Heartless

Heartless
Episode 216



🌻Dunia ini penuh dengan orang baik jika kamu tidak dapat menemukannya maka jadilah salah satunya🌻


.


.


.


.


Setelah membahas semua tentang pernikahan keduanya, Chloe dan keluarganya pamit pulang. Awalnya Chloe ingin menginap di rumah Mira tapi melihat raut wajah suaminya yang tidak mengizinkan akhirnya mereka pulang.


Xavier membawa keluarganya ke salah satu hotel bintang lima di Bandung. Chloe dan lainnya harus tetap stay di Bandung untuk mengurus pernikahan Mira dan Albert.


"Sayang apa resepsi mereka di hotel Bandung atau Jakarta" ucap Chloe.


"Nanti tanya keduanya saja baby" ucap Xavier sambil menidurkan baby Xander.


Xavier tersenyum hangat melihat sang anak yang sudah tertidur. Chloe lalu datang menghampiri suaminya dan ikut tersenyum melihat anaknya yang sedang tidur pulas.


"Dia sangat mirip sama kamu hubby"


"Ya kan anak aku sayang jadi harus sama kayak aku" ucap Xavier sambil memeluk Chloe di pinggang.


"Iya hubby"


Chloe lalu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Melihat istrinya sudah masuk ke dalam kamar mandi Xavier lalu tersenyum penuh arti dan segera masuk ke dalam kamar mandi.


Di dalam kamar mandi Chloe kaget saat tubuhnya di peluk dari belakang. Saat melihat suaminya ia sudah mengerti tujuan dari Xavier, keduanya lalu menghabiskan malam bersama di dalam kamar mandi sebelum tidur.


Di lantai bawah saat ini Albert bersama dengan Thomas sedang sibuk memeriksa data perusahaan. Albert mengerutkan keningnya saat membaca email yang dikirim oleh anak buah mereka di mansion.


"Thomas periksa cctv di mansion bos" ucap Albert dengan suara dingin.


Thomas segera memeriksa cctv di mansion Xavier. Tak lama keduanya saling melihat dan bertanya apa maksud kedatangan dari anak nenek Esma yaitu Reynald.


"Buat apa si berengsek itu ke mansion" ucap Albert dengan suara dingin.


"Sepertinya dia ingin mencari bos" ucap Thomas.


"Bukannya bos sudah tidak ada hubungan lagi dengan mereka"


"I don't know" ucap Thomas sambil mengedikan bahunya.


Albert segera bertanya kepada anak buah mereka di mansion mengenai kedatangan Reynald. Akhirnya keduanya tahu jika kedatangan Reynald karena ingin meminta uang kepada Xavier.


"Cih! Dasar keluarga matre" ucap Thomas dengan kesal.


"Mereka pikir bos akan bermurah hati kepada mereka" ucap Albert dengan sinis.


"Apa kita kirimkan video ini ke bos?" tanya Thomas.


"Heeemmm"


Thomas segera mengirimkan video itu ke email Xavier agar sang bos bisa melihatnya. Tak lama pintu kamar di buka dan masuklah Kevin dengan wajah kesal.


"Kenapa muka kamu" ucap Thomas.


"Heh! Aku kesal sama Yorla" ucap Kevin dengan kesal.


"Yorla maksudmu asisten 2 Valeria" ucap Thomas dengan suara tinggi.


"Yup" ucap Kevin sambil mengangguk kepala.


"Dimana Valeria?" tanya Thomas dengan cepat.


"Yorla datang bersama dengan Bryan saja Valeria ada di Dubai" ucap Kevin.


"Oh" ucap Thomas.


Padahal ia sudah sangat ingin bertemu dengan sang kekasih tapi ternyata Valeria masih di Dubai. Kevin lalu menatap Albert dengan kening berkerut.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Apa yang mau kamu tanyakan" ucap Albert dengan suara dingin.


"Dimana kalian akan tinggal nanti setelah menikah" ucap Kevin dengan cepat.


Albert seketika menghentikan gerakan tangannya mendengar pertanyaan Kevin. Ia baru sadar jika selama ini ia belum mempersiapkan rumah untuk dirinya tempati saat sudah menikah.


Melihat reaksi Albert yang hanya diam saja Kevin bisa menebak jika Albert belum mempersiapkannya. Kevin tersenyum penuh arti ingin mengoda Albert.


"Ckk!! Katanya sudah siap menikah tapi ini apa rumah saja kamu belum siapkan" ucap Kevin dengan cemooh.


"Diam kamu bocah!" bentak Albert.


"Tapi apa yang dibilang Kevin benar juga dude, karena tidak mungkin kalian akan tinggal di apartemen" ucap Thomas.


"Heemmm! Aku belum berpikir ke sana" ucap Albert menarik napas.


"Mau ku bantu carikan rumah" ucap Kevin menawarkan diri.


Albert melihat Kevin dengan selidik tak yakin jika Kevin akan mempersiapkan rumah yang sesuai keinginannya.


Mending ikut saja yang pentingkan bisa dapat rumah saat kami sudah pulang ke sana, batin Albert.


"Baiklah cari rumah yang cocok untukku dan kalau perlu dekat mansion bos" ucap Albert.


"Kalau itu tidak bisa, kan kamu tahu sendiri jika tanah di sekitar bos itu milik bos" ucap Kevin.


"Heemmm! Kamu atur saja" ucap Albert serahkan semua ke Kevin.


"Oke dude" ucap Kevin.


Kevin lalu mencari rumah untuk Albert dan Mira dan ia berpikir jika itu untuk kado pernikahan keduanya. Ketiganya lalu sibuk dengan urusan masing-masing tanpa ada satu kata pun.


~ Rumah Mira ~


Setelah kepulangan Chloe dan lainnya, ayah Ranga segera memberitahu kepada keluarga besar mereka jika putri keduanya akan menikah 2 minggu lagi. Mira sendiri tak menduga jika 2 minggu lagi dia akan menikah.


"Ndok untuk semua persiapannya apa di urus sama keluarga laki-laki?" tanya ibu Asmi.


"Iya bu katanya besok baru Chloe kesini kita mau ketemu sama WO yang sudah di pesan Chloe bu"


"Yo wes berarti tinggal ibu dan ayah atur keluarga besar kita saja ya ndok"


"Iya bu" ucap Mira.


"Nak nanti kalau kamu sudah menikah ingat untuk selalu menghargai suamimu dan selalu ikut perintahnya" ucap ibu Asmi sambil mengelus kepala Mira.


"Iya bu Mira bakal ingat semua pesan ibu" ucap Mira sambil memeluk sang ibu.


Tak lama kakaknya Mira datang dan pamit bersama anak dan suaminya. Sebelum pergi Mira meminta sang kakak agar seminggu sebelum pernikahannya sang kakak bisa menemaninya di rumah.


Keesokan paginya Chloe datang ke rumah Mira tepat pukul 09:00 pagi. Chloe datang di temani oleh sang pengawal sedangkan Xavier dan baby Xander tinggal di hotel.


"Loe ngak sama anak loe" ucap Mira.


"Hari ini daddynya yang jagain" ucap Chloe sambil cengesan.


"Ngak yakin gue suami loe bisa ngurus baby Xander"


"Anak gue mha dekat banget sama daddynya jadi ngak bakal kenapa-napa deh kalau di tinggal paling rewel pas mau minum susu aja" ucap Chloe.


"Anak loe pintar amat ya"


"Siapa dulu mommynya gue gituloh" ucap Chloe dengan sombong.


Mira menggelengkan kepalanya melihat sikap sang sahabat. Setelah pamit pada kedua orang tua Mira keduanya segera pergi ke hotel hilton untuk bertemu dengan pihak WO.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Hilton Hotel ~


Sampai di hotel Hilton Chloe kaget karena ternyata hotelnya sama dengan tempat ia menginap.


Tahu kayak gini mending gue tunggu aja di hotel, batin Chloe.


Keduanya segera menuju cafe di samping restoran hotel. Chloe dan Mira lalu menghampiri seorang perempuan yang duduk di paling pojok cafe.


"Mbak Rina dari Rina wo kan?" tanya Chloe dengan sopan.


"Iya betul ini mbak Chloe ya yang janjian kemarin" ucap Rina dengan senyum manis.


"Iya betul mbak" ucap Chloe.


Rina lalu menjabat tangan Chloe dan Mira serta mempersilahkan mereka untuk duduk. Ketiganya mulai berbincang-bincang membahas konsep tema pernikahan Mira dan Albert.


"Jadi mbak Mira pengennya acara pemberkatan di gereja tempat tinggal mbak baru di lanjutkan ke gedung hotel" ucap Rina.


"Iya mbak" ucap Mira.


"Kenapa ngak di hotel aja Mir biar sekaligus" ucap Chloe.


"Gue pengennya di gereja dekat rumah gue aja" ucap Mira.


"Oke deh dari loe aja" ucap Chloe.


"Kalau untuk temanya mbak Mira pengennya yang seperti apa"


"Yang simpel aja mbak tapi kesan elegannya dapat" ucap Mira.


"Kalau warna temanya mbak?" tanya Rina.


"Loe ada masukan ngak buat warna yang cocok buat gue sama Albert?" tanya Mira.


"Gimana kalau temanya hitam sama warna kesukaan mbak" ucap Rina memberikan usulan.


"Boleh thu idenya mbak jadi warna hitam sama putih" ucap Mira dengan cepat.


"Oke mbak" ucap Rina.


Rina lalu menunjukan desain gaun pengantin untuk Mira, setelah melihat-lihat katalog pilihan Mira jatuh pada gaun dengan lengan panjang dan bagian bawahnya menyerupai putri duyung.


"Kalau begitu nanti besok mbak Mira bisa sama mas Albert ke tempat aku biar fitting bajunya" ucap Rina.


"Nanti aku coba tanya dulu tunanganku ya mbak soalnya orangnya sibuk banget" ucap Mira.


"Tenang nanti gue suruh suami gue biar ngak ngasih kerjaan ke Albert" ucap Chloe.


"Thanks ya Chloe"


"Kalau gitu besok bisakan mbak?" tanya Rina.


"Bisa mbak nanti sebelum pergi aku hubungi" ucap Mira dengan senyum manis.


"Iya mbak" ucap Rina.


Saat sedang membahas konsep pernikahan Mira tak lama Chloe melihat suaminya sedang berjalan masuk ke dalam cafe. Chloe bangun dan segera menyambut kedatangan suaminya.


"Hubby"


"Apa kamu masih lama sayang?" tanya Xavier dengan lembut.


"Sedikit lagi sayang" ucap Chloe.


Baby Xander yang baru melihat sang mommy langsung mengulurkan tangannya. Chloe segera mengendong sang anak dan mencium pipi baby Xander barkali-kali.


Suara celetoh baby Xander mengema di dalam sana. Siapa pun yang melihat serasa ingin mencubit bayi itu karena terlalu imut dan mengemaskan.


"Albert kamu temani Mira buat pilih konsep wedding sesuai selera kalian berdua" ucap Chloe.


"Baik nyonya" ucap Albert dengan wajah datar.


Albert segera menghampiri sang kekasih yang sedang berbicara dengan Rina. Sampai disana ia segera berkenalan dengan Rina setelah diberitahu oleh Mira.


Albert mempercayakan semua pilihan kepada Mira karena ia tidak mau terlalu repot. Di meja Chloe ia sedang mengomel karena sedari pagi sang suami belum sarapan dan sibuk dengan urusan kantornya.


"Sekali lagi kamu lupa sarapan aku bakal marah loh sayang" ucap Chloe dengan tatapan tajam.


"Iya maaf sayang tadi aku harus mengurus masalah di mansion dulu" ucap Xavier keceplosan.


Xavier yang ingin menyembunyikan hal ini dari sang istri malah memberitahunya. Chloe manatap sang suami dengan tajam meminta penjelasan mengenai ucapannya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Xavier lalu menceritakan tentang kedatangan Reynald om tirinya yang datang ke mansion. Awalnya Chloe biasa saja tapi saat mengetahui maksud kedatangan Reynald dirinya sangat marah.


"Anak nenek Esma itu tidak tahu diri ya sayang giliran butuh uang baru cari kamu" ucap Chloe dengan kesal.


"Heeemmm"


"Pokoknya jangan sampai kamu terpengaruh dengan mereka, aku itu masih kesal sama keluarga mereka yang tidak ada rasa kekeluargaan sedikit pun" ucap Chloe dengan suara tegas.


"Iya sayang aku tidak akan pernah terpengaruh dengan mereka" ucap Xavier dengan senyum manis.


Xavier lalu melanjutkan sarapannya serta Chloe yang memberi makan anaknya. Sejam berlalu Chloe dan Xavier memilih kembali ke kamar hotel untuk menghabiskan waktu disana.


Tanpa Chloe sadari ternyata Sean dan keluarganya juga berada di hotel itu. Ternyata hotel itu milik Sean dan saat ini mereka sedang merayakan ulang tahun Maya.


Sean dan Ares masuk ke dalam cafe di ikuti Denis dan sepupu mereka yang lain. Saat Sean masuk ternyata Chloe baru saja pergi dan Albert yang mengetahui siapa Sean segera mengabari kepada sang bos.


"Ka kita disini sampai kapan" ucap Rita.


"Besok udah balik" ucap Denis.


"Heemmm! Ares sini sama tante aja" ucap Rita.


"Au papa" ucap Ares dengan suara cadelnya.


Mendengar hal tersebut Rita tak lagi membujuk sang keponakan karena tahu Ares tak mau pisah dari Sean saat keduanya bersama. Sean tersenyum sambil memangku sang anak dan meminum kopi pesanannya.


Di dalam kamar president suit milik Xavier, ia tak menyangka jika mereka akan satu hotel dengan Sean. Xavier memberi tahu hal tersebut kepada Chloe tapi reaksi Chloe biasa saja.


"Aku tidak perduli sayang karena menurutku yang paling penting itu suami dan anakku" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Iya sayang" ucap Xavier sambil mencium pipi sang istri.


Chloe lalu bercanda dengan sang anak sedangkan Xavier kembali melanjutkan pekerjaannya bersama Albert dan Thomas. Ketiganya sibuk dengan kerjaan mereka sampai lupa waktu jika sudah malam.


"Siapkan makan malam di restoran bawah" ucap Xavier dengan datar.


"Baik tuan" ucap pak Max.


Xavier lalu berdiri dan menuju ke kamar untuk melihat istri dan anaknya. sampai di sana ia melihat Chloe yang baru saja selesai memandikan baby Xander.


"Anak daddy udah bersih ya" ucap Xavier sambil mencium pipi anaknya.


"Da da da da" celoteh baby Xander.


"Sayang kamu mandi gih biar kita makan malam soalnya aku udah lapar" ucap Chloe dengan manja.


"Iya sayang"


Xavier lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai ketiganya segera turun ke bawah untuk makan malam di restoran bawah.


Saat mau sampai di restoran Xavier masih berbicara dengan Thomas yang memberi kabar tentang pesanan senjata di markas. Chloe yang mengendong sang anak sambil bercanda tak mengetahui jika Ares berlari dengan kencang di lobby.


Brugh............


Bunyi dentuman keras saat Ares menabrak Chloe. Chloe segera berjongkok dan menanyakan keadaan anak yang menabraknya.


"Sayang kamu ngak kenapa-napakan?" tanya Chloe dengan lembut.


"Nda apa-apa" ucap Ares.


"Kamu sama siapa sayang mana mama sama papa kamu"


"Papa ana" ucap Ares menunjuk ke arah Sean.


Chloe melihat arah yang di tunjuk Ares dan ia kaget tak menduga jika anak yang menabraknya adalah anak Sean. Xavier yang melihat sang istri berbicara dengan seorang anak segera bertanya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Sayang apa yang kamu lakukan" ucap Xavier dengan lembut.


"Anak ini tidak sengaja menabrak kaki aku sayang dan ia jatuh" ucap Chloe dengan lembut.


Ares memandang orang di depannya dengan tatapan mengemaskan dan datar. Xavier tak kalah dingin dan datar menatap Ares seakan tidak perduli.


Melihat hal tersebut Chloe meminta pak Max untuk mengantar Ares kepada orang tuanya. Pak Max lalu membawa Ares menuju ke arah Sean.


Saat berjalan Ares terus memperhatikan Chloe dan Xavier serta baby Xander bergantian. Ia merasa nyaman dan hangat berada di keluarga itu.


"Maaf tuan apa ini anak anda" ucap pak Max dengan sopan.


"Ya betul tuan" ucap Sean yang kaget dengan kedatangan pak Max sambil mengandeng tangan Ares.


"Tadi anak anda tidak sengaja menabrak kaki nyonya saya dan terjatuh, jadi saya anterin ke orang tuanya"


"Oh terima kasih tuan dan maaf atas kesalahan anak saya"


"Tidak apa-apa tuan nyonya saya tidak mempermasalahkannya"


Pak Max lalu pamit pergi dari hadapan Sean dan Ares. Sean tak lupa mengucapkan terima kasih sekali lagi kepada pak Max.


Waktu berlalu dengan cepat dan tak terasa 2 minggu sudah berlalu. Tepat hari ini adalah hari pernikahan Mira dan Albert, sedari pagi Chloe sudah bersiap-siap bersama sang suami dan anaknya.


Saat ini Chloe sangat senang karena akhirnya sahabatnya bisa menikah dengan pujaan hatinya. Tamu hadirin memberi selamat kepada kedua mempelai.


Tepat pukul 18:00 pesta pernikahan keduanya di adakan dengan mewah di ballroom hotel hilton. Semua tamu undangan Albert kebanyakan dari rekan kerja Xavier karena mereka sangat tahu siapa sebenarnya Albert.


"Selamat untuk kalian berdua semoga cepat punya momongan ya" ucap Chloe.


"Terima kasih Chloe" ucap Mira.


"Terima kasih nyonya" ucap Albert.


"Cintailah istrimu sampai akhir hayatmu Albert dan ingat semua peringatanku" ucap Xavier dengan suara tegas.


"Baik bos"


Malam ini semuanya sangat senang dan menikmati pesta pernikahan Mira dan Albert. Valeria yang diundang juga memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai dengan Thomas yang selalu mendampinginya.


"Ndok ingat semua nasihat dan pesan dari ayah dan ibu ya" ucap ibu Asmi sambil menangis.


"Iya bu" ucap Mira ikut menangis.


"Nak patuh dan turuti semua perkataan suamimu ya nak sekarang kamu sudah menjadi istrinya" ucap ayah Rangga sambil menangis.


"Iya ayah" ucap Mira.


Ketiganya saling memeluk dan menangis karena saat ini Mira bukan lagi tanggung jawab mereka. Albert juga ikut menyelami mertuanya dan berjanji akan membahagiakan Mira sampai akhir hayatnya.


...❄❄❄❄❄...


To be continue...........


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀