Heartless

Heartless
Episode 115



🌻Belajarlah hidup mandiri karena semua orang menjalani hidupnya masing-masing🌻


.


.


.


.


Pagi ini Chloe bangun dengan wajah cerah, ia melihat ke samping dimana Xavier masih tertidur pulas sambil memeluk dirinya. Chloe melihat jam di atas nakas ternyata baru jam 06:00 pagi.


Chloe berbalik memeluk Xavier mencari kehangatan di tubuh sang suami. Xavier yang merasa terganggu membuka matanya dan melihat sang istri yang memeluknya dengan erat.


"Morning my wife" ucap Xavier dengan suara serak khas bangun tidur.


"Hubby you are wake up" ucap Chloe yang melihat mata biru tajam Xavier sudah terbuka.


"Ya berkat seseorang yang menganggu tidurku" ucap Xavier sambil mencium seluruh wajah Chloe.


"Maaf sayang aku hanya merasa kedinginan" ucap Chloe.


"Heemmmm"


Chloe dan Xavier menutup mata kembali untuk tidur karena merasa masih terlalu pagi. 30 menit kemudian Chloe sadar terlebih dahulu.


Ia perlahan bangun dan segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Saat keluar dari kamar mandi Chloe melihat sang suami yang masih tertidur dengan pulas.


Chloe memakai baju crop dipadukan dengan celana denim warna hitam. Rambutnya yang masih basah dibiarkan tergerai saja sampai di bawah pinggulnya.


"Selamat pagi nyonya" sapa para pelayan saat melihat Chloe turun dari lantai dua.


"Selamat pagi" ucap Chloe dengan senyum manis.


Chloe berlalu menuju ke dapur untuk membuatkan suaminya sarapan. Xavier yang dari pertama kali mencoba masakan Chloe menjadi ketagihan dan dirinya hanya mau makan masakan Chloe.


"Selamat pagi nyonya" ucap pak Max sambil membungkuk.


"Pagi pak Max tolong suruh koki untuk menyiapkan udang dan nasi ya pak Max" ucap Chloe dengan lembut.


"Baik nyonya"


Setelah semuanya sudah siap Chloe langsung membuatkan nasi goreng seafood untuk dirinya dan juga toast dan pancake untuk sang suami. Xavier yang tidak suka makanan berat di pagi hari membuat Chloe harus membuat makanan simpel untuk suaminya.


30 menit semua hidangan sudah selesai, Chloe bergegas naik ke lantai dua untuk membangunkan suaminya. Sampai di dalam kamar ia tersenyum melihat Xavier yang masih tidur.


"Sayang wake up" ucap Chloe dengan lembut.


Xavier yang terlelap masih belum bangun juga, akhirnya setelah 5 menit Xavier membuka matanya dan langsung di sambut dengan senyum hangat dari sang istri.


"Good morning baby" ucap Xavier.


"Morning too baby" balas Chloe dengan senyum manis.


"Sayang ayo bangun bersiap ke kantor"


"No baby hari ini aku tidak ke kantor"


"Kenapa sayang"


"Apa kamu lupa besok kita akan berangkat ke Indonesia sayang" ucap Xavier sambil menarik Chloe ke atas pangkuannya.


"Aku pikir hari ini kamu masuk sayang"


"No baby semua pekerjaan sudah aku selesaikan sayang"


"Kalau begitu hari ini kamu harus bantu istrimu untuk mengepak semua pakaian kita ya sayang"


"Suruh saja pelayan baby hari ini aku ingin menghabiskan waktu dengan istriku" ucap Xavier sambil mengecup bi**r sang istri.


"Terserah kamu saja sayang" ucap Chloe pasrah karena tahu sang suami tidak mau dibantah.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Chloe dan Xavier langsung menuju ke meja makan untuk sarapan. Setelah sarapan Albert pun datang bersama dengan Thomas untuk membahas pekerjaan yang masih belum selesai bersama dengan Xavier.


"Sayang kamu lihat pakaian aku untuk dimasukin ke koper ya aku mau berbicara dengan Albert dan Thomas di ruang kerja aku"


"Apa ada masalah sayang"


"Aku ingin membahas perusahaan aku yang di Indonesia dan tempat untuk honeymoon kita baby" bisik Xavier di telinga Chloe.


Seketika muka Chloe berubah menjadi merah padam. Xavier yang melihat wajah sang istri seperti kepiting rebus hanya tersenyum saja.


Albert dan Thomas yang berdiri disana membuang muka ke arah lain tidak mau melihat kemesraan dua orang di depan mereka.


Bos kasihanilah aku yang masih jomblo disini, batin Albert merasa sedih.


Aduh bos jiwa jombloku meronta-ronta, batin Thomas tersenyum getir.


Xavier mengecup bi**r Chloe tidak memperdulikan dimana mereka saat ini. Ia kemudian berlalu menuju ke ruang kerjanya Albert dan Thomas dari belakang.


Setelah kepergian Xavier membuat Chloe mendadak malu melihat para pelayan yang masih berada disana.


"Uhm! Pak Max tolong bawakan koper ke kamar dan minta 2 pelayan untuk membantuku menyiapkan pakaian Xavier dan aku" ucap Chloe.


"Tapi nyonya apa tuan tidak marah jika ada pelayan yang masuk ke kamar tuan dan nyonya" ucap pak Max mengingatkan peraturan Xavier di mansion.


Seketika Chloe ingat dengan peraturan sang suami yang hanya mengijinkan pak Max, Albert tangan kanannya serta Thomas dan Kevin untuk masuk ke kamar mereka.


"Benar juga ya pak Max nanti aku tanya dulu deh ke suamiku"


"Baik nyonya"


Chloe bergegas menuju ke ruang kerja Xavier. Sampai disana ia mengetuk pintu sebelum masuk, Xavier yang tengah melihat pergerakan saham di laptop mengangkat kepala saat mendengar pintu dibuka.


"Sayang"


"Iya baby" ucap Xavier sambil memberi isyarat kepada Albert dan Thomas untuk keluar dulu.


Albert dan Thomas segera beranjak ke luar meninggalkan Xavier dan Chloe disana. Xavier memberi isyarat untuk mendekat ke arahnya.


"Ada apa nyonya Wesly?" tanya Xavier dengan lembut.


Chloe duduk di pangkuan sang suami sambil memeluk leher Xavier dengan erat dan menatap mata biru tajam itu dengan penuh cinta.


"Sayang"


"Heemmm"


"Apa pelayan bisa masuk ke kamar kita untuk membantuku membereskan pakaian yang mau kita bawa?" tanya Chloe sambil mengelus dada Xavier.


"Minta pak Max membantumu saja sayang aku tidak suka ada orang lain di kamar kita" ucap Xavier dengan nada tegas tapi lembut.


"Heemmm baiklah sayang. Oh ya apa kita bisa mengajak Mira pulang bersama dengan kita sayang"


"Lakukanlah sayang tapi ingat besok waktumu untuk aku saja selama di pesawat" ucap Xavier dengan tatapan tajam.


"Siap hubby"


Xavier kemudian mencium bi**r Chloe dan me****tnya dengan lembut sebelum Chloe pergi. Chloe lalu berlalu keluar dan menyuruh Albert dan Thomas untuk masuk saat bertemu di depan pintu ruang kerja sang suami.


"Pak Max tolong bantu aku untuk menyiapkan pakaian aku dan Xavier" ucap Chloe sambil berlalu ke kamar.


"Baik nyonya" ucap pak Max mengekor di belakang Chloe.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Sampai di dalam kamar pak Max segera menyiapkan 2 koper besar untuk pakaian Xavier dan Chloe. Chloe kemudian mengambil hpnya dan menghubungi Mira.


"Halo Chloe"


^^^"Halo Mira loe lagi ngapain?" tanya Chloe dengan cepat.^^^


"Lagi beresin pakaian gue sekalian barang-barang gue yang mau dibawa pulang" ucap Mira dari seberang.


^^^"Memangnya loe ngak bakalan balik lagi ke sini ya"^^^


"Loe kan tahu gue disini karena beasiswa doang Chloe jadi harus balik ke Indo secepatnya"


^^^"Yah gue kira loe bakal nyari kerja disini"^^^


"Enggak Chloe aku pengen kumpul sama keluarga gue" ucap Mira dengan sedih.


Mendengar kata keluarga hati Chloe menjadi sakit tapi dirinya tahan agar tidak membuat sang sahabat khawatir.


^^^"Ya udah kalau itu memang keputusan loe Mira"^^^


"Iya Chloe btw tumben loe nelpon gue pagi-pagi"


^^^"Ah! Benar gue lupa besok gue mau ke Indo jadi mending loe bareng aja sama gue sekalian hemat ongkosπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†"^^^


"Wah beneran loe ngak bercanda kan?" tanya Mira dengan senang.


^^^"Beneran jadi besok kita berangkat sama jet pribadi Xavier nanti"^^^


"Wah ngak sabar gue pengen lihat gimana jet pribadi, baru pertama kali gue naik jet pribadi"


^^^"Hehehe! Awas ya jangan sampai pingsan saat naik jet suami gue" ucap Chloe dengan cekikan.^^^


"Enggaklah santai aja palingan cuma bengong ngak jelas! Hehehehe"


"Oke siap nyonya Wesly"


^^^"Hahahaha! Yaudah sono siapin barang loe"^^^


"Iya bu bos bye"


^^^"Bye"^^^


Chloe menyimpan hpnya dan membantu pak Max menyiapkan pakaiannya dan juga milik Xavier. Tak lupa ia mengambil paspor miliknya dan sang suami dari brangkas rahasia Xavier. Chloe memilih membawa sedikit pakaian jika kurang ia bisa membeli disana.


"Pak Max tolong masukan 5 jam tangan Xavier ke kotaknya untuk dibawa jangan lupa sama dasi sesuai jasnya dan parfumnya pak Max" ucap Chloe dengan teliti.


"Baik nyonya"


"Semua perkakas mandi dan make up aku sudah sama pelembab juga sudah, semuanya udah lengkap tinggal punya Xavier saja" gumam Chloe sambil meneliti semua barang-barangnya.


2 koper sedang dan 1 tas berisi makeup dan surat-surat penting sudah selesai di packing. Chloe menyuruh pak Max membawa minuman dingin untuknya karena terlalu haus.


"Phew! Capek juga" ucap Chloe sambil duduk di ranjang.


Chloe mengambil minuman dingin yang dibawakan oleh pak Max dan meminumnya sampai habis. Setelah itu ia berbaring ditempat tidur dan terlelap karena capek menyiapkan pakaian yang mau dibawanya.


Xavier yang sudah selesai membahas perihal perusahaan mereka di Indonesia menyuruh Albert dan Thomas untuk pergi ke perusahaan mengecek semuanya sebelum besok mereka pergi.


Xavier masuk ke dalam kamar dan tersenyum melihat Chloe yang terlelap di ranjang. Xavier lalu naik dan memeluk sang istri untuk tidur bersamanya.


Cup.............


Satu kecupan mendarat di kening Chloe dan setelah itu keduanya langsung terlelap di siang hari.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Hari berlalu dengan cepat tiba saatnya Chloe dan Xavier bersama Albert, Thomas, dan Kevin berangkat menuju bandara.


Chloe sudah menyuruh pengawal untuk menjemput Mira dan langsung membawanya ke bandara. Selang 20 menit mobil mewah Xavier sudah berhenti landasan pribadinya.


Chloe keluar dan langsung disambut ratusan pengawal yang menunduk memberi hormat kepadanya dan Xavier.


"Sayang apa mereka juga ikut?" tanya Chloe dengan bingung.


"Iya sayang aku tidak mau ambil resiko di negera orang" ucap Xavier dengan tatapan tajam.


"Tapi ini terlalu banyak sayang" ucap Chloe yang merasa terlalu berlebihan.


"Biarkan saja baby" ucap Xavier dengan tegas.


"Heeemmm"


Xavier memeluk pinggang Chloe dan berjalan menuju jet pribadi Xavier yang bisa di bilang sangat besar dan mewah. Sampai di dalam Chloe berdecak kagum melihat isi jet pribadi Xavier yang sangat mewah. Ia kemudian disambut pramugari cantik dengan senyum manis.


Chloe membalas senyuman mereka tapi tidak dengan Xavier yang hanya menampilkan wajah datar dan dinginnya. Chloe seketika tertawa geli melihat Mira yang bengong melihat isi jet pribadi Xavier dengan mulut terbuka.


"Awas lalat bisa masuk ke mulut loe" ucap Chloe sambil melemparkan majalah ke muka Mira.


"Aargghhhh! Sialan loe" ucap Mira dengan kesal.


Chloe hanya cekikan saja dan langsung duduk di sebelah suaminya yang sudah lebih dulu duduk duluan. Mira yang melihat Albert seketika tubuhnya menegang mengingat kejadian kemarin malam.


Mira menolehkan mukanya ke jendela tidak ingin melihat wajah dingin dari Albert. Albert yang tahu Mira ada di dalam jet tersenyum misterius seakan mendapat mainan baru.


"Sayang sampai disana kita antar Mira ke Bandung atau gimana?" tanya Chloe.


"Heemmm suruh sopir saja yang mengantarnya sayang" ucap Xavier.


"Oke baby"


"Mira ampe jakarta loe ada jemputan ngak?" tanya Chloe.


"Tenang atuh neng aku teh dijemput sama orang tua aku" ucap Mira dengan senyum bahagia.


"Oh gue kirain ngak ada yang jemput nanti biar diantar sama sopir ampe ke Bandung"


"Ngak usah semalam gue udah kabari ayah sama ibu kalau hari ini gue pulang ke Indo jadi mereka maksa buat jemput di bandara"


"Wah keluarga loe sayang banget ya pasti sama loe"


"Ya jelas dong" ucap Mira sambil tersenyum manis.


Chloe membalasnya dengan senyum juga tapi dadanya sesak mendengar kata keluarga. Chloe yang seakan ingin menangis segera bangun menuju ke toilet.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Xavier yang melihat gelagat aneh dari Chloe langsung bangun mengikuti Chloe dari belakang. Xavier menarik tangan Chloe menuju ke kamar khusus mereka.


Sampai di dalam air mata Chloe tidak bisa ditahan lagi, ia menangis dalam pelukan sang suami. Xavier memeluk Chloe dan mengelus kepalanya dengan lembut.


"Jangan menangis sayang aku tidak bisa lihat air mata kamu keluar" ucap Xavier dengan lembut.


"Sakit banget liat orang yang di sayang sama keluarganya Xavier" ucap Chloe sambil terisak.


"Shuut! Baby semua orang sudah mempunyai takdirnya masing-masing, ingat sekarang kita ini sudah menjadi satu jadi jangan memikirkan keluarga orang lain pikirkan saja keluarga kita sendiri, bangun dan tunjukan kalau kamu mempunyai keluarga yang bahagia juga sayang" ucap Xavier dengan lembut.


Mendengar perkataan suaminya seketika Chloe sadar kalau ia tidak boleh merasa iri dengan keharmonisan keluarga orang lain. Sekarang dirinya sudah berkeluarga jadi ia harus membangun keluarganya sendiri untuk menjadi keluarga yang bahagia.


"Iya hubby"


Xavier mencium bi**r Chloe dengan lembut dan membawanya ke atas ranjang. Sampai disana ia berbisik ditelinga Chloe yang membuat Chloe menegang sempurna.


"Persiapkan dirimu disana sayang aku sudah tidak sabar" bisik Xavier.


Chloe menelan salivanya dengan kasar mendengar perkataan Xavier. Chloe hanya tersenyum dan mengangguk kepalanya dengan malu-malu.


Pesawat sudah mengudara selama 3 jam, Chloe yang merasa lapar mengajak Xavier untuk makan di luar. Keduanya langsung keluar untuk makan bersama dengan yang lain.


"Chloe kenapa kita dikasi makan daun sih emang kita kambing apa" ucap Mira dengan polos yang melihat salad di depannya.


"Mungkin mereka lihat loe emang butuh daun" ucap Chloe sambil cekikan.


"Berengsek loe" ucap Mira dengan kesal.


Xavier melihat Chloe dengan alis terangkat karena Chloe cekikan tidak jelas. Chloe yang tahu sang suami sedang penasaran segera memberitahu ucapan Mira barusan.


"Mira tanya kenapa dia dikasi daun sayang emang dia kambing apa" ucap Chloe sambil tertawa.


"Daun yang mana sayang" ucap Xavier dengan bingung.


"Yang ini sayang" tunjuk Chloe di salad yang di depan Mira.


Hahahaha..........


Seketika Albert, Thomas, dan Kevin tertawa kencang karena mendengar pertanyaan Mira yang konyol. Mereka tertawa terbahak-bahak sampai air mata keluar.


Xavier sendiri hanya tersenyum sepintas saja dan tidak memperdulikannya. Mira jangan ditanya lagi mukanya merah padam seperti kepiting rebus karena malu.


"Ah! Si Chloe emang ember benar mana gue malu banget lagi" gumam Mira dengan kesal.


~ Jakarta, Indonesia ~


Sean saat ini tengah berada diruang kerjanya memeriksa berkas perusahaannya. Tiba-tiba ia dikejutkan dengan kehadiran sahabatnya yang datang ke perusahaannya.


"Hay bro serius amat sih" ucap Resa yang langsung duduk di sofa.


"Ngapain loe pada kesini?" tanya Sean dengan suara dingin.


"Biasa kita rindu sama sahabat kita ini" ucap Angga sambil mengedipkan matanya sebelah.


"Mau gue cungkil mata loe" ucap Sean dengan tatapan tajam.


"Ihh! Seram amat bang" ucap Angga dengan raut ngeri.


Sean hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabatnya yang kocak tapi menyenangkan.


"Jadi tujuan kalian kesini mau ngapain" ucap Sean dengan datar.


"Kita pengen ngajak loe ke club udah lama ngak ke sana" ucap Resa.


"Heemm oke gue ikut" ucap Sean.


Kelimanya langsung bergegas pergi ke club milik papa Sean untuk sejenak melepas lelah. Sean dan sahabatnya memilih ruang VIP ruang untuk mereka jika datang ke sana.


Puluhan botol minuman alkohol dan wanita malam sudah mulai menjamu kelimanya di dalam sana. Sean tidak perduli jika dirinya sudah menikah dan memilih untuk bersenang-senang dengan para ja***g dari pada istrinya sendiri.


Queen yang menunggu Sean di mansion sampai larut kecewa karena lagi-lagi dirinya tidak dipedulikan oleh Sean. Queen yang mengingat Henki sudah menjamah tubuhnya seakan merasa kotor.


"Yang penting gue udah dapat foto itu beserta file aslinya" gumam Queen dengan pelan.


Tiba-tiba hpnya berbunyi tanda pesan masuk. Queen membuka hpnya dan seketika tubuhnya langsung syok melihat video adegan panas dirinya dan Henki beberapa hari yang lalu.


Henki Baskoro


"Temui aku besok sore di tempat kemarin sayang jika tidak kamu tahu sendiri akibatnya baby"


...❄❄❄❄❄...


To be continue..............


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀