
π»Hadiah terbesarku adalah memilikimu sampai maut memisahkan kitaπ»
.
.
.
.
Xavier yang sudah khawatir dengan kondisi Chloe terus memaki Kevin yang belum datang juga. Padahal baru 15 menit yang lalu ia menelpon Albert untuk menyuruh Kevin segera datang ke mansion.
"Say.." ucap Chloe terpotong saat pintu di ketuk dari luar.
Xavier segera berjalan ke arah pintu dan segera membukanya. Saat dibuka ternyata itu adalah Kevin dan seorang dokter perempuan bernama Ratna, Kevin tersenyum tanpa dosa berbeda dengan Xavier yang menatap tajam keduanya.
"Cepat periksa istriku!" bentak Xavier dengan suara tinggi.
Dokter Ratna segera menuju ke ranjang tidak mau mendapat bentakan dari atasannya. Ia sudah diberi tahu oleh Kevin tentang sifat Xavier yang arogan dan kejam.
Dokter Ratna lalu memeriksa keadaan Chloe dengan saksama. Tak lama senyum muncul dikedua bibirnya.
"Keadaan nyonya baik-baik saja tuan n..." ucap dokter Ratna yang langsung dipotong oleh Xavier.
"Apa baik-baik saja katamu apa kamu itu betul seorang dokter! Hah!" bentak Xavier dengan aura mengintimidasi.
Tubuh dokter Ratna seketika gemetar melihat tatapan tajam Xavier yang seakan ingin menikamnya sampai ke tulang belakang. Chloe yang melihat tubuh gemetar dokter Ratna hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan sang suami.
"Sayang biar dokter menyelesaikan ucapannya" ucap Chloe dengan lemah.
"Tapi sayang aku rasa dia itu dokter gadungan" ucap Xavier dengan nada arogan.
Mata dokter Ratna seketika ingin keluar dari tempatnya mendengar perkataan Xavier.
Apa! Dasar tuan arogan dan sombong seenaknya aja dia bilang aku dokter gadungan, batin dokter Ratna dengan kesal.
"Sayang cukup dengar dulu penjelasan dokter sampai selesai" ucap Chloe dengan tatapan tajam.
Seketika Xavier hanya diam dan mengikuti keinginan sang istri. Meski diam tapi ia sudah berpikir jika setelah ini ia akan memberi pelajaran kepada dua orang tersebut yang berprofesi sebagai dokter.
"Uhmm! Jadi begini tuan dan nyonya setelah saya mengecek kondisi nyonya keadaannya baik-baik saja dan saat ini nyonya sedang hamil muda"
"Apa" ucap Xavier dengan kaget.
Raut wajah tajamnya seketika terganti dengan raut wajah senang dan gembira. Xavier lalu berjalan ke arah Chloe dan memeluk istrinya dengan erat.
"Terima kasih sayang terima kasih sudah memberikan hadiah terindah untukku" ucap Xavier dengan bahagia.
"Sebaiknya tuan dan nyonya segera mengecek ke dokter kandungan untuk mengetahui lebih jelas tentang kehamilan nyonya dan nyonya juga harus makan teratur dan istirahat yang cukup karena kandungan nyonya masih sangat lemah"
"Baik dok terima kasih" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Sama-sama nyonya kalau begitu saya permisi dulu tuan dan nyonya"
"Iya dok"
Dokter Ratna segera keluar diantar oleh Kevin, Chloe tersenyum bahagia karena mengetahui di dalam perutnya ada buah hatinya dan Xavier. Air mata Chloe seketika jatuh karena terlalu bahagia.
"Sayang kenapa menangis apa ada yang sakit?" tanya Xavier dengan khawatir.
"Aku bahagia sayang" ucap Chloe sambil tersenyum bahagia.
"Terima kasih sayang ini adalah kado terindah untukku" ucap Xavier dengan senyum hangat.
"Iya sayang"
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Xavier memeluk Chloe dan menciumnya berulang kali menumpahkan semua kebahagiannya. Tak lama Xavier melepaskan pelukannya dan segera menelpon Albert.
"Halo bos"
^^^"Buat janji dengan dokter kandungan sejam lagi" ucap Xavier dengan tegas.^^^
"Hah! Buat apa bos?" tanya Albert dengan bingung.
^^^"Lakukan saja Albert jangan banyak tanya!" bentak Xavier.^^^
Albert yang mendapat bentakan dari sang bos segera menghubungi dokter kandungan di rumah sakit milik Xavier. Bukan tidak mau rumah sakit lain tapi ia yakin sang bos akan meminta yang aneh-aneh jika ia kurang puas.
Selesai membuat janji untuk sejam lagi Albert segera pergi ke mansion Xavier. Berbeda dengan Albert yang tetap tenang, di rumah sakit Wesly terjadi kegemparan karena akan ada kunjungan dari pemilik rumah sakit tersebut.
Tak biasanya Xavier yang akan datang langsung meskipun ada masalah atau hal penting lainnya pasti orang suruhannya yang akan datang. Direktur rumah sakit yang mendapat kabar dari salah satu dokter segera menuju ke rumah sakit dengan tergesa-gesa.
Di mansion Xavier, dirinya lalu membantu sang istri untuk membersihkan diri dan memakaikan pakaian untuk Chloe. Setelah itu ia menyuruh pak Max untuk membawakan sarapan ke dalam kamar.
Baru 2 sendok Chloe memakan sarapannya ia langsung berlari menuju ke kamar mandi memuntahkan semua makanan yang baru masuk ke mulutnya.
Xavier selalu ada untuk memijit tengkuk Chloe agar lebih enak dan membersihkan muntahan sang istri tanpa jijik.
"Sayang jauhkan makanan itu rasanya aku mau muntah saat mencium baunya" ucap Chloe dengan badan lemah.
"Bawa pergi semua makanan" ucap Xavier dengan suara tegas.
"Baik tuan" ucap pak Max.
Setelah agak mendingan Xavier lalu membawa Chloe menuju rumah sakit untuk diperiksa. Karena tubuhnya yang lemah Chloe hanya pasrah digendong oleh Xavier.
~ Rumah Sakit Kota ~
Queen yang sudah sadar hari ini sudah bisa melihat wajah anaknya. Meski masih di dalam inkubator tapi ia sangat senang karena anaknya bisa lahir dengan selamat.
"Selamat princess akhirnya kamu sudah menjadi seorang ibu" ucap Laura sambil memeluk Queen.
"Terima kasih mommy" ucap Queen.
"Princess selamat ya sudah memberikan kami cucu yang sangat tampan" ucap Adam dengan senyum tulus.
"Iya daddy"
Tak lama pintu kamar dibuka dan masuklah Sean bersama Dimas ke dalam ruang rawat Queen. Sean yang masih marah dengan Queen hanya menatap tajam dirinya tidak berkata apa-apa.
Laura dan Adam saling melirik bertanya lewat tatapan mata ada apa dengan rumah tangga sang anak. Sean sendiri tidak ambil pusing dengan kehadiran sang mertua menurutnya mereka pasti sama saja dengan sang anak.
"Anak papa" ucap Sean dengan senyum manis melihat sang anak yang sedang tertidur.
Queen tersenyum melihat Sean yang sangat mencintai anak mereka. Hari itu semua keluarga Rosemary dan keluarga Rahardian datang menjenguk cucu pertama dari kedua pihak keluarga besar itu.
"Cicitku sangat tampan" ucap Bima dengan sangat antusias.
"Yang pastinya juga cicitku" ucap Alan tak mau kalah.
Semua keluarga hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kedua orang tua itu. Saudara sepupu Sean semuanya sedari tadi berebut dengan sang kakek untuk melihat keponakan mereka.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Siapa nama cicitku Sean?" tanya Bima dengan tatapan lembut ke arah cicitnya.
"Ares Maladika Rahardian" ucap Sean dengan tegas.
Semua disana yang mendengar ucapan tegas dari Sean langsung tersenyum bahagia. Bima segera menyuruh asistennya untuk membuat artikel
mengenai kelahiran cucu pertama Rahardian.
Welcome to world baby Ares Maladika Rahardian.
Seketika dunia maya kaget dengan artikel mengenai cucu pertama dari 2 keluarga besar orang terkaya di Indonesia. Berbeda dengan suasana Queen dan Sean saat ini Chloe hanya bisa diam menutup mata mendengar semua protes dari sang suami saat tiba di rumah sakit.
Saat tiba di rumah sakit semua jajaran dokter dan direksi rumah sakit mendapat bentakan dari sang pemilik rumah sakit. Albert dan Thomas hanya diam mendengar semua umpatan dari sang bos.
"Sayang cukup itu hanya masalah sepele saja" ucap Chloe yang mulai kesal.
Bagaimana tidak kesal saat sampai di lobby rumah sakit Xavier sudah mengeluarkan suara bentakannya. Xavier sangat marah melihat para dokter yang datang ke rumah sakit menggunakan pakaian tidur dan tidak beretika.
"Gaji kalian potong 50% bulan ini dan setiap hari kalian harus gotong royong bersihkan rumah sakit ini" ucap Xavier dengan nada tegas.
"Baik tuan maafkan kami" ucap semua dokter dan jajaran direksi beserta para suster dengan serentak.
Xavier segera mengendong Chloe menuju ruangan dokter kandungan. Sampai disana ia kembali mengeluarkan kemarahannya, Albert yang berdiri di belakang sang bos seketika mendapat tendangan di perutnya.
"Sayang" ucap Chloe dengan suara tinggi.
"Sudah kubilang jangan pernah ada satu laki-laki yang menyentuh istriku!" bentak Xavier dengan emosi.
"Maafkan aku bos" ucap Albert sambil menahan rasa sakit diperutnya.
Tak lama Kevin masuk dengan seorang dokter kandungan perempuan. Dokter tersebut segera menyuruh Chloe dan Xavier untuk duduk di depan meja kerjanya.
"Selamat pagi tuan dan nyonya apa ada yang bisa saya bantu" ucap dokter tersebut yang bernama Susi.
"Iya dok saya ingin mengecek kandungan saya dok tadi pagi saya sudah di periksa oleh dokter Ratna jadi ingin memeriksanya lebih lanjut" ucap Chloe dengan sopan.
"Kalau begitu mari nyonya ikut saya naik ke brankar"
Chloe segera berbaring diatas brankar dibantu suster yang disana. Xavier sendiri tetap berdiri disamping istrinya melihat semua yang dilakukan oleh dokter dan suster disana.
Dokter Susi segera mengoleskan jel pada perut Chloe dan mulai memeriksa kandungannya lewat alat yang ada. Selang 5 menit dokter Susi tersenyum melihat titik kecil di perut Chloe.
"Tuan dan nyonya ini adalah bayi anda yang baru berumur 3 minggu" ucap dokter Susi.
"Dimana dokter tidak ada apa-apa" ucap Xavier dengan kesal.
"Janin nyonya masih terlalu kecil tuan dan masih belum berbentuk tuan" ucap dokter Susi menjelaskan kepada Xavier.
"Heemmmm"
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Chloe melihat anaknya di di layar monitor dengan perasaan haru, ia sangat bahagia ternyata ada buah hatinya yang sedang berkembang dalam perutnya.
"Kondisi kandungan nyonya sehat tapi masih lemah dan tolong jangan bekerja yang berat dulu nyonya dan istirahat yang cukup ya nyonya"
"Iya dok" ucap Chloe.
"Nanti saya akan buatkan vitamin dan juga penghilang rasa mual ya nyonya"
"Apa istri saya baik-baik saja karena pagi ini dia terus muntah" ucap Xavier.
"Itu hal yang wajar tuan karena semua ibu hamil pasti akan mengalaminya dan tolong jaga suasana hati nyonya untuk tidak marah-marah karena itu akan berbahaya buat janin yang ada"
"Heemmm"
Setelah itu Xavier dan Chloe segera pulang dan menyuruh Kevin untuk menebus semua vitamin dan obat untuk Chloe. Kevin hanya diam saja mengerjakan semua perintah dari sang bos tidak mau mendapat masalah seperti Albert tadi.
Di atas mobil Chloe bersandar di dada sang suami sambil membaca berita terkini. Seketika ia tersenyum sinis melihat artikel tentang kelahiran bayi Queen dan Sean.
"Sayang apa aku bisa mulai rencana balas dendamku" ucap Chloe dengan manja.
"Untuk saat ini jangan dulu sayang pikirkan kandunganmu kamu tidak boleh sampai capek"
"Tapi" ucap Chloe yang langsung dipotong oleh Xavier.
"Tidak ada bantahan baby" ucap Xavier dengan tegas.
"Heemmmm"
Saat diperjalanan tiba-tiba hp Chloe berbunyi ada panggilan masuk dari kakek Irwan. Chloe segera mengangkat panggilannya tak lupa ia loudspeaker agar suaminya bisa dengar.
^^^"Halo kek"^^^
"Halo nak Chloe bagaimana kabarmu dan suami"
^^^"Chloe dan Xavier baik-baik saja kek"^^^
"Oh baiklah kalau begitu nak"
^^^"Ada apa kek tumben kakek nelpon"^^^
"Begini nak Chloe kakek ingin meminta bantuan nak Chloe dan suami apa bisa?" tanya kakek Irwan dengan ragu.
^^^"Memangnya kenapa kek, Chloe pasti akan bantu kok kek"^^^
"Apa kita bertemu saja nak Chloe soalnya kakek tidak enak membahas lewat telpon"
^^^"Baiklah kek nanti datang saja ke mansion ya kek"^^^
"Baiklah nak Chloe sejam lagi kakek akan ke sana"
^^^"Iya kek Chloe tunggu ya"^^^
"Iya nak"
Kakek Irwan segera mematikan panggilannya. Chloe lalu memberitahukan perihal ucapan kakek Irwan kepada sang suami, sang suami hanya mengangguk mengijinkan sang istri untuk bertemu dengan kakek Irwan.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
~ Orchid apartment ~
Dilantai 8 Calista sedang kesal mengingat kejadian kemarin dimana ia dikerjai oleh Chloe. Calista melemparkan gelas minumnya hingga pecah dilantai.
Tak lama hpnya berbunyi panggilan masuk dari nenek Esma yang selama ini menunggu kabar dari Calista. Ia segera menjawab panggilan tersebut tak mau membuang waktu lagi.
^^^"Halo nyonya Wesly"^^^
"Bagaimana rencanamu disana" ucap nenek Esma to the point.
^^^"Saya sudah berhasil berteman dengan perempuan ja***g itu nyonya tinggal melanjutkan rencana saya selanjutnya nyonya" ucap Calista dengan sinis.^^^
"Bagus bagus saya tunggu kabar kehancuran mereka dan pastinya 5% saham dari Wesly Group akan menjadi milikmu nona Calista"
^^^"Terima kasih nyonya Wesly akan secepatnya saya beri kabar bagus" ucap Calista dengan senyum bahagia.^^^
"Baik nona Calista"
Calista mematikan panggilannya dan tertawa bahagia karena akan mendapat 5% saham di Wesly Group. Meski hanya 5% saja tapi itu sangat banyak mengingat Wesly Group adalah perusahaan nomor satu di dunia.
"Tunggu besok aku akan membuat kamu berpisah dari Xavier ja***g" ucap Calista dengan emosi.
~ Mansion Xavier ~
Tiba di mansion Xavier lalu pergi ke kantor karena hari ini ada meeting bersama dengan direktur Rangga membahas resort mewah di lombok yang sudah masuk tahap finish.
"Ingat jangan terlalu capek, jangan kemana-mana tanpa seijinku sayang dan kalau kamu ingin sesuatu minta pada pak Max dan jangan pernah coba-coba melanggar semua laranganku baby" ucap Xavier dengan semua wejangannya.
"Iya hubby aku ingat ayo sana kasian Albert sudah menunggu" ucap Chloe sambil mencium bi**r sang suami.
Xavier memeluk tubuh sang istri dan mencium kening dan b***r Chloe dengan lembut lalu masuk ke dalam mobil. Chloe melambaikan tangannya mengantar kepergian sang suami ke kantor.
Setelah itu ia segera masuk ke dalam mansion menunggu kedatangan kakek Irwan. Selang 30 menit kakek Irwan sudah tiba di mansion Xavier, setelah melewati pemeriksaan ketat di pintu masuk akhirnya ia bisa masuk ke dalam mansion.
"Halo kakek apa kabar" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Kabar kakek baik nak Chloe" ucap kakek Irwan.
"Ayok masuk kek" ucap Chloe dengan sopan.
Kakek Irwan lalu masuk ke dalam mansion Xavier bersama dengan Chloe. Seketika ia berdecak kagum melihat interior dalam mansion milik Chloe yang sangat indah dan mewah.
"Kalian sangat cantik dan tampan" ucap kakek Irwan melihat foto pernikahan Chloe dan Xavier yang paling besar di antara semua foto.
"Hahahaha! Kakek bisa saja" ucap Chloe sambil tertawa.
Chloe dan kakek Irwan segera duduk di ruang keluarga dan berbincang disana ditemani pak Max yang berdiri di belakang sang nyonya. Tak lama kakek Irwan mulai mengutarakan niatnya.
"Begini nak Chloe sebenarnya kakek kesini ingin meminta bantuan nak Chloe untuk menyelidiki anak kakek yang berada di Amerika selama 10 tahun terakhir" ucap kakek Irwan dengan raut sedih.
"Memangnya anak kakek kerja disana?" tanya Chloe.
"Kakek tidak tahu karena sudah 10 tahun ia pergi meninggalkan kakek dan keluarga disini tanpa pemberitahuan sedikit pun, 5 tahun lalu anak kakek mengabari jika ia sudah menetap di Amerika saat itu"
"Lalu"
"Semalam kakek bermimpi tentangnya dan perasaan kakek menjadi tidak tenang. Makanya kakek meminta bantuan nak Chloe dan nak Xavier agar kalau bisa membantu kakek mencari keberadaannya" ucap kakek Irwan dengan sedih.
"Baiklah kek Chloe bakal bantuin kakek dan akan meminta Xavier untuk membantu menyelidiki anak kakek" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Terima kasih nak Chloe" ucap kakek Irwan dengan senang.
"Iya sama-sama kak"
Kakek Irwan akhirnya bisa bernapas lega karena sudah mengutarakan niatnya.
Hati kamu sangat baik nak Chloe semoga kebahagian selalu ada buat kamu dan rumah tanggamu nak, batin kakek Irwan dengan tulus.
...βββββ...
To be continue.............
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€