
π»Hati yang gembira adalah obat tapi hati yang sedih adalah racunπ»
.
.
.
.
~ London, Britania Raya ~
Pikiran Sean saat ini hanya tertuju pada Chloe. Sean membaca surat dari Chloe dalam kotak tersebut dengan hati hancur berkeping-keping.
Mulai saat ini kita PUTUS dan terima kasih atas cinta dan sakit yang loe berikan, Chloe Elisabeth Rosemary
Aaarrgghh.........
Sean berteriak histeris saat membaca surat tersebut dan juga ada beberapa foto dirinya saat di club dan ruang musik sekolah.
Pikiran Sean teringat kembali ke kejadian waktu pengumuman kelulusan.
Ternyata saat itu loe ada di sana, batin Sean.
Sean tidak bisa membayangkan jika dirinya kehilangan gadis yang sangat dicintainya. Sean terus menelpon Chloe tapi nomornya selalu tidak aktif. Karena emosi Sean melampiaskan pada barang yang ada dalam apartemennya.
Tak lama Sean menelpon sang pilot jet pribadi sang papa untuk bersiap berangkat ke Indonesia. Sean segera mencari dompet beserta paspor dan juga visa untuk pulang ke Indonesia.
Baru sampai di depan pintu handphonenya berbunyi. Ternyata itu adalah panggilan dari sang papa, Sean pun mengangkat panggilan sang papa.
"Sean" teriak Riko dari seberang.
^^^"Kenapa sih pa" ucap Sean kesal.^^^
"Kamu tanya kenapa sama papa, kenapa mendadak kamu mau balik lagi ke Indonesia" ucap Riko dengan suara tinggi.
^^^"Sean harus temui Chloe sekarang pa"^^^
"Sean berpikirlah dewasa"
^^^"Pa Sean salah sudah berkhianat dibelakang Chloe, Sean ngaku salah dan Sean ngak mau kehilangan gadis yang Sean cintai pa........hiks hiks hiks" ucap Sean dengan suara serak karena menangis.^^^
Riko kaget mendengar sang putra yang biasanya dingin dan berwajah datar menangis karena perempuan. Ia akui kalau apa yang dilakukan anaknya memang sudah keterlaluan.
"Son dengerin papa"
^^^"Pa tolong izinkan Sean buat kembali ke Indonesia sekarang Sean mohon pa"^^^
"Papa tanya kamu sekarang apa kamu bakal dimaafin begitu saja sama gadis itu"
^^^"Setidaknya Sean mencoba untuk menjelaskan semuanya pa" ucap Sean dengan gusar.^^^
"Sean jadilah laki-laki tangguh, papa tahu apa yang kamu rasakan saat ini karena papa juga pernah ngalaminya dengan ibumu"
^^^"Maksud papa" tanya Sean bingung.^^^
"Dulu papa juga playboy sampai ditinggal ibumu tapi papa bangkit dan merubah diri papa dulu baru papa siap ketemu ibumu. Kamu tahu nak perempuan itu jika saat ini kamu mendekatinya maka hanya ada kemarahan di hatinya"
^^^"Jadi Sean harus gimana pa"^^^
"Biarkanlah dulu gadis itu menenangkan diri coba kamu pikir apa yang dirasakannya saat ini, dia pasti tidak mau bertemu denganmu dan memblokir semua komunikasi"
^^^"Jadi Sean harus nunggu waktu yang tepat ya pa"^^^
"Iya son dan rubah dirimu terlebih dahulu karena jodoh itu pasti akan kembali sampai kapanpun"
^^^"Baik pa terima kasih atas saran dan nasehatnya"^^^
"Papa bakal nyuruh orang buat mengawasi gadis kamu tapi kamu harus berjanji untuk setia dengan satu perempuan mulai detik ini"
^^^"Sean janji pa"^^^
"Papa pegang janji kamu jika kamu ingkari maka kamu harus siap nerima semua resikonya apapun itu"
^^^"Iya pa"^^^
"Ingat berpikirlah dengan kepala dingin sebelum bertindak son"
^^^"Iya pa"^^^
"Heeemmm"
Panggilan pun dimatikan, Sean kembali ke dalam apartemennya dan langsung menuju kamarnya. Ia menjatuhkan tubuhnya dan seketika tertidur pulas karena dirinya sudah sangat lelah.
~ Jakarta, Indonesia ~
Pagi ini Chloe bangun dengan hati yang sudah lebih lega. Dirinya sangat senang karena sudah bisa memutuskan hubungannya dengan Sean meski awalnya terasa sakit.
Chloe sebelumnya sudah memblokir semua kontak Sean dari handphonenya. Ia tidak ingin lagi terjebak dalam asrama bersama Sean, Chloe berpikir jika dari awal ia lebih tegas pasti dirinya tidak akan menderita seperti ini.
"Gue paling benci dengan orang yang tukang selingkuh" ucap Chloe dengan tegas.
Chloe kemudian bersiap untuk ke sekolah karena tinggal seminggu lagi mereka akan menerima hasil kenaikan kelas. Chloe juga bertekad untuk membicarakan semuanya ini bersama Sinta sang mantan sahabat.
Setelah selesai bersiap Chloe kemudian pamit kepada orang tuanya meski tidak dibalas. Chloe hanya menarik napasnya dalam melihat perubahan sikap semua keluarganya semenjak kedatangan Queen di mansion.
"Biarlah waktu yang menjawab semuanya" ucap Chloe dengan sedih.
~ SMA Internasional Cempaka Putih ~
Setelah turun dari angkot Chloe pun berjalan menuju sekolahnya. Saat di perjalanan hpnya berbunyi tanda panggilan masuk.
Entah kenapa melihat nama si pemanggil jantung Chloe berdetak dengan kencang. Chloe lalu mengangkat panggilan dari Xavier.
^^^"Halo"^^^
"Good morning my princess"
^^^"Good morning too but i'm not your princess okay"^^^
"Hahahaha! Kamu itu princess di hati aku" ucap Xavier menggoda dari seberang.
Mendengar hal tersebut muka Chloe menjadi panas dan dirinya sangat gugup. Padahal saat ini ia hanya berbicara dengan Xavier tapi entah kenapa ia sangat senang mendengar gombalan tersebut.
"Are you there Chloe"
^^^"Ohh ya aku disipni"^^^
"Ok"
^^^"Jadi tumben kamu nelpon aku pagi-pagi"^^^
"Aku cuma mau bilang pulang sekolah nanti langsung ke apartemen aku"
^^^"Mau ngapain"^^^
"Apa kamu lupa jika hari ini adalah hari les aku" tanya Xavier dengan kesal.
^^^"Hahahahaha! Sorry Xavier aku cuma bercanda jangan kesal gitu dong"^^^
^^^"Mau aku masakin makanan enak ngak" tawar Chloe agar Xavier tidak merajuk lagi.^^^
"Are you seroiusly" ucap Xavier yang kembali semangat berbeda dengan sifatnya yang dingin dan kaku.
^^^"Yups! Aku bakal masakin makanan enak buat kamu entar"^^^
"Oke tepat jam 11 orang aku akan menjemputmu disekolah"
^^^"Hey Xavier aku masih sekolah jam segitu"^^^
"Aku tahu kamu tidak ada kegiatan apapun lagi baby" ucap Xavier dengan tegas.
^^^"Orang kaya mah bebas" cibir Chloe karena tahu pasti Xavier sudah mengecek jadwalnya.^^^
"I hear you princess and aku bukan orang kaya"
^^^"Ok aku bakal datang ke sana"^^^
"Good girl"
Panggilan pun dimatikan sepihak oleh Xavier. Chloe rasanya ingin melempar kepala Xavier dengan batu tapi ia juga senang sih bisa bertemu dengan Xavier.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Berbeda dengan Chloe justru saat ini Xavier merasa sangat bahagia hari ini. Xavier mandi dan keluar dengan jas mahal lengkap di tubuhnya, penampilannya saat ini sangat menawan dan mempesona bagi siapa saja yang melihatnya.
Xavier berjalan menuju meja makan dengan suasana hati yang gembira. Albert dan Thomas yang melihat tuannya berbeda hari ini saling menatap dan bertanya ada apa dengan bos hari ini.
"Kosongkan semua jadwalku hari ini dari jam 11:00 sampai malam" ucap Xavier dengan tegas.
"Tapi bos jam 13:00 tepat kita ada jadwal meeting dengan walikota Bali"
"Uhmm! Oke kita temui"
Xavier kemudian menyuruh Albert dan Thomas untuk sarapan bersama. Suasana hatinya saat ini sangat bahagia. Berbeda dengan Xavier saat ini Chloe sedang berhadapan dengan Sinta di ruang musik.
Chloe melemparkan 2 foto ke muka Sinta. Sinta mengambil foto tersebut dan seketika ia kaget melihat foto tersebut.
"Dari mana loe dapat foto ini"
"Cih! Ngak penting gue dapat dari mana tapi yang pasti gue ngak nyangka loe tega lakuin ini sama gue" ucap Chloe dengan kecewa.
"Hahahahaha! Ternyata loe udah tahu ya" ucap Sinta sambil tertawa sinis menunjukan wajah aslinya selama ini.
Chloe yang melihat hal itu kaget karena ternyata selama ini dia bersahabat dengan orang yang munafik. Chloe lalu melihat Sinta dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Apa loe senang dengan semua ini?" tanya Chloe.
"Jika loe tanya gue senang apa ngak jawabannya yaitu gue senang banget karena bisa membuat loe menderita"
"Apa sih salah gue sama loe Sin"
"Cih! Sok suci loe" desis Sinta.
"Apa selama ini loe anggap gue sahabat itu cuma palsu"
"Awalnya ngak tapi semenjak loe merebut ka Sean dari gue saat itulah gue benci banget sama loe"
"Loe kan tahu kalau gue itu dipaksa sama ka Sean"
"Tapi setelah itu loe terus aja pamer kemesraan loe di depan gue dan gue itu benci banget sama loe, asal loe tahu ya gue itu yang pertama kali kenal sama ka Sean bukan loe!" bentak Sinta.
"Loe kalau mau ambil aja sana gue juga ngak mau sama orang tukang selingkuh dan berkhianat" ucap Chloe dengan suara tinggi.
"Ya bagus dong jadi ka Sean sepenuhnya jadi milik gue bukan perempuan kayak loe"
"Emang gue kenapa"
"Perempuan pembawa sial"
"Maksud loe apa?" tanya Chloe dengan bingung.
"Eeh! Semua orang juga tahu kalau loe itu anak pembawa sial tanya aja sama saudara loe itu"
"Gue ngak nyangka ya orang yang gue anggap sahabat sejati ternyata nusuk gue dari belakang"
"Siapa juga yang mau sahabat sama loe. Asal loe tahu gue itu sahabat sama loe biar gue bisa nyontek sepuasnya dan bisa bikin loe menderita" ucap Sinta dengan sinis.
Seketika hati Chloe sangat sakit mendengar semua ucapan dari orang yang sudah dianggapnya sahabatnya. Dirinya tidak pernah menyangka jika ia akan mendapatkan seorang sahabat yang munafik.
"Gue kecewa banget sama loe Sin"
"Gue lebih kecewa udah pernah sahabatan sama orang yang kayak loe"
"Kalau loe memang mencintai ka Sean loe boleh ambil dia karena asal loe tahu hubungan gue udah berakhir dengannya sejak kemarin" ucap Chloe sambil menahan tangis.
"Bagus deh kalau loe udah putus sama ka Sean jadi selanjutnya gue yang bakal jadi pacar ka Sean" ucap Sinta dengan riang.
Ternyata loe itu ngak sebaik yang gue pikirkan, loe itu serigala berbulu domba semoga loe bahagia dengan pilihan loe, batin Chloe.
Melihat hal tersebut Chloe pun berlalu pergi tapi seketika ia berhenti mendengar ucapan Sinta yang menusuk hatinya.
"Asal loe tahu gue itu nyesel banget udah sahabatan sama loe bi**h" ucap Sinta dengan sinis.
Chloe hanya tersenyum menanggapi perkataan Sinta meski hatinya saat ini sudah hancur berkeping-keping. Air mata Chloe yang di tahan sedari tadi jatuh seketika, Chloe berjalan dengan cepat menuju kamar mandi untuk menumpahkan semuanya.
Sampai di kamar mandi Chloe menangis mengeluarkan semua isi hatinya. Hanya dengan menangis ia bisa meluapkan semua emosinya saat ini.
"Hati gue hancur banget dengar perkataan loe dan gue ngak nyangka kalau bakal sakit seperti ini.........hiks hiks hiks" ucap Chloe dengan terisak pilu di dalam kamar mandi.
Tanpa Chloe sadari semua pergerakannya diawasi oleh anak buah Xavier. Xavier yang mendengar laporan anak buahnya merasa sangat kasihan dengan nasib Chloe.
"Menangislah sepuas mungkin saat ini karena jika kamu sudah bersama dengan aku maka aku tidak akan membiarkan dirimu menangis lagi" ucap Xavier sambil melihat foto Chloe di hpnya.
Setelah puas menangis Chloe pun keluar dengan wajah sembab. Chloe merapikan penampilannya dengan memakai sedikit riasan agar tertutup.
Chloe melihat sudah jam 11:00 tepat pasti mobil jemputannya sudah tiba. Chloe pun berjalan ke kelasnya dan berpamitan dengan teman-temannya setelah itu ia pergi ke parkiran sekolah.
Disana ia disambut oleh seorang pria berbadan besar menggunakan kaca mata hitam seperti pengawal.
"Silahkan masuk nona" ucap sang sopir sambil membukakan pintu.
"Terima kasih pak" ucap Chloe dengan senyuman manis.
Sang supir sangat senang karena gadis pilihan tuannya ternyata sangat baik hati dan lembut. Ia berpikir jika tuannya berjodoh maka sifat dingin sang tuan akan sedikit mereda.
Sepanjang jalan Chloe terus memikirkan semua masalah yang datang silih berganti. Sudah lama ia tidak berlatih karate karena tidak di ijinkan oleh sang mommy untuk keluar.
Beruntung om Arka sangat pengertian dan tidak mempermasalahkannya. Chloe menarik nafasnya dalam dan membuangnya dengan kasar.
Gue harus berani buat hadapi semuanya ini sendiri, batin Chloe.
...βββββ...
To be continue.....
Jangan lupa vote, like dan komen sebanyak-banyaknya ya guysπβ€