Heartless

Heartless
Episode 202



🌻Jika kamu tidak puas dengan apa yang kamu miliki saat ini ingatlah bahwa di luar sana masih banyak orang yang kekurangan lebih dari kamu🌻


.


.


.


.


Chloe lalu masuk kembali ke dalam mansion di temani pak Max dan pelayan. Chloe sebenarnya risih jika diikuti seperti ini tapi ia tak bisa berbuat apa-apa karena ini adalah perintah suaminya.


Xavier melarangnya keluar sendiri saja takut ia kenapa-napa, jadi saat ia ingin kemana akan di temani oleh pak Max. Setibanya di lantai dua Chloe menyuruh pak Max untuk menyiapkan cemilan buatnya.


Pak Max segera menyuruh pelayan untuk meyiapkan cemilan. Tak lupa ia juga mengirim rekaman barusan kepada Albert, ia tidak mau terlambat memberi informasi penting mengenai mpok Risma.


Di taman kaca mpok Risma sedang menanam bunga tulip lainnya sesuai permintaan Chloe tadi. Tak lama hpnya bergetar di dalam saku, sebelum mengangkat telpon ia melihat keadaan sekitar apa aman atau tidak.


Dirasa aman mpok Risma segera mengangkat panggilan itu yang tak lain dari Juan Carlos Nidas.


^^^"Halo tuan"^^^


"Bagaimana apa kamu sudah bisa mendekati anak sialan itu"


^^^"Sudah tuan saat ini anak itu sudah masuk dalam rencanaku yang pertama"^^^


"Good jangan sampai kamu ketahuan"


^^^"Tenang saja tuan saya akan berhati-hati"^^^


"Buat anak sialan itu menderita seperti ibunya kalau perlu habisi bayi dalam kandungannya sekalian" ucap Juan dengan suara dingin dari sebarang.


^^^"Baik tuan"^^^


"Aku sudah tidak sabar melihat suaminya menderita karena kehilangan orang tercintanya" ucap Juan sambil tertawa.


^^^"Aku pastikan Chloe, Xavier, dan bayi mereka akan menderita seumur hidup mereka tuan" ucap mpok Risma dengan senyum penuh arti.^^^


"Secepatnya jalankan rencana kamu"


Belum juga mpok Risma membalas ucapan Juan ia dikejutkan dengan panggilan dari seorang pelayan.


"Elisabeth apa kamu sudah selesai disana" teriak seorang pelayan.


"Ya aku sudah selesai" ucap mpok Risma.


Ia segera mematikan panggilan Juan takut ada yang mendengar pembicaraan mereka barusan. Tanpa mpok Risma sadari ternyata semua aksinya diketahui oleh Mike lewat cctv pengawas yang dipasang disana.


Awalnya cctv tersebut hanya bisa diakses oleh Xavier tapi saat mendengar ada musuh mereka yang menyamar, ia mengubah cctv itu untuk dilihat oleh para pengawal dan Mike.


"Kirim rekaman cctv itu ke bos Albert" ucap Mike dengan suara dingin.


"Baik bos" ucap anak buah Mike di ruang kontrol.


~ Wesly Group ~


Albert yang saat ini sedang berada di ruangannya mengecek semua laporan dari sekertaris utama, tak lama ada pesan masuk ke handphonenya. Ia melihat 2 pesan dari pak Max dan Mike.


Albert segera membuka pesan Mike yang berisi video cctv di taman kaca. Saat mendengar rekaman tersebut Albert rasanya ingin menghancurkan mpok Risma saat itu juga.


"Berengsek mereka ingin bermain-main dengan keluarga bos ternyata" ucap Albert dengan emosi.


Albert lalu membuka pesan dari pak Max dan bingung dengan rekaman tersebut. Ia lalu menghidupkan penerjemah otomatis untuk mengetahui maksud dari ucapan mpok Risma, setelah mengetahui maksud ucapan mpok Risma ia tersenyum penuh arti.


Sepertinya kali ini kalian memilih lawan yang salah, batin Albert.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Albert segera menghubungi Kevin untuk menyuruhnya tetap berada di samping Chloe. Pada dering keempat barulah Kevin menjawab panggilannya.


"Hay dude"


^^^"Where are you?" (dimana kamu) tanya Albert dengan suara dingin.^^^


"Di mansion bos"


^^^"Awasi wanita tua itu karena saat ini dia sudah mulai dengan rencananya yang pertama"^^^


"Apa yang dilakukan wanita tua itu"


^^^"Aku tidak tahu yang pasti barusan ia menelpon Juan Nidas membahas rencana mereka yang ingin menghabisi nyawa nyonya dan bayinya"^^^


"Apa dasar manusia biadab" ucap Kevin dengan emosi.


^^^"Jangan pernah pergi dari sisi nyonya sedikit pun"^^^


"Ya aku tahu"


Albert segera mematikan panggilannya karena ingin membawa informasi barusan kepada Xavier. Dia tahu jika sang bos akan mengamuk saat mendengar rekaman tersebut.


Sampai di ruangan Xavier Albert mengetok pintu setelah pintu terbuka barulah ia masuk. Saat masuk Xavier tetap mengerjakan berkas yang di depannya tidak mengangkat kepalanya.


"Bos"


"Heeemmmmm"


Albert segera menaruh iPad di depan Xavier, seketika gerakan tangannya terhenti saat melihat iPad di depannya. Tak berselang lama raut wajah Xavier berubah seketika mendengar rekaman mpok Risma.


"Berengsek akan ku musnahkan wanita itu" ucap Xavier dengan emosi.


iPad di tangannya sudah tak berbentuk lagi karena di patahkan Xavier. Albert berdiri dan hanya bisa diam tidak berbicara satu kata pun.


"Kapan mereka mulai rencana mereka" ucap Xavier dengan suara dingin.


Albert menelan salivanya dengan kasar melihat tatapan sang bos saat ini. Tatapan itu seperti tatapan monster kelaparan yang siap menerkam mangsanya saat ini juga.


"Belum di..pas..tikan bos" ucap Albert dengan gugup.


Prang........prang..........


Semua berkas di atas meja Xavier seketika berada di lantai. Xavier bangun dan langsung memukul Albert di perutnya berulang kali, emosinya kali ini sudah tidak bisa di kontrol lagi.


"Bawa wanita itu ke markas malam ini juga" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Baik bos" ucap Albert sambil menahan rasa sakit di tubuhnya.


Brak........


Bunyi hantaman keras bergema di dalam sana, Xavier kembali ke kursi kebesarannya untuk menetralkan emosi dalam dirinya. Albert tahu jika sang bos sudah sangat emosi maka ia tidak bisa di kontrol lagi.


Coba saja ada nyonya saat ini pasti aku selamat dari amukan bos, batin Albert.


Albert segera pergi keluar setelah melihat isyarat tangan Xavier. Saat keluar ketiga sekertaris Xavier menatap dirinya dengan bingung, pasalnya tadi sebelum masuk wajah Albert tidak ada luka tapi sekarang ada.


"Jangan menganggu bos saat ini" ucap Albert dengan suara dingin.


"Baik tuan" ucap ketiga sekertaris dengan serentak.


Albert segera berlalu menuju ruangannya di samping ruangan Xavier. Di dalam ruangannya ia melihat wajahnya yang sobek di area bibir.


"Arrgghhh! Sakit banget" desis Albert sambil mengobati lukanya.


Brak.........


Pintu Albert dibuka dengan kuat, Albert melihat siapa yang masuk dengan tatapan tajam. Thomas yang tertawa seketika kaget melihat bibir Albert yang sobek.


"Kamu kenapa" ucap Thomas dengan bingung.


"Bos" ucap Albert dengan dingin.


Thomas tak bertanya lagi karena tau maksud Albert. Dia tahu jika sang bos pasti sedang emosi saat ini sehingga melampiaskan kepada Albert.


"Apa langkah kita selanjutnya?" tanya Thomas dengan wajah serius.


"Bawa wanita itu ke markas nanti malam" ucap Albert dengan suara dingin.


"Oke"


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Mansion Xavier ~


Berbeda dengan suasana di ruangan Xavier saat ini, di lantai 2 mansion Xavier saat ini sedang terjadi perdebatan antara Kevin dan pak Max.


"Bukan begitu caranya pak Max" ucap Kevin dengan kesal.


"Maaf tuan Kevin tapi ini cara yang benar" ucap pak Max dengan kekuh.


Chloe yang melihat keduanya hanya diam mendengar saja. Sudah berselang 30 menit keduanya saling beradu pendapat mengenai cara menyulam.


"Pak Max meski aku seorang dokter tapi aku tahu teknik menyulam juga jadi jangan remehkan aku" ucap Kevin dengan suara tinggi.


"Tuan Kevin meski saya juga hanya kepala pelayan tapi urusan menyulam dan rumah tangga saya lebih ahli dari tuan" ucap pak Max dengan suara tegas.


Karena sudah pusing dengan ocehan keduanya Chloe lalu membanting kotak stroberi yang sedang ia pegang. Seketika keduanya berhenti tidak ada yang mengeluarkan satu kata pun.


"Apa sudah selesai debatnya" ucap Chloe dengan suara dingin.


Kevin dan pak Max hanya diam tidak mengatakan apa-apa. Chloe menatap keduanya dengan tatapan tajam dan mengintimidasi.


"Karena kalian berdua yakin bisa menyulam maka mulailah menyulam dengan cara masing-masing"


"Tapi nyonya" ucap Kevin yang langsung dibantah oleh Chloe.


"Tidak ada bantahan dan waktu kalian 30 menit dari sekarang" ucap Chloe dengan tatapan tajam dan dingin.


"Baik nyonya" ucap keduanya serentak.


Chloe tersenyum melihat keduanya yang sudah mulai menyulam sapu tangan. Tak lama ia mengambil hpnya dan menghubungi sang suami.


^^^"Sayang" ucap Chloe dengan suara riang.^^^


Mendengar suara Xavier saat ini Chloe yakin jika mood suaminya sedang tidak bahagia. Ia lalu mengubah panggilan suara menjadi panggilan video.


Xavier tersenyum melihat wajah cantik sang istri di layar hpnya. Tapi berbeda dengan Chloe yang menampilkan wajah datar saja.


^^^"Apa yang terjadi sayang"^^^


"Apa maksud kamu baby tidak ada yang terjadi"


^^^"Jangan bohong sayang aku tahu ada sesuatu yang kamu sembunyikan" ucap Chloe dengan suara dingin.^^^


Xavier menghela napas dalam karena ia tidak bisa membohongi sang istri. Ia lalu melihat Chloe dengan tatapan serius.


"Baby ke kamar sekarang ada yang mau aku bicarakan" ucap Xavier dengan suara dingin.


Chloe segera pergi ke kamarnya yang tak jauh dari sana. Setelah sampai di dalam kamar dirinya segera duduk di sofa menunggu penjelasan dari sang suami.


"Saat ini ada musuh yang menyamar di mansion kita sayang"


^^^"Apa" ucap Chloe dengan panik.^^^


"Kamu jangan panik dan anggap tidak ada apa-apa disana ya sayang"


^^^"Bagaimana bisa aku tenang sayang sedangkan ada musuh kita di dalam mansion hubby" ucap Chloe dengan suara tinggi.^^^


"Sayang tenangkan diri kamu ingat anak kita" ucap Xavier dengan lembut.


^^^"Iya sayang"^^^


"Aku harap kamu bisa menerimanya saat tahu siapa yang menyamar di mansion kita sayang"


^^^"Memangnya siapa dan sejak kapan"^^^


"Dia adalah mpok Risma tante angkat kamu sayang"


^^^"Itu tidak mungkin sayang" ucap Chloe membantah.^^^


"Mpok Risma menyamar menjadi orang lain sayang dan saat ini dia sedang merencanakan sesuatu untuk membunuhmu dan anak kita"


^^^"Apa tapi siapa sayang?" tanya Chloe dengan bingung.^^^


"Dia adalah Elisabeth Manov pelayan yang bertugas di rumah kaca"


Chloe seketika menutup mulutnya tak menyangka jika orang yang menyamar di dalam mansion adalah orang yang tadi baru saja dia berbicara dengannya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 v》...


"Aku mohon jangan pernah jauh dari sisi Kevin dan pak Max sayang"


^^^"Aku takut hubby" ucap Chloe dengan mata berkaca-kaca.^^^


"Tenang sayang untuk saat ini kamu aman"


^^^"Kamu pulang sekarang ya hubby"^^^


"Heemmm! Aku pulang sekarang sayang"


^^^"Hati-hati sayang"^^^


"Iya sayang"


Chloe lalu mematikan panggilannya dan menyandar di sofa. Ia tak mau ada sesuatu yang terjadi saat ini karena saat ini dirinya sedang mengandung buah hati mereka.


Xavier yang berada di perusahaan segera pulang ke mansion. Dia juga khawatir jika mpok Risma masih berada di mansion dan itu sangat berbahaya untuk istri dan anaknya.


Tak lama mobilnya tiba di mansion dan di sambut para pengawal dan juga pelayan. Xavier segera masuk ke dalam mansion mencari keberadaan sang istri, sebelum masuk matanya menangkap mpok Risma yang berdiri di samping mansion memandangnya.


"Tunggu pembalasanku nanti malam" gumam Xavier dengan sinis.


"Dimana istriku" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Nyonya berada di lantai dua tuan" ucap sang pelayan yang menyambutnya.


Xavier naik ke lantai dua dan melihat Kevin bersama dengan pak Max sedang mengerjakan sesuatu. Xavier mengedarkan pandangannya mencari sang istri tapi tak ada.


Ia segera masuk ke kamar dan benar saja Chloe berada di dalam. Mendengar pintu dibuka Chloe segera melihat ke depan dan ternyata itu suaminya.


"Hubby" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Kamu tidak kenapa-napa kan sayang" ucap Xavier dengan khawatir.


"Aku baik-baik saja sayang sedari tadi aku tidak berani keluar kamar" ucap Chloe dengan takut.


"Syukurlah sayang kamu tidak usah khawatir aku sudah ada di sini" ucap Xavier sambil mencium puncak kepala Chloe.


"Iya sayang"


Xavier memeluk sang istri karena ia tahu Chloe pasti merasa khawatir. Di luar Albert dan Thomas sedang menertawakan Kevin karena sulamannya.


"Apa ini ulat" ucap Thomas sambil tertawa.


"Itu kupu-kupu Thomas" ucap Kevin dengan percaya diri.


"Hahahahaha! Baru kali ini aku melihat kupu-kupu gagal" ucap Thomas sambil tertawa.


Albert dan pak Max yang melihat sulaman Kevin seketika tertawa terbahak-bahak. Memang betul apa yang dikatakan Thomas mengenai sulaman Kevin menurut mereka itu bukan kupu-kupu tapi ulat.


"Kenapa kalian juga ikut tertawa" ucap Kevin.


"Hey bocah kalau memang tidak bisa sulam jangan sulam deh" ejek Albert sambil tertawa.


"Apa sulamanku jelek pak Max?" tanya Kevin.


"Iya tuan sulaman tuan seperti ulat mati" ucap pak Max sambil menahan tawanya.


Thomas dan Albert sudah tertawa sampai muka mereka memerah. Melihat hal tersebut Kevin hanya kesal karena memang tidak bisa berbuat apa-apa.


~ Kingdom Apartment ~


Kingdom Apartment adalah salah satu apartemen termewah yang bersaing dengan Blue Ocean Apartment. Di lantai paling atas tepatnya di lantai 75 seorang gadis cantik sedang memandang suasana jalanan California siang ini.


Ia masih ingat akan kejadian 3 minggu lalu saat ia hampir mati terbunuh. Aku akan balas kalian semua batin Valeria dengan emosi.


"Val" ucap seorang pria blasteran yang sangat tampan.


"Cari data mengenai Chloe gadis yang sudah menolongku waktu itu Bryan" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Oke" ucap Bryan.


Ia segera mengambil hp dan menghubungi anak buahnya untuk mencari data gadis yang dimaksud adiknya. Bryan adalah kakak angkat Valeria semenjak Valeria menolongnya dari para preman.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Bryan tangkap para tikus itu, malam ini aku akan bersenang-senang dengan mereka" ucap Valeria dengan senyum penuh arti.


"Tinggal otak dari kejadian waktu itu saja yang belum ditangkap" ucap Bryan dengan suara dingin.


"Heemmm! Suruh Yorla hendel semua kerjaan aku" ucap Valeria.


"Oke Val" ucap Bryan dengan senang.


Valeria sendiri adalah seorang hacker handal dan hanya orang terdekatnya yang tahu, bahkan ia adalah seorang direktur utama perusahaan VA Corp singkatan dari namanya sendiri yaitu Valeria Anastasia.


VA Corp adalah perusahaan nomor 3 di dunia yang bergerak di bidang otomotif, sistem keamanan dan perhotelan. Kantor pusatnya berada di Dubai, Uni Emirates Arab.


Valeria dan Bryan segera menyusun rencana untuk musuh-musuh mereka. Hari berlalu dengan cepat dan tanpa terasa sudah malam hari.


~ Mansion Xavier ~


Tepat pukul 11:00 malam semua pelayan sudah berada di kamar mereka masing-masing. Xavier yang melihat sang istri sudah terlelap bangun dengan perlahan takut membangunkan Chloe.


"Jaga mommy ya sayang" ucap Xavier sambil mencium perut Chloe.


Chloe meringis merasakan tendangan di perutnya beruntung ia tidak sampai bangun. Xavier tersenyum melihat hal tersebut, ia lalu bangun dan berjalan keluar dengan langkah pelan.


"Jaga istriku sampai aku pulang" ucap Xavier dengan suara tegas.


"Baik tuan" ucap pak Max dengan sopan.


Xavier segera berlalu menuju ke ruang kerjanya yang sudah ada Albert, Kevin, dan Thomas. Di paviliun belakang semua pelayan tidak ada yang sadar akan keberadaan anak buah Xavier.


Mpok Risma yang tertidur lelap juga tidak menyadari kehadiran mereka. 4 anak buah Xavier saling melirik dan menganggukkan kepala, saat ingin membius mpok Risma seketika ia sadar.


Matanya seperti mau copot karena tak mengenali orang di depannya. Belum juga mpok Risma bersuara mulutnya sudah dibekap, tak lama ia mulai kehilangan kesadaran.


"Bawa dia ke markas" ucap anak buah Xavier.


Mereka lalu membawa mpok Risma menuju ke markas, sebelum itu mereka mengabari Mike tentang keberhasilan mereka. Mike lalu mengirim pesan ke Albert kalau sudah berhasil menculik mpok Risma.


"Bos wanita itu sudah dalam perjalanan ke markas" ucap Albert yang membaca pesan dari Mike.


"Hemmmm! Siapkan mobil" ucap Xavier dengan senyum iblis.


"Baik bos" ucap Albert.


"Kevin kamu jaga istriku jangan sampai ada sesuatu yang terjadi sama istriku" ucap Xavier sambil menatap tajam Kevin.


"Oke bos tenang aja aku akan menjaga nyonya dengan nyawaku" ucap Kevin sambil mengangkat tangannya membentuk tanda oke.


"Heemmmm"


Xavier, Albert, dan Thomas segera berangkat menuju ke markas mereka, tanpa Xavier tahu jika Juan Carlos Nidas bersama adiknya Johan Nidas sedang dalam perjalanan ke California saat ini.


Robert yang mengetahui hal tersebut segera menyuruh orang yang mengawal Chloe untuk memantau Chloe full 24 jam. Robert takut jika kedua anaknya akan mencelakai cucunya dan ia berjanji tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi.


...❄❄❄❄❄...


To be continue...........


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀