Heartless

Heartless
Episode 153



🌻Jadilah orang yang malas bukan malas bekerja tapi malas berdebat, malas ikut ribut, dan malas ikut campur urusan orang lain🌻


.


.


.


.


Hari berlalu dengan sangat cepat tak terasa sudah dua bulan berlalu saat kepulangan Chloe dari peresmian resort di Lombok. Chloe yang awalnya akan menghadiri pernikahan Ana teman SMAnya dulu, harus batal karena kondisinya yang lemah.


Ia hanya mengirim kado dan permintaan maaf kepada Ana dan Dito. Sean yang waktu itu menjadi bresmaid dari pengantin laki-laki berharap Chloe hadir tapi sekali lagi ia harus menelan kekecewaan.


Adam dan keluarganya terus saja mencari cara untuk menculik Chloe tapi belum berhasil juga. Hari ini Chloe akan berpisah dengan suaminya karena Xavier harus terbang ke Dubai untuk meeting tentang proyek minyak bumi yang saat ini ia kerjakan bersama direktur Ali Syarif.


"Sayang berapa lama kamu disana" ucap Chloe dengan manja.


"3 hari saja baby" ucap Xavier sambil memeluk istrinya dengan erat.


Xavier sebenarnya tidak ingin pergi mengingat kehamilan Chloe yang baru berumur 3 bulan, tapi ia juga tidak bisa membatalkan meeting ini karena proyek ini sudah berjalan lama dan memberikan keuntungan besar bagi kedua belah pihak.


"Heemmm! Aku akan menunggumu sayang" ucap Chloe.


"Ingat semua laranganku baby dan jangan berani coba-coba keluar tanpa sepengetahuan aku baby" ucap Xavier dengan tegas.


"Iya sayang jaga diri disana dan jangan lupa makan" ucap Chloe sambil tersenyum manis.


"Pasti baby"


Xavier lalu mencium bi**r Chloe menyalurkan semua rasa cintanya, setelah puas ia lalu mengandeng Chloe keluar karena harus segera berangkat.


Sampai di depan mansion Albert dan Thomas sudah stand by di samping mobil. Xavier mencium kening, pipi, dan bibir Chloe dengan lembut.


"Jaga mommy ya jagoan jangan buat mommy sampai sakit anak daddy" ucap Xavier sambil mengelus perut Chloe yang agak buncit.


Chloe tersenyum bahagia melihat tingkah Xavier yang sangat menyayangi mereka berdua. Albert dan lainnya juga merasa bahagia melihat bos mereka yang sekarang sudah bahagia bersama keluarganya sendiri.


Xavier lalu masuk ke mobil bersama dua orang kepercayaannya dan anak buahnya. Chloe melambaikan tangannya melihat mobil sang suami yang sudah keluar dari mansion.


"Nyonya ayo kita masuk saja ke dalam" ucap Kevin yang mendapat perintah mengawasi Chloe selama 24 jam full.


"Heemmm"


Chloe dan Kevin serta pak Max lalu masuk ke dalam mansion. Di dalam mobil, Xavier menyuruh Albert untuk menyuruh anak buah mereka mengawasi istrinya dengan ketat jangan sampai ada kesalahan sedikit pun.


~ Mansion Sean ~


Kelakuan Queen semakin tambah menjadi sekarang, ia tidak pernah peduli lagi sedikit pun pada anaknya sendiri. Setiap hari ia akan pergi keluar dan berbelanja bersama-sama dengan teman sosialitanya.


Sean yang melihat kelakuan istrinya hanya bisa diam saja karena masih memikirkan sang anak yang masih butuh asi dari ibunya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Permasalahan rumah tangga Sean tidak pernah di ketahui oleh Maya ibunya dan keluarga Queen karena Bima dan Riko menutup rapat hal tersebut. Sean lalu berangkat ke kantor karena ada meeting hari ini tak lupa mencium anaknya sebelum pergi.


"Dimas kamu suruh bi Lastri untuk mulai saat ini jangan menyiapkan makanan untuk perempuan sialan itu" ucap Sean dengan emosi.


"Baik tuan" ucap Dimas.


Sean lalu masuk ke ruang meeting untuk meeting bersama kepala bagian di perusahaannya. Di dalam ruangan meeting suasana sangat mencekam karena aura yang dikeluarkan Sean saat ini sangat mengintimidasi.


Semua kepala bagian dan bawahannya kena semprot dari direkturnya karena suasana hati Sean yang tidak baik. Masalah sekecil saja mereka mendapat bentakan dari direktur utama.


"Segera buat laporan yang baru dan besok pagi harus sudah ada diatas meja kerjaku" bentak Sean dengan suara tinggi.


"Baik tuan" ucap semuanya serentak.


Sean lalu berdiri dan pergi keluar dengan langkah tegap, melihat direktur mereka sudah keluar semuanya menghembuskan napas lega karena suasana tidak semencekam seperti tadi.


Sean yang masuk ke dalam ruangannya tiba-tiba dikagetkan dengan kehadiran sang kakek di dalam ruangannya. Bima yang melihat sang cucu sudah datang tersenyum bahagia.


"Tumben kakek kesini" ucap Sean dengan cepat.


"Memangnya kalau kakek datang kesini ngak boleh" ucap Bima dengan kesal.


Bagaimana tidak kesal ia yang menyambut kedatangan cucu kesayangannya dengan senyum bahagia seketika diganti dengan tatapan kesal karena pertanyaan cucunya.


"Uhmm! Ngak biasa aja makanya Sean nanya" ucap Sean dengan datar.


"Cih!"


"Jadi kakek datang kesini bukan sekedar temu kangen kan" ucap Sean menyelidik.


"Heeemmm! Ada yang mau kakek omongin ke kamu" ucap Bima dengan tatapan tajam.


"Apa kek" ucap Sean dengan tatapan tak kalah tajam.


"Kakek mau kamu urus masalah Denis karena saat ini musuh mereka sudah sangat kelewatan"


"Heeemmm"


"Apa kamu bisa" ucap Bima.


"Bisa kek dan sebentar aku akan bertemu dengan Denis membahas masalah ini" ucap Sean dengan datar.


"Baiklah kakek senang dengarnya"


"Heemmmm"


"Kalau begitu kakek pulang dulu"


"Hati-hati kek"


"Heeemmmm"


Bima lalu menepuk pundak Sean dan berlalu pergi. Melihat kakeknya sudah pergi ia lalu mengambil hpnya dan menghubungi Denis sepupunya, pada dering ketiga Denis segera menjawab panggilannya.


"Halo brother"


^^^"Temui aku sore nanti di markas papa"^^^


"Gimana kalau di club aja brother"


^^^"Terserah"^^^


"Baiklah brother sampai ketemu disana"


^^^"Heemmmm"^^^


Sean lalu mematikan panggilannya dan mulai mengerjakan pekerjaannya yang belum selesai. Selama bekerja ia selalu melihat perkembangan anaknya dari cctv di laptopnya.


"Papa sudah kangen sama kamu boy" ucap Sean sambil tersenyum bahagia.


~ Mansion Xavier ~


Hampir 5 tahun lebih mereka tak bertemu dan baru hari ini mereka bisa bertemu satu sama lain. Kenan dan twins yang sangat merindukan Chloe segera pergi ke alamat yang diberikan oleh Chloe.


Sampai di depan mansion ketiganya seketika kaget dan menganga karena kagum dengan kemewahan mansion milik Chloe. Decak kagum tak luput dari wajah ketiganya yang mengagumi mansion Chloe.


"Wow ini namanya istana" ucap Dion dengan kagum.


"Bahkan istana ngak lebih bagus dari ini" ucap Dio.


"Baru kali ini kakak lihat mansion yang begitu mewah seperti ini" ucap Kenan yang kagum dengan mansion Chloe.


Tak lama mereka sampai di depan mansion dan seketika pintu mansion terbuka. Pak Max yang disuruh Chloe menjemput sepupunya langsung berjalan mendekat ketiganya.


"Selamat datang di mansion tuan dan nyonya Wesly" ucap pak Max dengan ramah.


"Maaf pak tapi kami kesini mau ketemu sama Chloe bukan nyonya Wesly" ucap Kenan dengan bingung.


"Mari silahkan masuk" ucap pak Max sambil tersenyum.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Ketiganya yang masih bingung akhirnya memilih mengikuti pak Max. Mereka berpikir mungkin saja Chloe menjadi pekerja di sini atau kenalan dari pemilik mansion tersebut.


Saat sampai di ruang keluarga Chloe yang melihat ketiganya muncul tersenyum bahagia. Ia bangun dan ingin menyambut ketiganya tapi dihentikan oleh Kevin.


Karena penasaran Chloe menatap Kevin dengan tatapan tajam meminta penjelasan. Kevin yang tahu maksud sang nyonya langsung saja menyampaikan maksud dari tindakannya.


"Maaf nyonya tapi bos melarang nyonya untuk memeluk dan berdekatan dengan laki-laki lain selain bos" ucap Kevin dengan tegas.


"Tapi" ucap Chloe yang langsung dipotong Kevin.


"Ini perintah bos nyonya" ucap Kevin dengan nada tidak mau dibantah.


Chloe lalu menghembuskan napasnya dengan kesal. Dio, Dion, dan Kenan yang melihat Chloe seketika berteriak kegirangan.


"Kak Chloe" teriak twins.


"Chloe" ucap Kenan dengan senang.


Twins yang sudah kangen dengan Chloe berlari menujunya ingin memeluk Chloe tapi langsung dihentikan oleh Kevin yang berdiri di tengah mereka. Dio dan Dion yang melihat hal tersebut merasa bingung.


"Maaf tapi nyonya dilarang peluk oleh laki-laki lain selain bos kami" ucap Kevin dengan tegas.


"Kak Chloe" ucap keduanya dengan wajah bingung.


"Ikuti saja perintahnya twins" ucap Chloe dengan senyum manis.


Keduanya langsung mengangguk kepala dan duduk di sofa begitu pula dengan Kenan. Kevin yang melihat semuanya terkendali segera duduk kembali di tempatnya semula.


"Ngak apa-apa kok princess intinya kita sudah bertemu dan kita itu kangen banget sama kamu" ucap Kenan.


"Aku juga kangen sama kalian semua" ucap Chloe sambil tersenyum.


"Kakak baik-baik aja kan selama ini" ucap Dion.


"Seperti yang kalian lihat kakak baik-baik saja" ucap Chloe.


"Kamu selama ini kemana saja kita khawatir sama kamu" ucap Kenan.


Chloe melihat ketiganya dan tersenyum bahagia, ia bersyukur karena masih ada keluarga Rosemary yang sangat perduli kepadanya. Chloe lalu menceritakan semuanya kemana dirinya selama ini.


Twins yang mendengar cerita Chloe seketika menangis tidak dapat menahan rasa sedih mereka. Kenan sesekali mengusap air matanya yang jatuh saat mendengar cerita Chloe.


"Aku senang kakak selama ini bisa menemukan kebahagian kakak" ucap Dio.


"Iya kakak juga ngak nyangka ternyata dibalik penderitaan kakak ada kebahagian yang menunggu kakak" ucap Chloe.


"Lalu dimana orang yang sudah menolong kamu selama ini?" tanya Kenan.


"Oh Xavier lagi ke Dubai ada meeting dengan rekan bisnisnya kak" ucap Chloe sambil tersenyum.


Dion yang mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan seketika kaget melihat foto pernikahan Chloe yang di pajang di tangga di tengah ruangan.


"Kak Chloe udah nikah" ucap Dion dengan kaget.


"Apa" ucap Kenan dan Dio serentak.


"Hehehehe! Iya betul Dion" ucap Chloe sambil tertawa.


Kenan mengikuti arah pandang saudaranya ke arah tangga. Matanya seketika ingin keluar dari tempatnya melihat siapa pasangan dari Chloe.


"Chloe jangan bilang kalau itu Mr. Xavier Arthur Wesly" ucap Kenan dengan kaget.


"Betul kak itu nama suami aku" ucap Chloe.


"Apa" teriak Kenan dengan kencang.


Ia tak menyangka jika saudara sepupunya akan menikah dengan orang paling kaya no.1 di dunia. Tapi seketika Kenan tersenyum bahagia karena ia senang Chloe bisa mendapat pendamping hidup yang lebih baik bahkan terlalu amat baik.


"Selamat ya atas pernikahan kalian semoga langgeng sampai maut memisahkan kalian" ucap Kenan dengan tulus.


"Makasih ya ka"


"Ka selamat ya buat pernikahannya" ucap twins serentak.


"Makasih kesayangan kakak"


Mereka lalu tertawa bahagia dan bercerita tentang selama kepergian Chloe dari Indonesia. Kevin yang tak mengerti bahasa Indonesia hanya duduk dengan diam menatap mereka semua.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Ketiganya hari itu menghabiskan waktu bersama dengan Chloe di mansionnya. Mereka sangat senang saat mengetahui jika saat ini Chloe lagi mengandung.


Ketiganya tak henti-henti mengambil foto bersama Chloe dan memposting di IG tak lupa di tandai ke akun instagram milik Chloe. Chloe pun kaget mengetahui jika sahabatnya Rina sekarang sudah menjadi pacar dari kakak sepupunya.


Tak lama hp Kenan berbunyi panggilan video dari Keysa. Ia langsung mengangkat panggilan tersebut dan mengarahkan ke Chloe.


"Chloe" teriak Keysa dengan suara cempreng dari seberang.


^^^"Aduh bu dokter teriaknya pelan-pelan dong telinga gue sakit tahu" ucap Chloe dengan kesal.^^^


"Hehehe! Sorry sorry gue kangen banget sama loe makanya gue teriak saking kaget lihat muka loe itu"


^^^"Ah! Gue juga kangen sama loe"^^^


"Gimana loe selama ini kabarnya baik kan"


^^^"Gue baik kok gimana sama loe apa udah punya pacar" ucap Chloe mengoda Keysa.^^^


"Hah! Boro-boro, pacar aja ngak ada" ucap Keysa dengan kesal.


^^^"Kayaknya loe bakal jadi perawan tua deh" ucap Chloe sambil cekikan.^^^


"Berengsek loe" ucap Keysa dengan kesal.


^^^"Gue setuju sama Chloe kayaknya loe itu bakal jadi perawan tua deh" ucap Kenan.^^^


"Ah! Loe mah gitu deh" ucap Keysa dengan kesal.


Mereka semua tertawa melihat wajah Keysa yang sangat kesal. Bahkan twins juga ikut-ikutan menggoda sepupu mereka itu.


"Ketawa aja loe pada ampe puas"


^^^"Iya iya maaf deh bu dokter! Hehehehe" ucap Chloe sambil terkekeh.^^^


"Heemmmm! Chloe meski loe bukan sepupu kandung gue tapi ampe kapan pun loe tetap jadi sepupu gue" ucap Keysa dengan senyum manis.


^^^"Makasih ya Key udah ngangap gue sebagai sepupu loe meski kita ngak ada ikatan darah"^^^


"Itu bukan masalah buat gue karena ampe kapan pun loe itu tetap sepupu gue" ucap Keysa.


"Iya ka ampe kapan pun kakak tetap jadi sepupu kita" ucap Dio dengan tegas.


Kenan dan Dion pun mengangguk kepala membenarkan perkataan saudara mereka. Meski bukan saudara sepupu kandung tapi sampai kapan pun mereka akan menganggap Chloe sebagai sepupu kandung mereka.


^^^"Terima kasih ya" ucap Chloe sambil terisak.^^^


"Sama-sama Chloe" ucap Keysa.


"Iya ka" ucap twins serentak.


Keysa lalu mengakhiri panggilannya setelah puas bertukar kabar dan meminta no hp Chloe. Chloe yang lapar segera menyuruh pak Max menyiapkan makan buat mereka semua.


Kenan dan twins akhirnya pamit pulang setelah melihat jam sudah jam 18:00 sore. Chloe lalu mengantar mereka ke depan karena sudah menemaninya hari ini.


~ SR Company ~


Sean yang melihat postingan Chloe barusan seakan merasa jantungnya di remas dengan kuat. Ia tersenyum miris melihat senyuman indah Chloe yang dulu sering ia lihat.


"Apa gue ngak bisa bicara empat mata sama loe sayang" ucap Sean dengan sedih.


Ia sedih melihat foto Chloe yang tersenyum manis di hpnya. Selama ini Sean selalu menyesali perbuatannya dulu yang tega mengkhianati sang kekasih dengan sahabatnya sendiri.


Bahkan setiap kali mengingat hal tersebut rasanya ia ingin mati saja. Ia sudah mencoba melupakan Chloe dan menggantinya dengan yang lain tapi tidak bisa, seakan nama Chloe sudah terukir dihatinya.


Sean lalu mengambil jasnya dan pergi ke club papanya untuk bertemu dengan Denis saudara sepupunya. Sampai di club semua pengawal langsung menunduk memberi hormat kepada tuan muda mereka.


Sean lalu berlalu menuju ruangan VIP tempat khusus buatnya saat datang ke sini. Saat masuk ke dalam ternyata Denis sudah berada disana di temani 2 orang wanita penghibur.


"Hai brother" ucap Denis sambil cengesan.


"Heemmmm"


Sean lalu duduk di sofa dan langsung ditemani oleh dua gadis cantik yang baru saja datang. Ia tidak peduli akan kehadiran mereka karena menurutnya itu tidak penting.


Salah satu gadis lalu menuangkan vodka dan menaruh es ke dalam gelas lalu memberi ke Sean. Sean lalu menerimanya dan meneguk vodka itu dalam sekali minum.


Dimas yang berdiri di belakang tuannya hanya diam saja melihat kelakuan sang tuan. Ia tahu jika saat ini sang tuan sedang stres dan banyak pikiran.


Sean lalu menyuruh para gadis itu keluar meninggalkan ketiganya sendiri di dalam sana. Sean lalu menatap Denis dengan tatapan tajam.


"Apa mereka masih terus menganggu loe?" tanya Sean dengan datar.


"Iya ka bahkan mereka sudah mulai mengikuti adik kita ka" ucap Denis.


"Heemmmm"


Sean lalu menyuruh Dimas untuk mengumpulkan anak buah mereka. Denis yang mendengar hal tersebut sudah tahu jika saudaranya itu akan menghabisi musuhnya malam ini juga.


"Kak apa yang akan kakak lakukan" ucap Denis.


"Loe tunggu aja malam ini di markas" ucap Sean sambil tersenyum sinis.


"Iya ka" ucap Denis.


Sean lalu mengajak keduanya keluar menuju markas sang papa. Sedangkan anak buah Sean yang sudah diberitahu oleh Dimas tangan kanan tuan muda mereka saat ini sedang meringkus semua musuh dari Denis.


Kelima orang tersebut yang diduga otak dari semuanya saat ini sudah dibawah ke markas Riko. Saat Sean dan lainnya sampai disana semua bodyguard dan anak buah papanya langsung memberi hormat kepada mereka.


"Tuan muda" ucap Rio yang sedang memeriksa pengiriman barang mereka malam ini di markas.


"Apa orang yang gue suruh bawa kesini udah datang" ucap Sean dengan datar.


"Sudah tuan muda mereka ada di ruang interogasi" ucap Rio.


"Hemmmmm"


Sean lalu berlalu menuju ke ruang interogasi bersama dengan Dimas dan Denis. Sampai disana ia tersenyum licik melihat kelimanya yang sedang duduk di kursi sambil di ikat kaki dan tangan mereka.


"Let's play the game" (ayo mulai permainannya) ucap Sean sambil tersenyum sinis.


Anak buahnya seketika takut melihat senyuman tuan muda mereka yang sangat mengerikan. Mereka tahu malam ini akan menjadi malam kesialan bagi 5 orang yang ada di depan mereka.


...❄❄❄❄❄...


To be continue..........


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak- banyaknya ya guys😘❀