Heartless

Heartless
Episode 23



Sean mengajak Chloe untuk bertemu dengan kakeknya. Pada saat mereka tiba di tempat kakeknya ternyata orang tua Chloe juga masih ada disana.


"Selamat ulang tahun kakekku tercinta" ucap Sean mendramatis di depan kakeknya sambil menyerahkan kotak kecil sebagai kado kakeknya.


Bima yang baru pertama kali melihat kelakuan cucunya hanya menatap tajam sang cucu. Sean yang dipandang hanya tersenyum polos. Orang tua Sean pun mendekat ke arah mereka semua.


"Sean jangan buat kakekmu marah" ucap Maya memperingati Sean.


"Maya" ucap Laura terkejut karena bertemu sahabatnya.


"Laura" ucap Maya tak kalah terkejut.


Mereka berdua akhirnya saling berpelukan karena sudah lama tidak bertemu. Para suami yang melihat tingkah para istri hanya menggelengkan kepala mereka.


"Kalian saling kenal" ucap Bima kebingungan.


"Iya papa Laura ini teman Maya waktu SMA dulu"


"Berarti bakal jadi besan dong" ucap Bima sambil tertawa.


Melihat kakeknya tertawa kencang Sean hanya menatap datar tak suka karena dirasa kakeknya sedang menyombongkan diri.


"Halo tuan Rosemary senang bertemu dengan anda disini" ucap Riko berwibawa.


"Wah tuan Rahardian senang bertemu dengan anda juga" ucap Adam sambil menjulurkan tangannya menjabat tangan Riko.


"Jadi ini anak kamu Laura" ucap Maya sambil melihat ke arah Chloe.


Chloe yang ditatap pun menjadi gugup ia tidak sadar meremas tangan Sean dengan kuat.


Melihat Chloe yang gugup Sean pun mengenalkan Chloe ke mereka semua agar tidak terlalu gugup.


"Bu, pa, kakek ini Chloe pacar Sean" ucap Sean dengan tegas.


"Halo sayang kenalin nama tante Maya ibu dari anak nakal ini" ucap Maya dengan senyum tulus.


"Ihhh! Ibu apaan sih" ucap Sean kesal dengan perkataan ibunya.


"Halo tante, om nama saya Chloe senang berkenalan dengan om dan tante" ucap Chloe membalas perkataan ibunya Sean.


"Kamu cantik banget sayang" puji Maya sambil memegang tangan Chloe.


"Terima kasih tante. Tante juga cantik kok" ucap Chloe memuji balik ibu Sean.


Mereka semua mengobrol dengan seru dan Bima berpamitan untuk menyapa tamu lainnya. Sebelum Bima pergi Sean memegang tangan Bima dan berbisik.


"Jangan lupa buka kado Sean ya kek" ucap Sean sambil tertawa memamerkan giginya.


Bima tidak menanggapi ucapan Sean dan berlalu pergi. Acara semakin meriah karena banyak tamu yang hadir, tapi Chloe dan orang tuanya pamit pulang karena besok ada pekerjaan yang harus dikerjakan pagi-pagi.


"Tuan Bima saya sama keluarga pamit pulang dulu" ucap Adam menyapa Bima yang sedang berbicara dengan kenalannya.


"Tuan Adam sudah mau pulang"


"Iya tuan Bima besok kami masih ada kerjaan yang harus dilakukan pagi-pagi"


"Terima kasih karena tuan Adam dan keluarga sudah menghadiri acara ulang tahun saya" ucap Bima sambil menjulurkan tangannya.


"Suatu kehormatan bagi kami bisa hadir tuan" ucap Adam sambil menjabat uluran tangan dari Bima.


"Kapan-kapan kita makan malam bersama ya tuan Adam"


"Iya tuan nanti kita atur saja tanggalnya. Kami pamit dulu tuan"


"Iya tuan Adam"


Chloe bersama orang tuanya berjalan menuju parkiran untuk pulang. Setelah sampai di mansion mereka disambut oleh bi Rani yang berdiri di depan pintu.


"Steven udah pulang bi?" tanya Laura.


"Sudah nyonya tadi tuan muda dan nona Keysa tiba jam 7 malam"


"Hemm" deham Laura sambil berlalu bersama suaminya.


"Selamat malam bi" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Selamat malam juga nona muda, nona mau disiapkan sesuatu" balas bi Rani sambil tersenyum manis.


"Uhmm! Bi tolong antar teh hijau ke kamar Chloe ya, soalnya tadi Chloe banyak makan yang manis-manis bi" ucap Chloe dengan sopan.


"Baik non"


"Iya non"


Melihat nona mudanya sudah berlalu, bi Rani tersenyum bahagia karena di mansion ini masih ada orang yang memperlakukannya tidak memandang status sosial.


Semoga non selalu bahagia, batin bi Rani mendoakan Chloe dengan tulus.


Sampai di kamar Chloe membersihkan dirinya dan menganti pakaiannya dengan baju tidur. Setelah itu Chloe menaruh krim malam di wajahnya dan lotion khusus malam hari agar kulitnya besok terasa kencang dan halus.


Tok........tok........tok.........


"Masuk" ucap Chloe dari dalam kamar saat mendengar pintu kamarnya diketuk.


"Non ini teh hijaunya" ucap seorang pelayan yang mengantar pesanan Chloe.


"Terima kasih. Taruh aja di meja dekat ranjang"


"Baik non sama-sama"


Kemudian pelayan itu pamit pergi. Selesai dengan ritual malamnya Chloe mengambil teh hijau dan meminumnya sekali teguk setelah itu menaruh kembali gelas itu di atas meja.


Chloe kemudian membaringkan tubuhnya diatas kasur queen size miliknya. Tidak lama Chloe sudah berada di alam mimpi.


~ Mansion Tua Rahardian ~


Di penghujung malam, seorang pria yang sudah berumur tapi masih terlihat gagah sedang duduk di kursi kerjanya. Ia melihat sebuah kotak kecil yang diberikan oleh cucunya tadi.


Meskipun ia memiliki banyak cucu tapi entah kenapa ia lebih menyayangi cucunya ini dibandingkan yang lainnya. Meskipun cucunya ini memiliki sifat yang sangat dingin dan egois mengikuti papanya.


Ia akui sikap egois itu turun dari dirinya tapi sikap cucunya belum memenuhi keinginannya selama ini. Bima membuka kotak hadiah tersebut dan di dalamnya ada sebuah flashdisk berwarna hitam.


"Dasar cucu kurang ajar mau main-main ya sama kakeknya" ucap Bima marah karena merasa cucunya sedang mempermainkan dirinya.


Bima ingin membuang hadiah itu tapi ia urungkan karena penasaran isi flash tersebut. Bima pun mengambil laptop dan menusuk flashdisk tersebut. Di dalamnya ada sebuah video berdurasi 25 menit.


Ketika membuka video tersebut raut muka yang tadinya marah berubah menjadi tersenyum. Ternyata video itu berisi kekejaman Sean beberapa hari lalu yang sedang memberi pelajaran kepada pria yang telah korupsi di kantor papanya.


Bima pun mengambil hpnya dan menghubungi Riko anaknya yang pertama. Di dering kedua Riko menjawab panggilan dari ayahnya.


"Halo pa, ada apa" ucap Riko dingin dan langsung menanyakan perihal ke intinya.


^^^"Halo Riko apa video ini betul tentang Sean"^^^


Seketika Riko paham dengan maksud papanya karena tadi pagi tangan kanannya sudah memberitahu perihal Sean yang semalam minta dikirim videonya di markas.


"Papa bisa melihat dan menilainya sendiri"


Seketika tawa Bima pecah dan sampai kedengaran oleh Riko diseberang.


^^^"Ternyata papa sudah menemukan apa yang papa cari"^^^


"Maksud papa apa"


^^^"Seanlah yang akan mewarisi bisnis papa setelah kamu, karena semua saudara sepupunya tidak ada sifat kejam dalam diri mereka"^^^


Mendengar hal itu Riko paham karena sifat anaknya tidak beda jauh dengan dirinya.


"Tapi kita harus tetap memantau Sean pa"


^^^"Benar kata kamu papa ingin mulai sekarang pantau Sean terus dan ingat jangan lupa tentang pacarnya itu"^^^


"Baik pa"


Bima pun mematikan panggilannya sepihak tanpa membalas lagi perkataan anaknya. Saat ini suasana hati Bima sangat bahagia karena ia sudah menemukan pewaris bisnisnya kelak.


Bima mengambil sebuah foto di atas meja kerjanya dan mengusap foto tersebut dengan sayang. Foto itu adalah almarhum istrinya yang sudah meninggal dunia 5 tahun yang lalu.


"Sandra apa kamu bisa melihatnya dari sana, aku sudah menemukan pewaris selanjutnya" ucap Bima dengan air mata mengalir setiap kali melihat wajah istrinya yang cantik dalam pigura tersebut.


Bima melihat semua foto yang dipajang di tembok dan ada satu foto yang paling besar. Itu adalah foto keluarganya dimana ada istri dan 3 orang anaknya dengan suami dan istri mereka serta anak mereka masing-masing.


Anak pertama Riko Rahardian ayahnya Sean, anak kedua bernama Riki Rahardian ia mempunyai 3 orang anak, laki-laki 1 orang dan 2 perempuan, anak yang ketiga bernama Roslin Rahardian ia mempunyai 2 orang anak semuanya laki-laki.


Dari semua cucunya hanya Seanlah yang paling disayang oleh Bima dan istrinya. Dan sekarang ia adalah cucu pewaris sah yang akan mendapat gelar pewaris utama dari Rahardian.


"Kakek akan liat pertumbuhan kamu mulai sekarang" ucap Bima tegas sambil melihat kembali video cucunya tersebut sambil tersenyum bahagia.


...❄❄❄❄❄...


To be continue......