Heartless

Heartless
Episode 185



🌻Orang yang selalu memaafkan pasangannya ketika dibuat kecewa dan memilih menangis dari pada berdebat artinya dia serius menjalin hubungan denganmu🌻


.


.


.


.


Sean keluar dari kamar rawat Chloe dengan perasaan campur aduk. Tubuhnya seperti mayat hidup yang berjalan dengan pandangan kosong seperti tidak ada lagi jiwa dalam tubuhnya.


Kata-kata Chloe barusan terus saja berputar dalam otak dan pikirannya. Aku kecewa dan benci sama kamu dan asal kamu tahu dia adalah cinta pertama dan terakhirku, kata itu terus saja muncul di benak Sean.


Sean keluar dari lift di lantai 5 ruangan sang anak di rawat. Saat berjalan ia menabrak orang yang berpapasan dengannya tapi tidak di hiraukan. Riko yang sedang berbicara dengan Rio di luar bingung melihat tampang anaknya.


"Ada apa dengan Sean" ucap Riko dengan penasaran.


"Saya tidak tahu tuan" ucap Rio.


Riko lalu memberi isyarat kepada Rio untuk pergi, Rio menunduk dan berlalu pergi kembali ke perusahaan. Sean sampai di depan papanya tapi di lewati saja tidak menyapa sang papa.


Riko tambah menjadi bingung melihat anaknya yang seperti mayat hidup. Ia segera masuk ke dalam mengikuti Sean ke dalam, sampai di dalam Sean berdiri di tengah ruangan dengan tatapan kosong.


"Kamu kenapa Sean" ucap Bima dengan bingung.


Sean diam tidak menjawab ucapan sang kakek. Denis dan mamanya yang melihat Sean seperti patung berdiri dan mendekat ke arah Sean.


"Ka Sean" ucap Denis sambil menepuk bahu Sean.


Sean seketika kaget dan melihat Denis dengan tatapan sulit di artikan. Denis yang baru pertama kali melihat tampang Sean seperti ini dibuat kembali menjadi bingung.


"Son" ucap Riko dengan suara datar.


"Ares semalam di beri susu oleh ja***g itu" ucap Sean dengan suara dingin.


Ia berlalu menuju ranjang Ares yang sedang ditemani oleh Maya. Sampai di sana Maya yang melihat tampang Sean seperti tidak ada jiwa di dalamnya terkejut setengah mati.


Ia lalu bangun dan memeluk Sean dengan erat, Maya tahu jika anaknya saat ini sedang ada masalah berat. Maya memberi instruksi kepada Riko agar meninggalkan mereka berdua saja.


Semua yang berada di dalam ruangan rawat Ares segera keluar. Berbeda dengan Riko yang tetap tinggal di dalam karena khawatir dengan keadaan sang anak.


"Dia benci Sean bu" ucap Sean dengan suara bergetar.


Tubuh Sean yang tinggi dan lebar bergetar dengan hebat. Maya seketika tahu maksud perkataan sang anak karena hanya satu orang saja yang bisa membuat anaknya seperti ini.


Sean menangis dalam pelukan sang ibu melepaskan semua perasaannya yang sedari tadi di pendam. Sean yang biasanya penuh dengan wibawa hari ini menjadi Sean yang sangat rapuh. Maya memeluk tubuh anaknya dengan erat karena tahu saat ini anaknya sangat rapuh.


Kamu pasti kuat sayang lewati semua ini, batin Maya sambil menangis.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Riko yang ingin maju dan menghibur sang anak segera di beri isyarat oleh Maya untuk tidak datang. Riko tahu sang anak saat ini pasti sangat rapuh seperti ia waktu itu.


Maya mengelus pundak Sean dengan lembut dalam pelukannya. Berbeda dengan Sean yang saat ini sedang rapuh dan sedih, di dalam ruang nginap Chloe hanya ada ketegangan.


Setelah Sean pergi Xavier lalu menatap tajam sang istri, Chloe yang dipandang suaminya menelan saliva dengan susah. Albert yang baru masuk ke dalam ruang sang nyonya langsung beranjak keluar setelah melihat tatapan tajam Xavier.


Chloe meringis melihat kepergian Albert karena hanya dia yang pasti akan mendapat amukan sang suami. Xavier menatap Chloe sambil bersedekap tangan di dada.


"Baby" ucap Xavier dengan suara dingin.


Awalnya Xavier tidak marah saat Sean datang tapi saat Sean ingin pergi ia marasa cemburu saat Chloe memanggil nama Sean. Chloe yang tak tahu suaminya sedang cemburu terus berbicara dengan Sean dengan bahasa Indonesia.


"Iya sayang" ucap Chloe dengan gugup.


"Kamu tahu apa kesalahan kamu sayang" ucap Xavier dengan tegas.


Chloe mengangguk kepalanya sebagai jawaban, ia tahu jika suaminya pasti marah dan cemburu saat ia memanggil nama Sean saat Sean akan pergi dan bahkan lebih parahnya lagi mereka berbicara dengan bahasa Indonesia.


"Katakan baby" ucap Xavier dengan lembut tapi ada penekanan dalam kalimatnya.


Chloe lalu menceritakan apa yang tadi mereka berdua bicarakan tanpa kurang sedikit pun. Seketika muka Xavier berubah menjadi merah padam karena emosi.


"Akan ku binasakan berengsek itu" ucap Xavier dengan emosi.


"Sayang tenangkan diri kamu" ucap Chloe dengan suara lembut.


Xavier menatap istrinya dengan tatapan tajam tapi seketika raut mukanya berubah menjadi lebih hangat. Itulah Chloe dia bisa mencairkan suasana hati Xavier dengan sekejap.


Xavier lalu memeluk tubuh Chloe dengan erat untuk menetralkan amarah dalam hatinya. Tak lama senyuman manis terpaut di bibir Xavier mengingat kata-kata Chloe bagian terakhir.


"Apa benar yang kamu katakan sayang" ucap Xavier melepas pelukan.


"Apa sayang?" tanya Chloe.


"Cinta pertama dan terakhir kamu baby" ucap Xavier.


"Semua yang aku katakan tadi itu tulus dari hati aku yang paling dalam hubby" ucap Chloe dengan senyum manis.


Xavier mencium b***r Chloe dengan lembut dan me*****nya dengan penuh cinta. Keduanya mengekspresikan cinta mereka lewat ciuman barusan.


"I love you both of you baby" (aku mencintai kalian berdua sayang) ucap Xavier dengan lembut.


"Arrghhhhhh"


"Apa ada yang sakit sayang?" tanya Xavier dengan khawatir.


"Anakmu aktif banget sayang" ucap Chloe sambil tertawa.


"Ya seperti daddynya baby dan itu juga anak kamu sayang" ucap Xavier dengan sombong.


Chloe tersenyum melihat tingkah sang suami, Chloe merasa bersyukur mendapat suami yang sangat tulus mencintai dirinya dan menerima dirinya apa adanya tanpa memandang status sosial atau apapun.


Keduanya lalu habiskan hari dengan bermanja-manja, lebih tepatnya xavier yang bermanja dengan istrinya hari ini. Albert dan lainnya sibuk mengurus masalah akan Adam dan Laura yang akan di kirim pulang ke keluarga mereka.


~ Mansion Alan Rosemary ~


Steven dan Aurel pulang dengan wajah sedih dan frustasi. Saat masuk ke dalam mansion sang kakek, Alan, Lidia, Aldo dan keluarganya bingung melihat tampang Steven dan Aurel.


Steven yang memegang kotak hadiah tadi menaruhnya diatas meja membuat semuanya bertanya-tanya apa isi kotak tersebut. Tak menunggu semuanya bertanya Steven lalu membuka kotak hadiah tersebut.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Semuanya kaget bukan main melihat potongan le***n yang sudah mulai kering d***hnya. Tasya seketika berlari ke belakang untuk muntah karena tak kuat menahan mual.


Semua keluarga Rosemary kaget bukan main melihat isi kotak tersebut. Steven dan Aurel melihat sang kakek dan nenek dengan mata berkaca-kaca.


"Steven apa maksud ini semua?" tanya Alan dengan bingung.


"I....ni po..ton....gan le***n mo...mmy dan d....a.....ddy kek h...iks hiks" ucap Steven dengan suara parau karena menangis.


"Apa" ucap semuanya serentak dengan suara kaget.


Lidia lalu menangis meraung-raung memikirkan nasib anak dan menantunya. Alan yang biasanya tegas seketika lemah tak berdaya tak tahu harus berkata apa-apa lagi.


"Bagaimana bisa ini lengan daddy sama mommy kamu Steven, ini semua bercandakan" ucap Lidia dengan suara tinggi.


"Ini beneran nek, itu lengan mommy sama daddy" ucap Aurel dengan tegas.


Mendengar hal tersebut Lidia langsung menangis tak kuasa menahan perasaan di dalam hatinya. Semua yang berada di sana seketika diam tidak berkata apa-apa lagi.


"Dimana daddy dan mommy kamu" ucap Alan dengan suara bergetar.


"Di tahan sama Mr. Wesly kek" ucap Steven.


"Bagaimana bisa" ucap Aldo dengan cepat.


"Ternyata Chloe adalah wanita Mr. Wesly kek dan karena kesalahan daddy sama mommy yang menculik Chloe kemarin mereka di tahan sama Mr. Wesly"


"Kenapa harus lagi-lagi anak sial itu sih" ucap mama Tasya.


"Tante cukup ini semua karena kesalahan mommy sama daddy makanya mereka di tahan!" bentak Steven.


"Tapi tante salah om makanya Steven bentak" ucap Steven dengan suara tinggi juga.


"Diam!" bentak Alan dengan suara tak kalah tinggi.


Seketika dua-duanya diam tidak berdebat lagi. Mereka takut melihat tatapan tajam dari Alan meski sudah berusia lanjut tapi aura tegas dalam dirinya masih ada.


"Ini bukan waktunya kalian berdebat pikirkan nasib Adam dan Laura bagaimana kita harus membebaskan mereka dari tangan Mr. Wesly" ucap Alan dengan suara tegas.


"Iya kek" ucap Steven dengan patuh.


"Iya daddy" ucap Aldo mengalah.


"Heemmmm"


Tak lama satpam masuk ke dalam mansion untuk memberitahu jika ada tamu yang datang. Alan segera menyuruh sang satpam untuk membiarkan orang tersebut masuk.


Setelah di persilahkan masuk oleh sang satpam Ken bersama anak buahnya segera masuk ke dalam mansion Alan Rosemary. Ken yang diberi tugas oleh Mike untuk mengantar kedua bajingan itu segera menyuruh anak buah mereka untuk membawa kedua oang tersebut ke dalam.


Adam dan Laura yang pingsan segera dibopong masuk oleh anak buah Xavier ke dalam. Di ruang tamu Alan kaget melihat anak dan mantunya yang berlumuran d***h bahkan wajah mereka penuh luka.


Bukan cuma luka tapi seluruh tubuh mereka penuh dengan luka, tatapan mata Alan seakan mau keluar melihat kedua lengan Adam dan Laura yang sudah tidak ada lagi.


Ternyata betul yang dibawa oleh Steven tadi adalah potongan le***n mereka berdua, batin Alan.


"Ini hadiah dari bos kami" ucap Ken dengan suara dingin.


Steven yang penasaran dengan tamu di depan segera beranjak ke ruang tamu. Sampai di sana dia tak kalah kaget dengan kakeknya yang melihat tubuh Adam dan Laura.


"Mommy, daddy" teriak Steven dengan suara kencang.


Karena teriakannya itu semua keluarga Rosemary segera berlari menuju ruang tamu. Lidia sampai di sana dan seketika pingsan tak kuat melihat keduanya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Apa yang kalian lakukan kepada keduanya" ucap Steven dengan suara tinggi.


"Sedikit pelajaran dan hadiah dari bos kami" ucap Ken dengan santai.


"Dimana hati kalian! Hah!" bentak Steven dengan emosi.


"Berterima kasihlah kepada nyonya kami yang sudah membujuk bos kami untuk melepaskan kedua bajingan itu saat masih bernyawa dan tidak mati" bentak Ken tak kalah emosi.


"Kalian" tunjuk Steven tak bisa melanjutkan kata-katanya.


Ken tertawa cemooh kepada Steven dan segera keluar diikuti oleh anak buahnya, saat sampai di depan pintu mansion ia berhenti dan berbalik melihat mereka semua dengan tatapan tajam.


"Satu lagi jangan pernah mengusik milik bos kami jika tidak ingin kehilangan nyawa kalian terutama nyonya Chloe camkan itu di otak kalian" ucap Ken dengan suara tinggi.


Semua diam tak berkata apa-apa lagi seakan tidak ada yang harus dibicarakan lagi mengenai masalah saat ini. Steven jatuh dilantai tak kuasa melihat keadaan kedua orang tuanya.


"Kenapa kalian hanya mementingkan ego dan harta saja dan lihat apa yang terjadi sekarang" ucap Steven dengan suara tinggi.


Alan lalu pergi ke belakang tak perduli keadaan keduanya. Hatinya marah, sedih, dan kesal karena tak bisa berbuat apa-apa lagi untuk keluarganya, ia seperti sangat kecewa karena tak bisa mempertahankan miliknya.


"Mas ayo kita bawa mommy dan daddy ke rumah sakit" ucap Aurel.


"Jangan Aurel jika kita bawa ke rumah sakit pasti pihak rumah sakit akan mencurigai mereka dan melapor ke polisi" ucap Aldo.


"Tapi om, mommy sama daddy harus segera ditangani oleh dokter" ucap Aurel.


"Pikirkan jika kamu nekat membawa keduanya otomatis kasus penculikan Chloe akan terkuat dan bisa membawa keduanya ke penjara" ucap Aldo.


Aurel lalu diam dan berpikir mengenai kata-kata Aldo barusan. Ia akui jika apa yang dikatakan omnya memang benar tapi saat ini keadaan keduanya sangat buruk.


"Tante sudah panggil dokter kesini untuk memeriksa keduanya" ucap istri Riki.


"Iya tante" ucap Aurel.


Steven memandang keduanya dengan tatapan kosong. Melihat hal tersebut Aurel menepuk pundak suaminya untuk memberi kekuatan kepada Steven agar bisa bertahan dari semua cobaan ini.


Mereka lalu memindahkan Adam dan Laura ke kamar yang dulu milik Adam. Tak lama dokter langganan istri Riki datang dan ternyata itu adalah dokter Hary.


Dokter Hary kaget melihat pasiennya yang sangat ia kenali.


Kenapa aku selalu berurusan dengan keluarga Rosemary semenjak mengobati Chloe ya, batin dokter Hary.


Dokter Hary kaget melihat keadaan keduanya tapi tidak berani bertanya. ia lalu mengerjakan semuanya dengan teliti dan memperban kedua lengan mereka agar tidak infeksi.


"Bagaimana keadaan mommy sama daddy saya dok" ucap Steven dengan khawatir.


"Keadaan keduanya cukup memperihatinkan karena tubuh keduanya terdapat luka cambuk dan tusukan benda tajam bahkan kedua lengannya juga sudah mulai infeksi karena tidak diobati dari awal" ucap dokter Hary.


"Apa lengan keduanya bisa disambung lagi dok" ucap Steven.


"Maaf tapi saraf dari kedua lengan tersebut sudah rusak parah dan tidak bisa digunakan lagi jadi maaf selama hidup mereka tidak akan ada lengan lagi"


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Duar..........


Bagai disambar petir jawaban dokter Hary membuat Steven seketika lemas tak berdaya. Beruntung Aurel menahan suaminya agar tak jatuh ke belakang.


"Terima kasih atas bantuannya ya dok" ucap Aurel.


"Iya sama-sama kalau begitu saya permisi dulu" ucap dokter Hary.


"Iya dok silahkan" ucap Aurel.


Sepeninggal dokter Hary dari kamar Adam, Steven lalu menangis histeris merasakan penderitaan kedua orang tuanya. Ia tak menyangka jika apa yang di lakukan oleh keduanya akan mendapat balasan seperti ini.


Semua yang berada di dalam hanya diam tak berkata apa-apa. Mereka lalu keluar meninggalkan Steven dan Aurel yang menjaga keduanya di dalam sana.


Hari berlalu dengan cepat tak terasa sudah 1 minggu kejadian penculikan Chloe. Selama itu Chloe selalu dimanja oleh Xavier sampai ia diperbolehkan keluar dari rumah sakit.


Sean yang mendengar pernyataan Chloe waktu itu membuat ia hidup seperti robot dan tak berperasaan. Hanya kepada keluarga dan anaknya saja ia hidup seperti manusia tapi tidak saat berada di luar.


Queen sendiri masih di tahan oleh Sean di markasnya dan terus disiksa oleh Sean dengan kejam. Bahkan saat ini tubuh Queen seperti orang yang sakit penyakit tertular, karena kulitnya mengelupas akibat p***u Sean.


Tiap kali Sean emosi maka dia akan melampiaskan kepada Queen dan ia merasa jika ini semua karena kesalahan Queen. Sudah berkali-kali papa dan kakeknya memaksa melepas Queen tapi tidak di gubris sama sekali oleh Sean.


Tak jauh berbeda dengan nasip Queen, kedua orang tuanya saat sadar dan melihat tangan mereka tak ada lagi berteriak histeris tidak mau menerima nasip mereka.


Bahkan Laura sampai harus di masukan ke rumah sakit jiwa karena depresi berat. Steven dan Aurel terus mengurus keluarganya dengan sepenuh hati karena tahu ini balasan untuk mereka.


Semua perbuatan mereka ke Chloe dulu sekarang mereka menerima karmanya. Steven bersyukur karena hal ini hatinya bisa terbuka akan apa yang sudah dilakukannya dulu saat masih berjaya.


Di sebuah kota lebih tepatnya di daerah pedesaan, seorang ibu paruh baya sedang berbicara dengan orang yang dianggapnya adalah bosnya lewat telepon.


^^^"Ya anak sialan itu masih hidup sampai sekarang tuan" ucap mpok Risma.^^^


"Heemmm! Aku akan senang bisa melihat keturunan dari kedua berengsek itu" ucap seseorang dari seberang dengan emosi.


^^^"Saya akan segera mengirimkan foto anak itu ke tuan"^^^


"Aku tunggu kabar baik secepatnya dari kamu"


^^^"Bain tuan"^^^


"Heemmmm"


Telepon langsung dimatikan sepihak oleh orang tersebut. Sedangkan mpok Risma tersenyum puas setelah melihat pesan masuk m-banking di hpnya yang tertera nominal ratusan juta.


"Aku akan semakin kaya jika seperti ini terus" ucap mpok Risma dengan tawa girang.


...❄❄❄❄❄...


To be continue..............


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀