Heartless

Heartless
Episode 179



🌻Masing-masing orang sudah memiliki takdir mereka sejak lahir jadi jangan pernah mengeluh dengan apa yang kamu punya saat ini🌻


.


.


.


.


Xavier tiba di mansion sambil membawa pesanan sang istri. Chloe yang menunggu kedatangan suaminya segera bangun dengan wajah senang, Xavier tersenyum melihat wajah sang istri yang sangat senang.


Baru saja dirinya ingin memeluk Chloe tiba-tiba Chloe segera merebut kantong plastik di tangannya dan berlalu pergi. Mood Xavier seketika berubah menjadi sangat kesal.


Tiba di ruang makan Chloe merasa aura dibelakangnya sangat dingin, dia lalu ingat jika sudah mengabaikan sang suami. Chloe lalu berbalik kembali ke ruang keluarga dan mendapati suaminya berdiri dengan wajah dingin.


"Sayang" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Cih!"


Chloe memeluk tubuh Xavier dan menjinjit kakinya untuk mencium pipi sang suami. Melihat hal tersebut Xavier membalas pelukan istrinya dengan erat.


"Maaf ya hubby tadi aku terlalu senang dapat rujaknya makasih ya sayang" ucap Chloe.


"Makasihnya nanti di dalam kamar saja sayang" ucap Xavier sambil menaik turunkan alisnya.


Wajah Chloe seketika merah padam karena mendengar perkataan suaminya yang menurutnya sangat vulgar. Melihat pipi Chloe yang bersemu merah membuat Xavier menjadi tertawa.


Keduanya lalu menuju ke ruang makan untuk menikmati rujak pesanan sang istri. Sampai disana Chloe segera menyantap rujak tersebut dengan lahap tanpa merasa asam.


Melihat hal tersebut Xavier merasa giginya seperti ngilu meski dirinya tak makan. Chloe menawari suaminya rujak tapi langsung ditolak oleh Xavier.


Setelah menghabiskan 2 porsi rujak Chloe lalu meminta Xavier menggendongnya karena dirinya malas berjalan. Xavier melakukan semua keinginan sang istri dengan senang hati.


"Sayang pasti kamu sudah mendapat laporan dari Mike tentang apa yang aku beritahukan" ucap Chloe.


"Iya sayang dan sesuai prediksi aku ternyata orang yang menabrak Kevin adalah orang mengintai mansion kita" ucap Xavier.


"Kok bisa memangnya orang itu belum ditangkap sayang" ucap Chloe dengan kaget.


"Belum sayang karena dia merupakan perwakilan anggota kepolisian dari Italia dan dikawal oleh polisi di negera ini dengan ketat"


"Jangan bilang ini semua rencana mereka sayang" ucap Chloe dengan tegas.


"Seperti yang kamu pikirkan baby makanya aku sudah mengirim Kevin kembali lebih dulu"


"Jadi Kevin tidak ada lagi di Indonesia"


"Heemmmm"


"Bagaimana keadaannya sayang?" tanya Chloe penasaran.


"Kevin hanya patah tulang di bahu kirinya dan tidak ada luka serius sayang" ucap Xavier sambil mengelus pipi Chloe.


"Ah! Syukurlah sayang" ucap Chloe dengan lega.


"Heemmmm"


Xavier lalu memberitahu Chloe agar tidak boleh kemana-mana dan jika ingin keluar harus bersamanya. Chloe hanya mengangguk kepalanya karena ia tahu apa yang disuruh oleh suaminya semua itu untuk kebaikannya juga.


Hari berlalu dengan cepat dan tanpa terasa sudah 3 hari berlalu sejak kecelakaan Kevin. Pagi ini entah kenapa Chloe merasa perasaannya tidak enak seperti ada sesuatu yang akan terjadi.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Chloe berpikir jika perasaannya itu mungkin karena kepikiran kejadian beberapa hari lalu. Dimana saat malam mereka tidur keduanya dikagetkan oleh Albert yang melapor tentang ada penyusup.


Malam itu Xavier sangat emosi dan membentak semua pengawal mereka yang sempat kecolongan. Ternyata penyusup itu belum sempat masuk ke mansion sudah diketahui oleh anak buah Xavier yang bertugas memeriksa semua yang keluar masuk.


Dari situ Chloe merasa tidak tenang tapi beruntung ada suaminya yang selalu menenangkannya. Setelah bangun dan memasak sarapan untuk suaminya Chloe lalu meminum susu ibu hamil dan berjalan-jalan di taman.


Entah kenapa hari ini dirinya sangat ingin pergi ke danau di samping sekolahnya.


Semoga Xavier ngijinin gue kesana, batin Chloe penuh harap.


Dirinya lalu segera masuk ke dalam kamar untuk membangunkan sang suami sekaligus meminta ijin. Sampai di dalam kamar Chloe tersenyum hangat melihat Xavier yang masih terlelap.


Ia lalu duduk di samping ranjang dan mengelus kepala Xavier dengan lembut. Xavier yang sangat peka akan sentuhan seketika membuka matanya dan langsung disambut dengan senyuman bahagia dari Chloe.


"Morning hubby"


"Morning too my wife" ucap Xavier dengan suara serak.


Xavier lalu mencium b***r Chloe dan me****tnya seperti biasa. Chloe membalas ciuman lembut suaminya dengan bahagia.


"Morning kiss baby"


"Iya sayang"


Chloe lalu menyuruh Xavier bangun dan bersiap ke kantor. Ia lalu menyiapkan setelan kantor sang suami tak lupa membereskan ranjang mereka.


Xavier keluar dengan handuk sebatas pinganggnya menutup area privasinya. Chloe lalu membantu mengeringkan rambut Xavier dan memakai pakaian.


"Perfect" ucap Chloe dengan senyum puas.


"Thank you baby" ucap Xavier sambil mencium kening sang istri.


Xavier lalu mengajak Chloe ke sofa untuk berbicara dengan sang anak sebelum pergi ke perusahaan.


"Jaga mommy ya sayang dan baik-baik di dalam sana" ucap Xavier sambil mengelus perut buncit sang istri.


Chloe tersenyum bahagia melihat suaminya yang sangat mencintai mereka berdua.


Terima kasih atas cintamu yang sangat besar dan tulus baby, batin Chloe.


Xavier lalu mengajak Chloe untuk sarapan dibawah, karena takut istrinya kelelahan Xavier mengendong Chloe dengan hati-hati menuju ruang makan. Sepanjang jalan Chloe hanya menaruh kepalanya di dada sang suami karena malu dilihat pelayan.


Meski tidak akan ada satu pelayan yang berani bergosip tapi ia sangat malu. Chloe lalu menaruh sarapan untuk Xavier di piringnya dan sarapan bersama dengan keheningan.


Melihat suaminya sudah selesai sarapan Chloe berniat ingin meminta ijin untuk keluar ke danau tempat rahasianya dulu.


"Hubby" ucap Chloe dengan gugup.


"Ada apa sayang" ucap Xavier dengan lembut


"Uhmm! Itu apa aku bisa minta ijin sayang" ucap Chloe dengan penuh harap.


Xavier menatap tajam Chloe yang saat ini sedang menunduk. Entah kenapa dia merasa jika tidak boleh membiarkan istrinya untuk keluar hari ini.


"Katakan alasannya sayang" ucap Xavier dengan suara tegas.


"Uhmm! Aku ingin pergi ke danau tempat rahasiaku dulu di samping sekolah aku sayang" ucap Chloe dengan perasaan was-was.


"Baiklah sayang tunggu aku pulang baru kita ke sana" ucap Xavier.


"Yang benar sayang?" tanya Chloe dengan wajah riang.


"Heemmmm" deham Xavier sambil mengangguk kepalanya.


Chloe segera memeluk suaminya karena bahagia bisa di ijinkan. Xavier sendiri membalas pelukan sang istri sambil mencium keningnya dengan lembut.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Xavier lalu berangkat bersama Albert yang sudah menunggu di depan mansion. Chloe tersenyum hangat sambil melambaikan tangannya mengantar kepergian suaminya ke perusahaan.


Tanpa keduanya sadari ternyata Adam dan Laura baru saja melewati gerbang mansion mereka dengan pelan. Keduanya ternyata sedang mengawasi Chloe setelah mendapat informasi alamat mansion Chloe dari Kenan.


2 hari sebelumnya keduanya pagi-pagi sudah bertamu di rumah adik perempuannya Adam yaitu Ani. Saat itu keadaan mansion lagi sepi karena semua penghuni sudah pergi beraktifitas tinggal Kenan sendiri.


Awalnya Kenan bingung melihat kedatangan om dan tantenya. Tapi sesaat ia sangat senang karena kedatangan keduanya untuk meminta maaf sekaligus meminta alamat Chloe untuk pergi meminta maaf.


Kenan tanpa pikir panjang segera menuliskan alamat mansion Chloe, dia pikir jika tante dan omnya ini sudah berubah dan bertobat.


Saat pulang Adam dan Laura tertawa puas karena sudah membodohi keponakan mereka. Keduanya lalu menyusun rencana untuk mengintai Chloe karena tahu Chloe dijaga sangat ketat.


"Adam apa kita akan menunggu sampai penjagaan mereka lengah" ucap Laura.


"Tidak sayang kita ikuti saja Chloe saat Chloe pergi keluar dari mansion dan disitu barulah kita bereaksi" ucap Adam dengan senyuman iblis.


"Ok rencana yang bagus" ucap Laura sambil tertawa.


Adam ikut tertawa melihat tawa istrinya saat ini. Keduanya lalu memutuskan untuk menunggu mobil Chloe hari ini di persimpangan jalan.


~ RH Hospital ~


Saat ini Queen sedang ditemani oleh Lidia dan Steven, tak lama dokter pun masuk dan memeriksa keadaan Queen. Selama pemeriksaan Queen hanya diam tak menunjukan ekspresi apapun.


Dokter yang memeriksanya sempat bingung apa Queen mengalami trauma atau tidak. Memang setelah sadar ia terus berteriak tidak jelas tapi itu hanya sehari saja.


"Bagaimana keadaan adik saya dok?" tanya Steven dengan khawatir.


"Keadaan nyonya Queen sudah mulai membaik dan luka di bagian k*****nnya juga sudah mengering, jadi sore nanti nyonya Queen sudah bisa pulang"


"Ah! Syukurlah" ucap Lidia dengan senang.


"Terima kasih banyak dok" ucap Steven.


"Iya sama-sama kalau begitu saya permisi tuan" ucap sang dokter.


"Iya dok" ucap Steven.


Steven lalu mencium puncak kepala adiknya dengan lembut karena merasa bahagia, akhirnya adiknya ini bisa sembuh. Mengingat setelah sehari ia sadar Steven sempat berbicara dengan dokter.


Tanpa keduanya sadari ternyata Queen sudah sadar dan mendengar pembicaraan keduanya. Dari situlah saat Queen sadar ia hanya diam menampilkan ekspresi biasa saja tapi sebenarnya itu adalah akting.


Hari berlalu dengan cepat dan tanpa terasa sudah sore hari. Queen ditemani oleh Lidia, Steven, dan Aurel segera keluar dari rumah sakit setelah Steven membayar lunas biaya rumah sakit Queen.


Di dalam mobil hanya ada keheningan saja tidak ada satu pun yang berbicara. Saat melewati taman kota Queen kaget melihat mantan mertuanya dan anaknya yang berada disana dan tersenyum penuh arti.


"Stop ka" ucap Queen dengan suara lembut.


Steven lalu menepikan mobilnya di area agak jauh dekat sekitar taman kota, ia lalu berbalik menghadap ke belakang melihat Queen dan neneknya dengan bingung.


"Ada apa princess" ucap Steven dengan lembut.


"Aku ingin menenangkan diri di taman kota sendirian ka"


"Apa tidak princess kakak ngak ngizinin, kamu itu baru sembuh dari sakit"


"Kak please, aku ingin menata hati dan perasaan aku ka.......hiks hiks hiks" ucap Queen sambil menangis.


Aurel memegang lengan suaminya dan menyuruhnya agar mengikuti kemauan adiknya. Steven melihat sang nenek yang juga mengangguk kepalanya untuk membiarkan Queen sendiri saat ini.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Baiklah tapi kamu jaga diri ya, kalau ada apa-apa segera hubungi kakak" ucap Steven dengan cemas.


"Iya ka terima kasih" ucap Queen dengan wajah kembali riang.


Steven lalu menyodorkan hp milik Queen kepada sang adik, Queen menerimanya dan segera pergi keluar dengan perasaan senang. Di dalam mobil Steven seperti tidak rela adiknya harus sendiri lagi.


"Kenapa nenek dan kamu ngizinin Queen untuk menyendiri" ucap Steven dengan bingung.


"Mas aku itu tahu Queen pasti ingin menyendiri setelah kejadian itu. Perempuan mana sih yang ngak hancur hati dan harga dirinya setelah mengalami kejadian itu makanya aku membiarkan Queen untuk menata hati dan perasaannya saat ini mas" ucap Aurel sambil tersenyum hangat.


"Nenek setuju sama perkataan istrimu sekuat-kuatnya seorang perempuan ia pasti membutuhkan waktu untuk menyendiri demi menata hati dan perasaannya sayang" ucap Lidia dengan lembut.


"Iya nek Steven ngerti" ucap Steven.


"Gitu dong baru suami aku" ucap Aurel sambil tersenyum hangat.


"Iya sayang"


Lidia tersenyum melihat keharmonisan keluarga cucunya.


Semoga kamu tidak seperti daddy kamu nak, batin Lidia.


~ Taman Kota ~


Suasana di taman kota saat ini sangat ramai, ada yang berolahraga, ada yang menghabiskan waktunya dengan keluarganya atau ngumpul bareng teman-teman.


Maya yang juga ada disana membawa sang cucu untuk jalan-jalan di sekitar taman kota. Ares yang berada dalam troly tertawa dan tersenyum bahagia karena baru kali ini ia diajak keluar dari mansion.


"Cucu nenek senang banget ya" ucap Maya dengan senyum manis.


Bayi 6 bulan itu tertawa dengan celoteh bayinya menjawab pertanyaan sang nenek. Tak lama hpnya berbunyi tanda panggilan masuk dari sang suami, Maya lalu menyuruh sang pengasuh untuk melihat Ares sedangkan dirinya menerima telpon dari Riko.


^^^"Halo mas"^^^


"Kamu lagi dimana sayang aku di mansion Sean tapi kamunya ngak ada" ucap Riko dengan kesal dari seberang.


^^^"Hehehe! Maaf mas aku lagi ngajak Ares jalan-jalan di taman kota biar dia ngak sumpek di mansion saja"^^^


"Kenapa ngak tunguin aku sih" ucap Riko dengan kesal.


^^^"Loh kan aku ngak tahu kamu mau nyusul aku ke sana mas" ucap Maya dengan santai.^^^


"Tunggu aku disana jangan kemana-mana sayang"


^^^"Iya mas hati-hati ya"^^^


"Iya sayang"


Riko lalu mematikan panggilannya sepihak. Saat Maya berbalik ingin kembali ke cucunya ia melihat sang pengasuh sedang bersama seorang wanita.


Saat ingin melangkah tiba-tiba ada yang memanggilnya dari arah samping dengan kencang.


"Jeng Maya" teriak seorang wanita paruh baya.


"Jeng Luna" ucap Maya dengan kaget.


Pasalnya Luna adalah teman arisannya dulu yang pernah dekat dengan dirinya, tapi ia dan suaminya pindah ke Kalimantan karena suaminya jadi walikota disana.


"Aduh kangen banget jeng udah lama ya ngak ketemuan" ucap Luna sambil cipika cipiki.


"Iya loh jeng udah lama banget terakhir kan 3 tahun lalu saat jeng belum pindah" ucap Maya.


"Benar jeng kan aku ikut suami aku makanya kita ngak ketemuan lagi" ucap Luna.


Keduanya lalu mengobrol dengan hangat bertukar cerita selama ini. Tanpa Maya sadari ternyata perempuan tadi adalah Queen dan Queen sudah mengelabui pengasuh Ares yang baru.


Sang pengasuh hanya mengiyakan saja karena Queen menunjuk ke arah Maya yang duduk di kursi taman tidak jauh dari mereka. Queen berbohong jika ia adalah sepupu Sean dan ingin mengendong Ares.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Saat sang pengasuh lengah Queen lalu membawa kabur Ares dalam gendongannya, ia lalu menyetop taksi yang saat itu lewat di depannya.


Sang pengasuh yang sadar sudah tidak ada keberadaan Queen lagi, segera berlari dengan panik menuju Maya. Sampai disana ia dengan gugup melihat Maya.


"Loh kenapa kamu disini Ati ngak jaga Ares" ucap Maya dengan bingung.


"Maaf nyonya tapi tadi ada seorang perempuan ngaku katanya dia sepupu tuan muda dan dia mengendong tuan muda Ares menuju nyonya, saya pikir keduanya ke arah nyonya makanya saya datang" ucap Ati sang pengasuh.


"Ngak kok saya dari tadi ngobrol sama teman saya ngak ada sepupunya Sean disini" ucap Maya dengan bingung.


"Jeng jangan-jangan cucunya di culik" ucap Luna.


"Apa" ucap Maya dengan teriakan kencang.


Riko yang baru saja sampai dan mendengar teriakan sang istri segera berlari kearahnya dengan cepat. Sampai disana ia melihat Maya yang sudah menangis tersedu-sedu.


"Sayang kamu kenapa" ucap Riko dengan lembut.


"Mas.......hiks hiks hiks" ucap Maya berlari masuk ke dalam pelukan suaminya.


Riko kaget melihat istrinya yang menangis tersedu-sedu. Ati yang melihat tatapan tajam tuan besarnya hanya menunduk takut mengangkat kepalanya.


"Apa yang terjadi"


"Ares mas"


"Ares kenapa dimana Ares sayang" ucap Riko dengan perasaan tidak enak.


"Ares.......hiks hiks......diculik mas.....hiks" ucap Maya sambil menangis.


Duar.......


Bagai disambar petir seketika Riko kaget mendengar perkataan istrinya. Maya lalu bercerita dari awal sampai ia didatangi Ati sang pengasuh Ares.


Riko lalu membawa sang istri pulang dan juga tak lupa pengasuh Ares. Riko lalu menyuruh Rio tangan kanannya mengecek cctv dan kerahkan semua anak buah mereka.


~ SR Company ~


Sedari tadi perasaan Sean tidak tenang seperti ada sesuatu yang terjadi. Tak berapa lama tiba-tiba foto sang anak yang ia simpan di atas meja kerjanya jatuh dengan sendirinya.


Sean melihat bingkai foto sang anak yang sudah pecah di lantai dengan perasaan tidak menentu. Ia lalu mengambil bingkai foto Ares yang sedang tertawa girang dalam pelukannya.


"Kenapa perasaan gue ngak enak gini ya" ucap Sean dengan perasan cemas.


Tak lama hpnya berbunyi tanda panggilan masuk dari sang papa. Sean lalu menjawab penggilan dari sang papa.


^^^"Ada apa pa"^^^


"Kamu pulang sekarang son"


^^^"Emang kenapa sih pa"^^^


"Ares diculik barusan"


^^^"Apa" teriak Sean dengan kencang.^^^


Sean lalu mematikan panggilan sepihak dan berlari keluar menuju mobilnya diikuti oleh Denis. Denis yang sudah dikabari oleh Riko segera mengambil alih kemudi dan membawa sang tuan pulang ke mansion.


Di lain tempat tepatnya di danau rahasia milik Chloe saat ini ia tengah memandang danau ditemani sang suami. Tak lama Xavier berlalu ke arah Albert yang memberinya pesan jika orang suruhan nenek tua itu kembali lagi ke mansion.


Tiba-tiba Chloe dibekap dari belakang dengan obat bius sampai tak sadarkan diri. Para pengawal yang berdiri dari jauh segera berlari menuju ke tempat sang nyonya tapi terlambat.


"Ada apa" ucap Xavier dengan bingung.


"Nyonya diculik barusan bos" ucap Mike setelah mendapat kabar dari anak buahnya.


Tubuh Xavier menegang hampir saja terjatuh beruntung ditahan oleh Albert. Seketika aura menghitam dan membunuh sangat terasa di sana.


"Cari istriku sampai dapat detik ini juga" ucap Xavier dengan tatapan menghitam penuh aura gelap.


...❄❄❄❄❄...


To be continue................


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀