki Queen mengangkat kepalanya dan seketika tersenyum melihat Sean yang sudah ada di depannya.
"Mas kamu sudah pulang" ucap Queen dengan senyum manis.
"Heeemmm"
Sean langsung duduk di samping Queen dan segera mengelus perut sang istri. Queen tersenyum bahagia melihat Sean yang mengelus perutnya dengan lembut.
"Anak papa kangen ya sama papa" ucap Sean dengan lembut.
Maya yang melihat Sean berbicara dengan anaknya tersenyum bahagia. Dia berterima kasih karena Sean masih mengingat anaknya meski tidak mencintai ibunya.
"Ibu berharap suatu saat kamu bisa menerima Queen sebagai istrimu nak" gumam Maya dengan pelan.
Maya memutuskan untuk tidak menganggu Sean yang saat ini sedang mengelus perut Queen yang sudah membesar. Usia kandungan Queen sudah 3 bulan lebih, beruntung dirinya tidak mengidam aneh-aneh seperti ibu hamil lainnya.
"Loe udah makan?" tanya Sean datar.
"Belum mas aku masih nunggu ibu masak soalnya aku pengen makan masakan ibu" ucap Queen.
"Heemmm"
Queen tersenyum bahagia melihat Sean yang perhatian terhadap dirinya tanpa ia sadari ternyata Sean hanya perhatian dengan janin yang berada dalam tubuhnya saja.
Sean mengajak Queen untuk makan setelah pelayan memberi tahu kalau Maya sudah selesai masak soto ayam. Queen makan dengan lahap sampai nambah 2 kali, Maya yang melihat menantunya makan dengan lahap tersenyum bahagia.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Setelah mengelus perut Queen dan melihatnya makan Sean lalu beranjak kembali ke perusahaan karena masih banyak pekerjaan.
"Sayang sebentar kamu diantar sama sopir ya ibu ngak mau kamu kenapa-napa" ucap Maya dengan khawatir.
"Iya bu"
"Ibu tahu sampai saat ini Sean belum buka hati untukmu tapi ibu mohon kamu bersabar ya pasti Sean akan membuka hati untukmu sayang" ucap Maya sambil mengelus lembut kepala Queen.
"Iya bu Queen akan bersabar" ucap Queen dengan senyum manis.
Setelah mengobrol bersama mertuanya Queen pun pamit pulang saat melihat jam sudah pukul 16:00 sore. Maya menyuruh sopirnya mengantar Queen pulang tak lupa memasukan berbagai macam masakan untuk Queen.
~ Mansion Xavier ~
Chloe bangun dan melihat langit yang sudah berubah warna menjadi jingga. Ia perlahan bangun dan segera membersihkan diri sebelum keluar.
Chloe keluar dari kamar melihat keadaan mansion yang sama seperti 4 tahun terakhir dia datang kesini. Chloe turun dan langsung menuju meja makan karena ia sangat lapar.
"Tolong siapkan sepiring bakso untukku" ucap Chloe.
Chloe melihat foto pernikahannya yang digantung di ruang keluarga pas di tangga dengan ukuran besar. Ia seketika tersenyum karena tahu ini semua kerjaan suaminya.
Untung dalam kamar bukan foto nikah gue kalau ngak ini mansion udah berubah menjadi galeri pernikahan, batin Chloe sambil menggelengkan kepala.
Tak lama sepiring bakso sudah di hidangkan untuknya. Chloe langsung memakan bakso tersebut karena sudah rindu akan masakan yang satu ini.
Tak lama Xavier muncul dan berdiri di sebelah istrinya. Xavier mencium pelipis Chloe lalu beranjak duduk di kursi khusus di bagian utama.
"Apa hanya itu yang kamu makan sayang?" tanya Xavier dengan lembut.
"Aku hanya menginginkan ini saja sayang" jawab Chloe dengan lembut.
"Tapi kamu harus makan sedikit nasi sayang" ucap Xavier sambil mengelap sudut bibir Chloe.
"Nanti saja sayang"
"Heemmm! Bawakan aku makanan" ucap Xavier dengan tegas.
Para pelayan lalu menyiapkan berbagai macam hidangan Indonesia di atas meja. Chloe awalnya kaget melihat begitu banyak makanan tapi seketika ia tahu jika sang suami harus memilih yang mau dinikmatinya.
"Ambil saja rendang dan ikan balado sayang" ucap Chloe sambil menunjuk kedua masakan itu.
"Apa tidak terlalu pedas" ucap Xavier ragu melihat ikan balado yang berwana merah bumbunya.
"Biar aku coba dulu sayang"
Chloe mengambil ikan tersebut dan mencobanya sebelum sang suami memakannya.
"Ini tidak pedas sayang" ucap Chloe.
Xavier lalu mengambil sesuai perkataan Chloe dan menikmati makanan tersebut dengan lahap. Raut mukanya mengernyit saat memakan makanan itu tapi tetap makan.
"Biar sebentar aku yang masak sayang" ucap Chloe yang tahu suaminya hanya suka masakannya.
"Jangan kamu masih capek baby" ucap Xavir dengan tegas.
"Tidak apa-apa sayang lagian aku mau melayani suamiku"
"Heemmm! Terserah kamu saja sayang"
Chloe tersenyum dan melanjutkan makannya, setelah itu keduanya menghabiskan waktu duduk di taman belakang yang berisi mawar kesukaan Chloe.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Xavier memeluk Chloe dari belakang dengan mesra menikmati senja saat ini. Chloe mengelus lengan Xavier dengan lembut.
"Sayang terima kasih karena sudah membawaku ke Indonesia" ucap Chloe lembut.
"Sama-sama baby"
"Apa aku bisa bekerja di perusahaan kamu sayang?" tanya Chloe dengan gugup.
"Untuk apa baby" ucap Xavier dengan raut wajah tidak suka.
"Aku ingin membalaskan dendam aku dengan caraku sendiri hubby aku tahu kamu sudah menyiapkan rencana untukku kan sayang" ucap Chloe dengan tatapan tajam.
"Aku tidak bisa berbohong sayang. Kamu benar saat ini aku sudah mulai dengan membeli saham di kedua perusahaan itu" ucap Xavier menjelaskan rencananya.
"Biarkan aku yang membalas semuanya dan mengambil hak aku sayang" pinta Chloe dengan suara lembut penuh permohonan.
"Baiklah sayang" ucap Xavier mengalah.
Tak terasa waktu berlalu dengan cepat dan kini Chloe dan Xavier sudah berada di dalam kamar mereka. Xavier masih menelpon dengan Albert membahas posisi apa yang cocok untuk Chloe di perusahaan.
Chloe saat ini memandang dirinya di depan kaca dengan gugup. Ia menatap lingerie tipis transparan berwarna merah yang sangat menggoda.
"Malam ini gue akan melaksanakan kewajiban gue sebagai seorang istri" ucap Chloe dengan jantung berdetak kencang.
Chloe membersihkan tubuhnya terlebih dahulu tak lupa memberi aroma mawar di sekitar leher dan lengangnya. Chloe memakai lingerie itu dan menatap dirinya di depan kaca dengan gugup.
Ceklek...........
Pintu kamar mandi dibuka dan Chloe berjalan dengan perlahan menuju meja rias. Xavier yang sedang berbicara dengan Albert seketika menelan salivanya dengan susah.
Ia lalu mematikan panggilannya dengan cepat dan menaruh hpnya di atas nakas dekat ranjang. Xavier berjalan menuju ke arah Chloe dengan cepat.
Chloe sendiri duduk dengan jantung berdegup kencang melihat Xavier yang berdiri dibelakangnya.
"Apa kamu menggoda aku Mrs. Wesly" ucap Xavier dengan suara serak.
"Jika Mr. Wesly katakan seperti itu berarti jawabannya ya" ucap Chloe mengedipkan matanya di depan kaca.
Xavier membalik tubuh Chloe dan langsung mencium bi**r Chloe dengan rakus, Xavier men****t da me****t bi**r Chloe dengan penuh nafsu dan menuntut.
Chloe kewalahan mengimbangi ciuman sang suami yang sudah terbakar nafsu. Entah sejak kapan keduanya sudah berada di atas ranjang tanpa sehelai benang pun.
Suara erangan Chloe mendesah di bawah Xavier, mendengar suara ******* sang istri Xavier sudah tidak bisa mengontrol hasratnya lagi.
Jeritan kesakitan terdengar di dalam kamar itu ketika Xavier berhasil menerobos kepa*****an sang istri. Chloe mencakar tubuh Xavier dengan kuat karena tidak bisa menahan rasa sakit di bagian intinya.
Air mata Chloe mengalir dari mata indahnya, Xavier mencium Chloe dengan lembut mengalihkan rasa sakit tersebut. Xavier yang pertama kali merasakan nikmatnya seorang gadis virgin tak bisa mengendalikan dirinya.
Beruntung kamar Xavier kedap suara jadi tidak ada yang mendengar suara keduanya yang sedang memadu kasih dia atas ranjang.
Xavier melakukannya beberapa kali tanpa berhenti, Chloe yang sudah sangat lelah hanya pasrah saja membiarkan suaminya menuntaskan gairahnya selama ini.
Tepat pukul 05:00 pagi Xavier menjatuhkan dirinya di samping Chloe dengan tubuh yang lelah. Xavier mencium kening Chloe lalu memeluknya dengan erat.
7 jam tanpa henti Xavier melakukan hubungan suami istri dengan Chloe, ia betul-betul menepati janjinya yang tidak akan melepaskan Chloe saat sampai ke Indonesia.
Beruntung hari ini weekend jadi Xavier bebas tidur sampai ia puas. Para pelayan yang sudah bangun mulai membersihkan mansion dan melakukan pekerjaan mereka masing-masing tidak mau menganggu sang majikan yang masih tidur.
Tepat pukul 08:00 pagi Albert, Thomas, dan Kevin sudah berada di mansion Xavier. Mereka datang ke sana sesuai perintah Xavier semalam untuk membahas posisi buat Chloe di perusahaan.
"Dimana bos?" tanya Albert pada pelayan.
"Tuan dan nyonya masih belum turun tuan" ucap pelayan tersebut.
"Heemmm"
"Tolong kasih aku americano dingin satu ya" teriak Kevin pada pelayan.
"Baik tuan Kevin"
Pelayan itu lalu pergi menuju dapur untuk membuatkan minuman pesanan Kevin dan juga Albert serta Thomas. Albert dan Thomas mulai mengerjakan pekerjaan mereka berbeda dengan Kevin yang memainkan game online di hpnya.
"Memangnya bos kemana" ucap Kevin.
"Tidur" jawab Albert ketus.
"Pasti mereka lagi ehmm ehhmm kan" ucap Kevin dengan cekikan.
Thomas melirik Kevin lalu melempar bantal sofa tepat mengenai wajah Kevin. Dia langsung menatap tajam Thomas dengan kesal.
"Tutup mulutmu jika tidak ingin dihukum oleh bos"
"Iya tapi tidak harus melempar bantal sofa kan" ucap Kevin dengan bibir menggerutu.
"Terserah aku, suka-suka aku" ucap Thomas dengan santai.
Kevin menatap Thomas dengan tatapan kesal seperti ingin melemparkan sepatu ke mukanya, tapi ia tidak berani karena Thomas sangat ahli bela diri dibawah Albert dan Xavier.
...βββββ...
To be continue...............
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€