Heartless

Heartless
Episode 131



🌻Kehidupan ini tidak pernah lewat dari yang namanya rintangan dan masalah tapi percayalah kamu bisa melewatinya jika dengan tulus dan ikhlas menghadapi semuanya🌻


.


.


.


.


Selesai karaoke bersama para pelayan Chloe langsung menjatuhkan tubuhnya di atas sofa. Chloe melihat sudah pukul 15:30 sore. Ia lalu mengambil hp untuk mengecek apa ada pemberitahuan atau tidak.


"Wah gila suami gue nelpon dari tadi mana gue ngak tahu lagi" ucap Chloe dengan kaget.


Chloe segera menelpon Xavier kembali, pada dering ketiga barulah Xavier mengangkat panggilannya.


"Halo sayang"


^^^"Halo baby maaf tadi aku tidak mendengar saat kamu telpon"^^^


"Apa istriku sudah puas bernyanyi hari ini"


^^^"Sayang dari mana kamu tahu?" tanya Chloe dengan bingung.^^^


"*Baby i know everything about you honey*" (sayang aku tahu semuanya mengenai kamu) ucap Xavier dengan nada arogan dari seberang.


^^^"Ya ya suamiku paling tahu segalanya tentang aku" ucap Chloe jengah dengan sifat arogan suaminya.^^^


"That is me babyπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†" (itulah aku sayang)


^^^"Sayang apa kamu sudah makan siang"^^^


"Sudah sayang oh tolong kamu suruh pak Max menyiapkan keperluan kita selama 2 hari karena jam 18:00 tepat kita akan pergi ke Lombok"


^^^"Hah! Mau ngapain sayang?" tanya Chloe dengan kaget.^^^


"Sayang kita akan tinjau perkembangan resort disana sekalian honeymoon baby" (bulan madu sayang)


^^^"Uhmm! Beneran sayang?" tanya Chloe dengan malu-malu.^^^


"Benar sayang, jadi kamu kesini sekarang honey nanti Mike akan mengawalmu baby"


^^^"Oke hubby"^^^


Chloe segera mematikan panggilannya sepihak lalu memanggil pak Max. Pak Max yang dipanggil turun dari lantai 2 sambil menyuruh para pengawal untuk membawakan 2 buah koper besar milik keduanya.


"Pak Max cepat banget" ucap Chloe dengan heran.


"Tadi tuan sudah menyuruh saya lebih dulu nyonya" ucap pak Max.


"Oh apa paspor dan surat penting lainnya sudah pak Max"


"Belum nyonya"


"Biar aku yang ambil pak Max dan tolong suruh pelayan menyiapkan makan untukku di mobil ya pak Max" ucap Chloe sambil berlari naik ke atas.


"Baik nyonya" ucap pak Max.


Chloe yang sudah sampai di kamarnya segera mengambil paspor milik suaminya dan miliknya juga untuk berjaga-jaga saja. Tak lupa ia juga mengambil keperluan pribadinya takut pak Max tidak membawanya.


Setelah semua koper dimasukan ke dalam bagasi mobil pengawal. Chloe segera masuk ke mobil bersama dengan Mike dan juga sopir.


"Bye pak Max" ucap Chloe melambaikan tangannya sambil tersenyum manis.


Pak Max dan para pelayan hanya tersenyum geli melihat kelakuan nyonya mereka. Saat tiba di lampu merah Chloe membuka kaca mobilnya dan menyodorkan uang sebesar Rp.100.000 kepada salah satu anak pengamen.


"Terima kasih ka" ucap anak pengamen tersebut.


"Sama-sama dek" ucap Chloe dengan senyum manis.


Tanpa Chloe sedari ternyata Sean melihat semua yang dilakukannya dari dalam mobilnya yang berada tepat di samping mobil Chloe. Tak lama mobil pun mulai beranjak karena lampu merah telah berganti.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Shine Company ~


Saat tiba di perusahaan Xavier, ia segera keluar bersama dengan Mike dan anak buahnya. Sampai di lantai 40 Chloe segera keluar dan langsung berjalan menuju ke ruangan suaminya.


"Selamat sore nyonya" ucap Manda.


"Selamat sore apa Xavier ada di dalam?" tanya Chloe dengan senyum manis.


"Tuan sedang rapat bersama dengan direktur Rangga di dalam nyonya" ucap Manda dengan sopan.


"Oh ya sudah kalau begitu aku nunggu aja sampai mereka selesai rapat" ucap Chloe sambil berlalu menuju sofa di samping ruangan Xavier.


Baru saja ia duduk di sofa tak lama pintu ruangan Xavier terbuka dan keluarlah Albert dari dalam. Albert berjalan menuju ke arah Chloe dengan langkah tegap.


"Maaf nyonya bos menyuruh nyonya untuk masuk ke dalam" ucap Albert dengan suara dingin.


"Beritahu suamiku aku disini saja sekalian mau menikmati pemandangan sore" ucap Chloe dengan lembut.


"Baik nyonya"


Albert segera berlalu dan masuk ke dalam ruangan Xavier. Chloe yang lapar segera membuka tempat makan yang dibawanya tadi dari mansion, belum juga dirinya makan aura mencekam seketika terasa sekali di sana.


Chloe mengangkat kepalanya dan melihat suaminya yang berjalan ke arahnya dengan muka datar dan tatapan tajam. Sampai di depan Chloe suaminya masih tetap memandang dirinya dengan tatapan tajam.


"Mrs. Wesly apa dirimu mau membuat Mr. Wesly mencongkel semua mata yang memandangmu saat ini" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Sayang apa maksudmu?" tanya Chloe dengan bingung.


Ia melihat arah pandang suaminya kepadanya dan seketika Chloe kaget melihat penampilannya. Pantas saja suaminya sangat marah karena tadi ia lupa menganti baju saat datang kesini.


Chloe yang memakai celana dan baju rumahan pendek dan sendal dalam rumah hanya bisa tertawa cengesan saja. Xavier lalu memakaikan jas miliknya ke tubuh sang istri.


"Tutup mata kalian semua!" bentak Xavier dengan suara tinggi.


Chloe dan lainnya hanya menunduk mendengar bentakan dari sang suami. Xavier segera mengendong Chloe masuk ke dalam tidak perduli dengan mereka yang berada di dalam ruang kerja miliknya.


"Aku akan menghukummu sebentar malam baby" ucap Xavier dengan suara serak.


"Maaf sayang aku lupa untuk menganti baju tadi" ucap Chloe sambil menunduk.


Xavier mengangkat dagu sang istri dan langsung mencium bi**r Chloe dengan kasar. Ia terus me*****t dan mel***t b***r sang istri dengan kasar dan kuat\, melihat napas Chloe sudah mau habis barulah Xavier melepaskan ciumannya.


"Itu peringatan untuk istriku" ucap Xavier dengan nada tegas.


"Iya sayang" ucap Chloe dengan napas ngos-ngosan.


Xavier mengusap bi**r Chloe dengan lembut dan mengecupnya kembali, kemudian ia keluar untuk melanjutkan rapat.


Selesai rapat bersama dengan direktur Rangga, mereka semua lalu bergegas pergi ke Lombok tak lupa direktur Rangga dan asistennya juga ikut bersama dengan rombongan Xavier.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Tak memakan waktu lama hanya 1 jam 50 menit akhirnya mereka tiba di Lombok saat malam hari. Jajaran mobil mewah sudah bersiap di bawah jet pribadi milik Xavier.


Chloe keluar bersama dengan Xavier sambil memakai jaket tebal dan panjang sampai ke betisnya. Xavier memeluk pinggang sang istri menuju mobil untuknya.


"Ke hotel" ucap Albert.


"Baik tuan" ucap sang sopir.


30 menit mereka sudah sampai di hotel tempat mereka akan menginap. Chloe dan Xavier lalu berjalan menuju ke kamar mereka di lantai paling atas yaitu president suit.


"Wah indah banget sayang" ucap Chloe dengan decak kagum melihat kamar mereka.


"Heeemmmm"


"Sayang aku siapin air buat mandi ya" ucap Chloe.


"Iya sayang"


Chloe berlalu menuju ke kamar mandi dan menyiapkan air untuk suaminya. Saat berbalik dirinya kaget melihat Xavier yang sudah berada di belakangnya hanya menggunakan jubah mandi.


Xavier menarik tangan sang istri lalu keduanya pun mandi bersama tak lupa Xavier yang melakukan olahraga malam bersama sang istri di dalam kamar mandi.


~ Mansion Rahardian ~


Queen yang berada di mansion sang mertua sangat bahagia karena selalu disayang oleh ibu mertuanya. Riko yang melihat istri dan menantunya bercerita seketika teringat akan ramalan dari Arka.


"Apa yang bakal dia lakukan sampai mengkhianati anakku" gumam Riko dengan pelan sambil menatap tajam Queen.


"Mas" panggil Maya.


Melihat suaminya masih diam ia lalu berjalan ke arah sang suami. Maya menyentuh lengan Riko dan membuatnya sadar dari lamunannya.


"Ada apa sayang?" tanya Riko dengan tatapan penuh cinta.


"Kamu yang ada apa mas aku manggil dari tadi tapi kamunya diam aja" ucap Maya dengan bingung.


"Maaf sayang tadi aku lagi mikirin kerjaan di kantor aja" ucap Riko berbohong.


"Beneran mas?" tanya Maya dengan selidik.


"Iya sayang" ucap Riko dengan tegas.


"Heemmmm"


"Papa, ibu, Queen ke kamar dulu ya udah ngantuk" ucap Queen.


"Iya bu"


Queen lalu beranjak menuju ke kamar Sean di lantai dua. Riko yang melihat menantunya sudah masuk ke kamar lalu mengandeng tangan sang istri menuju kamar mereka.


Sebelumnya dia mengirim pesan ke Rio untuk mengirim orang mengawasi gerak-gerik sang menantu selama 24 jam. Queen yang berada di dalam kamar segera melihat ke hpnya yang berbunyi di atas meja.


"Mau apa lagi berengsek itu nelpon gue" ucap Queen dengan emosi.


Melihat panggilannya sudah mati dirinya berniat untuk menaruh kembali hp ke atas meja tapi ia urungkan saat Henki kembali menelpon.


^^^"Ada apa" ucap Queen dengan ketus.^^^


"Besok ketemuan yuk Alexis sayang" ucap Henki dengan sensual dari seberang.


^^^"Gue lagi di mansion mertua gue selama 5 hari jadi ngak bisa ketemu"^^^


"Pokoknya gue ngak mau tahu loe harus ketemu sama gue besok titik!" bentak Henki dengan suara tinggi.


^^^"Gue ngak bakal sudi ketemu sama loe besok" ucap Queen dengan suara tinggi juga.^^^


"Oh ya kita lihat aja apa yang bakal gue lakuin besok di rumah mertua loe"


Henki langsung mematikan panggilannya sepihak tanpa mendengar perkataan Queen. Queen berteriak kesal saat melihat panggilannya sudah mati.


"Arrggghhh! Sial berengsek loe Henki" teriak Queen dengan emosi.


Beruntung kamar Sean kedap suara jadi tidak ada yang mendengar teriakannya. Dia lalu mengirim pesan ke Henki jika ia akan bertemu besok.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Lombok, NTB ~


Xavier bangun lebih dulu dari sang istri, semalam ia terus meminta Chloe berkali-kali melayani nafsunya sampai jam 04:00 subuh barulah ia melepaskan sang istri.


Xavier mencium kening dan bibir sang istri lalu bangun menuju kamar mandi dengan tubuh polos. Selesai membersihkan diri Xavier segera memakai setelan jasnya untuk berangkat ke tempat resort yang akan dibangun.


"Baby" ucap Xavier dengan lembut.


"Heemmmm! Aku masih ngantuk sayang" ucap Chloe dengan mata tertutup.


"Tidurlah aku akan berangkat ke tempat proyek"


"Hemmmmm"


Xavier lalu mencium kening dan bi**r sang istri tak lupa menyuruh petugas hotel menyiapkan sarapan untuknya dan sang istri sebelum pergi.


"Mike jangan biarkan istriku keluar dari kamar" ucap Xavier dengan suara dingin dan tatapan tajam.


"Baik bos" ucap Mike dengan gugup.


Xavier segera pergi bersama Albert dan direktur Rangga menuju ke lokasi proyek. Thomas sendiri tetap di hotel mengerjakan semua laporan yang masuk dari kantor pusat dan kantor cabang sebelum mengirimkan ke email Albert dan Xavier.


"Oh **** bos pasti akan kaget melihat siapa yang mereka kirim kali ini" ucap Thomas kaget membaca email dari anak buahnya di California.


Setibanya di lokasi proyek Xavier duduk di dalam mobil menunggu Albert dan direktur Rangga untuk turun langsung meninjau proyek tersebut. Sebenarnya ia bisa saja ikut tapi ia tidak mau ada yang tahu identitasnya saat ini.


Sean yang melihat kedatangan perwakilan dari perusahaan Shine membuang napasnya dengan kasar. Lagi-lagi ia tidak bisa bertemu dengan Chloe karena Chloe tidak ikut dalam peninjauan proyek ini.


"Direktur Hartono saya harap anda dan direktur Sean bisa bekerja sama sesuai dengan perintah yang sudah disampaikan oleh ibu Chloe"


"Baik direktur Rangga" ucap keduanya serentak.


"Oh iya untuk desain interiornya tolong lebih diperhatikan ya terlebih resort utama nanti" ucap direktur Rangga dengan tegas.


"Semuanya akan saya kerjakan sesuai keinginan direktur Rangga" ucap direktur Hartono.


"Untuk temanya jangan lupa tetap mengusung pemandangan disekitar sini" ucap Albert dengan suara dingin.


"Baik tuan" ucap Sean dengan suara dingin.


Kedua orang itu saling menatap dengan tatapan tajam. Sean sepertinya sangat tertarik mengenai identitas dari Albert karena dilihat dari segi manapun direktur Rangga sangat menghormatinya.


Apa dia bos dari proyek ini, batin Sean penasaran.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Selesai meninjau lokasi proyek dan memberi instruksi serta masukan dalam proyek tersebut Albert segera pergi meninggalkan mereka lebih dulu. Saat masuk ke dalam Xavier langsung menatap sang tangan kanan dengan tajam.


"Semuanya sudah saya sampaikan seperti keinginan nyonya tuan" ucap Albert dengan dingin.


"Heeemmmmm"


"Bos sepertinya bos harus melihat ini" ucap Albert menyerahkan iPad kepada Xavier.


Xavier menerimanya dan membaca email dari Thomas. Xavier tersenyum seperti iblis melihat wanita yang mereka kirimkan untuk menjalankan rencana busuk mereka.


"Hahahaha! Apa mereka pikir ja***g ini bisa mendekatiku" ucap Xavier sambil tertawa iblis.


"Sepertinya bukan bos" ucap Albert.


Seketika rahang Xavier mengeras mengetahui maksud tujuan mereka mengirim ja***g ini kepadanya. Mata biru itu menatap tajam foto perempuan yang ada di dalam iPad tersebut dengan emosi.


"Mereka ingin membuat ja***g ini mendekati istriku yang polos" ucap Xavier dengan tatapan membunuh.


"Sepertinya bos harus menceritakan semuanya kepada nyonya sebelum nyonya mendengar dari orang lain"


"Ya sepulang nanti aku akan segera menceritakan masa laluku kepada istriku" ucap Xavier sambil menari napasnya dalam.


"Tapi bos apa bos akan menceritakan hubungan bos dengan wanita itu semuanya" ucap Albert dengan gugup.


"Apa maksudmu?" tanya Xavier dengan tatapan tajam.


"Itu bos hubungan ranjang saat masih dengan wanita itu" ucap Albert dengan takut.


"Kamu tahu istriku bahkan sudah mengetahui diriku yang sebelumnya mengenal dirinya, bahkan Chloe menerima semua masa lalu aku dan aku sangat bahagia dia menerima aku yang penuh dengan noda" ucap Xavier sambil tersenyum hangat mengingat wajah cantik sang istri.


"Istriku berbeda dari wanita lainnya bahkan aku orang pertama untuknya" ucap Xavier dengan nada arogan.


Albert seketika terdiam melihat sifat bosnya yang sudah mulai keluar arogannya, tapi ia juga sangat bahagia jika pilihan bosnya kali ini sungguh tepat.


Terima kasih nyonya sudah menerima bos dengan tulus dan mencintainya dengan sepenuh hati, batin Albert sambil tersenyum tipis.


~ Jakarta, Indonesia ~


Queen yang bingung ingin mencari alasan apa agar di ijinkan keluar seketika menjadi kesal. Tak lama dirinya mendapat ide untuk keluar tanpa sang mertua curiga.


Queen segera berjalan keluar dari kamar mencari sang mertua di dalam mansion. Saat mencari ke semua penjuru ruangan tapi dirinya tak menemukan Maya.


"Hei kamu, dimana ibu?" tanya Queen dengan culas.


"Nyonya sedang keluar nona muda" ucap pelayan dengan gugup melihat tatapan majikannya.


"Heemmm! Pergilah" usir Queen dengan cepat.


Queen segera mengambil hpnya di dalam kamar lalu menelpon sang ibu mertua. Tak lama panggilannya langsung diangkat.


"Halo sayang"


^^^"Halo ibu lagi ada dimana?" tanya Queen to the point.^^^


"Maaf sayang ibu tadi keluar lupa pamit sama kamu ibu lagi arisan sama teman-teman ibu sayang"


^^^"Oh gitu ya"^^^


"Memangnya kenapa sayang"


^^^"Itu Queen mau minta ijin ke apartemen mas Sean soalnya Queen lagi pengen tidur di kasurnya mas Sean bu tapi yang di apartemen bu"^^^


"Cucu ibu lagi pengen tidur di apartemen papanya ya"


^^^"Hehehehe! Iya bu"^^^


"Ya sudah kamu ke sana diantar sama supir ya"


^^^"Iya bu makasih ya bu" ucap Queen.^^^


"Iya sama-sama sayang hati-hati dijalan ya sayang"


^^^"Iya bu"^^^


Queen segera mematikan panggilannya lalu bersiap menuju ke apartemen Sean. Ia lalu pergi bersama dengan sopir menuju puri orchid apartment.


~ California, Los Angeles ~


Nenek Esma saat ini sedang bertemu dengan salah satu perempuan yang akan menjalankan rencananya menghabisi Xavier lewat Chloe di restoran kenzi.


"Halo senang bertemu dengan anda nyonya besar Wesly" ucap wanita tersebut dengan senyum penuh makna.


"Senang bertemu dengan anda juga nona Calista Enguena" ucap nenek Esma dengan sombong.


Wanita itu tersenyum sinis sambil menjabat tangan sang nyonya besar Wesly. Dirinya tidak tahu jika hubungan Xavier dan nenek Esma tidak pernah akur dari dulu, ia hanya tahu jika nenek Esma adalah nenek dari laki-laki yang sangat didambakannya dari dulu hingga sampai saat ini.


...❄❄❄❄❄...


To be continue.................


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀