
π»Payung tidak akan membuat hujan berhenti tapi akan mengantar kita sampai ke tujuanπ»
.
.
.
.
Pak Ardi melihat kedua orang di depannya dengan tatapan tenang tapi menyiratkan ketegasan di dalamnya.
"Saya harap tuan dan nyonya Rosemary bisa menerima hal ini dengan baik" ucap Ardi dengan tenang tapi tegas.
"Sejak kapan" ucap Laura dengan wajah menahan emosi.
"Menurut informasi dari tuan muda Sean nyonya Queen sudah berselingkuh saat tuan muda Ares berumur 3 bulan di dalam kandungan" ucap Ardi menjelaskan dengan tegas.
"Apa" ucap keduanya serentak.
"Mohon tuan dan nyonya sampaikan kepada nyonya Queen untuk segera menandatangani berkas perceraian secepat mungkin dan besok saya akan mengambilnya jika tidak maka saya akan melakukan cara lain yang merugikan putri anda sendiri" ucap Ardi dengan tegas.
"Heemmmm" deham Adam sambil mengangguk kepala.
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan dan nyonya Rosemary sampai jumpa besok pagi" ucap Ardi sambil menjabat tangan Adam dan Laura.
Laura dan Adam melihat kepergian Ardi Lukman pengacara pribadi keluarga Rahardian dengan tatapan sulit diartikan. Keduanya diam tidak ada yang mengeluarkan sepatah kata pun.
"Kenapa putri aku harus seperti ini" ucap Laura dengan wajah frustasi.
Adam hanya diam sambil menghela napas tidak tahu harus berkata apa. Ia lalu beranjak pergi menuju kamar Queen sambil membawa surat dari pengadilan agama.
Sampai di dalam kamar ia melihat Queen yang sedang bersandar di ranjang. Adam melihat Queen dengan tatapan kecewa, marah, dan sedih. Ia tidak tahu harus berkata apa pada sang putri karena ia juga melakukan hal yang sama seperti anaknya.
"Daddy" ucap Queen dengan nada lemah.
"Ada surat untukmu dari suamimu" ucap Adam dengan suara datar.
Mendengar nama suaminya seketika tubuh Queen gemetar, ia sudah tahu apa yang ada dalam isi surat yang dibawakan oleh sang daddy. Queen melihat Adam dengan mata berkaca-kaca seolah mengadu pada dirinya.
"Aku salah daddy.......hiks hiks.......aku salah.....hiks hiks..........sudah khianati mas Sean dad" ucap Queen sambil berderai air mata.
"Itu sudah menjadi resiko kamu atas perbuatanmu sendiri" ucap Adam dengan tegas.
"Tapi aku ngak mau daddy aku cinta sama mas Sean!" bentak Queen dengan emosi.
"Cukup Queen seharusnya kamu terima hasil perbuatan kamu kalau tidak video tentang perselingkuhanmu akan tersebar di publik" ucap Adam dengan suara tinggi.
Mendengar hal tersebut seketika Queen diam seribu bahasa. Ia tahu jika saat ini sang daddy telah mengetahui semua kelakuan di belakang sang suami.
"Tapi Queen terpaksa daddy itu semua karena rasa cinta aku ke mas Sean dad"
"Mau tidak mau kamu harus tanda tangan surat perceraian kamu dan besok pagi pengacara keluarga Rahardian akan kesini mengambil surat ini" ucap Adam sambil menyodorkan surat cerai itu.
Queen menerima surat cerai tersebut dengan hati getir. Hatinya merasa sangat sakit dan terpukul melihat nama penggugat Sean Rahardian tertera jelas disana.
"Daddy apa aku bisa dapat hak asuh anak aku"
"Seharusnya kamu tahu jika kamu yang berselingkuh maka pengadilan akan memberikan hak asuh kepada sang ayah"
"Tapi Ares masih membutuhkan asi aku daddy" ucap Queen dengan cepat.
"Berdoa saja semoga ada keajaiban buatmu" ucap Adam dengan nada tegas.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Adam segera keluar dari kamar sang anak jika tidak ia akan semakin emosi.
Sial gagal sudah rencana aku untuk mendapatkan semua harta keluarga Rahardian, batin Adam dengan emosi.
Ia lalu pergi menuju kamarnya untuk mendinginkan rasa emosi dalam dirinya. Alan yang sedari tadi mendengar percakapan Adam dan cucunya merasa sangat emosi dan kesal.
Keduanya sama-sama kesal karena lagi-lagi gagal untuk mencuri seluruh harta keluarga Rahardian.
Daddy sama anak sama saja tukang selingkuh, batin Alan dengan emosi.
~ SR Company ~
Tepat pukul 17:00 Dimas masuk kedalam ruangan Sean dengan membawa amplop putih dari RH Hospital. Sean menunggu hasil tes DNA dia dengan Ares dengan perasaaan was-was dan gugup.
"Tuan ini surat hasil tes DNA milik tuan" ucap Dimas sambil menyodorkan amplop putih berlogo rumah sakit.
"Heemmmm"
Sean menerima amplop itu dengan jantung berdetak lebih cepat. Ia segera membuka amplop dengan cepat untuk melihat hasil analisis DNA keduanya.
"99% kedua DNA cocok dan hasilnya sang anak adalah anak kandung dari sang ayah" ucap Sean dengan senyuman di wajahnya.
Ia sangat bahagia ternyata darah dan gen sang anak lebih banyak gen miliknya. Semua beban pikirannya seakan menghilang dalam sekejab karena berhasil mengungkap kebenaran yang dari kemarin menjadi akar permasalahannya.
"Siapkan mobil kita pulang ke mansion" ucap Sean dengan senyum hangat.
"Baik tuan" ucap Dimas.
Dimas segera menelpon sang supir untuk menyiapkan mobil di lobby perusahaan. Sean turun dengan tergesa-gesa ke bawah diikuti oleh Dimas dari belakang.
"Papa sudah kangen banget sama kamu son" ucap Sean dengan wajah riang.
Dimas lalu mengabarkan hasil DNA barusan ke Bima dan Riko lewat pesan singkat. Keduanya tersenyum bahagia saat membaca pesan dari Dimas.
~ Mansion Xavier ~
Saat ini Chloe sudah bersiap untuk makan malam di luar bersama sang suami. Sesaat kemudian pintu kamarnya dibuka dan masuklah Xavier dengan wajah datar tapi sangat mempesona.
"Sayang" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Kamu mau kemana sayang?" tanya Xavier saat melihat istrinya berdandan dengan rapi hari ini.
"Jangan bilang kamu lupa sayang" ucap Chloe dengan tatapan tajam.
"Memang apa yang aku janjikan sama kamu baby?" tanya Xavier dengan santai.
"Hubby ihh kok kamu lupa sih inikan janji kamu minggu lalu" ucap Chloe sambil bersedekap tangan di dada dan melihat Xavier dengan tatapan tajam.
"I'm sorry baby but i'm really forget what i said last week" (maafkan aku sayang tapi aku benar-benar lupa apa yang aku katakan minggu lalu) ucap Xavier dengan wajah penuh rasa bersalah.
"Kamu janji untuk dinner malam ini sayang" ucap Chloe dengan manja.
"Heemmm! Kalau begitu ayo kita pergi" ucap Xavier mengajak Chloe segera pergi.
"Benerankan sayang" ucap Chloe memastikan.
"Anything for you baby" (apapun untuk kamu sayang) ucap Xavier sambil mencium b***r Chloe dengan lembut.
"Thank you honey" (terima kasih sayang)
"Terima kasihnya diatas ranjang ya sayang" bisik Xavier di telinga Chloe.
"Apaan sih" ucap Chloe dengan wajah merah padam karena malu.
Melihat hal tersebut Xavier kembali menggoda Chloe karena suka dengan rona wajah sang istri saat malu. Keduanya lalu keluar dari mansion bersama dengan Albert dan para pengawal lainnya.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Selama perjalanan Xavier dan Albert terus membahas email yang masuk dari kantor pusat. Chloe bersandar di dada Xavier sambil memainkan hp milik sang suami.
"Sayang" ucap Chloe dengan manja.
"Heemmmm"
"Kita memangnya mau kemana" ucap Chloe yang sudah mulai bosan di dalam mobil.
"Apa kamu sudah lelah sayang?" tanya Xavier dengan lembut.
Chloe mengangguk kepala sebagai jawaban karena ia sudah sangat bosan dan lelah terlalu lama duduk. Melihat hal tersebut Xavier membenarkan duduk sang istri dan memijit pinggangnya dengan lembut.
Tak lama mobil berhenti di depan salah satu hotel bintang lima dengan diikuti pengawalan ketat. Chloe dan Xavier keluar setelah Albert membuka pintu untuk keduanya.
"Selamat datang tuan dan nyonya Wesly" ucap manajer hotel dengan hormat.
"Hemmmm"
Melihat manajer hotel dan para staf hotel yang menunduk memberikan hormat kepada sang suami ia menjadi bingung.
Kenapa semuanya pada hormat banget sama suami gue ya, batin Chloe sambil melihat tampang Xavier.
Saat sampai di lift keduanya lalu masuk diikuti Albert dan 2 pengawal di belakang. Chloe lalu melihat ketiganya yang menunduk ke bawah tidak berani mengangkat kepala mereka.
"Sayang"
"Heemmmm"
"Kenapa manajer dan semua staf hotel menunduk hormat saat kita sampai" ucap Chloe dengan bingung.
"Apa" ucap Chloe dengan kaget.
Xavier tersenyum dengan angkuh melihat wajah sang istri yang kaget saat mendengar kalau ini adalah hotel miliknya. Chloe sendiri masih mengontrol kekagetannya karena baru tahu hotel ini milik suaminya.
"Seberapa kaya sih kamu sayang?" tanya Chloe dengan wajah penasaran.
"Mending kamu tidak usah mikir sayang karena aku sendiri tidak bisa menghitungnya" jawab Xavier dengan sombong.
"Tapi kenapa uang bulanan aku tidak pernah kamu kasi sayang" ucap Chloe sambil mengangkat alisnya sebelah.
"Coba kamu cek di ketiga kartu kreditmu itu sayang dan setahu aku paling banyak ada di American expres centurion card milikmu itu baby" ucap Xavier.
"Apa jangan bilang itu debit kartu termahal di dunia sayang" ucap Chloe lebih kaget lagi.
"You know about me baby" (kamu tahu tentang aku sayang) ucap Xavier sambil tersenyum sombong.
Melihat senyuman sang suami Chloe hanya menggelengkan kepalanya saja. Ia akui sang suami sangat kaya tapi sangat kaget saat tahu ia mempunyai kartu debit dengan nominal di dalamnya paling mahal di Amerika.
Ting........
Lift berhenti di lantai 50 yaitu lantai paling bagian atas yang pemandangannya langsung view kota Jakarta. Saat keluar Chloe sangat terpesona dengan pemandangan indah di depannya.
"Wah indah banget" ucap Chloe dengan wajah berseri.
"Apa kamu suka sayang" ucap Xavier sambil memeluk Chloe dari belakang.
"Sangat suka sayang terima kasih" ucap Chloe dengan tulus.
"Apapun akan aku lakukan untukmu sayang" ucap Xavier sambil mencium b***r Chloe dengan lembut.
Xavier lalu menyuruh pelayan untuk menyiapkan makan malam romantis buat keduanya. Chloe memilih memakan steak malam ini dengan segelas jus jeruk sedangkan Xavier memilih memakan steak dengan segelas wine.
"Mrs. Wesly apa aku bisa berdansa bersamamu malam ini" ucap Xavier sambil mengulurkan tangannya.
"Tentu Mr. Wesly" ucap Chloe dengan senyum manis.
Malam ini keduanya menikmati makan malam romantis diatas puncak hotel milik Xavier dengan hati gembira. Penutupan makan malam dilengkapi dengan kembang api yang membuat Chloe semakin terpesona.
~ Mansion Sean ~
Sean yang pulang dari perusahan segera mencari keberadaan Ares. Dia berjalan dengan cepat menuju meja makan saat mendengar celoteh anaknya.
"Hay son jagoan papa lagi makan ya" ucap Sean dengan senyum manis.
Ares tertawa gembira melihat kedatangan Sean di depannya. Karena terlalu kangen Sean lalu mengendong Ares dan mencium kedua pipi sang anak.
Para pelayan dan pengasuh yang melihat keharmonisan keduanya tersenyum bahagia. Sean lalu menyuapi Ares dengan bubur yang dibuat oleh bi Lastri.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Selesai menyuapi Ares makan ia lalu memberikan Ares kepada pengasuh untuk dibersihkan sebelum waktu tidur. Saat hendak pergi ke kamarnya bi Lastri segera memberitahukan perihal telepon Adam kemarin.
"Maaf tuan ada yang mau saya sampaikan" ucap bi Lastri.
"Ada apa?" tanya Sean dengan datar.
"Kemarin tuan Adam ada menelpon ke mansion mencari keberadaan tuan dan memberitahu untuk mengabari tuan kalau nyonya ada di mansion tuan Alan"
"Tolong sampaikan ke semua pelayan, pengasuh, dan penjaga mulai detik ini mansion ini tidak memiliki nyonya lagi" ucap Sean dengan suara tegas dan dingin.
Mendengar perkataan Sean seketika bi Lastri kaget dan sekaligus bingung dengan ucapan majikannya. Seakan tahu isi pikiran bi Lastri Sean lalu memberi penjelasan mengenai hubungannya dengan Queen.
"Aku sudah bercerai dengan ja***g itu karena ia berselingkuh semenjak Ares masih berumur 3 bulan" ucap Sean dengan emosi.
"Apa" ucap bi Lastri yang kaget.
"Sampaikan ke semua penghuni mansion mulai detik ini jangan biarkan ja***g itu masuk ke mansion ini lagi. Mengerti!" ucap Sean dengan suara tinggi.
"Mengerti tuan" ucap bi Lastri.
"Heeemmm"
Sean lalu berlalu menuju lantai dua untuk membersihkan tubuhnya. Setelah kepergian majikannya para pelayan dan bi Lastri langsung bergosip tentang berita yang baru saja mereka dengar.
"Apa benar bi Lastri" ucap pelayan A.
"Semua yang tuan katakan itu semuanya benar jadi ingat apa yang sudah tuan perintahkan" ucap bi Lastri dengan tegas.
"Baik bi" ucap semua pelayan serentak.
"Sampaikan ke sopir dan penjaga di luar agar tidak melakukan kesalahan saat nyonya datang"
"Baik bi" ucap para pelayan.
Mereka lalu membubarkan diri kembali ke tempat masing-masing. Bi Lastri sendiri mulai menyiapkan makan malam untuk Sean di meja makan.
Sean lalu turun makan malam setelah membersihkan tubuhnya, saat tengah makan malam tiba-tiba hpnya berbunyi tanda panggilan masuk dari sang papa.
Sean membiarkan hpnya berbunyi tak menangapi panggilan dari papanya. Selesai makan ia naik ke lantai 2 menuju kamar sang anak, sampai di dalam Sean menyuruh para pengasuh keluar membiarkan dirinya menghabiskan waktu dengan Ares.
Melihat Ares yang sudah tidur Sean lalu menidurkannya dengan perlahan dan mencium kening Ares sebelum keluar. Sampai di luar ia memberi perintah kepada para pengasuh untuk menjaga anaknya dengan hati-hati.
...γ γ γ π π π π π γ γ γ...
Sean lalu mengambil hpnya dan menghubungi sang papa kembali. Para dering ke 3 barulah papanya mengangkat panggilannya.
"Halo son"
^^^"Halo pa ada apa?" tanya Sean to the point.^^^
"Papa hanya ingin bertanya tentang kabar dari Ardi pengacara kita"
^^^"Semua yang papa dengar dari pak Ardi benar adanya"^^^
"Heemmm! Lalu bagaimana dengan hasil tes DNA kamu dan Ares"
^^^"99% cocok dan akurat pa Ares adalah anak kandungku pa"^^^
"Papa sudah tahu hal itu"
^^^"Dari mana papa tahu"^^^
"Cih! Apa kamu tidak lihat wajah kalian berdua yang seperti pinang dibelah dua, siapa saja yang melihatnya akan tahu Ares adalah anakmu" ucap Riko dengan berapi-api dari seberang.
^^^"Oh"^^^
Mendengar ucapan anaknya yang terlalu santai membuat Riko ingin memukul kepala Sean karena kesal, beruntung Sean jauh darinya saat ini.
"Mas apa itu Sean" bisik Maya di telinga suaminya.
"Iya sayang"
"Aku mau ngomong sama Sean mas"
"Son ibumu ingin bicara" ucap Riko sambil menyodorkan hpnya ke Maya.
^^^"Halo bu"^^^
"Halo sayang apa kamu baik-baik saja"
^^^"Aku baik-baik aja bu"^^^
"Ibu sangat mengkhawatirkan kamu nak saat mendengar kabar tentang perceraian kamu dan Queen"
^^^"Aku baik-baik aja bu mungkin ini bukan jalan pernikahan yang baik untukku" ucap Sean dengan getir.^^^
"Kamu yang tabah dan sabar ya sayang ibu ngak nyangka Queen akan melakukan hal sekeji itu" ucap Maya dengan amarah di hatinya.
^^^"Udahlah bu yang penting ada Ares bersama denganku disini"^^^
"Iya sayang besok ibu akan ke mansion kamu"
^^^"Iya bu datang aja"^^^
"Ya sudah kamu tidur gih pasti seharian capek"
^^^"Ibu juga ya jaga kesehatan di sana"^^^
"Iya sayang bye nak"
^^^"Bye bu"^^^
Sean lalu mematikan panggilannya setelah berbicara dengan sang ibu. Sean menatap ke depan dari arah balkon lantai dua memikirkan nasib pernikahannya yang baru saja menginjak setahun lebih.
"Kenapa hidup gue hancur seperti ini apa tidak ada kebahagian sedikit pun untuk gue" ucap Sean dengan nada getir.
...βββββ...
To be continue............
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€