
π»Kamu adalah alasan kenapa aku bisa menjadi kuat tapi tetap kamu juga adalah kelemahankuπ»
.
.
.
.
Chloe yang masih bermain di dunia maya melihat penjualan saham dan investasi lainnya dikagetkan dengan bunyi bel apartemennya. Chloe melirik jam dinding yang menunjukan pukul 23:20 malam.
"Siapa yang datang malam-malam ya" ucap Chloe dengan bingung.
Karena penasaran Chloe pun bangun menuju pintu yang terus berbunyi. Sampai di depan pintu Chloe melihat penampilannya sebelum membuka pintu. Saat pintu dibuka ternyata Albert berdiri di depannya dengan menunduk.
"Albert ada apa dimana Xavier?" tanya Chloe sambil mencari keberadaan Xavier.
"Maaf sudah menganggu waktu nona malam-malam"
"It's okay memangnya ada apa"
"Nona apa bisa ikut dengan saya soalnya sekarang bos seperti monster yang sedang mengamuk" ucap Albert dengan raut wajah khawatir.
"Apa yang terjadi sama Xavier?" tanya Chloe dengan raut khawatir.
"Nona silahkan lihat sendiri saja" ucap Albert dengan suara dingin.
"Tunggu sebentar saya ambil handphone dulu"
Chloe berlari masuk ke dalam mengambil handphonenya di atas meja dan segera berlari keluar. Dirinya tidak mematikan laptop dan lampu apartemen karena panik dengan keadaan Xavier.
Sepanjang jalan Chloe terus bertanya kepada Albert mengenai Xavier tapi Albert tetap bungkam dan diam.
~ Blue Ocean Apartment ~
20 menit kemudian mereka sudah sampai apartemen blue ocean.
Chloe berlari keluar dahulu sebelum Albert membuka pintu untuknya. Pikiran Chloe sekarang hanya penuh dengan Xavier apa yang sebenarnya terjadi.
Lift berhenti di lantai penthouse milik Xavier, Chloe lalu berlari keluar tidak perduli dengan sapaan para pengawal yang berjaga di lantai tersebut. Chloe masuk dan membuka pintu seketika dirinya kaget.
Semua benda hancur berantakan di lantai dan seperti kapal pecah, Chloe berjalan masuk mengedarkan pandangan ke seluruh penthouse mencari keberadaan Xavier.
Ia dibuat kaget melihat darah yang mengalir dari tangan kanan Xavier. Xavier sendiri tidak mengetahui kedatangan Chloe dan dirinya yang sedang emosi ingin memukul guci di depannya.
Chloe seketika berlari memeluk Xavier dari belakang dan menangis kencang. Tubuh Xavier menegang merasakan pelukan hangat dari belakang.
"Jangan sakiti diri kamu sayang.......hiks hiks" ucap Chloe sambil menangis.
Xavier berbalik dan langsung memeluk erat tubuh sang kekasih, perlahan-lahan emosinya mereda karena dekapan hangat sang kekasih seperti menyiram air dalam hatinya yang panas.
"Baby" ucap Xavier dengan suara lembut.
"Kenapa kamu melukai dirimu sendiri apa yang sebenarnya terjadi"
"Tidak ada apa-apa sayang" ucap Xavier.
"Jangan bohong kamu Xavier tidak ada apa-apa kenapa kamu jadi seperti ini" ucap Chloe dengan tatapan tajam.
Xavier menarik nalasnya dalam dan membawa Chloe ke sofa. Ia mendudukkan Chloe di atas pangkuannya dan memeluk Chloe dengan erat.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Katakan apa yang terjadi sayang" ucap Chloe mengelus kepala Xavier di perutnya.
"Aku hanya emosi saja sayang"
"Karena apa sayang"
"Apa kamu tidak akan marah jika aku menceritakannya"
"Aku akan marah jika kamu tidak jujur baby" ucap Chloe menatap mata biru tajam milik Xavier.
"Aku emosi karena Mr. Salim menelponku memberitahu mantan pacarmu yang masih mencari keberadaan kamu" ucap Xavier dengan nada geram menahan emosi.
Chloe kaget mendengar perkataan Xavier barusan. Dirinya bingung untuk apa mereka masih mencari keberadaannya apa tidak puas mereka sudah menyakitinya.
"Lalu apa kamu memberitahu keberadaanku?" tanya Chloe dengan suara dingin.
"Off course not baby aku seperti ingin menghancurkan mereka saat ini juga" ucap Xavier dengan tatapan membunuh.
"Sayang jangan mengotori tangan kamu dengan orang seperti mereka, aku sebenarnya bingung kenapa mereka masih mencari ku untuk apa? Apa mereka tidak puas sudah menyakitiku?" tanya Chloe dengan tatapan dingin.
"Aku tidak tahu dan aku benci ada yang mencari milikku" ucap Xavier dengan emosi.
"Kamu tahu sayang kamu adalah alasan kenapa aku kuat hingga sekarang karena hanya kamu satu-satunya orang yang aku cintai sekaligus cinta pertama aku" ucap Chloe dengan senyum manis.
Mendengar perkataan Chloe barusan hati Xavier menjadi berbunga-bunga dan wajahnya sangat senang. Xavier kemudian memeluk Chloe dengan erat dan mencium sang kekasih dengan lembut.
"Thank you karena sudah menerima diriku yang egois ini baby" ucap Xavier dengan lembut.
"Dan arogan plus kejam" ucap Chloe sambil cekikan.
Xavier tertawa mendengar perkataan sang kekasih dan memang itulah dirinya yang sangat arogan. Tiba-tiba kemesraan mereka dihentikan oleh suara handphone Xavier yang berbunyi.
Xavier mendengus kesal dan mengangkat hpnya di dalam saku celananya.
^^^"Jika tidak penting maka kamu tahu akibatnya" ucap Xavier dengan suara dingin.^^^
Chloe yang mendengar perkataan Xavier bergidik ngeri. Ia ingin turun dari pangkuan Xavier tapi tatapan tajam Xavier seakan berbicara jangan.
"Maaf bos aku hanya ingin memberitahu tentang nyonya besar bos" ucap Albert dengan gugup.
^^^"Apa lagi mau nenek tua itu" dengus Xavier dengan kasar.^^^
"Uhm! Itu mengenai dengan wanita pilihannya bos"
^^^"Cih! Masuk ke ruang kerja ku sekarang"^^^
"Baik bos"
Chloe pun turun dari pangkuan Xavier karena Albert akan segera datang kesini. Xavier mengelus kepala Chloe dengan lembut dan sesekali mencium bibirnya.
"Aku ke ruang kerja dulu sayang tunggu aku disini jangan kemana-mana" ucap Xavier dengan lembut saat melihat Albert sudah berdiri di depan mereka.
Xavier kemudian bangun dan berjalan menuju ruang kerjanya diikuti Albert. Chloe yang bingung mau melakukan apa memilih berdiri di depan jendela melihat pemandangan malam California dari atas.
Di dalam ruang kerja Xavier dirinya semakin menjadi emosi mendengar perkataan Albert barusan.
"Apa nenek tua itu ingin masuk ke dunia pribadiku?" tanya Xavier dengan jengkel.
"Benar tuan nyonya besar mengirim informasi kepada saya untuk memberitahu bos agar hadir lusa di mansion bos"
"Cih! Apa uang dari aku selama ini kurang makanya dia berani ikut campur urusan pribadi aku"
"Aku tidak tahu bos"
"Kita buat saja pertunjukan bagus untuknya lusa" ucap Xavier sambil tersenyum iblis.
Albert sudah yakin jika lusa akan ada pertengkaran hebat di mansion tua. Dirinya tahu kalau sang bos tidak pernah cocok dengan neneknya dan saudara tirinya.
"Besok carikan gaun paling mahal dan paling bagus untuk Chloe" ucap Xavier yang sudah merencanakan sesuatu.
"Baik bos"
"Aku akan kirimkan ukurannya"
"Baik bos"
"Pulanglah dan istirahat malam ini jangan ganggu aku" ucap Xavier berlalu keluar dari ruang kerjanya.
Albert hanya mengangguk kepala dan meninggalkan Xavier disana. Tapi ia memberitahu pengawal untuk memanggil pelayan membersihkan kekacauan di dalam penthouse.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Xavier keluar mencari Chloe tapi seketika ia kaget mendengar dentingan piano dari lantai dua. Xavier segera berlalu menuju bunyi piano sampai disana dirinya mematung mendengar permainan sang kekasih.
Chloe yang tengah bermain piano lagu all of me dari John Legend membawakannya dengan penuh penghayatan. Hati Xavier menjadi tenang mendengar permainan jari lentik sang kekasih.
Selesai bermain piano Xavier langsung menuju Chloe dan memeluknya dari belakang dengan penuh cinta. Xavier meraup tubuh Chloe dan langsung mencium bi**r Chloe dengan penuh perasaan cinta.
Chloe membalas ciuman Xavier dengan lembut. Melihat sang kekasih yang kehabisan napas Xavier segera melepaskan ciumannya.
"I love you baby" bisik Xavier dengan suara lembut.
"I love you too baby" balas Chloe sambil memeluk erat tubuh Xavier.
Xavier kemudian membawa Chloe ke kamarnya karena besok sang kekasih harus ke kampus tapi sebelum itu Chloe memperban luka di lengan Xavier. Di atas kasur Chloe yang penasaran apa yang dibicarakan Xavier dengan Albert langsung bertanya.
"Sayang apa yang kamu bicarakan dengan Albert tadi?" tanya Chloe.
"Lusa temani aku bertemu dengan nenek tua itu" ucap Xavier dengan mendesah.
"Sayang apa aku bisa mendengar cerita tentang keluarga kamu" ucap Chloe dengan tatapan lembut.
Xavier pun mengangguk kepala tanda iya, dirinya berpikir sudah saatnya Chloe tahu tentang dirinya sekarang.
"Aku anak tunggal di keluarga Wesly dan hanya aku satu-satunya pewaris sah dan berdarah Wesly di keluarga besar aku" ucap Xavier.
"Maksudnya sayang?" tanya Chloe dengan bingung.
"Kakek aku anak tunggal dan orang tuanya juga, dari dulu kakek aku dan istrinya hidup bahagia sampai mendapat daddy aku. Tapi siapa sangka saat daddy berumur 7 tahun ternyata nenek aku selingkuh dan mempunyai anak dari selingkuhannya, awalnya kakek marah dan ingin menceraikan nenek tapi nenek memohon dan meminta maaf agar tidak diceraikan mengingat daddy yang masih membutuhkan kasih sayang kedua orang tua yang lengkap"
Xavier menghentikan ceritanya dan menarik napas dalam mengingat cerita masa lalu keluarganya.
"Kakek akhirnya menyerah dan memberikan kesempatan kepada nenek dan bersedia menerima dan membiayai anak dari selingkuhan nenek tapi dengan syarat tidak ada nama Wesly di nama anak tersebut. Nenek pun menyetujuinya dan lahirlah anak laki-laki itu menjadi saudara tiri daddy, tapi siapa sangka nenek tidak berubah dan kembali menjalin hubungan dengan selingkuhannya sampai melahirkan anak keduanya perempuan. Kakek akhirnya mengetahui hal itu dan ingin menceraikan nenek tapi naas kakek kecelakaan sehingga meninggal. Waktu itu daddy berumur 16 tahun saat kakek meninggal dan dirinya sangat terpukul kemudian diumur yang begitu muda daddy harus sudah mempelajari tentang perusahaan dan memimpin perusahaan, daddy mengetahui semua perbuatan nenek dan sangat marah tapi nenek tidak memperdulikan semua perkataan daddy bahkan mengancam akan membunuh daddy. Disitulah daddy tumbuh menjadi kejam dan menikah dengan perempuan yang tidak dicintainya karena di jebak oleh nenek dan perempuan itu"
Chloe mendengar cerita Xavier dengan setia sesekali ia bisa merasakan apa yang dirasakan oleh sang pacar saat ini.
"Kamu tahu baby waktu aku lahir aku selalu dicintai oleh kedua orang tuaku meski mereka tidak saling mencintai. Mommy akhirnya mengakui semua perbuatannya dan meminta maaf kepada daddy dan waktu itu aku berumur 4 tahun, daddy memaafkan semua perbuatan mommy karena selama ini mommy selalu setia melaksanakan perannya tapi nenek merasa kesal karena sang pionnya sudah berbelok dan tidak mengikuti perintahnya. Nenek dan saudara tiri daddy merencanakan untuk mengambil kekuasaan daddy tapi tidak bisa karena selalu gagal akhirnya mereka membunuh mommy dengan menculik dan menyuruh orang membunuh mommy di hutan, daddy saat itu sangat frustasi tapi karena ada aku daddy bangkit dan menjadi kejam serta mendidik aku menjadi orang paling kejam. Sebelum daddy kecelakaan daddy menceritakan semuanya tentang kakek dan mommy saat aku berumur 12 tahun dan pada tahun itu juga aku kehilangan daddy yang sangat aku cintai" ucap Xavier dengan air mata mengalir dan tubuh yang lemah.
Chloe memeluk Xavier dan menangis dalam pelukan Xavier tidak menyangka jika pribadi Xavier yang keras dan arogan ternyata menyimpan banyak luka di dalamnya.
"Kamu tahu sayang aku berubah menjadi kejam dan arogan saat kematian daddy, dan di umur yang ke 13 aku sudah memimpin perusahaan daddy. Waktu aku bertemu dengan kamu di Singapura itu adalah jebakan yang dibuat nenek untuk membunuhku karena ingin menguasai perusahaan Wesly"
"Sayang aku tidak tahu ternyata kamu sudah melalui banyak penderitaan.......hiks hiks" ucap Chloe yang masih menangis.
"Aku bahagia bisa bertemu dengan kamu sayang seperti yang kamu bilang tadi kamu itu adalah kekuatan sekaligus kelemahan untuk aku sayang"
Chloe menangis terisak dalam pelukan Xavier, Xavier yang tadinya sempat menangis mendadak lucu karena dirinya yang harus bersedih tapi ini malah kebalikan.
Terima kasih sayang sudah hadir dalam hidupku dan maaf aku belum menceritakan semuanya tentang siapa aku sebenarnya aku tidak mau kamu pergi meninggalkan aku sayang saat tahu jati diri aku, batin Xavier.
"Aku akan ada buat kamu sampai selamanya sayang" ucap Chloe.
"I know baby"
Setelah itu Xavier menenangkan Chloe agar tidak lagi menangis. Chloe sangat senang karena Xavier sudah menceritakan masa lalu dirinya dan ia yakin tidak ada orang diluar sana yang mengetahui cerita dibalik wajah datar ini.
"Sayang memangnya lusa ada acara apa?" tanya Chloe setelah mengingat dirinya akan menemani Xavier lusa.
"Mengunjungi nenek tua itu dan mengenal wanita mana yang akan ia jodohkan padaku" ucap Xavier dengan santai.
"Apa" ucap Chloe dengan kaget.
"Kenapa baby"
"Kamu terima perjodohan itu?" tanya Chloe dengan perasaan gugup.
"Jika aku terima buat apa aku membawa kamu sayang" ucap Xavier dengan kesal.
"Ah! Sayang" ucap Chloe yang kembali ceria dan memeluk Xavier dengan erat.
"Aku akan memilih wanita untuk pendamping aku sendiri seperti perkataan daddy untuk mencari istri harus yang kamu cintai sepenuh hati" ucap Xavier sambil mengelus pipi Chloe.
Wajah Chloe seketika bersemu merah karena malu, Xavier tersenyum melihat rona merah di kedua pipi Chloe. Xavier kemudian mencium kedua pipi Chloe dan kening lalu berakhir di bi**r Chloe.
Malam itu Xavier mencium Chloe berbeda dengan biasanya, ia seakan mencurahkan semua isi hatinya lewat ciuman mereka berdua. Chloe pun sangat senang karena dicintai oleh orang yang tepat kali ini.
Aku akan melewati semua rintangan itu hanya untuk terus bersama denganmu sayang, batin Chloe sambil tersenyum dalam dekapan hangat Xavier.
...βββββ...
To be continue.................
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€