
π»Aku akan membalas mereka setimpal berapa banyak air matamu yang jatuhπ»
.
.
.
.
Chloe berdiri di depan kaca dalam kamar mandi dan ia tersenyum bahagia mengingat kejadian beberapa saat yang lalu.
Chloe memegang bibirnya yang bengkak dan mukanya merah padam mengingat dirinya yang menikmati ciuman Xavier. Chloe menjadi sangat malu untuk bertemu dengan Xavier tapi mau tidak mau dirinya harus bertemu dengan sang kekasih.
Chloe pun segera membersihkan tubuhnya dan memasukan aroma therapy berbau mawar untuk merilekskan pikirannya. 30 menit berlalu Chloe pun membilas tubuhnya dan keluar menggunakan handuk sebatas paha.
Saat keluar Xavier yang baru masuk ke dalam kamar Chloe seketika mematung melihat penampilan Chloe yang menggoda.
Air tetesan dari rambutnya mengalir jatuh pada lehernya dan itu membuat Xavier harus menahan hasratnya.
Chloe yang belum sadar akan kehadiran Xavier di dalam kamar berjalan dengan santai sambil mengelap rambutnya yang basah. Saat mengeringkan rambutnya Chloe berbalik membelakangi Xavier.
Seketika mata Xavier melotot tajam melihat bekas luka yang sangat banyak di punggung Chloe. Xavier berjalan dengan cepat dan menyentuh punggung Chloe dengan wajah menahan emosi.
Chloe pun kaget merasakan tangan yang menyentuh punggungnya. Chloe seketika berbalik dan melihat wajah Xavier yang menghitam menahan emosi.
Chloe yang baru pertama kali melihat tampang Xavier seperti itu sangat ketakutan. Dirinya memberanikan diri menyentuh wajah Xavier dan itu berhasil.
Raut muka Xavier berangsur-angsur kembali ke wajah normalnya meski masih ada tatapan emosi dimatanya. Chloe pun sadar jika Xavier saat ini pasti sedang marah melihat bekas luka di punggungnya.
"Sejak kapan ada bekas luka itu" ucap Xavier dengan suara geram.
"Sayang" ucap Chloe dengan lembut ingin membuat Xavier agar jangan emosi.
Xavier kaget bukan main karena baru pertama kali Chloe memanggil dirinya dengan sebutan sayang.
"Katakan lagi" ucap Xavier dengan tegas.
"Sayang" ucap Chloe dengan senyum manis.
Wajah Xavier kembali cerah dan berseri seperti baru mendapat hadiah. Xavier langsung memeluk Chloe dan mencium b***r sang kekasih dengan cepat.
Chloe yang tidak siap hanya menerima perlakuan sang pacar. Di sela ciuman mereka Xavier bingung kenapa Chloe tidak membalas ciumannya.
"Sayang kenapa kamu tidak membalas ciumanku?" tanya Xavier setelah melepaskan ciuman mereka.
"Uhmm! Itu aku tidak tahu bagaimana caranya" ucap Chloe dengan malu.
Xavier tergelak mendengar perkataan Chloe dengan malu. Seketika Xavier tersenyum bahagia karena dirinya yang pertama mencuri ciuman gadisnya itu.
"Jangan bilang ini ciuman pertama kamu"
Chloe hanya menunduk dan mengangguk kepalanya. Dirinya sangat malu untuk bertatap muka dengan Xavier saat.
"Terima kasih sayang dan ikuti gerakanku perlahan" bisik Xavier.
Xavier kembali mencium bi**r Chloe bahkan dirinya mel***t dan me****it bi**r Chloe agar terbuka. Chloe yang kaget bi**rnya digigit seketika membuka mulut dan hal itu tidak dibiarkan oleh Xavier.
Xavier segera mengeksplor mulut Chloe dan tidak membiarkan sang kekasih berbicara. Hari ini menjadi hari paling bahagia untuk Xavier dan Chloe.
"Sayang aku mau kamu untuk operasi menghilangkan bekas luka di punggungmu" ucap Xavier dengan suara lembut.
"Tapi aku takut Xavier"
"Hey lihat aku. Aku tidak mempermasalahkan bekas luka itu tapi bekas luka itu membuat aku menjadi emosi karena tidak melindungi kamu waktu itu"
Chloe hanya mengiyakan perkataan Xavier karena dirinya juga tidak mau trauma melihat bekas luka di punggungnya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ Jakarta, Indonesia ~
Suasana kampus UI saat ini sangat ramai karena sedang mengadakan acara pesta ulang tahun kampus. Dan saat ini Sean bersama Queen menjadi sorotan mahasiswa karena datang ke acara tersebut berpasangan.
"Wah mereka serasi sekali ya"
"Tampan dan cantik"
Bisik-bisik para mahasiswa yang melihat Queen dan Sean berjalan bersama. Sampai di sana Sean dihampiri oleh ke 4 sahabatnya.
"Wah jadi bahan gosip nee besok" ucap Resa.
"Heeemmm" deham Sean dengan dingin.
"Queen loe cantik banget deh" ucap Ana yang datang bersama dengan kekasihnya Dito.
"Senyum dikit kenapa bro jangan dingin terus" ucap Angga sambil cekikan.
"Berengsek loe" ucap Sean dengan wajah dingin.
Keempat orang tersebut tertawa kencang melihat sahabatnya yang kesal. Tak jauh dari mereka Sinta mengepal tangannya merasa jengkel karena Queen menjadi pasangan Sean.
Sinta tersenyum sinis melihat kedekatan mereka, dirinya berjanji akan merebut Sean kembali. Sinta melihat Sean yang berjalan ke kamar mandi memutuskan untuk mengikuti Sean.
Sampai di kamar mandi Sinta pun menunggu Sean di luar. Tak lama Sean keluar dan mendapati Sinta yang sedang menunggu dirinya.
"Ka Sean" ucap Sinta dengan suara lembut.
"Bi**h" desis Sean yang masih sempat di dengar oleh Sean.
Mendengar ucapan Sean, Sinta pun mengepalkan tangannya menahan emosi yang siap meledak kapanpun. Sean berjalan melewati Sinta tapi seketika ia berhenti karena mendengar ucapan Sinta.
"Aku ada informasi penting mengenai Chloe" ucap Sinta dengan sinis.
"Jangan main-main sama gue" ucap Sean yang memegang leher Sinta dengan kuat.
Sinta yang awalnya takut menutup raut wajahnya dengan senyum menggoda. Melihat hal itu Sean kembali melepaskan Sinta dan berlalu pergi.
"Jika ingin informasi itu datang ke apartemen aku di jalan xxxx lantai 4 no xxx tepat pukul 10 malam sayang" ucap Sinta dengan suara menggoda.
Sean tidak memperdulikan hal itu dan kembali berlalu pergi, Sinta yang melihat hal itu tersenyum sinis dan ia tahu Sean akan datang ke tempatnya sebentar malam untuk informasi mengenai Chloe.
"I will make you be mine tonight baby" ucap Sinta sambil tertawa bahagia.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Sean yang masih di dalam aula tempat acara berlangsung terus memikirkan perkataan Sinta tadi. Dirinya berpikir apakah dia harus ke sana atau tidak.
Jika ia tidak pergi maka ia akan kehilangan informasi mengenai Chloe yang selama ini ia cari. Sean melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 21:45 dan sebentar lagi pukul 22:00.
Sean lalu berpamitan ke sahabatnya dan meminta Angga mengantar Queen karena dirinya ada urusan. Queen yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum tapi dalam hatinya seperti ingin membunuh seseorang karena kesal.
Sean sudah tiba di alamat yang diberikan oleh sinta dan ia pun langsung naik lift menuju apartemen Sinta.
Ting.........
Lift berhenti dilantai 4 dan Sean keluar mencari no apartemen 403. Saat tiba di depan pintu Sean langsung mengetuk pintu apartemen Sinta.
Tak lama pintu pun terbuka dan Sinta menyambut Sean dengan lingerie merah yang pas ditubuhnya. Sinta melihat tepat pukul 10 malam dan itu berarti Sean datang tepat waktu.
Sinta lalu mengajak Sean masuk ke dalam, Saat masuk ke dalam Sean menelan salivanya dengan kasar melihat tubuh sintal Sinta yang tertutup lingerie minim.
"Mau minum apa sayang?" tanya Sinta dengan suara menggoda.
"Jangan membuang waktu gue ja**ng cepat katakan info yang loe punya" ucap Sean dengan bentakan.
"Sabar sayang jangan terburu-buru gitu" ucap Sinta sambil meraba dada Sean.
Sean memegang tangan Sinta dengan kuat dan menatap tajam Sinta seperti ingin membunuh. Sinta pun diam dan mengambil beberapa foto di dalam sebuh amplop.
"Apa maksudnya?" tanya Sean saat melihat Chloe yang masuk ke dalam apartemen tempat tinggalnya.
"Chloe itu bukan gadis suci dan polos seperti loe pikir"
"Jaga omongan loe bi**h!" bentak Sean dengan cepat.
"Lihat ini bahkan Chloe pergi ke tempat tinggal apartemen milik bos-bos kaya disana" ucap sinta sambil menunjukkan foto Chloe yang berada di depan apartemen Xavier.
Sean melihat hal itu dan membuatnya semakin emosi. Mukanya merah padam dan memikirkan jika semua perkataan Sinta saat ini betul.
"Asal kamu tahu Chloe ke sana tepat saat kamu udah di London dan katanya itu kamar milik pria tua kaya disana" ucap Sinta sengaja memanasi Sean.
"Aaarrgghhh! Berengsek" teriak Sean dengan emosi.
Melihat hal itu Sinta sengaja mendekat Sean dan mengelus punggungnya. Sinta sengaja mendekatkan tubuhnya ke Sean guna membuat Sean tergoda.
Usaha Sinta pun berhasil saat Sean melihat tubuh montok Sinta di depannya. Seketika nafsunya tak bisa ditahan dan Sean langsung mencium Sinta dengan brutal dan kasar.
Malam itu Sinta sepenuhnya sadar dan menyerahkan dirinya ke Sean tapi dia tak tahu jika Sean menggunakannya hanya sebagai pelampiasan nafsunya.
Entah sudah berapa banyak ko***m yang dipakai dan berapa lama mereka menuntaskan gairahnya Sean tidak perduli. Dirinya saat ini hanya ingin melampiaskan hasratnya dan emosinya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Waktu berlalu dengan cepat dan Chloe saat ini sedang menunggu pengumuman dimana ia akan magang saat ini. Sebelum itu 2 bulan yang lalu Chloe sudah menjalani operasi plastik sesuai keinginan Xavier.
Dan Xavier semakin hari selalu posesif kepadanya karena dirinya masih menolak untuk tinggal bersama dengan dirinya. Chloe sebenarnya meminta waktu kepada Xavier untuk berpikir lebih dahulu sebelum mengambil keputusan.
Tak terasa 2 hari lagi ulang tahun Chloe yang ke 21. Xavier sebenarnya sudah membuat rencana kejutan untuk Chloe tapi ia tidak mau memberitahukan kepada Chloe.
Dirinya ingin agar ulang tahun gadisnya kali ini akan membuat dirinya sejenak melupakan masa lalunya.
Setiap tahun Chloe tidak ingin merayakan ulang tahunnya karena dirinya trauma mengingat ulang tahunnya bertepatan dengan kematian orang tuanya.
Xavier sendiri sudah mencari tahu tentang kedua orang tua Chloe berkat kakek Irwan. Dimana saat itu Xavier bersyukur karena kakek Irwanlah yang sudah menolong Chloe malam itu.
"Semoga kamu suka dengan hadiah yang aku siapkan baby" ucap Xavier memegang kotak kecil berwarna hitam.
Di belahan dunia yang lain Sean saat ini sedang pusing memikirkan keberadaan Chloe ditambah dirinya yang terus saja di datangi Sinta.
"Kenapa loe ngak mau tanggung jawab!" bentak Sinta di depan Sean.
Plak.........
Seketika Sean menampar Sinta hingga terjatuh karena berani membentak dirinya. Sean menatap tajam Sinta dan memegang dagunya dengan kuat.
"Asal loe tahu ya loe itu cuma pelampiasan nafsu gue aja" ucap Sean dengan sinis.
"Apa" ucap Sinta dengan kaget.
"Selama ini gue butuh loe karena loe itu adalah pelampiasan nafsu gue saja"
"Tapi loe udah ambil kesucian gue......hiks hiks hiks" ucap Sinta dengan derai air mata.
"Cih! Kesucian loe itu berapa sih gue bisa dapat 10 gadis virgin hari ini jika gue mau" ucap Sean sambil meludah tepat di muka Sinta.
"Berengsek loe, laki-laki berengsek loe" teriak Sinta dengan kencang.
"Bukannya loe yang menggoda gue waktu itu jadi gue ladeni aja loe kan loe sendiri yang nyerahin tubuh loe" ucap Sean sambil tertawa seperti iblis.
"Loe pasti bercanda kan loe ngak mungkin bisa sama gadis lain setelah dapat kesucian gue" ucap Sinta yang masih tak percaya jika selama ini dirinya hanya dimanfaatkan oleh Sean.
Sean tersenyum sinis dan menyuruh anak buahnya membawa Sinta ke hotel yang sudah ia pesan. Sampai disana Sinta mendapati ada seorang gadis sekitar umur 18 berada disana.
Sean masuk ke dalam dan mengikat Sinta di kursi depan ranjang hotel. Sinta berontak ingin lepas tapi tidak bisa, Sean pun melihat Sinta dan tersenyum sinis.
"Nikmatin pertunjukan gue" bisik Sean di telinga Sinta.
Sean berjalan menuju gadis tersebut dan mendorongnya hingga jatuh di tempat tidur. Gadis itu awalnya malu di lihat orang tapi karena uang yang ditawarkan oleh Sean sangat banyak dirinya pun pasrah.
Hari itu Sean melakukan hubungan terlarang seperti dirinya dengan Sinta tepat dimuka Sinta. Sinta hanya menangis mendengar ******* kedua orang yang berada di tempat tidur.
"Apa ini balasan buat gue karena sudah menyakiti Chloe waktu itu" gumam Sinta dengan pelan.
Dirinya sangat sakit hati melihat pria yang dicintainya tega melakukan hubungan itu tepat di depan matanya sendiri. Sakit hatinya melihat dan mendengar suara mereka berdua.
...βββββ...
To be continue..........
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak sebanyak-banyaknya ya guysπβ€