Heartless

Heartless
Episode 113



🌻Hidup itu seperti roda yang berputar kadang dibawah dan kadang di atas🌻


.


.


.


.


Chloe dan kedua sahabatnya berdiri menatap mobil yang diderek petugas tilang dengan diam. Ketiganya memiliki berbagai macam pikiran saat ini.


"Chloe loe kenapa?" tanya Mira.


"Itu mobil Xavier gue musti bilang apa malah tadi gue ngak ijin keluar lagi" ucap Chloe dengan frustasi.


"Jadi gimana dong gue takut nih sama suami loe" ucap Mira dengan wajah panik.


"Gue ngak tahu" ucap Chloe dengan suara lemah.


Jeni yang mendengar percakapan kedua temannya menggunakan bahasa Indonesia tidak memperdulikannya. Saat ini dirinya sedang memikirkan perasaannya dan identitas sebenarnya dari Julian.


Ketiganya lalu berjalan menuju kursi yang disediakan di samping jalan yang berhadapan dengan restoran mewah. Mobil dan pengguna jalan yang melewati jalan itu tidak dihiraukan oleh ketiganya.


Tak lama sebuah mobil mewah dengan pengawalan ketat berhenti di depan restoran. Mira yang mengenali asisten dari suami sahabatnya langsung mengguncang tangan Chloe dengan kuat.


"Kenapa sih Mira?" tanya Chloe dengan bingung.


"Itu suami lor kan Chloe" tunjuk Mira ke arah pria tampan yang baru saja keluar dari mobil.


Chloe melihat ke arah yang di tunjuk Mira dan disana ia bisa melihat sang suami yang baru turun dari mobil dan sedang berbicara dengan Albert.


Xavier yang hari ini akan menemui teman sekaligus rekan kerjanya di salah satu restoran mahal segera meluncur ke restoran tersebut. Tiba di sana saat keluar dari mobil ia dikagetkan dengan ucapan Albert.


"Bos ada surat penilangan dari pihak kepolisian lalu lintas" ucap Albert yang baru saja menerima telpon dari pihak kepolisian.


"What do you mean" (apa maksud kamu) ucap Xavier dengan bingung.


"Pihak kepolisian lalu lintas mengabari mobil bos saat ini ada di tilang di kantor polisi bos"


"Mobil yang mana Albert" ucap Xavier dengan tegas.


"Lamborghini adventor warna hitam bos"


Xavier berpikir bagaimana bisa salah satu mobil kesayangannya bisa ditilang. Seketika ia ingat jika hanya ada satu orang saja yang berani mengendarai mobilnya itu yaitu istrinya sendiri.


Xavier mengeluarkan hpnya berniat menghubungi sang istri tapi ia kaget melihat bintang yang berkedip di belakang hpnya tanda posisi Chloe ada di sekitar sini.


Xavier mengangkat kepalanya mencari keberadaan Chloe di sekitarnya. Albert yang bingung melihat Xavier seperti mencari sesuatu segera mengedarkan pandangannya ikut mencari meski tak tahu apa yang dicari.


Albert melihat ke arah seberang jalan seketika ia kaget melihat Chloe dan teman-temannya yang sedang duduk di kursi jalan.


"Bos bukannya itu nyonya dan teman-temannya" ucap Albert sambil menunjuk Chloe.


Xavier mengarahkan pandangannya mengikuti jari Albert ke seberang. Seketika matanya hampir ingin keluar dari tempatnya melihat penampilan Chloe saat ini yang menurutnya sangat terbuka dan seksi.


Rahang Xavier mengeras dan menatap tajam sang istri. Ia langsung berjalan dengan langkah cepat menuju tempat Chloe tidak memperdulikan jalanan yang sedang ramai.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Chloe yang sudah panik melihat sang suami di seberang jalan duduk dengan tidak tenang. Ia berdoa dalam hati agar sang suami tidak melihat kearahnya tapi ternyata harapannya pupus.


Saat melihat sang suami yang menatapnya tajam dan sedang berjalan ke arahnya dengan muka datar membuat Chloe tak tenang.


Chloe menelan salivanya dengan susah tidak bisa mengelak dari kemarahan sang suami. Mira dan Jeni yang merasakan aura mencekam di sekitar mereka seketika kaget melihat kedatangan Xavier dengan aura membunuh.


"Chloe" ucap keduanya dengan gemetar.


"Sepertinya hidup aku hanya sampai disini saja" ucap Chloe dengan gugup.


Xavier tiba di depan Chloe dengan tatapan tidak bisa diartikan. Ia menatap tajam sang istri seperti monster yang siap memangsa buruannya, Chloe sendiri melihat tatapan sang suami dengan tubuh gemetar.


Seketika Xavier langsung mengangkat tubuh Chloe ke dalam gendongannya. Ia sudah tidak bisa menahan emosinya lagi, Albert segera membuka pintu mobil untuk keduanya saat melihat Xavier yang berjalan ke seberang jalan.


Ia menyuruh sopir untuk menuju ke tempat Chloe karena tahu sang bos pasti akan membawa nyonya pulang.


"Sayang" ucap Chloe dengan gugup.


"Diam" ucap Xavier dengan nada tinggi dan emosi.


Chloe seketika diam di dalam gendongan Xavier bahkan sampai melupakan keberadaan kedua sahabatnya. Xavier memberi isyarat kepada Albert agar mengantar kedua sahabat istrinya pulang.


Suasana di dalam mobil sangat mencekam karena aura dari Xavier yang sangat mengintimidasi.


"Penthouse" ucap Xavier dengan suara dingin.


Sopir langsung melajukan mobil ke arah apartemen blue ocean yang tidak terlalu jauh dari sana. Sampai di dalam penthouse Xavier menarik tangan Chloe masuk ke dalam dengan penuh emosi.


Xavier mencium bi**r Chloe dengan kuat dan kasar tidak ada kelembutan sedikit pun. Chloe yang merasakan sakit di bibirnya tidak memberontak karena tahu saat ini sang suami sangat emosi.


"Siapa yang menyuruh kamu memakai pakaian seperti ini baby" ucap Xavier dengan nada **beritone**nya yang serak.


"Maaf sayang" ucap Chloe dengan gugup.


"Sepertinya istri aku harus diberi hukuman karena sudah keluar tanpa ijin dan berani memperlihatkan tubuhnya dengan baju sialan ini" desis Xavier dengan tajam.


"Sayang aku minta maaf aku tadi bersama Mira dan Jeni membuntuti Julian karena penasaran dengan identitasnya jadi kita memakai pakaian seperti ini agar tidak diketahui olehnya"


"Kamu tahu aku tidak suka orang lain melihat milikku" ucap Xavier sambil memegang pundak Chloe dengan kuat.


"Arrgghh........sakit sayang" ucap Chloe sambil menahan rasa sakit di pundaknya.


Xavier melepaskan tangannya dan menarik tubuh sang istri ke dalam kamar. Sampai disana ia kembali mencium Chloe dengan brutal bahkan memberi tanda di sekitar leher dan dada Chloe dengan banyak.


Jejak keunguan bertebaran di dada Chloe dan Chloe meringis menahan sakit di pundaknya saat di gigit Xavier.


"Itu hukumanmu sayang" ucap Xavier dengan suara serak saat melepas gigitannya.


"Hiks hiks...........maaf sayang ini yang terakhir kali" ucap Chloe dengan derai air mata.


"Heeeemmm"


Xavier menghapus jejak air mata sang istri dan memeluk Chloe dengan erat. Chloe sendiri tidak bisa mengelak karena memang ia tahu disini ia yang bersalah apa lagi statusnya sekarang seorang istri.


》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》


"Sayang maaf soal mobil kamu" ucap Chloe dengan pelan.


"It's okay baby itu juga milik kamu karena milik ku berarti milikmu juga. Lagian aku marah karena kamu keluar tidak ijin padaku dan memakai baju sialan itu" ucap Xavier dengan tatapan tajam.


Dirinya kembali kesal mengingat baju yang Chloe gunakan tadi. Baju itu sudah tidak berbentuk lagi karena sudah dirobek olehnya, Bahkan saat ini Chloe hanya memakai kemeja miliknya dan dirinya sendiri bertelanjang dada.


"Tapi mobil itu ditilang sayang"


"Bagaimana bisa kamu ditilang sayang?" tanya Xavier dengan bingung.


"Tadi aku berhenti di tengah jalan makanya di datangi petugas lalu lintas, lalu saat mereka menanyakan surat-surat mobil aku hanya diam karena tidak memiliki SIM di negara ini sayang" ucap Chloe dengan lembut.


Xavier menghela napasnya dalam karena melupakan jika sang istri belum dibuat surat ijin mengemudi. Ia lalu segera mengambil hp menghubungi Albert.


"Halo bos"


^^^"Buatkan lisensi mengemudi untuk istriku"^^^


"Baik bos"


^^^"Buat yang khusus sim internasional"^^^


Xavier lalu mematikan panggilannya sebelum mendengar balasan Albert. Dirinya kemudian memeluk Chloe untuk tidur siang.


Hari berlalu dengan cepat dan tanpa terasa sudah 2 bulan lewat dari kejadian Xavier yang marah pada Chloe dan memberinya hukuman di penthouse.


Mulai saat itu Chloe selalu berpamitan dan meminta ijin dari Xavier kemanapun dirinya pergi dan memakai pakaian yang lebih tertutup sesuai keinginan sang suami.


Xavier membuang semua pakaian sang istri yang menurutnya kurang bahan dari ruang ganti mereka. Chloe hanya pasrah melihat tindakan yang dilakukan suami arogannya sekaligus posesif.


Pengawalan sang istri juga bertambah dari sebelumnya karena menurut Xavier itu masih kurang. Chloe dan lainnya hanya menerima semua perintah Xavier dengan ikhlas meski mereka sangat kesal.


Tepat hari ini adalah hari wisuda Chloe, sedari pagi dirinya sudah dirias oleh MUA sesuai perintah sang suami. Xavier yang sebagai pemegang saham terbanyak di kampus Chloe juga turut ikut hadir disana sebagai pemberi medali kepada mahasiswa berprestasi tahun ini.


Chloe keluar dengan gaun selutut berwarna kuning gading yang melekat pas ditubuhnya. Bagian atasnya terbuka dan menampilkan tulang selangkangannya yang indah.


Xavier yang masuk ke dalam kamar mereka seketika terpesona dengan kecantikan sang istri. Ia menatap takjub akan kecantikan Chloe yang seperti bidadari.


"You look so beautiful baby" ucap Xavier dengan senyum manis.


"Thank you hubby" ucap Chloe dengan pipi yang merona malu.


Xavier berjalan mendekat ke arah Chloe dan segera mencium bi**r sang istri dengan lembut. Saat berciuman Chloe tidak sadar jika Xavier sedang memasangkan kalung dilehernya.


Chloe seketika sadar ada yang dingin di lehernya dan terkejut saat memegangnya.


"Ini indah banget sayang" ucap Chloe melihat kalungnya di cermin.


"Itu hadiah khusus untuk istriku yang wisuda hari ini" ucap Xavier sambil memeluk perut Chloe dari belakang.


Chloe melihat kalung berlian dengan mata kalungnya bulat dan ada permata hijau yang sangat indah persis seperti warna matanya.


"Thank you hubby" ucap Chloe dengan lembut.


"Bayar aku nanti besok sayang"


"Memangnya ada apa besok sayang?" tanya Chloe penasaran.


"That is secret baby" ucap Xavier sambil mencium punggung Chloe.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Xavier dan Chloe segera bergegas menuju tempat wisuda Chloe hari ini di auditorium kampus. Chloe yang turun dari mobil langsung bergegas masuk ke dalam area auditorium beruntung tidak ada yang melihatnya turun dari mobil mewah Xavier.


Xavier segera masuk ke dalam auditorium bersama Albert dimana dirinya langsung disambut pemilik kampus dan jajaran direksi kampus beserta rektor dan dosennya.


Ribuan lautan mahasiswa sudah berada disana, saat Xavier muncul riuh tepuk tangan menyambutnya. Mira dan Jeni hanya menggoda Chloe melihat Chloe yang terpesona akan kehadiran sang suami.


"Suami loe thu di depan" bisik Mira.


"Apaan sih loe" ucap Chloe dengan kesal.


Tak lama acaranya pun dimulai dari satu tahap ke tahap yang lain. Kini tiba saatnya untuk mendengar pengumuman siapa mahasiswa terbaik tahun ini.


"Ya untuk mahasiswa terbaik tahun ini jatuh kepada miss Chloe Elisabeth dengan predikat cumlaude" ucap rektor dari atas podium.


Riuh tepuk tangan membahana di dalam auditorium. Mira langsung memeluk sahabatnya karena Chloe yang menjadi mahasiswa terbaik. Chloe sendiri kaget dan senang karena ia adalah mahasiswa terbaik dengan nilai tertinggi tahun ini.


Chloe naik ke podium untuk menerima penghargaan yang diberikan oleh sang suami. Xavier tersenyum tipis melihat sang istri yang berjalan ke depan.


"Congratulation Mrs. Wesly" ucap Xavier menggoda sang istri di podium.


"Sayang" ucap Chloe dengan tatapan tajam.


Xavier terkekeh melihat tatapan tajam dari sang istri. Beruntung tidak ada yang mendengar apa yang mereka bicarakan. Chloe lalu turun kembali ke kursinya setelah menerima piagam dan medali di atas podium.


Acara pemberian ijasah dan pemindahan kuncir sudah selesai. Semua wisudawati dan wisudawan saling memberi ucapan selamat dan tak lupa mengambil foto mereka.


Chloe, Mira, dan Jeni mendapat begitu banyak bunga dari teman-teman mereka dan yang paling banyak adalah Chloe. Tak lama Mike datang memberikan bunga kepada Chloe dari sang suami karena tidak ada yang boleh mengetahui jati dirinya saat ini.


Chloe langsung mengambilnya dan berpamitan ke teman-temannya untuk segera menuju mobil sang suami.


"Terima kasih hubby" ucap Chloe sambil mencium pipi Xavier dalam mobil.


Xavier lalu menekan sekat pembatas mereka agar tidak ada yang melihat mereka di kursi belakang. Albert dan sang sopir hanya diam tidak berkata apapun di dalam mobil.


Sampai di mansion semua pelayan dan sahabat sang suami sudah menunggu kedatangannya dan mengucapkan selamat kepada Chloe. Tak lama sahabatnya juga muncul dan mereka merayakan kelulusan mereka semua di mansion Xavier dan Chloe.


~ Jakarta, Indonesia ~


Sudah dua bulan berlalu Queen dan Sean menjalani pernikahan meraka. Queen berpikir jika ia menikah dengan Sean maka dirinya akan dicintai tapi harapannya kian pupus saat ia dan Sean langsung menempati mansion mewah milik Sean.


Tiada hari hanya ada pertengkaran dalam rumah tangga mereka karena Sean yang memilih tidur di kamar lain tidak mau satu kamar dengan Queen.


"Aku itu istri kamu mas!" bentak Queen.


"Meski loe istri gue tapi itu hanya di atas kertas saja dan jangan pernah berpikir gue itu nikah sama loe karena cinta!" bentak Sean dengan emosi juga.


"Tapi aku berhak mengetahui kemana kamu pergi dan pulang selalu larut malam"


"Gue pulang larut itu karena kerjaan dan asal loe tahu gue nikahin loe hanya untuk anak dalam kandungan loe" ucap Sean dengan tatapan dingin dan tegas.


Tubuh Queen seketika menegang mendengar perkataan Sean dirinya tidak menyangka kalau pada akhirnya dia tetap tidak mendapatkan cinta dari Sean. Sean kemudian berlalu masuk ke kamarnya dan membanting pintu dengan keras.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Queen mengepal tangannya dengan emosi karena merasa ini semua akibat Chloe sehingga Sean sudah berubah.


"Awas kamu j****g karena sudah membuat Sean berubah tak sama kayak dulu lagi" ucap Queen sambil membanting gelas di ruang keluarga.


Keesokan harinya Sean dan Queen sarapan dengan diam. Sean menghabiskan makannya dan berlalu pergi tanpa berpamitan ke Queen.


Queen melihat hal itu dan menjadi sedih sambil mengelus perutnya.


Kamu yang sabar ya nak pasti papa bakal berubah kok, batin Queen.


Tak lama hpnya berbunyi tanda panggilan masuk dari no baru. Queen mengerutkan dahinya tidak mengenal pemilik no tersebut, ia kemudian memutuskan tidak mengangkatnya.


Hpnya kembali berdering saat dia tidak menjawab panggilan tersebut, emosinya yang naik turun saat hamil seketika membuatnya mengangkat panggilan tersebut dengan amarah.


^^^"Hei berengsek loe itu punya malu ngak sih ganggu orang aja!" bentak Queen.^^^


"Hai Alexis" ucap orang tersebut dengan suara lembut dari seberang.


^^^"Siapa loe"^^^


"Masa loe lupa sama suara gue"


^^^"Ngak penting banget ya gue harus ingat sama loe!" bentak Queen.^^^


"Tenang sayang ini gue Henki"


^^^"Ehh! An***g siapa sayang loe! Hah! Dasar berengsek" maki Queen emosi.^^^


"Jangan marah gitu dong sayang aku yakin kamu bakal nelpon balik setelah nerima pesan aku"


Panggilan pun langsung dimatikan sepihak sehingga membuat Queen mengumpat kesal. Tak lama pesan masuk berisi 3 buah foto dan seketika membuat tubuh Queen menegang.


Queen langsung menelpon pemilik no tersebut tapi tidak diangkat, dia kembali mencoba menelpon tapi sama saja panggilan tidak diangkat. Tak lama pesan pun masuk di hpnya.


+62xxxxxx


"Temui aku di alamat ini jl.xxxxx no.xx sekarang jika kamu tidak ingin suamimu melihat foto ini"


Queen membaca pesan tersebut bergegas masuk ke kamar dengan perasaan takut. Ia segera menganti baju dan mengambil tas serta kunci mobil menuju ke alamat tersebut dengan panik.


...❄❄❄❄❄...


To be continue............


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀