Heartless

Heartless
Episode 74



🌻Cinta itu seperti angin yang berhembus kapan saja, dimana saja dan tidak mengenal waktu kapan ia akan datang🌻


.


.


.


.


Setelah mengatur pakaiannya di dalam lemari dan mengatur interior apartemennya, Chloe pun mengistirahatkan tubuhnya karena lelah dengan perjalanan yang sangat lama.


Tak terasa hari berganti dengan cepat, Chloe sudah bangun dari pagi-pagi buta mempersiapkan semua persyaratan dan berkas yang akan dibawanya ke kampus hari ini.


Chloe saat ini sudah berdiri di depan gerbang kampus Universitas California Los Angeles (UCLA) yang terletak di Westwood di Los Angeles, California Amerika Serikat.


UCLA sendiri adalah salah satu kampus swasta yang paling bergengsi di Amerika dan juga salah satu kampus tertua di California. UCLA sendiri menawarkan 300 program sarjana dan pascasarjana dalam berbagai disiplin ilmu.


Kampus UCLA juga menawarkan asrama bagi mahasiswanya sampai lulus kuliah. Chloe memilih program jurusan management bisnis dan memilih untuk tinggal di luar asrama kampus.


Bukan tidak mau tinggal di asrama tapi dirinya yang sekarang sangat tidak suka untuk membangun jalin komunikasi dalam pertemanan. Chloe pun mengurus semua administrasi dan berkas keperluannya selama di kampus.


Setelah mendapat jadwal perkuliahan Chloe bergegas pulang ke apartemennya. Tapi saat dijalan dirinya memutuskan untuk membeli perlengkapan mandi dan kebutuhan sehari-harinya.


Chloe masuk ke dalam sebuah supermarket dan memilih bahan makanan serta keperluannya. Saat berjalan hendak ke kasir tiba-tiba ada seorang gadis Asia yang tidak sengaja menabrak Chloe.


"I'm sorry miss" ucap gadis tersebut.


"It's okay" ucap Chloe dengan wajah datar.


Tak mau berlama-lama Chloe pun kembali mendorong trolinya menuju kasir. Selesai membayar Chloe langsung bergegas pulang ke apartemennya.


Saat di jalan tanpa Chloe sadari sebuah mobil rolls royce phantom XIII melewatinya. Saat mobil itu berlalu entah kenapa jantung Chloe berdegup sangat kencang.


Chloe berhenti sejenak dan menetralkan degup jantungnya yang berdetak dengan kencang. Tanpa Chloe sadari ternyata orang dalam mobil tersebut adalah Xavier.


Xavier pun merasakan hal yang sama dengan Chloe tapi ia cepat menepis perasaan itu. Tak lama ponselnya berdering tanda panggilan masuk, Xavier melihat id nama pemanggil dan seketika jantungnya berdetak dengan cepat.


Tak membuang waktu Xavier pun mengangkat panggilan tersebut.


^^^"Katakan"^^^


"Halo bos kami sudah menemukan titik awal keberadaan nona Chloe bos" ucap anak buahnya yang ada di Indonesia.


Mendengar hal itu perasaan Xavier menjadi hangat karena sudah ada sedikit titik cerah mengenai keberadaan gadisnya.


^^^"Cepat selidiki dan jangan membuang waktu" ucap Xavier dengan tegas.^^^


"Baik bos"


^^^"Heemmmm"^^^


Xavier mematikan panggilannya dan menaruh kembali hpnya di dalam saku jas mahalnya. Xavier melihat ke arah luar dan dirinya sudah tidak sabar menanti hasil penyelidikan anak buahnya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


1 Bulan kemudian


Tak terasa sudah sebulan Chloe menjalani aktifitasnya di UCLA seperti mahasiswa lainnya. Pribadi Chloe yang menutup diri dan wajahnya yang dingin membuat dirinya tidak memiliki teman disana.


Bahkan ada beberapa mahasiswa yang membenci Chloe karena kecantikannya yang alami sehingga membuat para pria disana terkagum-kagum akan kecantikan Chloe.


"Hay Chloe" ucap Mira.


Mira adalah seorang gadis Asia yang pernah menabrak Chloe di supermarket. Entah karena mereka berasal dari Asia dan sama-sama mahasiswa penerima beasiswa membuat Mira selalu saja menempel dengan Chloe.


Chloe awalnya risih dengan sifat Mira yang periang dan selalu mengajak dia bicara. Bahkan tak jarang Mira mendapat bentakan dari Chloe tapi tak membuat dirinya pantang menyerah mendekati Chloe.


"Heeemmm" deham Chloe dengan malas.


"Dingin amat loe kita ini sama-sama dari Indonesia loh" ucap Mira dengan senyum manis.


"Lah terus" ucap Chloe dengan malas.


"Jangan jutek gitu atuh neng kan kamu itu teman gue"


"Gue bukan teman loe"


"Tetap loe teman gue" ucap Mira dengan tegas.


"Terserah loe deh pusing ladeni loe" ucap Chloe mengalah karena malas berdebat dengan Mira.


"Nah gitu dong say" ucap Mira.


Mendengar kata say seketika Chloe mengingat kenangannya bersama Sinta. Dulu mereka sering memanggil satu sama lain dengan kata say, Chloe pun tersenyum sinis mengingat kenangan bersama mantan sahabatnya.


"Jangan pernah panggil gue dengan sebutan say" ucap Chloe dengan suara dingin.


"Oke oke sorry friend" ucap Mira dengan gugup.


Tak lama dosen pun masuk dan memulai kegiatan perkuliahan mereka. 2 jam pun berlalu dan akhirnya dosen pun meninggalkan ruangan kelas.


Saat tengah merapikan buku-bukunya tiba-tiba Roseline dan gengnya datang menghampiri Chloe. Roseline adalah salah satu anak donatur terbesar di UCLA sehingga dirinya berani berbuat apa saja di kampus ini.


"Eiiihh! Ternyata para bit***s masih ada disini ya" ucap Roseline dengan senyum sinis.


"Kamu apa-apaan sih Roseline tiada hari tidak capek ya gangguin kita" ucap Mira dengan kesal.


"Tutup mulutmu anak miskin!" bentak Kylie teman Roseline.


"Emang salah kalau kita anak miskin" ucap Chloe dengan tatapan dingin.


"Ya iyalah karena kehadiran kalian berdua kampus kita ini tercoreng namanya" ucap Roseline dengan emosi.


Mendengar perkataan Roseline seketika Chloe tertawa kencang. Dirinya tidak menyangka jika ada anak beasiswa maka nama kampus akan tercoreng.


"Aneh ya baru kali ini aku dengar nama kampus tercoreng hanya karena anak beasiswa, seharusnya kamu itu belajar sana biar bisa pintar dan jangan kuliah hanya dengan uang orang tua kamu aja" ucap Chloe dengan sinis.


"Apa kamu bilang dasar perempuan ja***g" ucap Roseline sambil mendorong Chloe hingga terjatuh.


Melihat temannya jatuh Mira langsung menolong Chloe untuk berdiri. Tak lama saat Chloe ingin menampar dan memberi pelajaran kepada Roseline ia teringat jika ia bermasalah maka beasiswanya akan dicabut.


Chloe hanya menatap Roseline dengan tatapan tajam. Melihat hal itu Roseline dan gengnya tertawa bahagia, ia kemudian mengangkat jari tengahnya ke muka Chloe dan berlalu pergi.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Chloe loe ngak kenapa-napa kan?" tanya Mira dengan khawatir.


"Gue baik-baik aja" jawab Chloe dengan wajah datar.


"Maaf ya gue ngak bisa nolong loe" ucap Mira dengan sedih.


"It's okay santai aja gue tahu kok kalau kita buat masalah di sini konsekuensi yang akan kita dapat nanti sangat fatal" ucap Chloe.


"Tapi tetap aja gue sebagai teman loe sedih ngak bisa berbuat apa-apa"


"Apa loe serius mau berteman sama gue?" tanya Chloe yang mulai suka dengan sikap Mira.


"Yaelah Chloe apa selama ini loe ngak liat perjuangan gue apa" teriak Mira.


Semua mahasiswa di sana melihat ke arah mereka berdua dengan tatapan bingung karena tidak mengerti bahasa yang mereka gunakan. Melihat semua tatapan mata tertuju padanya seketika nyali Mira menciut.


Chloe hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Mira teman yang baru saja ia akan akui. Mereka berdua kemudian melanjutkan makannya dengan diam.


Tak lama mereka kembali menuju kelas untuk mengikuti kuliah selanjutnya. Jam berlalu dengan cepat tanpa terasa sekarang sudah jam 15:00 sore, Chloe dan Mira pun berjalan pulang bersama.


Mira mengajak Chloe untuk pergi ke taman menikmati suasana sore di negeri paman san. Chloe pun mengiyakan ajakan Mira karena selama ini dirinya tidak pernah berkeliling disini selama ia datang kesini.


"Jadi loe di Indonesia daerah mana Chloe?" tanya Mira saat mereka tiba di taman dekat kampus mereka.


"Gue Jakarta"


"Wah anak ibukota ya pantas aja logat loe itu kota banget" ucap Mira dengan cekikan.


"Emang loe dari daerah mana"


"Saya teh dari Bandung atuh neng"


"Pantas logat loe Sunda banget"


Mendengar hal itu Mira tertawa kencang karena Chloe hafal betul logat Sundanya. Chloe melihat Mira dan sedikit menarik sudut bibirnya akan sifat Mira yang periang.


"Jadi orang tua kamu di Jakarta ya?" tanya Mira.


Seketika hatinya menjadi sakit mendengar kata orang tua. Tatapan mata Chloe seketika berubah dingin dan Mira yang melihat hal itu bergidik ngeri dan takut.


"Kayaknya gue udah ngomong salah deh" gumam Mira dengan pelan.


"Orang tua gue udah meninggal semuanya"


"Maaf ya Chloe gue udah bikin loe sedih"


"Heemmmm"


"Chloe gue boleh curhat ngak" ucap Mira.


"Silahkan"


"Gue sebenarnya anaknya intorvert banget dulu, tapi karena kejadian gue dikhianati ama sahabat gue akhirnya gue mutusin untuk merubah diri gue"


Chloe melihat Mira dengan kaget karena tidak menyangka jika masa lalu diri mereka hampir mirip, sama-sama dikhianati oleh sahabat mereka sendiri.


"Loe tahu gue adalah anak kedua dari 4 bersaudara. Orang tua gue petani di kampung dan gue bisa kuliah disini itu semua berkat kegigihan gue dalam belajar. Gue awalnya hancur banget saat dikhianati sahabat gue tapi seiring berjalannya waktu gue sadar jika gue harus berubah dan gue ngak boleh sedih karena masih ada keluarga gue yang support gue dari belakang........hiks hiks hiks" ucap Mira sambil menangis.


Melihat hal itu Chloe pun menyerahkan tisu kepada Mira. Mira mengambilnya dan mengelap air matanya yang jatuh dengan deras di kedua pipinya.


"Kalau boleh tahu sahabat loe khianati loe kenapa"


"Waktu itu gue suka sama seseorang di kelas gue tapi gue malu buat ungkapin perasaan gue karena perbedaan kasta kita. Jadi gue hanya bisa cerita sama sahabat gue dari kecil, tanpa gue sadari ternyata sahabat gue itu malah menyebarkan semua curhatan gue ke seluruh sekolah. Gue drop banget waktu dengar gosip itu oleh satu sekolah, gue ngak nyangka kenapa sahabat gue setega itu sama gue" ucap Mira mengingat kejadian masa lalunya.


"Terus apa loe udah klarifikasi semuanya itu"


"Iya Chloe gue hanya bisa ngaku kalau gue emang jelas punya perasaan sama orang itu meski gue tahu gue bakal ditolak. Tapi setidaknya gue udah coba ungkapin perasaan gue dari pada gue menyesal di kemudian hari"


Entah kenapa dada Chloe sangat sesak mendengar cerita Mira. Ia seakan ingat akan perasaannya kepada seseorang yang dari dulu ia belum ungkapkan.


Ternyata emang penyesalan itu akan sakit banget, batin Chloe.


"Chloe gue cuma mau bilang sama loe kalau gue itu mau temenan sama loe karena gue ngerasa loe itu beda sama yang lain, loe itu apa adanya dan jadi diri loe sendiri dan itu yang gue suka dari loe" ucap Mira dengan senyum manis.


"Oke gue mau jadi temen loe" ucap Chloe dengan sedikit senyum di bibirnya.


Mira mengangkat jari kelingkingnya dan mengaitkan dengan jari kelingking Chloe. Mereka berdua pun tertawa bahagia karena suatu hal kecil yang baru mereka lalui bersama.


~ Wesly Group ~


Di bangunan super mewah dan terbesar sehingga menjadi perusahaan no.1 di dunia yang bergerak di semua bidang. Seorang pria bak dewa yunani sedang melihat suasana kota saat ini dari lantai 98.


Pria itu adalah pimpinan atau direktur tertinggi di perusahaan Wesly Group. Dia adalah Xavier Arthur Wesly seorang triliuner terkaya dan termuda saat ini.


Xavier memegang handphonenya dan sedang memikirkan dimana gadisnya saat ini berada.


Kamu sembunyi dimana Chloe sudah setahun kamu hilang bak ditelan bumi, batin Xavier.


Tok..........tok.............tok............


Pintu ruangan Xavier diketuk dari luar. Xavier berjalan ke samping meja kebesarannya dan menekan sebuah tombol kecil di sampingnya untuk membuka pintu.


"Permisi bos ini adalah laporan kerja sama dengan perusahaan Wish bos" ucap Albert.


Xavier melihat map yang ada di tangannya Albert dan menerimanya. Ia kemudian duduk di kursinya dan memeriksa kembali surat perjanjian kerja sama itu.


Setelah melihat dan tidak ada yang mencurigakan dan hasilnya pun memuaskan Xavier langsung menandatangani surat tersebut. Xavier memberikan map itu kembali kepada Albert.


"Jam berapa acara di kampus UCLA?" tanya Xavier dengan dingin.


"Jam 10:00 tepat bos"


"Buat hanya 20 menit saja"


"Baik bos"


Tak lama Albert pamit kembali ke ruangannya, selepas kepergian Albert Xavier kembali menyibukkan dirinya dengan berkas-berkas di meja kerjanya.


...❄❄❄❄❄...


To be continue.....


Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak ya guys😘❀