Heartless

Heartless
Episode 89



🌻Mulut bisa berkata tidak tapi mata tidak bisa berbohong🌻


.


.


.


.


Pagi ini Chloe bangun dengan suasana hati yang senang karena pagi ini luka di lengannya sudah kering dan hanya berbekas saja. Dirinya sangat senang karena akan pulang ke apartemennya.


Memang rumah sendirilah adalah tempat yang paling nyaman meski disini ia sebenarnya sudah nyaman. Selama tinggal di mansion Xavier hampir 2 minggu lebih Chloe hanya bertemu dengan Xavier 1 minggu saja.


Seminggu lebihnya Xavier sudah berangkat ke Dubai untuk bertemu kliennya membahas proyek minyak mentah. Xavier selalu saja memberikan kabar ke Chloe tiap hari tapi Chloe merasa sedih karena mereka berjauhan.


"Hari ini gue pulang ke apartemen aja nanti gue minta sopirnya Xavier untuk ngantar pakaian gue deh" ucap Chloe sambil melihat penampilannya di cermin.


Setiap hari Chloe akan memakai blouse lengan panjang untuk menutup luka di lengannya. Meski begitu tapi penampilan Chloe selalu saja memukau bagi siapa saja yang melihatnya.


Saat turun ke meja makan tiba-tiba hpnya berbunyi dan itu adalah panggilan video dari Xavier. Chloe langsung mengangkatnya waktu berada di tangga.


^^^"Halo sayang" ucap Chloe riang.^^^


"Hay baby what are you doing?"


^^^"Aku lagi di tangga mau turun sarapan sayang"^^^


"Jangan lupa minum obat yang teratur ya sayang"


^^^"Oke sayang, kamu lagi ada dimana?"^^^


"Aku sedang berada di restoran sayang"


^^^"Emang kamu mau sarapan ya"^^^


"Hahahahaha! Baby disini itu udah sore dan sekarang udah jam 17:20 baby" ucap Xavier sambil tertawa kencang dari seberang.


^^^"Hehehehe! Aku kan tidak tahu sayang"^^^


"Heemmm"


^^^"Sayang bentar..."^^^


Ucapan Chloe terpotong saat melihat ada suara wanita yang menyapa Xavier dari belakang bahkan memegang tangan Xavier. Chloe kaget bukan main melihat tangan lentik yang memegang tangan Xavier beberapa saat yang lalu.


Itu kan suara perempuan apa Xavier makan dengan seorang perempuan, batin Chloe mulai berpikir aneh.


..."Sayang kamu masih disana" tanya Chloe karena Xavier tidak berbicara lagi....


"Aku telpon nanti" ucap Xavier dengan suara datar.


Seketika hati Chloe mulai tidak tenang dan terus memikirkan sifat Xavier yang seketika berubah saat ada perempuan menghampirinya. Pikiran Chloe terus saja berpikir yang aneh-aneh bahkan ia melihat hpnya berharap ada pesan dari Xavier tapi nyatanya tidak ada sama sekali.


Chloe pun bergegas langsung berangkat ke tempat magang karena sudah tak berselera untuk makan. Selama perjalanan Chloe selalu memikirkan tentang siapa wanita tersebut.


~ Smith corp ~


Chloe tiba di perusahaan Smith dengan wajah lesu, Jeni yang berpapasan dengan Chloe heran melihat raut muka sahabatnya yang tidak cerah seperti biasanya.


"Pagi Chloe" sapa Jeni dengan senyum manis.


"Pagi" balas Chloe dengan lesu.


"Kamu sakit ya?" tanya Jeni dengan khawatir.


"Tidak kok lagi malas aja hari ini" ucap Chloe.


"Oh kirain kamu sakit"


"Heeemmmm"


Mereka akhirnya berpisah saat sudah tiba di ruangan tempat mereka magang. Chloe masuk dan menyapa karyawan di sana dengan wajah datar tanpa senyum sedikit pun.


"Akhirnya putri es datang juga" ucap Ken dengan wajah berbinar.


Chloe hanya menanggapinya dengan senyum karena sudah tahu pasti ada sesuatu yang akan diminta tolong oleh Ken saat ini.


"Chloe tolong ya bantuin aku selesain ini soalnya jam 10:00 tepat musti di kasi ke bu direktur"


"Iya pak" ucap Chloe sambil menerima berkas yang disodorkan oleh Ken.


"Thanks ya" ucap Ken sambil berlalu kembali ke meja kerjanya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Chloe pun mulai mengerjakan berkas-berkas itu dengan teliti dan sedikit tidak memikirkan kejadian tadi pagi. Tepat pukul 10:00 Ken sudah mengantar berkas tersebut ke ruangan bu Lauren di lantai 20.


Selang 20 menit Ken muncul dengan raut muka emosi, Sari dan teman kerjanya mengerutkan dahi melihat tampang Ken yang sangat berantakan.


Ken lalu memanggil nama Chloe dengan suara tinggi tidak seperti biasanya.


"Chloe" ucap Ken dengan amarah.


"Iya pak ada apa" ucap Chloe dengan bingung.


"Ini apa! Hah" hardik Ken sambil membanting hasil laporan yang dikerjakan oleh Chloe tadi.


Chloe melirik laporan itu dengan bingung dan mengambilnya. Seketika mata Chloe melotot melihat kata yang tertulis disana.


"Maaf pak Ken saya tidak fokus dan teliti" ucap Chloe dengan gugup.


"Gara-gara kamu nulis kata jahanam dan pengkhianat disini saya dimarahi oleh ibu Lauren ngerti tidak, kalau kerja itu yang benar jangan pikiran kelayapan aja!" bentak Ken dengan suara tinggi.


"Maaf pak" ucap Chloe sambil menunduk.


"Sekarang kamu ikut saya ke ruangan bu Lauren cepat"


"Iya pak" ucap Chloe dengan gugup.


Chloe dan Ken segera masuk ke lift menuju lantai 20. Selama dalam lift Chloe menunduk tidak berani melihat tatapan marah dari Ken.


Ting.........


Bunyi lift telah sampai dan mereka pun buru-buru keluar. Chloe melihat seorang wanita cantik dengan senyum hangat berdiri di depan meja kerjanya yang bertuliskan sekertaris di depannya.


"Tika tolong beritahu bu Lauren kalau Ken dari bagian keuangan menghadap" ucap Ken di depan meja sekertaris.


"Baik pak Ken tunggu sebentar"


Tika langsung mengambil telpon dan mengabari perihal kedatangan mereka.


"Silahkan masuk pak Ken ibu Lauren sudah menunggu di dalam" ucap Tika dengan senyum manis.


Chloe pun membalas senyum Tika dan berlalu masuk ke ruangan direktur. Sampai di dalam sana suasana sangat mencekam karena direktur mereka menatap tajam keduanya.


"Permisi bu ini saya datang dengan anak magang yang tadi membantu saya membuat laporan tersebut bu" ucap Ken dengan gugup.


"Siapa nama kamu?" tanya Laura sambil melihat Chloe dari bawah sampai atas dengan tatapan menyelidiki.


"Ch...l..oe bu" ucap Chloe dengan gugup.


"Cih! Jadi kamu yang nulis kata jahanam dan pengkhianat di laporan itu" bentak Lauren.


"Maaf bu saya salah tidak fokus dan teliti" ucap Chloe dengan gugup.


"Maaf kamu bilang apa kata-kata itu ditujukan pada saya" ucap Lauren sambil bangkit berdiri dari kursi kebesarannya.


"Tidak bu" ucap Chloe dengan perasaan takut.


Plak..........


Seketika bunyi tamparan berbunyi di dalam ruangan itu. Ken seketika kaget karena tidak menyangka kalau Chloe akan mendapat tamparan dari direktur mereka.


"Itu akibat kalau kamu tidak fokus dan teliti bekerja di perusahaan saya" ucap Lauren sambil menatap tajam Chloe.


"Maafkan saya bu" ucap Chloe dengan terbata sambil menahan rasa sakit di pipinya.


"Kali ini kamu saya maafkan tapi tidak lain kali" ucap Lauren dengan tegas.


"Baik bu terima kasih" ucap Chloe.


Lauren lalu menyuruh Chloe dan Ken segera pergi dari ruangannya. Saat di dalam lift Ken dan Chloe hanya diam saja.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Ken.


"Iya pak" ucap Chloe dengan suara dingin.


Lengkap sudah nasib gue hari ini, batin Chloe.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Waktu berlalu dengan cepat dan tak terasa sudah waktu pulang kantor. Chloe langsung saja bergegas menuju halte bus untuk pulang ke apartemennya sendiri.


Dirinya tidak perduli lagi jika Xavier akan marah karena tidak memberitahu kepulangannya ke apartemen miliknya. Para pengawal dan sopir Chloe yang menunggu Chloe di tempat biasa kalang kabut menunggu kehadiran Chloe.


"Kemana nona Chloe?" tanya sang sopir.


"Kami tidak tahu karena kami yakin nona akan kesini jadi kami menunggunya disini" ucap anak buah Xavier yang bertugas mengawasi Chloe.


"Apa nona sudah pulang?" tanya sang sopir lagi sambil melihat jam yang sudah pukul 20:00.


"Coba tanyakan ke orang mansion" ucap salah satu pengawal Chloe.


Mereka menelpon ke mansion dan tidak menemukan keberadaan Chloe disana. Semua langsung berpencar mencari keberadaan Chloe yang tidak diketahui dari tadi.


Akhirnya seorang pengawal mengabari kalau Chloe sudah pulang ke apartemennya dengan menaiki bus. Mereka semua bernapas lega karena sudah menemukan keberadaan Chloe.


"Sebaiknya kita ke sana dan mengawasi nona Chloe lebih ketat lagi jangan sampai menghilang" ucap Mike kepala pengawal.


"Baik bos" ucap yang lainnya dengan serentak.


Di apartemen Chloe sedang mengompres pipinya dengan sekantung es agar tidak memar. Dirinya terus saja melihat hpnya berharap ada panggilan atau pesan dari Xavier.


Tapi harapan tinggal harapan ia tidak mendapat kabar sedikit pun dari Xavier. Chloe pun menjadi kesal dan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah membersihkan diri dan menyantap makan malam Chloe pun langsung membuka berita-berita trending hari ini.


Seketika matanya melotot tajam membaca hot news terbaru 2 jam yang lalu.


...Triliuner muda asal Amerika yaitu Mr. Wesly ternyata berkencan dengan putri dari pengusaha minyak asal Dubai Liliana Syarif....


Tes...........


Air mata Chloe seketika jatuh mengalir di pipinya saat membaca berita tersebut. Dirinya sangat shock ternyata dugaannya sejak pagi betul.


"Hiks hiks.......gue kecewa banget sama loe Xavier.......hiks hiks" ucap Chloe dengan berderai air mata.


Chloe menutup mulut melihat foto mesra Xavier dan perempuan yang bernama Liliana di restoran bahkan sampai masuk ke dalam mobil bersama.


"Cih! Semua laki-laki ternyata sama saja" ucap Chloe dengan amarah dan membanting benda apapun disana.


Chloe menangis karena harus merasakan sakit hati lagi, apa dirinya memang ditakdirkan untuk terus merasakan sakit hati.


Hp Chloe berbunyi tanda panggilan video dari Xavier. Chloe tidak mengangkatnya dan tidak menghiraukannya. Berulang kali telpon dari Xavier masuk tapi tidak direspon sama sekali oleh Chloe.


Chloe mengambil hpnya dan langsung memblokir nomor Xavier karena emosi. Chloe pun mengirim pesan ke Mira kalau dirinya ingin ke sana.


Mira yang mendengar hal tersebut senang bukan main dan segera menyuruh Chloe untuk cepat ke sana. Chloe segera memakai hoodie dan mengambil tas berisi dompet serta hpnya menuju ke apartemen Mira.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


~ Dubai, United Arab Emirates ~


Xavier yang tengah berada di salah satu suit VVIP di hotel ternama di Dubai merasa kesal dan emosi. Ia sudah berkali-kali menelpon Chloe tapi tidak diangkat sama sekali bahkan sekarang nomornya tidak terdaftar lagi.


"Berengsek pasti Chloe sudah memblokir nomorku" ucap Xavier sambil membanting hpnya.


Albert dan Thomas yang baru masuk ke kamar sang bos kaget melihat semua barang bahkan hp milik bosnya sudah pecah berkeping-keping.


"Siapkan jet sekarang juga!" bentak Xavier.


"Tapi bos kita harus meeting sejam lagi" ucap Albert.


"Setelah meeting kita pulang" ucap Xavier dengan tatapan membunuh.


"Thomas tutup semua berita mengenai aki dan j****g itu dan buat perusahaan yang mengeluarkan berita itu bangkrut" ucap Xavier dengan tatapan membunuh.


"Siap bos" ucap Thomas yang sudah membaca berita mengenai Xavier.


Xavier kemudian menyuruh Albert untuk membawakannya hp baru. Setelah mendapatkan hp baru Xavier segera memasang kartunya dan menghubungi Chloe kembali.


"Sayang kenapa kamu block nomor aku" ucap Xavier dengan emosi.


Albert dan Thomas hanya diam melihat Xavier yang kesetanan karena Chloe memblokir nomornya.


Ternyata pengaruh nona Chloe sangat besar kepada bos, batin Albert dan Thomas.


~ California, Los Angeles ~


Saat ini Chloe sudah tiba di depan apartemen Mira. Saat keluar dari apartemennya Chloe memakai topi **hoodie**nya dan masker agar tidak ada yang mengenali dirinya.


Chloe tahu pasti Xavier sudah menyuruh anak buahnya untuk mengawasi dirinya karena ia mengabaikan telpon dari Xavier. Ternyata cara Chloe berhasil para pengawal tidak ada yang menyadari saat Chloe keluar dari apartemen.


Chloe mengetuk pintu apartemen Mira dan seketika menampilkan seorang gadis cantik dengan wajah riang.


"Chloe" teriak Mira dengan kencang dan segera memeluk tubuh Chloe.


"Aduh Mira pelan-pelan dong meluknya" ucap Chloe yang mulai kehabisan nafas.


"Hehehehe! Loe tahu ngak gue itu kangen banget sama loe" ucap Mira sambil melepaskan pelukannya.


"Heeeemm! Btw gue ngak disuruh masuk nih" ucap Chloe dengan suara dingin.


"Ya ampun gue lupa ayok masuk ke istana gue! Hahahahaha" ucap Mira sambil cekikan.


Chloe pun masuk dan langsung membuka hoodienya. Ia hanya memakai baju tidurnya yang tipis bertali satu dan hal itu sukses membuat Mira tercengang.


"Jangan bilang loe kesini pakai itu doang?" tanya Mira dengan kaget.


"Menurut loe" ucap Chloe dengan santai.


"Oh God Chloe dimana sih otak loe, kalau tadi ada orang yang jahatin loe gimana"


"Ngak mungkinlah orang gue datang masih pake hoodie dari luar" bantah Chloe.


"Oh iya ya gue lupa" ucap Mira dengan cengesan.


"Chloe bikin tik tok yuk" ajak Mira dengan wajah berbinar-binar.


"Sejak kapan loe suka sama hal-hal alay begituan?" tanya Chloe dengan heran.


"Ihh! Loe mah gitu deh eneng teh suka aja lihat video orang yang goyang kayak gini" ucap Mira sambil memperlihatkan video tik-tok yang sekarang lagi booming.


"Ngak ah gue ngak mau ngak suka" tolak Chloe dengan cepat.


"Ayolah Chloe temenin gue ya" pinta Mira dengan memohon.


Mira terus saja memohon dan membuat muka puppy eyes di hadapan Chloe, akhirnya Chloe pun luluh dan mengiyakan ajakan Mira. Mereka berdua mencari lagu yang pas untuk di buat tik-tok.


Mira dan Chloe bercanda satu sama lain melupakan sejenak masalah yang ada, dari mulai bikin video tik-tok sampai karaoke mereka lakukan sampai lelah.


"Suara loe bagus banget Chloe kalau loe jadi artis gue jamin lagu loe laku habis terjual" ucap Mira.


"Biasa aja lagian gue ngak suka jadi terkenal menurut gue ngak bebas" ucap Chloe sambil tidur terlentang di atas kasur Mira.


"Benar juga mau apa-apain ngak bisa apalagi mau makan di tempat umum itu bisa-bisa heboh nantinya" ucap Mira sambil cekikan membayangkan bagaimana kalau terjadi.


"Heeemmm"


"Gue lebih suka jadi orang biasa aja biar ngak repot"


"Benar kata loe karena jadi tenar itu ada enaknya dan ngak enak juga"


"Oh ya Chloe sebenarnya gue mau tanya ini dari tadi tapi gue takut bikin loe sedih" ucap Mira sambil melihat Chloe.


"Kenapa?" tanya Chloe dengan serius.


"Loe ada masalah ya makanya muka loe sedih banget ngak kayak biasanya"


Tes............


Seketika air mata Chloe jatuh dengan bebas dikedua pipinya, dirinya sudah tidak bisa berbohong di depan sahabatnya. Mira yang melihat hal itu seketika panik dan memeluk tubuh Chloe dengan erat.


"Loe kenapa sih cerita sama gue" ucap Mira dengan nada khawatir.


"Hati gue sakit Mira.......hiks hiks hiks" ucap Chloe sambil menangis.


...❄❄❄❄❄...


To be continue......


Jangan lupa vote, like, dan komen sebanyak-banyaknya ya guys😘❀