
π»Jangan terbawa emosi kamu sesaat tapi pakailah hati dan logikamu untuk mencari tahu kebenarannyaπ»
.
.
.
.
Chloe menangis di pelukan Mira dan Mira membiarkan Chloe mengeluarkan semua isi hatinya saat ini. Setelah merasa agak baikan Chloe pun melepaskan pelukan Mira.
"Gue ngak mau bertanya saat ini dan gue akan setia menunggu sampai loe mau cerita masalah loe" ucap Mira.
"Makasih Mira tapi gue mau cerita sekarang" ucap Chloe sambil mengelap air matanya.
"Jangan dipaksain kalau loe emang belum yakin mau cerita masalah loe"
Chloe menggelengkan kepalanya mengatakan ia siap bercerita. Mira duduk di depan Chloe yang sedang menyandar di kepala ranjang.
"Gue mau cerita masa lalu gue ke loe" ucap Chloe sambil menarik napasnya dalam.
Mira duduk dengan diam menunggu Chloe yang akan mulai bercerita. Chloe lalu menceritakan masa lalunya dari nama aslinya dulu, sampai rasa sakit yang diterimanya saat di keluarga Rosemary dan alasan harus membuang nama Rosemary dari hidupnya selama-lamanya.
Kisah cinta persahabatan dan pengkhianatan Chloe ceritakan semuanya. Luka yang ia alami dari dulu hingga membuatnya sampai trauma hingga sekarang.
Chloe juga menceritakan perihal hubungannya saat ini bersama Xavier dan kejadian 2 minggu lalu bahkan sampai masalah hari ini. Mira menutup mulut dan entah sudah berapa banyak air matanya yang mengalir.
Ia tidak menyangka di balik wajah datar dan dingin Chloe selama ini ternyata ada cerita kesedihan mendalam disana, Chloe dan Mira lalu sama-sama terisak.
"Gue ngak nyangka loe mengalami semuanya itu..........hiks hiks hiks" ucap Mira dengan derai air mata.
"Hati gue sakit.......hiks hiks.......saat mendengar nama mereka Mira........hiks hiks" ucap Chloe dengan suara serak karena menangis.
"Gue kira cerita hidup loe hanya ada di novel saja tapi ini juga ada di dunia nyata...........hiks hiks hiks" ucap Mira sambil menangis.
"Gue kadang mikir kenapa gue harus merasakan semua kesedihan ini Mira gue ngak sanggup"
Grep........
Tiba-tiba Mira memeluknya dengan erat dan menangis bersama Chloe. Mira sangat sedih mendengar cerita kehidupan Chloe yang sangat menyentuh dan penuh dengan air mata.
"Sekarang gue tanya sama loe apa loe benar-benar mencintai laki-laki yang loe bilang pacar loe itu" tanya Mira.
"Sangat dan gue baru merasakan yang namanya jatuh cinta itu baru kali ini" ucap Chloe.
"Loe udah tanya ke dia mengenai berita itu"
"Belum karena gue udah blokir nomor dia saat dia nelpon gue terus" ucap Chloe sambil menggelengkan kepalanya.
"Ya ampun Chloe loe itu polos banget ya makanya gampang dibodohi"
"Maksud loe?" tanya Chloe dengan bingung.
"Gini ya, jika loe betul-betul mencintai dia loe harus dengerin penjelasannya jangan loe cuma ambil pemikiran sepihak, itu ngak benar bisa aja dia dijebak atau fotonya dimanipulasi dan loe itu jadi perempuan harus pintar untuk menjaga milik loe dan yang penting saling percaya dan terbuka" ucap Mira panjang lebar.
"Tapi foto itu udah jadi bukti Mira"
"Jangan ambil kesimpulan sendiri tanpa mendengar penjelasannya Chloe apalagi kalau cowok loe itu tajir dan keren pasti banyak perempuan yang bakal deketin dia"
Seketika jantung Chloe berdetak dengan cepat memikirkan Xavier yang memang sangat diminati oleh seluruh kaum hawa. Apalagi wajah dan materi yang dimiliki Xavier sangat fantastik.
"Tapi gue takut sakit hati lagi" ucap Chloe dengan gusar.
"Dengerin gue Chloe ada saatnya loe itu harus bisa rasain sakit hati demi mendapat kebahagian yang tulus"
"Tapi gue" ucap Chloe yang langsung dipotong oleh Mira.
"Chloe loe kalau cinta sama dia loe bakal terima masa lalu dia dan loe bakal nyari kebenarannya sebelum bertindak, gunain hati dan logika loe jangan hanya feeling loe aja karena bisa jadi feeling loe itu salah dan ujung-ujungnya loe bakal menyesal sendiri"
"Benar apa kata loe" ucap Chloe yang sudah lebih agak tenang dan memikirkan semua perkataan Mira.
"Tenangkan diri loe dan pikirin baik-baik"
"Heeemmm"
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Mira memberikan waktu kepada Chloe untuk memikirkan semuanya. Ia pun berjalan ke dapur membuat segelas coklat hangat dan americano hangat untuk dirinya dan Chloe.
"Nih minum dulu buat tenangkan hati loe" ucap Mira sambil menyodorkan segelas coklat hangat ke Chloe.
"Makasih ya Mira" ucap Chloe dengan senyuman hangat.
"Btw pacar loe siapa sih gue jadi penasaran" ucap Mira dengan sifat keponya.
"Uhmmm! Mending bahas lain aja ya" ucap Chloe yang tidak ingin membahas mengenai Xavier.
"Ayolah Chloe gue itu penasaran banget apa lagi selama ini loe itu ngak pernah dekat sama cowok satu pun"
"Tapi janji ya jangan bilang ke siapa-siapa" ucap Chloe dengan tatapan tajam.
"Gue janji cuma gue aja yang tahu" ucap Mira sambil mengangkat jarinya dan mengunci mulutnya.
"Namanya Xavier Arthur Wesly"
"Oh"
1 Detik
5 Detik
6 Detik
8 Detik
10 Detik
1 detik dan seterusnya sampai 10 detik berlalu, kemudian Chloe menutup telinganya karena teriakan Mira.
"Apa!" teriak Mira dengan kencang.
Mira melihat Chloe dengan tatapan tidak percaya dan sekaligus tidak yakin. Mira berpikir jika saat ini Chloe tengah membohongi dirinya dengan mengaku sebagai pacar dari orang terkaya di dunia ini.
"Hahahahaha! Chloe loe ini kalau mimpi jangan tinggi-tinggi ya" ucap Mira sambil tertawa cekikan.
Chloe melihat Mira dengan alis mata sebelah terangkat merasa bingung karena dirinya sudah jujur tapi Mira tidak percaya. Chloe tidak memperdulikannya karena menurutnya ia sudah jujur.
Setelah puas tertawa Mira melihat Chloe dengan tatapan lucu. Chloe tidak perduli dan terus meminum coklat hangatnya sambil melihat suasana langit malam Califoria.
~ Dubai, United Emirates Arab ~
Saat ini Xavier tengah berada di restoran tempat hotel dirinya menginap. Ia bersama Albert dan Thomas sedang melakukan meeting untuk melakukan tanda tangan kerja sama mereka.
Selesai menandatangi perjanjian kerja sama Xavier bangun dan berjabat tangan dengan direktur Ali Syarif. Setelah semuanya selesai Xavier langsung bergegas keluar diikuti Albert dan Thomas.
"Siapkan jet kita pulang sekarang" ucap Xavier dengan suara tegas.
"Semuanya sudah siap bos" ucap Albert.
Tidak menghiraukan ucapan Albert dirinya langsung berjalan keluar menuju limousine hitam yang sudah terparkir di depan pintu lobby hotel.
Balasan orang berjas hitam berdiri di sekitar limousine menunggu bos mereka datang. Xavier masuk di ikuti Albert dan Thomas dalam limousine tersebut.
Arak-arakan mobil mengawali Xavier dan rombongan menuju landasan pribadinya di bandara Internasional Dubai (DXB). Saat tiba di landasan pribadinya jet pribadi Xavier sudah menunggunya.
Xavier masuk dan langsung disambut 3 orang pramugari dengan senyuman manis. Xavier hanya berlalu saja dan tidak memperdulikan mereka bertiga yang berdiri menyambutnya.
"Katakan pada pilot segera lepas landas" ucap Xavier dengan wajah sangar.
"Baik bos" ucap Albert berlalu menuju ruang pilot dan co-pilot.
Selang 10 menit jet pribadi Xavier sudah lepas landas dari Dubai menuju bandara Internasional Los Angeles (LAX) selama 12 jam.
Pikiran Xavier selalu di penuhi dengan Chloe. Dirinya sangat yakin sang kekasih sudah membaca tentang berita tersebut.
Albert, Thomas, dan para pengawal Xavier hanya diam tidak berani menggangu bosnya tersebut. Di perjalanan Albert terus menyuruh anak buahnya untuk selalu mengawasi Chloe dimana pun dirinya berada.
"Bos nona Chloe berada di apartemennya dari pulang magang" ucap Albert dengan takut.
"Apa" ucap Xavier dengan kaget.
Ia tambah meradang karena sang kekasih tidak berada di mansion. Xavier kembali memecahkan semua benda yang berada disana meluapkan emosinya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Pagi ini Mira dan Chloe bangun dengan mata bengkak karena semalam menangis. Mereka berdua tertawa mengejek melihat mata keduanya yang mirip panda.
"Mata kita sumpah kayak panda banget ya" ucap Mira.
"Loe aja kali gue ini manusia ya" ucap Chloe.
"Apa awas ya loe" ucap Mira dengan kesal.
Mereka berlari saling mengejar memutari apartemen Mira seperti anak kecil. Bantal dan guling sudah berada di lantai karena mereka saling melempar.
Tiba-tiba hp Mira berbunyi dengan kencang tanda panggilan masuk. Ternyata itu adalah Jeni, Mira pun langsung mengangkatnya.
^^^"Hay Jeni"^^^
"Hay Mira ahhhh Chloe" teriak Jeni dengan kencang saat wajah Chloe muncul.
^^^"Pelan dikit dong teriaknya telinga aku sakit nih" ucap Mira dengan kesal.^^^
"Kalian lagi dimana kok tidak ngajakin aku sih?" ucap Jeni dengan sedih.
^^^"Nih lagi di apartemen aku semalam Chloe datang kesini biasa lagi patah hati"^^^
"Ah! Kok kalian gitu sih" ucap Jeni dengan cemberut.
^^^"Kamu lagi ngapain Jeni?" tanya Chloe agar mengalihkan pembicaraan.^^^
"Aku lagi di rumah tante aku sendirian aja tante aku sekeluarga lagi liburan ke rumah mertuanya di Manhattan"
^^^"Gimana kalau kita ke rumah kamu aja" ucap Mira dengan cepat.^^^
"Yang benar?" tanya Jeni dengan serius.
^^^"Beneran kirim alamat kamu sekarang kita otw ke sana" ucap Chloe.^^^
"Ok deh aku tunggu ya"
Panggilan pun dimatikan lalu Chloe melihat Mira dengan tatapan bingung.
"Loe kenapa?" tanya Mira.
"Gue ngak ada baju ganti" ucap Chloe yang baru ingat kalau dia tidak membawa baju ganti.
"Tenang loe pakai aja punya gue"
"Emang bisa?" tanya Chloe dengan polos.
"Ya bisalah kan loe itu sahabat gue"
"Makasih ya" ucap Chloe dengan senyum manis.
Mereka berdua akhirnya bersiap-siap menuju rumah Jeni, Chloe pun mencuci pakaiannya dan menggantungnya di jemuran.
Setelah itu mereka berdua keluar dan langsung masuk ke mobil yang sudah dipesan oleh Chloe. Tak lupa Chloe memakai masker dan topi hitam menutup wajahnya takut dilihat oleh anak buah Xavier.
Chloe dan Mira di dalam mobil saling bercanda menggunakan bahasa Indonesia hingga tak terasa mobil sudah berhenti di alamat yang di kirimkan oleh Jeni.
"Benar ngak alamatnya disini" ucap Mira.
"Menurut pesan Jeni benar kok alamatnya disini" ucap Chloe.
"Heeemm! Yaudah kalau gitu turun yuk" ajak Mira.
Sebelum turun Chloe memberikan beberapa lembar dolar kepada sang supir dan langsung keluar. Belum sampai di depan pintu tiba-tiba pintu terbuka dan Jeni berlari dengan kencang ke arah mereka.
"I miss both of you" ucap Jeni dengan suara melengking sambil memeluk keduanya.
"Me too" ucap Mira dan Chloe dengan serentak.
"Uhmmm! Btw apa kita mau jadi tontonan disini" ucap Chloe yang melihat semua mata tertuju pada mereka.
"Oh sorry ayok masuk" ucap Jeni sambil tertawa.
Ketiganya langsung masuk dan mulai dengan kegiatan girls mereka dengan bahagia. Sejenak Chloe bisa melupakan akan kekesalannya pada Xavier saat bersama dengan kedua sahabatnya yang kocak.
~ Los Angeles Airport (LAX) ~
Xavier turun dengan cepat dikuti oleh Albert dan Thomas dari belakang. Xavier berjalan dengan wajah datar dan tatapan tajam ke depan.
Xavier langsung saja masuk ke mobil Bugatti sportnya dan mengendarai sendiri membelah jalanan Los Angeles. Albert, Thomas dan para pengawalnya langsung masuk ke dalam mobil bergegas mengejar sang bos.
Xavier memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi bahkan Albert dan lainnya tidak dapat mengejarnya. Sampai di apartemen Chloe ia langsung berlari keluar dan memarkirkan mobilnya dengan sembarang.
Para pengawal yang melihat kedatangan bosnya langsung bersiaga di depan apartemen Chloe. Sampai di lantai 5 Xavier keluar dengan tatapan yang sulit diartikan.
Ia langsung menekan password dan saat pintu terbuka Xavier segera masuk ke dalam dan melihat apartemen Chloe dalam keadaan gelap.
Pikiran Xavier sudah kacau dan saat ia menghidupkan lampu dirinya sangat kaget melihat semua benda berserakan di lantai apartemen. Setahunya Chloe sangat tidak suka dengan berantakan dan kotor.
"Sayang" panggil Xavier.
Xavier masuk ke dalam kamar Chloe dan tidak menemukannya ia membuka kamar mandi tapi kosong. Ia mencari ke semua ruangan tapi nihil Chloe tidak berada di manapun.
Tubuh Xavier bergetar takut jika Chloe meninggalkan dirinya seperti 3 tahun lalu. Xavier mengambil hpnya dan menekan nomor Chloe tapi hanya suara panggilan operator saja.
"Sayang please kamu dimana" ucap Xavier dengan air mata sudah jatuh.
Dirinya yang biasa kuat dan tidak mengenal takut seketika lemah dengan tatapan kosong. Albert yang masuk langsung kaget melihat kondisi Xavier saat ini.
"Albert cari gadisku sampai ketemu" ucap Xavier dengan suara lemah.
"Bos aku akan membawa nona Chloe kembali" ucap Albert.
"Cari kemana dia pergi!" bentak Xavier dengan tatapan membunuh.
"Baik bos" ucap Albert dengan gugup.
"Panggil para pengawal semuanya kesini" ucap Xavier dengan tatapan membunuh.
Ke 4 orang yang bertugas mengawal Chloe masuk dengan wajah pucat, Xavier bangun dan langsung memberikan pukulan tepat diperut mereka dengan kuat.
"Sudah kubilang awasi gadisku jangan lengah sedikit pun" teriak Xavier dengan kencang.
"Maafkan kami bos" ucap mereka berempat serentak.
Xavier seakan tuli dan terus memukul mereka dengan brutal. Dirinya berubah seketika menjadi monster mengerikan saat berkaitan dengan diri Chloe.
"Bos" ucap Albert.
"Heeemmmm"
"Bos nona Chloe keluar dari kemarin malam jam 20:00" ucap Albert sambil menunjukan video cctv.
Xavier melihat Chloe yang keluar dan melewati para pengawalnya tanpa mereka sadari. Xavier kembali menjadi emosi dan memukul semuanya dengan brutal.
Tanpa Chloe sadari ternyata dia sudah membuat semua orang menjadi pelampiasan emosi Xavier. Saat ini Chloe sedang memetik gitar sambil menyanyi lagu Sia yang berjudul unstopabble.
Jeni dan Mira pun ikut bernyanyi bersama Chloe dengan riang. Ketiganya pun menghabiskan waktu bersama dengan penuh sukacita.
...βββββ...
To be continue.............
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€