
Suasana pagi ini terasa berbeda dari biasanya. Chloe yang sudah mendapat berita dari bi Rani segera melakukan tugasnya sebelum berangkat ke sekolah.
Karena kebaikan hatinya Chloe mendapat bantuan dari para pelayan dalam membantu dirinya untuk mengerjakan semua tugas rumah. Tepat jam 06:00 semua pekerjaan Chloe sudah selesai.
Chloe bergegas ke kamarnya untuk bersiap ke sekolah. Selesai bersiap ia keluar dan sarapan bersama dengan keluarganya.
Pada saat menarik kursi di meja makan Chloe dikejutkan dengan bentakan dari sang mommy.
"Siapa yang nyuruh kamu buat sarapan disini!" bentak Laura dengan suara tinggi.
"Maksud mommy"
"Mulai sekarang kamu ngak boleh makan di meja makan"
"Tapi kenapa mom?" tanya Chloe dengan heran.
"Kamu itu cocok makannya di belakang sama pelayan" jawab Queen dengan sinis.
"Queen tidak mau semeja sama kamu" ucap Laura dengan enteng.
"Loh mom kenapa kayak gitu kan aku ini anak mommy bukan dia" ucap Chloe dengan heran.
Seketika amarah Queen memuncak mendengar perkataan Chloe, ia pun berdiri dan langsung menampar Chloe dengan kuat sampai terjatuh ke lantai.
Steven yang melihat kalau adiknya lepas kontrol seketika berdiri dan memegangnya untuk tidak melanjutkan lagi.
"Lepasin Queen ka" ucap Queen dengan suara tinggi.
"Tenangkan diri kamu princess"
"Gue musti kasi pelajaran ke dia"
Steven akhirnya menarik Queen ke taman belakang karena ia yakin kalau sebentar lagi adiknya pasti akan membeberkan semua rencana keluarganya.
Chloe melihat kepergian Queen dan Steven dengan mata tidak berkedip sedikitpun. Ia merasa heran kenapa kakaknya lebih membela saudara angkatnya dari pada adik kandungnya sendiri.
"Sudah berangkat sana ke sekolah, bikin ribut saja pagi-pagi" ucap Adam dengan suara tinggi sambil melihat Chloe dengan tatapan tajam.
Chloe yang melihat tatapan daddynya seketika menjadi ciut. Chloe bangun dan pergi ke sekolah tanpa sarapan. Tiba di depan pintu mansion seketika air matanya mengalir deras dipipinya.
Bi Rani dan pelayan serta satpam mansion melihat Chloe dengan tatapan iba. Bi Rani menghampiri Chloe dan langsung memeluknya.
Tangis Chloe pecah didalam pelukan bi Rani, ia tidak menyangka kalau keluarganya akan berubah seperti ini. Bi Rani terus menenangkan Chloe agar berhenti menangis.
"Non udah ya nanti matanya sembab lagi"
"Iya bi" ucap Chloe sambil menyeka air matanya.
"Nih bibi udah nyiapin sarapan buat non" ucap bi Rani sambil menyodorkan tempat bekal kepada Chloe.
Chloe menerimanya dengan riang dan senyuman manis di bibirnya. Meski matanya agak sembab dan hidung yang memerah tapi kecantikannya semakin bertambah.
"Makasih ya bi"
"Sama-sama non ya udah non berangkat sana takutnya terlambat lagi"
"Benar bi bye bi" ucap Chloe sambil melambaikan tangan ketika sudah berada dalam mobil.
Pak Ujang yang melihatnya dari kaca spion hanya bisa tersenyum. Chloe pun sarapan di dalam mobil supaya menghemat waktu. Sampainya di sekolah ia langsung bergegas masuk ke dalam.
Banyak murid yang heran karena melihat Chloe datang ke sekolah dengan mata agak bengkak. Ia tidak memperdulikan semua yang berbisik-bisik tentang dirinya.
Sampai di kelas banyak teman-temannya yang heran dengan keadaan Chloe dengan mata sembab.
"Chloe loe kenapa" ucap Ana didepan meja Chloe.
"Gue ngak kenapa-napa say" balas Chloe dengan senyum manis.
"Jujur deh loe mata loe kenapa bisa ampe kayak gitu. Loe nangis ya" ucap Ana.
Deg........
Jantung Chloe berdetak cepat karena tebakan Ana tepat sasaran. Karena tidak ingin menceritakan perihal matanya ia pun memilih untuk berbohong.
"Hehehehe......kentara banget ya" ucap Chloe dengan terkekeh.
"Sangat kentara banget" ucap Rina.
"Jadi semalam thu gue nonton drakor yang ceritanya bikin nangis jadi paginya gue bangun mata gue udah kayak gini, ditambah gue juga ingat film semalam akhirnya gue nangis lagi deh" papar Chloe menjelaskan panjang lebar.
Mendengar penjelasan Chloe semua teman sekelasnya hanya menggelengkan kepala dengan tingkah aneh Chloe yang baperan. Sinta yang baru datang juga kaget melihat mata bengkak Chloe.
"Kenapa mata loe" ucap Sinta sambil melihat mata bengkak Chloe.
"Biasa baperan drakor" ucap Rina dan Ana serentak membalas pertanyaan Sinta.
"Cih! Segitunya loe ampe kayak gini" ucap Sinta.
"Biarin orang filmnya sedih jadi gue ngak bisa nahan air mata gue deh" ucap Chloe dengan cuek.
Pembicaraan mereka terhenti karena bel masuk sudah berbunyi.
Maaf guys gue udah bohong sama kalian semua, batin Chloe merasa bersalah karena sudah berbohong.
Guru pun masuk dan mulai mengajar pelajaran sesuai jadwal pelajaran. Chloe pun antusias untuk mengikuti pelajaran pertama.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Di sebuah taman di belakang mansion dua orang kakak beradik sedang beradu mulut. Mereka adalah Queen dan Steven.
"Ka kenapa sih harus nahan gue"
"Princess kakak ngak mau loe sampai bocorin semuanya"
"Tapi kan gue ngak ngomong tadi"
"Iya itu karena kakak yang udah keburu narik loe sayang"
Benar juga apa yang dibilang ka Steven gue tadi hampir lepas kontrol, batin Queen.
"Iya ka benar dan maaf Queen udah bentak kakak"
"No problem princess"
"Iya ka" ucap Queen dengan senyum manis.
Steven kemudian menarik Queen kembali ke meja makan untuk sarapan. Sampai disana ternyata hanya ada daddy dan mommy.
"Si babu itu kemana mom" ucap Steven sambil mengambil roti dan selai.
"Udah berangkat tanpa sarapan" ucap Laura.
"Bagus deh kalau kayak gitu" ucap Queen dengan sinis.
"Princess besok kamu siap-siap ya" ucap Adam.
"Buat apa dad" tanya Queen dengan bingung.
"Besok daddy akan merayakan pesta perkenalan untuk kamu princess"
"Ah! Makasih daddy" ucap Queen sambil berdiri memeluk Adam dengan riang.
Laura dan Steven pun ikut tersenyum melihat kebahagian princess mereka. Setelah sarapan mereka semua kemudian bergegas melanjutkan aktifitas masing-masing.
Hanya Queen saja yang tinggal di mansion dengan pelayan tanpa melakukan apapun. Karena bosan ia memilih untuk jalan-jalan ke mall.
Setelah bersiap ia pun akhirnya pergi ke mall diantar oleh supir mereka. Sampai disana ia berjalan mencari gaun yang cocok untuk dirinya pakai buat acara besok.
Hari berlalu dengan cepat kini Chloe sudah berada di mansion. Ia hari ini sangat capek karena banyak tugas yang diberikan oleh guru dan hari ini juga ia tidak sempat bertemu dengan Sean kekasihnya.
Sean hanya memberi kabar kalau dirinya sudah mulai disibukkan dengan ujian akhir. Chloe pun terlelap tanpa menganti seragamnya.
Tepat pukul 17:00 sore Queen pulang dengan banyak paper bag ditangannya. Ia ternyata sangat boros dalam urusan belanja seperti mommynya.
"Bawa semuanya ke kamar jangan sampai lecet" ucap Queen dengan nada sinis dan sombong.
"Baik nona"
"Bi Rani si babu udah pulang belum"
"Babu maksudnya non"
"Cih! Itu aja ngak tahu si babu Chloe" ucap Queen dengan ketus.
Bi Rani dan para pelayan yang ada disana pun terkejut karena panggilan Queen kepada Chloe yang selaku anak kandung nyonya mereka.
"Kenapa diam bisa ngak jawab kalau lagi ditanya" bentak Queen dengan nada tinggi.
"Maaf non, non Chloe udah pulang dan sekarang lagi dikamar non"
Queen pun berjalan menuju kamar Chloe diikuti bi Rani. Semua mata pelayan memandang ke arah Queen dengan takut karena tatapan tajamnya.
Braakkk......
Bunyi pintu yang dibuka dengan sangat kasar dan menimbulkan bunyi yang keras. Queen yang melihat Chloe sedang tidur seketika menjadi emosi.
Queen berjalan ke arah Chloe dan menarik rambut Chloe dengan kuat.
Arggghhh.......
Teriak Chloe yang kaget dan merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya.
"Bagus ya loe malas-malasan di kamar"
"Lepas Queen sakit"
"Sakit ya nih biar tambah sakit" ucap Queen sambil menarik lebih kuat rambut Chloe.
"Ampun Queen sakit ampun" ucap Chloe dengan memohon.
"Makanya jangan malas" ucap Queen sambil melepaskan jambakannya.
"Maaf Queen tadi gue capek makanya ketiduran" ucap Chloe dengan menunduk.
"Gue ngak perduli mau loe capek atau apapun loe itu harus tetap kerja jangan malas!" bentak Queen dengan nada tinggi.
"Iya Queen maaf"
"Awas kalau loe masih malas lagi gue laporan ke mommy"
"Ampun Queen jangan laporin ke mommy"
"Makanya jangan malas babu!" bentak Queen.
Queen pun berlalu keluar dari kamar menuju kamarnya setelah puas menyakiti Chloe. Sepanjang jalan Queen tersenyum puas dengan aksinya barusan.
"Ini belum seberapa loe bakalan lebih mengalami yang lebih parah lagi bi**h" gumam Queen.
Selepas perginya Queen, Chloe mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sesudah itu ia memilih pakaian rumah yang nyaman dan keluar untuk mengerjakan pekerjaannya.
Hp Chloe terus bergetar dan banyak pesan masuk dari semua saudara sepupunya dan pacarnya.
Mereka mengirim pesan ingin menanyakan perihal acara besok dan siapa sepupu mereka yang baru. Mereka ingin mengetahui semuanya karena Chloe akan selalu memberitahukan perihal sekecil pun kepada mereka tanpa disembunyikan.
Kenapa sekarang semuanya berubah ya Chloe bingung dan tidak bisa menebak semuanya, ya Tuhan kuatkanlah hambamu ini, batin Chloe.
"You are strong girl and you can do it Chloe" gumam Chloe sambil menyemangati dirinya sendiri.
...βββββ...
To be continue.....
Guys jangan lupa untuk tinggalkan vote dan jejak yaπππ