Heartless

Heartless
Episode 143



🌻Selalu ada harapan untuk mereka yang selalu berdoa dan selalu ada jalan bagi mereka yang mau berusaha🌻


.


.


.


.


Sesuai prediksi Chloe tak lama kakek Irwan masuk diantar oleh seorang pelayan dengan wajah kusut dan terlihat guratan halus di keningnya. Chloe tahu pasti kakek Irwan sangat kepikiran dengan masalah anaknya.


"Halo kek" ucap Chloe sopan.


"Halo nak maaf sudah bertamu kesini tanpa memberi kabar terlebih dulu" ucap kakek Irwan dengan memaksa senyum.


"Hehehehe! Ngak apa-apa kok kek" ucap Chloe sambil terkekeh.


"Sepertinya nak Chloe ada tamu" ucap kakek Irwan sambil melihat ke arah Kevin.


"Oh dia ini dokter pribadi Xavier kek tadi nitip bawa mangga jadi dia ngantar kesini kek" ucap Chloe.


Kevin yang mendengar pembicaraan mereka hanya diam saja pasalnya ia tak mengerti apa yang mereka bicarakan saat ini. Kakek Irwan yang melihat Chloe memakan mangga muda dengan lahap seketika tersenyum.


"Apa nak Chloe sudah ada isi?" tanya kakek Irwan dengan senang.


"Iya kek udah 3 minggu" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Wah selamat ya nak Chloe"


"Iya sama-sama kek"


Kakek Irwan lalu duduk di samping Kevin sambil mengobrol bersama keduanya. Tak lama Kevin pun pamit karena ada jadwal operasi sejam lagi, Chloe yang tahu maksud kakek Irwan mengajak kakek Irwan untuk ke ruang keluarga saja.


"Apa kakek sudah baca email yang aku kirim kek?" tanya Chloe.


"Sudah nak" ucap kakek Irwan sambil membuang napasnya dengan kasar.


"Itu semua hasil penyelidikan anak buah Xavier kek"


"Kakek sangat berterima kasih karena kalian sudah membantu kakek mencari keberadaan anak kakek dan kakek juga ngak nyangka Ismail bisa berubah seperti itu selama ini" ucap kakek Irwan dengan sedih.


"Kakek yang sabar ya kek" ucap Chloe.


"Iya nak"


Kakek Irwan tidak menyangka jika anak bungsunya yang dulu adalah anak yang sopan, rajin, pintar, dan taat beragama sekarang sudah berubah menjadi seorang mucikari dan kepala sindikat perdagangan manusia.


Bahkan Ismail sendiri adalah seorang pria kejam yang tega mencabuli anak dibawah umur karena mengalami kelainan seksual sejak SMA. Info ini kakek Irwan dapatkan dari hasil penyelidikan anak buah Xavier.


Ismail pertama kali mengalami kelainan seksual saat memperkosa adik kelasnya yang berumur 16 tahun. Mulai saat itu dirinya sudah sangat terobsesi untuk menikmati tubuh gadis yang dibawah 17 tahun.


"Menurut nak Chloe apa kakek harus menjenguknya" ucap kakek Irwan.


"Menurut Chloe iya kek. Karena selamanya seorang anak butuh dukungan dari orang tuanya untuk keluar dari dunia kelamnya. Awalnya pasti kakek kecewa dan marah tapi biar bagaimana pun dia tetap anak kakek dan darah daging kakek"


"Heemmm! Baiklah kakek akan segera berangkat ke New York untuk bertemu dengannya di penjara Rikers Island"


"Iya kek"


Kakek Irwan lalu pamit pulang setelah selesai berbincang dengan Chloe. Chloe lalu menyuruh pak Max untuk membuatkannya pasta karena dirinya sedang ingin pasta.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Shine Company ~


Sehabis meeting Thomas yang diberitahu oleh Albert mengenai kejadian tadi seketika tertawa kencang. Thomas sudah membayangkan bagaimana muka kesal Kevin saat di suruh panjat pohon mangga.


"Apa ada pengawal yang merekam aksinya" ucap Thomas sambil tertawa.


"Tanyakan saja pada para pengawal" ucap Albert dengan suara dingin.


Thomas lalu menelpon para pengawal Kevin untuk menanyakan perihal tersebut, beruntung tidak ada satu pun yang memvideokan aksi dari Kevin.


"Albert ternyata bocah itu digigit semut" ucap Thomas sambil tertawa.


Albert yang mendengar hal tersebut seketika ikut tertawa. Xavier yang melihat kedua orang kepercayaannya mengangkat alisnya sebelah karena bingung.


"Apa yang kalian tertawakan" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Bos harus lihat wajah kesal Kevin saat menerima perintah tadi" ucap Thomas sambil cekikan.


"Menurutku kalian harus lihat mukanya di mansion tadi" ucap Xavier sambil tersenyum sinis.


Thomas yang penasaran langsung berkutat dengan laptopnya untuk membajak rekaman cctv mansion. Keduanya melihat video Kevin dari awal datang sampai dirinya ditawari mangga muda oleh Chloe.


Hahahaha..........


Tawa keduanya seketika pecah serentak melihat wajah kecut Kevin saat memakan mangga muda.


"Sumpah itu muka kusut kayak belum disetrika" ucap Thomas sambil tertawa.


"Benar rasain tuh Kevin" ucap Albert ikut menimpali.


Keduanya tertawa kencang tidak memperdulikan Xavier yang menatap tajam keduanya. Seketika Xavier langsung mendapat ide.


"Siapkan diri kalian karena pasti kalian akan mengalami seperti yang Kevin alami saat ini" ucap Xavier dengan senyum penuh arti.


"Maksud bos" ucap Albert.


"Berdoalah agar istriku tidak ngidam yang aneh-aneh" ucap Xavier dengan wajah datar.


Albert dan Thomas seketika diam memikirkan perkataan Xavier. Keduanya saling melirik dan berbicara lewat tatapan matanya jika itu tidak mungkin terjadikan.


Albert lalu mengingat saat Xavier menyuruhnya mencari artikel tentang kehamilan dan sifat bawaan bayi saat masih dalam kandungan.


Nyonya akhir-akhir ini sifatnya seperti bos apa anak bos yang pertama sifatnya akan seperti bos, batin Albert.


"Semoga nyonya ngidam kali ini jangan yang aneh-aneh" gumam Thomas dengan pelan.


Keduanya seketika mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing tapi masih memikirkan perkataan Xavier tadi. Xavier sendiri tersenyum puas melihat kedua orang kepercayaannya yang kepikiran dengan ucapannya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Xavier lalu melanjutkan pekerjaannya memeriksa email yang dikirimkan oleh Albert dari kantor pusat. Xavier juga memeriksa email berisi laporan dari markasnya.


"Albert apa pesanan senjata pemerintah Italia sudah dikirimkan" ucap Xavier dengan dingin.


"Sudah bos dan pemerintah Italia sudah mengambil pesanan mereka"


"Pembayarannya"


"Sesuai kesepakatan bos, pemerintah Italia sudah membayar lewat bank Swis bos" ucap Albert sambil mengirimkan bukti transfer ke email Xavier.


"Heemmmm"


"Bos tadi Kevin ada mengabari jika wanita ular itu ada menghubungi nyonya" ucap Thomas yang ingat pesan masuk di hpnya.


"Heeemmmm"


Xavier lalu mendengarkan percakapan istrinya dan wanita ular itu, awalnya ia bingung dengan maksud sang istri tapi seketika ia tersenyum sinis mengetahui maksud Chloe.


"Ini baru wanitaku" gumam Xavier sambil tersenyum puas.


"Albert atur jadwalku untuk lusa karena wanita ular itu akan datang" ucap Xavier dengan datar.


"Baik bos"


"Thomas bagaimana persiapan peresmian resort"


"Sudah beres bos dan semua undangan sudah dikirimkan ke semua kolega kita dan pemerintah setempat bos" ucap Thomas.


"Usahakan jangan sampai ada kesalahan" ucap Xavier dengan tegas.


"Siap bos"


"Thomas besok kamu retas cctv RM Group karena istriku akan menghadiri rapat tersebut"


"Apa aku perlu ikut mengawal nyonya bos" ucap Thomas.


"Biar Mike dan anak buahnya saja"


"Baik bos" ucap Thomas.


"Albert siapkan semua bukti wanita ular itu karena setelah lusa aku akan segera menghancurkannya" ucap Xavier dengan tatapan tajam.


"Baik bos" ucap Albert.


Xavier tersenyum sinis memikirkan usaha nenek tua itu dan wanita ular itu yang ingin menghancurkan rumah tangganya.


Jangan pernah mengusik singa yang sedang tidur jika tidak ingin diterkam, batin Xavier.


Hari pun berlalu dengan cepat tanpa terasa sudah waktunya untuk rapat pemegang saham di RM Group. Para wartawan yang haus akan berita masih berkerumun di depan halaman RM Group.


Berhubung rapatnya jam 09:00 pagi Chloe sedari subuh sudah bangun untuk mempersiapkan semua keperluan sang suami. Setelah minum susu ibu hamil dan memasak sarapan buat suaminya dan dirinya Chloe segera beranjak menuju kamar mereka.


Chloe masuk kedalam kamar dan tersenyum melihat Xavier yang masih bergelut di bawah selimut. Chloe duduk di samping ranjang dan mengelus kepala Xavier dengan lembut.


Xavier yang sangat peka akan sentuhan membuka matanya dan tersenyum bahagia melihat mata hazel teduh dan penuh cinta itu tersenyum manis di depannya.


"Morning too baby" balas Xavier dengan suara serak khasnya.


Xavier menarik tengkuk sang istri dan menciumnya dengan mesra. Setelah puas mencium bibir Chloe, Xavier lalu melepaskannya dan mengusap lembut bibir sang istri.


"Morning kiss baby" ucap Xavier dengan terkekeh.


"Ayo bangun sayang dan mandi sudah waktunya kerja"


"Heemmm! Mandi bersama sayang"


"Jangan cari alasan sayang aku tahu maksud kamu" ucap Chloe dengan tatapan kesal.


"Nolak suami itu dosa loh sayang" ucap Xavier dengan nada tegas.


Tak mau berdebat dengan suaminya akhirnya Chloe mengiyakan ajakan Xavier. Xavier lalu bangun dan mengendong Chloe menuju kamar mandi hanya menggunakan boxer.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Akhirnya sesuai keinginan Xavier pagi itu keduanya melakukan ritual panas di dalam kamar mandi selama 1,5 jam. Chloe keluar dengan bibir pucat karena terlalu lama berendam dalam bathup.


"Apa ada yang sakit baby" ucap Xavier khawatir.


"Aku hanya lelah saja baby" ucap Chloe dengan senyum manis.


Xavier lalu membantu Chloe mengeringkan rambut dan memakai pakaiannya. Setelah itu Chloe mulai merias wajahnya dengan make up tipis biar lebih fresh, Chloe lalu membantu Xavier untuk bersiap dan mengambil semua kebutuhan suaminya.


"Makasih sayang" ucap Xavier sambil mencium pipi Chloe.


"Sama-sama hubby ingat jangan pakai parfum"


"Heemmmm"


Selesai siap keduanya langsung menuju ke bawah untuk sarapan, Chloe yang pagi ini ingin makan sandwich segera melahap 2 buah sandwich dengan lahap tak lupa segelas jeruk sebagai pelengkap.


"Minum vitaminnya sayang dan obat penguat kandungan kamu" ucap Xavier dengan lembut.


"Iya sayang"


~ Puri Orchid Apartment ~


Di lantai 8 tepatnya di apartemen Calista sedari kemarin ia sangat senang karena besok akan bertemu dengan Xavier. Bukan hanya itu saja ia juga sangat bahagia karena menurutnya Chloe sudah memutuskan pergi dari kehidupan Xavier.


"Besok kita akan bertemu sayang aku sudah sangat menantinya selama ini" ucap Calista dengan bahagia.


"Apa ada sesuatu yang terjadi Calista?" tanya manajernya.


"Yups"


Setelah itu Calista segera mengambil hpnya untuk memberi kabar kepada nenek Esma. Tak lama panggilannya dijawab.


"Halo"


^^^"Halo nyonya Wesly apa saya menganggu" ucap Calista dengan sopan.^^^


"Ya dan aku harap informasi kamu tidak mengecewakan" ucap nenek Esma dengan ketus.


^^^"Maafkan saya nyonya tapi saya membawa informasi yang akan membuat anda sangat senang"^^^


"Apa itu"


^^^"Wanita j****g itu sudah memutuskan hubungannya dengan Xavier karena merasa dibohongi nyonya" ucap Calista dengan senang.^^^


"Hahahahaha! Pasti saat ini dia sangat hancur" tawa puas nenek Esma dari seberang.


^^^"Betul nyonya dan besok saya akan segera menemui Xavier untuk mengambil hatinya dan sedikit memanasinya nyonya"^^^


"Bagus nona Calista saya suka dengan cara kerja kamu"


^^^"Terima kaaih nyonya"^^^


"Ingat jangan sampai kamu dicurigai oleh Xavier"


^^^"Tenang saja nyonya saya akan berhati-hati"^^^


"Heemmmm! Saya tunggu informasi kamu selanjutnya nona Calista"


^^^"Iya nyonya"^^^


Panggilan langsung dimatikan sepihak olek nenek Esma. Calista dan nenek Esma tidak mengetahui jika rencana mereka sedari awal sudah diketahui oleh Xavier dan Chloe.


Bahkan sekarang merekalah yang saat ini ada dalam permainan Xavier. Calista lalu menyuruh manajernya mengosongkan jadwalnya besok, meski awalnya sang manajer menolak tapi Calista tetap keras kepala.


Setelah selesai sarapan Xavier lalu berjalan bersama dengan Chloe menuju mobil yang sudah di parkir di depan mansion. Chloe lalu mencium pipi sang suami sebelum naik ke atas mobil.


Xavier sudah menyuruh Chloe memakai earpiece yang sama dengannya untuk mendengar semua perkataan suaminya. Di dalam mobil Xavier menyuruh Albert untuk menaruh pengawal mereka tidak jauh dari perusahaan Rosemary.


^^^"Sayang aku akan mengawasi kamu terus" ucap Xavier lewat earpiece.^^^


"Iya sayang"


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Sean yang akan menghadiri rapat pemegang saham menggantikan sang papa disuruh Maya untuk berangkat bersama dengan Queen. Mau tak mau dia harus semobil dengan Queen.


~ RM Group ~


Sampai di area masuk RM Group Sean dan Queen langsung disambut oleh para wartawan yang entah kapan sudah berada di sana. Pengawalan ketat kepada Sean dan Queen langsung menyambut mereka saat masuk ke dalam.


Para wartawan berdesak bersama dengan para pengawal yang mengawasi setiap tamu penting yang datang. Sean berdecak tidak suka mendengar namanya yang disebut terus sedari tadi.


Queen sendiri hanya diam tidak ingin membuat Sean semakin marah dan membenci dirinya. Sampai di lobby mereka melihat sudah banyak para pemegang saham yang datang.


Tak lama suara riuh wartawan membuat semua mata di dalam lobby melihat ke arah pintu masuk. Ternyata pemilik perusahaan dan keluarga besarnya yang baru saja tiba.


"Mommy" ucap Queen berlalu menuju sang mommy.


"Sayang kamu sudah sampai" ucap Laura dengan lembut.


"Iya mom"


"Hay daddy, kakak, nenek, dan kakek" ucap Queen dengan senyum manis.


"Hay princess" ucap semuanya serentak.


"Ayo kita naik ke ruang meeting karena sebentar lagi meetingnya akan dimulai" ucap Adam dengan tegas.


Adam berjalan dengan angkuh diikuti oleh semua keluarganya, para pemegang saham yang melihat hal itu berdecak tidak suka dengan keluarga Rosemary. Bahkan Sean sendiri engan menyapa mertuanya dan kakek nenek Queen.


"Kenapa menantumu sangat sombong sekali Adam" ucap Alan dengan raut tidak suka.


"Biarkan saja daddy kita urus masalah perusahaan kita lebih dulu" ucap Adam dengan acuh.


"Heemmmm"


Queen yang mendengar perkataan kakeknya merasa sangat emosi karena Sean seakan tidak perduli dengan keluarganya. Sampai di ruang meeting semua pemegang saham segera mengambil posisi masing-masing.


Adam sendiri duduk di kursi utama sebagai direktur RM Group, matanya memindai semua para pemegang saham satu-persatu dan ia kaget melihat 1 kursi yang belum terisi.


Adam melirik ke Dion bertanya siapa yang belum datang dalam ruangan meeting ini. Dion yang tahu segera membisikan sesuatu ke telinga Adam.


"Yang belum datang adalah pemilik saham dengan inisial CW tuan yang waktu itu di wakili oleh direktur Rangga" bisik Dion.


"Apa" ucap Adam dengan pelan.


Adam lalu memikirkan tentang informasi yang diberikan oleh detektif suruhannya mengenai dalang di balik semua ini yang berinisial CW. Steven yang melihat daddynya seperti kaget merasa bingung.


"Apa semuanya sudah hadir" ucap Adam dengan suara tegas.


"Masih ada satu kursi yang kosong tuan Adam" ucap pemegang saham A.


"Lima menit lagi kita tunggu kehadirannya sebelum rapat dimulai" ucap Adam.


Semua pemegang saham hanya mengangguk kepala saja. Di depan perusahaan mobil mewah Chloe baru saja tiba, Mike lalu segera turun dan membuka pintu untuk Chloe.


Semua wartawan seketika diam karena tidak mengenali siapa gerangan orang yang baru saja tiba. Semua pengawal Chloe lalu mengambil bagian untuk mengawal jalan masuk nyonya mereka.


Chloe tersenyum dibalik masker hitam yang dipakainya, karena ia takut mencium bau yang menyengat sehingga membuat perutnya bergejolak.


Sampai di lobby Chloe berjalan dengan anggun dan diikuti oleh Mike dan para pengawal dari belakang. Tak lama Mike memerintah 2 orang anak buahnya berjalan di depan Chloe sesuai anjuran Albert barusan.


Xavier yang melihat rekaman sang istri saat tiba disana tersenyum dengan puas.


Sebentar lagi akan ada kegemparan dalam ruang meeting, batin Xavier tersenyum penuh arti.


Sampai di lantai ruang meeting para pengawal keluar dan langsung berdiri di sekitar area ruang meeting. Semua pengawal dari Adam yang berjaga disana hanya diam tidak berbuat apa-apa setelah melihat tampang dingin Mike.


Pintu ruang meeting seketika terbuka dan masuklah Chloe bersama dengan Mike ke dalam. Semua pemegang saham diam seketika melihat siapa gerangan yang baru saja masuk.


Sean, Queen, Steven, Laura, Dion, dan Adam yang sangat mengenali wajah Chloe meski turtutup masker sebagian seketika kaget saat itu juga. Mereka tak menyangka kalau inisial CW adalah Chloe dan orang dibalik semua masalah saat ini.


"Game is starting" gumam Chloe dengan senyum sinis di balik maskernya.


...❄❄❄❄❄...


To be continue..................


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀