Heartless

Heartless
Episode 39



Sean merasa serba salah saat ini. Ia melihat Chloe yang tidak memandang kearahnya sedikit pun. Saat ini mereka sedang bercanda gurau di ruang tamu milik Kenan.


Kenan yang merasa seperti ada tatapan tajam kearahnya dari tadi hanya diam saja.


Sepertinya mereka berdua sedang ada masalah, batin Kenan yang melirik Sean dengan ekor matanya.


Kenan beralasan untuk pergi ke kamar mandi meninggalkan sepasang kekasih itu. Seperginya Kenan, Sean terus melihat Chloe tapi Chloe tidak melihat ke arah Sean sedikit pun.


"Sayang" panggil Sean dengan suara lembut.


Chloe mendengar tapi ia seakan membuat dirinya seperti tuli. Karena masih sakit hati dengan perkataan Sean, Chloe pun berjalan menuju ke arah belakang mencari Kenan untuk pamit pulang.


"Ka Kenan Chloe pamit pulang ya" ucap Chloe ketika bertemu dengan Kenan di meja makan.


"Loh kan kakak belum suguhi tamunya minum masa mau balik aja"


"Nanti aja deh besok Chloe kesini lagi ka soalnya tadi pamit ke mommy cuman bentar aja ka"


"Ya udah tapi besok janji ke sini ya princess"


"Oke bos" ucap Chloe sambil memberi hormat kepada Kenan.


Kenan hanya tertawa melihat kelakuan adik sepupunya itu. Sean yang mendengar suara tawa Chloe seketika merasa sedih karena dirinya ia harus menerima konsekuensinya.


Chloe dan Kenan sampai diruang tamu dan Chloe pun mengajak Sean untuk pulang. Kenan mengantar mereka sampai ke depan dan memeluk Chloe sebelum ia pulang.


"Hati-hati ya princess sampai mansion jangan lupa kabari"


"Iya kak nanti Chloe kabari"


"Bro titip adik gue ya jangan ampe lecet" ucap Kenan sambil menepuk pundak Sean.


"Heemmm" ucap Sean singkat.


Chloe dan Sean kemudian masuk ke dalam mobil dan bergegas pulang. Di dalam mobil suasana sangat hening karena keduanya tidak ada yang berbicara.


Sean membawa Chloe ke sebuah bukit untuk meluruskan permasalahan mereka. Sampai disana mereka keluar dan duduk di atas kap mobil Sean sambil melihat pemandangan kota.


"Maaf"


Chloe tidak membalas ucapan Sean, Sean pun pasrah saja karena menurutnya ini kesalahan dia jadi wajar jika Chloe marah.


"Gue minta maaf"


"Kenapa ka Sean ngak tanya dulu baru nuduh gue"


"Maaf itu semua salah gue"


"Apa selama ini gue pernah bantah perkataan ka Sean"


"Ngak pernah"


"Sakit ka di bilang perempuan j****g......hiks hiks hiks" ucap Chloe sambil memukul dadanya dan menangis.


Sean yang melihat Chloe menangis hatinya juga menjadi sangat sakit. Ia berjalan menghampiri Chloe dan memeluknya.


"Loe boleh maki gue, pukul gue, atau apapun asalkan loe jangan nangis"


"Ka sakit hati Chloe dibilang j****g oleh pacarnya sendiri"


"Gue tahu gue salah gue minta maaf"


"Chloe ngak tahu harus gimana buat hilangin rasa sakitnya ka" ucap Chloe memukul dada Sean.


Air mata Chloe mengalir dengan deras dan hal itu sukses membuat Sean merasa sangat bersalah dan sakit hati.


Maafin gue sayang, batin Sean.


"Gue minta maaf sayang" ucap Sean sambil mencium puncak kepala Chloe dan tetap memeluk Chloe.


Merasa puas telah mengeluarkan semua pikirannya Chloe berniat untuk meminta Sean agar mereka menenangkan diri dulu.


"Ka Sean mending ngak usah ganggu Chloe dulu"


"Sampai kapan pun gue ngak akan lepasin loe"


"Chloe pengen nenangin diri ka"


"Ngak akan gue tetap ngak mau"


"Ka Sean egois"


"Gue egois karena gue cinta sama loe!" bentak Sean dengan suara tinggi.


Chloe melihat Sean dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia kecewa karena Sean hanya memikirkan dirinya saja.


"Terserah ka Sean semuanya kan ka Sean yang ngatur" ucap Chloe sambil melihat ke arah samping.


Sean merasa dirinya sangat egois tapi dilain sisi ia tidak mau hubungannya kandas bersama Chloe. Sean sangat mencintai Chloe.


"Ka misalkan ka Sean yang selingkuh gimana perasaan gue ka?" tanya Chloe sambil melihat kearah langit sore.


Seketika Sean kaget mendengar perkataan pacarnya. Ia tidak mau sampai Chloe mengetahui perihal tentang dirinya dan sahabatnya sendiri.


"Gue ngak akan pernah berpaling dari loe karena loe itu orang yang paling gue cintai" ucap Sean dengan wajah datar dan dingin.


Chloe melihat ke arah Sean dan mata mereka bertemu.


"Gue pegang kata-kata ka Sean"


"Iya sayang"


"Tapi jika gue dapat tahu berarti hubungan ini berakhir ka"


"Apa maksud loe"


"Gue paling benci kalau diselingkuhi ka dan gue ngak akan pernah maafin orang itu sampai gue mati" ucap Chloe dengan suara tegas.


Gue harus selesaikan masalah ja***g itu secepatnya, batin Sean.


"Maafin perkataan gue semua"


"Untuk kali ini gue maafin ka tapi tidak untuk ke depan"


"Iya sayang" ucap Sean sambil tersenyum.


Chloe membalas pelukan Sean dengan erat dan menaruh kepalanya di dada bidang Sean.


Jangan pernah kecewain gue ka karena kalau sampai itu terjadi loe ngak akan pernah dapat maaf gue lagi ka, batin Chloe.


Sore itu menjadi saksi Sean dan Chloe yang berjanji untuk tidak mengecewakan pasangan mereka. Tapi mereka tidak akan tahu bagaimana ke depannya.


Chloe melihat pemandangan kota pada malam hari sangat indah. Dirinya masih mau melihat pemandangan ini tapi ia mengingat pesan mommy untuk pulang sebelum makan malam.


"Ka balik yuk" ucap Chloe dengan senyum dan suara yang lembut.


"Dikit lagi sayang gue masih kangen sama loe"


"Ka tadi gue ijin sama mommy bentar aja ka"


"Ya udah kita pulang sekarang"


Chloe dan Sean bergegas masuk ke dalam mobil untuk pulang. Sepanjang jalan Sean terus menggenggam tangan Chloe sampai di depan mansion.


"Ka mau mampir dulu ngak"


"Nanti aja sayang gue langsung balik aja ke mansion"


"Iya ka kalau gitu hati-hati ya ka"


"Iya sayang" ucap Sean sambil mencium pipi Chloe.


Melihat Chloe sudah masuk Sean pun melajukan mobilnya menuju ke mansion. Di perjalanan Sean dihubungi teman-temannya untuk balapan malam ini.


Akhirnya ia memutuskan pergi ke apartemen agar lebih dekat ke tempat balapan liar ntar malam. Sean juga meminta sahabatnya untuk datang ke apartemennya.


Chloe yang barusan masuk kedalam dihadang oleh Queen di ruang tamu.


"Dari mana loe"


"Habis jalan sama ka Sean"


"Cih! Keluyuran aja loe"


"Gue udah ijin sama mommy" ucap Chloe dan berlalu meninggalkan Queen sendiri.


Chloe tidak ingin membuat masalah karena hari ini ia cukup banyak pikiran. Chloe kemudian membersihkan tubuhnya dan melakukan ritual malamnya sebelum makan malam.


...》 》 》 😘 😘 😘 😘 》 》 》...


Di sebuah rumah mewah di kawasan perumahan elit sepasang suami istri dan anaknya sedang menikmati makan malam dengan tenang.


"Pi beneran besok ka Chloe bakal datang di perguruan" ucap Irene.


"Benar sayang" ucap Arka.


"Yeeeyy! Akhirnya bisa ketemu ka Chloe juga" ucap Irene dengan senang karena ia merasa sangat nyaman dekat dengan Chloe.


"Ingat jangan nyusahin ka Chloe ya sayang" ucap Mirna sang mami.


"Oke mi"


Mereka kemudian melanjutkan makan malam dengan hening. Selesai makan malam Irene pamit ke kamar dahulu. Setelah Irene pergi Mirna kemudian bertanya serius kepada suaminya.


"Pi jelasin ke mami sebenarnya papi sedang menyembunyikan sesuatu kan"


"Papi memang ngak bisa bohong sama mami" ucap Arka sambil memeluk istrinya dan mengusap pipi Mirna dengan lembut.


"Jelaskan semuanya sekarang pi"


"Oke kita ke ruang keluarga aja"


Mereka berdua menuju ruang keluarga dan duduk menghadap ke televisi. Mirna melihat Arka dari samping untuk meminta penjelasan.


"Mami kan tahu kalau papi ini bisa melihat masa depan seseorang"


"Heeemmm! Terus"


"Tapi tidak dengan Chloe"


"Maksud papi"


"Pada saat bertemu Chloe papi hanya melihat awan hitam pekat dan abu-abu di dalam dirinya"


"Jadi Chloe" ucap Mirna dengan menutup mulut karena sudah paham dengan maksud suaminya.


"Tebakan mami benar dia akan mengalami penderitaan dan merasakan kesakitan yang amat sakit. Oleh karena itu papi berencana mengajarinya ilmu bela diri agar dia bisa menjaga diri dan mengontrol emosi dalam dirinya"


"Papi bantu Chloe ya, mami yakin dia anaknya sangat baik hati"


"Papi juga yakin ia anaknya sangat baik mi tapi kita tidak tahu orang disekitarnya"


"Semoga dia selalu mendapat kebahagian pi" ucap Mirna dengan tulus.


"Iya mi"


Mereka berdua dengan tulus mendoakan Chloe agar selalu mendapat perlindungan dan kebahagian dari sang pencipta. Ternyata orang lain sangat perduli dengan dirinya dibandingkan dengan keluarganya sendiri.


...❄❄❄❄❄...


To be continue.......