
π»Menjadi baik itu mudah cukup diam saja kamu terlihat baik yang tidak mudah itu menjadi bermanfaat karena untuk bermanfaat kamu harus berjuangπ»
.
.
.
.
Thomas yang pagi ini akan bertemu dengan Valeria sedari pagi sudah tidak sabar. Ia bisa saja pergi saat masih jam 06:00 pagi tapi ia tahu tidak seharusnya bertamu pagi sekali.
"Apa sebenarnya maksud Valeria dan bantuan apa" ucap Thomas dengan sejuta pemikiran.
Sedari kemarin ia terus memikirkan maksud Valeria tapi belum juga ia tahu inti dari semua ini. Thomas mengangkat kepalanya dan melihat sudah jam 07:00 pagi tepat, karena sangat penasaran ia memutuskan untuk pergi saat ini juga.
~ Kingdom Apartment ~
Setelah mengendarai mobilnya selama 15 menit dari blue ocean apartment akhirnya Thomas tiba di kingdom apartemen. Salah satu apartemen termewah di California yang berada di urutan no.2 setelah apartemen blue ocean.
Thomas menyerahkan kunci mobilnya kepada tukang parkir yang sudah stand by di lobby apartemen. Thomas lalu masuk menuju ke lift untuk meluncur ke lantai 75 lantai paling atas.
Ting........
Bunyi lift tanda ia sudah sampai di lantai 75, Thomas segera masuk ke dalam penthouse milik Valeria karena ia sudah memiliki akses. Thomas masuk dan mengedarkan pandangannya mencari Valeria.
"Honey where are you" ucap Thomas dengan suara keras.
Tak mendapati jawaban Thomas segera menuju kamar Valeria di lantai dua. Sampai di dalam kamar ia tersenyum melihat Valeria yang masih bergulung di bawah selimut.
Thomas beranjak ke samping ranjang dan duduk di samping Valeria. Ia mengelus kepala Valeria dengan lembut dan penuh cinta, Valeria yang sangat peka akan sentuhan perlahan-lahan membuka matanya.
Saat matanya terbuka ia mendapati mata coklat yang sangat indah memandangnya dengan penuh cinta.
Kenapa jantung gue berdetak dengan cepat kayak gini, batin Valeria dengan penuh tanda tanya.
"Good morning honey" ucap Thomas sambil tersenyum manis.
Valeria menetralkan degub jantungnya dan bangun karena tidak ingin Thomas melihat wajahnya yang tersipu malu. Saat bangun Valeria tak sadar jika ia hanya memakai baju tidur tipis dan sangat pendek.
Thomas menelan salivanya dengan kasar melihat pemandangan di depannya. Hasratnya seketika bangun tapi ia berusaha menahan hasratnya karena tidak ingin membuat Valeria mencapnya sebagai laki-laki berengsek.
"Aku tunggu kamu di luar sayang" ucap Thomas dengan suara serak.
"Heemmmm"
Valeria tahu jika saat ini Thomas sedang menahan hasratnya. Saat melihat Thomas sudah keluar seketika ia lemas dan terjatuh di lantai, ternyata bukan cuma Thomas saja yang malu tapi Valeria juga.
"Sial malu banget gue mana gue lupa kalau lagi make gaun tidur lagi" gumam Valeria dengan wajah merah padam.
Valeria segera beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. 30 menit kemudian Valeria keluar dengan wajah yang sudah lebih fresh dari sebelumnya.
Tak mau membuat Thomas menunggu lama Valeria segera berpakaian dan mengoleskan wajahnya dengan bedak tabur dan liptint.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Apa kamu sudah sarapan" ucap Valeria sambil berjalan turun dari lantai dua.
"Belum sayang" ucap Thomas sambil tersenyum.
"Heeemmmm"
Valeria menuju ke dapur dan membuatkan kopi untuk mereka berdua. Awalnya Thomas berpikir jika Valeria akan membuat sarapan tapi ternyata tidak karena selang 5 menit pelayan masuk membawa sarapan untuk keduanya.
"Aku pikir kamu akan masak" ucap Thomas dengan kecewa.
"Ada pelayan buat apa aku harus repot" ucap Valeria dengan suara dingin.
Thomas menarik napasnya dalam melihat sifat kekasihnya yang sangat dingin. Bahkan kepadanya juga Valeria terkesan dingin dan tidak tersentuh.
Setelah sarapan Valeria dan Thomas lalu berjalan ke sofa di ruang tv. Thomas menatap Valeria dengan tajam tapi Valeria tidak perduli, tanpa keduanya sedari ternyata jantung mereka berdua saat ini berdetak dengan sangat cepat.
"Jadi apa maksudmu dengan bantuan yang kemarin kamu ucapkan" ucap Thomas dengan suara tegas.
Valeria menaruh gelas yang sedang di pegangnya dan menatap Thomas dengan tajam. Keduanya saling menatap dengan tatapan tajam tidak takut apapun.
"Ayo kita menikah" ucap Valeria dengan suara datar.
"Apa" ucap Thomas dengan kaget.
Thomas kaget dengan ucapan Valeria barusan yang mengajaknya menikah. Otaknya seketika blank tidak bisa memikirkan apa-apa karena ucapan Valeria.
Suasana hening dan menegangkan sangat terasa dalam ruangan itu. Thomas tak habis pikir kenapa Valeria mengajaknya menikah bukannya biasa laki-laki yang mengajaknya menikah tapi ini sebaliknya.
Valeria tersenyum sinis saat melihat tatapan Thomas yang seperti mengerti maksud ucapannya. Thomas yang mengerti jika ini bukan tentang perasaan menatap Valeria dengan tatapan yang sulit di mengerti.
"Apa tujuanmu" ucap Thomas dengan suara dingin.
"Ternyata otakmu lumayan juga bisa berpikir dengan cepat" ucap Valeria sambil tersenyum penuh arti.
Valeria bagun dan berjalan menuju jendela melihat suasana pagi California saat ini. Thomas masih setia menatap Valeria menunggu jawaban dari semua pemikirannya saat ini.
"Aku ingin mengambil perusahaan seseorang dan aku butuh status untuk menguatkan posisiku" ucap Valeria dengan wajah dingin.
"Jadi kamu hanya butuh status bukan karena dari hatimu sendiri"
"Ya makanya aku meminta bantuanmu"
"Apa kamu pikir pernikahan itu main-main!" bentak Thomas dengan suara tinggi.
Valeria berbalik dan menatap Thomas dengan tatapan tajam. Thomas sendiri menatap Valeria dengan wajah penuh emosi, ia pikir Valeria mengajaknya menikah karena memiliki perasaan yang sama tapi ternyata tidak.
Thomas berjalan menuju arah Valeria dengan tatapan emosi. Valeria yang melihat hal tersebut berdiri dengan tenang meski ada perasaan sakit saat melihat wajah emosi Thomas.
"Aku tanya sekali lagi apa betul kamu mengajak aku menikah hanya untuk keuntunganmu saja bukan karena perasaanmu" ucap Thomas dengan suara tinggi.
"Ya itu benar" ucap Valeria dengan suara dingin.
"Kamu itu ternyata perempuan tidak berperasaan dan aku menyesal sudah mencintaimu dengan tulus" ucap Thomas dengan mata penuh penyesalan.
Deg..........
Entah kenapa hati Valeria seperti di remas kuat mendengar Thomas menyesal mencintainya. Baru kali ini merasakan cinta tulus dari seseorang tapi karena egonya tinggi ia menampik semua itu.
"Aku kecewa sama kamu ternyata selama ini hanya aku yang memiliki perasaan kepadamu" ucap Thomas sambil tertawa pilu.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Thomas meneteskan air matanya di depan Valeria, melihat hal tersebut hati Valeria seperti di pukul hamar. Thomas menatap Valeria dengan tatapan kecewa dan sakit.
Thomas lalu memilih pergi dengan perasaan sangat hancur, sebelum keluar ia menarik napasnya dalam menghembuskan dengan kasar.
"Kamu bisa mencari laki-laki lain untuk menjadi suamimu seperti keinginanmu. Asal kamu tahu sebuah pernikahan itu sangat sakral dan bukan permainan karena pernikahan itu menyatukan dua perasaan berbeda dalam satu ikatan cinta" ucap Thomas dengan suara tegas.
Thomas lalu keluar dari penthouse Valeria dengan hati yang hancur. Tanpa Thomas sadari ternyata bukan cuma dia saja yang terluka melainkan Valeria lebih terluka.
Valeria menangis dengan sangat pilu di dalam penthouse. Ia terpaksa melakukan semua ini karena ia yakin Thomas tidak akan mendekatinya setelah di ajak menikah hanya untuk sebuah status.
"Aku sangat mencintaimu Thomas tapi aku tidak bisa kehilangan dirimu karena mencintaimu" ucap Valeria sambil terisak dengan pilu.
Ternyata semua yang dilakukan Valeria semata-mata hanya ingin melindungi orang yang paling dicintainya. Ia tahu jika kelemahannya adalah Thomas dan sebelum hal itu terjadi ia harus mengorbankan perasaannya demi keselamatan Thomas.
~ Mansion Xavier ~
Berhubung hari ini adalah hari minggu Xavier memilih menghabiskan waktu bersama dengan keluarganya. Tiba-tiba hpnya berbunyi ada pesan masuk dari Albert.
Xavier mengerutkan keningnya melihat pesan berupa foto-foto Thomas yang seperti orang patah hati. Tak mau memikirkannya ia segera menghubungi Albert.
"Halo bos" ucap Albert dari seberang.
^^^"Apa maksudmu"^^^
"Anak buahku melapor kalau Thomas baru keluar dari penthouse Valeria dengan sangat menyedihkan bos"
^^^"Apa dia putus cinta"^^^
"Aku tidak tahu bos tapi sepertinya kali ini Thomas betul-betul stres sampai ia seperti kehilangan sebagian hidupnya bos" ucap Albert.
^^^"Bawa dia ke markas" ucap Xavier dengan suara tegas.^^^
"Baik bos"
Xavier lalu mematikan panggilannya dan berjalan menuju sang istri yang sedang bermain dengan Xander. Ia memberi isyarat kepada Risya untuk meninggalkan mereka.
"Anak mommy makin tambah ganteng aja" ucap Chloe dengan senyum riang.
Baby Xander tertawa mendengar ucapan sang mommy. Xavier lalu ikut berkumpul bersama dengan anak dan istrinya yang sedang bermain di ruang permainan.
"Jagoan daddy lagi main sama mommy ya" ucap Xavier dengan senyum bahagia.
"Tadi nelpon siapa hubby?" tanya Chloe.
"Albert baby"
"Apa ada masalah?" tanya Chloe karena biasanya Albert menelpon itu pasti ada hal penting yang harus dibicarakan.
"Thomas sepertinya sedang patah hati" ucap Xavier.
"Hah! Apa kok bisa memangnya siapa pacarnya sayang" ucap Chloe dengan kaget.
"Valeria"
"Sejak kapan sayang?" tanya Chloe dengan penasaran.
"Aku tidak tahu sayang"
"Kamu kok tidak tahu sih sayang Thomas itu kan orang kepercayaan kamu" ucap Chloe dengan cemberut.
"Ckk!! Aku tidak tertarik dengan urusan pribadi mereka apa untungnya buat aku" ucap Xavier dengan kesal.
Chloe hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap sang suami. Ia sangat tahu jika Xavier hanya perduli dengan dirinya sendiri, Chloe, dan anak mereka, selebihnya ia tidak perduli dengan urusan yang lain.
"Aku akan ke markas untuk bertemu dengan mereka" ucap Xavier sambil mengendong baby Xander.
"Kamu tidak menghukum musuhmu kan sayang" ucap Chloe dengan selidik.
"No baby apa kamu mau ikut" ajak Xavier.
"Tidak sayang aku di mansion saja sama anak kita"
"Heeemmmm"
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Setelah menemani anaknya bermain Xavier lalu bersiap-siap untuk ke markas. Albert sudah menunggu sang bos di ruang keluarga karena mereka akan berangkat bersama-sama.
"Aku pergi dulu sayang jangan kemana-mana" ucap Xavier sambil mencium b***r Chloe dan anaknya.
"Hati-hati sayang" ucap Chloe dengan lembut.
"Iya sayang"
Xavier lalu pergi bersama Albert dan pengawalnya, melihat mobil sang suami sudah tidak kelihatan Chloe lalu membawa Xander ke dalam kamar karena anaknya sudah mengantuk.
~ Markas Xavier ~
Setibanya di markas Xavier dan Albert di sambut oleh anak buahnya. Sam dan Ken datang menghampiri sang bos yang datang ke markas.
"Dimana Thomas" ucap Albert dengan suara dingin.
"Ada di ruangannya bos" ucap Sam.
Xavier dam Albert segera menuju ruangan Thomas. Saat masuk ke dalam bau alkohol langsung menyambut kedatangan keduanya, Xavier melihat di dalam ruangan Thomas ada beberapa botol minuman.
"Bos" ucap Kevin yang sudah lebih dulu sampai.
"Berapa banyak" ucap Xavier dengan suara dingin.
"3 botol tequila dan 4 botol wiski bos " ucap Kevin.
Thomas terus meracau nama Valeria dan sesekali menangis. Xavier yang melihat hal tersebut bingung harus melakukan apa karena ia sendiri tidak tahu harus berbuat apa pada orang yang sedang putus cinta.
"Thomas" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Bos" ucap Thomas yang belum terlalu mabuk.
"Ckk!! kamu seperti perempuan lemah" ucap Xander sambil berdecih.
Albert dan Kevin hanya menjadi pendengar saja karena tidak tahu harus melakukan apa. Thomas bangun dan duduk di sofa karena tadi ia duduk di lantai.
"Apa yang buat kamu seperti ini" ucap Xavier dengan suara tegas.
"Cinta aku hanya sepihak saja bos" ucap Thomas dengan sedih.
Ia sampai meneteskan air mata mengingat kejadian beberapa waktu lalu. Albert dan Kevin melihat Thomas yang menangis kaget bukan main, baru kali ini Thomas yang dianggap kuat menangis karena urusan perempuan.
"Segitu lemahnya kamu hanya karena cinta!" bentak Xavier dengan suara tinggi.
"Dia mengajakku menikah bukan karena mempunyai perasaan yang sama denganku tapi semuanya hanya untuk status saja bos" ucap Thomas dengan lemah.
"Kamu sangat bodoh dude" ucap Albert dengan sinis.
"Apa maksud kamu" ucap Thomas dengan emosi.
"Dimana Thomas yang aku kenal tidak akan jatuh hanya karena seorang perempuan" ucap Albert sambil tersenyum cemooh.
"Albert" ucap Xavier dengan suara dingin.
Xavier lalu bangun dan tak berlama-lama Thomas seketika tumbang karena di pukul dengan kuat oleh Xavier. Semuanya kaget tak menyangka jika Xavier akan melakukan hal tersebut.
"Kamu itu bodoh Thomas dimana otak pintarmu! Hah!" bentak Xavier.
"Bos" ucap Thomas sambil meringis kesakitan.
"Cari apa tujuannya yang sebenarnya sebelum kamu bertindak, jika memang dia tidak mencintaimu maka lepaskan jika terbukti dia mencintaimu juga maka kamu terus perjuangkan cinta kalian berdua apapun yang terjadi jangan jadi pengecut" ucap Xavier dengan suara dingin.
Xavier lalu pergi meninggalkan mereka, Albert yang akan mengawal sang bos disuruh Xavier untuk memberi pelajaran kepada Thomas. Albert tersenyum penuh arti karena akan membuat Thomas sadar.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Setelah kepergian Xavier dari ruangan Thomas, ia segera bangun dan memikirkan semua ucapan sang bos.
Ya bos benar ini bukan saatnya untuk bersedih, batin Thomas.
"Apa kamu sudah lebih baik dude" ucap Albert dengan suara dingin.
"Ya" ucap Thomas.
"Ternyata wanita itu memang racun dunia" ucap Kevin.
Albert dan Thomas seketika menatap tajam Kevin tidak suka dengan ucapannya barusan. Kevin yang melihat tatapan tajam keduanya tidak memperdulikannya dan menuang tequila ke gelas.
"Kamu sangat lemah dengan perempuan dude dan aku sangat kasihan karena seorang perempuan kamu jadi seperti ini" ucap Kevin dengan cemooh.
"Tutup mulut sialanmu bocah!" bentak Thomas.
"Kenyataannya dude kamu itu sangat payah" ucap Kevin sambil tertawa.
"Aku sumpahin kamu akan mengalami hal serupa denganku" ucap Thomas dengan suara tinggi.
"Well aku tidak percaya dengan hal seperti itu dude jadi kamu tidak perlu repot" ucap Kevin sambil berlalu.
"Awas kamu bocah sialan" teriak Thomas dengan emosi.
"Apa kamu sudah puas berteriak" ucap Albert dengan suara dingin.
"Apa maksudmu?" tanya Thomas karena merasa akan ada sesuatu yang terjadi.
"Ikut aku" ucap Albert.
Thomas lalu mengikuti Albert ke ruangan latihan mereka. Sampai disana ia bingung melihat anak buah mereka bahkan Ken dan Sam juga stand by di sana.
"Kalian beri dia hukuman" ucap Albert dengan suara dingin.
"Wait wait apa maksudmu dude" ucap Thomas dengan bingung.
"Bos menyuruh untuk memberi kamu latihan agar kuat jangan jadi lemah seperti perempuan" ucap Albert sambil tersenyum penuh arti.
"Apa" ucap Thomas dengan kaget.
"Enjoy your party dude" (nikmati pestamu kawan) ucap Albert sambil berlalu pergi.
Hari itu Thomas di beri hukuman oleh anak buahnya sendiri. Bahkan mereka tak segan-segan memukul Thomas hingga babak belur.
Thomas bertekad akan mencari tahu semuanya dengan maksud Valeria. Ia yakin Valeria juga memiliki perasaan yang sama seperti dirinya.
"Sampai kapanpun aku tidak akan melepaskanmu sayang" gumam Thomas dengan pelan.
...βββββ...
Jangan lupa like, vote, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€