
Hari ini adalah final pertandingan basket antar sekolah yang di selenggarakan oleh SMA Internasional Cempaka Putih. Sudah dari pagi para panitia lomba dan panitia acara pensi menyiapkan semua kebutuhan yang diperlukan dalam perlombaan hari ini.
Final lomba basket akan diadakan jam 3 sore sedangkan lomba lainnya akan diadakan dari pagi sampai siang. Hari ini Chloe bersama teman sekelasnya akan mendukung perwakilan kelasnya dalam perlombaan menyanyi.
"Gimana loe udah siap" ucap Chloe yang sedang menemani Sinta mempersiapkan dirinya di backstage.
"Gue gugup banget"
"Tarik nafas dalam-dalam dan buang perlahan, ingat entar pas dipanggung loe harus yakin bisa dan bayangkan kalau loe itu lagi karaoke aja"
"Tapi pasti banyak yang liat gue" ucap Sinta menarik nafasnya dalam-dalam.
"Emang bakal banyak yang liat loe tapi loe bayangin aja orang yang loe sukai ada di sini dan dia lagi nonton loe"
"Maksud loe"
"Lagu buat lomba kali ini kan temanya tentang cinta jadi anggap aja kalo loe lagi ungkapin perasaan loe ke orang yang loe sukai lewat lagu yang loe bawain"
"Maksud loe gue nyanyi itu harus penuh penjiwaan gitu ya"
"Yups! Betul sekali say" ucap Chloe sambil mencubit pipi Sinta.
"Ihhh! Apaan sih loe sakit tahu"
"Hehehe! Maaf ya habis gue gemas sih" ucap Chloe dengan cengiran.
"Chloe menurut loe penampilan gue gimana" ucap Sinta sambil berdiri dan menunjukkan gaun selutut berwarna hijau toska tanpa lengan yang dipakainya.
"Perfect loe kayak bidadari Sin"
"Ah! Yang bener loe"
"Sumpah loe itu cantik banget"
Sinta hanya tersenyum sambil melihat penampilannya di kaca.
Semoga ka Sean nonton pas gue nyanyi, batin Sinta.
"2 peserta lagi baru giliran loe kan"
"Iya, loe sama anak-anak bakal nonton kan"
"Ya pastilah say kan kita mau dukung sahabat kita"
"Makasih ya"
"Iya sama-sama jangan gugup lagi ya" ucap Chloe sambil memeluk Sinta memberi kekuatan agar tidak gugup lagi.
"Oke say"
"Gue ke depan ya mau gabung sama anak-anak.
"Oke tunggu perform gue ya"
"Sipp" ucap Chloe mengangkat ibu jari dan berlalu pergi ke depan panggung.
Sesampainya disana ternyata teman-teman sekelasnya sudah lengkap semua. Sebelum Chloe sampai di tempat temannya ada yang memegang tangannya.
Ternyata yang memegang tangannya adalah seorang siswa dari sekolah lain.
"Maaf bisa lepas tangan gue ngak"
"Ternyata loe cantik ya"
Chloe tidak menjawab pernyataan anak tersebut dan menarik tangannya dengan kuat sehingga terlepas. Chloe hendak berjalan tapi perkataan anak itu membuatnya berbalik ke belakang.
"Nama gue Arif saudara sepupu Justin anak yang dipukul oleh pacar loe karena loe"
"Karena gue" ucap Chloe dengan tersenyum sinis.
"Iya kalau bukan loe yang sok jual mahal pasti ngak akan gini kejadiannya"
"Saudara loe itu pemaksa dan gue ngak kenal sama dia"
"Awas ya loe gue bakal balas loe sama pacar loe itu" ucap Arif dengan emosi dan berlalu meninggalkan Chloe.
Chloe tidak mau ambil pusing karena dirinya tidak salah. Chloe lalu kembali berjalan menuju teman-temannya.
"Chloe gimana sama Sinta" ucap Ana.
"Dia baik-baik aja kok lagi nunggu gilirannya"
"Bagus deh udah ngak sabar mau lihat perform dia" ucap Ana.
Pada saat mereka sedang menunggu giliran Sinta tiba-tiba Chloe merasa pipi kirinya sangat dingin. Chloe berbalik dan ternyata pelakunya hanya tersenyum.
Chloe membalas senyum pelaku tersebut dan mengajaknya duduk di samping Chloe.
"Makasih ya ka buat minumannya"
"Sama-sama sayang" ucap Sean sambil mengusap kepala Chloe dengan lembut.
"Cie cie cie cie.........ada yang lagi berbunga-bunga nih" ucap teman sekelasnya menggoda Chloe.
Chloe yang digoda hanya menunduk karena mukanya sangat merah dan malu. Sean tersenyum ketika melihat muka pacarnya sangat merah.
Sean pun memeluk Chloe dari samping dan menaruh kepalanya di dada Sean. Chloe merasa tenang dan ia bisa mengontrol dirinya supaya tidak malu lagi.
"Yaa para hadiran sekalian kini tiba saatnya kita sambut peserta berikutnya dari SMA Internasional Cempaka Putih SINTA ROSWELL" ucap MC mempersilahkan peserta selanjutnya.
Sinta yang namanya disebut berjalan naik ke panggung dengan langkah pasti seperti tidak ada beban dengan senyuman manis di bibirnya. Sinta bisa mendengar teriakan teman-teman sekelasnya dan beberapa anak yang meneriakkan namanya.
Alunan musik mulai terdengar lampu dimatikan menyisakan lampu sorot yang menyala. Sinta melihat ke para penonton dan menangkap sosok yang ia cintai dari semenjak masuk sekolah.
Ka Sean tolong dengar kata hati gue ya, batin Sinta.
Sinta membawakan lagu dari Bon Jovi yang berjudul allways tapi dalam musik yang lembut diiringi dentingan piano.
Semua penonton hanyut dalam suara Sinta yang merdu dan menenangkan. Sean yang baru pertama kali mendengar pun terbawa dalam suara merdu milik Sinta.
Prok..........prok........prok.........
Tepuk tangan dari semua penonton mengakhiri penampilan dari Sinta bahkan ada yang berdiri memberikan tepuk tangan dengan kencang karena lagu yang dinyanyikan sangat indah dan merdu.
Sinta sangat senang karena semua menyukai penampilannya kali ini bahkan ia tidak menyangka sang idola sampai terbawa dalam lagu yang dinyanyikannya.
Sinta turun dari panggung dan disambut pelukan dari teman-temannya.
"Sumpah suara loe bagus banget" ucap Ahmad memuji.
"Gue sampai merinding dengarnya" ucap Ana.
"Loe emang the best" ucap Riski.
"Loe sempurna banget" ucap Chloe.
Semua memuji suara Sinta dan ia sangat bahagia. Tiba-tiba Sean datang menghampiri mereka.
"Suara loe bagus" ucap Sean memberikan pujian.
"Terima kasih ka dan terima kasih buat loe semua" ucap Sinta dengan senyum manis.
Akhirnya perlombaan menyanyi selesai dan pengumuman hasilnya akan disampaikan pada acara penutupan pensi nanti. Sinta dan Chloe bersama teman sekelasnya pergi ke kantin untuk makan.
Belum sampai kantin Chloe teringat kalau ia harus menjenguk om Arka. Chloe pun pamit ke teman-temannya karena tidak bisa ikut.
Chloe yang bingung ingin pergi dengan apa akhirnya menyusul Sean ke markasnya untuk meminjam mobil. Sesampainya disana ternyata Sean sedang rapat dengan tim dan coachnya.
Chloe yang sudah terlanjur masuk kemudian bergegas keluar. Sean pun beranjak menyusul Chloe keluar.
"Kenapa sayang"
"Ehmm! Ka maaf ya gue ngak tahu lagi rapat tadi"
"Ngak apa-apa emang ada apa nyari gue"
"Anu ka Chloe boleh minjam mobil ka Sean ngak"
"Mau ngapain" ucap Sean dengan mengangkat sebelah alisnya.
"Itu ka Chloe mau ke rumah sakit ka"
"Buat apa"
"Kan kemarin udah janji mau nengok om Arka"
"Bareng gue ke sana"
"Tapi kan ka Sean lagi rapat sama anak-anak basket ka"
"Entar bisa dilanjut"
"Ka jangan gitu dong kan Chloe bentar aja perginya nanti sebelum lomba Chloe udah ada disini" ucap Chloe sambil memegang tangan Sean dan memasang wajah imutnya.
Sean yang melihatnya pun tidak bisa menolak permintaan kekasihnya.
"Ingat ke sana hati-hati, ada apa-apa segera hubungi gue" ucap Sean sambil memberikan kunci mobilnya.
"Siap bos" ucap Chloe sambil berlagak memberi hormat.
"Udah sana cepat balik ya sayang"
"Oke ka" ucap Chloe berlalu pergi tapi sebelum pergi ia mencium pipi kiri Sean dengan cepat.
~ Rumah Sakit Kota Jakarta ~
Chloe yang sudah sampai di rumah sakit bergegas pergi ke ruang VIP untuk menjenguk om Arka tidak lupa ia membawa parsel buah yang dibelinya pada saat kemari.
Sesampainya di depan ruangan VIP 2 Chloe membuka pintu dan masuk ke dalam. Ternyata di dalam ada istri dan anak om Arka.
"Selamat siang om" ucap Chloe dengan sopan.
"Siang Chloe kamu udah datang ya"
"Iya om gimana keadaannya om"
"Baik Chloe om sudah mulai agak membaik"
"Baguslah om"
"Oh kenalin ini istri om dan anak om"
"Halo tante nama saya Chloe" ucap Chloe memperkenalkan dirinya.
"Halo juga Chloe nama tante Mirna dan ini anak tante namanya Irene"
"Halo Irene" ucap Chloe menyapa anak om Arka yang baru berumur 11 tahun.
"Halo ka Chloe"
"Terima kasih ya Chloe udah nolongin suami tante" ucap Mirna.
"Sama-sama tante sesama manusia kan harus saling menolong" ucap Chloe.
"Iya Chloe sekali lagi terima kasih ya"
"Iya sama-sama tante" ucap Chloe dengan senyum manis di bibirnya.
Pada saat bersamaan Arka kembali melihat Chloe dari awal pembicaraan mereka tetapi ia sama sekali tidak bisa melihat masa depan Chloe. Arka seperti bisa melihat tetapi selalu tertutup kabut pekat.
Biasanya Arka akan melihat kejadian tertentu pada saat tertentu juga tapi berbeda dengan Chloe, ia seperti melihat sesuatu tapi tidak bisa dilihat.
"Oh ya Chloe ini tadi ada bawa buah buat om" ucap Chloe sambil menyerahkan parsel buah ke tante Mirna.
"Wah jadi ngerepotin nih"
"Ah! Ngak juga tante"
"Terima kasih ya nak" ucap Arka.
"Iya sama-sama om"
"Nak Chloe bisa beladiri tidak"
"Chloe ngak bisa om emangnya kenapa"
"Oh ini sebagai balas budi om. Om mau ngajak Chloe buat belajar beladiri itung-itung kan sebagai pertahanan diri ke depan"
"Uhm! Gimana ya om" ucap Chloe sambil berpikir.
"Kalau memang ngak bisa juga ngak apa-apa kok"
"Chloe mau deh om, biar Chloe bisa jaga diri sama orang yang Chloe sayang"
"Kalau begitu nanti mulai minggu depan Chloe bisa datang ke perguruan om"
"Emang om buka perguruan ya"
"Iya om buka tapi jarang om yang jadi gurunya"
"Wah berarti Chloe dapat servis VIP dong" ucap Chloe dengan cepat.
Hahahahaha...........
Seketika tawa Arka, Mirna, dan Irene pecah mendengar perkataan Chloe.
"Yah kamu benar nak karena suami tante ini ngak pernah ngajarin orang beladiri" ucap Mirna.
"Yang benar om trus anak-anak yang di perguruan om belajarnya dari siapa dong"
"Kan ada guru disana"
"Wah kalau gitu Chloe mau om"
"Ingat minggu depan ya"
"Baik om"
"Nih simpan no kamu di hp om nanti om miscal kamu buat save no om" ucap Arka sambil menyodorkan hpnya ke Chloe.
"Iya om" ucap Chloe sambil mengisi no hpnya di hp om Arka dan mengembalikannya.
"Om udah miscal ya nanti ingat di save"
"Iya om. Kalau gitu Chloe pamit pulang ya om soalnya masih mau ke sekolah lagi"
"Iya hati-hati ya nak"
"Iya om, tante Chloe pulang dulu, bye-bye Irene"
"Iya hati-hati Chloe" ucap Mirna.
"Bye ka Chloe" ucap Irene.
Chloe pun bergegas pergi dari rumah sakit kembali ke sekolah. Setibanya disana ternyata sudah pukul 2 siang. Chloe mengambil hpnya dan menelpon sahabatnya.
"Halo Chloe"
^^^"Halo Sin loe lagi dimana"^^^
"Gue di taman belakang sekolah"
^^^"Oke deh gue ke sana"^^^
Chloe berjalan menuju taman belakang dan ia melihat disana ada Sinta dan teman sekelasnya.
"Loe semua lagi ngapain"
"Lagi bercanda aja nunggu pertandingan final basket bentar" ucap Sinta.
"Emang lawannya dari SMA mana"
"Lawannya dari SMA Negeri 1 Jakarta Pusat" ucap Ana.
"Oh"
"Loe udah makan belum Chloe" ucap Sinta.
"Belum sempat sih"
"Ya udah sana gih makan entar pingsan lagi"
"Ngak bakal kali"
"Yaudah dari loe aja"
"Guys gue ke toilet bentar ya"
"Iya sana" ucap Ana sambil berlagak mengusir Chloe.
Chloe berjalan dengan cepat ke toilet karena sudah menahan pipis. Selesai dari toilet Chloe pergi mencari Sean di markasnya. Sepanjang jalan banyak para siswa-siswi yang menyapa Chloe tapi hanya dibalas dengan senyum.
Sampai di markas Sean, Chloe melihat Sean sedang bersama dengan Resa dan Dito. Chloe pun masuk dan menyapa mereka semua serta mengembalikan kunci mobil Sean.
"Ka makasih ya"
"Heeemmm"
Sean menarik Chloe dan duduk disebelahnya. Chloe yang melihat ada sebotol air mineral di atas meja ia meminta ijin untuk meminumnya.
"Ka itu air minum ka Sean ya"
"Kenapa loe mau"
"Iya ka soalnya Chloe haus banget belum sempat makan sama minum tadi di kantin"
"Apa" teriak Sean dengan kaget.
"Ihhhh! Ka pelan-pelan dong kalau ngomongnya"
"Jadi loe belum makan dari tadi"
"Hehehe! Ngak sempat ka"
Sean yang mendengar perkataan Chloe manarik napasnya dalam. Sean menelpon Angga agar membawa sepiring nasi goreng ke markasnya.
"Loe itu harus ingat makan" ucap Sean sambil memberikan botol air minum ke Chloe.
Resa dan Dito yang melihat perlakuan Sean sangat berbeda dengan Chloe hanya bisa terdiam tidak bisa berkata apa-apa.
...❄❄❄❄❄...
To be continue......