
π»Cintailah dia seperti kamu mencintai dirimu sendiriπ»
.
.
.
.
Semua pelayan di mansion Xavier malam ini sangat menikmati makanan yang disiapkan oleh pak Max dan para koki.
Xavier duduk bersama dengan Albert dan lainnya dan hanya membahas pekerjaan. Karena bosan Chloe pun memilih pergi ke rumah kaca yang tidak jauh dari taman tersebut.
Sampai disana Chloe duduk di gazebo melihat bintang yang sangat banyak di langit. Tak lama ada tangan kekar yang memeluknya dari belakang dengan erat.
Chloe mengelus lengan kekar itu dengan lembut karena tahu siapa pemilik dari lengan tersebut dari aroma tubuhnya.
"Thank you for everything baby" bisik Xavier di telinga Chloe.
"Your welcome baby" balas Chloe dengan lembut.
Xavier mengangkat tubuh Chloe dan menaruhnya di pangkuannya, tak lama sepasang kekasih itu sudah berciuman di bawah sinar rembulan.
"Sorry sayang aku tidak menyiapkan kado ulang tahun buatmu" ucap Chloe mengelus rahang Xavier.
"Kamu itu adalah kado untukku sayang"
Kedua manik biru tajam itu menatap manik hazel teduh itu dengan penuh cinta. Xavier mendekatkan bi**rnya kembali dan mencium bi**r Chloe dengan lembut.
Chloe hanya menikmati ciuman dari sang kekasih yang sangat lembut. Melihat sang kekasih yang hampir kehabisan napas Xavier pun menyudahi ciumannya.
"Aku mempunyai sesuatu untukmu sayang" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Apa?" tanya Xavier penasaran.
"Awalnya aku malu untuk memberikannya kepada kamu sayang karena itu bukanlah barang mewah atau mahal sayang tapi aku khusus menyiapkan kado untukmu baby dari lubuk hati aku yang paling dalam"
"Aku tidak butuh kado sayang yang aku butuh itu kamu dan cinta kamu" ucap Xavier dengan suara tegas.
"Aku menaruhnya di atas meja di dalam kamar kamu sayang" bisik Chloe di telinga Xavier.
Xavier mengangkat alisnya sebelah melihat Chloe tapi Chloe hanya tersenyum manis. Karena penasaran Xavier menurunkan Chloe dan berlari dengan cepat masuk ke mansion.
Albert, Thomas, dan Kevin yang melihat sang bos masuk kedalam dengan tergesa-gesa hanya menatap dengan bingung. Pikir mereka mungkin sang bos ingin ke kamar mandi.
Xavier berlari dengan cepat menaiki tangga dengan tergesa-gesa. Sampai di dalam kamar ia mengedarkan pandangan mencari kotak hadiah yang dimaksud Chloe.
Xavier melihat kotak segi empat kecil di atas meja dekat sofa. Dirinya langsung mengambil kotak tersebut dan membukanya.
"Gantungan kunci" ucap Xavier dengan bingung.
Xavier melihat gantungan kunci tersebut dengan bingung, ia membalik gantungan tersebut dan terdapat sebuah kata di belakangnya.
"Yes apa maksudnya" ucap Xavier dengan bingung.
Xavier berpikir mengenai arti kata di gantungan kunci tersebut sampai dahinya berkerut. Tiba-tiba matanya kaget setelah tahu makna kata tersebut.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Jantung Xavier berdetak dengan cepat saat turun kembali ke bawah untuk menemui Chloe di taman kaca. Xavier berlari dengan wajah ceria ke sana.
Sampai disana matanya tertuju pada jari manis Chloe yang terdapat cincin berlian. Chloe berdiri dan tersenyum kepada Xavier, tak mau berlama-lama Xavier dengan cepat memeluk tubuh Chloe.
"Thank you baby thank you" ucap Xavier dengan suara serak.
Chloe memeluk tubuh Xavier dengan sangat erat. Malam ini kebahagian Xavier tidak bisa dikatakan lagi, dirinya seperti terbang tinggi di atas langit.
"Aku sudah tidak sabar lagi Mrs. Wesly" ucap Xavier dengan kencang.
"Xavier aku malu" ucap Chloe yang melihat semua mata tertuju pada mereka.
"Bos what happened?" tanya Albert yang mendengar teriakan Xavier.
"Sebentar lagi kalian akan mempunyai nyonya baru" ucap Xavier dengan lantang.
"Maksud bos?" tanya Albert yang belum paham.
"Sebentar lagi bos akan menikah bodoh" ucap Thomas yang kesal pada Albert karena loading lama.
"Ah! Sebentar lagi kita punya kakak ipar" ucap Kevin dengan antusias.
"Heeemmmm"
Ketiganya langsung memeluk Xavier dan mengucapkan selamat, Kevin yang hendak memeluk Chloe langsung dipukul oleh Xavier di kepalanya.
"Aduh bos kenapa sih" ucap Kevin dengan kesal.
"Hanya aku yang boleh memeluk istriku" ucap Xavier dengan tatapan tajam.
"Cih! Belum jadi istri bos" ucap Kevin kesal.
Wajah Chloe seketika berubah menjadi merah padam karena mendengar kata istri dari Xavier. Ia sangat malu dan menunduk menyembunyikan wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus.
Xavier hanya tersenyum melihat wajah Chloe yang sudah merah padam dan memeluk dirinya. Hati Chloe dan Xavier berdegup dengan kencang merasakan kebahagian yang tidak bisa di katakan.
Xavier kemudian membawa Chloe ke kamarnya untuk tidur karena waktu sudah menunjukan pukul 01:00. Pagi hari Xavier bangun lebih dulu dari Chloe.
Ia memandang wajah Chloe yang seperti bayi saat tertidur. Xavier kemudian mencium kening Chloe dan mengecup bibir Chloe sebelum turun dari ranjang.
Xavier mengambil hpnya dan menelpon Albert. Pada dering kedua Albert langsung menjawab panggilannya.
^^^"Siapkan semua berkas pernikahanku dan Chloe dalam 2 hari"^^^
"Hah!"
^^^"Kamu dengar apa yang aku bilang Albert" ucap Xavier dengan bentakan.^^^
"Iya bos"
^^^"Awasi semuanya jangan biarkan nenek tua itu tahu"^^^
Panggilan pun dimatikan sepihak sebelum Albert menjawab. Di apartemen Albert langsung bangun dan segera membersihkan tubuhnya untuk mengerjakan perintah Xavier.
Xavier berdiri di balkon dan memikirkan semuanya untuk menjaga keselamatan Chloe dari nenek dan keluarga tirinya.
Aku akan menjaga kamu sampai mati baby, batin Xavier.
"Xavier" ucap Chloe dengan suara serak.
Xavier segera masuk ke dalam dan melihat Chloe yang sedang mengerjapkan matanya. Xavier naik ke ranjang dan memeluk Chloe dengan erat.
"Xavier sudah jam berapa?" tanya Chloe dengan suara serak.
"Jam 07:00 pagi sayang" ucap Xavier dengan lembut.
"Heemmm"
Chloe kemudian bangun dan masuk ke dalam kamar mandi. Xavier kemudian menyuruh pak Max untuk membawakan sarapan mereka ke dalam kamar.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Hari berlalu dengan cepat tak terasa satu minggu sudah berlalu dan semua berkas pernikahan Chloe sudah selesai diurus. Selama persiapan pernikahannya Chloe disuruh tinggal di penthouse Xavier.
Saat ini Chloe sedang menunggu Xavier ingin membicarakan sesuatu yang penting dari hatinya. Tak lama Xavier pun muncul dengan penampilan yang sangat mempesona.
"Baby" ucap Xavier dengan lembut.
"Aku ingin berbicara penting sayang" ucap Chloe dengan tatapan tajam.
"Heemmmm"
"Kenapa aku tidak tahu kalau pernikahan kita diadakan minggu depan?" tanya Chloe.
"Biarkan aku yang mengatur semuanya sayang"
"Xavier" teriak Chloe dengan kencang dengan wajah emosi.
Xavier seketika kaget melihat tatapan marah dan emosi. Chloe mengatur napasnya agar tidak terlalu emosi.
"Apa kamu pikir pernikahan hanya sebuah permainan! Hah! Apa aku hanya akan jadi pajangan saja tanpa mengetahui sampai mana persiapannya dan apa yang aku mau apa semua itu tidak penting untuk mu" teriak Chloe mengeluarkan semua isi hatinya selama seminggu.
Xavier berjalan dengan cepat dan memeluk Chloe yang sudah menangis di sudut penthouse. Pikiran Xavier seketika menjadi blank memikirkan semua perkataan Chloe.
"Maafin aku sayang"
"Apa kamu pernah tanya apa yang aku mau Xavier? Aku mempunyai banyak pikiran Xavier........hiks hiks hiks" ucap Chloe sambil menangis tersedu-sedu.
Xavier terus memeluk Chloe membiarkannya mengeluarkan semua yang ada di pikirannya. 30 menit berlalu Chloe sudah lebih tenang, Xavier mengendong Chloe membawanya ke sofa.
"Sekarang katakan apa yang sayang mau" ucap Xavier.
"Apa bisa kita jangan adakan resepsi pernikahan dulu" ucap Chloe dengan gugup.
"Apa maksud kamu baby?" tanya Xavier dengan tatapan tajam.
"Aku ingin pernikahan kita cukup dihadiri kerabat saja dan kita menunda resepsinya sayang"
"Jelaskan padaku apa tujuannya pasti ada maksud dari semua ini kan"
"Aku tidak ingin orang lain mengenali aku sebagai istri kamu sebelum aku membalaskan rasa sakit hati aku" ucap Chloe dengan tatapan dingin.
"Heeemmm! I know baby"
"Tapi ada satu lagi permintaan aku sayang"
"Apa itu baby"
"Uhm! Apa kita bisa menunda melakukan itu" ucap Chloe dengan gugup dan malu.
"Melakukan apa?" tanya Xavier dengan bingung.
"Uhmm! Itu yang biasa dilakukan oleh pasangan menikah" ucap Chloe dengan menunduk.
"Apa" ucap Xavier dengan kaget.
Apa aku harus menahannya lagi! Aarrgghhh, batin Xavier menjerit dengan kesal.
"Aku janji hanya sampai aku menyelesaikan kuliahku sayang" ucap Chloe dengan wajah imut.
"Hah! Baiklah aku akan tahan" ucap Xavier pasrah.
"Terima kasih sayang" ucap Chloe dengan bahagia.
Sepertinya kamu harus berpuasa lagi juniorku, batin Xavier melirik ke bagian privasinya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Hari ini Chloe pergi ke kampus dan menyerahkan berkas skripsinya bersama dengan Mira dan Jeni. Sampai disana mereka masing-masing menuju ke ruangan pembimbingnya.
2 jam berlalu Chloe keluar dengan wajah bahagia, Mira dan Jeni yang melihatnya merasa aneh sendiri.
"Bahagia banget kamu Chloe apa ada berita baik?" tanya Mira.
"Minggu depan aku ujian" teriak Chloe dengan senang.
"Apa! Yyeeeey.........selamat ya Chloe" ucap Jeni sambil melompat kegirangan.
"Selamat Chloe akhirnya kamu duluan juga buka jalan buat kita semua" ucap Mira dengan bahagia.
"Makasih ya doain aku biar lancar semuanya" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Siap bos" ucap Mira dan Jeni dengan serentak.
"Oh ya ada yang mau aku omongin sama kalian" ucap Chloe.
"Apa?" tanya Mira dengan penasaran.
"3 hari lagi aku bakal nikah" ucap Chloe.
"Apa!" teriak keduanya dengan kaget.
"Ihhh! Pelan-pelan dong ngomongnya jangan sampai ada yang tahu"
"Kamu bercanda kan Chloe?" tanya Jeni dengan cepat.
"Apa muka aku kelihatan sedang bercanda" ucap Chloe sambil menunjuk mukanya.
"Jadi beneran kamu mau nikah" ucap Mira.
"Ya dan hari ini aku minta kalian berdua untuk temani aku selama masa pingit di penthouse Xavier" ucap Chloe sambil mengangguk kepala.
"Siap kita bakal temani kamu tapi apa kamu sudah beritahu Julian?" tanya Jeni.
"Belum ini mau aku beritahu dia" ucap Chloe.
"Tapi kayaknya dia belum datang deh coba telpon thu anak" ucap Mira.
"Oke biar aku telpon dia" ucap Jeni.
"Cieee yang mau nelpon pujaan hatinya" goda Chloe dan Mira sambil cekikan.
"Apaan sih kalian berdua" ucap Jeni dengan muka merah padam karena malu.
Jeni langsung menelpon Julian dan pada panggilan ke tiga baru diangkat.
"Halo" ucap Julian dengan suara dingin.
Seketika jantung Jeni seakan merasa sakit mendengar suara Julian yang amat dingin. Ia cepat-cepat menormalkan diri agar tidak diketahui oleh sahabatnya.
^^^"Halo Julian"^^^
"Ada apa"
^^^"Uhmm! Itu Chloe sama Mira nanya apa kamu datang ke kampus soalnya ada sesuatu yang mau diberitahukan Chloe" ucap Jeni dengan nada seperti ketakutan.^^^
"Aku datang sebentar lagi aku ke kampus"
^^^"Oh oke nanti aku sampaikan bye"^^^
Jeni langsung mematikan panggilannya sepihak tanpa menunggu jawaban Julian. Entah kenapa dirinya merasa Julian seakan tidak ingin berbicara dengannya.
"Gimana?" tanya Mira.
"Bentar lagi Julian datang ke kampus" ucap jeni.
"Kalau gitu mending kita tunggu Julian di taman kampus aja yuk" ucap Chloe.
"Ayok" ajak Mira.
Ketiganya langsung bergegas menuju taman kampus, sampai disana hp Chloe berbunyi panggilan masuk dari Xavier.
^^^"Halo sayang"^^^
"Halo baby kamu sedang apa"
^^^"Aku sedang di taman bersama dengan Mira dan Jeni.^^^
"Sayang 10 menit lagi aku akan menjemputmu untuk fitting baju pernikahan kita"
^^^"Aku tunggu sayang"^^^
"Bye baby"
^^^"Bye sayang"^^^
Panggilan pun langsung dimatikan, Chloe menoleh ke Jeni dan Mira dengan raut muka sedih.
"10 menit lagi Xavier bakal jemput aku untuk fitting gaun pernikahan" ucap Chloe.
"Berarti kamu tidak sempat dong ketemu sama Julian" ucap Mira.
"Uhmm! Kayaknya nanti aku nitip undangan aja ya ke kalian buat kasih ke Julian"
"Oke deh" ucap Jeni.
"Terus jadi tidak kita nginap di apartemen kamu?" tanya Mira.
"Jadi dong nanti aku kasi alamatnya" jawab Chloe dengan senyum manis.
"Heemmm" deham Mira.
Tak lama Xavier mengabari Chloe kalau dirinya sudah sampai di depan. Chloe bergegas pergi menuju Xavier tak lupa memberikan undangan kepada 3 sahabatnya.
Sepeninggal Chloe tak lama Julian pun sampai dengan tergesa-gesa. Ia melihat mencari keberadaan Chloe tapi tidak menemukannya.
"Dimana Chloe katanya ada mau di omongin?" tanya Julian.
"Udah pulang kelamaan nunggu kamu" ucap Mira.
"Emang sih Chloe mau bicarakan apaan sih" ucap Julian.
"Nih buat kamu" ucap Jeni sambil menyodorkan sebuah undangan.
Julian menerimanya dan seketika ia kaget membaca nama pengantin di depan undangan tersebut.
"Ini beneran?" tanya Julian dengan serius.
"Baca aja di situ semua udah tertulis dengan jelas" ucap Mira.
"Oh ya jangan di beritahu ke orang lain ya soalnya Chloe tidak mau ada yang tahu mengenai pernikahannya" ucap Jeni.
"Oke" ucap Julian.
Mira dan Jeni pun bersiap untuk ke alamat yang sudah di kirim oleh Chloe. Sedang di salah satu butik terkenal Chloe keluar dengan gaun pengantin menjuntai ke bawah tanpa lengan dan bagian dadanya sedikit terbuka.
Xavier dibuat terpesona dengan kecantikan Chloe sampai tidak bisa berkata-kata lagi. Chloe menahan tawa melihat Xavier yang terpesona.
"Bos" ucap Albert.
Tapi tetap saja Xavier tidak memperdulikannya dan hanya menatap Chloe dengan intens. Melihat bosnya yang seperti orang bego Albert langsung saja memegang lengan Xavier.
"Bos" ucap Albert dengan sedikit keras.
"Heeemmm"
"Para desainer sedang menunggu pendapat anda bos"
"Ambil yang ini" ucap Xavier dengan cepat.
"Baik bos"
Chloe berjalan masuk ke dalam ruang fitting untuk melepaskan gaun pengantin yang dicobanya barusan. Mereka kemudian keluar dan menuju apartemen blue ocean.
~ Mansion Tua Wesly ~
Di mansion tua Wesly yang sangat mewah ada sekumpul keluarga sedang membahas perihal penting mengenai rencana mereka.
"Culik gadis itu dan sekap di di tengah hutan" ucap nenek Esme.
"Tapi kita harus mengelabui para pengawalnya mommy" ucap Reynald.
"Aku punya ide daddy untuk mengelabui para pengawal" ucap Cika.
"Apa itu?" tanya Reynald.
"Kita bisa menyuruh orang untuk menyamar menjadi gadis itu agar mengelabui para pengawal lalu daddy perintahkan orang suruhan daddy untuk menculik gadis itu"
"Apa kamu yakin bisa berhasil" ucap Arnol.
"Aku sangat yakin kak" ucap Cika dengan tegas.
"Baik kita ikuti rencana Cika tapi kita juga harus membuat plan B" ucap nenek Esma.
"Iya nek, mommy" ucap mereka semua serentak.
Tunggu saja Xavier aku akan buat hidupmu menderita seperti daddy dan mommy kamu dan semua harta kamu akan menjadi milik aku sekeluarga, batin nenek Esma sambil tersenyum sinis.
...βββββ...
To be continue.............
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€