Heartless

Heartless
Episode 24



Matahari mulai menampakkan wajahnya dan memberi kehangatan kepada semua makhluk ciptaan Tuhan di bumi.


Pagi ini Chloe terbangun dengan badan yang cukup segar dan siap untuk pergi ke sekolah. Selesai melakukan ritual pagi dan mengenakan seragam Chloe turun ke bawah untuk sarapan bersama keluarganya.


"Morning dad, mom, my brother and my lovely cousin" ucap Chloe menyapa semua yang sudah ada di meja makan dengan senyum indah.


"Morning too princess" ucap mereka semua serentak.


Chloe kemudian duduk di samping kakaknya sambil berhadapan dengan Keysa yang duduk di samping mommynya. Chloe memilih sarapan dengan nasi goreng dan segelas susu coklat.


"Om, tante hari ini Keysa mau pamit pulang soalnya Keysa udah bolos kuliah seminggu" ucap Keysa memberitahu perihal kepulangannya hari ini.


"Kamu pulangnya jam berapa sayang" ucap Laura.


"Tiket pesawat Keysa jam 3 sore tante"


"Steven kamu anterin Keysa ke bandara ya nak soalnya mommy sama daddy hari sibuk banget di kantor" ucap Laura.


"Ngak bisa mom hari ini jadwal kuliah Steven padat sampai malam" ucap Steven dengan sedih merasa bersalah tidak bisa mengantar sepupu tercintanya itu balik.


"Biar Chloe aja mom soalnya hari ini hanya ada kegiatan lomba di sekolah itupun acaranya pagi mom"


"Oke kalau begitu nanti titip salam buat mama dan papa kamu ya sayang" ucap Laura sambil memeluk Keysa.


"Iya tante nanti aku sampaikan"


"Kamu hati-hati ya nak. Ingat kalau sampai jangan lupa ngabarin om dan tante" ucap Adam.


"Siap om"


Mereka kemudian melanjutkan sarapan. Selesai mereka semua bergegas pergi untuk melaksanakan aktifitas hari ini.


~ SMA Internasional Cempaka Putih ~


Chloe sudah tiba di sekolahnya tepat waktu, suasana di sekolahnya hari ini sangat ramai karena akan diadakan acara pensi dengan berbagai macam lomba.


Bel masuk sudah berbunyi para siswa di minta untuk menuju ke tempat upacara karena ada pengumuman penting yang akan disampaikan oleh bapak kepala sekolah.


"Selamat pagi anak-anak sekalian" ucap pak Ferdi selaku kepala sekolah.


"Selamat pagi pak" ucap para siswa serentak.


"Berhubung dengan hari ini dan beberapa hari ke depan akan diadakan kegiatan pensi di sekolah kita, maka untuk jadwal belajar mengajar ditiadakan sampai hari penutupan pensi"


Wuuhh................


Seketika suasana menjadi riuh karena para siswa-siswi sangat senang tidak ada kegiatan belajar mengajar.


"Mohon perhatian semuanya" ucap pak Ferdi dengan tegas dari atas panggung membuat suasana kembali menjadi hening seketika.


"Karena nanti ada peserta dari sekolah lain yang akan berpartisipasi maka bapak minta kalian semua untuk menjaga ketertiban dan kebersihan sekolah. Bagi siapa pun yang melanggar akan dikenakan hukuman bersihkan toilet sekolah selama seminggu penuh. Jelas anak-anak!" tegas pak Ferdi.


"Jelas pak" ucap para murid serentak.


"Kalau sudah jelas silahkan bubar dan buat panitia acara silahkan memulai acaranya terima kasih"


Para siswa-siswi mulai berhamburan di tengah lapangan, ada yang menuju tempat acara pensi untuk menonton perlombaan yang akan dimulai, ada yang ke kelas, ada juga yang ke kantin dan masih banyak lagi.


Chloe memutuskan pergi ke kelasnya untuk melihat persiapan sahabatnya buat lomba nanti besok.


"Morning guys" ucap Chloe menyapa Sinta yang sedang bersama teman-teman sekelas mereka.


"Morning too Chloe" ucap mereka semua serentak.


"Eh! Gimana persiapannya say" ucap Chloe.


"Uhmmm! Udah 80%" ucap Sinta.


"Loe gugup ngak" ucap Ana.


"Ya guguplah gue" ucap Sinta.


"Jangan terlalu gugup intinya percaya diri aja pas udah mau tampil" ucap Chloe.


"Bener thu yang dikatakan Chloe. Jadi kalau loe gugup tinggal mandang muka gue aja nanti gugupnya bakal hilang" ucap Riski dengan percaya diri.


"Elah yang ada Sinta bakal pingsan pas ngeliat muka loe itu" ketus Ana.


"Emang muka gue ngak enak buat dilihat ya" ucap Riski dengan tampang sok polos.


"Muka loe itu kayak jeruk purut! Hahahaha" ucap Sinta sambil tertawa.


"Muka standar boyband gini dibilang kayak jeruk purut sih" ucap Riski tidak menerima perkataan Sinta.


"Kalo ngak percaya tanya aja sama anak-anak" ucap Sinta.


"Emang benar ya guys" ucap Riski sambil melihat teman sekelasnya.


Semua teman-temannya mengangguk kepala mereka tanda membenarkan perkataan Sinta.


Huuuwwaa...........


Seketika tangis Riski pecah didalam kelas membuat semua temannya kaget.


"Loe semua pada jahat sama gue.......hiks hiks hiks" ucap Riski sambil menangis tapi masih tertawa kecil-kecil.


"Ehmm! Ngak kok anak-anak cuman bercanda aja" ucap Chloe panik karena merasa temannya ini sakit hati.


Hahahahahaha..............


Seketika tawa Riski pecah karena tidak sanggup lagi melihat tampang teman-temannya yang sudah terlihat bersalah.


"Ihhh! Riski nyebelin loe" hardik teman-temannya sambil melempar kertas yang dibuat menjadi bola kertas kecil-kecil.


Bahkan Ahmad ketua kelas sampai melemparnya dengan sepatu karena sangat kesal dengan sifat temannya itu.


"Eeh! Guys kita nonton lomba basket yuk udah mau mulai nih" ucap Ana mengajak mereka semua ke lapangan.


Setibanya di lapangan ternyata sudah banyak penonton yang berada disana. Total ada 8 sekolah yang akan bertanding dan dibagi menjadi 2 grup yaitu grup A dan grup B.


Sekolah Chloe berada pada grup A dan akan bertanding pada sesi kedua. Pada saat Chloe dan teman-temannya sudah menempati tempat di tribun atas, hp Chloe berbunyi tanda ada pesan wa masuk.


Pangeran Tampan


"Datang ke markas sekarang"


^^^"Iya ka Chloe ke sana sekarang"^^^


Chloe berpamitan ke teman-temannya kalau akan menemui Sean sebentar. Sinta yang melihat hal itu hanya diam tidak menjawab Chloe. Chloe merasa sikap Sinta agak sedikit berbeda dari biasanya.


"Woy gue ke ka Sean bentar ya" ucap Chloe sambil menepuk bahu Sinta.


"Mau gue temenin"


"Ngak usah palingan bentar aja kok"


"Heeem! Oke deh"


Awas aja loe bakal gue buat perhitungan sama loe Chloe, batin Sinta tertawa sinis sambil melihat Chloe yang sudah menghilang dari pandangannya.


Chloe berjalan dengan cepat ke markas Sean karena takut dimarahi kalau terlalu lama. Setibanya Chloe di depan pintu Chloe pun mengetok pintu sebelum masuk.


Mendengar pintu yang diketok dan dibuka semua mata yang berada di dalam ruangan tersebut memandang kearah pintu. Chloe pun sangat malu karena dilihat oleh semua yang berada dalam markas Sean.


Ya ampun malu banget gue, kenapa sih ka Sean nyuruh gue kesini segala, batin Chloe merasa sangat malu.


Chloe yang masih bengong berdiri di depan pintu dikejutkan dengan suara Sean.


"Mau sampai kapan loe disitu" ucap Sean dengan suara keras dan dingin.


Chloe lalu berjalan menghampiri Sean yang sedang duduk di kursi kebesarannya.


"Hay kakak-kakak semua" ucap Chloe menyapa semua yang berada dalam ruangan tersebut.


"Hay Chloe" ucap mereka semua serentak.


Chloe berdiri di samping Sean yang masih menatap tajam dirinya seakan ingin diterkam. Sean menarik tangan Chloe sehingga Chloe terjatuh dan duduk di samping Sean.


Chloe yang malu dengan teman-teman Sean ingin berdiri kembali tapi tidak bisa karena Sean sudah memegang pinggang Chloe dengan sangat kuat.


"Cih! Dasar bucin" decih Resa yang melihat tingkah posesif Sean saat ini.


Mendengar perkataan sahabatnya Sean hanya acuh tidak memperdulikannya.


"Ka lombanya jam berapa" ucap Chloe sambil melihat ke Sean.


"Habis pertandingan sekarang"


"Oh emangnya tim lawannya dari SMA mana ka"


"Ngapain loe tanya-tanya mau dukung mereka" ucap Sean menuduh Chloe.


"Ya enggaklah ka. Gila kali aku dukung sekolah lain dari pada sekolah aku sendiri"


"Pokoknya pada saat lomba nanti loe harus liat gue aja"


"Iya ka" ucap Chloe mengiyakan saja karena takut Sean menyuruh dia melakukan yang aneh-aneh nanti.


"Heeem! Gadis pintar" ucap Sean sambil mengacak rambut Chloe.


Chloe hanya pasrah saja dengan tindakan Sean saat ini meskipun dirinya sangat kesal.


"Guys kita di suruh menuju ke lapangan sekarang" ucap Angga yang mendapat pesan dari rekan tim basket lainnya.


Mereka semua kemudian bergegas ke lapangan tapi sebelum itu Chloe menunggu Sean dan teman-temannya di luar karena sedang berganti seragam dengan baju basket.


Chloe yang baru pertama kali melihat Sean memakai baju basket menjadi terpesona dengan mulut yang terbuka. Sean yang melihat wajah Chloe hanya tersenyum manis.


"Udah puas liatnya" ucap Sean sambil memegang pipi kiri Chloe dan mengelusnya dengan lembut.


Chloe yang terkejut menjadi sangat malu karena kedapatan terpesona melihat penampilan Sean. Chloe mengutuk dirinya yang tidak bisa mengontrol keterkejutannya barusan.


Kini Sean bersama timnya dan juga Chloe sudah tiba di lapangan basket. Suara riuh dari penonton dan teriakan histeris dari para fans mereka menyambut kedatangan Sean dan timnya.


Sean berjalan menuju tim mereka yang sedang bersama coach mereka sambil mengandeng tangan Chloe dengan mesra. Banyak para siswa yang patah hati melihat idola mereka sudah ada yang punya.


Sinta yang duduk bersama dengan teman-temannya saat ini sangat marah melihat kedatangan Chloe bersama Sean. Sean mendudukkan Chloe di tempat duduk yang sudah disiapkan dan bergegas menuju tim mereka untuk membahas beberapa hal.


Kini tiba saatnya tim basket SMA Internasional Cempaka Putih VS SMA 75 Jakarta Selatan akan bertanding. Sebelum pertandingan kedua tim melakukan sparing bergantian di lapangan mulai dari tuan rumah.


Pret.........pret........pret.........


Bunyi pluit ditiup tanda pertandingan dimulai. Chloe melihat Sean dan timnya sangat bersemangat untuk melawan tim lawannya mereka. Pada babak pertama skor hasil seimbang.


Sean dan timnya bergegas ke tempat istirahat, Chloe memberikan handuk dan air mineral untuk Sean. Setelah minum Sean pergi ke timnya untuk membahas strategi yang akan mereka pakai di babak kedua.


"Oke guys jadi lawan kita kali ini bukan lawan sembarang, jangan anggap enteng mereka" ucap Angga.


"Untuk formasinya kita tetap hadang satu persatu tapi jika dapat bola langsung over ke Sean dan Resa atau yang lagi kosong" ucap pak Adam.


"Siap coach" ucap mereka serentak


"SMA CEMPAKA PUTIH BISA" teriak Sean dan anggota tim lainnya dengan suara kencang.


Pret..........pret..........pret........


Babak kedua pun dimulai pertandingan semakin memanas karena tidak ada yang mau kalah dalam pertandingan kali ini. Tinggal 1 menit lagi pertandingan akan berakhir.


Saat ini bola dipegang oleh Resa kemudian mengoper ke arah Sean dan diterimanya dengan baik, Sean melakukan tipu kepada lawannya pada saat akan memasukkan bola ke ring dan akhirnya Sean melakukan 3 point dari arah kiri dan bola pun masuk.


Pret.........pret.........pret..........


permainan selesai dan dimenangkan oleh tuan rumah dengan skor 75 : 83. Para penonton berteriak histeris karena kemenangan pertama tuan rumah. Sean dan timnya pun saling berpelukan karena tim mereka menang.


Chloe yang menonton pun berdiri dan berteriak pada saat Sean memasukkan bola ke dalam ring. Sean melihat ke arah pacarnya yang sedang bertepuk tangan bahagia dan ia pun tersenyum bahagia.


"Selamat ya ka" ucap Chloe sambil menyodorkan minuman dan handuk ke Sean.


"Hemm" ucap Sean datar.


"Selamat ya kakak-kakak semua" ucap Chloe ke tim basket Sean yang baru datang ke tempat Chloe dan Sean saat ini.


"Terima kasih Chloe" ucap mereka serentak.


"Ok anak-anak karena barusan tim kita menang jadi kita akan melawan tim yang menang sebelumnya 3 jam lagi"


"Lawan kita kali ini dari SMA mana pak" ucap Rasya anak IPS 1 kelas XI anggota tim lainnya.


"Lawan kita kali ini SMK Kencana"


"Wah seru dong kali ini" ucap Resa karena tahu anak-anak SMK Kencana sangat jago.


"Kita lakukan dengan full kali ini, apapun hasilnya ada nama sekolah kita saat ini yang kita bawa" ucap pak Adam menyemangati tim mereka.


"Siap coach" ucap mereka serentak.


"Oke sekarang kalian istirahat dulu dan ingat jangan keluar sekolah"


"Baik coach"


Mereka semua bubar begitu juga dengan Chloe, Sean dan sahabatnya yang memutuskan ke kantin untuk makan. Sampai di kantin Chloe berpapasan dengan teman sekelasnya dan ia mengajak mereka untuk makan bersama.


Mereka pun menyetujuinya karena senang bisa makan bareng dengan most wanted sekolah mereka. Di dalam kantin sangat riuh karena ada banyak anak sekolah lain juga yang sedang berada di kantin.


Ada seorang siswa dari SMA Negeri 50 Jakarta Barat yang sedang menatap tajam Sean saat ini. Ia sedang menahan amarahnya untuk tidak langsung memukul Sean.


Tunggu pembalasan gue di lapangan nanti Sean, batin siswa SMA N 50 tersebut.


...❄❄❄❄❄...


To be continue.....