Heartless

Heartless
Episode 43



Hari berganti dengan cepat dan hari ini adalah hari pesta perkenalan Queen kepada semua anggota keluarga Rosemary dan rekan kerja RM Group.


Dari pagi Chloe disibukkan dengan pekerjaannya sampai waktu ke sekolah. Beruntung dirinya selalu diberikan bekal sarapan oleh bi Rani sebelum berangkat ke sekolah dan memakannya di dalam mobil.


Chloe sampai di sekolah tepat bunyi bel masuk. Chloe berjalan masuk dengan langkah cepat karena tidak mau kena hukuman. Beruntung sampai di kelas gurunya belum masuk.


Hossh............hosh..........hosh..........


Suara napas Chloe yang capek berlari ke kelas. Chloe duduk di tempatnya sambil menetralkan nafasnya yang ngos-ngosan.


"Tumben loe datang jam segini" ucap Sinta bertanya kepada Chloe.


"Gue kesiangan makanya datang jam segini"


"Anak gadis kok bangunnya kesiangan sih" ucap Sinta dengan suara mengejek.


Chloe yang mendengar nada bicara Sinta agak keterlaluan hanya melihatnya dengan muka tanda tanya.


Kok cara bicara Sinta agak gimana ya, batin Chloe sambil melihat Sinta.


Sinta hanya biasa-biasa saja dan melanjutkan kegiatannya kembali bermain sosial media. Chloe berbalik ke arah samping dan melihat Rina teman sekelasnya yang juga merasa aneh dengan nada bicara Sinta.


Rina bertanya tanpa suara kepada Chloe menanyakan ada apa dengan Sinta dan dibalas Chloe dengan menggelengkan kepala tanda tak tahu.


Mereka kembali melihat Sinta dengan pikiran masing-masing. Sementara itu Sean yang berada dalam kelas sedang menerima pelajaran merasa kangen dengan sang pacar.


Sean mengambil hpnya dan mengirim pesan kepada Chloe tanpa memperdulikan guru didepannya.


Pacarku


"Sayang entar istirahat ke markas gue ya😘"


Sean tersenyum melihat pesan yang dikirimnya kepada Chloe. Di kelas Chloe ia mendapat pesan dari Sean dan seketika wajahnya menjadi merah karena malu dengan emoticon yang dikirim oleh Sean.


Sinta yang melihat perubahan wajah Chloe merasa ingin tahu apa yang membuat Chloe sampai memerah begitu.


"Loe kenapa sakit ya" ucap Sinta sambil memegang kening Chloe.


"Ngak panas" tambahnya lagi Sinta dengan heran.


"Eemmh! G..ue... nga..k.. kenapa...napa kok..." ucap Chloe dengan gugup.


"Lah terus" ucap Sinta sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Gue kepanasan aja ya kepanasan"


"Dingin gini kok loe bilang panas. Ada aja loe Chloe" ucap Ana yang merasa aneh dengan jawaban Chloe dari tadi.


Penasaran dengan hal itu Ana berjalan menghampiri Chloe dan melihat Chloe dari dekat. Hal itu membuat Chloe kaget karena muka mereka sangat dekat.


Tatapan Ana kemudian jatuh ke hp Chloe dimana menampilkan pesan dari pangeran tampan.


"Ciehhh! Pangeran tampan alasannya ya makanya muka loe merah kayak gini! Hahahaha" ucap Ana sambil sambil tertawa dan membuat sekelas tertawa riuh.


Sinta kemudian melihat isi pesan di hp Chloe dengan cepat dan seketika mukanya menjadi sangat merah menahan amarah.


Dasar ja***g sialan loe Chloe awas loe ja***g, batin Sinta dan menetralkan kembali raut mukanya.


Sinta kemudian ikut tertawa bersama teman-temannya agar tidak mencurigakan.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Di sebuah ballroom gedung hotel sedang dilakukan pengecekan akhir untuk acara malam ini. Hilton hotel menjadi pilihan dari Adam Rosemary untuk melaksanakan pesta khusus putrinya itu.


Sekaligus pesta itu untuk menunjukkan kekayaan dirinya dan perusahaan yang saat ini yang sudah sangat pesat di negara ini. Adam bersama keluarganya saat ini sedang berada di salah satu kamar VIP hotel tersebut.


"Mommy daddy nanti si anak sialan itu ngak usah di izinkan ikut pesta ini ya" ucap Queen dengan manja di lengan Adam.


"Anything for you princess" (apapun untukmu putri)


"Thankyou daddy! Ummmaacchh" ucap Queen sambil mencium pipi kiri Adam.


Adam kemudian melanjutkan pekerjaannya di dalam hotel bersama Steven, sedangkan istrinya pergi untuk melakukan spa di hotel tersebut bersama putrinya.


Selama bekerja Steven banyak mendapat telpon dari klien papanya untuk melakukan kerja sama. Ia berembuk bersama daddynya untuk memilih penawaran kerjasama dari perusahaan lain.


"Daddy perusahaan Shine company ini yang mana"


"Ehhm! Kayaknya itu perusahaan baru deh" ucap Adam sambil memikirkan apa ada perusahaan dengan nama shine.


"Steven nyari aja dulu informasi perusahaannya"


"Heeemmmm"


Steven pun mencari tahu perusahaan itu dan hasilnya sangat membuat Steven kesal.


"Dad perusahaan itu baru dibangun sebulan yang lalu dan bergerak di bidang property"


"Cih! Perusahaan kecil ingin bekerja sama dengan perusahaan besar kayak kita ada-ada aja deh" ucap Adam dengan sombong.


"Tolak aja ya daddy malas nerima perusahaan kayak gitu! Hrhehehe"


"Buang berkas mereka ke tong sampah biar perusahaan mereka juga sekalian jadi sampah saja" ucap Adam sambil tertawa kencang diikuti Steven.


~ SMA internasional Cempaka Putih ~


Jam istirahat tiba Sinta mengajak Chloe untuk ke kantin tapi ditolak karena dia ada urusan penting. Sinta yang tahu tujuan Chloe hanya bisa mengiyakan saja meskipun hatinya saat ini sangat panas.


Sinta mengambil hpnya dan mengirim pesan kepada sean.


Sayangku


^^^"Sayang aku kangen entar pulang sekolah kita jalan ya sayang"^^^


"Heemmm"


^^^"Benar ya sayang"^^^


"Iya"


Mendapat balasan pesan dari Sean membuat Sinta senang sekali dan dirinya sudah tidak sabar untuk cepat pulang.


Chloe yang sudah sampai di depan pintu markas Sean mengetuk pintu sebelum masuk.


Mendengar pintu diketuk Sean cepat-cepat memasukkan hpnya kedalam saku celana. Ia tidak mau sampai Chloe mengetahui tentang perselingkuhannya meskipun ia dijebak.


Melihat Chloe masuk Sean berjalan menghampiri sang kekasih dan memeluk Chloe dengan sangat erat. Sean menghirup aroma tubuh Chloe yang berbau mawar yang sangat menenangkan.


"Sayang gue kangen banget sama loe"


"Chloe juga kangen sama kak Sean" ucap Chloe dengan malu beruntung wajahnya tidak dilihat oleh Sean.


Sean merasa sangat senang dan menuntun Chloe untuk duduk di sofa. Sampai di sofa Sean bukannya mendudukkan Chloe di sebelahnya tapi menarik Chloe hingga duduk di pangkuannya.


Arrgggghhh....


"Ka Sean" teriak Chloe yang kaget.


"Hehehehe! Kenapa sayang" ucap Sean dengan polos tanpa beban.


"Iih! Ka Sean kok ngeselin sih" ucap Chloe sambil menggerutu kesal.


"Maaf sayang habis gemas sih" ucap Sean sambil mencubit pipi Chloe.


"Iihhh! Sakit ka"


Sean mengelus pipi Chloe dengan lembut dan mencium pipinya dengan sayang. Seketika muka Chloe bersemu merah mendapat perlakuan seperti itu dari Sean.


Sean hanya tersenyum bahagia melihat tingkah sang kekasih. Sean memeluk Chloe kembali dengan sangat erat seakan waktu akan berhenti. Chloe pun membalas pelukan Sean dengan mesra.


"Sayang entar ada acara apaan sih di hotel hilton"


"Acara apa ka"


"Loh kan acaranya atas nama keluarga Rosemary sayang, kamu ngak tahu"


"Engak ka" ucap Chloe sambil menggeleng kepala.


"Nih undangannya tadi papa ngirim ke gue nyuruh wakilkan papa sama ibu karena ngak bisa hadir" ucap Sean sambil menyodorkan hpnya ke Chloe.


Chloe melihat dan membaca undangan tersebut yang berisi tentang pengenalan putri Rosemary. Seketika dada Chloe seperti ditikam jarum karena menebak siapa putri yang akan dikenalkan daddy sama mommy.


"Sayang"


Chloe pun tersadar dari lamunannya dan memberikan kembali hp Sean. Ia melihat Sean sambil tersenyum manis agar menutupi kesedihannya.


"Itu acara perkenalan Queen ka"


"Queen" ucap Sean dengan bingung.


"Oh ka Sean ngak kenal ya. Jadi gini ka Queen itu putri angkat daddy sama mommy jadi hari ini itu acara perkenalan Queen sebagai bagian keluarga Rosemary ka"


"Kok bisa ya anak angkat dikenalkan segala" ucap Sean sambil mengangkat sebelah alisnya.


"Ya itu udah kebiasaan tradisi keluarga untuk memperkenalkan anggota keluarga ka"


"Terus loe udah diperkenalkan juga belum?" tanya Sean.


Deg.....


Chloe kaget mendapat pertanyaan dari Sean karena memang dirinya tidak pernah diperkenalkan ke publik kalau dia anak dari Adam dan Laura Rosemary.


"Udah waktu kecil ka" bohong Chloe karena tidak ingin orang lain mengetahui hal tersebut.


Sean hanya mengiyakan perkataan pacarnya. Sean mengelus pipi Chloe dengan sangat mesra lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Chloe.


Pandangan Sean tertuju pada bibir mungil Chloe yang berwarna pink alami. Ia sangat ingin mencium dan mel***t bibir itu dengan rakus. Napas Sean bisa dirasakan oleh Chloe dan hal itu membuat dirinya seperti takut.


Bibir Sean hampir bersentuhan dengan bibir Chloe tapi seketika Chloe berbalik menghadap ke arah lain sehingga bibir Sean mencium pipinya. Sean seperti menahan emosi karena Chloe menolak dirinya untuk dicium.


"Kenapa sayang" ucap Sean dengan geram dan menahan emosi.


"Maaf ka" ucap Chloe dengan takut.


Phew.......


Sean memeluk Chloe untuk menetralkan amarah dalam dirinya. Bel tanda masuk kemudian berbunyi Sean melepaskan pelukannya dan mencium kening Chloe dengan mesra.


Chloe kembali ke kelasnya dan mengikuti pelajaran sedangkan Sean memilih pulang untuk menenangkan diri karena ia masih emosi mengingat dirinya seperti ditolak oleh sang kekasih.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Jam berlalu dengan cepat Chloe sudah pulang dari sekolah dan saat ini ia sudah tiba di mansion. Mansion yang biasanya ramai sangatlah sepi.


Chloe bertanya pada seorang pelayan dimana yang lainnya dan pelayan itu menjawab kalau semua ada di hotel Hilton untuk acara sebentar malam.


Chloe masuk ke kamar dan menganti seragamnya. Ia kemudian membersihkan diri untuk pergi ke tempat perguruan smith. Chloe membawa sabun dan baju ganti agar ia bisa membersihkan dirinya disana.


Selama perjalanan Chloe menelpon sang daddy untuk menanyakan keberadaan mereka. Di dering pertama telpon langsung diambil.


"Halo"


^^^"Halo daddy"^^^


"Kenapa" ucap Adam dengan nada datar.


^^^"Uhmm! Daddy lagi dimana, tadi kata pelayan kalau malam ini ada acara pesta ya dad"^^^


"Iya malam ini acara perkenalan Queen"


^^^"Kok Chloe ngak di kasitahu ya dad" ucap Chloe dengan gugup.^^^


"Kan acaranya bukan untuk kamu kenapa kamu harus tahu sih" bentak Adam dari seberang.


^^^"Maaf daddy"^^^


"Ya sudah malam ini kamu ngak usah ikut soalnya kamu ngak penting juga kalau ikut acara begini"


Panggilan langsung dimatikan sepihak oleh Adam, seketika air mata Chloe jatuh dengan deras karena ia baru pertama kali dibentak dan tidak dianggap lagi oleh keluarganya sendiri.


"Kenapa semuanya kok berubah ya.......hiks hiks hiks" ucap Chloe tersedu-sedu.


Chloe menumpahkan air matanya di dalam mobil sampai puas. Setelah itu ia melajukan mobilnya ke tempat perguruan Smith.


~ Smith Perguruan ~


Sampai disana Chloe kembali berlatih teknik karate bersama om Arka. Karena beban pikiran yang banyak Chloe melampiaskan semuanya ke pukulan dan tendangannya.


Arka yang melihat kalau gerakan Chloe yang sangat cepat dan ada emosi di dalamnya.


"Nak Chloe berhenti dulu"


"Ada apa coach"


"Begini nak Chloe om liat pukulan dan tendangan kamu itu hanya ada emosi didalamnya"


"Maaf coach Chloe hanya lagi banyak pikiran"


"Tenangkan diri kamu dan kontrol emosi kamu, karena dalam beladiri kita akan kalah kalau kita melawan dengan emosi nak Chloe"


"Baik coach"


"Ikuti gerakan om untuk menetralkan emosi dalam diri kita"


Chloe mempelajari teknik mengontrol emosi dengan cepat dan hanya butuh 2 kali penjelasan dirinya sudah menguasai teknik tersebut. Akhirnya 4 jam berlalu dan Chloe sudah selesai latihannya.


"Kerja bagus nak Chloe tingkatkan kemampuanmu dengan berlatih di pagi hari"


"Baik coach terima kasih"


"Baiklah kalau begitu sampai jumpa"


"Iya coach hati-hati"


Chloe kemudian membersihkan tubuhnya di kamar mandi dan memasukkan barangnya ke dalam loker miliknya.


Chloe keluar dan melajukan mobilnya pulang. Ia melihat kalau sudah jam 18:00 sore dan pasti sebentar lagi acara pesta itu akan dimulai.


Chloe melajukan mobil membelah jalanan sore yang macet menuju mansion. Dirinya ingin menghabiskan malamnya dengan belajar dan mengembangkan hobinya selama ini tanpa diketahui orang lain.


...❄ ❄ ❄ ❄ ❄...


To be continue......


Maaf ya guys kalau author lama buat updatenya😘


Semoga kalian semua suka dengan ceritanya ya☺☺😍