
Hari ini berbeda dengan hari biasanya, Sinta yang biasanya datang dengan muka jutek tampak berbeda. Sepanjang perjalanan ke sekolah Sinta selalu tersenyum bahkan sampai di dalam kelas Sinta selalu tersenyum.
Ketika Sinta sudah tiba di dalam kelas ia bergegas menuju tempat duduknya. Chloe yang melihat hari ini sahabatnya sedang bahagia merasa bahagia juga meski tidak mengetahui hal yang membuat sahabatnya bahagia.
"Woy tumben loe senyum-senyum sendiri" ucap Chloe mengagetkan Sinta.
Sinta yang kaget melihat Chloe dan teman sekelasnya yang sedang memandang dirinya hanya diam.
Kenapa mereka lihatin gue kaya gitu ya, batin Sinta.
"Kenapa liatin gue kayak gitu"
"Loe hari ini beda banget sama biasanya" ucap Klara.
"Beda gimana orang gue biasa aja kok" ucap Sinta mengelak dari pertanyaan temannya.
"Loe kelihatan lagi senang banget deh" ucap Ahmad sambil menatap intens Sinta.
"Gue senang karena hari ini nenek gue datang" ucap Sinta berbohong sambil tersenyum bahagia.
"Oh kirain ada hal yang lebih heboh lagi gitu" ucap Riski dengan kecewa karena alasan yang diberikan Sinta tidak sesuai ekspetasinya.
"Cih! Apaan sih loe" ucap Sinta dengan kesal.
"Hay teman-temanku semua" teriak Ana yang baru datang dengan suara keras.
"Woy bisa ngak jangan teriak-teriak loe kira ini hutan apa" ucap Riski.
"Eh nyet loe ngak usah ikut campur deh" ucap Ana tidak mau kalah.
"Dasar orang utan" ucap Riski.
"Kenapa loe datang teriak-teriak ngak jelas sih" ucap Klara.
"Karena hari ini gue lagi bahagia" ucap Ana sambil tertawa.
"Kayaknya hari ini semuanya pada bahagia deh" ucap Chloe yang melihat suasana hati teman sekelasnya sangat baik hari ini.
"Yoi dong bebs" ucap Ana sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Lah trus loe bahagianya karena apa?" tanya Chloe.
"Gue semalam udah jadian sama ka Dito. Yeay senang banget gue" ucap Ana sambil lompat-lompat.
"Wah selamat ya" ucap Chloe dan teman-temannya memberi selamat dengan tulus.
"Makasih ya bebebku semua" ucap Ana sambil tersenyum.
"Oh ya guys hari ini kita mau ke mall buat beli gaun untuk acara besok, loe pada ikut ngak" ucap Chloe memberitahu Ana dan Sinta.
"Gue ikut say" ucap Ana.
"Kalau gue udah dibeliin gaun sama mama" ucap Sinta.
"Yah berarti loe ngak bisa ikut dong" ucap Chloe dengan sedih.
"Tenang aja gue bakal temani kalian semua kok" ucap Sinta sambil merangkul Chloe.
"Wah makasih ya say, gue senang banget" ucap Chloe dengan bahagia.
Setelah itu Sinta dan Ana bergegas mengisi daftar kehadiran yang disodorkan oleh Ahmad. Semua teman-temannya sudah absen kehadiran tinggal memberikannya pada wali kelas.
"Jam berapa perginya" ucap Rina anak yang pendiam di dalam kelas tapi sangat baik kepada teman-temannya.
"Uhmm! Sekitar jam 11 gitu, emang kenapa?" ucap Chloe sambil bertanya balik.
"Ngak gue cuma mau ke perpus dulu kalau belum berangkat ke mall"
"Oke deh nanti gue hubungi kalau udah mau berangkat"
"Oke makasih"
"Sama-sama" ucap Chloe sambil tersenyum setelah itu Rina pergi ke perpustakaan.
Chloe mengambil hpnya dan melihat tidak ada pesan dari Sean.
Ka Sean kemana sih, batin Chloe.
~ Puri Orchid Apartment ~
Di dalam kamar apartemen yang mewah bernuansa abu-abu seorang pria tampan baru sadar dari tidurnya.
"Euungghh.......kepala gue sakit banget" ucap Sean sambil memegang kepalanya yang sakit.
Sean duduk di atas ditempat tidur untuk meredakan pusingnya. Setelah agak mendingan Sean pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
15 menit kemudian Sean sudah keluar dari kamar mandi menggunakan handuk pendek yang hanya menutup area privatnya.
Sean membuka ruang pakaiannya dan mengambil baju kaos putih, celana jins hitam, jaket berwarna hitam dan sneaker berwarna putih. Hari ini Sean berencana ingin menghabiskan waktu bersama kekasihnya demi menebus kesalahannya tadi malam.
Ketika keluar dari kamar Sean terkejut karena apartemennya dipenuhi botol minuman keras yang terbuang dimana-mana.
Semalam sepulang dari club Sean yang masih dilanda rasa bersalah mengambil minuman alkohol dan meminumnya. Akibatnya ruang tamu dipenuhi dengan aroma alkohol.
^^^"Suruh orang untuk bersihkan apartemen gue sekarang" ucap Sean menelpon pengawalnya yang selalu mengawal Sean dari jauh.^^^
"Baik" belum sempat mengucapkan kata selanjutnya panggilan sudah terputus.
Si pengawal yang sudah terbiasa dengan sifat tuan mudanya itu tidak memikirkannya lagi dan segera menelpon petugas kebersihan apartemen.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Sean sudah berada dalam mobilnya untuk pergi ke sekolah karena ia yakin saat ini pacarnya berada di sekolahan. Sesampainya di sekolah Sean turun dari mobil dan para siswi yang melihat penampilan Sean yang terlihat keren berteriak histeris.
Sean tidak memperdulikannya dan bergegas menuju ruang kelas sang kekasih. Suasana kelas Chloe saat ini sangat ribut, Chloe sedang bercanda dengan teman-temannya.
Seketika suasana kelas menjadi sunyi, Chloe yang berdiri membelakangi pintu merasa heran karena teman-temannya diam seketika. Chloe merasa ada yang aneh di belakangnya.
Pada saat Chloe berbalik ia terkejut karena Sean sedang berdiri di depan pintu kelasnya dengan tatapan dingin dan datar. Sean berjalan menghampiri Chloe dan berdiri di depannya.
Chloe yang malu karena teman-temannya sedang menatap mereka berniat untuk mengajak Sean pergi ke luar.
"Guys gue keluar bentar ya" ucap Chloe ke teman-temannya.
Tidak menunggu jawaban dari teman sekelasnya Chloe menarik tangan Sean pergi dari kelasnya.
Seperginya Chloe kelas kembali menjadi riuh tapi tidak dengan Sinta yang sedang menahan emosinya. Sinta yang berpikir semalam Sean telah menciumnya pasti sudah tidak ada hubungan dengan Chloe lagi.
Tapi ternyata pikirannya salah dan ia beranggapan semua ini adalah salah Chloe karena sudah merebut Sean darinya. Meski mereka tidak ada hubungan tapi Sean telah merebut ciuman pertamanya.
Liat aja loe Chloe mulai sekarang gue bakal buat loe menderita, batin Sinta.
Chloe dan Sean saat ini sedang berada di taman belakang sekolah.
"Ka Sean kok datang ke kelas Chloe"
"Emang salah gue ke sana"
"Ngak ka tapi" ucap Chloe belum selesai sudah dipotong Sean.
"Tapi apa" ucap Sean dengan wajah datar.
"Chloe malu ka karena banyak yang lihat"
"Heem" deh Sean sambil menarik Chloe ke dalam pelukkannya.
Chloe yang dipeluk sangat merasa aman dan nyaman.
"Kenapa semalam ngak balas chat gue ka"
Seketika Sean terkejut dan tubuhnya menegang mengingat kejadian semalam. Chloe yang merasa tubuh Sean menegang ia pun melepas pelukannya dan melihat kearah Sean.
"Ka kenapa" ucap Chloe memegang tangan Sean dan seketika ia tersadar dari pikirannya.
"Ngak kenapa-napa"
Chloe melihat kalau ada yang disembunyikan oleh Sean. Chloe pun berpikir kalau ia harus tegas untuk mendapat jawaban dari Sean.
"Ka Sean ngak lagi bohong kan" ucap Chloe melihat kearah Sean dengan tajam.
Sean yang melihat tatapan dari Chloe hanya bisa menelan salivanya kasar.
"Gue semalam minum alkohol banyak" ucap Sean jujur.
"Kakak ngak sayang sama tubuh ka Sean ya"
"Gue udah terbiasa dan itu memang kebiasaan gue"
"Bukan berarti itu kebiasaan dan harus dilakukan kak tapi itu karena kakak ngak bisa mengontrol tubuh ka Sean sendiri"
Sean membenarkan ucapan pacarnya dan hanya bisa minta maaf.
"Gue minta maaf dan gue janji bakal mengurangi kebiasaan gue"
"Jangan janji ka tapi buktikan ka"
"Iya sayang" ucap Sean dengan senyuman hangat.
Maafin gue sayang gue ngak mau cerita yang sebenarnya, batin Sean sambil tetap tersenyum.
Melihat Sean tersenyum Chloe pun membalas dengan senyuman.
"Ntar ikut gue ke suatu tempat ya sayang" ucap Sean sambil mengusap pipi Chloe.
"Maaf ka Chloe bentar udah janjian sama teman sekelas mau pergi ke mall ka"
"Cewek semua"
"Iya ka kita mau beli gaun buat besok malam ka"
"Oke kalau gitu kabari gue nanti dan besok gue yang jemput"
"Siap ka"
Sean mengantar Chloe kembali ke kelasnya sambil bergandengan tangan. Banyak para siswa dan siswi yang iri dengan kemesraan mereka tapi tidak dihiraukan keduanya.
Sesampainya di kelas Sean pamit menemui teman-temannya dan mengecup kening Chloe sebelum pergi. Chloe menjadi sangat malu dan ia sangat kesal karena diganggu oleh teman sekelasnya.
Pada saat itu Chloe menangkap perubahan sikap sahabatnya yang tidak pernah ia lihat.
Apa gue salah lihat ya, batin Chloe.
Kini jam sudah menunjukkan pukul 11:10 Chloe bersama teman-temannya sudah ada diperjalanan menuju salah satu mall di Jakarta.
Mereka memakai 2 mobil temannya karena mereka berjumlah 8 orang. Sesampai di mall Chloe dan lainnya berjalan mencari gaun yang cocok untuk mereka dari satu toko pakaian ke toko lainnya.
~ RM Group ~
Di dalam ruangan direktur sepasang suami istri sedang membahas kerja sama perusahaan mereka yang akan mendatangkan banyak investor jika bisa bekerja sama dengan RH company.
Pembicaraan mereka terhenti karena bunyi telepon masuk di hp Laura dari dr. William. Seketika Laura menjadi panik apa ada kabar baik atau buruk.
^^^"Halo selamat siang dok"^^^
"Halo selamat siang nyonya Rosemary"
^^^"Iya dok apa ada berita yang mau disampaikan dok"^^^
"Begini nyonya apa anda sekeluarga bisa segera datang ke Paris nyonya"
^^^"Maaf dok apa ada hal yang buruk sama putri saya" ucap Laura dengan nada khawatir.^^^
"Maaf nyonya tapi saya tidak bisa menjelaskannya melalui telepon"
^^^"Maksud dokter apa"^^^
"Saya berharap nyonya sekeluarga bisa segera kesini"
^^^"Tapi anak saya baik-baik saja kan dok" ucap Laura yang sudah mulai menangis.^^^
"Maafkan saya nyonya tapi ini sudah prosedur dari rumah sakit dan saya sangat membutuhkan kehadiran nyonya sekeluarga disini"
^^^"Baik dok kalau begitu hari ini juga kami akan berangkat dok"^^^
"Baik nyonya saya tunggu kehadirannya"
^^^"Iya dok terima kasih atas informasinya"^^^
"Sama-sama nyonya"
Panggilan pun terputus seketika Laura menangis dengan kencang dan Adam hanya bisa memeluk istrinya untuk memberi kekuatan. Adam sudah mendengar obrolan istrinya dengan dokter putrinya.
Ia saat ini ingin menangis tapi ia tahan agar bisa menguatkan istrinya.
"Sayang udah ya mending berdoa buat keselamatan Queen saja disana" ucap Adam sambil mengelus punggung istrinya.
"Dad tolong telepon Steven supaya bersiap-siap" ucap Laura dengan sesegukan.
Adam mengambil hpnya dan menghubungi putranya. Pada dering kedua Steven segera menjawab panggilan dari daddynya.
"Halo dad"
^^^"Halo son kamu lagi ada dimana sekarang"^^^
"Lagi di kampus dad"
^^^"Sekarang juga kamu pulang dan persiapkan baju kamu"^^^
"Emang ada apa dad"
^^^"Kita bakal berangkat ke Paris sekarang" ucap Adam dengan suara parau.^^^
Mendengar suara sang daddy yang tidak seperti biasa, Steven sudah mengetahui kalau perkataan daddy saat ini tidak dalam keadaan baik-baik saja dan ini menyangkut adiknya.
"Iya dad"
Steven kemudian mematikan panggilan daddynya dan mengendari mobilnya menuju mansion dengan kecepatan tinggi.
Semoga tidak ada sesuatu yang buruk kepada Queen, batin Steven
...βββββ...
To be continue......