
π»Sesuatu yang di awali dengan kebohongan tidak akan bertahan lama hanya sesaat sajaπ»
.
.
.
.
Tak terasa kehidupan rumah tangga Chloe dan Xavier sudah berjalan begitu lama. Hari ini adalah hari ulang tahun Chloe dimana mereka akan merayakan ulang tahun Chloe di mansion.
"Apa kamu yakin tidak ingin merayakannya besar-besaran sayang?" tanya Xavier sambil memeluk tubuh sang istri dari belakang.
"Tidak perlu sayang malahan aku pengen hanya ada kita bertiga saja itu sudah cukup" ucap Chloe sambil mengelus tangan Xavier.
"Heemmmm"
"Ayok kita sarapan jika tidak anak kita akan mengamuk" ucap Chloe sambil tertawa.
Chloe ingat jika sang anak sangat mengamuk jika terlambat sarapan. Sifat Xander yang sangat mirip dengan Xavier membuat Chloe ekstra harus bersabar.
Xavier lalu mengandeng tangan Chloe turun ke lantai satu. Sampai di ruang makan Chloe bisa melihat jika anaknya sudah berada di sana sambil memainkan iPad.
"Baby jangan terlalu keseringan main iPad" ucap Chloe dengan suara lembut.
"Oke mom but i'm not baby anymore" ucap Xander dengan tatapan tajam.
"Iya sayang" ucap Chloe.
Xander saat ini sudah berumur 2 tahun 6 bulan, sifatnya betul-betul menurun dari Xavier. Xander yang mempunyai sifat dingin dan kaku hanya akan berbicara banyak bersama sang daddy dan mommy.
Jika ada orang lain yang bertanya Xander hanya menjawab beberapa kata saja bahkan hanya dengan gumam. Karena kepintaran Chloe dan Xavier menurun kepada anaknya, umur 2 tahun Xander sudah pandai membaca dan berkata-kata dengan jelas.
Tidak seperti anak umur 2 tahun di luar sana yang masih belum bisa berucap dengan benar. Xavier lalu mengajak keduanya untuk memulai sarapan.
"Jagoan sebentar ikut daddy ke markas ya" ucap Xavier dengan suara tegas.
Baru saja Chloe ingin memperingati suaminya Xander sudah lebih dulu berbicara dengan mata berbinar-binar.
"Are you seriouslly dad" ucap Xander dengan wajah bahagia.
"Heemmmm"
"Hubby jangan bawa Xander ke sana ya itukan tempat bukan untuk anak kecil" ucap Chloe.
"Tapi aku pengen ikut daddy mommy" ucap Xander dengan wajah penuh harap.
"Baiklah kamu boleh ikut sayang" ucap Chloe tak bisa melihat wajah sang anak penuh harap.
"Yeay! Terima kasih mommy you are the best" ucap Xander sambil mengangkat jempolnya.
Chloe tersenyum melihat sang anak yang sangat antusias ingin ke markas. Sejak pertama kali Xavier mengajak Xander ke markas anak itu berkali-kali mengajak Xavier ke sana, karena ingin melihat koleksi senjata sang daddy.
Ketiganya lalu mulai sarapan dengan hening, setelah sarapan Xavier segera bersiap dengan Xander menuju ke markas. Di depan mansion Albert sudah menunggu kehadiran bosnya untuk ke markas.
"Selamat pagi bos, bos muda, dan nyonya" ucap Albert.
"Selamat pagi juga Albert" ucap Chloe.
"Heemmm" ucap Xavier dan Xander serentak.
Chloe menggelengkan kepalanya melihat kelakuan suami dan anaknya yang tidak berubah. Albert segera membuka pintu untuk Xavier dan Xander setelah keduanya mencium Chloe.
"Hati-hati kesayangan mommy" ucap Chloe sambil melambaikan tangannya.
"Mommy seperti kampungan" ucap Xander melihat tingkah Chloe.
"Xander" ucap Xavier dengan suara tegas dan tatapan tajam.
"Hehehe! Sorry dad" ucap Xavier sambil memamerkan giginya.
"Heeemmmm"
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Setelah melihat mobil suaminya pergi Chloe segera masuk ke dalam. Entah kenapa sudah dua hari ia merasa sangat pusing dan kelelahan, melihat nyonya mereka yang pucat wajahnya pak Max segera menghampiri Chloe.
"Nyonya baik-baik saja" ucap pak Max dengan khawatir.
"Entahlah pak Max tapi kepalaku sangat pusing" ucap Chloe.
"Nyonya mending istirahat saja biar saya dan pelayan yang mempersiapkan semuanya untuk sore nanti" ucap pak Max.
"Tolong ya pak Max hendel semuanya dan ingat jangan beritahu suamiku" ucap Chloe.
"Baik nyonya"
Chloe lalu berjalan menuju lift untuk ke lantai dua. Sampai di dalam kamar Chloe segera menjatuhkan tubuhnya di kasur, entah kenapa saat mencium bau tubuh Xavier di kasur rasa pusingnya berkurang.
Tak lama Chloe membuka matanya mengingat sesuatu. Ia mengambil hp yang tersimpan di atas nakas dan membuka kalender dari hpnya, Chloe seketika menutup mulut melihat tanggal di kalender dimana bulan ini ia terlambat datang bulan.
"Apa feeling gue benar kali ini" ucap Chloe.
Tak mau berlama-lama Chloe mengambil testpack di dalam laci meja. Ia segera masuk ke kamar mandi agar tidak penasaran, setelah 20 menit kemudian Chloe menatap testpack di tangannya.
Air matanya jatuh saat melihat dua garis merah tanda ia ternyata positif hamil. Chloe sangat bahagia karena ternyata dirinya saat ini sedang mengandung.
"Anak mommy baik-baik aja kan di dalam sana, bantu mommy supaya bisa buat kejutan untuk daddy dan kakak kalian ya sayang" ucap Chloe sambil mengelus perut ratanya.
Chloe lalu menyiapkan kotak hadiah berukuran kecil dan menyimpannya di dalam deretan jam tangan. Ia berharap agar Xavier bisa menemukannya sebentar.
Di markas saat Xavier dan Xander tiba bocah 2 tahun itu sudah tidak sabar ingin ke ruangan Xavier. Xavier menyuruh Albert untuk membawa sang anak menuju ruangannya.
"Bagaimana" ucap Xavier sambil berjalan menuju ruang senjata.
"Semuanya sudah selesai bos tinggal besok kita kirimkan ke pemerintah Rusia bos" ucap Sam.
"Awasi semuanya jangan sampai ada kesalahan"
"Baik bos"
Xavier melihat box-box senjata pesanan pemerintah Rusia dengan jumlah banyak. Ia lalu berjalan menghampiri Albert yang sedang menemani sang anak, sampai di dalam ruangan pribadinya Xavier tersenyum melihat tingkah sang anak.
"Uncle Albert apa aku bisa memiliki salah satu senjata ini" ucap Xander dengan penuh harap.
"Bos muda harus meminta ijin kepada bos" ucap Albert dengan suara dingin.
"Kamu harus cukup umur baru bisa memilikinya son" ucap Xavier.
"When dad" ucap Xander.
"Setelah daddy yakin kamu sudah cukup umur untuk memilikinya dan tentunya kamu harus berlatih dulu jagoan" ucap Xavier.
"Oke daddy" ucap Xander.
"Bagaimana kejutan untuk istriku sebentar sore" ucap Xavier.
"Semuanya sudah beres bos dan Kevin yang akan membawa kejutan itu bos" ucap Albert.
"Heeemmm"
"Daddy apa yang akan daddy berikan ke mommy" ucap Xander.
"Daddy menyiapkan sesuatu yang sangat indah untuk mommy kamu" ucap Xavier sambil tersenyum penuh arti.
"Lalu aku berikan hadiah apa dad?" tanya Xander.
"Bagaimana kalau kamu berikan mommy bunga dan kue ulang tahun jagoan"
"That is good idea daddy" ucap Xander sambil tersenyum hangat.
"Heemmmm"
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
Xander lalu menyuruh Albert untuk memesan kue ulang tahun dan bunga untuk sang mommy. Albert tersenyum karena melihat bos mudanya yang memiliki sifat seperti Xavier.
~ Mansion Xavier ~
Waktu berlalu dengan cepat dan tak terasa sudah jam 15:00 sore. Chloe yang sudah selesai bersiap mengerutkan keningnya melihat jam karena sampai sore suami dan anaknya ini belum pulang.
Tak lama bunyi bel pintu berbunyi, Chloe yang mendengar bunyi bel terus berbunyi memanggil pak Max untuk membuka pintu.
Pak Max yang di panggil tidak menjawab seperti biasa, karena sudah lama belnya berbunyi Chloe memilih membukakan pintu mansion sendiri.
"Selamat ulang tahun nyonya Wesly" ucap semuanya dengan serentak.
Chloe menutup mulut kaget melihat semuanya yang memberinya kejutan. Tak lama Xander dan Xavier maju dengan membawa kue dan bunga mawar merah kesukaan Chloe.
"Happy birthday my wife" ucap Xavier sambil mencium bibir Chloe.
"Terima kasih hubby" ucap Chloe.
"Mommy happy birthday" ucap Xander sambil tersenyum manis.
"Makasih jagoan mommy" ucap Chloe sambil menunduk dan mencium Xander.
"Ini untuk mommy" ucap Xander sambil menyerahkan buket bunga mawar merah kepada Chloe.
"Kamu tahu aja kesukaan mommy sayang" ucap Chloe.
"Ya Xander gituloh" ucap Xander dengan arogan.
Mira dan keluarganya lalu memberi kado dan ucapan selamat kepada Chloe. Bukan itu saja Thomas dan Valeria juga turut hadir memberikan ucapan kepada keduanya.
"Kalian berdua" ucap Chloe dengan kaget.
"Kami akan menikah 1 bulan lagi nyonya" ucap Thomas dengan senyum manis.
"Apa betul Valeria" ucap Chloe.
"Seperti yang Thomas ucapkan" ucap Valeria dengan suara dingin.
"Selamat ya Valeria" ucap Chloe.
"Heeemmmm"
Tak lama Kevin muncul dengan dengan kotak hadiah berukuran besar. Mike dan para pengawal lalu membantu Kevin membawa kotak hadiah itu kepada Chloe.
"Nyonya selamat ulang tahun" ucap Kevin sambil tersenyum.
"Terima kasih Kevin"
"Oh ini hadiah dari bos nyonya" ucap Kevin.
"Ckk!! Aku pikir itu hadiah dari kamu bocah nyatanya itu hadiah bos" ucap Thomas sambil tersenyum mengejek.
"Biarin yang penting aku hadir memangnya kamu bawa hadiah untuk nyonya" ucap Kevin dengan kesal.
"Ya bawalah tidak seperti kamu" ucap Thomas dengan pamer.
"Mana hadiah kamu?" tanya Kevin penasaran.
"Ini hadiah aku" ucap Thomas sambil menunjuk Valeria.
"Jadi aku ini hadiah" ucap Valeria dengan suara dingin.
"Hehehe! Tidak sayang hadiah aku itu kan tentang pernikahan kita" ucap Thomas sambil cengesan.
"Apa" teriak Kevin dan Albert dengan kaget.
"Uncle Kevin berisik" ucap Xander dengan tatapan tajam.
"Daddy angat beisik" ucap David dengan suara cadelnya.
"Hehehe! Sorry kita hanya kaget" ucap keduanya dengan serentak.
"Sayang ini hadiah untukmu" ucap Xavier sambil tersenyum manis.
"Boleh aku buka hubby" ucap Chloe.
"Heeemmmm"
Chloe lalu membuka kotak hadiah dari Xavier, saat dibuka Chloe senang bukan main melihat miniatur sebuah pulau yang sangat indah.
"Indah banget sayang" ucap Chloe dengan senyum manis.
"Lebih indah jika kita melihatnya langsung sayang" ucap Xavier.
"Maksudnya sayang" ucap Chloe dengan bingung.
"Pulau ini namanya Chloe island khusus untuk istriku" ucap Xavier sambil tersenyum.
"Kamu serius sayang?" tanya Chloe dengan mata berbinar-binar.
"Iya baby" ucap Xavier.
Seketika Chloe memeluk suaminya dengan sangat erat tak menyangka akan di beri hadiah sebuah pulau pribadi. Xander yang melihat hadiah sang mommy juga sangat antusias.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Wah indah banget" ucap Mira dengan decak kagum.
"Apa kamu juga ingin sebuah pulau sayang" bisik Albert.
"Jangan ada-ada deh sayang ingat hemat uang kamu tabung untuk anak kita" ucap Mira dengan tatapan tajam.
"Aku masih mampu kok sayang buat beli sebuah pulau untuk kita" ucap Albert.
"Pokoknya aku bilang tidak tetap tidak" ucap Mira dengan suara tegas.
"Bos apa aku bisa ke sana juga" ucap Kevin.
"Off course not" ucap Xavier dan Xander dengan serentak.
"Oh baiklah bos" ucap Kevin dengan cepat.
Gila tatapan mata keduanya serasa ingin bunuh aku, tidak anak sama daddynya sama-sama gila, batin Kevin takut melihat tatapan tajam anak dan daddy.
Chloe dan lainnya lalu menikmati hidangan yang sudah di siapkan oleh para koki. Sedangkan Xander dan David sedari tadi hanya duduk dengan diam sambil menonton televisi.
Siapa saja yang melihat keduanya akan bingung karena tidak ada satu kata pun dari kedua bocah itu. Xander dan David yang sama-sama memiliki sifat dingin seperti daddy mereka seakan memberi kesan tersendiri.
"Bosan" ucap Xander.
"Heeemmm"
"Ke kamarku saja" ucap Xander.
"Boleh" ucap David dengan cepat.
"Heeemmm"
Keduanya lalu berjalan ke arah lift diikuti pengasuh masing-masing. Sampai di dalam kamar Xander, David menatap takjub koleksi mobil sport mainan Xander yang di taruh di etalase kaca.
"Woww mobilnya keyen" ucap David.
"You want" ucap Xavier.
"Heeemmm" deham David sambil mengangguk kepalanya.
"Kamu ambil yang di sana" ucap Xander sambil menunjuk Risya.
"Baik tuan muda" ucap Risya.
Risya lalu mengambil mobil sport mainan jenis lamborghini warna merah. Setelah itu memberikannya kepada Xander, Xander menerimanya dan memberikan kepada David sebagai hadiah.
"Ini untukmu" ucap Xander.
"Thank you bothel" ucap David dengan senang.
"Heeemmmm"
Keduanya lalu menghabiskan waktu di dalam kamar Xander. Sedangkan para orang tua sibuk dengan urusan mereka di bawah.
Setelah acaranya selesai Chloe menyuruh pak Max untuk memberikan semua makan kepada pelayan dan pengawal di mansion.
Di dalam kamar Chloe sudah membersihkan tubuhnya lebih dulu, Xavier yang baru selesai mandi keluar dengan menggunakan bathrobe sambil mengeringkan rambutnya.
"Hubby"
"Heeemmmm"
"Tolong kamu simpan jam tangan kamu di tempatnya tadi aku lupa"
"Heeemmmm"
Xavier lalu mengambil jam tangannya dan berjalan ke walk in closet. Saat membuka lemari penyimpanan jam tangan Xavier mengerutkan keningnya melihat kotak hadiah kecil berwarna emas.
Xavier mengambil kotak itu dan segera membukanya. Saat dibuka Xavier mengerutkan keningnya melihat testpack dengan dua garis merah, lalu ia mengambil sepucuk kertas di dalam kotak.
Dear my husband
Sampai jumpa 9 bulan lagi ya daddy aku tidak sabar melihat wajah daddy, brother, dan mommyβ€
Your lovely child
Seketika Xavier kaget mengetahui isi kertas itu, ia berlari dengan cepat menuju ranjang dan langsung di sambut senyum bahagia Chloe.
...γ γ γ π π π π γ γ γ...
"Sayang apa ini benar" ucap Xavier dengan raut bahagia.
"Iya hubby"
"Sejak kapan"
"Tadi pagi pas kamu berangkat aku merasa pusing dan kelelahan, lalu aku berniat tidur tapi rasa pusing aku hilang saat mencium bau tubuh kamu sayang. Aku lalu mengambil testpack di lemari untuk mencoba dan ternyata hasilnya aku positif sayang"
"Terima kasih baby aku sangat bahagia" ucap Xavier sambil tersenyum bahagia.
"Sama-sama sayang"
Xavier lalu mencium b***r Chloe dengan lembut menyalurkan kebahagiannya. Keduanya sepakat akan memberitahu Xander besok pagi saja.
Paginya Chloe bangun tepat pukul 06:30 pagi, setelah bangun entah kenapa ia sangat ingin bermanja-manja dengan suaminya tak mau pisah sedikit pun.
"Baby" ucap Xavier dengan suara serak bangun tidur.
"Kamu sudah bangun sayang"
"Heeemmmm"
Baru saja keduanya berpelukan tiba-tiba pintu di gedor dengan kuat dari luar. Siapa lagi yang berani menganggu mereka kalau bukan anak meraka yaitu Xander.
"Kenapa Xander pagi-pagi sudah ribut sayang" ucap Chloe.
"Aku tidak tahu baby" ucap Xavier.
Xavier bangun dan memakai jubah kimononya lalu membuka pintu. Saat pintu dibuka anaknya itu segera masuk ke dalam tanpa menyapa Xavier.
"Son" ucap Xavier dengan suara tegas.
"Morning daddy apa tidur daddy nyenyak" ucap Xander dengan santai.
"Morning too son" ucap Xavier.
"Morning mommy" ucap Xander sambil mencium pipi Chloe.
"Morning too sayang" ucap Chloe.
"Xander itu punya daddy" ucap Xavier dengan tatapan tajam.
"And me too daddy jangan lupa ini mommy Xander" ucap Xander dengan nada arogan.
Chloe hanya tertawa melihat tingkah suami dan anaknya yang memperebutkan dirinya. Tak lama Xavier naik ke ranjang bergabung bersama keduanya.
"Xander ada yang mau daddy sampaikan" ucap Xavier.
"Apa itu daddy?" tanya Xander penasaran.
"Kamu sebentar lagi akan punya adik" ucap Xavier dengan lembut.
Xander mengangkat alisnya sebelah bingung dengan ucapan sang daddy, Ia mengedarkan pandangannya mencari adik yang dimaksud oleh Xavier tapi tidak ada siapa pun selain mereka di sana.
"Adik kamu ada di dalam perut mommy" ucap Xavier.
"Huh! Bagaimana masuknya?" tanya Xander dengan penasaran.
"Itu" ucap Xavier yang bingung bagaimana menjelaskannya.
Chloe lalu menjelaskan dengan lembut kepada Xander. Ia tak mau jika suaminya yang menjelaskan karena itu pasti akan membuat sang anak terus bertanya karena bingung.
"Jadi aku akan jadi kakak mommy" ucap Xander.
"Iya sayang" ucap Chloe.
"Yeay! Aku sudah tidak sabar mommy melihat adik aku apa dia perempuan atau laki-laki" ucap Xander dengan mata berbinar-binar.
"Laki-laki atau perempuan sama saja jagoan yang penting kamu nanti harus menjaga dan menyayangi adik kamu ya son" ucap Xavier.
"Okay daddy" ucap Xander.
Hari itu juga Xavier memborong keluarga kecilnya berlibur di pulau milik Chloe. Mereka menikmati kebersamaan mereka yang jarang karena Xavier selalu sibuk dengan urusan perusahaan.
"Terima kasih hubby sudah membahagiakan aku dan Xander" ucap Chloe.
"Sama-sama sayang kalian berdua dan anak kita di dalam perutmu adalah kebahagiaanku" ucap Xavier sambil mencium kening Chloe.
"Iya hubby love you my husband" ucap Chloe sambil tersenyum manis.
"Love you too my wife" ucap Xavier dengan senyum hangat.
...βββββ...
Jangan lupa vote, like, dan komen yang sebanyak-banyaknya ya guysπβ€