
π»Jatuh bukan berarti kamu gagal tapi itu adalah proses kamu bisa menjadi tangguh π»
.
.
.
.
Tepat pukul 11:00 Chloe bangun dari tidurnya, ia merasa sudah agak lebih mendingan dari tadi pagi sebelum minum obat. Chloe bangun dan berjalan menuju kaca di samping lemarinya.
Wajah pucat, bekas tamparan di kedua pipinya sangat jelas terlihat. Ia yakin jika luka di punggungnya sembuh akan meninggalkan bekas yang sangat besar.
"Segitu marahnya mommy kali ini" ucap Chloe sambil memandang dirinya dalam cermin.
Chloe menghembuskan napasnya dengan kasar, ia lelah terus-menerus memikirkan semua perubahan keluarganya semenjak kedatangan Queen di rumah ini.
Chloe mengingat kenangan dirinya yang di sayangi dan di manja selama ini. Hatinya sangat sakit ketika di tampar dan dipukul oleh mommy dan kakaknya.
Bahkan biasanya sang daddy akan membela dirinya jika sedang di goda tapi sekarang tidak lagi.
"Kenapa semua harus berubah apa salah gue" ucap Chloe dengan sedih.
Lamunan Chloe buyar karena handphonenya berbunyi. Ia melihat nama Pangeran Tampan di layar hpnya, senyum Chloe muncul di bibirnya karena masih ada orang yang menyayangi dirinya.
^^^"Halo" ucap Chloe dengan riang.^^^
"Halo sayang kenapa ngak masuk hari ini"
^^^"Maaf ka Chloe lagi sakit makanya ijin ngak masuk"^^^
"Gimana kondisi loe sekarang?" tanya Sean dengan khawatir.
^^^"Udah ngak pusing lagi ka tapi harus istirahat total"^^^
"Pasti karena kemarin loe kebanyakan nangis"
^^^"Hehehehe! Iya ka" ucap Chloe sambil tertawa dan berbohong mengenai alasan dirinya sakit.^^^
"Ya udah ingat minum obat teratur nanti gue jenguk ya ntar"
^^^"Ngak usah ka ngerepotin lagi nanti"^^^
"Ngak apa-apa sayang gue kangen mau ketemu"
^^^"Ok deh kalau ka Sean maksa"^^^
"Oh ya sayang saudara kamu sekolah disini ya"
^^^"Maksud ka Sean?" tanya Chloe dengan bingung.^^^
"Tadi si Resa bilang saudara loe Queen Rosemary jadi murid baru"
^^^"Yang benar ka"^^^
"Benar sayang emang loe ngak tahu"
^^^"Ngak ka. Mungkin mommy lupa ngasih tahu soalnya Chloe kan sakit dari kemarin"^^^
"Heemm! Mungkin juga sih"
^^^"Iya ka"^^^
"Ya udah sayang ntar baru lanjut lagi ngobrolnya, bye sayang"
^^^"Bye ka"^^^
Chloe memikirkan jika Queen satu sekolah dengannya berarti ia akan di tindas disana.
Semoga Queen ngak cerita yang buruk dan aneh tentang gue disana, batin Chloe.
Saat mau menyimpan hp ia melihat ada pesan dan panggilan dari sahabatnya. Chloe membuka dan membaca pesan tersebut, ia sangat senang karena teman-temannya akan datang tapi seketika ia ingat jika kamarnya sudah pindah dan bekas tamparan di pipinya terlihat jelas.
"Ngak mereka ngak boleh tahu dan lihat kondisi gue sekarang, jika mereka tahu pasti mommy bakal mukul gue lebih dari kemarin" ucap Chloe sambil memikirkan konsekuensinya.
Chloe segera mengirim pesan balasan kepada Sinta.
Sahabat Terbaikku
"Sorry gue baru bales pesan loe Sin"
"Gue tadi tidur baru bangun"
"Makasih ya udah mau jenguk gue but entar gue mau ke dokter sama mommy"
"Jadi ngak bisa dijengukin say"
"Beritahu teman yang lain ya Sin"
"Miss you my friend"
Setelah mengirim pesan tidak lama balasan dari Sinta.
"It's okay say ntar gue beritahu anak-anak"
^^^"Makasih ya Sin"^^^
"Your welcome & cepat sembuh ya ChloeβΊ"
^^^"Okay my best friend"^^^
"ππ"
Chloe hanya membaca balasan dari sahabatnya tanpa berniat membalasnya. Chloe pun keluar untuk mengambil air di kulkas.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Seorang pria tengah melempar barang di dalam ruang kerjanya. Ia sangat marah saat ini setelah mendapat laporan dari sang tangan kanan mengenai laporan gadisnya itu.
"Siapa yang memukulnya" teriak pria itu dengan kencang di dalam ruang kerjanya.
"Mommy gadis itu sendiri bos"
"Mereka harus membalas semua ini"
"Tenang bos kita harus pelan-pelan jangan sampai Chloe membenci bos jika kita langsung menghabisi keluarganya"
"What do you mean"
"Untuk saat ini kita pantau saja bos dari jauh jangan gegabah, kita lihat keadaan dulu bos"
"Heeemmmm"
Pria itu kembali duduk di kursi kerjanya sambil memikirkan kata-kata sang tangan kanan sekaligus sahabatnya. Ia menatap tajam map berisi foto Chloe yang sedang dicambuk oleh sang mommy.
"Aku Xavier Arthur Wesly tidak akan pernah mengampuni mereka" ucap Xavier dengan tatapan tajam dan tegas.
Semua yang berada dalam ruangan itu menjadi takut karena aura yang keluar dari tubuh seorang Xavier seperti aura monster yang kelaparan.
~ SMA Internasional Cempaka Putih ~
Queen berkenalan dengan semua teman sekelasnya. Ia yang mempunyai sifat friendly dengan cepat bisa berbaur dengan teman sekelasnya.
Jam istirahat sudah berbunyi Queen dan Kisti bersama 4 orang temannya yang bernama Ayu, Mita, Raisa, dan Patricia berjalan bersama sambil bercanda ria menuju kantin.
Para murid yang baru pertama kali melihat Queen sangat terpesona akan kecantikan Queen. Mereka baru mengingat jika Queen adalah putri dari seorang pengusaha kaya raya no.2 di Indonesia yaitu Adam dan Laura Rosemary.
Cantik banget
Senyummu mengalihkan duniaku beb
Wajahnya kayak bidadari apalagi senyumnya
Begitulah kata-kata yang di dengar Queen sepanjang jalan, ia sendiri tidak menghiraukan perkataan semua murid. Sampai di kantin Queen dan gengnya memilih duduk dekat dengan Sinta dan teman sekelasnya Chloe.
"Loe saudaranya Chloe kan?" tanya Ana saat Queen baru mau duduk.
"Iya betul memangnya ada apa" ucap Queen dengan lembut sambil tersenyum manis.
"Oh ngak apa-apa cuma nanya aja btw kenalin gue Ana teman sekelasnya Chloe" ucap Ana sambil mengulurkan tangannya.
"Oh hay Ana kenalin nama gue Queen Alexis Rosemary" ucap Queen menjabat uluran tangan Ana.
"Wah nama yang indah kayak orangnya" ucap Riski sambil mengeluarkan gombalannya.
"Woy loe bisa ngak diam sehari aja liat yang bening" ucap Sinta.
"Sorry teman gue emang dia otaknya sedikit error" ucap Ana sambil cengesan.
"It's okay mungkin dia mau kenalan aja. Hay" ucap Queen sambil melambaikan tangan kepada Riski.
Riski melambaikan tangannya juga sambil tersenyum bahagia karena di tegur sama cewek cantik.
"Oh si Chloe sakit ya makanya ngak masuk" ucap Ana.
"Iya benar Chloe sakit dari kemarin pulang sekolah, katanya sih mau ke dokter sama mommy entar"
"Ya tadi rencana kita mau jenguk dia tapi katanya mau ke dokter juga, titip salam aja ya buat dia semoga cepat sembuh" ucap Ana.
"Iya nanti gue sampaikan ke Chloe kalau udah pulang ya"
"Ok lanjut aja makannya takut keburu habis jam istirahatnya" ucap Ana.
"Heeemmm"
Queen kembali duduk dengan teman-temannya dan menikmati pesanan mereka begitu juga dengan Ana dan temannya. Tidak jauh dari mereka Resa melihat Queen dan ia terpesona akan kecantikan Queen.
Resa pergi dan nyamperin teman-temannya di markas. Sampai disana ia menceritakan dengan senang tentang info murid baru kepada mereka semua.
Berbeda dengan lainnya Sean terlihat malas karena memang ia sudah tahu siapa Queen. Wajahnya memang cantik dan Sean sempat terpesona tapi ia tidak mau memikirkan yang lain karena Chloe lebih penting.
Sean dan teman-temannya kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran tambahan buat ujian nasional minggu depan. Selama pelajaran Sean fokus kepada guru yang memberikan pelajaran.
Bel bunyi pulang sekolah sudah terdengar, semua murid berhamburan keluar kelas untuk pulang. Saat di dekat lobby tidak sengaja Sean dan Queen bertabrakan sehingga Queen terjatuh.
Sean pun mengulurkan tangannya untuk membantu Queen berdiri, setelah Queen berdiri Sean berlalu begitu saja tanpa mengatakan sepatah kata pun.
"Cih! Sombong banget thu orang" ucap Queen dengan emosi.
"Loe ngak kenapa-napa kan?" tanya Kisti.
"Heeemmm ngak apa-apa tapi loe tahu ngak siapa cowok itu" tunjuk Queen kearah Sean yang berjalan bersama sahabatnya.
"Ya astaga Queen loe jangan pernah berurusan sama ka Sean atau pacarnya kalau ngak loe bakal di bully sama ka Sean dan gengnya"
"Memangnya kenapa"
"Ka Sean itu anak pemilik yayasan dan ia orang yang sangat dingin dan datar kepada siapa aja tapi beda sama pacarnya"
"Emang pacarnya siapa sih?" tanya Queen dengan penasaran.
"Loe ngak tahu pacarnya ka Sean?" tanya Kisti dengan bingung.
Queen menggelengkan kepalanya sebagai jawaban kalau dirinya tidak tahu.
"Itu saudara loe sendiri si Chloe"
"Apa" ucap Queen dengan kaget.
Queen memang tidak mengetahui perihal pacarnya Chloe, sepertinya ia harus mencari tahu siapa pacarnya Chloe apalagi dia anak pemilik yayasan pasti dirinya sangat kaya.
Queen pun berlalu bersama dengan Kisti menuju mobil jemputan mereka masing-masing untuk pulang.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Sean yang berada di mobilnya tiba-tiba dikejutkan oleh mobil yang menghadangnya di depan. Beruntung dirinya cepat mengerem mobilnya sebelum terjadi kecelakaan.
"Kurang ajar siapa sih yang hadang mobil gue" ucap Sean dengan emosi.
Belum sempat turun ia dikejutkan oleh kehadiran Sinta dari mobil di depannya.
"Apa lagi mau si bi**h itu"
Sinta berjalan menuju mobil Sean dan langsung masuk ke dalam. Sean melihat Sinta dengan emosi tapi tidak dipedulikan oleh Sinta.
Mobil yang di depan mereka sudah pergi meninggalkan mereka berdua disana. Sean menarik dagu Sinta dan mencengkeramnya dengan kuat.
"Apa mau loe bi**h"
"Kenapa kamu ngak balas pesan dan telpon aku sayang" ucap Sinta dengan santai meski dirinya sangat takut akan tatapan Sean.
"Mulai detik ini jangan pernah ganggu gue lagi ngerti!" bentak Sean.
"Ngak bisa kamu kan pacar aku sayang" ucap Sinta sambil menyentuh wajah Sean.
Sean menepis tangan Sinta dari wajahnya dengan kasar. Sinta meringis karena tangannya sangat sakit tapi Sean tidak perduli.
"Oke kalau kamu mau kayak gitu" ucap Sinta dengan santai.
Sean melihat Sinta dengan bingung karena jawaban Sinta yang plin-plan. Sean merasa Sinta sedang merencanakan sesuatu, seketika ia teringat dengan pesan yg di terima oleh Chloe.
"Loe kan yang ngirim foto kita ciuman di club?" tanya Sean dengan emosi.
Sinta kaget tidak mengerti foto apa dan siapa yang mengambil foto mereka pada saat berciuman. Melihat wajah Sinta yang bingung Sean pun tahu kalau Sinta tidak mengetahui tentang foto itu.
"Foto apa maksudnya"
"Ada yang ngirim foto gue sama loe ciuman ke Chloe tapi wajah si cewek di blur"
"Aku ngak tahu soal foto itu dan aku juga ngak pernah ngirim foto ke Chloe"
Kalau bukan Sinta siapa yang ngirim ya, mana si Mike belum ngasih kabar lagi, batin Sean.
Sean melajukan mobilnya ke arah bukit tempat ia biasa datang dan ia lupa jika ia datang bersama dengan Sinta. Padahal ini tempatnya bersama dengan Chloe sering kesini.
Sinta hanya diam dan mengikuti kemana Sean akan membawanya. Sampai disana ia kaget dan terpesona melihat padang bunga yang sangat indah di atas bukit.
"Sayang tempat ini bagus banget" ucap Sinta mengagetkan Sean.
Sean menoleh kearah Sinta dan ia mendadak kesal sudah melupakan kehadiran Sinta di mobilnya karena banyak pikiran.
"Loe diam aja ngak usah ganggu gue"
"Oke sayang"
Sean menutup mata sebentar tapi baru 15 menit ia merasakan ada yang duduk di atas pangkuannya. Sean membuka matanya kaget melihat Sinta yang sudah sangat dekat dengan dirinya.
Sinta tersenyum dan mendekatkan wajahnya dan mencium bi**r Sean dengan lembut. Terbawa suasana Sean pun membalas ciuman Sinta dengan lembut.
Awalnya lembut tapi lama-kelamaan berubah kasar dan menuntut. Mereka terus berciuman dengan panas di dalam mobil Sean. Sean pun melupakan janjinya dengan Chloe dan ia sekali lagi sudah mengkhianati Chloe.
Lama mereka berciuman sampai sore hari, Sean mengantar pulang Sinta dan ia pun melajukan mobilnya menuju apartemen. Di perjalanan Mike menelpon Sean.
^^^"Halo"^^^
"Halo bos aku sudah menemukan siapa pemilik no tersebut"
^^^"Siapa pemiliknya" ucap Sean dengan antusias.^^^
"Namanya Sila Salim"
^^^"Dasar perempuan ja***g" ucap Sean sambil meremas stir mobilnya dengan kuat.^^^
"Emang siapa dia bos?" tanya Mike dengan penasaran.
^^^"Kirim alamat rumahnya sekarang"^^^
"Oke bos"
Setelah itu Sean menyimpan hpnya di samping kursi pengemudi. Ia akan membuat Sila jera malam ini karena sudah bermain-main dengan Sean Rahardian.
Sean mengambil hpnya dan menelpon pengawal yang biasa mengawal dirinya dari jauh.
"Halo tuan"
^^^"Kirim 5 orang anak buah ke alamat yang nanti gue kirim"^^^
"Baik tuan"
^^^"Awasi setiap gerakan dari gadis bernama Sila"^^^
"Siap tuan"
^^^"Heemmm"^^^
Sean mematikan panggilan itu dan mengirim alamat serta foto Sila yang di dapat dari Mike kepada para pengawal. Dirinya sudah tidak sabar menunggu malam datang untuk bermain-main dengan gadis ja***g itu.
"Tunggu nanti malam gadis berengsek" ucap Sean dengan emosi sambil melajukan mobilnya dengan kencang.
...βββββ...
To be continue.....
Jangan lupa tinggalkan jejak dan vote yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€