Heartless

Heartless
Episode 175



🌻Jangan memandang harta sebagai tuanmu karena suatu saat harta itu akan hilang dari hidupmu🌻


.


.


.


.


Bima, Riko, dan Maya seketika diam tidak ada yang bersuara. Masing-masing dengan pikiran yang berbeda memikirkan tentang apa yang sedang dialami oleh Queen saat ini.


Saat tengah berpikir ketiganya dikagetkan dengan suara cempreng milik Denis. Denis yang baru datang dan membuat keributan seketika mendapat tatapan tajam dari 3 pasang mata di depannya.


"Hai semuanya pada sehatkan" ucap Denis sambil cengesan.


"Cih! Penganggu" ucap Riko dengan sinis.


"Penganggu gini keponakan om yang paling ganteng loh" ucap Denis dengan tingkat kepedean tinggi.


"Ganteng apaan malahan muka kamu itu mirip tukang bakso di pinggiran jalan sana" ucap Riko dengan senyuman sinis.


"Bilang aja om syirik sama kegantengan Denis, lagian kan om udah tua jadi ngak ada aura ketampanan lagi" ucap Denis sambil dengan sombong.


Riko seketika menjadi kesal dan melemparkan majalah ke Denis. Bugh! Bunyi hantaman keras tepat di wajah Denis saat itu.


"Mas kamu apa-apaan sih" ucap Maya dengan tatapan marah.


"Tante lihat om udah melakukan kekerasan terhadap anak" ucap Denis mengadu pada Maya.


Melihat hal tersebut Riko semakin kesal akan kelakuan keponakannya yang sangat usil. Bima hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan keduanya.


"Tumben kamu kesini Denis" ucap Bima.


"Emang ngak boleh kalau Denis kesini kek" ucap Denis dengan kesal.


"Biasanya juga kamu sibuk sama seperti sepupu kamu itu" ucap Bima dengan kesal.


"Ya kan waktu itu emang sibuk pas ngak sibuk ya sekalian jenguk kakek, bentar lagi yang laen juga pada kemari kok" ucap Denis dengan santai.


Bima hanya mengangguk kepalanya malas membalas ucapan Denis. Sesuai perkataannya 20 menit kemudian semua keluarga besar Rahardian datang menjenguk Bima.


Sean yang datang paling terakhir langsung disambut oleh yang lain dengan riang. Tapi saat melihat Sean yang datang sendiri saja mereka semuanya langsung kecewa.


"Kenapa muka kalian" ucap Sean dengan bingung.


"Keponakan aku yang ganteng kenapa ngak dibawa sih ka" ucap Ria kecewa.


"Ada di mansion, gue baru pulang dari kantor" ucap Sean dengan suara dingin.


Mendengar jawaban sang kakak yang dingin membuat Ria tidak bertanya lagi. Berbeda dengan Ria malah Denis semakin menempel pada Sean karena membahas mobil sport keluaran terbaru.


"Ayolah brother kita beli ya mobil itu" ucap Denis penuh harap.


Sean tidak menggubris perkataan Denis sama sekali, menurutnya itu sangat menganggu. Sean lalu berjalan menuju ke dapur ingin mencari minuman dingin.


Sampai di dapur ternyata ada sang ibu yang sedang membantu pelayan untuk menyiapkan makan malam. Maya yang melihat kedatangan anaknya tersenyum manis.


"Kenapa ibu ikutan masak sih" ucap Sean dengan kesal.


"Ibu pengen menghidangkan masakan ibu untuk semuanya sayang, kan ini tugas seorang ibu rumah tangga" ucap Maya memberi penjelasan kepada anaknya.


"Heemmmm"


"Oh ya apa kamu sudah dengar kabar tentang Queen sayang?" tanya Maya.


"Ngak tertarik sama ja***g itu bu" jawai Sean dengan suara dingin.


"Tapi kan dia itu ibu dari anak kamu Sean"


"Udahlah bu ngak usah bahas perempuan ja***g itu karena Sean ngak perduli" ucap Sean sambil berlalu pergi.


Maya menghela napasnya dalam melihat kelakuan anaknya yang sama persis dengan papanya. Maya tahu keduanya sangat membenci yang namanya pengkhianat, apa lagi orang itu pernah menjadi bagian keluarga Rahardian.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Setelah menikmati makan malam di mansion Bima, semuanya lalu pamit pulang menuju tempat mereka masing-masing.


Bima yang masih ingin berbicara dengan Sean menyuruhnya untuk tidak kembali dulu. Sean hanya mengangguk kepala menyetujui perkataan sang kakek.


"Apa yang mau kakek bicarakan" ucap Sean dingin dan tatapan datar.


"Mantan istrimu saat ini ada di rumah sakit kita" ucap Bima.


"Heemmm"


"Kakek hanya ingin kamu berjaga-jaga jika keluarga mereka menemui kamu dan menyalahkan kejadian ini karena kamu"


"Apa mereka sudah gila sampai harus menyalahkan orang lain" ucap Sean sambil tersenyum sinis.


"Kita tidak tahu kedepannya seperti apa yang kakek tahu mereka itu licik" ucap Bima dengan tegas.


"Aku tahu apa yang harus aku lakuin jika hal itu terjadi kek" ucap Sean sambil tersenyum smirk.


"Heemmmm"


Sean segera bangkit dan pergi, sebelum sampai pintu kamar sang kakek ia berhenti saat mendengar ucapan sang kakek.


"Kakek harap kamu bisa menata hidupmu lebih baik lagi Sean"


"Hidup aku udah hancur saat kepergian dia kek" ucap Sean dengan suara bergetar.


Bima menatap punggung sang cucu dengan perasaan sedih, dia tahu sampai saat ini Sean masih belum bisa melupakan Chloe sedikit pun.


Sean yang masih kepikiran akan Chloe segera melajukan mobilnya menuju markas sang papa. Malam ini ia ingin melepas semua rasa di benaknya.


Tiba di markas, Sean segera masuk ke dalam tanpa menghiraukan sapaan anak buahnya. Ia lalu mengambil senjata koleksi papanya dan mulai menembak di ruang latihan.


Tak puas dengan satu jenis senjata Sean memilih 3 jenis senjata yang berbeda. Selesai menembak ia pergi ke ruang latihan mua thay untuk berlatih, Sean melampiaskan semua emosinya saat ini saat melawan anak buahnya di ruang latihan.


Semua anak buahnya bergidik ngeri melihat kekejaman bosnya meski saat ini hanya sedang latihan.


Sepertinya mood tuan muda tidak bagus, batin anak buah Sean.


~ Mansion Xavier ~


Sejak bangun sedari tadi Xavier dipusingkan dengan beragam macam pertanyaan istrinya. Mulai dari apa yang biasa ia lakukan, berapa banyak koleksi senjata miliknya, apa dia mempunyai markas, bagaimana cara ia memberi hukuman kepada anak buahnya.


"Sayang nanti akan aku ceritakan ya tentang semuanya" ucap Xavier.


"Tapi aku maunya sekarang sayang"


"Iya tapi kita mandi dulu terus makan malam sayang kasian anak kita pasti lapar" ucap Xavier dengan lembut meski sedang menahan kesal.


"Emang udah malam ya sayang" ucap Chloe dengan cepat.


"Heeemmm"


Chloe segera berlalu pergi ke kamar mandi meninggalkan Xavier sendiri diatas tempat tidur. Ia menghela napas lega karena sang istri sudah tak bertanya lagi.


"Sepertinya malam ini aku akan bergadang" ucap Xavier dengan suara kesal.


Ia lalu bangkit berdiri dan masuk ke dalam kamar mandi mengikuti sang istri. Xavier tersenyum penuh arti melihat Chloe yang sedang mandi di bawah shower.


"Kamu membangunkan singa yang sedang tidur baby" ucap Xavier dengan sensual sambil memeluk tubuh te*****g Chloe.


Chloe yang tahu maksud sang suami hanya tertawa memamerkan gigi putihnya. Akhirnya keduanya melepaskan hasrat mereka di dalam kamar mandi.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Selesai mandi keduanya turun ke bawah untuk makan malam. Sampai di bawah ternyata sudah ada 3 orang kepercayaannya.


"Awas matamu bisa keluar dari tempatnya bocah" ucap Thomas dengan santai.


"Dasar pria tua" gumam Kevin dengan kesal.


"Tua gini banyak yang mau loh" ucap Thomas dengan sombong.


"Ya saking banyaknya kamu masih jomblo sampai sekarang" cibir Albert.


"Sialan" ucap Thomas kalah telak.


Kevin tertawa puas melihat muka kesal Thomas saat ini. Xavier yang melihat hal tersebut tidak perduli dan mengandeng istrinya menuju ke meja makan.


Chloe lalu mengajak ketiganya untuk makan malam bersama. Xavier hanya diam mengikuti kemauan istrinya, selama makan malam tidak ada suara apapun sesuai aturan sang kepala rumah tangga.


Habis makan malam mereka ke ruang keluarga untuk mengobrol. Sampai di sana Chloe menaruh kepalanya di dada sang suami sambil memainkan hp miliknya.


"Bagaimana perusahaan utama dan markas" ucap Xavier dengan suara dingin.


Ketiganya kaget saat mendengar pertanyaan sang bos yang menanyakan perihal markas di depan nyonya. Seakan tahu arti tatapan mereka Xavier lalu menjelaskan semuanya.


"Istriku sudah mengetahui jati diriku yang sebenarnya" ucap Xavier dengan tegas.


"Apa nyonya tidak keberatan dan takut" ucap Kevin.


"Buat apa takut toh Xavier suami aku" ucap Chloe dengan suara tegas.


"Ah! Syukurlah" ucap Kevin dengan lega.


"Emang kenapa kalau aku tahu" ucap Chloe.


"Kami pikir nyonya akan meninggalkan bos saat mengetahui identitas asli dari bos" ucap Albert.


"Seburuk apapun masa lalu suamiku aku harus menerimanya karena itu tandanya aku mencintai dirinya dengan tulus dan menerima semua kekurangan dan kelebihannya" ucap Chloe dengan suara tegas.


Xavier tersenyum mendengar perkataan istrinya barusan. Jika tahu akan jadi begini mungkin sedari dulu ia sudah memberitahu identitasnya kepada Chloe.


Albert, Thomas, dan Kevin tersenyum bahagia dan tulus mendengar perkataan sang nyonya. Xavier lalu mengajak mereka untuk ke ruang kerjanya takut ada pembicaraan mereka yang diketahui banyak orang.


"Kenapa harus ke ruang kerja sayang" ucap Chloe dengan bingung.


"Musuh aku banyak sayang dan kita harus selalu bersiaga kapanpun dan dimana pun" ucap Xavier dengan lembut.


"Oh"


Sampai di dalam ruang kerja Xavier ia duduk di kursi kebesarannya sambil memangku Chloe yang sedang manja. Albert dan lainnya duduk di sofa depan meja kerja Xavier.


"Albert" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Sesuai dugaan bos ternyata perempuan itu ada maksud tertentu bos" ucap Albert sambil menyodorkan iPad ke Xavier.


"Perempuan siapa sayang" ucap Chloe dengan bingung.


"Baca ini baby" ucap Xavier memperlihatkan iPad berisi email dari anak buahnya.


Chloe membaca email tersebut dengan kening berkerut, sampai habis pun ia masih belum mengerti apa maksud sang suami. Mana di informasi itu juga ada data tentang bibinya yang beberapa hari lalu ia temui.


"Aku tidak mengerti sayang" ucap Chloe.


"Mpok Risma bukanlah orang baik sayang" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Maksudnya sayang?" tanya Chloe dengan penasaran.


"Menurut penyelidikan anak buahku ternyata selama ini mpok Risma mencari keberadaan kamu hanya ingin meminta uang untuk membayar hutang-hutangnya yang dipakai buat judi"


"Apa" ucap Chloe dengan kaget.


"Bahkan ada rahasia besar di balik kecelakaan kedua orang tuamu baby" ucap Xavier dengan senyuman iblis.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Chloe tak menyangka jika orang yang ia pikir bibinya itu adalah orang yang berhati busuk. Ternyata keluarganya yang asli sama seperti keluarganya yang dulu penuh kemunafikan.


"Rahasia apa sayang" ucap Chloe dengan penasaran.


"Biar Albert yang menjelaskan semuanya baby" ucap Xavier sambil melihat Albert.


Chloe lalu melihat Albert meminta penjelasan mengenai ucapan suaminya. Albert lalu menceritakan semua hasil penyelidikan anak buahnya.


"Jati diri ibu nyonya bukanlah sembarang orang. Keluarga nyonya besar sangat berpengaruh di Italia karena mereka adalah keluarga paling kaya disana yang memiliki bisnis paling besar di bidang properti dan perhotelan, tapi mereka juga berkecimpung di bisnis gelap yang ilegal.


"Jadi mereka itu" ucap Chloe dengan kaget.


"Sesuai pikiran nyonya keluarga dari mommy nyonya juga seorang mafia"


"Lalu apa hubungannya sama mpok Risma" uap Chloe dengan cepat.


"Sayang kita dengarkan dulu penjelasan Albert sampai habis" ucap Xavier sambil mengelus puncak kepala sang istri.


"Lanjutlah Albert" ucap Chloe.


"Nama mommy kandung nyonya adalah Sintia Elisabeth Nidas. Ia adalah putri tunggal dari tuan Robert Nidas dan nyonya Kati Nidas, juga memiliki 2 orang kakak laki-laki bernama Juan Carlos Nidas dan Johan Nidas. Kedua kakak dari nyonya Sintia adalah orang yang arogan, sombong, kejam, dan sangat mencintai yang namanya uang dan kekuasaan seperti ayah mereka. Nyonya Sintia diusir dari keluarga Nidas karena lebih memilih laki-laki miskin yaitu daddy nyonya untuk menjadi pendamping hidupnya menolak perjodohan keluarganya" papar Albert memberikan penjelasan.


Albert menarik napasnya dalam karena harus mengingat nama keluarga yang sangat dibencinya itu. Xavier yang melihat hal tersebut memberi kode kepada Thomas untuk melanjutkan penjelasan Albert.


"Nyonya Sintia keluar dari mansion keluarganya dan melepas nama belakangnya sehingga namanya berubah menjadi Sintia Elisabeth. Tuan Jonatan lalu membawa nyonya Sintia ke Indonesia dan menetap di sini membangun keluarga kecil meraka. Saat tiba di Indonesia tuan Jonatan menceritakan perihal identitas nyonya Sintia kepada mpok Risma karena menganggap ia adalah kakak angkatnya yang paling dipercayai. Pernikahan mereka akhirnya berjalan penuh keharmonisan dan membuat mpok Risma membenci nyonya Sintia karena ternyata mpok Risma sedari masih di panti asuhan sudah menaruh perasaan kepada tuan Jonatan. Mpok Risma berkali-kali ingin mencelakai nyonya Sintia dan kandungannya tapi gagal. Lalu mpok Risma memiliki ide untuk memberi tahu keberadaan nyonya Sintia ke keluarganya karena selama ini keluarganya masih belum terima pernikahan putri tunggal keluarga Nidas dan berniat memisahkan kedua orang tua nyonya" ucap Thomas.


"Tuan besar Nidas yang mengetahui keberadaan nyonya dari mpok Risma menyuruh anak pertamanya untuk segera datang kesini. Sampai di Indonesia ternyata tuan Juan Nidas bertemu dengan mpok Risma dan bekerja sama untuk memisahkan keduanya. Pada saat hari kecelakaan nyonya ternyata sehari sebelumnya mpok Risma menyabotase mobil tuan Jonatan yang akan pergi ke Jakarta. Saat itu anak buah tuan Juan mengejar tuan dan nyonya sehingga menyebabkan kecelakaan besar waktu itu sampai merenggut nyawa tuan Jonatan di TKP" ucap Thomas.


Chloe seketika menangis dalam dekapan sang suami tak menyangka ternyata kisah kedua orang tuanya sangat tragis. Xavier mengelus punggung sang istri untuk menenangkannya.


^^^》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》^^^


"Apa mau dilanjutkan bos" ucap Albert.


"Lanjutkan saja aku mau mendengar semuanya" ucap Chloe dengan sesegukan.


Xavier mengangguk kepala memberi isyarat kepada Albert untuk mengikuti keinginan sang istri. Albert yang melihat isyarat sang bos segera melanjutkan penjelasan Thomas.


"Mpok Risma yang tau kematian tuan Jonatan menyalahkan semuanya kepada tuan Juan, tapi tuan Juan membantah karena yang menyabotase mobil mereka adalah mpok Risma sendiri. Mulai saat itu mpok Risma berniat mencari keberadaan nyonya untuk dimusnahkan karena menganggap nyonya adalah pembawa sial. Tapi takdir berkata lain mpok Risma tak mendapati keberadaan nyonya waktu itu. Dan saat beberapa hari lalu kami mencari informasi ternyata mpok Risma ingin mencari keberadaan nyonya untuk meminta uang dan mengubah hidupnya yang miskin saat ini akibat berjudi" ucap Albert.


"Kenapa mpok Risma tega melakukan hal itu dan berpura-pura tidak tahu identitas asli mommy" ucap Chloe dengan sedih.


"Hati manusia kita tidak ada yang tahu nyonya" ucap Kevin dengan bijak.


"Dan informasi terbaru ternyata setelah bertemu dengan nyonya beberapa hari yang lalu mpok Risma menghubungi keluarga Nidas memberitahu hal tersebut kepada mereka dengan meminta imbalan nyonya" ucap Thomas.


Chloe kaget tak menyangka hanya karena uang mpok Risma tega menjual informasi mengenai dirinya. Chloe lalu berpikir jika apa yang diceritakan suaminya saat ini bukanlah kebetulan saja.


"Sayang pasti ada alasan kenapa kalian menceritakan semuanya inikan" ucap Chloe melihat mata suaminya.


"Seperti yang kamu duga sayang semuanya saling terhubung" ucap Xavier dengan suara datar dan dingin.


Chloe menaikan sebelah alisnya tidak mengerti ucapan sang suami barusan. Melihat hal tersebut Xavier tersenyum tulus sambil mengelus pipi sang istri.


"Keluarga Nidas adalah musuh ku sejak kakek masih hidup bahkan merekalah yang bekerja sama dengan nenek tua itu untuk mencelakakan daddy dan mommy" ucap Xavier dengan aura membunuh.


Chloe kaget bukan main mendengar perkataan suaminya barusan. Ternyata keluarga sang mommy adalah keluarga yang sangat kejam dan tidak bermoral.


"Dan mereka adalah keluarga yang paling aku benci di dunia ini nyonya" ucap Albert dengan tatapan penuh amarah dan dendam.


Chloe bingung melihat tatapan penuh dendam dari Albert saat ini, ia seakan tahu jika ada cerita dibalik tatapan penuh dendam tersebut.


...❄❄❄❄❄...


To be continue..................


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀