
π»Seperti pelangi sehabis hujan itulah yang harus aku gapai dalam hidupku iniπ»
.
.
.
.
Chloe tiba di sebuah desa yang sangat jauh dari kota Jakarta, sepanjang perjalanan Chloe sangat menikmati pemandangan desa yang masih asri dan segar.
Mobil pun tiba di sebuah rumah mungil bercat putih di sebuah desa Wirajaya kecamatan Jasinga Kota Bogor. Desa itu sangat terpencil dari kota Bogor dan masih jauh dari peradaban.
Chloe keluar dari dalam mobil dan meregangkan tubuhnya karena terlalu lama duduk. Chloe melihat deretan rumah warga berjejer dan suasana kampung yang masih sangat terasa.
Tak lama seorang pria paruh baya sekitar umur 50an datang menghampiri Chloe yang masih berdiri di halaman depan rumah yang akan ditempatinya.
"Selamat sore atuh neng" ucap bapak itu dengan sopan.
"Selamat sore juga pak" balas Chloe dengan sopan dan sedikit tersenyum.
"Apa betul neng ini cucu tuan Irwan Salim?" tanya bapak tersebut.
"Betul pak" ucap Chloe.
"Oh kenalin neng saya Tedjo kepala desa disini dan kemarin tuan Irwan sudah menghubungi saya tentang kedatangan cucunya"
"Oh iya pak Tedjo salam kenal nama saya Chloe pak"
"Wah namanya cantik atuh neng sama kayak orangnya" ucap pak Tedjo sambil tertawa.
Chloe hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan pak Tedjo. Tak lama pak Tedjo pun pamit untuk pulang, Chloe melihat rumah yang akan ia tempati entah sampai kapan dengan raut tidak bisa ditebak.
"Gue bakal mulai dari awal semuanya disini" ucap Chloe sambil menarik nafasnya dalam.
~ Jakarta, Indonesia ~
Karena belum juga menemukan keberadaan Chloe sampai saat ini Xavier menjadi emosi dan semakin tak terkendali. Albert sang tangan kanan beserta para anak buahnya hanya diam menerima pukulan dari bos mereka.
"Dasar tidak becus kalian semua" teriak Xavier dalam mansion.
Albert hanya diam menerima semua makian dan pukulan dari Xavier karena gagal menjalankan tugasnya sampai saat ini. Xavier mengambil cambuknya dan mencambuk 4 anak buahnya yang bertugas mengawasi Chloe saat itu dengan kejam.
"Jika kalian tidak menemukan keberadaan gadisku maka nyawa kalianlah taruhannya!" bentak Xavier dengan tatapan bak monster yang siap membunuh.
Semuanya hanya diam menunduk tidak berani berkata apa-apa. Kevin dan Thomas yang baru datang juga ikut kena amukan dari bos mereka.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Di belahan dunia lain Sean semakin frustasi karena belum juga ada kabar dari papanya mengenai keberadaan Chloe. Ia semakin menjadi tempramen kepada semua orang bahkan setiap malam ia menghabiskan waktunya di club.
Riko sang papa hanya diam tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dirinya sudah berusaha mengerahkan anak buahnya tapi belum juga membuahkan hasil.
"Sayang apa kita pindahkan saja Sean kesini" ucap Riko saat ia dan Maya sedang berada di ranjang.
"Memangnya kenapa mas?" tanya Maya dengan bingung.
"Apa kamu ingat pacar Sean yang namanya Chloe"
"Oh gadis itu" ucap Maya dengan malas.
"Chloe itu ternyata bukan anak kandung Adam dan Laura" ucap Riko sambil melihat kearah istrinya.
"Apa" ucap Maya dengan kaget.
"Iya dan dia itu adalah anak dari orang yang menabrak mobil Laura 17 tahun lalu sehingga adik Laura dan sopirnya meninggal di tempat bahkan anak kandung mereka harus menderita penyakit langka. Dan karena kecelakaan itu juga kandungan Laura harus diangkat"
"Yang benar mas jadi selama ini Chloe itu bukan anak kandung mereka" ucap Maya semakin kaget.
"Iya sayang" ucap Riko sambil memeluk Maya dari samping.
"Lah terus hubungan sama Sean apa mas"
"Sean sudah putus dengan Chloe karena ketahuan selingkuh dengan sahabat Chloe bahkan Chloe sudah memutuskan semua kontak dengan Sean"
"Ya baguslah kalau begitu mas jadi Sean ngak berhubungan dengan anak yang tidak jelas asal usulnya" ucap Maya dengan santai.
"Apa kamu tidak memikirkan perasaan anak kita sayang?" tanya Riko dengan tajam kepada Maya.
"Bukan gitu mas tapi kan lebih bagus anak kita berhubungan dengan gadis yang jelas asal usulnya" ucap Maya.
"Ya aku tahu tapi kita harus memikirkan perasaan anak kita, jangan memaksakan perasaannya sayang biarlah dia memilih jodohnya sendiri"
"Iya dari mas saja aku sih ikut aja" ucap Maya mengalah.
"Sean sekarang sangat stres dengan kepergian Chloe jadi sebaiknya kita pindahkan dirinya kesini saja"
"Tapi kita tanya dulu sama papa mas dan juga Sean mas"
"Iya besok coba kita bicarakan dengan papa dan Sean"
Setelah itu mereka kemudian tidur dan memilih untuk berbicara besok. Tanpa Riko tahu kalau anak buahnya selalu terhalang menyelidiki lokasi Chloe karena selalu dibuat kebingungan oleh anak buah Xavier.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
1 tahun kemudian
Tak terasa waktu berjalan dengan cepat dan sudah 1 tahun keberadaan Chloe hilang tanpa jejak. Xavier yang belum menemukan keberadaan Chloe menjadi pria dingin tak berperasaan.
Bahkan di negara tetangga juga ia mencari keberadaan Chloe. Di desa Wirajaya Chloe sudah menyelesaikan sekolahnya dan ia lulus dengan nilai tertinggi di sekolahnya.
Chloe mendapat juara pertama di sekolahnya karena kepintarannya bahkan di desa itu Chloe dikenal sebagai gadis kembang desa sejak kedatangannya ke sana 1 tahun lalu.
Chloe berdiri di padang rumput dibelakang rumahnya sambil melihat padang hijau di depannya. Suasana desa yang tentram membuat Chloe betah disana, penampilannya pun sudah berubah banyak.
Wajahnya putih seperti porselen dan rambutnya sekarang sudah sangat panjang sampai di bawah pinggulnya. Kecantikan Chloe yang alami membuat dirinya dikagumi oleh penduduk desa.
Meskipun begitu banyak yang memusuhinya karena iri akan kecantikannya. Sifat Chloe yang awalnya murah tersenyum sekarang berubah 100 derajat menjadi gadis yang dingin dan irit bicara.
Kerena trauma akan pengkhianatan sahabat ia membangun tembok untuk dirinya sendiri. Chloe tidak mau berteman apalagi menjadikan seseorang menjadi sahabat.
"Hah! Sudah setahun gue berada disini dan besok gue akan kembali pergi dari tempat ini" ucap Chloe dengan datar.
Selama ini Chloe sudah mengumpulkan uang dari hobbynya meski belum sebanyak uangnya dulu. Chloe sangat membenci keluarga Rosemary karena sudah membuat dirinya terluka dan trauma.
Ternyata selama sekolah Chloe memasukan namanya untuk mendapat beasiswa belajar di luar negeri. Usahanya berhasil dan minggu lalu ia mendapat pemberitahuan dari salah satu universitas di Los Angeles.
Chloe pun memilih untuk pulang mempersiapkan dirinya untuk besok. Sebelum pulang Chloe mengunjungi pak Tedjo lebih dulu yang sudah baik kepadanya selama dia disana sekaligus berpamitan.
Sampai di rumah Chloe pun memasukan semua pakaiannya ke dalam koper. Besok ia akan bertemu dengan kakek Irwan di bandara untuk mengambil paspornya karena semua kebutuhannya diurus oleh kakek Irwan.
Hari berganti dengan cepat tepat pukul 05:00 pagi mobil pesanan Chloe sudah terparkir di halaman rumahnya. Chloe mengangkat kopernya dan memasukan ke dalam mobil trevel.
Sebelum pergi Chloe berpamitan dengan tetangganya yang kebetulan sudah bangun. Chloe pun masuk ke dalam mobil dan berangkat menuju Bandung.
Dirinya memilih berangkat dari bandara Husein Sastranegara menuju Los Angeles. 5 jam perjalanan akhirnya Chloe sampai di Bandung dengan selamat, karena keberangkatannya tepat jam 18:00 sore Chloe memilih untuk menginap di hotel dekat bandara.
Tepat jam 17:00 Chloe sudah berada di bandara Husein Sastranegara. Saat tiba di bandara Chloe melihat kakek Irwan yang sedang berdiri menunggunya di pintu keberangkatan.
"Selamat sore kek" ucap Chloe saat tiba di samping kakek Irwan.
Kakek Irwan berbalik ke samping dan tersenyum bahagia melihat kedatangan Chloe. Tanpa berlama lagi kakek Irwan memeluk Chloe dengan erat, Chloe pun membalas pelukan kakek Irwan yang selama ini telah membantu dirinya.
"Kamu baik-baik saja kan selama ini nak?" tanya kakek Irwan.
"Seperti yang kakek lihat" ucap Chloe dengan muka datar.
Kakek Irwan sebenarnya merasa sedih melihat perubahan Chloe yang sangat drastis, awalnya dirinya sempat kaget saat bertemu dengan Chloe 6 bulan yang lalu.
Dimana saat itu Chloe yang biasanya tersenyum manis kepada siapa pun berubah menjadi pribadi yang dingin dan tak tersentuh siapa pun. Kakek Irwan hanya bisa berdoa dan berharap semoga Chloe bisa kembali ke Chloe yang dulu yang selalu tersenyum manis.
"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja nak" ucap kakek Irwan dengan senyum manis.
"Iya kek" balas Chloe dengan suara dingin.
"Oh ya ini paspor dan tiket kamu" ucap kakek Irwan sambil menyodorkan paspor dan tiket ke Chloe.
Chloe menerimanya dan membaca paspor dan tiket itu dimana tertulis nama Chloe Elisabeth tanpa Rosemary seperti yang ia inginkan. Chloe tersenyum tipis melihat namanya yang sudah berubah.
"Kamu ingat jaga kesehatan disana dan jangan lupa untuk kabari kakek jika kamu ada masalah atau apapun" ucap kakek Irwan memberi nasehat.
"Heeemmmm"
Setelah itu Chloe pun pamit tanpa lupa mengucapkan terima kasih kepada kakek Irwan. Chloe akhirnya masuk dan naik ke atas pesawat dan bersiap untuk terbang menuju Los Angeles, Amerika Serikat.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Setelah 18 jam 50 menit akhirnya Chloe pun sampai di Los Angeles International Airpot atau dikenal dengan nama LAX. Chloe turun dan mengurus visanya di bagian kedatangan luar negeri.
Setelah selesai dengan urusannya Chloe pun berjalan keluar mencari taksi untuk menuju tempat apartemen yang sudah ia sewa sebelum datang ke Los Angeles.
Chloe memilih untuk tinggal di apartemen dekat kampus yang hanya berjarak 10 menit ketimbang tinggal di asrama kampus. Akhirnya Chloe pun sampai di apartemennya dan bertemu dengan manajer apartemen tersebut.
"Selamat datang di apartemen kami nona Chloe" ucap sang manajer apartemen.
"Terima kasih pak" ucap Chloe dengan datar.
"Ini kunci kamarnya dan nona Chloe dan anda juga bisa menggunakan passcode pintu"
"Iya terima kasih"
"Sama-sama nona Chloe. Jika ada yang mau ditanyakan silahkan hubungi pihak kami" ucap sang manajer dengan sopan.
"Baik terima kasih pak"
"Ya sama-sama nona Chloe"
Chloe kemudian berlalu menuju kamarnya dilantai 5 no 5007 dan paling ujung. Sampai disana Chloe melihat ruangan apartemennya yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.
Ada satu buah kamar tidur, kamar mandi luar, ruang tamu, dapur dan balkon kamar. View jendelanya langsung menyuguhkan suasana kota dibawah sana.
"Tempat baru dan awal yang baru" ucap Chloe dengan sedih.
Chloe memikirkan semua masalah yang datang padanya setahun yang lalu. Dirinya sampai sekarang masih memimpikan mimpi yang sama setiap malam, bahkan jam tidurnya hanya beberapa jam saja.
Chloe terus mengingat semua kejadian itu sampai dimana air matanya akan jatuh dengan deras ketika memikirkan tentang Xavier.
"Where are you now Xavier i miss you so much" ucap Chloe sambil terisak.
...βββββ...
To be continue......
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak ya guysπβ€