
π»Perbaikilah dirimu sendiri sebelum mengomentari diri orang lainπ»
.
.
.
.
Tepat pukul 01:00 dini hari Xavier tiba di apartemen sang kekasih. Dirinya tidak akan bisa tidur sebelum melihat keadaan Chloe dengan mata kepalanya sendiri.
Saat masuk ke dalam kamar Chloe dirinya kaget melihat Chloe yang tidak tenang dalam tidurnya. Xavier naik ke atas ranjang dan memeluk Chloe menenangkan sang kekasih, tak berapa lama Chloe sudah tenang dan nafasnya sudah lebih teratur.
"Baby sebenarnya apa yang kamu mimpikan sampai gelisah" ucap Xavier sambil mengelus kepala Chloe dengan lembut.
Chloe yang sudah lebih tenang tersenyum dalam tidurnya merasakan kehangatan dari pelukan orang yang dicintainya.
Tepat pukul 05:00 pagi Chloe bangun dari tidurnya karena merasa sesak. Ia melihat tangan kekar yang memeluknya pinggangnya dengan erat dan sudah tahu siapa pemilik lengan tersebut.
Chloe berusaha memindahkan lengan Xavier dengan perjuangan berat tapi Xavier tidak mau melepaskan pelukannya. Chloe pun memanggil Xavier dengan lembut karena sudah tak tahan untuk ke kamar mandi.
"Sayang bangun dong aku mau ke kamar mandi" ucap Chloe dengan lembut.
Xavier tetap menarik Chloe ke dalam pelukannya dan memeluk Chloe dengan erat. Chloe pun kesal dan mencubit lengan Xavier dengan kuat.
"Arrrghhhh! Sayang" ucap Xavier dengan kesal dan bangun seketika.
"Aku sudah tidak tahan mau ke kamar mandi" ketus Chloe.
Xavier melepas pelukannya dengan kesal dan kembali tidur. Chloe segera pergi ke kamar mandi menuntaskan ritual paginya.
Setelah keluar dari kamar mandi Chloe berjalan ke ranjang dan mencium kepala Xavier dengan lembut berkali-kali. Xavier pun merasa senang dan bangun dari tidurnya langsung memeluk Chloe kembali ke ranjang.
"Morning baby" ucap Xavier dengan suara serak.
"Morning too sayang"
"Sayang hari ini kamu bolos ya ke tempat magang"
"Jangan aneh-aneh deh sayang" ucap Chloe dengan kesal.
"Aku kangen sama kamu sayang" ucap Xavier memeluk Chloe dan menyelipkan kepalanya di leher Chloe.
Chloe yang merasa Xavier mengendus-endus lehernya seketika tahu apa yang akan dilakukan sang pacar.
"Jangan berani buat tanda dileher aku sayang" ucap Chloe dengan tatapan tajam.
"Cih!!"
"Sayang makasih ya kemarin udah ngizinin aku belanja sama teman-temanku" ucap Chloe dengan lembut sambil menyisir rambut pirang Xavier.
"Heeemmmm"
Chloe mendorong Xavier agar pelukan mereka terlepas dan hal itu sukses membuat Xavier kesal. Tidak perduli sang kekasih yang kesal, Chloe langsung berjalan ke arah meja belajarnya dan mengambil sebuah bungkusan kecil.
"Nih hadiah buat kamu sayang" ucap Chloe sambil menyodorkan aksesoris hp yang dibelinya kemarin.
"Apa ini?" tanya Xavier menerima bungkusan kecil tersebut.
"Itu aksesoris hp sayang"
"Cih! Pasti harganya tidak lebih dari 50$" decih Xavier dengan kesal.
Melihat tatapan mata Xavier yang kesal Chloe mengambil aksesoris tersebut dari tangan Xavier.
"Kenapa diambil sayang?" tanya Xavier dengan suara tinggi.
"Sini hp kamu sayang" ucap Chloe tidak memperdulikan tampang Xavier yang sudah kesal.
"Mau ngapain sih sayang" ucap Xavier dengan raut bingung tapi tetap memberikan hpnya.
Chloe menerima hp Xavier dan menempelkan stiker bulan dan bintang kecil di belakang hp Xavier. Chloe lalu mengambil hpnya dan mendekatkan kedua hp tersebut.
Seketika bulan dan bintang di kedua hp berkedip menyala. Chloe pun tersenyum senang melihat hal tersebut.
"Ini aksesoris couple sayang jadi kalau kita deketin bisa nyala sayang" ucap Chloe dengan mata binar.
Xavier tersenyum senang melihat hal itu tapi dirinya tidak menunjukan raut wajahnya di depan sang pacar karena gengsi.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Setelah drama pagi dengan aksesoris hp dan tingkat kemanjaan sang pacar Chloe akhirnya bisa lega karena sudah sampai ke tempat magang. Dirinya sangat bingung melihat tingkat posesif dan manja sang pacar akhir-akhirnya.
"Gue kayaknya harus ekstra sabar hadapi bayi besar itu apalagi sifat posesifnya" ucap Chloe yang berjalan menuju lift.
"Hay Chloe ngomong apa sih" ucap Sari yang bingung dengan ucapan yang barusan Chloe ucapkan.
"Hay ka Sari bukan apa-apa kok" ucap Chloe sambil tersenyum.
"Waktu magang kamu udah hampir selesai kan?" tanya Sari.
"Iya ka lagi 1 minggu 4 hari ka"
"Semangat ya buat magangnya yang udah mau selesai"
"Iya ka" ucap Chloe dengan wajah datar.
Tak lama keduanya sampai ke ruangan departemen keuangan dan memulai pekerjaan mereka. Saat sedang mengetik Chloe disuruh Sari mengantar laporan ke ruangan direktur.
Chloe menerimanya dan segera berlalu menuju ruangan direktur. Tiba disana Chloe pun menyapa sang sekertaris direktur dengan sopan.
"Pagi bu Tika saya mau antar laporan dari bagian keuangan" ucap Chloe dengan sopan.
"Bentar ya saya lapor ke ibu direktur dulu" ucap Tika dengan sopan.
"Iya bu"
Tak lama Chloe pun disuruh masuk, Chloe mengetuk pintu hingga ada suara masuk barulah dirinya masuk ke dalam.
"Permisi bu saya mau mengantar laporan dari bagian keuangan" ucap Chloe dengan menunduk.
"Berikan pada saya" ucap Lauren dengan angkuh.
Chloe memberikan laporan tersebut dan diterima oleh Lauren, ia kemudian membaca laporan tersebut dan menanda tangani laporan tersebut setelah itu dikembalikan ke Chloe.
"Kamu anak magang waktu itu kan?" tanya Lauren dengan nada angkuh.
"Iya bu"
"Heemmm! Sekarang kamu saya tugaskan antar berkas proposal kerja sama ini ke perusahaan Wesly Group dan tunggu sampai direktur mereka mengecek berkas tersebut apa masih kurang atau tidak" ucap Lauren sambil menyodorkan map berwarna kuning keemasan ke Chloe.
"Baik bu" ucap Chloe dengan sopan sambil menerima berkas tersebut.
"Ingat pokoknya kamu harus pulang dengan membawa koreksi di berkas tersebut" ucap Lauren dengan tegas.
"Baik bu"
Chloe pun segera permisi dan melakukan perintah dari Lauren. Ia mengantar kembali laporan keuangan ke Sari dan memberitahunya jika akan pergi ke Wesly Group.
Sari awalnya kaget mendengar Chloe yang disuruh tapi tetap memberikan semangat kepada Chloe agar berhasil mendapat koreksi proposal kerja sama dari perusahaan Wesly.
"Semoga kamu bisa menyelesaikan tugas kamu Chloe" ucap Sari dengan sedih melihat Chloe yang harus disuruh ke sana.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Di dalam taksi Chloe terus berpikir dimana perusahaan Wesly itu dan ia seperti familiar dengan nama perusahaan tersebut.
Tiba-tiba ia kaget kalau nama perusahaan itu sama dengan nama belakang Xavier. Chloe cepat-cepat mengambil hpnya dan mencari tahu tentang perusahaan Wesly.
"Ternyata ini perusahaan milik Xavier. Wow? Perusahaannya besar banget" ucap Chloe dengan kaget di dalam taksi.
Tak lama taksi pun berhenti di depan gedung tinggi dan mewah, bahkan akses masuknya juga sangat ketat dari pintu gerbang masuk. Beruntung dirinya membawa kartu tanda pengenal dari perusahaan Smith jadi tidak repot.
Para pengawal yang bertugas mengawasi Chloe memarkirkan mobil mereka di area parkiran. Mereka berpikir jika Chloe datang ke sana karena di minta oleh sang bos.
Chloe berdiri di depan gedung perusahaan Xavier dan melongo kaget melihat tingginya perusahaan milik Xavier. Bahkan dirinya sampai berdecak kagum saat masuk ke dalam perusahaan Xavier yang sangat mewah.
"Ini mah lebih mewah dari hotel bintang 7" ucap Chloe saat melihat ukiran nama Wesly Group dan lambang mereka naga emas.
Susunan dan interior perusahaan Xavier sangatlah mewah. Chloe lalu berjalan menghampiri 4 orang resepsionis yang berdiri di depannya dengan senyum manis dan jangan lupa wajah cantik mereka.
"Selamat pagi ada yang bisa saya bantu" ucap salah satu resepsionis yang bernama Maya.
"Oh selamat pagi. Saya dari perusahaan Smith ingin mengantar berkas proposal kami" ucap Chloe dengan sopan dan sedikit senyum.
"Maaf sebelumnya apa nona sudah ada janji"
Chloe berpikir kalau dirinya diberitahu oleh Lauren kesini pasti sang sekertaris sudah membuat janji terlebih dahulu.
"Sudah ka" ucap Chloe.
"Kalau begitu tunggu sebentar ya nona..."
"Elisabeth" ucap Chloe menyebut nama belakangnya dengan cepat.
"Silahkan duduk disana nona Elisabeth nanti jika sudah saya konfirmasi akan saya sampaikan"
"Baik terima kasih"
Chloe pun berlalu menuju kursi tunggu dan menunggu sampai resepsionis tersebut mengabari atasannya. Saat menunggu kabar dari resepsionis Chloe tidak menyangka Roseline dan gengnya melihat kehadirannya disini.
Saat Roseline akan menghampirinya tiba-tiba ia berhenti kala sang resepsionis sedang menuju ke arah Chloe.
"Permisi nona Elisabeth anda bisa segera naik ke lantai 50 bertemu dengan manajer disana" ucap sang resepsionis dengan sopan.
"Oh iya baik terima kasih" ucap Chloe dengan lembut.
"Ini kartu aksesnya nona bisa gunakan"
"Iya terima kasih"
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Chloe langsung berjalan menuju lift menuju ke lantai 50, belum sampai di lift tangannya ditarik seseorang menuju arah tangga darurat.
Chloe kaget melihat Roseline yang menariknya dengan kasar ke sana. Chloe sedikit takut tapi dirinya tetap berdiri dengan kuat dan tidak mau terpancing dengan ucapan Roseline.
"Ternyata ada gadis miskin ya disini" ucap Roseline dengan sinis.
"Apa mau mu Roseline?" tanya Chloe dengan wajah datar.
"Cih! Sombong banget kamu gadis miskin" ucap Roseline sambil menunjuk kepala Chloe dengan jari tangannya.
"Kalau tidak ada perlu aku permisi karena harus mengantar proposal perusahaan" ucap Chloe dengan suara dingin.
"Tidak semudah itu ja***g" desis Roseline sambil mendorong Chloe.
Roseline mengambil proposal di tangan Chloe dan membuangnya ke lantai tak sampai situ ia juga menyiram bekas minum ekspreso di atas proposal tersebut.
Chloe melihat hal itu dan seketika amarahnya naik tidak bisa menahannya lagi.
"Apa yang kamu lakukan" teriak Chloe dengan kencang.
"Upsss! Sorry aku tidak sengaja! Hahahha" ucap Roseline sambil tertawa.
Dirinya segera keluar dan mendorong Chloe kembali hingga terjatuh dan membentur tembok. Chloe meringis sakit pada bahu kirinya yang terkena tembok tapi segera Chloe mengambil proposal itu.
Chloe seakan ingin menangis melihat berkas proposal tersebut, ia takut jika ia tidak membawa hasil saat pulang berarti nilai magangnya pasti akan jelek.
Chloe terus menunduk dengan muka yang kepikiran tidak tahu harus berbuat apa, seketika nama Xavier muncul di benaknya.
Chloe keluar dari pintu tangga darurat menuju lift, beruntung lift disana sedang kosong dan tidak ada yang melihat mukanya yang sangat berantakan.
"Ah! Gue lupa lantai berapa ruangan Xavier" ucap Chloe dengan pikiran kacau.
Biasanya atasan itu ruangannya paling atas jadi pasti ruangan Xavier yang paling di atas, batin Chloe. Chloe melihat tombol paling atas yaitu lantai 98.
Chloe langsung menekan angka 98 dan lift segera naik ke atas, Chloe sangat kepikiran saat lift bergerak naik ke atas dirinya berpikir semoga itu memang ruangan Xavier.
Ting..........
Bunyi lift telah sampai di lantai 98, Chloe keluar dan melihat ruangan tersebut yang sangat mewah. Ornamen dan warna hitam keemasan seakan menampilkan aura dari Xavier.
Lukisan mahal dan ornamen unik memanjakan mata bagi siapa pun yang berada disana. Chloe melihat ada 3 wanita cantik berdiri disana dan melihatnya dengan tatapan aneh dan bingung.
Chloe pun menelan salivanya dengan kasar dan berjalan mendekati 3 wanita tersebut, setibanya kedua wanita tersebut melihat Chloe dengan tatapan sinis tapi tidak dengan yang satu yang menampilkan senyuman manis.
"Ada perlu apa nona" ucap wanita yang bernama Siska dengan sinis.
"Mr. Weslynya ada?" tanya Chloe dengan sopan.
"Mr. Wesly sedang rapat di lantai 97 nona" ucap wanita yang bernama Riska dengan sopan.
"Oh kalau begitu terima kasih" ucap Chloe dengan sopan.
Chloe segera berlari menuju lift dan meluncur ke lantai 97. Tiba disana Chloe melihat orang berbadan tegap dan berjas hitam berdiri di tiap-tiap sudut.
Mereka semua kaget akan kedatangan gadis bos mereka. Chloe sedikit takut melihat wajah sangar mereka tapi dirinya berjalan mendekat seorang yang berdiri tak jauh dari lift.
"Permisi pak, apa bapak tahu dimana Mr. Wesly?" tanya Chloe dengan gugup.
Bagaimana tidak gugup Chloe ditatap mereka tanpa senyum sedikit pun dan wajah garang mereka yang seperti robot saja.
"Bos sedang berada di ruangan sana sedang.." ucap pengawal tersebut terpotong sambil menunjuk pintu di depan mereka.
Belum mendengar ucapan pengawal tersebut sampai habis Chloe langsung berlari dengan cepat menuju pintu yang ditunjuk. Tidak ada yang melarang Chloe karena tahu jika Chloe adalah wanita bosnya.
Brak...........
Bunyi pintu yang dibuka Chloe dengan kuat dan memanggil nama Xavier tanpa melihat siapa yang berada di dalam sana.
"Xavier" ucap Chloe dengan lembut.
Seketika ia kaget dan membeku melihat ratusan mata yang memandang dirinya dengan intens. Muka Chloe sangat merah padam karena malu dan langsung menutup pintu kembali dengan cepat.
"Ya ampun bodoh banget sih gue" ucap Chloe yang berlari menuju arah samping dengan muka merah padam.
...βββββ...
To be continue..........
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€