Heartless

Heartless
Episode 211



🌻Tak selamanya yang bersinar itu indah dan tak selamanya yang hebat akan tetap menjadi hebat jadi tetaplah menjadi dirimu sendiri karena suatu saat kamu akan menjadi lebih dari mereka🌻


.


.


.


.


Xavier dan anggota mafianya tiba di bandar udara LAX tepat jam 03:00 dini hari waktu setempat. Xavier melihat anak buahnya yang tidak ada luka serius hanya luka ringan saja tersenyum tipis.


"Albert" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Iya bos" ucap Albert dengan suara dingin.


"Berikan mereka semua libur selama seminggu dan juga bonus" ucap Xavier dengan tegas.


"Baik bos" ucap Albert.


Albert segera memberitahu hal tersebut kepada Ken. Seketika senyum lebar muncul di bibir Ken karena mendapat liburan seminggu penuh dengan bonus yang sangat besar.


"Terima kasih bos" ucap Ken sambil memamerkan giginya.


"Berterima kasihlah kepada bos besar" ucap Albert.


"Baik bos" ucap Ken.


Ken lalu mengucapkan terima kasih kepada Xavier. Melihat hal itu Xavier hanya mengangguk kepala dan segera masuk ke dalam mobil. Albert, Xavier, dan pengawal mereka segera pergi dari landasan pribadinya menuju ke rumah sakit Wesly.


Semoga nyonya bisa cepat sadar dan berkumpul kembali bersama dengan bos, batin Ken dengan tulus.


Ken segera memberi tahu informasi dari Albert kepada anak buahnya. Semuanya berteriak senang mendengar informasi yang disampaikan oleh Ken, mereka akan menggunakan liburan ini untuk bersenang-senang dan kumpul dengan keluarga mereka.


~ Wesly hospital ~


Mobil mewah Xavier dan pengawalnya tiba di Wesly Hospital tepat pukul 03:30 dini hari. Suasana rumah sakit yang sepi karena waktu masih terlalu pagi membuat Xavier dan rombongannya tidak menjadi pusat perhatian.


"Suruh mereka untuk libur bersama dengan yang lainnya" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Baik bos" ucap Albert.


Xavier segera pergi ke lift khusus untuknya sementara Albert memberitahu kepada pengawalnya dan Xavier sesuai ucapan Xavier tadi. Sebelum pergi mereka akan menunggu kehadiran tim yang mengganti mereka baru mereka pulang.


Sampai di lantai 7 Xavier keluar dari lift dengan tatapan datar dan dingin. Anak buahnya menunduk melihat kedatangan bos mereka, Mike yang berjaga di depan pintu segera memberi hormat kepada Xavier.


"Selamat datang bos" ucap Mike.


"Siapa yang ada di dalam?" tanya Xavier dengan suara dingin.


"Nona Mira dan dokter Kevin bos" ucap Mike.


"Heemmmm"


Xavier lalu membuka pintu dengan sidik jarinya, ia masuk ke dalam dan pandangannya tertuju kepada sang istri yang masih koma di atas brankar. Xavier melihat Chloe dengan perasaan sedih dan rapuh.


"Bos" ucap Kevin yang sadar saat pintu dibuka.


"Keluar" ucap Xavier dengan suara dingin.


"Baik bos" ucap Kevin.


Kevin membangunkan Mira tapi Mira tak bangun juga karena sudah sangat nyenyak. Beruntung Albert tiba pas waktu yang tepat, Kevin memberi kode untuk membawa Mira keluar karena tak bangun juga.


Albert segera mengendong sang kekasih untuk keluar dan pulang ke apartemen. Sebelum pergi Kevin memberitahu kepada Xavier mengenai kondisi Chloe beberapa jam yang lalu.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Bos tadi tubuh nyonya kejang-kejang selama 30 menit"


"Apa" ucap Xavier dengan suara tinggi.


"Itu sepertinya nyonya mengalami sesuatu dalam mimpinya makanya tubuh nyonya kejang bos"


"Tidak ada yang berbahaya kan" ucap Xavier dengan khawatir.


"Tidak ada bos kondisi nyonya stabil semuanya bos dan kita harus selalu mengajak nyonya untuk berbicara terus bos" ucap Kevin dengan sedih.


"Lalu bagaimana kondisi anakku?" tanya Xavier.


"Tubuh bos muda pulih dengan cepat bos dia anak yang kuat" ucap Kevin sambil menatap Xander dalam inkubator.


"Heeemmmm"


Kevin lalu pamit pergi meninggalkan Xavier dan keluarga kecilnya. Xavier terduduk di kursi di samping brankar Chloe dengan raut wajah sedih, air matanya mengalir tak kuasa melihat istrinya terbaring lemah seperti ini.


"Aku mohon bangunlah baby jangan buat aku dan anak kita menjadi seperti ini" ucap Xavier dengan rapuh.


Ia menangis dengan pilu mengeluarkan semua kesedihan yang dipendamnya. Xavier hanya bisa mengeluarkan semua kesedihannya di depan sang istri meski diluar sana ia terlihat kuat.


Kevin yang masih berdiri di luar seketika meneteskan air matanya mendengar ucapan Xavier. Ia sangat sedih melihat bosnya menjadi rapuh seperti ini, Mike yang juga mendengar ucapan Xavier menjadi ikut sedih.


"Jangan pernah katakan hal ini kepada siapapun" ucap Kevin dengan suara tegas.


"Baik dok" ucap Mike dengan suara dingin.


Kevin segera pergi meninggalkan ruangan Chloe menuju ruangannya di lantai 5. Di dalam ruangan Chloe hanya terdengar suara tangis Xavier yang sangat memilukan.


~ Mansion tua Wesly ~


Anak buah Robert saat ini sedang bersembunyi di balkon kamar nenek Esma. Ia menunggu saat nenek Esma terlelap baru ia masuk untuk memberi pelajaran kepada nenek Esma.


Melihat nenek Esma sudah terlelap orang itu segera masuk dan berjalan dengan langkah pelan menuju ke ranjang. Ia tersenyum sinis melihat musuhnya yang tak menyadari kehadirannya.


Krek...........krek.......


Bunyi patah dan retakan terdengar di dalam sana. Nenek Esma seketika terkejut karena kaki kanannya di patah dengan kuat, saat ingin berteriak mulutnya dibekap dengan kain.


"Ini akibat untuk orang jahat seperti anda nenek tua" ucap anak buah Robert dengan sinis.


Eemmppp.........eehhmmppp.......eehmmm....


Suara nenek Esma yang ingin berteriak tapi tidak bisa. Seketika nenek Esma pingsan saat diberi suntikan oleh anak buah Robert.


"Nikmati penderitaanmu mulai saat ini nenek tua" ucap anak buah Robert.


Ia segera pergi karena sudah berhasil melakukan tugasnya. Keesokan paginya Rita datang ke kamar sang mommy untuk membangunkan nenek Esma karena sudah jam 08:00 pagi nenek Esma belum juga turun untuk sarapan.


"Mommy ayo turun kita sarapan semuanya sudah pada lapar nunggu mommy" ucap Rita di depan pintu.


Tak mendengar suara mommynya ia segera masuk ke dalam kamar nenek Esma. Saat masuk Rita kaget bukan main melihat keadaan mommynya saat ini.


"Aarrgghhh! Mommy" teriak Rita dengan suara kencang.


Semua yang berada di meja makan segera berlari ke kamar nenek Esma di samping ruang keluarga. Saat masuk ke dalam mereka semua kaget melihat kondisi nenek Esma.


Mulut nenek Esma bengkok tidak bisa bicara dengan jelas, bahkan kaki kanannya bengkok seperti patah. Reynald menuju ranjang melihat keadaan mommynya yang seperti orang lumpuh.


"Mommy apa yang terjadi" ucap Reynald dengan khawatir.


"Ehhhhm.....ehhmpppm.......eehnmmpp" ucap nenek Esma dengan tidak jelas.


Semua yang di sana tidak mengerti dengan apa yang katakan oleh nenek Esma. Sintya berdiri di depan pintu dengan tatapan datar melihat kondisi sang nenek.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Kak ayo kita bawa mommy ke rumah sakit........hiks hiks hiks" ucap Rita dengan air mata terus mengalir.


"Ke rumah sakit bagaimana Rita kita tidak punya uang" ucap Reynald.


"Lalu bagaimana dengan mommy" ucap Rita.


"Aku tidak tahu" ucap Reynald.


"Kita bawa nenek sekarang ke rumah sakit" ucap Sintya yang kasihan dengan neneknya.


"Apa kamu tuli bodoh kita tidak punya uang buat ke rumah sakit" ucap Arnold dengan suara tinggi.


"Sedikitpun apa kalian tidak punya hati untuk keselamatan nenek bukan untuk orang lain" ucap Sintya dengan suara tak kalah tinggi.


"Apa yang dibilang Arnold benar kita tidak bisa membawa mommy ke rumah sakit" ucap Reynald.


"Aku yang akan bayar tagihannya jadi kalian tidak perlu khawatir" ucap Sintya.


"Oke itu ide yang bagus" ucap Mita tantenya.


Sintya hanya menatap tantenya dengan tatapan sinis karena ia tahu mereka tidak akan mau mengeluarkan uang mereka sepeserpun. Nenek Esma lalu di gendong oleh Reynald menuju mobil.


Karena tak mempunyai uang yang banyak mereka hanya bisa membawa nenek Esma ke klinik dekat mansion. Sampai di klinik nenek Esma segera diperiksa oleh dokter.


"Kondisi pasien mengalami kelumpuhan" ucap dokter Samuel.


"Lumpuh dok tapi bagaimana bisa semalam mommy saya masih baik-baik saja dok" ucap Rita dengan kaget.


"Sepertinya pasien terlalu stres sehingga otot-otot dalam tubuhnya menjadi kejang dan juga saraf-saraf pasien sudah tidak bekerja lagi dengan baik" ucap dokter Samuel.


"Apa mommy saya bisa sembuh dok" ucap Reynald.


"Saya tidak tahu tuan karena dari hasil pemeriksaan, kelumpuhan mommy anda tergolong lumpuh total" ucap dokter Samuel.


Siapa orang itu dan kenapa tidak ada yang tahu kedatangannya, batin nenek Esma.


"Lalu kenapa kaki kanan nenek saya dok?" tanya Sintya.


Dokter Samuel melihat kaki kanan dan kaget melihat kaki nenek Esma yang seperti patah. Saat memeriksa kondisi kaki nenek Esma dokter Samuel menjadi lebih kaget.


"Kaki pasien sepertinya di patah dan diinjak sampai remuk sehingga tulang di dalamnya hancur" ucap dokter Samuel.


"Apa dok" ucap Reynald dengan kaget.


"Apa tidak bisa disembuhkan dok" ucap Cika.


"Maaf tuan tapi tulangnya sudah hancur tidak bisa di sambungkan lagi" ucap dokter Samuel.


Semuanya diam melihat kondisi nenek Esma saat ini. Mereka tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk kesembuhan nenek Esma dan hanya bisa pasrah saja.


"Kalau begitu saya permisi dulu" ucap dokter Samuel.


"Iya dok terima kasih" ucap Sintya mewakili keluarganya.


"Sama-sama" ucap dokter Samuel.


Dokter Samuel segera pergi keluar dari ruang pemeriksaan. Nenek Esma lalu di gendong oleh Reynald untuk kembali ke mansion karena sudah selesai diperiksa oleh dokter.


Sampai di mansion semuanya diam tidak ada yang berbicara satu kata pun. Setelah nenek Esma di baringkan dalam kamar dan di suapi oleh pelayan semuanya duduk di ruang keluarga.


"Aku akan mengambil ahli kebun anggur untuk di kelola" ucap Reynald.


"Biar suamiku ikut membantu" ucap Rita.


"Baiklah apa kamu bisa Bram" ucap Reyanld.


"Bisa kak aku akan membantumu" ucap Bram dengan senyum manis.


Tanpa mereka semua tahu ternyata Bram sudah merencanakan untuk mengambil alih kebun anggur menjadi miliknya.


Sepertinya ini waktu yang tepat untuk menjalankan rencanaku, batin Bram.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Hari-hari berlalu dengan cepat dan tanpa terasa sudah 2 minggu Chloe koma. Baby Xander kondisi organ tubuhnya sudah kuat dan sudah tidak perlu berada di inkubator lagi.


Mira sendiri sudah pulang dari seminggu yang lalu karena harus masuk kerja. Albert menyuruh sang kekasih untuk kerja di perusahaan Chloe dan tinggal di apartemennya.


Awalnya Mira menolak tapi karena dipaksa oleh Albert akhirnya ia pun mau. Setelah tiba di Indonesia Mira dijemput oleh Kenzo dan memberi tahu Mira posisinya di perusahaan di bagian keuangan sesuai kemampuannya.


Selama 2 minggu Xavier melakukan tugas kantornya di rumah sakit karena tak ingin meninggalkan sang istri dan buah hati mereka. Albert dan Thomas harus bolak-balik perusahaan dan rumah sakit.


Pak Max selama itu juga setia berada di samping Xavier untuk membantu Xavier mengurus baby Xander. Baby Xander saat keluar dari inkubator ia tidak ingin digendong oleh siapapun selain sang daddy.


Seperti saat ini baby Xander terus menangis saat digendong oleh pak Max. Xavier yang sedang mandi harus menyelesaikan mandinya secepat mungkin.


"Berikan dia kepadaku" ucap Xavier dengan tubuh hanya menggunakan jubah mandi.


"Iya tuan" ucap pak Max.


Seketika tangisan baby Xander berhenti saat sudah berada di gendongan Xavier. Xavier mengendong anaknya dengan hati-hati, ia tersenyum melihat wajah anaknya yang sama persis dengannya.


"Anak daddy kenapa menangis hem" ucap Xavier dengan lembut.


Baby Xander tertawa dengan celoteh bayinya, Xavier mengajak Xander untuk mendekati Chloe yang masih koma di atas brankar.


"Mommy cepat bangun ya baby Xander kangen sama mommy" ucap Xavier dengan getir.


Bayi itu memegang pipi Chloe menepuk-nepuk dengan pelan. Di dalam dunia mimpi Chloe saat ini ia sangat bahagia berada disana.


Chloe tertawa bahagia bersama dengan kedua orang tuanya dan kedua mertuanya. Ia sangat bahagia bisa bertemu dengan kedua orang tuanya yang tidak pernah ia temui selama ini.


"Jadi mommy juga sangat suka mawar seperti Chloe" ucap Chloe dengan kaget.


"Iya sayang itu bunga kesukaan mommy kamu" ucap Jonatan.


"Ah! Ternyata kesukaan kita berdua sama mommy" ucap Chloe dengan senang.


"Iya nak" ucap Sintia.


Mereka semua lalu tertawa dan bercerita mengenai masa lalu kedua orang tua Chloe dan kedua orang tua Xavier.


"Chloe"


"Chloe"


"Baby kamu harus bangun jangan tinggalkan aku dan anak kita"


Chloe kaget mendengar namanya dipanggil oleh seorang pria. Chloe mengedarkan pandangannya mencari sumber suara tersebut dan ia kaget melihat orang yang sangat dikenali berdiri sambil mengendong bayi laki-laki yang mirip dengannya.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


"Xavier" ucap Chloe dengan mata berkaca-kaca.


"Nak pulanglah ke tempatmu karena tempat kamu bukan disini" ucap Ariana mommy Xavier dengan suara lembut.


"Tapi aku masih mau disini mom.......hiks hiks hiks" ucap Chloe sambil menangis.


"Sayang dengerin mommy. Saat ini ada dua orang yang sangat membutuhkan dirimu dan mereka sangat sedih melihat kamu terbaring lemah" ucap Sintia dengan lembut.


Chloe menangis sambil melihat Xavier dan ia ingat jika ia saat ini tidak mengandung, berarti anaknya sudah lahir. Chloe bangun dan melihat keempat orang dewasa di depannya dengan mata berkaca-kaca.


"Mommy titip anak mommy ya sayang........hiks hiks hiks........cintailah dia dengan tulus dan jangan pernah tinggalkan dia seperti mommy yang meninggalkannya saat masih kecil.........hiks hiks" ucap Ariana sambil menangis.


"Daddy yakin kamu adalah jodoh yang dikirimkan Tuhan untuk anak daddy karena daddy tahu selama ini dia sudah hidup dalam kehampaan dan kesendirian" ucap Justin daddy Xavier.


"Iya daddy" ucap Chloe sambil memeluk daddy dan mommy Xavier.


"Sayang satu nasihat mommy, sebagai seorang istri kamu harus selalu mengikuti semua ucapan suamimu jangan menjadi istri yang tidak berbakti kepada suamimu ya sayang" ucap Sintia sambil memeluk Chloe dengan erat.


"Chloe akan ingat semua nasihat mommy" ucap Chloe.


"Anak daddy satu yang mau daddy katakan dalam rumah tangga banyak halangan dan rintangan tapi ingatlah semua itu cobaan saja. Cintailah dan percayalah suamimu dengan tulus jika ia salah maka beritahu dia dengan kelembutan karena api tidak akan pernah bisa menang melawan api sayang. Daddy tahu kamu anak yang baik dan kuat jadilah panutan untuk anak dan suami nak" ucap Leonard dengan lembut.


"Terima kasih daddy dan satu lagi Chloe mau bilang Chloe sangat senang sudah dilahirkan menjadi anak kalian" ucap Chloe sambil tersenyum bahagia.


"Terima kasih sayang" ucap Sintia.


Mereka berlima lalu berpelukan untuk terakhir kali, tak lama cahaya putih datang dan membawa Chloe pergi dari sana ke sebuah pintu yang bercahaya.


Mata Chloe berkedip-kedip terbuka perlahan-lahan, ia mengedipkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk. Chloe melihat ke semua sisi ruangan dan ia tahu jika ia berada di rumah sakit.


Chloe ingin mengangkat tangannya tapi ia merasa berat. Chloe melihat ke samping ternyata suaminya tertidur sambil memeluk lengannya, ia tersenyum manis melihat sosok yang sangat dicintainya.


"Hubby" ucap Chloe dengan suara lemah.


Xavier yang sangat peka membuka matanya saat mendengar suara istrinya. Xavier bangun dan seketika ia kaget melihat sang istri yang sudah membuka matanya dan saat ini sedang tersenyum hangat.


"Baby kamu sudah sadar" ucap Xavier dengan senang.


"Ai....r" ucap Chloe dengan suara lemah.


Xavier lalu mengambil air dan memberikannya ke Chloe untuk diminum. Tak lupa ia menekan tombol darurat memanggil Kevin.


Pintu terbuka dan masuklah Kevin dengan napas satu-satu karena berlari dengan cepat. Ia takut jika tubuh Chloe kejang-kejang seperti waktu itu, seketika ia kaget melihat Chloe yang tersenyum menyambutnya.


"Nyonya..........hiks hiks hiks" ucap Kevin sambil menangis.


"Hay Kevin" ucap Chloe dengan senyum manis.


"Periksa istriku Kevin" ucap Xavier dengan suara tegas.


Kevin memakai sarung tangan dan memeriksa keadaan Chloe, awalnya Chloe bingung tapi ia ingat jika sang suami tidak suka tubuhnya disentuh oleh pria manapun selain dia.


"Nyonya sudah pulih dari koma dan tidak ada hal buruk apapun dalam tubuh nyonya" ucap Kevin.


"Syukurlah" ucap Xavier dengan lega.


"Besok nyonya harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk melihat lebih lanjut di dalam tubuh nyonya ya" ucap Kevin.


"Baiklah" ucap Chloe.


"Kalau begitu aku permisi bos dan nyonya" ucap Kevin.


"Heeemmmm"


Saat Kevin sudah pergi Xavier lalu memeluk tubuh sang istri dengan erat. Xavier berkali-kali mengucap syukur karena istrinya sudah sadar.


"Jangan pernah tinggalkan aku lagi sayang" ucap Xavier dengan suara lemah.


"Never hubby" ucap Chloe.


"I Love you my wife" ucap Xavier dengan tulus.


"I love you too hubby" ucap Chloe dengan lembut.


...❄❄❄❄❄...


To be continue............


Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guys😘❀