Heartless

Heartless
Episode 119



🌻Berusahalah menjadi yang terbaik tapi jangan pernah lupakan dari mana asalmu🌻


.


.


.


.


Chloe yang sedang melihat proposal dari perusahaan Rosemary seketika teringat akan kakek Irwan. Chloe mengambil hpnya untuk menghubungi kakek Irwan tapi seketika ia ingat jika dia tidak memiliki no hp kakek Irwan.


"Sayang" ucap Chloe dengan lembut.


"Heeemmm" deham Xavier tanpa melepas matanya dari berkas yang dipegangnya.


"Apa kamu punya nomor kakek Irwan?" tanya Chloe.


Xavier melihat Chloe sambil mengerutkan keningnya dan bertanya untuk apa lewat tatapan matanya. Chloe yang sudah mulai paham dengan sikap sang suami segera memberitahu tujuannya.


"Aku ingin mengabari kakek Irwan tentang kepulanganku sekalian ingin bertemu dengan ka Sila hubby" ucap Chloe dengan wajah ceria.


"Who is Sila?" tanya Xavier dengan suara datar.


"Dia itu cucu kakek Irwan dan dia orang yang menyelamatkan aku bareng kakek Irwan sayang dan dia itu perempuan baby"


"Oh" ucap Xavier dengan santai.


Chloe serasa ingin memukul Xavier di kepalanya karena menjawab ucapannya dengan singkat.


Tadi aja nanyanya seperti orang cemburu giliran di jelaskan ehh malah cuek, batin Chloe kesal.


"Albert berikan nomor Mr. Salim" ucap Xavier dengan nada perintah.


"Iya bos"


Albert kemudian menunjukan nomor kakek Irwan kepada Chloe. Chloe segera mencatat nomor kakek Irwan dan langsung menghubunginya, beruntung nomor Chloe kali ini sama dengan nomor Xavier yang memakai nomor internasional jadi tidak perlu harus mencari nomor baru saat masuk ke Indonesia.


"Halo" ucap kakek Irwan dengan suara tuanya dari seberang.


^^^"Halo selamat siang kek"^^^


"Nak Chloe" ucap kakek Irwan dengan senang saat mengenali suara tersebut.


^^^"Iya betul ini Chloe kek, kakek tahu dari mana kalau ini Chloe"^^^


"Kakek tidak akan pernah lupa dengan suara kamu nak"


^^^"Ah! Kakek bisa saja! Hehehe" ucap Chloe dengan kekehan.^^^


Xavier yang melihat sang istri tertawa seketika berbisik di telinganya.


"Aktifkan loudspeaker baby" bisik Xavier dengan pelan.


"Emang kamu ngerti bahasa Indonesia baby" bisik Chloe.


"Do it baby" ucap Xavier dengan tatapan tajam.


Chloe langsung membuat loudspeaker pada panggilannya bersama kakek Irwan sesuai keinginan Xavier.


"Apa kabar kamu nak Chloe?"


^^^"Chloe baik-baik aja kek dan saat ini Chloe berada di Indonesia"^^^


"Apa" ucap kakek Irwan dengan kaget.


^^^"Kakek kenapa"^^^


"Kakek hanya kaget saja karena kamu berada di Indonesia"


^^^"Iya kek nanti sebentar Chloe akan bertamu ke rumah kakek ya"^^^


"Yang benar nak Chloe"


^^^"Iya benar kek"^^^


"Kakek tunggu kedatangannya"


^^^"Oke kek jangan lupa sampaikan ke ka Sila ya kek"^^^


"Pasti akan kakek sampaikan"


^^^"Kalau gitu sudah dulu ya kek nanti sore Chloe mampir ke rumah kakek"^^^


"Iya nak Chloe"


^^^"Sampai jumpa kek"^^^


Chloe segera mematikan panggilannya dan menyimpan nomor kakek Irwan di handphonenya. Saat Chloe berbalik mata biru tajam langsung memandangnya dengan tidak berkedip menunggu penjelasan.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Sebentar sore kita ke rumah kakek Irwan ya sayang tadi aku bilang kalau kita akan ke sana sekalian aku mau mengenalkan suamiku yang paling tampan ini" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Heemmm" deham Xavier dengan wajah senang.


Xavier menutup rona wajahnya dengan tatapan datar tapi dalam hatinya saat ini sedang berbunga-bunga. Keempatnya langsung mengerjakan pekerjaan mereka dan menikmati makan siang bersama dalam ruang kerja Xavier.


~ *SR C**ompany* ~


Saat ini Sean sedang mempersiapkan proposal bersama sang asisten di dalam ruangannya. Tiba-tiba pintu ruangannya dibuka dari luar dengan keras.


Sean melihat orang yang sudah lancang masuk ke dalam ruangannya dengan tatapan tajam. Queen yang masuk ke dalam ruangan Sean dengan paksa seketika menjadi gugup.


"Apa loe ngak punya sopan santun!" bentak Sean dengan suara tinggi.


"Maaf" ucap Queen dengan wajah takut.


"Jangan kira loe itu istri gue jadi bisa bebas masuk ke ruangan gue seenaknya" ucap Sean dengan dingin.


"Aku hanya ingin berdekatan denganmu" ucap Queen dengan manja.


"Pergi"


"Aku ngak mau" ucap Queen kekuh tidak mau pergi.


"Gue bilang pergi ya pergi!" bentak Sean dengan suara tinggi.


Dimas hanya berdiri melihat kemarahan bosnya yang sudah tidak bisa dikontrol lagi. Ia ingin menolong sang majikan tapi dia tidak ingin mendapat semprotan amarah dari Sean.


Queen keluar dengan berlinang air mata. Sean menghela napasnya dengan kasar karena Queen sudah merusak moodnya saat ini.


"Jam berapa meeting tender dengan perusahaan Shine?" tanya Sean datar.


"Jam 15:00 sore tuan" ucap Dimas.


"Persiapkan semuanya jangan sampai ada kesalahan" ucap Sean dengan tegas.


"Baik tuan"


Dimas lalu permisi keluar menuju ruangannya untuk mempersiapkan semua berkas yang di perlukan oleh Sean untuk tender nanti sore.


Entah kenapa pikirannya tidak tenang memikirkan Chloe yang belum juga ditemukan keberadaannya. Memang mereka sudah mengetahui kalau Chloe berkuliah di UCLA tapi entah kenapa dirinya seperti hilang di telan bumi.


"Where are you baby why you must hidding" (dimana kamu sayang, kenapa kamu harus bersembunyi) ucap Sean dengan wajah frustasi.


Tiba-tiba pintu ruangannya diketuk dari luar, Sean lalu mempersilahkan orang yang mengetuk pintu untuk masuk.


"Permisi tuan ini ada berkas yang membutuhkan tanda tangan tuan" ucap Tika sang sekertaris dengan suara menggoda.


Sean menerima berkas tersebut lalu membacanya sebelum menandatangani berkas tersebut. Lalu Sean memberikan kembali berkas itu kepada Tika.


"Apa masih ada lagi?" tanya Sean dengan dingin.


"Uhmm! Jika tuan membutuhkan pelayanan servis saya bersedia tuan" ucap Tika sambil menunduk memperlihatkan belahan d**anya yang besar.


Sean seketika tersenyum sinis karena tahu apa maksud sekretarisnya. Sean melihat tubuh sang sekertaris yang seperti gitar spanyol dan hal tersebut membuat gairahnya naik.


Tak berlama-lama Sean menarik tangan Tika dan mencium bi**rnya dengan kasar tidak ada kelembutan sama sama sekali. Sean menjatuhkan Tika di atas meja kerjanya dan melakukannya dengan sangat kasar.


Tika hanya bisa mendesah nama Sean berkali-kali menikmati hentakan kasar dari sang bos dalam dirinya. Ia sangat senang karena sudah berhasil menggoda Sean dan merasakan tubuh Sean.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Setelah melepaskan hasratnya Sean memperbaiki pakaiannya dan berlalu menuju ke kamar mandi dalam ruangannya. Tika segera keluar dari ruangan Sean dengan senyum kemenangan.


"Ternyata tubuh tuan Sean sangat luar biasa" gumam Tika dengan senyum puas di wajahnya.


Tepat jam 15:00 Xavier menyuruh Rangga Liem direktur Shine untuk memulai meeting mengenai tender yang akan di perebutkan. Xavier dan lainnya menonton jalannya presentasi dari masing-masing perusahaan dengan teliti.


"Sayang menurut aku perusahaan Hartono mempunyai proposal yang sangat bagus bahkan pemilihan bahan yang digunakan mempunyai kualitas tinggi tapi masih menjangkau" ucap Chloe yang melihat presentasi dari perusahaan Hartono.


"Kita lihat semua peserta dulu sayang baru kita ambil keputusan" ucap Xavier tanpa mengalihkan pandangannya.


"Iya sayang"


Saat tiba pada giliran perusahaan SR Company Sean yang mempresentasikan proposalnya, wajah lembut Chloe seketika berubah menjadi dingin. Xavier yang melihat hal tersebut menatapnya dengan tatapan sangat tajam.


Ia akui jika saat ini ia tengah cemburu, Chloe yang merasa aura tubuh Xavier seperti menahan emosi seketika mengerti. Chloe bangun dan berjalan menuju Xavier dan langsung duduk di pangkuannya.


"Aku tahu suamiku saat ini sedang cemburu tapi satu hal yang perlu hubby tahu kalau cinta dan tubuhku hanya buat suamiku tercinta" ucap Chloe dengan lembut.


Mendengar perkataan Chloe barusan membuat emosi Xavier langsung mereda. Xavier lalu mencium b***r Chloe dengan lembut tidak memperdulikan Albert dan Thomas yang berada bersama mereka saat ini.


Chloe mendorong Xavier dan memberi isyarat lewat tatapan matanya jika saat ini mereka tidak sendiri di dalam ruangan. Xavier mengeram menahan hasratnya yang sudah bangun.


"Aku janji malam ini akan memuaskan suamiku" bisik Chloe dengan malu.


"Aku menunggunya istriku" bisik Xavier kembali mencium Chloe.


Xavier dan Chloe kembali melihat presentasi semua perusahaan yang ikut dalam tender perusahaannya kali ini.


"Albert beritahu Mr. Liem untuk memberitahu hasilnya dua hari lagi" ucap Xavier dengan tegas.


"Baik bos"


Albert segera menghubungi Rangga Liem sebagai direktur di perusahaan Shine untuk memberitahu hasil keputusan akan keluar dua hari lagi. Semua perwakilan langsung membubarkan diri setelah mendengar informasi dari direktur Shine.


"Baik bos" ucap Albert.


"Thomas bagaimana dengan keadaan mansion"


"Semua aman bos" ucap Thomas.


Mendengar kata mansion Chloe berbalik menghadap Xavier menuntut jawaban dari apa yang barusan ia dengar.


"Nenek tua itu sudah bergerak dengan rencananya sayang" ucap Xavier dengan lembut.


"Maksud sayang nenek Esma"


"Heeemmmm"


"Apa rencananya yang pernah sayang katakan waktu di Italia?" tanya Chloe dengan cepat.


"Iya sayang" ucap Xavier.


"Aku penasaran seperti apa wajah perempuan yang berani menggoda suamiku" ucap Chloe dengan tatapan mengejek.


"You will know baby karena saat ini ja***g itu belum muncul" ucap Xavier dengan datar


"Kenapa sayang ngomong dia ja***g"


"Karena memang kenyataan baby"


"Tapi pasti dia bukan ja***g"


"Bukan atau tidak menurutku sama saja baby" ucap Xavier dengan tegas.


"Iya sayang"


Chloe mengiyakan saja perkataan suaminya dari pada berdebat karena hal itu percuma saja. Suaminya yang arogan tidak akan pernah mau mengakui kekalahannya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Queen melajukan mobilnya dengan cepat menuju ke arah mansion. Ia sudah memikirkan apa rencana selanjutnya untuk membuat Sean selalu dekat dengan dirinya.


"Kita lihat saja seberapa lama loe bakal nolak gue" ucap Queen sambil mengertakan gigi.


Tiba-tiba handphonenya berbunyi tanda panggilan masuk dari Henki Baskoro. Emosi Queen memuncak melihat id nama yang tertera di hpnya.


Ia mengambil earphone dan langsung menjawab panggilan dari Henki.


^^^"Ada apa" ucap Queen dengan emosi.^^^


"Wow santai baby jangan marah-marah awas anak dalam kandunganmu kenapa-napa" ucap Henki terkekeh dari seberang.


^^^"Jangan membuang waktu gue berengsek"^^^


"Oh jadi baby gue ini mau langsung ke intinya ya"


^^^"Apa yang loe mau"^^^


"Besok seperti biasa gue tunggu jam 09:00 pagi dan jangan lupa pakai baju yang gue kasi waktu itu"


^^^"Sialan loe" teriak Chloe.^^^


"Simpan suara indahmu untuk besok baby😘😘"


Panggilan langsung dimatikan sepihak oleh Henki. Queen membuang earphonenya melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.


Ia sangat ingin melampiaskan amarahnya dengan alkohol tapi tidak bisa karena ia sedang mengandung. Sampai di mansion dia keluar dan langsung bergegas menuju ka kamar.


Sesaat Queen menetralkan emosinya di dalam kamar mengingat saat ini ia bukan sendiri saja tapi ada nyawa di dalam perutnya.


"Bantu mama untuk membuat papa kamu selalu berada di dekat mama sayang" ucap Queen sambil mengelus perut buncitnya.


~ Rumah Kakek Irwan ~


Sepulang kantor Chloe, Xavier beserta rombongan segera menuju ke rumah kakek Irwan. Sampai disana Xavier melihat rumah kakek Irwan dengan pandangan bingung.


"Ada apa sayang?" tanya Chloe dengan pelan.


"Apa ini rumahnya sayang?" tanya Xavier sambil melihat rumah kakek Irwan dengan kening mengerut.


"Iya sayang memangnya kenapa?" tanya Chloe bingung.


"Uhmm! Terlalu kecil aku tidak suka" jawab Xavier dengan nada arogan.


"Apa" ucap Chloe dengan kaget.


Beruntung mereka masih berada di dalam mobil jadi tidak ada yang mendengar perkataan suaminya. Chloe menggelengkan kepala melihat sikap sombong dan arogan suaminya itu.


"Sayang jangan pernah berkata apapun tentang kepunyaan orang lain termasuk rumah kakek Irwan karena itu akan membuat perasaan mereka sedih"


"Aku tidak perduli dengan perasaan mereka" ucap Xavier santai.


"Tapi jika mereka mendengarnya itu akan menyakiti hati mereka sayang"


"Itu urusan mereka bukan aku sayang" ucap Xavier tanpa bersalah.


"Terserah kamu saja sayang tapi aku mohon jangan berbicara aneh-aneh" ucap Chloe dengan tegas.


"Heemmmmm"


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Keduanya segera keluar setelah Albert membuka pintu untuk bos dan nyonyanya. Kakek Irwan berdiri bersama dengan Sila menyambut kedatangan Chloe dengan wajah gembira.


"Chloe" teriak Sila sambil berlari memeluk Chloe.


Chloe membalas pelukan Sila dengan erat, setelah itu sama-sama tertawa karena mereka seperti anak kecil saja.


"Loe apa kabar Chloe gue kaget loh tadi di telpon sama kakek suruh kesini katanya loe mau kesini" ucap Sila dengan menggebu-gebu.


"Hahaha! Baik ka, kakak sendiri gimana kabarnya" ucap Chloe sambil tertawa.


Sebelum Sila melanjutkan ucapannya keduanya langsung disuruh masuk ke dalam saja oleh sang kakek.


"Masuk ke dalam saja Sila ngak enak tetangga pada ngeliatin" ucap kakek Irwan dengan suara khasnya.


Sila dan Chloe segera masuk ke dalam rumah sambil tangan Chloe menggenggam erat tangan Xavier untuk masuk ke dalam.


Sampai di dalam Chloe memeluk kakek Irwan dengan erat melepas kangennya. Xavier yang tidak suka Chloe berdekatan dengan lelaki manapun langsung memasang wajah datar dan dingin.


Chloe segera menyudahi pelukannya karena melihat tatapan tajam sang suami. Chloe dan lainnya langsung duduk di sofa ruang tamu kakek irwan.


"Jadi selama ini loe kemana?" tanya Sila dengan cepat.


"Sebelumnya maaf ka waktu itu gue pergi tanpa pamit dan pasti udah membuat kakak kepikiran maaf ya" ucap Chloe dengan tulus.


"Awalnya gue kaget dan marah karena loe pergi tanpa pamit sama gue tapi berjalannya waktu gue yakin saat itu loe pasti punya masalah yang sangat serius banget ampe loe kehujanan malam itu" ucap Sila dengan wajah sedih.


"Maaf ka waktu itu gue memang punya masalah sangat banyak dan kakek Irwan tahu akan semua itu dan juga kakeklah yang membantu gue selama ini ka" ucap Chloe.


"Jadi kakek tahu selama ini Chloe dimana?" tanya Sila dengan kaget melihat kakeknya.


"Iya kakek tahu dan kakek lakuin itu untuk menjauhkan Chloe dari orang-orang yang sudah menyakitinya" jawab kakek Irwan.


"Maksudnya?" tanya Sila dengan bingung.


Chloe menceritakan semua permasalahannya kepada Sila dengan derai air mata. Sila yang yang mendengar cerita Chloe seketika langsung menangis dan berhamburan memeluk Chloe.


Dia tidak menyangka jika Chloe akan mengalami hal seperti itu bahkan ia a sendiri tidak akan pernah bisa menjalani hidupnya jika ia jadi Chloe.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Xavier menggeser duduknya membiarkan sang istri menumpahkan rasa sedihnya meski dia tak mau melihat air mata Chloe jatuh. Tak lama Sila melepaskan pelukannya dan kembali duduk di samping kakeknya.


"Kakek makasih ya atas semua bantuan kakek selama ini" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Jangan katakan lagi nak Chloe kakek sudah menganggap Chloe seperti cucu kakek sendiri" ucap kakek Irwan.


"Iya kek tapi sekali lagi terima kasih untuk semuanya kek"


"Iya sama-sama"


"Oh ya kek ini suami Chloe pasti kakek sudah mengenalinya" ucap Chloe sambil memegang tangan Xavier dengan lembut.


"Apa" teriak Sila dengan kaget.


"Hus! Sopan dikit kamu sama tamu!" bentak kakek Irwan.


"Maaf kek" ucap Sila dengan wajah malu.


"Selamat datang di rumah saya Mr. Wesly ini suatu kehormatan bagi saya menerima tamu seperti anda" ucap kakek Irwan.


Sila bengong mendengar kakeknya yang fasih berbicara dengan bahasa Inggris.


Baru kali ini gue lihat kakek gue ngomong pakai bahasa Inggris mana lancar banget pula, batin Sila melongo.


"Terima kasih Mr. Salim suatu kehormatan juga bertemu dengan penyelamat istri saya" ucap Xavier dengan nada tegas dan penuh wibawa.


Kakek Irwan tersenyum tapi sedikit takut dengan aura dari Xavier yang sangat mengintimidasi seperti sedang menatap mangsanya dengan tatapan tajam.


"Sesama manusiakan harus saling menolong jadi itu sudah kewajiban saya Mr. Wesly"


"Ya anda benar sekali Mr. Salim tapi tidak semua manusia seperti anda" ucap Xavier dengan tegas.


"Hahahahaha! Benar kata tuan" ucap kakek Irwan sambil tertawa.


Chloe hanya tersenyum saja karena memang sikap sang suami sudah seperti itu dan hanya pada dia sajalah ia bisa lembut.


Mereka kemudian bercerita dan saling mengobrol hingga menikmati jamuan makan malam di rumah kakek Irwan. Sebelum pulang kakek Irwan memberitahu jika Kenan dan orang tuanya selama ini mencari keberadaan Chloe.


Xavier yang mendengar nama Kenan mendadak menampilkan wajah sangat datar dan dingin. Ia sangat emosi jika mendengar nama laki-laki yang dekat dengan istriku.


"Who is Kenan" gumam Xavier dengan emosi.


...❄❄❄❄❄...


To be continue..............


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀