Heartless

Heartless
Episode 206



🌻Sebaik apapun kita setulus apapun kita dan seberapa besar pengorbanan kita, kita tidak akan pernah berharga di depan mata orang yang tidak bersyukur memiliki kita🌻


.


.


.


.


Tanpa Chloe dan Xavier sadari ternyata ada orang yang diam-diam membantu mereka menjaga keselamatan Chloe. Mereka adalah orang suruhan Valeria dan Robert Nidas.


Robert yang mendapat laporan dari Emilio tentang rencana Juan, segera menyuruh pengawal yang di kirimnya untuk berjaga di dekat Chloe. Robert tahu anak buah Juan adalah orang-orang yang sangat setia kepada anaknya.


Oleh sebab itu hanya dengan cara ini ia bisa menjaga keselamatan Chloe. Sedangkan Valeria meski terus berdiam diri di dalam penthouse ia terus memantau pergerakan semua anak buahnya.


~ Mansion Xavier ~


Pagi ini tepat usia kandungan Chloe memasuki bulan ke delapan. Xavier sudah menyuruh Kevin untuk membawa dokter kandungan ke mansion memeriksa rutin kandungan Chloe.


"Sayang kenapa kita tidak ke rumah sakit aja sih" ucap Chloe.


"Aku belum tahu pergerakan Robert Nidas dan anaknya sayang jadi aku tidak mau ambil resiko untuk keselamatan kamu di luar sana sayang" ucap Xavier dengan tulus.


Chloe menganggukkan kepala mengerti maksud suaminya. Ini bukan hanya untuk dirinya saja tapi juga untuk bayi mereka.


Tak lama pak Max memberitahu jika Kevin dan dokter Sarah sudah selesai mempersiapkan peralatan check up di kamar tamu. Xavier mengandeng Chloe untuk turun ke lantai satu dengan lift.


Sampai di bawah Kevin dan dokter Sarah menyambut keduanya dengan senyum manis. Albert dan Thomas juga berada di sana tapi mereka tetap fokus dengan iPad di tangan mereka.


"Selamat pagi nyonya dan tuan Wesly" ucap dokter Sarah.


"Selamat pagi juga dok" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Sudah siap buat check upnya nyonya" ucap dokter Sarah dengan senyum manis.


"Siap dok" ucap Chloe dengan tegas.


"Kalau begitu mari silahkan nyonya dan tuan" ucap dokter Sarah.


Dokter Sarah ditemani seorang suster wanita masuk ke dalam kamar tamu bersama dengan Chloe dan Xavier. Sampai di dalam Chloe segera berbaring di ranjang dan mengangkat sedikit dress yang ia pakai.


Chloe merasa dingin saat dokter Sarah mengoleskan gel pada perutnya. Dokter Sarah mulai menaruh transduser di perut Chloe dan melihatnya di monitor 4 dimensi.


"Kandungan nyonya baik dan sehat tidak ada masalah" ucap dokter Sarah.


"Syukurlah dok" ucap Chloe.


"Apa mau dilihat jenis kelaminnya juga nyonya"


"Tidak usah dok biar jadi kejutan" ucap Chloe sambil tertawa.


"Baik nyonya dan untuk vitaminnya tidak perlu diminum lagi ya nyonya, dan usahakan setiap pagi nyonya selalu berjalan tanpa sendal untuk memperlancar proses lahiran nanti"


"Baik dok tapi dok apa aku boleh ikut kelas yoga saat ini" ucap Chloe.


"Boleh nyonya itu lebih bagus lagi tapi usahakan jangan sampai kelelahan ya nyonya"


"Baik dok terima kasih"


"Sama-sama nyonya"


Xavier diam mendengar semua penuturan dari dokter Sarah. Ia segera mengirim pesan ke Albert untuk mencari tutor yoga terbaik untuk Chloe tapi yang pasti yang perempuan.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Di ruang keluarga Albert segera mencari tahu tutor yoga terbaik untuk sang nyonya. Ia bingung pasalnya di form tempat yoga terbaik tidak ada tutor yoga perempuan yang terbaik.


"Kenapa kamu" ucap Kevin yang melihat Albert dari tadi mengerutkan keningnya.


"Bos nyuruh cari tutor yoga terbaik untuk nyonya" ucap Albert.


"Lah terus masalahnya" ucap Kevin dengan santai.


"Masalahnya tidak ada tutor yoga perempuan yang bagus semuanya laki-laki saja" ucap Albert dengan frustasi.


Semalam ia baru pulang dari Italia mengurus markas Robert Nidas, tapi pagi ini sudah dipusingkan dengan keinginan sang bos.


"Gimana kalau tutornya yang bencong aja" ucap Kevin memberi ide.


"Memangnya ada yang terbaik?" tanya Albert.


"100% dijamin mereka paling terbaik dan mereka itu kan penyuka sesama jenis jadi pasti bos tidak masalah" ucap Kevin.


"Nanti coba aku tanya ke bos dulu"


"Heemmmm"


Kevin lalu mengedarkan pandangannya kepada Thomas karena sedari tadi Thomas tidak seperti biasa. Kevin memberi isyarat kepada Albert tentang ada apa Thomas tapi Albert hanya mengangkat bahu tak tahu.


"Hey dude tumben kamu diam aja" ucap Kevin menggoda Thomas.


"Diam kamu bocah jika tidak mau mulutmu ku jahit" ucap Thomas dengan suara dingin.


"Ckk!! Dasar jomblo tua" gumam Kevin dengan suara pelan.


Thomas mendengar gumaman Kevin tapi tidak dihiraukannya. Sedari kemarin ia terus mencari tahu siapa hacker yang memblokir dirinya saat mencoba masuk ke dalam keamanan apartemen kingdom, tapi hasilnya sama saja ia tidak menemukannya.


"Arrrgghh! Sial" ucap Thomas frustasi.


Kevin dan Albert kaget mendengar perkataan Thomas barusan. Keduanya melihat Thomas dengan kening berkerut, Thomas melihat mereka dan tidak memperdulikan tatapan mereka.


Tak lama dokter Sarah keluar bersama suster dari kamar tamu, Kevin segera bangun untuk mengantar kepergian keduanya. Chloe dan Xavier lalu keluar dan segera menuju meja makan untuk sarapan.


"Kamu sarapan sendiri saja ya baby soalnya aku harus berangkat ke kantor" ucap Xavier.


"Tapi kamu belum sarapan sayang" ucap Chloe.


"Ada meeting pagi ini di perusahaan sekalian peninjuan proyek hotel kita yang baru baby jadi aku sarapan saja di kantor"


"Bentar aku siapkan bekalmu sayang" ucap Chloe.


"Heemmmm"


Chloe menyuruh pak Max mengambil tempat bekal makan untuk sarapan Xavier. Setelah selesai ia memberikan ke Albert untuk dibawa dan mengingatkan suaminya untuk sarapan.


"Aku pergi dulu ya baby kamu jaga diri ya di mansion"


"Iya sayang kamu hati-hati ya"


"Heemmmm"


Xavier lalu pergi bersama dengan Albert dan Thomas, Kevin yang tinggal di mansion lalu masuk ke dalam bersama dengan Chloe dan pak Max.


"Kevin kamu sudah sarapan?" tanya Chloe.


"Belum nyonya tadi tidak sempat" ucap Kevin sambil memamerkan giginya.


"Kalau begitu ayok kita sarapan kebetulan aku mau sarapan"


"Oke nyonya aku tidak menolak makanan gratis" ucap Kevin sambil cengiran.


Chloe dan pak Max hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Kevin. Ia lalu mulai sarapan ditemani Kevin dan pak Max di meja makan.


Di dalam mobil Albert segera memberi tahu ide Kevin kepada Xavier. Awalnya Xavier menolak keras tapi saat dijelaskan kalau yang akan menjadi tutor yoga Chloe adalah bencong ia pun menyetujuinya.


"Periksa latar belakangnya sebelum masuk ke mansion" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Baik bos" ucap Albert dengan suara datar.


"Bagaimana misi kamu"


"Berjalan dengan lancar bos mereka mengalami kerugian besar saat ini" ucap Albert dengan senyum penuh arti.


"Good"


"Iya bos"


"Serahkan pekerjaanmu kepada Thomas sebentar"


"Tapi bos"


"Pulang dan istirahat aku tidak mau kamu menyusahkan aku di kemudian hari"


"Baik bos tapi aku istirahat di ruanganku saja"


"Heeemmm"


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Sampai di Wesly Group Albert segera memberikan semua pekerjaannya kepada Thomas. Seketika Thomas menatap Albert dengan tatapan kesal.


Melihat hal tersebut Albert tersenyum sinis dan berkata lewat tatapan matanya kepada Thomas dengan cemooh.


"Nikmati pekerjaanmu hari ini dude" ucap Albert mengejek Thomas.


Mendengar ucapan Albert ia seakan ingin memukul Albert tapi tak berani. Albert lalu pergi meninggalkan Thomas yang berdiri kaku melihat tumpukan berkas diatas meja kerjanya ke ruangannya.


"Sial" ucap Thomas dengan kesal.


~ Roma, Italia ~


Robert menatap gudang produksi mereka yang sudah ludes dilahap jago merah. Ia tak menyangka jika markasnya yang penuh dengan pengawalan ketat bisa dimasuki kelompok tak dikenal.


"Berapa kerugian kita" ucap Robert dengan suara tegas.


"Sekitar 1,2 juta euro tuan" ucap tangan kanan Robert.


(1,2 juta euro berarti Rp.20.801.580.360,00)


"Sebanyak itu" ucap Johan dengan kaget.


Ia baru saja masuk dan mendengar pembicaraan daddy dan tangan kanannya. Johan tak menyangka jika mereka akan mengalami kerugian sebanyak itu.


"Kapan kamu sampai" ucap Robert dengan suara dingin.


"Baru saja daddy"


"Heemmmm"


Robert tak bertanya lagi kepada Johan dan Johan tahu jika daddynya pasti kecewa dengan tindakannya ikut mendukung sang kakak. Johan yakin dengan berjalannya waktu sang daddy akan kembali ke sifat dulunya.


Johan lalu mengurus semua kekacauan di markas bersama tangan kanannya. Robert lalu pergi ke mansion setelah melihat sudah ada yang menghendel masalah di markas mereka.


"Apa kamu sudah dapat informasi mengenai kelompok itu" ucap Robert dengan suara dingin di dalam mobil.


"Belum tuan jejak mereka tidak bisa kami temukan"


"Siapa mereka sebenarnya" ucap Robert dengan penasaran.


"Ya kamu benar tapi dari kelompok mana mereka"


"Akan saya cari tahu secepatnya tuan"


"Heemmmm"


~ Mansion Robert ~


Tanpa seorang pun tahu jika saat ini Katy Nidas istri dari Robert sudah sembuh dari kelumpuhannya. Hanya kepala pelayan mansion yang tahu akan hal itu dan merahasiakannya dari semua orang.


"Apa ada yang nyonya butuhkan" ucap kepala mansion.


"Tidak ada" ucap Katy.


"Kalau begitu saya permisi nyonya"


"Heemmm"


Setelah kepala pelayan mansion pergi Katy segera mengambil hpnya dan menghubungi orang kepercayaannya. Pada dering kedua barulah panggilannya diangkat.


"Halo nyonya" ucap Sebastian orang kepercayaan Katy.


^^^"Bagaimana apa kamu sudah dapat" ucap Katy to the point.^^^


"Belum nyonya data diri nona Chloe seperti ditutup dari publik"


^^^"Aku tidak perduli cari datanya sampai dapat" ucap Katy dengan suara tinggi.^^^


"Baik nyonya akan saya usahakan" ucap Sebastian.


^^^"Heemmm"^^^


Tak lama pintunya dibuka dari luar Katy kaget bukan main pikir suaminya yang masuk. Ternyata itu adalah kepala pelayan mansion.


"Nyonya itu tuan sudah pulang" ucap kepala pelayan mansion dengan panik.


"Apa cepat bawa kursi rodaku" ucap Katy dengan panik.


Ia segera duduk di kursi roda dan menatap keluar seperti tidak ada yang terjadi. Robert lalu masuk ke dalam kamar dan melihat sang istri yang setiap hari seperti itu.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Robert mengendurkan dasinya lalu duduk di sofa samping kursi roda Katy. Ia menatap Katy dengan perasaan sedih dan bersalah, Robert lalu melihat Katy sambil memegang tangan sang istri.


"Kamu tahu sayang cucu kita Chloe sangat cantik seperti Sintia"


Katy seketika kaget mendengar ucapan suaminya, tapi ia tetap tidak menatap Robert sedikit pun seakan tubuhnya sudah tidak berfungsi lagi.


"Aku bertemu dengannya 3 hari yang lalu di California, dia sangat bahagia dengan suaminya. Aku bersyukur suaminya sangat mencintainya dengan tulus"


Robert menjeda ucapannya sebelum melanjutkan pembicaraan mereka.


Siapa suaminya Chloe aku harus mencari tahu, batin Katy penasaran.


"Aku harap anak kita Juan tidak melakukan kesalahan yang sama sepertiku kepada cucu kita Katy" ucap Robert sambil menghela napas dengan kasar.


Robert lalu bangun dan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Melihat Robert tak kelihatan lagi Katy segera mengambil hpnya dan mengirim pesan kepada Sebastian untuk mencari tahu Chloe di California.


"Aku tidak akan membiarkan kalian menyakiti cucuku seperti anakku" gumam Katy dengan pelan.


~ California, Los Angeles ~


Saat ini waktu sudah menunjukan pukul 12:10 siang. Di depan mansion Chloe anak buah Juan lewat dan berlalu pergi menuju ke anak buah Juan yang lain.


"Bagaimana?" tanya salah satu anak buah Juan.


"Penjagaannya sangat ketat dan aku lihat banyak sniper di sudut mansion" ucap anak buah Juan yang lain.


"Kabari tuan Juan" ucap Sam ketua anak buah Juan.


"Baik bos"


Anak buah Sam lalu menghubungi Juan tapi yang mereka dapatkan hanya bentakan dari Juan. Sam dan anak buahnya hanya bisa menjawab iya semua perkataan tuan mereka.


"Kirim pesan kepada gadis itu" ucap Sam.


"Baik bos"


Mereka lalu mengirim pesan berupa foto mobil Xavier yang telah di pasang bom. Tadi anak buah Juan sebagiannya menyamar untuk memasang bom di mobil Xavier di parkiran Wesly Group.


Tanpa mereka tahu aksinya sudah gagal karena anak buah Valeria sudah berhasil menjinakkan bom itu. Anak buah Valeria lalu mengirim bom itu melalui paket kepada Xavier dengan catatan dan juga cctv di parkiran.


~ Mansion Xavier ~


Di dalam kamar Chloe kaget mendapat pesan itu. Ia panik dan mencoba menghubungi Xavier tapi tidak diangkat, berkali-kali Chloe menelpon tapi hasilnya tetap sama.


Chloe yang panik tidak berpikir dengan jernih dan segera pergi ke garasi Xavier dan mengambil salah satu mobil koleksi suaminya. Kevin yang berada di dapur tidak mengetahui jika Chloe saat ini sudah berada di garasi.


"Buka gerbang" ucap Chloe dengan panik.


"Tapi nyonya tuan melarang nyonya keluar sendiri" ucap sang pengawal.


"Aku bilang buka ya buka!" bentak Chloe.


Sang pengawal segera mengabari hal itu kepada Mike, Mike yang mendengar informasi tersebut berlari dengan cepat menuju ke depan mansion. Tapi terlambat mobil Chloe sudah keluar dari mansion


"Cepat siapkan mobil" ucap Mike dengan suara tinggi.


"Baik bos"


MIke segera naik ke mobil mengejar Chloe yang baru saja keluar. Kevin yang diberitahu pak Max juga tak kalah panik dan mengikuti salah satu mobil pengawal yang akan keluar.


Chloe melajukan mobil dengan kecepatan tinggi membelah jalanan California. Anak buah Juan yang melihat mobil Chloe keluar dari mansion segera mengikutinya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Xavier yang saat ini baru saja selesai meeting kaget melihat hpnya yang dipenuhi panggilan sang istri. Tak lama Kevin menghubunginya.


^^^"Ada apa"^^^


"Bos nyonya tiba-tiba saja bawa mobil keluar sendiri"


^^^"Apa cepat ikuti istriku jangan sampai ada sesuatu yang terjadi!" bentak Xavier dengan suara tinggi.^^^


"Baik Bos"


Chloe yang panik tak menyadari jika mobilnya dikuti oleh anak buah Juan. Di belakang mereka mobil Mike sedang terjadi baku tembak dengan anak buah Juan yang lain.


"Hubungi anak buah kita yang lain jangan sampai kehilangan mobil nyonya"


"Baik bos" ucap anak buah Mike.


Dor......dor.........dor.........dor.......


Duar......


Salah satu mobil anak buah Juan berhasil dilumpuhkan. Kevin yang mendengar suara ledakan menyuruh sopir untuk tambah kecepatan mobil mereka.


"Kejar mobil nyonya dengan cepat"


"Baik bos tapi di depan sepertinya musuh berusaha menghadang mobil kita dan lainnya bos" ucap sang sopir.


"Berengsek habisi mereka semua" ucap Kevin dengan suara tinggi.


Tak lama satu mobil jenis mustang lewat di samping mereka. Kevin mengerutkan kening melihat orang tersebut dan lebih bingung saat melihat orang itu menembak mobil musuh mereka tepat sasaran.


Di dalam mobil Chloe terus memacu mobil sport jenis Buggati milik suaminya. Tak lama dua mobil menabrak mobilnya dari samping, beruntung Chloe dengan cepat menstabilkan kemudi agar tidak terbalik.


"Siapa mereka kenapa mereka hempet mobil gue" ucap Chloe.


Hp Chloe lalu berbunyi tanda panggilan masuk. Chloe segera menjawab panggilan tersebut menggunakan earphone.


"Baby apa yang kamu lakukan kenapa keluar sendiri" ucap Xavier dengan panik.


^^^"Ada bom di mobil kamu sayang"^^^


"Apa dari mana kamu tahu"


^^^"Ada yang mengirim pesan ke nomorku sayang"^^^


"Sayang jangan percaya dengan pesan seperti itu"


^^^"Tapi itu benar mobil kamu sayang" ucap Chloe dengan suara tinggi.^^^


"Oke oke sekarang posisi kamu dimana sayang"


^^^"Aku dekat perusahaanmu! Aarghhh" teriak Chloe.^^^


"Apa yang terjadi" ucap Xavier dengan panik.


^^^"Ada yang menyerempet mobil aku dari kanan dan kiri sayang.......hiks hiks.......aku takut hubby" ucap Chloe sambil menangis.^^^


"Kamu tenang sayang anak buah kita tepat berada di belakangmu" ucap Xavier dengan suara dingin.


Albert dan Thomas segera menuju ke lobby perusahaan bersama dengan Xavier. Mereka akan menuju ke tempat Chloe karena khawatir dengan keadaan Chloe.


Chloe menambah kecepatan mobilnya berusaha keluar dari hemepitan dua mobil disampingnya. Usahanya berhasil dan ia segera memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke perusahaan Wesly.


Di pos penjaga keamanan Wesly Group Xavier tiba disana dengan mobil dan segera keluar dari mobilnya saat melihat mobil Chloe. Ia melihat ada 2 mobil ford mengikuti mobil Chloe dengan cepat.


Dor.....dor.......dor......dor......


4 tembakan tepat mengenai ban dua mobil itu dan seketika terbalik. Chloe memberhentikan mobilnya dan berlari keluar ke arah Xavier di depan.


Tanpa Xavier tahu jika ada seorang anak buah Juan yang bertugas menembak Xavier berdiri di samping perusahaan. Chloe yang melihat orang itu berteriak dengan suara kencang saat orang itu mengangkat pistol.


"Sayang awas" teriak Chloe.


Dor............


Brugh......brugh.......


Seketika Chloe dan Xavier jatuh di tanah. Chloe terjatuh saat berusaha mendorong Xavier ke arah samping sehingga dirinya yang terkena tembakan itu, naasnya Chloe jatuh dengan perut yang terlebih dahulu sehingga d***h keluar dari kedua celah pahanya.


"Sayang" teriak Xavier dengan kaget.


"Tangkap orang itu" ucap Albert dengan suara tinggi.


Tubuh Chloe sudah dipenuhi da**h di bahu dan paha. Xavier menangis melihat tubuh sang istri berlumuran da**h, ia lalu mengangkat Chloe segera naik ke mobil menuju rumah sakit.


"Kamu harus bertahan sayang" ucap Xavier dengan raut khawatir dan panik.


...❄❄❄❄❄...


To be continue............


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀