
π»Tidak ada satu pun yang melihat berapa banyak yang kamu lakukan untuk mereka tapi mereka hanya melihat apa yang tidak kamu lakukanπ»
.
.
.
.
Suasana dalam resort sangat mencekam saat ini. Semua keluarga Rosemary dan Rahardian tidak menyangka jika tamu kehormatan malam ini adalah Chloe sendiri.
"Dad apa yang di lakukan anak pembunuh itu disini" ucap Laura dengan emosi.
"Daddy ngak tahu mom" ucap Adam.
Mereka semua sangat penasaran kenapa Chloe bisa ada disini dan siapa orang yang bersama dengannya saat ini. Queen yang melihat tatapan mata Sean tidak lepas dari Chloe mengepal tangannya dengan emosi.
Berengsek dasar perempuan ja***g kenapa sih hidup dia selalu aja bagus, meski gue udah dapat mas Sean tapi tidak dengan cintanya, batin Queen penuh amarah.
Direktur Rangga lalu maju menemui sang bos besar untuk membuka resort ini. Albert yang melihat kedatangan Rangga Liem segera menghampirinya, setelah itu direktur Rangga lalu membisikan sesuatu ke Albert.
"Bos sudah waktunya" ucap Albert.
"Heemmmm"
Xavier berjalan menuju ke meja tempatnya di bagian depan dengan langkah penuh wibawa. Semua tamu menatap Xavier dan Chloe dengan tatapan kagum, tak lama direktur Rangga naik ke atas panggung untuk memberikan satu dua kata.
"Selamat malam para hadirin sekalian" ucap direktur Rangga.
"Malam" ucap para tamu dengan serentak.
Direktur Rangga lalu memberikan sambutannya dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada pemerintah setempat yang sudah mengijinkan pembangunan resort mewah di lokasi Lombok.
"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada 2 perusahaan besar yang sudah berpartisipasi besar dalam proyek ini yaitu perusahaan SR Company dan Hartono Company"
Riuh tepuk tangan seketika bergema di dalam resort. Mereka semua bertepuk tangan atas keberhasilan dua perusahaan itu yakni perusahaan milik Sean dan perusahaan Hartono.
"Selamat son" ucap Riko sambil menepuk pundak Sean.
"Thanks papa" ucap Sean dengan tulus.
"I'm so proud of you my grand son" (kakek bangga sama kamu cucuku) ucap Bima sambil tertawa puas.
"Sean gituloh kek" ucap Sean sambil memamerkan giginya.
Semua tamu hadirin mengucapkan selamat kepada Sean dan direktur Hartono. Direktur Rangga lalu melihat ke arah Albert yang memberi isyarat untuk memperkenalkan pemilik dari resort tersebut.
"Oh pasti para tamu sekalian bertanya-tanya arti dari nama resort ini kan, nama resort ini sendiri diambil dari nama sang pemilik yaitu nyonya Chloe Elisabeth" ucap direktur Rangga sambil bertepuk tangan.
Semua tamu hadirin kebanyakan bertanya siapa itu Chloe. Berbeda dengan Queen dan keluarganya yang syok tahu siapa pemilik dari resort paling mewah saat ini di Indonesia.
"Mommy ini ngak mungkin kan" ucap Steven.
"Ini semua nyata anak pembunuh itu pemilik resort paling mewah saat ini" ucap Laura dengan emosi.
Akan aku hancurkan kamu anak sialan, batin Adam dendam.
Chloe lalu naik ke atas panggung setelah diberi isyarat oleh direktur Rangga untuk memberikan sepatah kata. Saat naik ke panggung semua tamu undangan terpukau akan kecantikan Chloe yang seperti bidadari.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Selamat malam para hadirin sekalian terima kasih atas waktunya sudah berkenan menghadiri undangan kami, saya pribadi sendiri cukup kaget saat diberi kejutan tadi dan tidak menyangka jika nama resort ini diambil dari nama saya, kepada orang yang telah memberi kado resort ini saya ucapkan terima kasih dan i love you so much" ucap Chloe dengan senyum tulus.
Jantung Xavier berdetak dengan cepat mendengarkan penuturan sang istri di depan sana dan pengakuan cintanya. Ia tersenyum tulus menatap Chloe yang juga sedang menatap dirinya.
Berbeda dengan Xavier, saat ini hati Sean seperti diremas dengan kuat dan ditusuk pisau tepat di jantungnya. Sean tidak menyangka jika gadis yang selama ini dicintainya sudah mencintai orang lain bahkan ia tidak pernah sekalipun mendapat pernyataan cinta dari Chloe.
"Son are you okay" ucap Riko yang paham apa yang saat ini anaknya rasakan.
"Heemmm"
Riko menatap Bima dan mengangguk kepala sebagai kode jika saat ini Sean sedang dalam keadaan tidak baik. Mereka berdua lalu berdiri di samping kiri dan kanan Sean menepuk pundaknya seakan memberi kekuatan.
Queen yang melihat papa mertuanya menjadi gugup dan takut. Ia berdiri di sebelah Dimas dengan perasaan takut dan juga emosi dalam hatinya.
"Oh ya untuk malam ini ada satu lagi tamu kehormatan kami yang akan saya perkenalkan kepada semua tamu hadirin sekalian" ucap direktur Rangga.
Semua tamu berbisik penasaran siapa lagi tamu kehormatan malam ini. Melihat para tamu yang penasaran direktur Rangga tersenyum dan yakin jika besok pagi akan ada berita heboh di negaranya ini.
"Mari kita sambut Mr. Xavier Arthur Wesly sebagai direktur utama dari Wesly Group dan sekaligus direktur utama dari Shine Company" ucap direktur Rangga dengan suara lantang.
Seketika para wartawan langsung menyiapkan kamera mereka untuk mengambil gambar dari orang paling kaya no.1 di dunia. Riko dan Bima kaget mengetahui siapa direktur utama Shine Company begitu juga dengan Adam sekeluarga.
Mereka tak menyangka jika orang paling kaya di dunia saat ini adalah direktur dari perusahaan Shine dan salah satu anak cabang dari Wesly Group. Xavier naik ke atas panggung dengan langkah tegap dengan aura kepemimpinan.
Para kaum hawa semuanya terpikat akan ketampanan dari Xavier yang seperti dewa yunani, bahkan Queen sendiri tidak bisa lepas dari kekagumannya kepada Xavier.
"Gila ini mah seribu kali lebih ganteng dan lebih kaya dari pada mas Sean" gumam Queen dengan takjub.
Chloe tersenyum manis melihat kedatangan suaminya di atas panggung. Tiba di atas panggung tatapan datar dan dingin dari Xavier langsung melihat para tamu sekalian.
"Terima kasih atas kehadiran para tamu sekalian dan pemerintah setempat dan juga kepada 2 perusahaan yang menangani proyek ini saya ucapkan terima kasih, tak berlama-lama saya nyatakan mulai saat ini resort Leolis dibuka" ucap Xavier dengan nada baritonenya.
Prok......prok........prok......prok......
Riuh tepuk tangan membahana di area tempat pesta saat ini. Xavier turun dan mengandeng tangan Chloe dengan sangat mesra, melihat hal itu hati Sean kembali sakit.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Para tamu undangan langsung menghampiri Xavier untuk berjabat tangan tapi dihentikan oleh Albert dan direktur Rangga. Direktur Rangga lalu memberi isyarat kepada Sean dan direktur Hartono untuk menghampiri Xavier.
"Selamat malam Mr. Wesly suatu kehormatan bagi saya untuk bertemu dengan pengusaha no.1 di dunia" ucap direktur Hartono dengan sopan.
"Heemmm"
Sean sendiri menatap Chloe dengan perasaan sedih dan kecewa. Ia tak menyangka jika Chloe sudah mendapatkan pengganti dirinya.
"Selamat atas peresmian resortnya Chloe" ucap Sean dengan sedih.
"You know my woman" (kamu tahu wanitaku) ucap Xavier dengan pura-pura.
Mendengar perkataan suaminya Chloe memutar malas matanya. Ia tahu jika saat ini suaminya sedang memainkan perannya di depan lawannya.
"Iya Mr. Wesly saya kenal"
"Baby" ucap Xavier dengan tatapan tajam.
"Dia itu mantan aku yang pengkhianat itu sayang" ucap Chloe sambil menyindir Sean.
Hati Sean seperti dipukul dengan kuat mendengar perkataan Chloe mengenai dirinya.
Segitu bencinya loe sama gue ya Chloe sampai loe ngak lirik gue sedikit pun, batin Sean.
Semua yang mendengar perkataan Chloe diam seketika, berbeda dengan Xavier yang tersenyum sinis melihat tatapan mata Sean yang penuh penyesalan.
"Heemmmm"
Tak lama suara cempreng yang sangat dikenali oleh Chloe memanggilnya. Chloe berbalik dan tersenyum senang melihat kedatangan para sahabatnya semua disini.
"Aku kangen sama kalian semua" ucap Chloe memeluk Jeni dan Mira.
"Kita juga kangen sama kamu Chloe" ucap Mira dan Jeni dengan serentak.
"Hai Chloe" ucap Julian dengan senyum manis.
"Hai Julian kalian kapan datang kesini" ucap Chloe dengan antusias.
"Kemarin dan kita ketemu Mira dan juga keluarganya disini" ucap Julian.
"Mana keluarga loe?" tanya Chloe dengan cepat.
"Tuh disana" ucap Mira menunjuk keberadaan keluarganya yang saat ini sedang melambaikan tangannya kepada Chloe.
"Sayang" ucap Chloe dengan manja dan penuh harap.
Julian menunduk hormat saat bertemu dengan Xavier dan dibalas dengan tatapan datar. Xavier memberi isyarat kepada Albert untuk memberitahu Mike menjaga istrinya.
Sean menatap kepergian Chloe dengan tatapan menyesal dan sedih. Hal itu tidak luput dari penglihatan Xavier dan membuatnya seketika menguar aura dingin disekitar sana.
Albert yang mengetahui saat ini bosnya sedang dalam keadaan emosi menelan salivanya dengan kasar. Sean dan lainnya bergidik ngeri merasakan aura membunuh disekitar mereka.
Riko dan Bima yang menuju ke tempat anaknya saat ini juga mendadak menelan saliva dengan kasar saat merasakan aura dari seorang Xavier.
Siapa orang ini kenapa auranya sangat kuat dan bukan lawan main-main, semoga Sean tidak mencari masalah dengan orang tersebut, batin Riko dengan penuh harap.
Riko dan Bima tiba di depan Xavier dan memperkenalkan diri mereka tapi hanya dianggap angin lalu saja oleh Xavier. Bahkan ia diam dan membiarkan direktur Rangga yang lebih banyak berbicara.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Tak lama tatapan mata Xavier sangat tajam melihat dua pasang suami istri beda usia dan seorang pria muda datang mendekat kearahnya. Senyuman sinis tercetak di bibirnya melihat mantan keluarga sang istri.
Hal tersebut tak luput dari tatapan Bima yang melihat senyuman iblis milik Xavier. Ia mengedarkan pandangannya menuju arah pandang Xavier dan kaget melihat keluarga Rosemary.
"Apa hubungan orang ini dengan keluarga Rosemary" gumam Bima dengan pelan.
Ia lalu memikirkan semuanya dan tak lama matanya kaget saat tahu hubungan mereka. Ia lalu melihat ke arah Chloe yang sedang tertawa bahagia dan tahu jika Xavier pasti akan membalas penderitaan wanitanya.
Sean semoga kamu tidak mencari masalah dengan orang didepanmu yang sangat berbahaya, batin Bima.
Keluarga Rosemary dengan langkah pasti menuju ke tempat Xavier untuk mencari muka dengan orang terkaya no.1 di dunia saat ini. Saat mereka semuanya sampai tatapan tajam Xavier langsung menatap tajam mereka.
"Halo Mr. Wesly" ucap Adam dengan penuh wibawa.
"Cih!" decih Xavier dengan sinis.
Adam seketika malu mendapat respon yang tidak disangka olehnya. Bahkan semua keluarganya kaget melihat Adam yang dipermalukan di depan rekan kerjanya.
Tak jauh dari mereka Queen menatap Chloe dengan emosi. Ia lalu berjalan ke arah Chloe dengan perasaan dendam di hatinya.
"Wah wah wah lihat siapa ini" ucap Queen dengan sinis.
Chloe berbalik melihat siapa yang berbicara saat ini. Ia tersenyum mengejek melihat Queen di depannya saat ini, melihat senyuman Chloe seketika amarah Queen tambah memuncak.
"Long time no see Mrs. Rahardian" (lama tidak berjumpa nyonya Rahardian) ucap Chloe dengan sinis.
Mira dan lainnya kaget mendengar cara bicara Chloe yang berbeda dari biasanya. Mereka semua diam dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Siapa Chloe?" tanya Mira.
"Mantan saudara gue yang keluarganya nyuri uang tabungan gue selama 7 tahun" ucap Chloe dengan tatapan tajam.
"Oh ini anak yang waktu itu loe ceritain ya" ucap Mira dengan sinis.
"Apa yang loe ceritain tentang gue!" bentak Queen dengan emosi.
"Semuanya tentang loe yang menindas gue selama di mansion keluarga loe dan tentang sifat loe yang murahan saat Sean masih jadi pacar gue" ucap Chloe dengan senyum penuh arti.
Queen seketika emosi dan ingin menampar Chloe tapi ia kalah cepat dengan Mike yang langsung menampar dirinya. Semua disana kaget melihat Queen yang ditampar oleh seorang pria.
"Don't ever you think to touch my madam" (jangan pernah berpikir untuk menyentuh nyonyaku) ucap Mike dengan tatapan dingin dan membunuh.
Queen seketika kaget dan takut melihat tatapan membunuh Mike. Ia sangat malu dipermalukan oleh Chloe saat ini apalagi semua pasang mata sedang memandangnya.
Xavier yang mendapat laporan dari Albert seketika mengeraskan rahangnya. Ia berbalik menatap tajam Adam dan Laura dengan tatapan membunuh.
"Ajar putri kalian jangan pernah menyentuh milikku jika tidak ingin aku menghancurkan kalian saat ini juga!" bentak Xavier dengan emosi dan aura mengintimidasi.
Adam dan Laura hanya mengangguk kepala mengiyakan perkataan Xavier barusan. Mereka sangat ketakutan melihat tatapan Xavier yang sangat tajam seperti belati dan jangan lupa aura dari tubuhnya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Xavier berbalik dan pergi dari sana menemui sang istri. Sebelum itu Albert memberi isyarat kepada direktur Rangga untuk menghendel acara ini sebagai direktur Shine.
Direktur Rangga hanya mengangguk kepala mengetahui maksud dari tangan kanan sang bos besar yang terkenal kejam itu. Direktur Rangga lalu menatap keluarga Rosemary dengan tatapan tajam.
"Jangan pernah kalian mengusik bos besar jika tidak ingin hancur dalam sekejap" ucap direktur Rangga dengan penuh penekanan.
"Siapa sebenarnya orang itu" ucap Alan dengan penasaran.
"Anda bisa menanyakan kepada besan anda tuan besar Rosemary" ucap direktur Rangga sambil tersenyum.
Mereka semua hanya diam dan tidak berkata apa-apa. Di tempat Chloe saat ini tatapan mata Queen seakan ingin membunuh Chloe, ia lalu mengangkat kepalanya dengan senyum sinis di wajahnya.
"Dasar anak pembunuh" desis Queen dengan tajam.
Chloe seketika menegang mendengar perkataan Queen barusan. Ia menatap Queen dengan tajam seakan ingin membunuhnya saat ini tapi sesaat kemudian ia berhasil mengontrol emosinya.
"Apa saya tidak salah dengar Mrs. Rahardian" ucap Chloe.
"Kenyataannya seperti ini"
"Jika begitu berarti anda adalah orang yang tidak berpendidikan karena tidak bisa membedakan yang mana pembunuhan dan kecelakaan" ucap Chloe dengan sinis.
"Dasar perempuan bi**h" ucap Queen dengan amarah.
Plak..........
Seketika tamparan kuat berbunyi menggema disana. Chloe kaget bukan main melihat suaminya yang sudah berdiri dengan tatapan membunuh.
Ia sangat marah mendengar perkataan Queen yang mengatakan sang istri sebagai perempuan bi**h. Xavier mengelap tangannya dengan tisu yang disodorkan oleh Albert.
"Jaga ucapan anda kepada wanitaku" ucap Xavier dengan aura membunuh.
Queen seketika gemetar melihat tatapan Xavier yang seakan ingin membunuhnya saat ini juga. Ia seakan ingin pergi dari sana tapi kedua kakinya seperti dilem tidak bisa digerakkan.
"Sebelum berbicara lihat dirimu sendiri Mrs. Rahardian siapa disini yang b***h meski sudah memiliki suami" desis Xavier dengan senyuman iblis dibibirnya.
Queen kaget bukan main mendengar perkataan Xavier, ia sampai gemetar ketakutan. Apa orang di depannya tahu dengan perbuatannya di belakang sang suami.
Melihat reaksi Queen seketika Xavier tersenyum iblis, ia seakan memberitahu Queen kalau apa yang di pikirkannya benar tentang diri Xavier.
Xavier lalu menarik tangan Chloe pergi dari sana diikuti oleh Albert dan Mike. Chloe lalu berpesan kepada teman-temannya untuk menikmati acara tersebut.
Sebelum pergi Albert berbisik dengan pelan di telinga Mira yang membuatnya tegang saat itu juga.
Jangan berdekatan dengan pria manapun jika tidak ingin dihukum honey, bisik Albert penuh penekanan.
Queen masih berdiri disana dengan pikiran yang melayang. Ia lalu berlari keluar untuk menormalkan detak jantungnya yang berdetak ketakutan sedari tadi.
Tiba-tiba ia ditarik oleh seseorang memasuki sebuah kamar di sana. Queen memberontak ingin lepas tapi tenaganya kalah dengan orang di depannya.
"Loe" ucap Queen saat melihat wajah orang tersebut.
"Long time no see baby" (lama tidak berjumpa sayang) ucap Henki dengan senyum sinis di bibirnya.
"Apa mau loe berengsek lepasin gue"
"Jangan lupa loe itu pel***r gue sayang" ucap Henki dengan senyum sinis.
"Berengsek loe laki-laki bangsat" teriak Queen dengan emosi.
Mendengar hal tersebut Henki menjadi emosi dan langsung menampar Queen dengan kuat. Ia lalu mengangkat tubuh Queen dan membuangnya ke atas ranjang.
Henki lalu melakukan penyatuan dirinya dan Queen tanpa pemanasan. Queen berteriak kesakitan saat Henki melakukan penyatuan di inti tubuhnya dengan kasar.
Tidak memperdulikan hal itu Henki terus mencari pelepasan hasratnya dengan kasar di tubuh Queen. Ia mengeram merasakan nikmat dari penyatuan meraka.
Setelah puas ia melepaskan Queen dan mengontrol napasnya yang kelelahan. Tanpa mereka berdua sadari ternyata Bima dan Riko melihat semuanya itu saat Queen di tarik masuk ke dalam.
"Dasar cucu menantu pel***r" ucap Bima dengan emosi.
...βββββ...
To be continue............
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€