
🌻Keadaanlah yang membuatku seperti ini entah itu baik atau tidak aku hanya menjalani sesuai alurnya🌻
.
.
.
.
Entah sudah berapa lama Chloe berjalan di tengah derasnya hujan malam ini. Dirinya tidak tahu harus berbuat apa dan kemana dia akan pergi, pikiran Chloe dipenuhi dengan kenangan hidupnya dari kecil sampai tadi.
Duar...........duar.........duar.........
Petir terus mengeluarkan cahaya kilatnya di langit, angin malam yang sangat dingin menusuk kulit Chloe hingga ke tulangnya. Tiba-tiba Chloe merasa pandangannya semakin kabur.
Brugh...........
Chloe jatuh pingsan di tengah jalan, dari arah belakang sebuah cahaya mobil berhenti tepat di belakangnya. Seorang pria paruh baya dan seorang gadis keluar dari mobil untuk melihat orang yang tertidur di tengah jalan.
Sampai di depan Chloe gadis itu kaget dan langsung memanggil namanya dengan kencang.
"Chloe"
"Kamu kenal sama gadis ini Sila"
Ya dia adalah Sila kakak kelas Chloe yang baru pulang bersama kakeknya dari rumah tantenya. Sila terlihat panik dan tidak menggubris pertanyaan kakeknya.
"Kek tolongin Chloe dia itu teman Sila kek.......hiks hiks" ucap Sila dengan air mata yang mengalir karena khawatir dengan kondisi Chloe.
Sang kakek langsung memapah Chloe dibantu Sila ke dalam mobil. Mereka memutuskan pergi ke rumah kakeknya karena hujan malam ini sangat lebat dan tidak bisa berkendara menuju rumah sakit.
"Sila kamu siapkan air hangat untuk mengompres tubuh teman kamu"
"Iya kek"
"Oh ya jangan lupa ganti pakaiannya dengan pakaian kering"
"Iya kek"
Sila melakukan apa yang disuruh kakeknya. Sedangkan kakeknya mengambil alat medisnya di ruang kerja, kakek Sila adalah seorang mantan dokter di rumah sakit ternama di Jakarta yang dikenal dokter Irwan Salim tapi saat ini beliau sudah pensiun dari pekerjaannya.
Kakek Irwan masuk ke dalam kamar yang ditempati Chloe dan langsung memeriksa tubuh Chloe. Kakek Irwan dan Sila kaget melihat banyak luka di tubuh Chloe terlebih bagian kepala Chloe yang bocor dan lukanya sangat lebar dan dalam.
"Apa yang terjadi sama teman kamu kenapa tubuhnya banyak luka seperti ini" ucap kakek Irwan setelah melihat luka di tubuh Chloe.
"Sila ngak tahu kek tapi setahu Sila Chloe adalah anak yang sangat baik hati kek"
"Lukanya seperti baru saja di dapat" ucap kakek Irwan.
Kakek Irwan lalu mengobati dan memperban semua luka di tubuh Chloe. Tidak lupa ia memasang infus agar memberikan cairan ke tubuh Chloe yang terlihat sangat lemas
~ Mansion Xavier ~
Xavier tiba di Indonesia tepat pukul 03:00 dini hari, dirinya sangat lelah tapi ia sangat penasaran dengan kondisi Chloe saat ini.
"Albert bawa laporan mengenai Chloe" ucap Xavier dengan datar.
Tak lama Albert masuk bersama 4 orang yang bertugas mengawasi Chloe selama ia pergi. Xavier mengangkat alisnya sebelah dengan bingung karena dirinya hanya meminta laporan bukan menyuruh membawa 4 anak buahnya.
"Maaf bos tapi ada hal yang penting yang mau mereka katakan" ucap Albert setelah sampai di depan Xavier.
Xavier memberi isyarat kepada mereka agar maju mendekat. 4 orang itu maju dengan perasaan takut sekaligus was-was karena mereka telah melakukan kesalahan.
"Katakan" ucap Xavier dengan tatapan dingin.
"It...u b...os" ucap salah satu dari mereka dengan gugup.
"Jangan membuang waktuku dengan percuma" ucap Xavier dengan tegas.
"Maafkan kami bos" ucap mereka semua serentak sambil membungkuk.
Xavier merasa jika mereka telah melakukan kesalahan. Karena hanya orang bersalah yang akan meminta maaf kepada orang lain.
"Maaf untuk apa?" tanya Xavier dengan bingung.
"Maaf bos kami kehilangan jejak nona Chloe"
Duar..........
Serasa disambar petir ketika mendengar perkataan anak buahnya. Xavier langsung menarik baju anak buahnya dan menatapnya dengan tatapan membunuh.
"Katakan apa yang terjadi berengsek" teriak Xavier dengan kencang.
"Maaf bos tadi kami mengelabui orang suruhan dari mantan nona Chloe sehingga tidak melihat kemana nona Chloe pergi bos"
"Memangnya apa yang terjadi" bentak Xavier.
"Nona Chloe diusir dari mansion saat acara kumpul keluarga dan dia diusir setelah mendapat pukulan dan tendangan dari semua keluarganya bos. Ternyata nona Chloe bukanlah anak kandung keluarga Rosemary bos, menurut salah satu pelayan disana katanya nona Chloe dituduh mendorong nona Queen dari atas tangga lantai dua sehingga masuk rumah sakit" ucap anak buah Xavier dengan panjang lebar.
"Apa" ucap Xavier dengan kaget.
Xavier melepaskan anak buahnya dengan kasar. Ia berjalan dengan lemah menuju sofa, dirinya sangat memikirkan bagaimana dengan keadaan Chloe saat ini apalagi pasti Chloe sangat terguncang dengan berita ini.
"Apa yang terjadi dengan Chloe"
"Nona Chloe di pukul oleh nyonya Laura dengan kursi makan sampai babak belur dan berdarah bos. Sedangkan tuan Adam menendang nona Chloe di perutnya. Bahkan kakaknya memukul kepala nona Chloe dengan guci bos"
"Lalu apakah keluarganya tidak ada yang menolong Chloe?" tanya Xavier dengan rahang mengeras.
"Tidak bos. Semuanya hanya diam dan menonton bahkan mereka semua juga ikut ambil bagian memukul nona Chloe bos. Nona Chloe diusir tepat pukul 19:00 malam bos dan saat itu hujan petir sangat lebat sehingga kami kehilangan jejak nona bos"
Xavier mendadak kaget akan semua penjelasan anak buahnya. Ia menatap anak buahnya yang kerja dengan tidak becus, Xavier bangun dan langsung memukul ke 4 anak buahnya itu dengan brutal.
Da**h segar bercecer kemana-mana tapi Xavier tidak memperdulikan semuanya itu dirinya tetap kembali memukul dengan emosi. Saat ini pikirannya dipenuhi dengan keberadaan Chloe dan bagaimana keadaannya saat ini.
"Albert perintahkan semuanya cari Chloe detik ini juga" teriak Xavier dengan kencang.
"Baik bos"
Albert kemudian menelpon semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Chloe. Xavier sangat emosi saat ini dan ia melampiaskannya kepada 4 anak buahnya dan semua barang di dalam mansion.
...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...
Chloe ingat kalau dirinya pingsan di tengah jalan dan siapa yang sudah menolong dirinya. Tak lama pintu dibuka dan masuklah seorang yang dikenali Chloe.
"Good morning Chloe" sapa Sila dengan senyum manis.
"Ka Sila" ucap Chloe dengan suara lemah.
"Syukurlah loe udah sadar. Gue khawatir banget waktu semalam gue sama kakek nemu loe tergeletak di tengah jalan apalagi saat itu hujan lebat banget" ucap Sila dengan nada khawatir.
"Makasih ka udah nolong gue"
"Iya sama-sama tapi sebelum itu loe minum dulu dan makan biar ada tenaga"
Chloe hanya mengangguk kepalanya karena memang dirinya sudah sangat lapar dari kemarin malam. Chloe bangun dan bersandar di atas kepala ranjang, Sila membantu Chloe untuk makan sampai selesai.
Tak lama pintu terbuka dan masuklah kakek Irwan tepat sesudah Chloe selesai makan.
"Selamat pagi nona Chloe" ucap kakek Irwan.
"Selamat pagi juga kek" balas Chloe dengan lemah.
"Kenalin kakek ini kakeknya Sila dan bagaimana keadaan nak Chloe apa ada yang sakit"
"Iya kek kepala Chloe sakit sekali dan terasa sedikit pusing"
"Iya itu karena kamu baru sadar makanya bisa merasakan reaksi obat di lukamu" ucap kakek Irwan.
"Terima kasih kek sudah menolong dan merawat luka saya" ucap Chloe dengan senyum bahagia.
"Iya sama-sama Chloe dan jangan terlalu formal sama kakek santai saja ya anggap kakek ini kakekmu" ucap kakek Irwan dengan senyum manis.
"Iya kek"
"Oh nama lengkap nak Chloe apa?" tanya kakek Irwan.
"Chloe Elisabeth Rosemary kek" ucap Sila dengan cepat.
Saat mengucapkan nama Rosemary raut muka Chloe berubah dengan cepat. Tatapan dingin dan marah terlihat jelas di wajahnya tapi tidak ada yang menyadari tatapan Chloe.
Chloe tertawa dalam hati mengingat semua perbuatan keluarga Rosemary semalam.
"Rosemary?" tanya kakek Irwan dengan nada terkejut.
"Iya kek dia itu anak pengusaha kaya Adam dan Laura Rosemary kek" jawab Sila.
Kakek Irwan terlihat kaget setelah mendengar ucapan cucunya tentang nama asli Chloe. Dirinya mengingat akan bayi yang pernah ia beri nama di rumah sakit.
"Apa Chloe adalah bayi itu" ucap kakek Irwan dengan suara pelan.
Sepertinya aku harus menceritakan semua kejadian waktu ia lahir. Apalagi setelah melihat keadaan dan tas besar milik Chloe, kakek Irwan seketika sudah tahu kalau pasti ada sesuatu yang terjadi dengan Chloe.
Apakah Chloe di usir setelah kepulangan anak kandung mereka dari Paris, batin kakek Irwan.
~ London, Britania Raya ~
Sean bangun dengan keadaan yang sangat kacau siang ini. Ia melihat keadaannya yang hanya menggunakan selimut dan pakaiannya berserakan dimana-mana serta beberapa bungkus ko***m yang berceceran dilantai setelah dipakai.
Setelah minum di club ia menyewa seorang perempuan ja***g untuk menghiburnya di hotel. Ia menghabiskan malam panasnya dengan ja***g sewaannya, Sean bangun dan langsung berjalan menuju kamar mandi dengan tubuh polos.
Ia membersihkan tubuhnya dan entah kenapa dirinya sangat membenci Chloe tapi masih sangat mencintai Chloe. Sean berteriak kesal karena pikirannya selalu dipenuhi oleh Chloe.
Setelah selesai mandi Sean keluar dengan bathrobe dan mencari hpnya. Ia menghidupkan hpnya dan terdapat 5 panggilan dari papa dan ibunya.
Sean kemudian menelpon papanya kembali. Pada dering ke empat barulah papanya menjawab panggilan Sean.
"Halo" ucap Riko dari seberang.
^^^"Halo pa apa tadi papa ada nelpon Sean"^^^
"Ya papa ada hal penting yang mau dibicarakan sama kamu" ucap Riko dengan serius.
^^^"Ada apa pa ngomong aja" ucap Sean.^^^
"Chloe diusir dari mansionnya"
Deg.........
Jantung Sean serasa mau copot mendengar perkataan papanya.
^^^"Kenapa sampai diusir pa" ucap Sean dengan suara getir.^^^
"Chloe mendorong Queen dari lantai dua dan sampai masuk rumah sakit. Ternyata Chloe itu bukan anak kandung Adam dan Laura melainkan Queen adalah anak kandung mereka"
^^^"Jadi bagaimana keadaan Chloe pa"^^^
"Papa tidak tahu karena kehilangan jejak Chloe kemarin malam"
^^^"Pa tolong bantu cariin Chloe ya pa" pinta Sean dengan suara memohon.^^^
"Ya papa sudah mengarahkan semua anak buah papa untuk mencari keberadaan Chloe"
^^^"Terima kasih pa"^^^
"Ya sama-sama son"
Sean langsung mematikan panggilannya sepihak. Dirinya terjatuh lemas di atas sofa memikirkan kemana Chloe dan tidak menyangka kalau Chloe bisa melakukan hal semacam itu.
"Gue tambah kecewa sama loe" ucap Sean dengan nada getir.
Di Indonesia Riko tersenyum karena baru kali ini anaknya berbicara dengan lembut dan mengucapkan terima kasih pada dirinya. Riko berpikir jika Chloelah yang bisa merubah sikap anaknya yang sombong dan angkuh.
Jangan lupa sikap cuek dan dingin terhadap lawan bicaranya. Riko menarik napas dalam karena memikirkan bagaimana Sean akan mencari cintanya.
"Jangan pernah nyakitin hati seorang gadis yang kamu cintai jika tidak ingin menyesal di kemudian hari" ucap Riko dengan pelan.
...❄❄❄❄❄...
To be continue....
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak sebanyak-banyaknya ya guys❤😘