
π»Tidak ada asap jika tidak ada api karena adanya api maka terbentuklah segumpal asapπ»
.
.
.
.
Chloe sedang mengeringkan rambutnya tapi ia terus mendengar handphonenya yang berbunyi dari tadi tanda ada pesan masuk. Chloe berpikir jika itu adalah Xavier karena hanya Xavierlah yang akan menghubunginya setiap saat.
Setelah mengeringkan rambutnya Chloe mengambil hpnya yang berada di atas meja belajar. Chloe melihat ada begitu banyak pesan masuk dari nomor yang tidak dikenalinya.
+17xxxxxxx
"Hay"
"Hay"
"Hay kamu lagi apa?"
"Hay"
"Kenapa tidak balas pesan aku"
"Kamu sibuk ya"
"Balas dong pesan akuπ’π’"
"Ping"
"Ping"
"Balas dong"
"Kenapa sih ngak balasπ‘"
"Hay"
"Hay"
"Balas dong"
Chloe mengerutkan dahinya melihat begitu banyak pesan dari nomor yang tidak dikenal. Chloe pun memutuskan untuk tidak menanggapi pesan tersebut.
Chloe kemudian melakukan perawatan malam di seluruh tubuhnya. Ia sangat suka memanjakan tubuhnya dengan ramuan tradisional yang dari dulu ia pakai.
Selesai dengan perawatan skincarenya Chloe keluar dan memasak makan untuk makan malamnya. Chloe memilih membuat salad buah dengan chicken mayonaise.
Setelah itu dirinya segera memakan masakannya sambil menonton serial drama korea yang sedang booming saat ini. Melihat jam sudah pukul 22:00 Chloe memutuskan untuk segera tidur.
Saat masuk ke dalam Chloe mengambil hpnya yang terus saja berbunyi. Chloe kembali bingung melihat no yang tadi mengirimkan pesan terus-menerus.
"Nih orang aneh banget deh ngirim pesan sebanyak ini ke gue" ucap Chloe.
+17xxxxxxx
"Kenapa cuma di read sih"
"Balas dong"
"Halo"
"Hay cantik balas dong"
"Hay"
"Hay"
^^^"Maaf ini dengan siapa?" balas Chloe.^^^
Tak lama pesan yang dikirimnya langsung centang biru dan orang yang mengirimnya pesan tersebut sedang mengetik.
"Akhirnya kamu balas jugaβΊ"
^^^"Sorry tapi ini siapa?"^^^
"Ini dengan Ayub"
^^^"Ayub siapa??"^^^
"Masa kamu udah lupa sih sama aku, aku ini Ayub manajer di Smith corp"
^^^"Oh pak Ayub ada apa?"^^^
"Tidak cuma mau nyapa aja"
Chloe hanya membaca pesan dari pak Ayub sang manajernya tanpa berniat membalasnya. Chloe kemudian mengsilent hpnya lalu tidur. Ayub yang sedang menunggu balasan dari Chloe merasa kesal karena Chloe tidak membalas pesannya.
Ayub terlihat sangat geram dan seketika membanting gelas yang dipegangnya. Gelas itu pecah berantakan di lantai dengan air berwarna ungu yang mengalir di atas lantai.
"Sayang awas saja kamu aku akan memberimu pelajaran karena sudah mengabaikan pesanku" ucap Ayub dengan geram sambil menatap tajam foto Chloe di hpnya.
~ Canada, Amerika Serikat ~
Xavier sedang bergadang bersama sang tangan kanannya sekaligus sahabatnya di ruangannya. Xavier melihat Albert yang sudah menguap dari tadi.
"Kamu istirahat saja duluan" ucap Xavier tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.
"Apa bos" ucap Albert dengan mata sayup-sayup.
"Pulanglah dan istirahat" ucap Xavier.
"Tidak bos aku akan menunggu disini sampai bos selesai"
"Heeemmm! Tdurlah di sofa aku masih lama"
"Baik bos"
"Ambilah selimut di kamarku Albert" ucap Xavier.
"Terima kasih bos" ucap Albert dengan senyum bahagia.
Dirinya sangat senang karena Xavier masih memikirkan dirinya. Xavier sendiri sudah menganggap Albert seperti adiknya sendiri bahkan ia sudah menyuruh Albert jangan memanggilnya dengan bos.
Tapi Albert tetap bersih keras untuk memanggilnya dengan sebutan bos dan mengabdikan dirinya kepada Xavier sampai akhir hayatnya.
Albert kemudian mengambil selimut di kamar Xavier dan langsung berbaring di sofa. Tak lama dirinya sudah berlabuh di pulau mimpi, Xavier yang melihat Albert sudah terlelap menarik bibirnya membentuk senyum tipis.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Keesokan harinya Albert bangun dan melihat Xavier masih diposisi yang sama seperti tadi malam. Albert melihat keluar dan seketika dirinya kaget karena sudah ketiduran hingga pagi.
"Good morning bos maaf aku ketiduran hingga pagi" ucap Albert sambil menunduk.
"Heeemmmm"
"Apa ada yang bos inginkan?" tanya Albert.
"Segera selesaikan semua berkas yang tersisa dan secepatnya kita pulang kembali ke California" ucap Xavier dengan tegas.
"Baik bos"
"Albert suruh Thomas untuk mengirimkan laporan mengenai perusahaan kita di Indonesia"
"Baik bos"
Albert kemudian keluar dari ruangan Xavier dan menuju kamar mandi. Tapi sebelum itu ia memberi perintah kepada seorang pengawal yang berjaga di depan pintu Xavier untuk memesan sarapan buat dirinya dan Xavier.
Selang 30 menit Albert kembali ke ruangan Xavier dengan penampilan yang lebih fresh. Ia masuk sambil membawa nampan berisi sandwich dan segelas kopi pahit untuk Xavier.
"Bos sarapan dulu" ucap Albert setelah menaruh nampan di atas meja.
"Bos ingat pesan nona Chloe"
Seketika Xavier menghentikan jari tangannya yang sedang bermain di atas keyboard, dirinya bangun menuju sofa karena mengingat pesan sang kekasih untuk tidak melupakan makan selama disini.
Xavier segera memakan sarapannya dan melanjutkan kembali aktifitasnya yang sempat terhenti. Albert pun membawa nampan yang sudah kosong dan kembali mengerjakan pekerjaannya.
"Bos semua data dari Thomas sudah saya kirimkan ke email bos" ucap Albert yang baru mengecek email masuk dari Thomas.
"Heeemmm"
Xavier membuka email dari Albert tentang laporan perkembangan perusahaannya di Indonesia. Xavier tersenyum sinis ketika melihat ada berkas proposal kerja sama dari perusahaan RM group.
"Cih! Waktu itu mereka sempat menolak proposal yang aku ajukan" ucap Xavier sambil tertawa sinis.
Melihat bosnya yang sedang tertawa seperti iblis Albert hanya menarik napasnya dalam karena sudah mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Bosnya itu akan berubah menjadi monster mengerikan jika bersangkutan dengan nona Chloe.
Albert kemudian melanjutkan pekerjaannya mengecek laporan dari sekertaris utama dan semua anak buahnya. Bahkan ia harus mengatur jadwal Xavier yang sangat padat.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Di California Chloe sendiri sudah tiba di perusahaan tempat ia magang. Saat masuk ke dalam perusahaan Chloe berpapasan dengan Ayub.
Ayub yang melihat Chloe menyunggingkan senyum saat berhadapan dengan Chloe. Chloe pun hanya membalas senyuman Ayub dengan senyuman paksaan.
Melihat hal itu seketika jiwa Ayub seakan meronta ingin menarik Chloe untuk memberi pelajaran kepada Chloe. Chloe yang melihat raut wajah Ayub yang berubah segera berpamitan pergi.
Beruntung ia datang tepat saat lift hendak tertutup. Chloe menarik napas lega karena berhasil menghindar dari manajernya itu, batinnya seakan menyuruh Chloe untuk tidak berdekatan dengan sang manajer.
Sepertinya mulai saat ini gue harus menghindar dari pak Ayub karena gue ngerasa takut saat melihat senyuman pak Ayub, batin Chloe.
Tak lama lift pun berbunyi tanda sudah sampai lantai tempat kerjanya. Chloe keluar dan berpapasan dengan Sari yang baru kembali dari toilet.
"Selamat pagi bu Sari" sapa Chloe dengan sopan
"Pagi Chloe jangan panggil ibu ya panggil saja kakak soalnya aku masih terlalu muda untuk dipanggil ibu" ucap Sari sambil cekikan.
"Iya ka Sari"
"Nah gitu kan enak dengarnya" ucap sari sambil tersenyum manis.
Chloe berlalu menuju meja kerjanya dan sampai ditempatnya Chloe langsung disambut dengan tumpukan berkas yang sangat banyak. Mata Chloe seketika melotot melihat tumpakan berkas di atas mejanya.
"Sorry Chloe berkasnya banyak soalnya kita lagi banyak berkas yang harus selesai diperiksa hari ini juga" ucap Sari menjelaskan saat melihat Chloe yang memandang berkasnya dengan kaget.
"Uhmmm! Iya ka" ucap Chloe dengan wajah datar.
"Semangat ya" ucap Sari sambil mengangkat kedua tangannya menyemangati Chloe.
Chloe hanya membalasnya dengan senyum tipis. Chloe pun segera mengerjakan berkas-berkas tersebut. Chloe mengerjakan berkasnya dengan teliti sampai melewatkan jam makan siang.
Dirinya dan tim departemen mereka semuanya sangat sibuk mengerjakan semua file yang ada karena besok harus segera di serahkan kepada direktur.
Tepat pukul 19:00 malam barulah semua pekerjaan mereka selesai. Chloe melihat jika hari ini semua tim di departemen merek lembur mengerjakan berkas mereka.
"Akhirnya selesai juga" ucap Ken sambil meregangkan tangannya yang kaku.
"Iya nih beruntung selesainya tidak terlalu malam" ucap Deni.
"Chloe makasih ya udah mau lembur bareng kita semua" ucap Sari.
"Iya sama-sama ka" ucap Chloe dengan wajah dingin.
"Yaelah Chloe senyum dikit kenapa mukanya datar amat sih" ucap Deni yang melihat wajah Chloe yang selalu datar.
"Orang wajah dia emang udah kayak gitu ngapain kamu suruh-suruh senyum" ucap Ken.
"Udah deh jangan pada ribut gitu mending sana pulang udah malam juga" ucap Sari.
Chloe hanya tersenyum kikuk mendengar semua pembicaraan mereka. Saat keluar mereka semua berpapasan dengan sang direktur bersama sang manajer di lobby bawah.
Semuanya menyapa sang atasan tapi tidak dibalas sedikit pun. Saat direktur sudah berlalu pergi Ken mulai bergosip tentang atasan mereka itu.
"Bu Lauren sombong banget ya" ucap Ken.
"Bukan hal baru kali apa lagi saat ada yang melakukan kesalahan! Ciuh........langsung dipecat bro" ucap Deni dengan nada dibuat-buat.
"Anak sama bapak sama-sama sombong ya" ucap Ken.
"Yoi bro" ucap Deni sambil mengangkat jempolnya.
"Udah jangan pada gosip deh kalau kedengaran ibu Lauren bisa dipecat kita" ucap Sari.
Chloe hanya mendengarkan obrolan mereka, sampai di depan semuanya berpisah menuju kendaraan masing-masing. Sari yang melihat Chloe akan berjalan sendiri lalu menawarkan tumpangan.
"Chloe kamu bareng aja sama kakak" ucap Sari.
"Tidak usah ka Chloe naik taksi saja" ucap Chloe menolak.
"Udah bareng aja lagian udah malam juga" ucap Sari.
"Baiklah ka" ucap Chloe setelah berpikir.
Chloe pun langsung naik ke dalam mobil Sari. Selama perjalanan Chloe dan Sari saling bercerita tentang pribadi mereka dan asal mereka.
20 menit kemudian Chloe sudah sampai di apartemennya, Chloe pun berterima kasih kepada Sari dan segera masuk ke dalam apartemen saat melihat mobil Sari sudah pergi.
Chloe tidak tahu jika sedari kantor tadi Ayub sudah membuntuti mereka dari jauh hingga sampai ke tempat apartemen Chloe. Anak buah Xavier yang bertugas mengawasi Chloe tidak menyangka jika sedari tadi gadis tuannya sedang diikuti.
Ayub sendiri memang mengikuti Chloe dari belakang tapi saat tiba di apartemen Chloe dirinya langsung masuk ke dalam basement agar tidak ada yang mencurigainya.
"Ternyata tempat tinggal kamu disini sayang" ucap Ayub sambil tersenyum sinis.
Ayub kemudian keluar dari mobil setelah mengganti jasnya dengan jaket kulit hitam serta memakai topi agar menutup wajahnya sebagian. Ia lalu masuk ke dalam lift untuk mencari tahu lantai berapa apartemen Chloe.
Ayub tersenyum bahagia melihat seorang petugas apartemen yang berada di dalam lift juga. Dirinya kemudian membisikan sesuatu dan menyerahkan sebuah amplop kepada petugas apartemen.
Petugas itu senang bukan main karena mendapat uang yang sangat banyak. Dirinya kemudian mengajak Ayub menuju ruangannya di bagian data arsip.
Chloe yang baru masuk ke dalam apartemennya dan belum menyalakan lampu seketika terkejut dan berteriak kencang karena ada yang memeluknya dari belakang.
Argghhhhhh........
Teriak Chloe sambil memukul tangan yang sedang memeluknya.
"Hey baby it's me baby" ucap Xavier sambil menyalakan lampu.
Chloe terkejut bukan main saat lampu dinyalakan dan melihat wajah Xavier dibelakangnya. Karena kesal Chloe langsung memukul Xavier dengan brutal.
"Xavier kalau tadi aku jantungan gimana" ucap Chloe dengan emosi.
"Ampun sayang aku cuma bercanda tadi" ucap Xavier yang terus mengelak dari amukan Chloe.
"Ihhhh! Xavier" teriak Chloe dengan kesal.
Chloe lalu mengejar Xavier yang sudah berlari menuju ruang TV, dirinya terus memaki Xavier dengan bahasa Indonesia beruntung Xavier tidak mengerti apa yang dikatakan Chloe saat ini.
"Udah ya baby aku minta maaf sayang" ucap Xavier sambil memeluk Chloe dengan erat.
Meski kesal Chloe tetap membalas pelukan Xavier dengan erat karena ia begitu merindukan kekasihnya itu. Xavier pun sangat bahagia melihat wajah sang pacar yang berada dalam pelukannya.
Chloe menghirup wangi tubuh Xavier yang sangat menenangkan buatnya begitu juga dengan Xavier yang terus mencium puncak kepala sang kekasih karena saking rindunya.
Keduanya berpelukan sambil melihat pemandangan malam California. Siapa saja yang melihat mereka akan merasa iri karena keromantisan mereka.
...βββββ...
To be continue..........
Hay guys terima kasih ya untuk kalian semua yang sudah membaca karya author semoga suka dengan ceritanya yaπππ
Jangan lupa untuk vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€