Heartless

Heartless
Episode 214



🌻Niat yang baik akan menghasilkan hal yang baik tapi niat yang jahat akan menghasilkan hal yang jahat🌻


.


.


.


.


Xavier duduk sambil mengendong anaknya dan mendengar ocehan istrinya. Ia tahu jika Chloe akan marah saat mengetahui hadiah yang diberikan untuk anaknya.


Kevin sedari tadi menahan tawanya melihat sang bos yang tidak bisa berkutik di depan Chloe. Albert dan Thomas hanya diam saja mendengar argumen sepasang suami istri di depan mereka.


Lebih tepatnya ceramah dari sang istri kepada suaminya. Keduanya sudah tahu akan terjadi seperti ini saat sang bos memerintahkan mereka untuk membeli pesawat jet terbaru yang baru di rilis seminggu yang lalu.


Nyonya sangat berbeda dengan wanita di luar sana, batin Albert dan Thomas.


"Iya sayang aku tahu ini juga untuk anak kita kok" ucap Xavier.


"Pokoknya mulai detik ini semua yang mau kamu beli harus ada persetujuanku" ucap Chloe dengan tegas.


"Lalu bagaimana dengan koleksi mobilku jika ada yang baru aku pasti akan membelinya sayang" ucap Xavier dengan suara pelan.


"Ya aku tahu sayang tapi setidaknya kamu harus berbicara denganku dulu"


"Itu kan hobi aku sayang" ucap Xavier dengan suara tegas.


Chloe mendengar ucapan suaminya dan berpikir jika apa yang dibilang suaminya benar. Biar bagaimana pun suaminya sangat menyukai koleksi mobil sport dan akan membelinya.


"Syukur laki gue doyangnya koleksi mobil sport bisa berabe jika koleksi wanita j****g" gumam Chloe dengan suara amat pelan.


"Heemmm! Tapi ada batasannya sayang"


"Oke sayang"


Xavier tersenyum puas mendengar ucapan sang istri. Ia akan tetap membeli mobil kesukaannya meski harus memaksa sang istri.


"Albert bagaimana persiapan pernikahanmu" ucap Xavier.


Semua di dalam sana kaget mendengar ucapan Xavier. Chloe yang tak tahu siapa pacar dari Albert juga ikut kaget karena baru kali ini ia mendengar jika tangan kanan sang suami memiliki kekasih.


"Sayang apa maksudmu dan siapa kekasih Albert" ucap Chloe dengan penasaran.


"Bukannya kamu sudah tahu baby" ucap Xavier dengan kaget.


Setahunya Chloe sudah mengetahui hal itu karena pacar Albert adalah sahabat sang istri. Chloe menggelengkan kepalanya tanda tak mengetahui perihal pacar Albert.


"Aku kira nyonya tahu karena pacarnya Albert itu sahabat nyonya" ucap Kevin.


"Apa sahabat aku?" tanya Chloe dengan kaget.


"Iya nyonya" ucap Kevin.


"Mira pacar Albert sayang masa kamu tidak tahu" ucap Xavier dengan kening berkerut.


"Hah! Gang benar sayang" ucap Chloe lebih bingung lagi.


"Heeemmm"


Chloe menatap Albert yang sedari tadi diam tidak berbicara apapun. Albert mengangguk kepalanya tanda jika apa yang diucapkan oleh Kevin dan Xavier itu benar adanya.


"Oh my God Mira kenapa loe ngak ngasih tahu gue sih" ucap Chloe dengan suara tinggi.


Xavier hanya melihat istrinya dengan datar pasalnya ia tak tahu maksud ucapan yang istri. Baby Xander sedari tadi sibuk dengan kegiatannya memegang dasi sang daddy tidak perduli sekelilingnya.


...》 》 》 😍 😍 😍 😍 》 》 》...


Chloe lalu membongkar tas miliknya dan mengambil hp untuk menghubungi Mira. Pada dering kedua panggilannya langsung di angkat oleh Mira.


"Halo" ucap Mira dengan suara serak karena sedang tidur.


^^^"Mira loe tega ya sama gue" ucap Chloe dengan suara tinggi.^^^


"Hah! Chloe loe udah sadar" ucap Mira kaget dan sadar sepenuhnya mendengar suara Chloe.


^^^"Ngak ini hantu gue yang ngomong"^^^


"Loe ada-ada sih" ucap Mira sambil tertawa.


^^^"Loe tega ya ama gue Mir"^^^


"Hah! Maksud loe apaan sih gue ngak ngerti"


^^^"Loe tega ya ngak ngasih tahu gue kalau loe itu udah punya pacar dan parahnya lagi dia tangan kanan laki gue"^^^


"Chloe loe jangan marah dong gue ngak ngomong ke loe karena gue ngak sempat, waktu gue mau cerita ke loe ya loenya koma dan itu buat gue sedih banget"


^^^"Sejak kapan"^^^


"Uhmm! Sejak kepulangan gue ke Indonesia"


^^^"Apa" teriak Chloe dengan kencang.^^^


"Aduh Chloe telinga gue sakit ni dengar teriakan loe" ucap Mira dengan kesal.


^^^"Sorry sorry gue kaget makanya teriak kayak gitu"^^^


"Iya neng ngak apa-apa kok"


^^^"Ceritain ke gue semuanya"^^^


Mira lalu bercerita kepada Chloe awal mula ia mengenal Albert sampai kepulangannya ke Indonesia baru-baru ini. Chloe menatap Albert tak menyangka jika Albert sama persis seperti suaminya dalam hal percintaan.


^^^"Ya udah yang penting loe bahagia gue juga ikut bahagia"^^^


"Makasih ya Chloe"


^^^"Iya sama-sama udah tidur lagi sana loe gue mau ngurusin anak gue dulu"^^^


"Oke deh mamud bye"


^^^"Bye"^^^


Chloe memutuskan panggilannya dan menatap ke empat orang didepannya dengan bingung. Pasalnya mereka sedari tadi hanya diam mendengar ucapan Chloe yang tidak dimengerti sama sekali.


"Udah puas telponnya sayang" ucap Xavier dengan suara datar.


"Hehehe! Ntar aku ceritain ya sayang" ucap Chloe cengesan.


"Heemmmm"


Chloe tahu jika suaminya sangat penasaran dengan apa yang dibicarakannya dengan Mira.


Sepertinya aku harus belajar bahasa Indonesia, batin Xavier.


"Albert" ucap Chloe dengan tatapan tajam


"Iya nyonya" ucap Albert dengan dingin.


"Apa kamu betul-betul mencintai Mira"


"Betul nyonya dia gadis pertama yang bisa buat saya mengerti apa namanya cinta" ucap Albert dengan suara tegas.


Chloe tersenyum mendengar ucapan tegas dari Albert, beda halnya dengan Thomas dan Kevin yang kaget mendengar ucapan Albert barusan.


"Akhirnya sang casanova bertobat juga" ucap Kevin sambil bertepuk-tangan.


"Maksud kamu Kevin" ucap Chloe.


"Dia ini pemain wanita nyonya" ucap Kevin.


"Diam kamu bocah" ucap Albert dengan tatapan tajam.


"Heemm! Benar kata kamu Kevin sama kayak suami aku ini" ucap Chloe sambil melirik Xavier.


"Itu masa lalu aku sayang dan kamu tahu semuanya" ucap Xavier dengan senyum manis.


"Iya sayang" ucap Chloe.


"Dude apa kamu sudah memberitahu masa lalu kamu ke Mira" ucap Kevin dengan penasaran.


Semua mata menatap Albert meminta jawaban atas pertanyaan Kevin. Albert menghela napas dengan kasar dan menggelengkan kepalanya.


"Kenapa Albert bukannya kamu ingin menjalin komitmen dengannya berarti kamu harus memberitahu Mira" ucap Chloe.


"Aku takut dia tidak bisa menerima diriku yang sebenarnya nyonya" ucap Albert.


"Dari mana kamu tahu Mira tidak bisa menerimanya" ucap Chloe dengan penasaran.


"Aku pernah bertanya kepadanya nyonya" ucap Albert.


"Tentang keluargamu atau kamu yang seorang mafia" ucap Thomas.


"Mafia" ucap Albert.


Semuanya diam tidak tahu harus berbicara apa lagi. Ini bukan masalah gampang karena ini menyangkut rahasia terbesar Albert yang tidak pernah diketahui oleh siapapun di luar sana.


...》 》 》 😍 😍 😍 😍 》 》 》...


"Apa dia menganggap mafia itu pembunuh kejam" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Iya bos dia bilang kalau dia lebih baik mati ketimbang menikah dengan orang yang menjadi mafia" ucap Albert dengan nada getir.


Chloe menutup mulutnya tak menyangka jika sahabatnya sangat membenci mafia. Semuanya berpikir apa yang harus dilakukan oleh Albert menyangkut hal ini karena ini mengenai hati dan perasaannya.


"Jangan beritahu dia mengenai identitasmu " ucap Thomas.


"Tapi" ucap Kevin yang langsung dipotong oleh Xavier.


"Kamu bisa jujur saat kamu sudah menikahi dia seperti aku waktu itu" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Sayang tapi kita tidak tahu apa Mira akan sependapat seperti aku atau tidak" ucap Chloe dengan bingung.


"Ikuti kata hatimu Albert jika memang dia mencintaimu dan menerima semua masa lalumu berarti dia tulus mencintai kamu" ucap Thomas dengan suara tegas.


"Ya benar kata Thomas mungkin dengan berjalan waktu Mira akan menerima identitasmu yang sebenarnya" ucap Chloe.


"Iya nyonya" ucap Albert dengan tulus.


Ia akan memikirkan semuanya dan akan tetap membuat Mira menjadi istrinya. Albert berpikir jika ia akan jujur saat keduanya sudah menikah.


Melihat istrinya sudah pergi Xavier mengajak ketiganya untuk berdiskusi mengenai perihal Albert lebih lanjut di ruang kerjanya. Ia ingin mendengar pendapat Albert untuk masalah kisah cintanya.


Setelah mendengar ucapan Albert yang tetap pada pendiriannya menikahi Mira, Xavier hanya bisa membantu jika suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan.


"Persiapkan semuanya aku akan berbicara dengan istriku" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Baik bos" ucap Albert.


Sebelum keluar Xavier menatap tajam Thomas dengan tatapan tajam. Thomas mendadak gugup saat mendapat tatapan tajam dari sang bos.


"Jangan permainkan gadis itu jika kamu hanya ingin bermain saja" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Aku tulus dan serius dengan dia bos" ucap Thomas dengan suara tegas.


"Heemmmm"


Kevin dan Albert menatap Thomas meminta jawaban atas maksud Xavier barusan. Thomas lalu menceritakan semuanya tentang perihal dirinya dan Valeria yang sudah menjadi sepasang kekasih.


"Wow dude aku tak menyangka ternyata kamu seperti itu ya" ucap Kevin dengan takjub.


"Siapa dulu Thomas" ucap Thomas dengan sombong.


"Cih! Sombong" ucap Kevin dengan kesal.


Thomas hanya tertawa saja mendengar ucapan Kevin karena ia tahu Kevin saat ini pasti sedang kesal. Bagaimana tidak hanya dirinya saja yang belum memiliki kekasih.


Di dalam kamar anaknya Xavier menceritakan semua ucapan Albert yang akan tetap menikahi Mira. Chloe hanya berharap semoga Mira bisa menerima identitas Albert yang sebenarnya.


4 Bulan kemudian


Setalah melakukan pesta penyambutan sang anak di markas dan hotel miliknya, Xavier dan Chloe sudah berencana akan melamar Mira saat baby Xander berusia 4 bulan.


Tepat hari ini baby Xander sudah berumur 4 bulan, bayi itu sangat mengemaskan dan membuat siapa saja sangat menyukainya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Xavier selama ini akan pulang makan siang di mansion sekaligus melihat anaknya. Baby Xander sendiri hanya mau digendong oleh Xavier dan Chloe, meski sudah ada 2 baby sitter tapi Chloe juga turut andil dalam membesarkan dan merawat sang anak.


Seperti saat ini Chloe sedang mengendong bayi mungil itu berjemur di taman kaca. Tak lama Xavier muncul dan memeluk tubuh sang istri dari belakang dengan erat.


"Morning daddy" ucap Chloe menirukan suara anak kecil.


"Morning too jagoan daddy dan istriku tercinta" ucap Xavier sambil mencium baby Xander dan Chloe.


"Aku siapin sarapan kamu dulu ya sayang" ucap Chloe.


"Hemmmm! Biar Xander sama aku baby"


Chloe lalu memberikan baby Xander ke Xavier dan pergi ke dapur untuk membuat sarapan buat suaminya. Xavier tidak mau makan jika bukan sang istri yang memasak.


"Semua bumbu dan bahannya sudah siap nyonya" ucap sang koki utama.


"Baiklah" ucap Chloe.


Chloe lalu mulai menyiapkan sarapan untuk sang suami dan dirinya. Baby Xander yang sudah bisa makan juga disiapkan potongan buah stroberi kecil-kecil untuk dimakan.


"Tolong bawa ke taman kaca" ucap Chloe.


"Baik nyonya" ucap pak Max.


Pak Max bersama dua orang pelayan lalu membawa sarapan Chloe dan Xavier ke taman kaca. Sampai disana mereka segera menghidangkan sarapan untuk tuan dan nyonya mereka.


"Sarapan sudah siap nyonya" ucap pak Max.


"Terima kasih pak Max" ucap Chloe.


"Sama-sama nyonya"


Pak Max dan para pelayan berdiri agak jauh dari rumah kaca. Xavier lalu sarapan di suapi oleh Chloe karena saat ini ia sedang mengendong anaknya.


"Apa kamu sudah mempersiapkan semua keperluan kita baby" ucap Xavier dengan lembut.


"Sudah sayang semalam Albert juga sudah memberikan paspor milik Xander" ucap Chloe sambil tersenyum.


"Apa sampai disana kamu ingin ke makam orang tuamu sayang"


"Apa bisa sayang" ucap Chloe dengan penuh harap.


"Apapun untukmu baby" ucap Xavier sambil mengangguk kepala.


"Terima kasih hubby" ucap Chloe sambil mencium pipi sang suami.


Baby Xander yang melihat hal tersebut tertawa dengan celoteh bayinya. Chloe tertawa melihat tingkah sang anak yang sangat mengemaskan.


"Anak mommy mau dicium juga" ucap Chloe.


"Dadadada" celoteh baby Xander.


"Kenapa sih muka kamu mirip sama daddy kamu padahal mommy yang capek-capek mengandung dan melahirkan kamu nak" ucap Chloe protes.


"Kan gen aku paling banyak sayang" ucap Xavier sambil tertawa.


"Malahan kata pertama kamu juga daddy kamu kenapa tidak mommy sih nak" ucap Chloe sambil mencium pipi montok baby Xander.


Bayi itu tertawa kencang dengan aksi sang mommy. Semua pelayan dan penjaga yang melihat keharmonisan keluarga itu sangat terharu dan bahagia.


"Sayang katanya sebentar Valeria mau nganterin hadiah buah baby Xander" ucap Chloe.


"Hadiah apa" ucap Xavier dengan kening berkerut.


"Aku tidak tahu katanya dia mau kasi ucapan selamat kepada baby Xander" ucap Chloe.


"Heeemmm"


Keduanya lalu melanjutkan sarapan karena sebentar sore mereka akan berangkat ke Indonesia. Setelah sarapan Chloe meminta pak Max untuk membantunya menyiapkan kebutuhan Xander dan lainnya.


"Ampe Indo baru gue beli baju Xander yang lainnya aja deh" ucap Chloe.


"Nyonya semua keperluan tuan muda sudah beres" ucap pak Max.


"Baik pak Max nanti tolong dikeluarin tas kecil untuk sabunnya Xander ya pak Max" ucap Chloe sambil mengecek semua sabun sang suami.


"Baik nyonya"


Chloe melihat ada 3 koper besar milik mereka yang isinya masing-masing keperluan Xavier, baby Xander, dan miliknya. Chloe menyimpan surat-surat penting di tas kecilnya beserta dompet dan handphone.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Tak lama Valeria mengabari jika ia tak bisa datang karena ada meeting mendadak. Ia hanya mengirimkan hadiahnya untuk baby Xander. Chloe menutup mulutnya kaget melihat hadiah yang dikirim oleh Valeria.


Ngak suami gue ngak teman gue mereka pada ngasih anak gue hadiah yang sangat mahal, batin Chloe.


Bagaimana tidak Valeria mengirim hadiah untuk Xander satu mobil sport terbaru yang baru di produksi perusahaannya. Chloe mengirim foto mobil itu ke suaminya dan reaksi Xavier juga sama ia tak menyangka anaknya lebih dulu mendapatkan mobil incarannya.


"Nanti daddy bakal coba bawa mobil kamu ya jagoan" ucap Xavier sambil tersenyum penuh arti.


~ LAX International Airport ~


Mobil mewah milik Xavier baru saja masuk ke landasan pribadinya di LAX international airport, tepat jam 17:00 mereka akan berangkat ke Indonesia menggunakan pesawat jet pribadi Xavier.


Chloe turun sambil mengendong baby Xander yang sedang tertidur. Xavier lalu menuntun sang istri naik ke atas jet pribadinya.


Albert dan lainnya sudah menunggu kehadiran mereka di dalam jet pribadi. Kali ini kepergian mereka hanya membawa 100 pengawal karena sebagian sudah berada di Indonesia lebih dulu.


"Pak Max tolong berikan kain penutup milik Xander" ucap Chloe.


"Baik nyonya" ucap pak Max.


"Apa semuanya sudah siap?" tanya Xavier dengan suara dingin.


"Sudah bos" ucap Albert.


"Kita berangkat sekarang" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Baik bos" ucap Albert.


Albert lalu memberitahu pilot untuk segera lepas landas. Sang pilot segera memberi informasi kepada menara kontrol untuk lepas landas.


Setelah mendapat izin pesawat jet Xavier segera lepas landas. Saat pesawat akan lepas landas Chloe memberi asi kepada anaknya sesuai anjuran dokter Sarah.


Chloe terus menyusui anaknya supaya anaknya tidak mengalami guncangan saat pesawat lepas landas. Bayi mungil itu terus menikmati kegiatannya seperti tidak memperdulikan keadaan disekitarnya.


"Itu kan milikku sayang" bisik Xavier yang melihat kegiatan anaknya.


"Sayang udah deh ini kan untuk anakmu juga" ucap Chloe kesal dengan ucapan sang suami.


Setiap kali Xavier melihat Chloe memberi asi kepada anaknya hanya kata itu saja yang keluar dari mulutnya. Chloe tahu suaminya sangat pencemburu dan posesif dengan miliknya.


"Daddy ijinkan kamu ya jagoan tapi sampai kamu lepas asi saja ya" ucap Xavier dengan suara tegas.


Chloe hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat aksi suaminya. Setelah di rasa cukup Chloe membawa anaknya ke kamar untuk ditidurkan kembali.


~ Orchid Apartement ~


Mira yang baru pulang kantor kaget melihat pesan yang dikirim oleh Chloe. Sedari pagi tadi Chloe memberi pesan jika mereka akan datang ke Indonesia.


Tapi yang bikin Mira kaget karena ia disuruh Chloe untuk memberitahu kedatangan mereka kepada kedua orang tuanya.


Kenapa Chloe mau ketemu sama ayah dan ibu ya, batin Mira.


Mira segera memberi tahu informasi ini kepada kedua orang tuanya, jika Chloe ingin bertamu ke rumah mereka mungkin besok atau lusa.


Ayah dan ibu Mira tak menyangka jika Chloe akan bertamu ke rumah mereka. Apa lagi mereka tahu jika rumah mereka ini sangat jauh sekali berbeda dengan mansion Chloe.


"Kita siapkan saja seadanya ayah" ucap ibu Asmi.


"Tapi apa nak Chloe ngak risih di rumah kita bu apa lagi keadaan rumah kita berbeda jauh dengan rumah nak Chloe"


"Ngak tahu yah kan nak Chloe sendiri yang ingin bertamu yo wes kita sambut saja kedatangan mereka"


"Iya bu ayah ikut saja" ucap ayah Rangga setuju dengan ucapan sang istri.


...❄❄❄❄❄...


To be continue.............


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀