
Setelah berjam-jam akhirnya Chloe selesai dengan pekerjaannya. Awalnya itu adalah gudang tapi sekarang sudah berubah menjadi sebuah kamar minimalis.
"Fuihh capeknya" ucap Chloe sambil menyeka keringat menggunakan tisu.
Chloe melihat sekeliling kamarnya dan merasa puas dengan hasil kerjanya sendiri. Meskipun kamarnya sempit dan kecil tapi ia tetap bersyukur.
Chloe menaruh barang-barangnya yang tidak penting di dalam box dan disusun rapi di samping lemari. Beruntung kamarnya ada jendela kecil yang bisa dibuka jika tidak kamarnya akan terasa pengap.
"Wah ternyata udah jam 3 sore pantes perut gue udah keroncongan minta diisi" ucap Chloe sambil melihat jam di atas nakas sebelah tempat tidur.
Chloe kemudian mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi di samping kamar untuk membersihkan tubuhnya dahulu. Selesai dengan ritual mandinya Chloe keluar menuju dapur untuk makan.
"Bi ada makanan ngak"
"Ada non" ucap bi Rani.
"Tolong disiapkan ya bi soalnya Chloe lapar banget" ucap Chloe dengan memamerkan giginya.
"Baik non"
Chloe langsung duduk di meja makan menunggu bi Rani menyiapkan makanan untuk dirinya. Bi Rani menaruh nasi dan sayur tumis kangkung di atas meja.
"Maaf non tapi hanya ini yang tadi disisakan oleh nyonya"
Chloe melihat hanya ada lauk berupa sayur dan ia bersyukur dari pada hanya nasi putih saja.
"Ngak apa-apa ko bi, ini aja udah cukup buat Chloe"
"Baik non" ucap bi Rani sambil tersenyum.
Kenapa hari ini nyonya dan lainnya berbeda dari biasanya, batin bi Rani.
Chloe yang sudah sangat lapar memakan makanannya dengan lahap. 30 menit nasi bersama sayur kangkung sudah ludes di atas meja.
"Ah! kenyangnya" ucap Chloe memegang perutnya yang kekenyangan.
Bi Rani dan beberapa pelayan yang berada di dapur melihat Chloe sambil tersenyum karena tingkah nona mereka yang mengemaskan.
"Bi semua pada kemana tumben mansion sepi" ucap Chloe sambil melihat suasana mansion yang sangat sepi.
"Tuan dan nyonya sedang keluar bertemu rekan bisnisnya, tuan muda keluar dengan teman-temannya non"
"Terus Queen kemana"
"Non Queen sedang beristirahat non"
"Udah makan belum bi"
"Udah tadi diantar ke kamar sama nyonya non"
Seketika Chloe kaget karena setahunya sang mommy sangat membenci kalau makan di dalam kamar biarpun sakit sekaligus.
"Loh bukannya biasa mommy larang buat makan di dalam kamar ya bi"
"Kalau itu saya kurang tahu non"
"Oh jadi kalau makan di dalam kamar mommy larang ya" ucap Queen dari arah pintu masuk yang mendengar pembicaraan Chloe dan pelayan.
"Udah bangun Queen" ucap Chloe dengan senyum.
"Udah dan apa benar perkataan loe tadi" ucap Queen dengan jutek dan malas.
"Iya benar soalnya mommy orangnya disiplin banget"
"Tapi tadi gue ngak dimarahi thu pas makan di dalam kamar"
"Mungkin karena loe baru aja disini jadi mommy lupa beritahu loe"
"Oh gitu" ucap Queen sambil melihat Chloe dengan tatapan sinis dan tidak suka.
Chloe merasa kalau Queen tidak menyukai dirinya dilihat dari cara bicaranya yang terkesan jutek dan malas dan tatapan matanya yang memandang Chloe dengan sinis.
"Kamar gue udah selesai belum"
"Sudah non tinggal pakaiannya saja" ucap bi Rani.
"Maksudnya?" tanya Queen.
"Pakaian milik non belum dimasukkan ke dalam lemari non ka.." ucap bi Rani yang dipotong oleh Queen.
"Kenapa belum dimasukin loe nunggu gue yang masukin gitu!" bentak Queen dengan suara tinggi kepada bi Rani.
Chloe dan semuanya sangat kaget dengan apa yang barusan dikatakan oleh Queen. Chloe merasa Queen sudah keterlaluan dan semena-menanya.
"Queen jangan omong kasar kayak gitu sama bi Rani" ucap Chloe dengan suara tegas.
"Memangnya kenapa dia cuman pembantu disini" ucap Queen merasa tidak bersalah.
"Bi Rani kan belum selesai ngomong jadi dengar dulu"
"Ngak usah ikut campur urusan gue" ucap Queen sambil menunjuk Chloe dengan jari telunjuknya di muka Chloe.
"Gue ngak akan ikut campur kalau loe ngak bentak orang yang lebih tua dari loe" ucap Chloe sambil menepis jari Queen.
Queen merasa sangat geram dan emosi melihat Chloe yang berani menantang dirinya.
Awas aja loe bakal gue bikin loe menderita sebentar lagi, batin Queen.
"Cepat beresin pakaian gue kenapa masih berdiri aja" ucap Queen dengan kasar dan culas.
Semua pelayan dan bi Rani kemudian berlari ke kamar tamu untuk mengambil pakaian milik Queen untuk disusun. Chloe melihat mereka dengan tatapan sedih.
"Kenapa loe kasar banget sama mereka"
"Terserah gue mau ngapain toh gue tuan mereka"
"Loe itu baru masuk hari ini jadi tolong hargai mereka"
Mendengar perkataan Chloe seketika Queen sangat emosi. Ia berpikir kalau Chloe menyindir dirinya yang bukan siapa-siapa dan tidak berhak memerintah disini.
Plak.......
Bunyi tamparan keras dan kuat bergema di meja makan. Chloe sangat kaget karena dirinya tidak menyangka akan ditampar oleh Queen. Chloe lalu melihat tatapan Queen sangat menakutkan.
"Itu buat loe yang suka ikut campur urusan gue" ucap Queen dengan sinis.
Queen kemudian mendorong Chloe sampai terjatuh dilantai dan berlalu pergi ke kamarnya di lantai dua. Chloe yang masih duduk dilantai karena terjatuh melihat ke arah Queen dengan tatapan bingung.
Apa salah kalau gue nasehati dia, batin Chloe.
Chloe bangun dan berlalu ke kamarnya beruntung tidak ada pelayan yang melihat hal barusan. Sampai di dalam kamar Chloe melihat ada pesan dari Sean.
Pangeran Tampan
"1 jam lagi gue jemput loe"
Chloe hanya membaca pesan tersebut dan tidak membalasnya, ia masih sakit hati dengan perkataan Sean tadi pagi. Seketika air matanya jatuh merasa sakit dengan semua yang terjadi hari ini.
"Gue harus minta ijin sama mommy dulu" ucap Chloe sambil menelpon Laura.
"Halo"
^^^"Halo mommy"^^^
"Ada apa Chloe"
..."Uhmm! Maaf mom tapi Chloe mau minta ijin mom"...
"Mau keluyuran kemana kamu"
^^^"Ngak ma tadi ka Sean mau ajak keluar sebentar"^^^
"Benar Sean bukan keluyuran ngak jelas"
^^^"Benar mom"^^^
"Yasudah ingat pulang sebelum jam makan malam"
^^^"Iya mommy terima kasih"^^^
"Heeeem"
Laura pun mematikan panggilannya sepihak. Chloe merasa mommynya hari ini sangat berbeda tapi ia tidak mau terlalu memikirkannya, mungkin mommy sedang sibuk seperti biasanya.
Sean saat ini sudah berpamitan kepada kakek, orang tuanya, om, tante, dan semua sepupunya. Dirinya berpamitan kalau ada urusan sebentar dengan teman-temannya.
Di perjalanan Sean sudah mengirim pesan kepada Chloe. Karena mansion kakeknya yang jauh ia melajukan mobil sportnya dengan kecepatan tinggi.
Tiba-tiba hp miliknya berbunyi. Sean melihat kalau itu no baru ia pun mengangkatnya.
"Halo"
^^^"Halo sayang"^^^
Seketika Sean sudah tahu siapa pemilik suara ini.
Mau apalagi ini b***h nelpon gue, batin Sean.
^^^"Kenapa"^^^
"Aku kangen sama ka Sean"
^^^"Ngak usah formal sama gue"^^^
"Ka Sean kan pacar aku jadi harus bedalah"
^^^"Terserah loe"^^^
"Kalau gitu kita ketemuan sekarang ya"
^^^"Gue ada urusan"^^^
"Bentar aja sayang" ucap Sinta dengan suara manja.
^^^"Oke posisi loe dimana"^^^
"Aku di rumah sayang"
^^^"Alamatnya"^^^
"Di perumahan xxx jl.xxxx sayang"
^^^"Heeemmm"^^^
Sean langsung mematikan panggilannya dan menuju ke arah rumah Sinta. 15 menit kemudian Sean sudah sampai di depan gerbang rumah Sinta. Ia pun dipersilahkan masuk oleh satpam.
Sean memarkirkan mobilnya dan keluar menuju pintu. Baru sampai di depan pintu, Sinta sudah lebih dulu membuka pintu untuk Sean.
"Hay sayang akhirnya nyampe juga" ucap Sinta dengan senyum manis sambil memeluk lengan Sean.
"Kenapa" ucap Sean dengan suara dingin.
"Masuk dulu sayang"
Sean masuk kedalam rumah Sinta dan duduk di sofa. Sinta sangat bahagia karena Sean mau datang menemui dirinya.
"Ka bentar aku ambil minum dulu soalnya rumah ngak ada orang"
Sinta berlalu menuju dapur dan membuat es jeruk dingin serta membawa cemilan. Sinta membawa nampan dengan hati-hati dan menaruh di atas meja.
Pada saat menaruh minum Sinta menunduk dan bagian dalamnya kelihatan jelas oleh Sean. Sinta saat ini memakai tank top hitam dan celana pendek. Sean melihat hal itu dan ia sedikit tergoda.
Laki-laki mana yang tidak tergoda jika disodorkan dengan gratis. Sinta duduk di samping Sean sambil memeluk lengannya dengan manja.
"Sayang aku senang deh kamu mau datang kesini" ucap Sinta sambil mengigit bibirnya.
Sean melihat hal itu dan ia pun tergoda. Tidak menunggu lama bi**r Sean sudah me****t bi**r Sinta dengan kasar. Sinta membuka akses kepada Sean dan hal itu membuat Sean me****m Sinta sangat dalam.
Sinta pun tak mau kalah membalas ciuman Sean dengan panas. Mereka be*****r se****na dan terus berciuman sampai Sinta merasa kekurangan oksigen.
Sean melepaskan ciumannya dan menuju ke leher Sinta. Sean yang sudah sangat bernafsu me****m dan men*****t leher Sinta sampai berbekas keunguan.
Sean merobek tank top milik Sinta dan mencium bagian d***a dengan kasar dan meninggalkan jejak yang sangat banyak. Kegiatan mereka terhenti pada saat hp milik Sean berbunyi.
"****" umpat Sean.
Ia harus berhenti dari aktifitasnya. Ia melihat ada nama Pacarku Sean pun langsung berdiri pergi meninggalkan Sinta tanpa bicara apapun.
Sinta sangat geram karena dirinya ditinggal oleh Sean tanpa berkata apapun. Sinta mendengar mobil Sean sudah keluar dari halaman rumahnya.
"Dasar Chloe j***ng gue bakal buat loe menderita" teriak Sinta sambil melempar gelas jus jeruk tadi.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Sean sudah tiba di depan mansion Chloe. Ia keluar dan berdiri di samping mobilnya sambil menunggu kedatangan Chloe. Tiba-tiba mata Sean bertemu dengan mata coklat seorang gadis dari lantai 2.
Sejenak Sean terpana dengan kecantikannya tapi ia kembali mengingat akan kekasihnya yang jauh lebih cantik. Sean memang sedang marah kepada Chloe tapi cintanya lebih besar.
Chloe keluar menemui Sean di depan. Chloe hanya tersenyum paksa karena ia masih sakit hati mengingat perkataan Sean tadi pagi. Sedangkan Sean terpana dengan kecantikan Chloe saat ini.
Padahal Chloe hanya memakai celana levis panjang warna hitam dan baju model sabrina dengan rambutnya diikat ekor kuda dan sepatu sneaker warna putih.
"Ka ayok jalan" ucap Chloe menyadarkan Sean dari khayalannya.
"Heeemmm" deham Sean datar sambil menormalkan jantungnya.
Mereka berdua kemudian melajukan mobil meninggalkan area mansion. Sedangkan dilantai dua Queen melihat Sean dan ia terpesona dengan ketampanan Sean.
"Itu siapa" ucap Queen menunjuk ke arah Sean.
"Oh itu tuan muda Sean Rahardian pacar non Chloe nona" ucap pelayan bernama Wati.
"Pacar ya" gumam Queen yang masih di dengar oleh pelayan.
Gue bakal rebut dia dari loe, batin Queen sambil tersenyum misterius.
Di dalam mobil suasananya sangat hening, Sean membawa Chloe ke sebuah danau. Tiba disana mereka berdua masih diam tidak ada yang berbicara, akhirnya Chloe memberanikan diri untuk berbicara.
"Apa maksud perkataan ka Sean"
"Loe dengar dengan jelas apa yang gue omongin"
"Tapi ka Sean nuduh gue dengan hal yang ngak jelas"
"Hahaha......ngak jelas kata loe" ucap Sean sambil tertawa seperti iblis.
"Semua tuduhan ka Sean ngak ada yang benar" teriak Chloe dengan kencang.
Seketika Sean menjadi emosi, ia berbalik menghadap ke Chloe dan memegang dagu Chloe dengan kuat. Chloe hanya bisa menangis menahan sakit di dagunya.
"Loe itu perempuan j***ng dan gue punya buktinya an***g" ucap Sean dengan kasar.
"Mana buktinya" ucap Chloe yang masih berderai air mata.
"Ngak usah nangis buaya deh loe" ucap Sean dengan sinis.
Sean kemudian menunjukkan 2 foto Chloe dengan seorang pria tampan sambil bergandeng mesra dan tertawa bahagia. Chloe seketika tertawa melihat kedua foto itu.
"Loe nuduh gue sama dia"
"Cih! Ternyata loe itu ngaku juga ya dasar murahan"
"Ikut gue sekarang"
Chloe lalu keluar dan membuka pintu Sean untuk bertukar tempat karena dirinya yang akan mengemudi. Sean hanya menuruti perintah Chloe dan ia berjanji setelah ini akan menghabisi laki-laki itu.
30 menit kemudian mereka sudah sampai di sebuah mansion tapi tidak sebesar mansion milik Sean dan Chloe. Sebelum turun Chloe merapikan rambut dan wajahnya agar tidak kelihatan baru habis nangis.
Sean mengikuti Chloe masuk ke dalam dan seketika Chloe memeluk seseorang yang ia tahu adalah laki-laki dalam foto tersebut. Sean mengepal tangan ingin menghajar orang itu tapi ia tahan.
Chloe mengajak mereka berdua untuk kenalan. Sean seakan tidak mau tapi ia tetap memperkenalkan dirinya.
"Nama gue Sean Rahardian pacar Chloe" ucap Sean datar.
"Kenalin nama gue Kenan Nugroho kakak sepupu Chloe dari daddynya" ucap Kenan sambil tersenyum ramah.
Seketika Sean kaget dan ia merasa sudah sangat keterlaluan apa lagi mengingat ucapannya tadi ke Chloe.
Apa yang udah gue lakuin dasar bodoh, batin Sean.
...βββββ...
To be continue.......