
π»Ada kehidupan berarti ada juga kematian karena hidup ini bukanlah abadi ada waktunya kamu akan meninggalkan ragamu sendiriπ»
.
.
.
.
Di rumah sakit tempat rawat nginap Chloe sedang terjadi perdebatan antar Kenan dan para pengawal. Tak lama seorang pengawal masuk ke dalam untuk menyampaikan jika ada yang ingin masuk.
"Maaf nyonya ada yang ingin masuk di luar" ucap sang pengawal sambil menatap Chloe.
"Siapa?" tanya Chloe penasaran.
"Katanya dia sepupu nyonya" ucap sang pengawal.
"Oh pasti ka Kenan suruh dia masuk" ucap Chloe dengan senyum manis.
Pengawal tersebut seketika terpesona dengan senyum manis dari Chloe, tanpa ia sadari ia telah melanggar aturan dari Xavier jika tidak boleh menatap istrinya lewat dari 3 detik.
"Pak suruh tamunya masuk aja" ucap Mira menyadarkan pengawal tersebut yang sedang bengong.
"B....aik nyo....ny...a" ucap sang pengawal dengan gugup.
Mira dan Chloe hanya melihat kepergian pengawal tersebut dengan bingung. Tak lama Kenan bersama twins dan salah satu teman SMA Chloe yang bernama Rina masuk kedalam.
"Ka Chloe" ucap twins dengan serentak.
"Hay twins gimana kabar kalian" ucap Chloe sambil tersenyum manis.
"Baik ka" ucap Dion.
"Kakak baik-baik aja kan" ucap Dio.
"Seperti yang kalian lihat kakak udah agak baikan" ucap Chloe.
"Gimana kabar kamu princess" ucap Kenan.
"Getting better than before brother" (sudah lebih baik dari sebelumnya kakak) ucap Chloe.
"Hay Chloe masih ingat gue kan" ucap Rina sambil tertawa.
"Yealah! Masihlah emang gue udah pikun apa ampe ngak ngenalin loe! Hehehehe" ucap Chloe sambil cengesan.
"Gue kira loe udah lupa sama gue" ucap Rina.
"Engak kok Rin" ucap Chloe.
Keduanya langsung berpelukan melepas kangen selama tidak bertemu satu sama lain. Chloe lalu memperkenalkan Mira dengan semuanya dan tak lama semuanya langsung akrab.
"Jadi kakak kerja di Bandung ya" ucap Dion.
"Iya kakak kerja di salah satu perusahaan tekstil disana" ucap Mira.
"Wah berarti kakak pasti pintar banget ya" ucap Dio melihat wajah Mira dengan tatapan decak kagum.
"Hehehehe! Biasa aja kok" ucap Mira sambil cengesan.
Twins lalu duduk satu sofa dengan Mira dan mulai berselfie dengan Mira dan lainnya. Tiba-tiba pintu ruangan dibuka dengan kasar dan masuklah Xavier bersama ketiga orang kepercayaannya.
Tatapan tajam Albert dan Xavier langsung memindai milik mereka masing-masing. Albert menatap tajam Mira yang sedang duduk di sofa di apit oleh twins, sedangkan Xavier menatap tajam istrinya yang sedang tertawa bahagia dengan Kenan.
"Sayang" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Heemmmm"
Xavier yang sedang menahan cemburunya hanya menjawab pertanyaan Chloe dengan wajah datar tanpa senyum sedikitpun. Chloe seketika tahu jika suaminya sedang menahan cemburu dan kesal.
"Mr. Wesly" ucap Kenan dengan gugup.
"Heemmm" deham Xavier dengan suara dingin dan tatapan tajam.
Suasana yang tadinya ramai seketika berubah menjadi mencekam saat kedatangan Xavier dan lainnya. Thomas dan Kevin yang merasa suasana sangat mencekam hanya diam saja.
Albert yang melihat isyarat dari sang bos segera mengajak semuanya untuk keluar. Saat Mira melewati Albert tatapan tajam seakan ingin menikamnya sampai di tulang-tulangnya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Chloe yang melihat semuanya sudah pergi hanya bisa menunduk takut melihat kemarahan di wajah suaminya. Xavier bangun dan berjalan menuju ke brankar Chloe dengan langkah tegap.
Bunyi sepatu Xavier mengetuk lantai seakan membuat jantung Chloe berdetak dengan cepat. Xavier berdiri di samping istrinya dan memegang dagu Chloe dengan tatapan tajam.
"Sepertinya istriku sangat menikmati hari ini" ucap Xavier dengan suara dingin.
Chloe melihat tatapan tajam mata suaminya sambil menelan salivanya dengan susah. Xavier lalu mencium b***r Chloe dan mel***t b***r sang istri dengan kasar dan menuntut.
Chloe menerima ciuman suaminya dengan pasrah saja dan berusaha mengimbangi ciuman itu dengan terbata-bata. Melihat napas sang istri yang sudah ngos-ngosan dirinya segera melepaskan ciuman tersebut.
"Aku menginginkanmu sayang" ucap Xavier dengan suara serak.
"Tapi aku masih lemah sayang" ucap Chloe dengan wajah lemah.
"Yeah i know baby aku akan menunggu sampai kamu keluar dari rumah sakit" ucap Xavier dengan senyum manis.
Chloe hanya mengangguk kepalanya tanda mengerti dengan ucapan sang suami.
Sepertinya besok gue ngak akan diberi kesempatan sedikit pun, batin Chloe.
Albert lalu masuk dan membawakan makan siang buat keduanya, setelah itu ia pergi keluar karena masih ada yang harus dikerjakannya.
"Kevin temani sahabat nyonya dan sepupunya ke restoran" ucap Albert.
"Oke" ucap Kevin sambil mengangkat jari membentuk tanda oke.
Saat kepergian semuanya Albert menatap tajam sang kekasih dengan senyuman sinis dibibirnya.
Aku akan memberikan hukuman buat kamu nanti malam sayang, batin Albert tersenyum sinis.
~ SR Company ~
Saat sedang menandatangi berkasnya tiba-tiba pintunya diketuk dan masuklah Riko bersama sang asisten ke dalamnya. Sean yang melihat papanya datang hanya mengernyitkan keningnya tanda bingung.
"Tumben papa datang kesini" ucap Sean sambil menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya.
"Papa hanya ingin mengunjungi anak papa saja"
"Ckk! Kalau begitu kenapa ngak nelpon aja pa ganggu waktu Sean saja" ucap Sean dengan kesal.
"Dasar anak tidak tahu sopan santun kamu son" cibir Riko dengan kesal.
"Terserah papa saja"
"Heemmm"
Keduanya lalu diam saja tidak berbicara apapun, Riko yang dengan pikirannya tertuju pada keluarga Rosemary sedangkan Sean yang masih memikirkan tentang Chloe.
"Pa apa tadi Chloe hadir di meeting itu" ucap Sean dengan suara lemah.
"Chloe ngak datang dia diwakili oleh tuan Kenzo" ucap Riko datar.
"Who is that" (siapa itu) ucap Sean penasaran.
"Salah satu orang kepercayaan Chloe dan ia adalah wakil direktur RM Group tapi mulai besok akan menjadi direktur RM Group" ucap Riko dengan santai.
"Apa! Jadi daddy tukang selingkuh itu bukan lagi direktur di perusahaan mereka" ucap Sean dengan kaget.
"Yups! Semua pemegang saham menolak seorang pemimpin yang tidak mempunyai sikap sopan santun dan jiwa kepemimpinan"
"Termasuk papa juga?" tanya Sean.
"Heemmm! Papa sangat tidak suka dengan orang yang pengkhianat" ucap Riko dengan tatapan tajam.
"Hemmmm"
"Apa kamu sudah tahu kabar terbaru papa mertuamu son"
"Sean ngak tahu dan ngak perduli" ucap Sean dengan santai.
"Heeemmm! Tapi ini ada hubungan dengan Chloe" ucap Riko dengan senyuman mencibir.
"Apa maksud papa?" tanya Sean dengan cepat.
Riko tersenyum melihat sang anak yang sudah penasaran. Tiba-tiba Riko tersenyum smirk mendapat ide untuk menjahili sang anak.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Riko lalu bangun dan pergi keluar meninggalkan Sean dengan tatapan bingung sekaligus penasaran. Sean segera bangun dan berlari mengikuti sang papa yang sudah sampai di lift.
"Papa tunggu pa" teriak Sean dengan cepat.
Bukannya menahan lift ia segera menutup lift dan tersenyum iblis mengejek sang anak. Melihat senyuman sang papa Sean langsung mengetahui jika dirinya saat ini sedang dikerjai oleh sang papa.
"Ah! Berengsek" teriak Sean dengan kesal.
Dimas yang berdiri di belakang Sean hanya diam melihat tuannya yang sedang kesal kepada sang papa. Sean lalu berjalan kembali ke ruangannya untuk mengambil hp dan menghubungi sang papa.
^^^"Apa maksud papa" ucap Sean dengan cepat.^^^
"Cih! Apa segitunya kamu sangat penasaran son" ucap Riko dengan kesal dari seberang.
^^^"Papa" teriak Sean emosi.^^^
"Kuping papa tidak budeg Sean" ucap Riko dengan kesal.
^^^"Itu karena papa sudah mengerjai Sean" ucap Sean membantah papanya.^^^
"Ck! Anak siapa sih kamu"
^^^"Ya anak papalah masa anak genderuwo" ucap Sean dengan kesal.^^^
"Suruh orang-orangmu untuk cari sendiri informasinya" bentak Riko.
Sean sangat kesal saat ingin bertanya lebih papanya sudah mematikan panggilannya sepihak. Ia segera memanggil Dimas untuk datang ke ruangannya sekarang.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Dimas.
"Cepat kamu cari berita tentang daddy mertuaku sekarang dan apa hubungannya dengan Chloe" jawab Sean dengan suara dingin.
"Baik tuan" ucap Dimas.
"Heemmmm"
Dimas segera pergi keluar dan menelpon anak buah Sean untuk menyelidiki perihal Adam dan Chloe kemarin. Selang 1 jam Dimas sudah menerima laporan hasil penyelidikan anak buah Sean.
Saat mendengar hasil laporan ia kaget tidak menyangka jika Adam akan melakukan hal tersebut bahkan keadaannya sekarang sangat memprihatinkan.
Dimas segera pergi ke ruangan Sean untuk memberi tahu laporan anak buah mereka.
Tok..........tok...........tok...........
Dimas mengetuk pintu sebelum masuk ke dalam ruangan tuannya.
"Masuk" ucap Sean dengan suara tegas dari dalam.
Dimas segera masuk ke dalam dan menunduk memberi hormat kepada Sean yang sedang memeriksa berkasnya. Sean menghentikan pekerjaannya dan melihat Dimas dengan tatapan tajam.
"Bagaimana" ucap Sean dengan datar.
"Keadaan tuan Adam saat ini sangat memprihatinkan tuan. Menurut pelayan di mansion mereka kemarin malam ada yang mengirim paket kesana dan isinya itu adalah tuan Adam yang sudah berlumuran d***h dengan banyak tusukan di tubuhnya tuan. Bahkan kulit tangan tuan Adam terkelupas seperti di g***ti tuan" papar Dimas menjelaskan.
"Kenapa bisa terjadi seperti itu"
"Kata pelayan yang mendengar pembicaraan tuan besar Rahardian, menurut mereka ini adalah perbuatan nona Chloe karena sebelumnya tuan Adam menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh nona Chloe kemarin dulu tuan"
"Apa" ucap Sean dengan kaget.
"Katanya semalam saat sadar tuan Adam berteriak kesakitan dan mengeluarkan d***h dari mulut, hidung, dan matanya tuan"
Sean memikirkan ucapan sang asisten tentang keadaan daddy mertuanya. Setahunya jika seseorang dig***ti kulitnya berarti orang tersebut adalah seorang yang berdarah dingin.
"Dimana Chloe saat ini" ucap Sean.
"Kata anak buah kita nona Chloe saat ini sedang dirawat di rumah sakit Wesly dengan pengawalan ketat tuan"
"Apa maksud loe!" bentak Sean.
"Anak buah kita tidak bisa naik ke lantai ruangan nginap nona Chloe karena dijaga ketat tuan dan hanya dokter yang bertugas disana yang bisa masuk tuan"
"Cari informasi dari para dokter itu" bentak Sean.
"Maaf tuan tapi semua dokter menutup mulut mereka tentang keadaan nona Chloe dan tidak bisa di ajak untuk kerja sama tuan" ucap Dimas.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Sean memikirkan perkataan Dimas dan bingung, pasalnya tidak mungkin ada yang mengawal Chloe dengan ketat seperti sekarang.
Siapa sebenarnya yang ada di belakang Chloe, batin Sean dengan bingung.
Sean lalu menyuruh Dimas untuk terus mencari informasi tentang keadaan Chloe sampai dapat. Ia kemudian kembali mengerjakan pekerjaannya yang tertunda sedari tadi.
~ Mansion Rosemary ~
Laura dan lainnya pulang ke mansion dengan wajah tidak bersahabat. Baru saja masuk ke dalam mansion mereka langsung disambut dengan teriakan Adam.
Laura segera berlari ke kamarnya untuk melihat apa yang terjadi. Ia melihat suaminya dengan tatapan berkaca-kaca karena kondisi Adam yang sangat memprihatinkan.
"Adam" ucap Laura dengan sedih.
"Laura sakit ini sangat sakit" ucap Adam sambil menjambak rambutnya sendiri.
Laura dan Queen lalu berlari menuju Adam dan memeluk dirinya dengan erat. Keduanya menangis melihat kondisi sang daddy dan suami yang saat ini sangat kesakitan.
"Apa yang terjadi sama kamu dad" ucap Laura.
"Lengan aku perih dan tubuh aku sakit semuanya" ucap Adam dengan lemah.
"Daddy yang kuat ya Queen yakin daddy bisa lewati ini semua..........hiks hiks hiks" ucap Queen sambil menangis.
Steven yang melihat kondisi daddynya sangat sedih tapi ia masih marah akan kesalahan daddynya. Steven lalu pergi keluar karena tidak ingin tambah emosi melihat wajah sang daddy.
"Kenapa kamu keluar" ucap Alan di ruang keluarga.
"Aku emosi lihat wajah daddy kek karena ini semua terjadi karena ulah daddy" ucap Steven.
"Ini semua ulah anak pembunuh dan pembawa sial itu" ucap Alan dengan tatapan tajam.
"Aku akan membunuh ja***g itu dengan tanganku sendiri" ucap Steven dengan tatapan membunuh.
"Kita atur waktu yang tepat jangan sekarang" ucap Alan.
"Baik kek"
Steven lalu pamit menuju kamarnya karena ingin beristirahat dari semua masalah hari ini. Lidia yang keluar saat Adam sudah lebih tenang segera duduk di samping suaminya.
"Dad apa yang terjadi sama anak kita" uap Lidia dengan sedih.
"Daddy tidak tahu karena ini semua ulah Adam sendiri" ucap Alan.
"Mommy kasian lihat keadaan anak mommy kayak gitu........hiks jiks hiks" ucap Lidia sambil menangis.
Alan memeluk istrinya untuk menenangkan Lidia yang sedang menangis. Ia mengutuk Chloe yang membuat keadaan keluarganya hancur seperti ini.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Tanpa ia sadari ternyata ini adalah balasan dari Xavier kepada keluarganya yang sudah membuat istrinya seperti ini. Xavier tidak akan mengampuni orang yang sudah membuat istrinya seperti ini.
Waktu berlalu dengan cepat dan tak terasa matahari sudah mengantikan dirinya dengan bulan. Meski sudah jam 21:00 malam keempat orang yang di dalam ruang nginap Chloe masih belum berhenti dengan kegiatan mereka.
"Thomas buat berita itu muncul tepat pukul 06:00 pagi" ucap Xavier dengan tatapan tajam.
"Baik bos akan aku pastikan tepat waktu" ucap Thomas.
"Heemmm"
"Bos apa setelah ini kita akan pulang ke California" ucap Kevin.
Ketiganya seketika melihat Kevin saat mendengar perkataannya. Xavier mengangkat alisnya sebelah karena tidak mengerti dengan maksud pertanyaan Kevin.
"Kenapa kalian lihat aku seperti itu" ucap Kevin dengan gugup.
"Jangan bilang kamu sudah kangen dengan jalangmu disana" ucap Thomas mencibir.
"Salah satunya itu tapi aku lebih suka dengan tempat kelahiranku dan nyaman di rumahku sendiri" ucap Kevin dengan raut wajah sedih.
Mendengar perkataan Kevin ketiganya langsung berpikir dengan pikiran mereka masing-masing. Xavier melihat sang istri yang sudah tidur dan memikirkan jika memang tempat paling aman untuk istrinya yaitu dirumahnya sendiri.
"Secepatnya kita akan pulang ke rumah" ucap Xavier dengan suara tegas.
"Baik bos" ucap ketiganya serentak.
"Albert beritahu Mr. Liem untuk memutus kontrak apa saja dengan perusahaan Rosemary" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Saat ini kita tidak memiliki kerja sama dengan RM Group bos"
"Heemmmm"
"Bos kapan kita akan memberi pelajaran kepada nyonya Laura" ucap Thomas.
"Besok setelah berita itu suruh Mrs. Liem melakukan tugasnya" ucap Xavier sambil tertawa sinis.
"Oke bos" ucap Thomas.
Xavier tersenyum sinis memikirkan hari esok yang akan menjadi hari paling buruk bagi keluarga Rosemary.
Saatnya untuk pesta kehancuran kalian semua, batin Xavier sambil tersenyum sinis.
...βββββ...
To be continue..........
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyakya ya guysπβ€