
π»Memaafkan bukan karena keharusan atau kebiasaan tapi itu adalah suatu hal yang muncul dari hati nurani kita sendiriπ»
.
.
.
.
Semua mata anak buah Xavier seakan terhipnotis untuk terus melihat wajah dari nyonya mereka. Seketika mereka bergidik ngeri merasakan aura mengintimidasi di seluruh markas itu.
Mereka lalu melihat ke arah sang bos yang saat ini sedang menatap mereka dengan tatapan tajam. Xavier sangat kesal saat berbalik ia melihat mata para anak buah mafianya melihat ke arah sang istri.
Chloe yang juga merasakan aura sang suami hanya diam saja. Entah kenapa ia tidak ingin berbicara satu kata pun takut dihukum oleh suami posesifnya itu.
"Albert ingatkan mereka untuk peraturan paling pertama" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Baik bos" ucap Albert tak kalah dingin.
Chloe mengingat-ingat apa peraturan suaminya, seketika ia kaget karena menurutnya itu peraturan paling aneh di dunia ini.
"Suami gue ada-ada aja masa sampai segitunya peraturannya" gumam Chloe dengan pelan.
"What do you say baby" (apa yang kamu katakan sayang) ucap Xavier dengan suara baritonenya.
"Tidak hubby aku hanya ingin segera masuk ke dalam mau lihat-lihat sayang" ucap Chloe berbohong.
"Aku tahu bukan itu baby katakan sejujurnya" ucap Xavier dengan tatapan tajam.
"Uhm! Itu aku hanya pikir jika peraturan yang kamu buat itu aneh sayang"
"Ckk!! Itu bukan aneh baby tapi itu adalah peraturan paling penting untuk semuanya karena hanya aku yang boleh menatap wajah cantik istriku sendiri" ucap Xavier dengan tegas.
Pipi Chloe seketika menjadi merah padam mendengar perkataan sang suami. Xavier terkekeh melihat pipi sang istri yang sudah blushing karena malu.
"Albert bagikan donat itu kepada semuanya" ucap Xavier dengan suara tegas.
"Tapi hanya ada 800 buah saja bos" ucap Albert.
"You know what you must do Albert" (kamu tahu apa yang harus kamu lakukan) ucap Xavier dengan tatapan tajam.
"Iya bos"
Albert segera menyuruh Sam untuk memanggil anak buah mereka berjumlah 800 orang ke depan. Anak buahnya yang disuruh maju adalah mereka yang mendapat hukuman hari ini karena lalai menjalankan tugas mereka.
"Sayang jangan lupa untuk Albert dan Thomas juga tadi kan mereka belum dapat juga untuk Mike dan pengawal kita yang tadi datang bareng kita" ucap Chloe berbisik di telinga Xavier.
"Heemmmm"
Xavier lalu memberi isyarat kepada Albert untuk maju. Seketika Albert terkejut karena tak menyangka jika ia juga akan mendapat donat tersebut, ia melihat Xavier sambil menggelengkan kepalanya agar jangan disuruh makan donat itu.
"Itu keinginan istriku dan anakku Albert jadi sebagai orang kepercayaan aku kamu juga harus ikut merasakan" ucap Xavier dengan senyum sinis.
Albert lalu mengambil donat yang masih ada dan membagikannya kepada Mike dan lainnya. Thomas yang mendapat donat tersebut sudah memasang wajahnya yang tidak mau.
Hari itu Albert dan lainnya pertama kali merasakan donat rasa cabai. Entah apa ekspresi mereka saat memakan donat itu tapi seperti ingin muntah saja.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Anak buah Xavier yang tidak kebagian hanya menatap teman mereka dengan ekspresi kasihan. Mereka tahu pasti itu adalah rasa donat paling aneh sedunia meski tampilannya sangat menggoda.
Melihat donat permintaannya sudah habis tidak tersisa lagi, membuat Chloe tersenyum bahagia. Ia lalu menarik tangan sang suami untuk membawanya ke dalam.
Sampai di dalam Chloe berdecak kagum melihat begitu banyak box berisi senjata yang tidak ia tahu namanya. Chloe berlalu meninggalkan Xavier ingin melihat sendiri senjata-senjata milik suaminya itu.
"Sayang senjata sebanyak itu untuk apa" ucap Chloe dengan bingung.
"Itu pesanan pemerintah Meksiko baby"
"Kamu kerja sama dengan pemerintah sayang"
"Seperti yang kamu tahu baby dunia mafia aku berbeda dengan yang lain dan hanya kelompok aku yang tidak suka membunuh orang tanpa alasan dan mencuri milik orang" ucap Xavier.
"Lalu kelompok mafia kamu namanya apa sayang"
"Devil dragon" ucap Xavier dengan suara tegas sambil menunjuk lambang mereka.
"Wow"
Xavier tersenyum melihat wajah sang istri yang melongo melihat lambang mereka di dinding. Naga hitam dengan aksen emas menjadi pilihan gambar kebesaran mereka dan semua barang mereka terdapat lambang tersebut.
Chloe mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan melihat kebanyakan anak buah suaminya ada tanda tato lambang naga hitam emas di tubuh mereka. Entah itu di tangan, leher, kaki, atau di pundak mereka.
"Sayang"
"Heemmm"
"Kenapa semuanya memiliki tato di tubuh mereka?" tanya Chloe penasaran.
"Itu tanda jika mereka adalah anggota klan aku baby" ucap Xavier dengan lembut sambil mengelus pipi Chloe.
"Lalu kenapa kamu tidak punya sayang"
Seketika gerakan tangannya terhenti mendengar pertanyaan Chloe barusan. Chloe menatap tajam Xavier meminta jawaban tapi sepertinya Xavier engan untuk menjawabnya.
"Baby tidak ada yang kamu sembunyikan dari aku kan" ucap Chloe dengan tatapan tajam dan suara tegas.
Xavier lalu menarik Chloe pergi ke ruang pribadinya di markas. Sampai disana keduanya masuk dan duduk di sofa di dalam ruangan tersebut.
Chloe mengedarkan pandangannya melihat ruangan itu yang seperti kamar mereka di mansion. Semuanya penuh dengan cat berwarna hitam keemasan menandakan kepribadian pemiliknya.
"Katakan sayang aku tahu kamu menyembunyikan sesuatu dariku" ucap Chloe dengan tegas.
"Aku sebenarnya memiliki tato sayang" ucap Xavier dengan wajah penuh khawatir.
"Hah"
Chloe membuka paksa baju sang suami mencari tato di badan Xavier tapi tidak ada. Chloe menatap Xavier dengan tajam meminta penjelasan lebih mengenai ucapannya.
"Aku menyuruh Kevin menempel kulit daging di tubuh aku karena aku tidak mau kamu takut melihat tatoku sayang"
"Bagaimana kamu berpendapat seperti itu sayang" ucap Chloe dengan ketus.
"Maafkan aku karena tidak jujur sayang" ucap Xavier dengan tulus.
"Apa lagi yang kamu sembunyikan sayang"
"Uhmm! Tidak ada sayang"
"Yakin?" tanya Chloe dengan selidiki.
"Hanya pesta pernikahan kita sayang yang akan diadakan 2 minggu lagi"
"Apa" ucap Chloe dengan kaget.
Xavier tersenyum memamerkan gigi putihnya menjawab reaksi sang istri. Chloe segera duduk di sofa memijit kepalanya yang seketika sakit karena kabar dari suaminya itu.
Xavier memijit kepala Chloe dengan pelan untuk mengurangi rasa sakit sang istri. Chloe memeluk tubuh suaminya untuk menghirup aroma tubuh sang suami yang sangat ia sukai.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Aku ingin lihat tato kamu sayang"
"Aku akan menyuruh Kevin untuk memotong kulit di punggung aku sayang"
"Apa akan sakit sayang?" tanya Chloe dengan khawatir.
"No baby itu hanya menempel saja jadi gampang dilepas"
"Sayang apa aku juga akan memiliki tato"
"Tergantung kamu sayang karena setiap anggota klan mafia memiliki tato mereka masing-masing sebagai ciri khas mereka"
"Di novel yang sering aku baca biasanya wanita milik sang bos mafia akan memiliki tandanya sendiri" ucap Chloe dengan cepat.
"Heemmmm"
Chloe memikirkan tanda apa yang akan ia dapatkan tapi seketika ia bergidik ngeri takut merasakan sakitnya di tato. Melihat wajah istrinya yang seperti sedang berpikir keras membuat Xavier tersenyum.
"Tenang saja baby jika kamu tak mau tidak apa-apa sayang yang penting kamu itu sudah menjadi milikku" ucap Xavier dengan lembut.
"Iya sayang"
Hari itu Chloe dan Xavier menghabiskan waktu mereka di markas Xavier. Chloe meminta hari itu juga untuk melepas kulit tambahan di punggung suaminya, entah itu kulit apa ia tidak perduli yang penting bisa melihat tato suaminya.
Chloe kaget melihat tato naga seluruhnya di punggung suaminya. Naga hitam dan emas yang digambar seperti sedang terbang melingkar terpampang jelas di depannya.
Chloe melihat suaminya itu dan merasa entah kenapa Xavier semakin tampan dengan tato miliknya itu. Chloe mendekat ke arah Xavier dan mengelus tatonya dengan lembut.
Xavier menutup mata merasakan usapan lembut di punggungnya. Seketika ia menegang merasakan ciuman di bahunya, Xavier berbalik menatap sang istri yang sepertinya sedang dilanda hasrat.
"What do you want baby" (apa yang inginkan sayang) ucap Xavier degan suara serak.
"Aku mau kamu sayang" ucap Chloe dengan suara serak.
"Aku milikmu sayang" ucap Xavier berbisik di telinga istrinya sambil mengigit pelan.
Chloe akhirnya mencium b***r Xavier dengan menuntut karena terbakar hasratnya. Xavier sendiri senang bukan main karena semenjak hamil Chloe mempunyai hasrat yang sangat tinggi.
******* keduanya terdengar di dalam kamar tidur Xavier, beruntung kamarnya kedap suara jika tidak anak buahnya akan mendengar suara-suara aneh dari dalam kamar sang bos.
~ Mansion tua Wesly ~
Di dalam mansion milik nenek Esma semua penghuninya sudah tertidur pulas. Berbeda dengan kamar Cika yang sedari tadi hanya ada suara ******* di dalamnya.
"Cih! Baru saja segitu kamu sudah pingsan" ucap Zen dengan kesal.
Zen adalah seorang maniak s**s dan mempunyai kelainan s**s yang tinggi. Ia akan terus melakukan hingga betul-betul puas bahkan dalam semalam saja dia akan menggempur Cika hingga pagi hari.
Zen keluar kamar ingin mengambil air karena belum puas menyalurkan hasratnya. Saat keluar dari kamar seketika ia tersenyum penuh arti melihat Sintya yang juga berada di dapur.
"Sepertinya malam ini aku akan puas" gumam Zen dengan tatapan nafsu.
Ia lalu berjalan mendekat ke arah Sintya dan seketika memeluk tubuh Sintya dari belakang. Sintya yang kaget ingin berteriak tapi mulutnya langsung dibekap oleh Zen.
Zen melihat suasana sangat gelap dan tersenyum puas saat melihat cctv di mansion hanya di ruang keluarga saja.
Ckk!! Orang kaya apa hanya punya satu cctv saja, batin Zen dengan cemooh.
Zen lalu menarik Sintya menuju ke kamar yang di dekat dapur dan mendorongnya ke ranjang. Ternyata kamar itu adalah bekas kamar Arnol dulu dan naasnya kamar itu kedap suara.
"Apa yang kamu lakukan berengsek" teriak Sintya dengan emosi.
"Pelankan suaramu sayang simpan untuk sebentar saja" ucap Zen sambil tersenyum penuh arti.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Zen merangkak naik ke ranjang tapi seketika Sintya berlari menghindar, ia berlari menuju pintu tapi naas Zen menangkapnya dengan cepat.
Sintya berteriak dan memukul Zen tapi tidak digubris sama sekali oleh Zen. Ia membanting Sintya dan merobek baju Sintya hingga tersisa ********** saja.
"Wah tubuhmu sangat menggoda baby" ucap Zen dengan senyum sensual.
"Tolong lepaskan aku tolong" ucap Sintya dengan air mata.
"Sebentar lagi kamu kan merasakan yang namanya nikmat surga sayang"
Zen mencium b***r Sintya dengan rakus dan me****tnya dengan kasar. Sintya berontak memukul Zen tapi tidak bisa karena tenaganya tidak sebanding dengan Zen.
Zen memegang tangan Sintya ke atas dan men***m leher Sintya hingga meninggalkan bekas disana. Sintya menangis kuat saat aset berharganya direnggut paksa dengan kasar.
Zen seperti mendapat lotre karena berhasil mendapat keperawanan Sintya. Zen terus memompa tubuhnya mencari kepuasaan dengan kasar, tak lama ia melenguh saat mendapat kepuasaan.
Malam itu Sintya merasa hidupnya hancur karena kehormatannya direnggut paksa oleh saudara iparnya sendiri. Air matanya mengalir memikirkan nasibnya saat ini.
Keduanya terus melakukan hingga beberapa kali sampai waktu menunjukkan pukul 04:00 pagi. Setelah puas Zen kembali memakai pakaiannya dan pergi keluar kembali ke kamarnya.
"Arrrghhh! Kenapa semua ini terjadi pada aku" teriak Sintya dengan histeris.
Di dalam kamar itu hanya dipenuhi suara isak tangis Sintya merasa dirinya hancur dan kotor. Tanpa semua orang tahu ternyata Sintya menjadi korban pemerkosaan kakak iparnya sendiri.
Paginya mereka bangun dan sarapan seperti biasa. Semua keluarga nenek Esma seperti tidak perduli saat melihat satu anggota keluarganya belum ada di meja makan.
"Zen kapan kita mulai rencana kita" ucap nenek Esma.
"Anak buahku saat ini sedang mencari informasi mengenai wanita cucu anda nek" ucap Zen dengan senyum sinis.
"Heemmm! Secepatnya kita harus membunuh anak sialan itu" ucap nenek Esma dengan emosi.
"Oke nek" ucap Zen.
Ia tersenyum puas melihat semua keluarga nenek Esma di meja makan. Ia bingung kenapa mereka tidak menanyakan keberadaan Sintya tapi seketika ia tersenyum puas saat mengingat kejadian dini hari tadi.
Aku pengen ulangi lagi dengan perempuan itu, batin Zen dengan senyum musterius.
~ Mansion Xavier ~
Pagi ini mereka pulang kembali ke mansion karena suaminya harus berangkat ke perusahaan. Saat Xavier sudah pergi Chloe kaget melihat hpnya yang terdapat berita mengenai kematian mantan daddynya.
Chloe segera menelpon Kenan untuk bertanya mengenai berita yang baru saja ia baca. Pada dering ketiga barulah Kenan menjawab panggilannya.
"Halo princess"
^^^"Halo kak apa benar berita mengenai kematian tuan Adam" ucap Chloe to the point.^^^
"Iya benar princess om Adam sudah meninggal"
^^^"Yang benar ka"^^^
"Benar Chloe siang tadi baru saja di makamkan" ucap Kenan dengan sedih.
^^^"Memang tuan Adam kenapa ka"^^^
"Om Adam minum obat tidur sampai overdosis, kata kak Steven om Adam berkali-kali ingin mengakhiri hidupnya karena frustasi Chloe"
^^^"Apa karena tubuhnya yang cacat ka"^^^
"Kakak ngak tahu Chloe tapi itu semua balasan untuk om Adam"
^^^"Aku turut berduka ya ka"^^^
"Iya princess"
^^^"Bye ka"^^^
"Bye Chloe"
Chloe segera mematikan panggilannya dan kasihan kepada mantan daddynya. Ia tak menyangka jika Adam Rosemary akan mengakhiri hidupnya seperti itu.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ Mansion Alan Rosemary ~
Suasana duka masih terasa di mansion Alan Rosemary. Steven sudah lebih mengikhlaskan kepergian sang daddy berbeda dengan Lidia yang belum bisa menerima kenyataan anak pertamanya sudah pergi.
Lidia sedari tadi duduk di sofa sambil dipeluk oleh Aldo sang anak dan Ani mamanya Kenan. Tak lama sang satpam masuk dan segera mencari Alan Rosemary tapi ia tak ada disana.
Steven yang melihat satpam sedang kebingungan segera beranjak menghampiri satpam tersebut. Sampai di depannya sang satpam segera memberi tahu perihal kedatangan tamu di depannya.
Steven kaget karena yang datang adalah anak buah Sean, entah apa tujuan mereka kemari tapi ia merasa ada sesuatu yang penting.
"Selamat malam tuan muda Rosemary"
"Malam ada keperluan apa kalian kesini" ucap Steven.
"Kami disuruh tuan muda Rahardian mengantar nyonya Queen kembali ke keluarganya" ucap salah satu anak buah Sean.
Queen lalu dibawa turun anak buah Sean dan menyerahkan kepada Steven. Air mata Steven seketika jatuh saat melihat tubuh sang adik yang seperti mayat hidup dan penuh dengan bekas luka.
"Kakak" ucap Queen dengan suara lemah.
"Kamu sudah aman princess" ucap Steven sambil menangis.
"Kalau begitu kami permisi"
"Baiklah sampaikan terima kasihku kepada tuan kalian karena telah mengembalikan adikku dengan selamat" ucap Steven dengan tulus.
"Baik akan kami sampaikan"
Anak buah Sean segera pergi dari mansion Alan Rosemary kembali ke markas. Steven lalu mengendong Queen karena tahu tubuh adiknya sangat lemah.
Saat masuk ke dalam semuanya kaget melihat perubahan Queen yang sangat dramatis. Dulu ia berpenampilan dengan glamor tapi sekarang seperti tidak terurus lagi.
"Cucuku" ucap Lidia dengan air mata.
Mereka kemudian berpelukan menumpahkan kesedihan di ruang keluarga. Queen yang mengetahui jika sang daddy telah meninggal berteriak histeris hingga pingsan.
Steven membawa Queen ke kamar yang ditempatinya untuk ditidurkan. Aurel memeluk tubuh suaminya karena tahu saat ini suaminya sangat sedih dan hancur.
"Kamu yang kuat ya mas"
"Terima kasih sudah bertahan denganku sayang"
"Sama-sama mas" ucap Aurel dengan lembut.
Di waktu yang sama tapi berbeda tempat saat ini suara tawa memenuhi ruangan tersebut. Juan tertawa puas saat membaca informasi pribadi milik Chloe.
"Kamu memang pantas mendapatkan perlakuan seperti itu anak sialan" ucap Juan dengan emosi.
Juan membaca informasi dari anak buahnya dan seketika kembali menjadi bingung. Ia heran kenapa informasi milik Chloe hanya sampai di saat ia masuk di salah satu kampus bergensi di California.
"Dimana data yang lain" ucap Juan dengan emosi kepada asistennya yang bernama Emilio.
"Maaf tuan tapi informasinya hanya ada itu saja dan informasi lainnya tidak ada tuan" ucap Emilio.
"Berengsek cari semua informasinya sampai kalian dapat jika tidak nyawa kalian taruhannya!" bentak Juan dengan suara tinggi.
"Baik tuan" ucap Emilio dengan gugup.
Emilio segera pergi tapi saat sampai di pintu suara tuannya menghentikan langkahnya. Emilio menelan salivanya dengan susah mendengar permintaan tuannya itu.
"Bawa anak itu kemari sekarang"
"Baik tuan" ucap Emilio yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
...βββββ...
To be continue...................
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€
Owh ya author juga pengen ngucapin
Selamat merayakan idul fitri 1442H mohon maaf lahir batin bagi umat Islam.
&
Selamat memperingati kenaikan Tuhan Yesus Kristus bagi umat Kristiani.