
π»Menghadapi musuhmu jika hanya mengandalkan fisikmu maka kamu akan kalah tapi gunakanlah otakmu sebagai senjata untuk membuat taktik dan strategi π»
.
.
.
.
Chloe masuk dengan langkah anggun ke dalam ruang meeting di ikuti oleh Mike. Semua mata memandang Chloe dengan tatapan tidak berkedip, Queen yang sangat membenci Chloe tambah menjadi saat melihat pakaian bermerek yang Chloe gunakan.
Mike menarik kursi kosong di sebelah Lidia yang berhadapan langsung dengan Sean. Sean menatap Chloe dengan wajah penuh rindu dan penyesalan tapi tidak dihiraukan oleh Chloe sedikit pun.
"Apa yang dilakukan anak pembunuh ini disini" gumam Laura dengan emosi.
"Mommy kenapa perempuan jal**g itu ada disini" bisik Steven.
"Mommy ngak tahu kita lihat saja nanti" bisik Laura.
"Iya mom"
Adam menatap tajam Chloe yang baru mengetahui jika Chloelah pemilik saham dengan inisial CW, sekaligus dalang di balik kehancuran perusahaannya. Tak lama hpnya berbunyi tanda pesan masuk dari detektif yang ia sewa.
Detektif
"Selamat pagi tuan Adam saya sudah menemukan siapa inisial CW itu tuan, dia adalah Chloe Elisabeth tuan"
Berengsek dasar anak sialan akan ku bunuh kau setelah meeting ini selesai, batin Adam dengan emosi.
Chloe yang mendapat tatapan tajam dari Adam tak kalah membalasnya dengan tatapan tajam pula. Chloe tersenyum sinis melihat wajah mantan daddynya yang saat ini sedang menahan murka.
"Tuan Adam apa kita bisa memulai meeting karena saya sibuk" ucap Chloe dengan tegas.
Laura dan Queen menggertak giginya tidak suka mendengar nada bicara Chloe yang sangat sombong. Kedua wanita beda usia itu serasa ingin mencabik-cabik tubuh Chloe hingga ke tulang-tulangnya.
"Meeting kita mulai" ucap Dion membuka meeting tersebut.
"Bisa dijelaskan tuan Adam bagaimana saham perusahaan bisa anjlok sampai 35%" ucap pemegang saham A.
"Sebelumnya saya minta maaf terlebih dahulu kepada semua pemegang saham tapi jatuhnya saham perusahaan kita karena kemarin dulu ada yang membobol data perusahaan kita" ucap Adam dengan tegas.
Bisik-bisik para pemegang saham mulai terdengar, ada yang berkata jika ini hanya akal bulus pemilik perusahaan untuk menutupi kesalahannya.
"Jika anda berkata seperti itu mengapa tim IT perusahaan anda tidak bertindak cepat" ucap pemegang saham C.
"Semua tim IT dan staffnya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mengambil kembali data yang dicuri dan menyelamatkan data perusahaan yang lain"
"Memangnya data apa yang dicuri oleh pembobol tersebut" ucap pemegang saham A.
"Data kerja sama dengan klien penting kita" ucap Laura.
"Bukannya data klien penting dipegang oleh wakil direktur" ucap Chloe dengan sinis.
Steven seketika menatap Chloe tak suka karena seakan-akan ia memojokkan dirinya disini sebagai wakil direktur yang tidak kompeten dalam bekerja.
"Apa itu benar tuan Steven?" tanya pemilik saham B dengan emosi.
"Benar saya yang menyimpan data klien penting perusahaan" jawab Steven dengan tenang.
Riuh bisik-bisik kembali terdengar di dalam ruang meeting. Semua pemegang saham berpikir jika ini semua adalah permainan pemilik perusahaan karena tidak kompeten dalam menjalankan perusahaannya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Mohon diam semua saat ini kita semua harus memikirkan solusinya" ucap Adam dengan tegas.
"Bukannya ini tugas anda sebagai direktur perusahaan tuan Adam" ucap Chloe.
"Apa maksud loe Chloe" ucap Queen dengan emosi.
"Panggil nyonya saya dengan sopan nyonya Rahardian!" bentak Mike dengan tatapan dingin.
Sean berdecak kesal saat mendengar Mike menyebut Queen nyonya Rahardian. Ada rasa marah dan kesal dalam dirinya melihat Queen yang bersikap tidak sopan di depan umum terlebih di depan gadis yang dicintainya.
"Jangan bentak putri saya" ucap Laura dengan emosi.
"Jika tidak ingin putri anda dibentak maka ajarlah putri anda tentang sopan santun saat berbicara di depan umum nyonya Rosemary" ucap Chloe dengan ledekan.
Alan dan Lidia yang baru menyadari jika gadis di samping mereka adalah Chloe kaget seketika. Cucu yang pernah mereka bully saat masih di kediaman Rosemary, bahkan mereka masih ingat kejadian Chloe di usir dari mansion Rosemary.
"Semuanya kita lanjutkan meeting mohon kerja samanya" ucap Alan dengan tegas.
"Seperti yang anda bilang nona Chloe saya akan bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah ini" ucap Adam.
"Dengan cara apa bukannya semua ini kesalahan wakil direktur yang tidak kompeten menjaga rahasia data para klien" ucap pemegang saham A dengan emosi.
"Jika terus seperti ini saya ingin mencabut saham saya dari perusahaan ini" ucap pemegang saham B.
"Saya selaku pemegang saham disini menyatakan mencabut saham saya saat ini juga" ucap pemegang saham C.
Semua pemegang saham berbondong-bondong ikut dengan keputusan pemegang saham C. Adam sudah tidak bisa membujuk mereka lagi hanya pasrah saja, melihat hal itu Chloe tersenyum puas.
"Menurut saya akar permasalahan ini yang harus dicabut dan dibuang" ucap Chloe dengan santai.
"Apa anda ada solusinya nona Chloe" ucap Sean sambil tersenyum tipis.
Melihat hal itu bukannya senang melihat senyum Sean tapi ia merasa sangat membencinya. Chloe seakan jijik melihat senyum itu yang dulu sempat menghiasi harinya.
"Pecat orang yang memegang data klien penting" ucap Chloe.
"Apa" ucap Steven tidak terima.
"Saya setuju dengan nona Chloe" ucap Sean.
Semua keluarga Queen menatap Sean tidak suka tapi diabaikannya. Para pemegang saham yang tadi akan keluar segera mempertimbangkan usulan Chloe, akhirnya semuanya tidak jadi menarik saham mereka tapi dengan syarat memecat wakil direktur.
Adam berpikir keras pilihan apa yang harus diambilnya karena ini menyangkut dengan posisi anaknya. Laura menggelengkan kepalanya agar suaminya tidak menyetujui usulan mereka semua.
"Saya setuju dengan usulan anda semua" ucap Adam dengan suara tegas.
"Daddy!" bentak Steven tidak percaya.
"Adam apa yang kamu lakukan" ucap Laura tidak terima.
"Serahkan semuanya pada Adam Laura" ucap Lidia.
"Tapi bukan memecat wakil direktur hanya menurunkan jabatannya saja sebab RM Group masih membutuhkan kinerja wakil direktur" ucap Adam.
"Baiklah tuan Adam saya setuju" ucap Chloe.
Semua pemegang saham mengangguk setuju dengan keputusan Adam. Steven sendiri melihat Chloe dengan tatapan tajam dan ingin membunuh Chloe saat ini juga.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Baby let's play tujuan utama kamu" ucap Xavier lewat earpiece.
^^^"Heemmmm"^^^
Melihat suasana sudah mulai kondusif Chloe kembali tersenyum untuk memulai game utama sedari tadi. Chloe lalu menegakkan tubuhnya untuk memulai tujuan utamanya.
"Seperti yang anda semua ketahui saat ini posisi wakil direktur kosong jadi saya ingin mengambil posisi itu" ucap Chloe dengan tegas.
"Apa" ucap Adam dan Steven kaget dengan serentak.
Semua keluarga Rosemary kaget bukan main dengan pernyataan Chloe barusan. Mereka tidak menyangka jika Chloe akan mengatakan hal seperti itu.
~ Shine Company ~
Di lantai 40 Xavier dan kedua orang kepercayaannya sedang menonton jalannya meeting lewat cctv di RM Group. Xavier tersenyum sinis melihat semua raut wajah keluarga Rosemary yang kaget dengan pernyataan Chloe.
"Aku tidak akan membiarkan orang yang sudah menyakiti istriku lewat begitu saja" ucap Xavier dengan tatapan tajam.
"Bos apa nyonya akan bekerja disana" ucap Albert.
"Cari orang kita untuk menjadi wakil istriku" ucap Xavier dengan datar.
"Baik bos" ucap Albert.
"Aku pikir bos akan membiarkan nyonya bekerja di kawasan ular" ucap Thomas terkekeh.
"Aku bukan orang bodoh yang akan membiarkan milikku berada dalam kawasan ular" ucap Xavier dengan sinis.
"Benar itu bos" ucap Thomas.
Xavier menatap Sean dengan tatapan tajam yang sedari tadi melihat istrinya tidak berkedip sedikit pun. Ada rasa cemburu di hatinya merasa tidak suka melihat istrinya dengan mantannya satu ruangan.
"Sayang" ucap Xavier dengan suara serak menahan emosi.
Chloe yang mendengar suara sang suami seperti ada emosi tersenyum di balik masker. Ia tahu pasti suaminya sedang cemburu karena tatapan Sean yang sedari tadi menatap dirinya.
Chloe lalu melihat Adam dengan tatapan tajam tidak takut seperti dulu. Adam pun tak kalah melihat Chloe dengan tatapan tidak suka.
"Apa maksud anda nona Chloe?" tanya Adam.
"Sebagai pemilik saham terbesar disini saya ingin menaruh orang saya di dalam perusahaan sebagai perwakilan saya" ucap Chloe.
"Cih! Memangnya berapa saham anda" ucap Laura dengan tidak suka.
"Saham saya 25% nyonya lebih tinggi dari anda dan suami anda" ucap Chloe sambil tersenyum puas.
Laura tidak bisa berkutik lagi karena apa yang di katakan oleh Chloe benar adanya. Laura memilih mundur memikirkan rencana lain sebelum memukul mundur Chloe saat ini.
"Baiklah nona Chloe posisi wakil direktur milik anda" ucap Adam pasrah.
"Heeemmmm"
Chloe lalu berdiri dan meninggalkan ruang meeting karena merasa tidak ada lagi keperluan disini. Sampai di pintu meeting Chloe berhenti sejenak dan berbalik ke belakang.
"Saya harap anda memberikan hasil yang terbaik tuan Adam dan segera selesaikan masalah ini secepatnya" ucap Chloe dengan sinis.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Queen yang melihat Sean pergi ingin mengejar suaminya tadi dihentikan oleh mommynya karena ingin berdiskusi sesuatu.
Sean memanggil Chloe tapi tidak dihiraukan oleh Chloe, Xavier yang melihat hal itu merasa geram dan menyuruh Mike dan anak buahnya menahan Sean agar tak berbicara dengan istrinya.
"Sayang datang ke perusahaan ya" ucap Xavier.
"Iya sayang aku merasa pusing dan mual" ucap Chloe dengan lemah.
"Apa" ucap Xavier dengan panik.
Chloe lalu menyuruh Mike untuk menyiapkan mobil di depan lobby karena dia merasa sangat pusing dan lemah. Entah kenapa Chloe ingin cepat-cepat memeluk tubuh sang suami.
Di perusahaan Shine Xavier berjalan dengan panik karena memikirkan kondisi sang istri. Selang 15 menit pintu ruangannya terbuka dan masuklah Chloe dengan wajah pucat.
Xavier segera mengendong Chloe membawa Chloe menuju kamar khususnya. Xavier tidak memperdulikan Albert dan Thomas yang menatap dengan bingung.
Sampai dalam kamar Chloe memeluk Xavier dan mengendus aroma tubuh Xavier yang sangat disukainya. Xavier yang melihat tingkah sang istri sangat bahagia.
"Apa kamu ingin sesuatu sayang" ucap Xavier dengan lembut.
"Aku ingin mencium aroma tubuh kamu sayang" ucap Chloe dengan manja.
"Aku milikmu sayang"
Xavier membuka baju kemejanya dan memeluk tubuh sang istri dengan erat. Chloe mengendus leher Xavier dan hal itu membuat Xavier menjadi terangsang.
"Baby i want you now" ucap Xavier dengan suara serak karena hasratnya sudah naik.
"Pelan-pelan sayang ingat baby dalam perut aku" ucap Chloe dengan nada pasrah.
"I know baby"
Xavier lalu mencium b***r Chloe dan me****tnya serta men****t b***r ranum Chloe dengan rakus. Leher jenjang Chloe yang mulus dan putih sudah bertebaran bekas ciuman Xavier disana.
Xavier lalu melakukan penyatuan pelan-pelan dengan Chloe meski rasanya ingin melakukannya dengan kasar. Sensasi yang diberikan oleh Chloe seperti menjadi candu buat Xavier hingga tak bosan-bosan melakukan kegiatan panas mereka.
2 jam barulah Xavier melepaskan Chloe setelah mendapat pelepasan. Chloe sendiri langsung tertidur karena sangat lelah melayani nafsu sang suami yang sangat besar.
"Yang sehat ya di dalam perut mommy sayang" ucap Xavier mencium perut rata Chloe.
~ Mansion Sean ~
Sean yang dihalangi oleh anak buah Chloe tadi menjadi kesal padahal dia ingin berbicara dengan Chloe. Sean yang kesal memutuskan kembali ke mansion tidak kembali lagi ke kantor.
"Loe urus perusahaan hari ini" ucap Sean dengan suara dingin.
"Baik tuan" ucap Dimas.
Sean masuk ke dalam mansion dan mendapati anaknya sedang dalam gendongan sang ibu. Sean lalu mencuci kaki tangan sebelum mengendong anaknya.
"Kamu sudah pulang nak" ucap Maya.
"Iya bu"
Sean mengambil baby Ares dan menggendongnya. Tahu siapa yang mengendongnya baby Ares tersenyum riang kepada sang papa.
"Anak papa makin tambah ganteng aja" ucap Sean dengan senyum tulus.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Baby Ares hanya menjawabnya dengan celoteh bayinya. Sean terkekeh dan mencium anaknya hingga bayi itu tertawa senang.
"Son bagaimana meeting tadi" ucap Riko yang baru selesai menerima telpon di teras samping.
"Cih! Ternyata papa masih ada disini" ucap Sean dengan sinis.
"Heemmm"
"Meetingnya sangat menakjubkan" ucap Sean.
"Maksudnya?" tanya Riko penasaran.
"Papa tahu ternyata Chloe juga salah satu pemilik saham disana" ucap Sean.
"Apa bagaimana mungkin" ucap Riko tidak percaya.
"Dan lebih parahnya lagi Chloe memiliki 25% saham disana dan lebih besar dari saham daddy Adam" ucap Sean datar.
"Wow itu bisa menjadi boomerang buat mereka dong" ucap Maya.
"Benar banget bu"
"Lalu apa ada yang terjadi" ucap Riko.
"Semua pemegang saham mengusulkan pemecatan wakil direktur karena usulan Chloe yang menganggap wakil direkturlah yang bersalah karena tidak menjaga data klien penting perusahaan sehingga di retas oleh hacker"
"Dia kakak ipar kamu kan son" ucap Riko.
"Yups! Tapi sekarang jabatannya diturunkan dan Chloe yang mendapat posisi wakil direktur sekarang"
"Heeemmm"
"Oh iya pa nama inisial Chloe itu CW apa papa tahu artinya"
"CW papa ngak tahu" ucap Riko.
Riko memikirkan inisial nama Chloe sambil berpikir keras, entah dimana ia pernah mendengar inisial nama tersebut. Tak lama ia pun kaget karena mengingat sesuatu.
"Son apa betul inisial Chloe itu CW sebagai pemegang saham di RM Group" ucap Riko dengan tatapan tajam.
"Iya pa emang kenapa" ucap Sean dengan penasaran.
"Ternyata Chloe juga memiliki saham di perusahaan kita" ucap Riko dengan datar.
"Apa pa" ucap Sean dan Maya dengan kaget.
"Seperti yang papa bilang tadi" ucap Riko.
"Sejak kapan pa" ucap Sean.
"Sebulan yang lalu saat Rio memberitahu papa jika ada pemilik saham baru yang berinisial CW yang membeli saham kita dari pemegang saham lain" ucap Riko menjelaskan.
"Berapa banyak pa" ucap Sean dengan cepat.
"7% son"
"Heeemmm"
Sean dan papanya berpikir bagaimana bisa Chloe membeli saham di kedua perusahaan besar di Indonesia.
Apa ada yang membantunya di balik semua ini dan inisial W itu artinya apa, batin Sean dengan bingung.
"Apa ada orang dibalik Chloe yang mendukungnya pa?" tanya Sean.
"Sepertinya son karena ini bukanlah perkara mudah bisa mendapat saham di kedua perusahaan besar secara bersamaan"
"Heemmmm"
Meski sedang mengendong baby Ares tapi pikirannya melayang jauh menuju Chloe memikirkan siapa sebenarnya di balik semua kesuksesan Chloe saat ini. Tanpa mereka berdua tahu ternyata Xavierlah yang ada dibelakang Chloe.
Xavier rela melakukan apapun demi istrinya karena menurutnya Chloe adalah segala-galanya untuk dirinya.
~ RM Group ~
Suasana di dalam ruang kerja Adam sangat mencekam. Setelah melakukan meeting dengan pemegang saham dan melakukan jumpa pers dengan wartawan di aula perusahaan Adam langsung masuk ke dalam ruangannya.
Semua makian dan umpatan Adam keluarkan sedari tadi dirinya menahan emosi. Laura dan lainnya tak kalah emosi dengan apa yang terjadi di ruang meeting.
"Daddy harus kasi pelajaran ke anak itu" ucap Steven dengan emosi.
"Pasti dan apa kalian tahu siapa dalang di balik pembobolan data perusahaan kita" ucap Adam dengan emosi.
"Tidak daddy" ucap Queen dan Steven serentak.
"Dia adalah Chloe"
"Apa" ucap semuanya dengan kaget.
"Bagaimana mungkin" ucap Laura.
"Itu informasi dari detektif yang aku sewa mom" ucap Adam.
"Dad kamu harus memberi pelajaran kepada anak pembunuh itu sekalipun harus nyawanya hilang" ucap Laura dengan berapi-api.
"Pasti sayang dan tunggu saja permainan yang akan daddy berikan kepada anak tidak tahu diri itu" ucap Adam dengan emosi.
"Iya daddy kalau perlu kita ambil hartanya seperti 5 tahun yang lalu" ucap Steven dengan sinis.
"Pasti nak, daddy akan membalas semua perlakuannya hari ini" ucap Adam dengan emosi.
"Sayang sepertinya kita harus menggabungkan saham kita" ucap Laura.
"Ya benar kata mommy daddy takutnya ja***g itu kembali berulah" ucap Steven dengan geram.
"Heemmmm"
Adam segera memanggil Dion untuk memanggil pengacara mereka untuk membuat pelepasan saham milik Laura menjadi milik Adam. Tak lama pengacara pun datang dan segera menyerahkan berkas pelepasan saham kepada Laura untuk ditandatangani.
Laura menandatangani berkas tersebut dan menyerahkan kepada sang suami. Tanpa Laura sadari ia sudah melepaskan harta berharganya kepada Adam dan itu akan membuat Adam bisa mengontrol Laura dengan sepuasnya.
...βββββ...
To be continue...............
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyakny ya guysπβ€